26.7 C
Jakarta
Kamis, September 3, 2026

Latest Posts

Didukung Kapolri, PUI Dorong Mr. R. Syamsudin Jadi Pahlawan Nasional

Wartain.com – Upaya mendorong Mr. R. Syamsudin sebagai Pahlawan Nasional mendapat dukungan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dukungan tersebut disampaikan saat Kapolri menghadiri Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).

Listyo menilai kiprah Mr. R. Syamsudin dalam perjalanan sejarah bangsa memiliki nilai penting untuk terus dikenang. Salah satu peran pentingnya adalah keterlibatan sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

“Oleh karena itu, tentunya saya juga mendukung tadi usulan dari Bapak Dewan Syura untuk mengusulkan Pak Mr. Syamsudin menjadi Pahlawan Nasional,” kata Listyo.

Menurut Listyo, pengusulan tersebut membutuhkan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Ia mendorong agar proses yang telah berjalan dapat terus dikawal hingga mendapatkan keputusan.

“Ini tentunya PR dari Pak Bupati, Pak Wali Kota, dan tentunya wabilkhusus yang sekarang berada di Staf Kepresidenan karena tinggal melangkah satu langkah, sudah dekat. Kalau saya bagian mengawal dari belakang,” ujarnya.

Kapolri berharap proses tersebut dapat menghasilkan kabar baik pada tahun mendatang. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Mr. R. Syamsudin dinilai dapat melengkapi deretan tokoh pendiri PUI yang telah memperoleh penghargaan serupa.

“Sehingga kemudian tahun depan kita harapkan gelar Pahlawan Nasional ini bisa melengkapi dari para pahlawan-pahlawan nasional pendiri PUI yang sudah mendapatkan gelar tersebut,” pungkasnya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PUI Raizal Arifin menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang menjadi dasar pengusulan Mr. R. Syamsudin sebagai Pahlawan Nasional.

Selain pernah duduk sebagai anggota BPUPKI, tokoh kelahiran Sukabumi, 1 Januari 1908 itu juga memiliki rekam jejak dalam pemerintahan dan hubungan diplomatik Indonesia.

“Jasa beliau yang pertama, beliau adalah anggota BPUPKI. Yang kedua, beliau juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri II. Yang ketiga, beliau pernah menjadi Dubes di Rusia. Sehingga menurut saya positioning-nya cukup kuat,” ujar Raizal.

Kontribusi Mr. R. Syamsudin juga tidak terlepas dari sejarah berdirinya PUI. Ia menjadi salah satu tokoh yang berperan menghubungkan KH Abdul Halim dari Majalengka dengan KH Ahmad Sanusi dari Sukabumi dalam upaya menyatukan dua organisasi Islam.

Raizal mengatakan proses penyatuan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan lahirnya PUI sebagai organisasi keumatan.

“Kalau di PUI beliau yang kemudian menghubungkan KH Ahmad Sanusi dengan KH Abdul Halim. Jadi, ada dua perbincangan dari KH Abdul Halim dengan KH Ahmad Sanusi untuk menyatukan dua organisasi,” jelasnya.

Setelah KH Ahmad Sanusi wafat, menurut Raizal, Mr. R. Syamsudin turut meneruskan komunikasi mengenai rencana penggabungan organisasi yang berada di Sukabumi dan Majalengka.

Untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, PUI akan menempuh mekanisme pengusulan secara bertahap. Proses tersebut diawali dengan kegiatan seminar dan diseminasi mengenai kiprah serta jasa Mr. R. Syamsudin sebelum usulan diteruskan ke tingkat provinsi hingga pemerintah pusat.

“Betul, tapi kita akan mulai berjenjang. Biasanya nanti ada semacam seminar yang dilakukan di masing-masing daerah, kemudian nanti ini dibawa usulan kepada provinsi,” kata Raizal.

Ia menyebut dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah pusat, menjadi modal penting agar pengusulan tersebut dapat berjalan hingga tahap akhir.

Raizal berharap pemberian gelar tersebut nantinya tidak hanya menjadi penghargaan terhadap perjuangan Mr. R. Syamsudin, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi.

“Dan ini menurut saya akan menjadi kebanggaan bagi warga Sukabumi. Betul, kita nambah satu Pahlawan Nasional lagi setelah KH Ahmad Sanusi,” ujarnya.

Jika usulan tersebut terealisasi, Mr. R. Syamsudin akan menjadi tokoh asal Sukabumi yang kembali mendapatkan pengakuan nasional atas kontribusinya dalam sejarah perjuangan dan pembentukan bangsa Indonesia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.