26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia

Oleh : Aam Abdul Salam/Pensehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi Raya

Wartain.com || Di bawah langit Komplek Perkantoran Cisaat yang perlahan meredup, Sabtu (14/03/2026), aroma takjil bercampur dengan hangatnya persaudaraan. Sore itu, di Kantor PWI Kabupaten Sukabumi, buka bersama bukan sekadar ritual penggugur lapar. Ia adalah sebuah perhentian spiritual, sebuah “i’tikaf” kecil bagi para pengetik berita untuk merenungi arah pena di tengah pusaran zaman yang kian tak menentu.

Filosofi Kebersamaan: Satu Tubuh, Satu Pena

Kehadiran jajaran pengurus, anggota, hingga tokoh-tokoh sentral seperti Ketua PLT Abah Anom, serta para penasehat—Kang Aves dan H. Rahmat—ditambah kehadiran Ketua SMSI Sukabumi Raya, Kang Sule, menciptakan harmoni yang magis. Dalam kacamata filsafat, pertemuan ini adalah bentuk Communitas; sebuah ruang di mana ego individual melebur demi tujuan kolektif.

Abah Anom dan para sesepuh mengingatkan bahwa jurnalis bukan sekadar pelapor fakta, melainkan pemegang amanah “kalam”. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi simbol bahwa transmisi nilai dan kebijaksanaan harus terus mengalir, menjaga api idealisme agar tak padam tertiup angin pragmatisme.

Spritualitas Literasi: Jalan Menuju “Mubarakah”

Diskusi yang mengalir di sela waktu berbuka mengerucut pada satu misi suci: Gerakan Literasi. Dalam dimensi spiritual, literasi adalah “Iqra”—perintah untuk membaca semesta. PWI Kabupaten Sukabumi memandang literasi sebagai instrumen pencerahan untuk mendukung visi Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif) yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.

Pena jurnalis harus menjadi obor yang menerangi jalan menuju kemandirian. Literasi yang dibangun adalah literasi yang membumi, mendorong optimalisasi potensi lokal:

_Kemandirian Pangan & Energi:_ Mengajak rakyat mencintai tanahnya sendiri di tengah krisis global.

_Sektor Pariwisata:_ Narasi yang mengundang dunia melihat keindahan tanah Sukabumi yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

_Iklim Investasi:_ Menciptakan kondusifitas melalui berita yang menyejukkan namun tetap kritis-konstruktif.

Menatap Ufuk Global: Literasi di Ambang Prahara

Namun, di balik kehangatan kopi dan teh manis, terselip kesadaran akan bayang-bayang kelam di ufuk dunia. Ketegangan global—konflik AS-Israel melawan Iran—bukan lagi sekadar berita internasional di layar gawai. Ia adalah ancaman nyata yang bisa merobek stabilitas ekonomi hingga ke pelosok desa.

Di sinilah peran spiritual-intelektual jurnalis PWI diuji. Kita berada di ambang spekulasi Perang Dunia III. Literasi harus menjadi perisai; menyiapkan mental masyarakat agar tidak terombang-ambing oleh kepanikan, melainkan tetap fokus pada ketahanan mandiri. Jurnalis bertugas memberikan “jamu” informasi agar masyarakat siap menghadapi dampak ekonomi dan sosial dari benturan peradaban di Timur Tengah.

Penutup: Berbuka untuk Berbakti

Saat azan berkumandang, tegukan air pertama adalah simbol syukur atas nikmat persatuan. Bagi PWI Kabupaten Sukabumi, momentum 14 Maret ini adalah “recharge” batin. Bahwa tugas jurnalis adalah tugas kenabian: menyampaikan kebenaran, memberi peringatan, dan membawa kabar pencerahan bagi kemajuan daerah.

Di tangan para jurnalis inilah, visi Sukabumi yang Mubarakah bukan lagi sekadar slogan, melainkan doa yang mewujud dalam kerja nyata literasi, demi menjaga kedaulatan bangsa di tengah carut-marut dunia yang kian renta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.