26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 17, 2026

Latest Posts

Kemarau Panjang, Ribuan Warga Kota Sukabumi Alami Krisis Air Bersih

Wartain.com – Krisis air bersih mulai dirasakan ribuan warga Kampung Cikundul Hilir, RT 01/RW 04, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Warga terpaksa mengantre di bawah terik matahari untuk mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jumat (17/7/2026).

Kondisi tersebut terjadi setelah sumur-sumur warga mulai mengering akibat musim kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026.

Salah seorang warga, Lina Marlina (50), mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sudah dirasakan lebih dari dua pekan terakhir. Bahkan, sumur miliknya yang memiliki kedalaman sekitar 18 meter kini hanya mampu menghasilkan sedikit air.

“Susah air itu udah dua minggu lebih, sumur di rumah saya sekitar 18 meter itu airnya sudah susah sekarang. Paling kalau ambil dari sumur itu cuman dapat seember,” kata Lina.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari mata air yang berada di sekitar Sungai Cimandiri. Air tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.

“Paling untuk sehari-hari kami ambil air di mata air dekat Sungai Cimandiri. Disitu airnya bagus, tapi banyak juga yang ambil kesana gak cuman warga sini, jadi antre,” lanjutnya.

Menurut Lina, bantuan air bersih yang diterima warga hanya mampu memenuhi kebutuhan selama beberapa hari. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang, salah satunya dengan membangun sumur bor.

“Saya kebetulan dapat 20 galon air, paling kalo di pake di rumah dengan lima anggota keluarga mentok di tiga hari juga sudah abis. Kita sih harapannya ingin bantuan sumur bor, karena setiap tahun juga begini terus kalau musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyebut bantuan air bersih yang disalurkan ke wilayah Cikundul mencapai 8.000 liter.

“Hari ini kita salurkan dua tangki atau lebih dengan kapasitas 8.000 dan 5.000 liter. Kalau sejak tiga kali menyalurkan kemarin mencapai 40.000 liter,” ujarnya.

BPBD Kota Sukabumi mencatat, dampak kekeringan saat ini telah dirasakan di empat kecamatan, yakni Lembursitu, Baros, Cibeureum, dan Citamiang.

Dari hasil penanganan sementara, sekitar 1.300 jiwa atau lebih dari 200 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.

“Sementara jumlah jiwa yang sudah kita tangani ya, jadi sesuai laporan yang masuk ke BPBD, kita sudah menyalurkan empat kali itu yang kemarin itu 1.300 jiwa atau sekitar 200 KK lebih,” lanjutnya.

Yoseph menambahkan, hingga kini pasokan air dari PDAM masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, warga yang mengalami kesulitan air bersih diminta segera melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD Kota Sukabumi.

Masyarakat juga diimbau untuk menghemat penggunaan air. Terlebih, kondisi kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya sampaikan BMKG itu kan memprediksi tahun sekarang ini kekeringannya akan lebih kering dari tahun kemarin dan akan lebih panjang ya. Kita imbau kepada masyarakat untuk menghemat air,” jelasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.