26.7 C
Jakarta
Selasa, Agustus 4, 2026

Latest Posts

Kriminalitas Malam Hari di Sukabumi Merajalela, Pendapatan Ojol Menurun

Wartain.com – Maraknya aksi geng motor yang terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi mendorong para pengemudi ojek online (ojol) mengambil langkah bersama. Melalui Forum Diskusi Ojol Sukabumi Raya, mereka menyampaikan surat terbuka kepada jajaran kepolisian dan TNI sebagai bentuk permohonan agar keamanan masyarakat segera ditingkatkan.

Perwakilan Forum Diskusi Ojol Sukabumi Raya, Fitria Ihsan, mengatakan para pengemudi ojol yang bekerja hingga larut malam menjadi kelompok yang paling merasakan dampak dari aksi kriminal tersebut. Menurutnya, rasa takut saat mencari nafkah kini semakin meningkat karena gangguan geng motor dinilai sudah berlangsung cukup lama.

“Surat terbuka ini kami sampaikan kepada Polres Sukabumi Kota dan Kodim 0607 agar situasi keamanan lebih diperhatikan. Kami berharap aparat dapat memberantas geng motor karena keresahan ini sudah terjadi bertahun-tahun,” ujar Fitria, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai penanganan terhadap pelaku kejahatan jalanan perlu dilakukan secara konsisten sehingga memberikan efek jera. Menurutnya, masyarakat menginginkan adanya kepastian hukum terhadap setiap pelaku yang berhasil diamankan.

“Kalau memang sudah tertangkap, proses hukumnya harus ditegakkan. Jangan sampai pelaku kembali bebas dan mengulangi perbuatannya. Kami ingin Sukabumi benar-benar aman,” katanya.

Kekhawatiran para pengemudi semakin memuncak setelah insiden pembacokan yang terjadi di kawasan Kampung Inggris pada Minggu dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi Grab dan seorang sopir mobil tangki Pertamina menjadi korban serangan.

Fitria mengungkapkan, sebelum kejadian pembacokan itu, para pengemudi ojol juga kerap mengalami intimidasi berupa aksi pengejaran oleh kelompok geng motor saat sedang bekerja pada malam hari.

Selain mengancam keselamatan, kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan para pengemudi. Banyak di antara mereka memilih mengakhiri aktivitas lebih cepat demi menghindari risiko menjadi korban tindak kekerasan.

“Biasanya kami masih menerima pesanan hingga tengah malam bahkan menjelang pagi. Sekarang banyak yang memilih berhenti lebih awal karena khawatir terjadi sesuatu. Otomatis penghasilan pun ikut berkurang,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Forum Diskusi Ojol Sukabumi Raya mengimbau seluruh anggotanya agar selalu menggunakan atribut resmi saat bekerja serta memperkuat komunikasi melalui komunitas. Upaya tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi antar-pengemudi apabila terjadi situasi darurat di lapangan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.