Wartain.com – Forum Solidaritas Buruh Banjar (FSBB) kembali menyoroti kondisi ketenagakerjaan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan, khususnya terkait jam kerja, sistem pengupahan, dan perlindungan hak-hak pekerja.
Melalui pernyataan resminya, Ketua Umum FSBB, Endang, meminta pemerintah dan perusahaan untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan buruh sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Endang, berbagai keluhan yang diterima organisasi buruh menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan yang dibuat dengan realitas yang dihadapi pekerja di lapangan.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar hubungan industrial dapat berjalan secara sehat, harmonis, dan berkeadilan.
“Kami berharap para pemangku kebijakan dapat melihat secara langsung kondisi yang dihadapi para pekerja setiap hari. Buruh merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian, sehingga hak-hak mereka harus mendapatkan perlindungan yang memadai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Endang dalam keterangannya, Rabu, (3/6/2026).
Endang menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya menyangkut produktivitas perusahaan, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan, kesejahteraan keluarga pekerja, serta keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, menurutnya, setiap kebijakan yang berkaitan dengan tenaga kerja harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan usaha dan perlindungan pekerja.
FSBB juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan jam kerja, pemberian upah, keselamatan dan kesehatan kerja, serta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut organisasi tersebut, pengawasan yang efektif dapat mencegah munculnya potensi pelanggaran hak pekerja dan menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif.
Selain itu, Endang mengajak seluruh pihak untuk membangun komunikasi yang terbuka dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Ia menilai dialog antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah merupakan langkah yang paling tepat untuk mencari solusi tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing pihak.
“Yang kami perjuangkan adalah terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi pekerja. Kami berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif sehingga menghasilkan solusi yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” katanya.
FSBB menilai bahwa kesejahteraan buruh merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ketika hak-hak pekerja terpenuhi dan hubungan industrial berjalan harmonis, produktivitas perusahaan dapat meningkat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Organisasi tersebut juga mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk terus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan, termasuk memastikan seluruh perusahaan menjalankan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai organisasi yang bergerak dalam advokasi dan perlindungan hak pekerja, FSBB menyatakan akan terus mengawal berbagai isu ketenagakerjaan yang berkembang di Kota Banjar dan sekitarnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperjuangkan terciptanya kondisi kerja yang layak, hubungan industrial yang berkeadilan, serta peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak perusahaan yang disebut dalam pernyataan FSBB maupun dari instansi pemerintah terkait.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ape/Biro Ciamis)
