26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 5, 2026

Latest Posts

PWI Depok Bahas “Media Siber vs Medsos,” Aat Surya Safaat: Wartawan Wajib Kompeten & Manfaatkan Medsos Positif

Wartain.com – PWI Kota Depok gelar Diskusi Wartawan, Kamis 4/6/2026 di Kantor PWI, Jl. Melati Raya No.3, Pancoran Mas. Temanya nendang: “Kompetensi Wartawan: Media Siber versus Medsos, Siapa Menang?”. Narasumbernya Direktur UKW PWI Pusat Dr. H. Aat Surya Safaat dan Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah.

Aat Surya Safaat buka dengan fakta: kecepatan teknologi informasi bikin peta media berubah total. Tapi menurutnya, wartawan nggak boleh gagap. Justru harus manfaatin medsos buat ngembangin media pers.

“Wartawan harus bisa memanfaatkan beberapa kelebihan medsos. Kita dapat menggunakan medsos sebagai sarana corporate branding. Jadi antara media siber dengan medsos bukan soal kalah-menang,” tuturnya.

Aat bilang akses info sekarang nggak dimonopoli media besar lagi. Siapapun gampang bikin website berita + ngaku wartawan. Medsos juga lahirkan “citizen journalism” alias jurnalisme warga. Semua orang bisa jadi penyebar info.

“Apakah kita mampu bertahan ditengah gempuran medsos ini? Tergantung media atau wartawannya sendiri,” ungkap mantan Direktur Pemberitaan/Pemred LKBN ANTARA itu.

Di era disrupsi, Aat ingatkan jangan “musuhi” medsos. Platform itu justru ladang. Wartawan bisa pakai X, IG, TikTok, FB buat sebar karya jurnalistik, bangun branding, sekaligus jangkau audiens baru. Siber + medsos harus kolaborasi.

Tapi ada garis pembeda. Dia tekankan kompetensi. “Bagaimana menghadapi dominasi medsos sekarang? Ya, seluruh wartawan wajib kompeten, karena wartawan berbeda dengan pelaku medsos. Maka disinilah dibutuhkan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tegas mantan Kepala Biro LKBN ANTARA di New York.

UKW itu penting biar wartawan punya standar: info akurat, verifikasi berlapis, kaidah jurnalistik jalan, dan tanggung jawab jelas. Beda sama akun medsos yang bisa posting tanpa cek-fakta. Itu pembeda utama wartawan profesional.

Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah sependapat. Diskusi dimoderatori Ridwan Ewako. Suasananya cair tapi isinya berat: ngobrolin masa depan profesi wartawan di tengah banjirnya info dan hoaks di medsos.

Pesan buat wartawan muda: kuasai digital, tapi jangan tinggalin kode etik. Cepat boleh, tapi akurat wajib. Medsos buat distribusi, media siber buat kedalaman. Dua-duanya dipake, bukan milih satu.

Buat publik juga ada pesan. Aat ngingetin: bedain wartawan kompeten sama pelaku medsos. Lihat jejak UKW, cek medianya terverifikasi Dewan Pers apa nggak. Itu filter awal biar nggak ketipu hoaks.

Intinya diskusi 4/6/2026 di Depok: medsos bukan musuh media siber. Yang menang bukan platformnya, tapi wartawan yang kompeten dan adaptif. UKW jadi kunci biar profesi ini tetap dipercaya publik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.