Wartain.com – Tiga suporter Persib Bandung atau Bobotoh jadi korban pengeroyokan usai nonton bareng laga Persija Jakarta vs Persib Bandung. Insiden terjadi di Kampung Bantarmuncang, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (10/5/2026).
Peristiwa bermula saat para korban melintas berboncengan dengan 3–4 sepeda motor. Mereka dihadang puluhan orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga, aksi ini dipicu ketegangan pasca-pertandingan.
“Kita mau ke Cibatu, nongkrong di kedai kopi. Tiba-tiba dicegat. Mereka banyak, sekitar 20 orang,” kata Dede Arif, salah satu korban. Dede mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan harus mendapat 7 jahitan.
Menurut Dede, massa menyerang dengan batu, botol kaca, kayu, dan bambu. “Kita lawan buat bela diri. Nggak mungkin diam kalau diserang,” ujarnya. Ia menduga penyerangan terkait hasil laga. “Mungkin karena Persija kalah,” tambahnya.
Korban lain, Mahmudin, mengaku awalnya menghindar. Namun situasi berubah saat bendera yang dibawanya dirampas dan saudaranya dipukuli dekat perlintasan rel kereta. “Saya turun mau misahin. Malah kena pukul benda tumpul. Kepala saya bocor, 5 jahitan,” kata Mahmudin.
Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi. Staf Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, membenarkan pihaknya menangani korban pengeroyokan tersebut.
“Dua orang luka robek di kepala akibat senjata tajam. Satu korban masih observasi karena luka dalam di dada, kena pukulan dan harus di-rontgen,” jelas Irman. Hingga Senin (11/5/2026), kondisi dua korban membaik dan satu sudah diperbolehkan pulang.
Insiden ini menambah daftar kekerasan antar-suporter yang terjadi usai laga panas Persija vs Persib. Warga sekitar berharap polisi segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Sukabumi terkait jumlah pelaku yang diamankan. Desakan agar kasus diusut tuntas menguat guna mencegah aksi balasan dan menjaga kondusivitas di Sukabumi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
