Wartain.com – Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kepedulian dan semangat berbagi menjadi salah satu harapan untuk meringankan beban sesama. Hal itulah yang kembali diwujudkan Peri Heryanto, S.Ip., penggagas kampung kawung di kabupaten ciamis, atau yang akrab disapa Ang Ape, melalui penyaluran bantuan beras gratis kepada puluhan warga Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jumat (6/11/2026).
Bantuan berupa beras seberat 5 kilogram untuk setiap penerima manfaat tersebut merupakan hasil kepedulian sejumlah pengusaha dan aghnia (kalangan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi) yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian lebih. Sasaran penerima meliputi para lanjut usia (lansia), warga yang menderita sakit berkepanjangan, termasuk penyintas stroke, buruh tani serabutan, petani yang mengalami gagal panen, serta keluarga kurang mampu yang belum memperoleh bantuan sosial pemerintah. Warga yang sedang tertimpa musibah juga menjadi bagian dari perhatian dalam kegiatan tersebut.
Bagi sebagian keluarga, memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari bukanlah perkara mudah. Penghasilan yang tidak menentu, keterbatasan fisik akibat penyakit, hingga kegagalan panen kerap membuat kondisi ekonomi rumah tangga semakin sulit. Dalam keadaan demikian, bantuan kebutuhan pokok meskipun sederhana dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Ang Ape mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya membangun semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menjawab seluruh persoalan dan kebutuhan warga. Namun, ia berharap apa yang disalurkan dapat sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Jangan pernah melihat besar atau kecilnya bantuan yang diberikan. Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana kepedulian itu tetap hidup dan kita tidak menutup mata terhadap kondisi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Mungkin bantuan ini tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban mereka,” ungkap Ang Ape.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan kali pertama dilakukan. Aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan telah berulang kali dilaksanakan dari tahun ke tahun dengan dukungan para pengusaha dan aghnia.
Ang Ape menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan perlu dipelihara sebagai bagian dari tanggung jawab moral antarsesama manusia.
“Menurut saya, kepedulian itu tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya atau memiliki sesuatu yang berlimpah. Selama ada niat baik dan kemampuan untuk berbagi, sekecil apa pun yang kita berikan tentu memiliki arti bagi orang lain. Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan semua persoalan mereka, tetapi setidaknya jangan sampai kita membiarkan orang-orang di sekitar kita menghadapi kesulitan tanpa perhatian,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengusaha serta aghnia yang telah berpartisipasi dan mempercayakan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini bukan semata-mata tentang siapa yang memberi atau siapa yang menerima. Ini adalah bentuk kebersamaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha dan aghnia yang telah ikut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga setiap rezeki yang disisihkan menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan bagi keluarga, usaha, dan kehidupan mereka. Mudah-mudahan semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak orang,” tambahnya.
Sementara itu, Didi, salah seorang warga penerima manfaat yang telah lama menderita stroke, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan beras yang diterimanya.
Dalam kondisi kesehatan yang membatasi aktivitas sehari-hari, perhatian dan bantuan tersebut menjadi hal yang berarti baginya. Ia pun mengapresiasi para aghnia yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu masyarakat kecil.
“Terima kasih kepada para aghnia yang telah peduli dan menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu kami. Semoga amal kebaikan ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi semuanya,” ungkap Didi.
Kegiatan sosial tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap persoalan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan berbagi kebutuhan pokok kepada warga yang sedang mengalami kesulitan.
Di sisi lain, persoalan kesejahteraan masyarakat tentu membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Kepedulian masyarakat, pelaku usaha, dan kalangan aghnia dapat menjadi penguat solidaritas sosial, sementara pemerintah tetap memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria memperoleh hak dan akses terhadap program perlindungan sosial.
Sinergi seluruh elemen tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan, termasuk lansia yang hidup sendiri, warga dengan penyakit berkepanjangan, buruh tani berpenghasilan tidak menentu, serta petani yang terdampak gagal panen.
Pada akhirnya, nilai sebuah kepedulian bukan hanya terletak pada seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan juga pada ketulusan untuk hadir dan berbagi ketika sesama sedang membutuhkan. Dari Desa Mekarmulya, semangat sederhana itu kembali mengingatkan bahwa gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Tim/Biro Ciamis)
