Wartain.com – Peta persepsi publik menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Sukabumi tahun 2030 masih menunjukkan persaingan yang cukup terbuka. Hal tersebut tergambar dalam hasil survei Persepsi Publik Simulasi Terbuka Calon Bupati Kabupaten Sukabumi yang dilakukan di wilayah Dapil I, IV, dan VI pada Agustus 2026.
Survei yang dilakukan oleh PT. Wastu Indeks Nusantara Dalam simulasi terbuka, mengenai tokoh yang dinilai paling layak menjadi Bupati Kabupaten Sukabumi apabila pemilihan dilaksanakan hari ini.
Hasilnya, Asep Japar menempati posisi teratas dengan tingkat penyebutan sebesar 10,24 persen. Posisi kedua ditempati Marwan Hamami dengan 8,47 persen, disusul Desi Ratnasari 8,32 persen dan Budi Azhar Mutawali 7,30 persen.
Selanjutnya, Iman Adi Nugraha memperoleh 6,80 persen, Andreas 6,75 persen, Hasim Adnan 5,15 persen, dan M. Jaenudin 4,87 persen. Sementara sejumlah nama lainnya berada di bawah angka tersebut, antara lain Anjak Priatama Sukma 4,19 persen, H. Yusuf Maulana 3,86 persen, Ramzi Akbar Yusup 2,18 persen, Bayu Permana 1,56 persen, Yudha Sukmagara 1,40 persen, serta Nunung Nurhayati 0,87 persen.
Angka Tidak Tahu/Tidak Menjawab Masih Tinggi
Salah satu temuan penting dalam survei tersebut adalah masih tingginya proporsi responden yang tidak tahu atau tidak menjawab (TT/TM), yakni mencapai 28,04 persen.
Artinya, dari keseluruhan responden, sebesar 71,96 persen menyebutkan nama tokoh tertentu, sedangkan lebih dari seperempat responden belum menentukan atau tidak memberikan jawaban.
Tingginya angka TT/TM ini menjadi indikasi bahwa preferensi publik terhadap calon Bupati Sukabumi masih dapat berubah. Ruang untuk meningkatkan popularitas, pengenalan program, membangun kepercayaan, maupun memperkuat komunikasi dengan masyarakat masih terbuka bagi seluruh tokoh yang masuk dalam simulasi.
Selisih Antar Kandidat Relatif Tipis
Dari hasil survei, Asep Japar memang berada di posisi pertama, tetapi keunggulannya terhadap peringkat kedua relatif tipis. Selisih Asep Japar dengan Marwan Hamami tercatat sekitar 1,77 poin persentase.
Sementara itu, tiga nama teratas—Asep Japar, Marwan Hamami, dan Desi Ratnasari—memiliki perolehan yang berdekatan. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa belum terdapat satu kandidat yang mendominasi persepsi publik secara mutlak.
Bahkan, enam kandidat teratas dalam simulasi tersebut secara keseluruhan memperoleh 47,88 persen dari total penyebutan responden. Dengan demikian, sebagian besar preferensi publik masih tersebar di antara sejumlah nama.
Persaingan Pilbup Sukabumi Dinilai Masih Dinamis
Temuan survei ini menunjukkan bahwa kontestasi menuju Pilbup Kabupaten Sukabumi masih sangat dinamis. Posisi teratas yang ditempati Asep Japar belum dapat diartikan sebagai dominasi, mengingat tingkat elektabilitas atau preferensi dalam survei masih relatif rendah dibandingkan jumlah responden yang belum menentukan pilihan.
Selain itu, survei ini menggunakan simulasi terbuka, sehingga responden menyebutkan nama tokoh yang mereka anggap paling layak tanpa diberikan daftar pilihan tertutup.
Hasil tersebut menjadi gambaran mengenai persepsi publik pada saat survei dilakukan, bukan merupakan prediksi hasil pemilihan. Perubahan preferensi masyarakat masih sangat mungkin terjadi seiring perkembangan dinamika politik, munculnya kandidat, program yang ditawarkan, serta intensitas komunikasi masing-masing tokoh dengan masyarakat.
Dengan belum adanya kandidat yang benar-benar dominan dan masih tingginya angka TT/TM, peta persaingan Pilbup Kabupaten Sukabumi masih terbuka lebar untuk mengalami perubahan.***
Catatan redaksi: angka dan temuan dalam artikel ini mengacu pada materi survei yang tercantum pada infografis PT. Wastu Indeks Nusantara.
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
