Wartain.com, Sukabumi || Program Youth Entrepreneurship And Employment Support System) YESS PPIU Jabar, bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, menggelar workshop penguatan kapasitas staf BDSP dengan bentuk Kegiatan Advance Training, bertempat di Hotel Pangrango, Jalan Selabintana, Sukabumi, Kamis 02/11/2023.
Kegiatan yang digagas tersebut untuk memberikan penguatan kapasitas staf BDSP dalam program yang berkelanjutan, dan dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 2-3 November 2023.
Menurut pantauan, peserta yang hadir terdiri dari unsur Distan, Disnak, DKUKM, PLUT KUMKM, staf BDSP, mobilizer, Financial Advisor (FA), petani cabai, peternak domba dan undangan yang lainnya.
Ditemui koreponden wartain.com, Project manager YESS PPIU Jabar, Nazarudin mengatakan, kegiatan yang digelar berbentuk workshop peningkatan kapasitas bagi staf BDSP.
“Materinya seputar pembuatan kurikulum dan bahan ajar. Yang nantinya akan disampaikan kepada penerima manfaat program,” katanya.
Dalam menyusun naskah kurikulum dan bahan ajar masing-masing sektor harus disesuaikan dengan kemampuan daya tangkap peserta dan geografis wilayahnya.

“Kurikulum dan bahan ajar disesuaikan dengan kondisi geografis dan kemampuan daya tangkap peserta. Yang penting bisa dipahami dan dicerna oleh peserta,” tambahnya.
Selanjutnya ia mengungkapkan, program YESS PPIU ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Anggaran yang sudah diserap diharapkan akan menambah penghasilan bagi peserta dalam mengelola ladang pertanian dan peternakannya.
“Jadikan sektor pertanian dan peternakan ini menjadi sumber pendapatan. Kelola dengan baik, dan tentunya harus berkelanjutan. Jangan sampai berhenti ada program dan anggaran saja,” tutupnya.
Sementara itu, Sekdis Pertanian Kabupaten Sukabumi Iman Surahman menyampaikan, workshop ini sebagai ajang silaturahmi dan penyamaan persepsi bagi semua petani dan peternak.
“Jadikan workshop ini sebagai ajang silaturahmi dan penyamaan persepsi dalam meningkatkan usaha yang kita geluti. Masing-masing peserta bisa saling bertukar pengalaman dan ilmu disini, untuk ditularkan kepada petani dan peternak yang lainnya,” ungkap Sekdis.
Ia berpesan, bagi petani dan peternak milenial harus benar-benar bisa memanfaatkan program ini. Kalau bisa tarik temannya untuk mau terjun ke dunia pertanian dan peternakan.
“Sektor pertanian harus jadi ladang bisnis dan menghasilkan pendapatan. Kita akan dorong terus agar program seperti ini terus berlanjut, walaupun anggarannya dihentikan,” pungkasnya.***
Foto : wartain.com/Raika
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Raika P Damara
