Wartain.com – Suasana pagi di Kantor Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendadak heboh. Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 06.30 WIB, petugas kebersihan mendapati pintu kantor dalam kondisi tidak wajar saat hendak membuka untuk bekerja.
Setelah ditelusuri, ternyata kantor desa telah kemalingan pada dini hari. Komplotan pencuri diduga beraksi sekitar pukul 01.00 WIB dengan masuk melalui pintu samping TKP Kantor Desa Cikakak.
Dihubungi Wartain.com, salah seorang perangkat Desa Cikakak Rama Diansyah Muhammad Fauzi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan aksi para pelaku baru diketahui setelah kantor dibuka oleh petugas.
“Kejadiannya mungkin sekitar pukul satu lebih lah. Karena beberapa orang yang ada di sekitar kantor desa bersaksi bahwa pada pukul 12 nya masih lewat dan belum terjadi apa-apa,” ungkap Rama saat ditemui di lokasi.
Dari hasil pengecekan awal, para pelaku mengacak-acak empat ruangan penting. Yakni; ruang Kepala Desa, ruang Sekretaris Desa, ruang Bendahara, dan ruang pelayanan. Semua laci dan lemari terlihat dalam kondisi berantakan.
Barang inventaris desa yang hilang cukup banyak. Data sementara tercatat; 4 unit laptop, 3 unit printer, 1 scanner, 3 unit desktop, 1 genset, dan 1 kipas angin raib digondol maling.
“Taksiran kerugian bisa mencapai Rp80 juta rupiah. Belum lagi ada beberapa data desa yang terbawa di tas bendahara,” tambah Rama dengan nada prihatin.
Hilangnya tas milik bendahara menjadi perhatian khusus. Di dalamnya terdapat sejumlah dokumen dan data penting pemerintahan desa yang jika jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab bisa disalahgunakan.
Aksi pencurian ini diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang. Kondisi pintu samping yang rusak dan barang-barang yang diangkut cukup banyak mengindikasikan pelaku beraksi secara berkelompok.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Cikakak langsung turun ke lokasi. Petugas melakukan pensterilan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.
Kapolsek Cikakak melalui anggotanya juga mulai memintai keterangan saksi-saksi, termasuk warga yang rumahnya berada di sekitar kantor desa dan petugas jaga malam di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku. Pihak desa berharap kasus ini segera terungkap agar rasa aman di lingkungan pemerintahan desa bisa kembali pulih.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
