Wartain.com || Kesehatan Lanti, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Sukabumi yang berada di Shanghai, China, dilaporkan semakin menurun. Meski telah ditempatkan di penampungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai, kondisi Lanti justru kian mengkhawatirkan hingga ia merekam video permohonan bantuan karena tak lagi mampu menahan rasa sakit.
Dalam rekaman video berdurasi sekitar 45 detik yang beredar, Lanti terlihat kesulitan bernapas. Dengan suara lirih dan terputus-putus, ia berulang kali meminta pertolongan sambil mengeluhkan rasa sakit dan sesak yang dialaminya. Video tersebut diduga direkam saat Lanti berada di penampungan KJRI Shanghai.
Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat, menyampaikan bahwa kliennya hingga kini masih berada di penampungan tanpa penanganan yang dinilai memadai, sementara kondisi fisiknya terus memburuk.
“Sampai sekarang Lanti belum dipulangkan. Saya juga tidak mengetahui apa kendalanya, karena proses pemulangannya tidak pernah dijelaskan secara pasti. Yang jelas, Lanti masih berada di penampungan KJRI,” kata Rangga, Selasa (6/1/2026).
Rangga menjelaskan, kondisi kesehatan Lanti sudah mengarah pada situasi darurat. Ia menyebut Lanti harus mengurus dirinya sendiri tanpa pendampingan yang layak.
“Kesehatannya semakin parah. Dia mengalami sesak napas dan pembengkakan hampir di seluruh tubuh, mulai dari tangan, kaki, wajah, sampai perut,” ungkapnya.
Menurut Rangga, persoalan yang dialami kliennya tidak lagi sebatas urusan administrasi ketenagakerjaan, melainkan telah menjadi persoalan kemanusiaan.
“Ini sudah jelas kasus kemanusiaan. Lanti dalam keadaan sakit dan ingin segera pulang. Namun apakah proses itu benar-benar berjalan atau tidak, kami tidak tahu. Kami sudah mencoba menghubungi KJRI, tetapi tidak ada respons,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan pihak KJRI terjadi sekitar satu pekan lalu, tanpa adanya kejelasan terkait tindak lanjut pemulangan.
“Terakhir komunikasi itu seminggu yang lalu, dan sampai sekarang tidak ada informasi lanjutan mengenai progres pemulangan Lanti,” tambahnya.
Sebelumnya, Lanti sempat dipindahkan ke penampungan KJRI setelah video keluhannya viral di media sosial. Namun alih-alih membaik, kondisi kesehatannya justru dilaporkan semakin memburuk hingga memicu kekhawatiran keluarga dan pihak pendamping hukumnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
