26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 162

Hadiri Jambore IGORNAS, Ketua DPRD Budi Azhar Harapkan Peningkatan Kualitas Guru Olahraga

0
Oplus_131072

Wartain.com || Upaya meningkatkan kualitas guru olahraga di Kabupaten Sukabumi terus didorong melalui berbagai kegiatan, salah satunya Jambore Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) yang digelar di GOR Pemuda Cisaat, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan olahraga.

“Menghadiri acara pembukaan, jambore IGORNAS (ikatan guru olahraga nasional) Kabupaten Sukabumi . Semoga para guru-guru khususnya guru olahraga makin berkualitas, solid, berprestasi dan sukses selalu,” ujarnya.

Diketahui, sekitar seribu guru olahraga dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Jambore tersebut bahkan disebut sebagai yang pertama digelar di Indonesia dan menjadi ajang konsolidasi serta peningkatan kapasitas para tenaga pendidik olahraga.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru olahraga dalam membentuk karakter generasi muda.

“Bapak dan ibu guru olahraga merupakan motivator yang menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja keras kepada anak didik,” katanya.

Menurutnya, jambore ini menjadi momentum untuk menyatukan visi dalam mencetak generasi muda yang sehat, bugar, berkarakter, dan berprestasi.

Ia juga mengajak seluruh anggota IGORNAS untuk bersama-sama mendorong kemajuan daerah melalui peningkatan kualitas kebugaran dan prestasi masyarakat.

“Guru olahraga ini tidak hanya mencetak kebugaran generasi muda, namun atlet berprestasi. Mari kita majukan Kabupaten Sukabumi lewat masyarakat yang sehat, bugar, dan berprestasi,” tambahnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Shalat Daim: Kesadaran Tak Terputus dalam Tauhid Ma’rifatullah

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat.Sosial Keagamaan 

Wartain.com || Shalat daim bukan sekadar ibadah formal yang dibatasi oleh waktu-waktu tertentu, melainkan keadaan batin yang terus-menerus hadir dalam ingatan dan kesadaran kepada Allah. Ia adalah maqam di mana seorang hamba tidak pernah terputus dari Rabb-nya, baik dalam diam, bergerak, berbicara, maupun dalam kesunyian terdalam. Shalat lima waktu adalah pintu masuknya, sedangkan shalat daim adalah buah dari kedalaman tauhid dan ma’rifatullah.

Secara lahir, shalat memiliki rukun, syarat, dan waktu yang telah ditetapkan. Namun dalam perspektif hakikat, shalat adalah mi’raj ruh menuju hadirat Allah. Ketika Allah berfirman, “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (QS. Thaha: 14), maka inti dari shalat adalah dzikrullah—ingat yang hidup, bukan sekadar bacaan lisan. Dari sinilah shalat daim bermula: ketika dzikir tidak lagi terikat oleh gerakan, tetapi menjadi napas kesadaran.

Allah berfirman: “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaf: 16). Dalam ayat lain: “Dan Dia bersama kalian di mana pun kalian berada” (QS. Al-Hadid: 4). Dua ayat ini menjadi fondasi tauhid ma’rifatullah bahwa Allah tidak jauh untuk dicari, melainkan dekat untuk disadari. Shalat daim adalah respon batin atas kedekatan ini—kesadaran yang tidak terputus bahwa kita senantiasa dalam hadirat-Nya.

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman: “Aku bersama hamba-Ku ketika ia mengingat-Ku…” Ini menegaskan bahwa kebersamaan dengan Allah bukan konsep, melainkan pengalaman yang hidup. Ketika dzikir menjadi konstan, maka lahirlah shalat daim—yakni keadaan hati yang terus bersujud walau jasad sedang beraktivitas.

Adapun cara menuju shalat daim bukan dengan meninggalkan syariat, tetapi dengan menyempurnakannya. Shalat formal dijaga dengan khusyuk, bukan sekadar gerakan. Setiap takbir menjadi pemutusan dari selain Allah, setiap ruku’ adalah kerendahan diri, dan setiap sujud adalah peleburan ego. Jika ini dijalani dengan kesadaran, maka setelah shalat selesai, ruh shalat itu tidak hilang—ia menetap dalam hati.

Para arif billah menjelaskan bahwa shalat daim terjadi ketika hijab antara hamba dan Allah mulai tersingkap. Bukan berarti melihat Allah secara fisik, tetapi merasakan kehadiran-Nya yang meliputi.

Pada titik ini, seorang hamba tidak lagi melihat dirinya sebagai pelaku, melainkan Allah sebagai sumber segala gerak. Inilah tauhid yang hidup, bukan sekadar konsep.
Namun perlu kehati-hatian. Shalat daim bukan berarti merasa “menyatu” dalam arti hulul atau ittihad secara literal. Dalam tauhid yang lurus, hamba tetap hamba dan Allah tetap Allah. Kedekatan tidak menghapus perbedaan, tetapi menghapus keterpisahan dalam rasa. Inilah rahasia ma’rifat: dekat tanpa menyatu, hadir tanpa melebur.

Ciri orang yang mulai merasakan shalat daim adalah hatinya lembut, lisannya terjaga, dan akhlaknya semakin halus. Ia tidak banyak mengaku, tetapi banyak merasakan. Ia tidak sibuk membicarakan Tuhan, tetapi hidup dalam kesadaran akan Tuhan. Dunia tetap dijalani, namun hatinya tidak pernah keluar dari hadirat Ilahi.

Akhirnya, shalat daim adalah perjalanan. Ia tidak instan, tetapi tumbuh melalui mujahadah, dzikir, dan kejujuran batin. Barangsiapa menjaga shalatnya, maka shalat akan menjaganya. Dan ketika shalat telah hidup dalam dirinya, maka setiap detik kehidupannya menjadi ibadah yang tidak terputus.

Inilah makna terdalam dari firman-Nya: “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya”—yakni mereka yang tidak hanya shalat, tetapi hidup dalam shalat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pohon Tumbang Tutup Rel di Sukabumi, Perjalanan KA Siliwangi Tertahan 34 Menit

0

Wartain.com || Pohon tumbang menutup jalur rel kereta api di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (13/4/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Siliwangi sempat tertahan selama 34 menit di Stasiun Gandasoli.

Peristiwa itu terjadi di lintasan antara Gandasoli–Sukabumi, tepatnya di KM 61+5/6 Kampung Babakan Sirna, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes. Selain menghalangi rel, pohon tumbang juga mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, mengungkapkan bahwa pohon tersebut awalnya ditemukan tumbang di ruas Jalan Cimuncang–Baros, Kampung Ranji. Ia bersama Babinsa langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Ini ruas jalan kabupaten sehingga arus jalan terhambat dan tidak bisa dilalui. Jenis pohonnya pohon randu,” ujar Dadan saat dikonfirmasi.

Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, seperti petugas Damkar UPTD Sukaraja, Dinas PU, Tagana, TNI-Polri, serta warga setempat.

Selain menutup akses jalan, batang pohon juga menutup jalur rel kereta api di Kampung Babakan Sirna. Proses evakuasi dilakukan bersama pihak PT Kereta Api Indonesia dan masyarakat.

“Posisi kereta api ditahan di Pos Gandasoli. Saat ini bersama PT KAI dan masyarakat sedang dilakukan evakuasi pohon tumbang yang menghalangi rel,” kata Dadan.

Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan dampaknya terhadap perjalanan kereta.

“KA Siliwangi No. 343 tertahan sekitar 34 menit di Stasiun Gandasoli untuk pembersihan jalur yang tertimpa pohon,” ujar Kuswardoyo.

Ia menambahkan, proses evakuasi kini telah selesai dan jalur kereta api sudah kembali normal dilalui.

“Kereta sudah bisa melintas kembali setelah jalur dibersihkan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Qiandra Inaya Harumkan Nama SDN Cikiray Lewat Hafalan Al-Qur’an di Pentas PAI

0
Oplus_131072

Wartain.com || Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Cikidang. Qiandra Inaya Azzahra, siswi berprestasi asal SDN Cikiray, berhasil mengamankan gelar Juara 3 dalam cabang lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) pada ajang Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas Seni PAI) tingkat kecamatan. Senin, 13 April 2026.

Perhelatan bergengsi bagi pelajar tingkat dasar ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026. Menariknya, SDN Cikiray tidak hanya mengirimkan delegasi terbaiknya, tetapi juga didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tahun ini, yang diikuti oleh perwakilan sekolah dari seluruh penjuru Kecamatan Cikidang.

Qiandra, yang saat ini duduk di bangku kelas 5B, tampil memukau di hadapan dewan juri dengan hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang cukup fasih. Persaingan di cabang MHQ terbilang sangat ketat, namun ketenangan dan penguasaan teknik tajwid yang baik membawa Qiandra berhasil naik ke podium juara untuk mewakili sekolahnya.

Pihak sekolah menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar tentang perolehan piala, melainkan sebagai bentuk nyata penguatan karakter religius pada siswa. Kepala SDN Cikiray mengapresiasi dedikasi Qiandra dan para guru pembimbing yang telah bekerja keras mempersiapkan diri di tengah jadwal akademik yang padat.

Pentas Seni PAI ini diharapkan terus menjadi wadah rutin bagi para siswa untuk menyalurkan bakat di bidang keagamaan. Dengan raihan prestasi ini, sosok Qiandra Inaya Azzahra diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawatnya di SDN Cikiray untuk terus semangat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Geliat Olahraga Sore di Cangehgar, dari Taekwondo hingga Latihan Tari Tradisional

0

Wartain.com || Menjelang petang, Lapang Cangehgar Palabuhanratu bertransformasi menjadi pusat energi bagi masyarakat setempat pada Senin (13/4/2026). Seiring dengan turunnya suhu udara yang mulai sejuk, warga berbondong-bondong memadati area lapangan sejak pukul 16.00 WIB. Suasana sore ini dimanfaatkan warga untuk melepas penat sekaligus menjaga kebugaran tubuh setelah menjalani rutinitas harian.

Aktivitas fisik yang beragam terlihat menyebar di seluruh penjuru lapangan. Di lintasan lari, puluhan masyarakat tampak melakukan running atau lari santai untuk mengejar target langkah harian mereka. Sementara itu, di area semen yang lebih datar, kelompok anak muda terlihat asyik menggowes sepeda mereka secara berkelompok, berselingan dengan warga yang sedang asyik bermain badminton di beberapa titik yang tersedia.

Di sudut lain, keriuhan terlihat dari kelompok seni yang tengah melakukan latihan tari. Iringan musik yang rancak menambah semangat para penari yang sedang mematangkan gerakan mereka. Tak jauh dari sana, teriakan lantang para praktisi taekwondo juga turut mewarnai suasana sore, di mana puluhan peserta dari berbagai tingkatan sabuk sedang serius menjalani latihan rutin bela diri tersebut.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini membuktikan bahwa Lapang Cangehgar telah menjadi hub sosial yang krusial di Palabuhanratu. Tidak hanya sekadar tempat berolahraga, lapangan ini menjadi ruang temu bagi berbagai komunitas, mulai dari atlet, seniman, hingga keluarga yang sekadar ingin menikmati suasana sore di jantung kota sebelum matahari terbenam.

Hingga pukul 17.30 WIB, intensitas masyarakat yang datang masih tergolong tinggi sebelum akhirnya mereka membubarkan diri menjelang waktu Maghrib. Keramaian yang konsisten setiap Senin sore ini menunjukkan tingginya kesadaran warga Palabuhanratu akan pentingnya gaya hidup sehat dan pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai sarana rekreasi yang produktif.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Api Nyaris Hanguskan Ruang Kelas SDN Cikangkung, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah oleh Siswa

0

Wartain.com || Kegiatan belajar mengajar di SDN Cikangkung, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak terhenti akibat kepanikan setelah api terlihat membakar bagian atap salah satu ruang kelas, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari aksi seorang siswa yang membakar sampah di dalam bak penampungan di lingkungan sekolah. Kondisi cuaca yang panas disertai tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan merambat ke bagian lisplang hingga atap bangunan kelas.

Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, menyebutkan bahwa api sempat mengancam bangunan lain, namun berhasil dikendalikan berkat respons cepat berbagai pihak.

“Api diduga berasal dari pembakaran sampah oleh siswa, lalu membesar karena angin kencang hingga merembet ke atap. Satu ruang kelas terdampak pada bagian atapnya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, lokasi sekolah yang berdekatan dengan Kantor Desa Cikangkung turut mempercepat penanganan. Saat kejadian berlangsung, perangkat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa sedang menggelar rapat.

“Ketika rapat berlangsung, seorang guru datang meminta bantuan karena terjadi kebakaran. Kami langsung menuju lokasi untuk membantu pemadaman,” tambahnya.

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh petugas, perangkat desa, dan warga setempat dengan peralatan seadanya. Bahkan, beberapa di antaranya naik ke bagian atap untuk memutus jalur api agar tidak merambat ke ruang kelas lainnya.

Berkat kesigapan tersebut, api berhasil dipadamkan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu ruang kelas mengalami kerusakan pada bagian atap.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Viral Angkot di Sukabumi Pakai Elpiji jadi Bahan Bakar, Sopir Akui Lebih Hemat Biaya Operasional

0

Wartain.com || Jika umumnya kendaraan menggunakan bensin sebagai bahan bakar, hal berbeda justru dilakukan oleh salah satu angkutan kota (angkot) di Sukabumi. Sebuah angkot trayek 01 jurusan Terminal Sukaraja–Kota Sukabumi mendadak viral di media sosial karena menggunakan gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar alternatif.

Sosok di balik inovasi tersebut adalah Hendra Irawan (53), sopir angkot yang sudah puluhan tahun menggeluti profesinya. Ia mengaku, keputusan beralih ke elpiji berawal dari mengikuti rekan sesama sopir yang lebih dulu mencoba.

“Awalnya ikut teman saja. Dia sudah pakai duluan, saya tanya-tanya dulu soal keluhan dan kendalanya. Setelah dipertimbangkan, akhirnya saya pasang juga,” ujar Hendra, Senin (13/4/2026).

Keputusan tersebut ternyata berdampak positif terhadap pengeluaran hariannya. Hendra menyebut, penggunaan elpiji mampu menekan biaya operasional hingga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari dibandingkan saat masih mengandalkan bensin.

Dalam sehari, ia rata-rata menghabiskan dua tabung gas. Satu tabung bisa digunakan hingga empat kali perjalanan (rit). Jika dibandingkan dengan bensin, selisihnya cukup signifikan.

“Kalau pakai bensin, empat rit bisa habis sekitar Rp50 ribu. Sekarang satu tabung gas hanya Rp19 ribu,” katanya.

Sebelumnya, Hendra mengaku bisa menghabiskan sekitar 9 liter bensin per hari dengan biaya mencapai Rp90 ribu. Kini, dengan dua tabung elpiji, pengeluarannya turun menjadi sekitar Rp38 ribu per hari.

“Alhamdulillah sangat terbantu, jadi ada sisa dari penghasilan,” ucapnya.

Dari sisi teknis, selama kurang lebih tujuh bulan menggunakan elpiji, ia tidak menemukan kendala berarti pada mesin kendaraannya. Mesin tetap dalam kondisi standar tanpa perlu penyesuaian khusus, bahkan pembakaran dinilai lebih bersih.

“Karburator aman, tidak ada servis tambahan. Pembakaran juga bagus, busi tidak cepat kotor seperti sebelumnya,” jelas Hendra.

Meski demikian, ia mengakui tenaga kendaraan sedikit berkurang, terutama saat melintasi tanjakan. Namun hal itu bisa diatasi dengan mudah karena sistem bahan bakar dapat dialihkan kembali ke bensin dalam waktu singkat.

“Kalau nanjak memang agak kurang tenaganya, tapi bisa langsung pindah ke bensin, tinggal cabut selang saja,” tambahnya.

Untuk menekan biaya lebih jauh, Hendra biasanya membeli gas langsung dari agen agar mendapatkan harga yang lebih murah.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai sopir angkot, Hendra menilai penggunaan elpiji menjadi solusi alternatif di tengah tekanan biaya operasional.

“Yang penting kendaraan tetap jalan dan ada sisa. Sekarang terasa lebih ringan di biaya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pastikan Layanan Optimal Usai Lebaran, Bupati Sukabumi Sidak Disdukcapil

0

Wartain.com || Untuk memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal setelah libur Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Sukabumi Asep Japar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, Senin (13/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, beserta jajaran pegawai.

Dalam kesempatan itu, Bupati terlebih dahulu memimpin apel pagi yang diikuti seluruh aparatur di lingkungan dinas. Dalam arahannya, Asep Japar menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasca libur panjang.

Ia menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan harus menjadi prioritas, mengingat dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk mengakses berbagai layanan publik.

“Setelah libur lebaran, pelayanan harus langsung berjalan maksimal. Berikan layanan yang cepat, ramah, dan transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

Usai apel, Bupati meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan, mulai dari loket pendaftaran, proses perekaman e-KTP, hingga pengurusan Kartu Keluarga dan dokumen lainnya.

Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang tengah mengurus dokumen guna mengetahui secara langsung kualitas pelayanan yang diberikan.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan Bupati.

Menurutnya, sidak tersebut menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja.

“Kehadiran Bapak Bupati menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Apalagi Disdukcapil tetap beroperasi penuh tanpa kebijakan work from home demi menjaga pelayanan publik,” ungkapnya.

Amir juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berinovasi dalam memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat, sejalan dengan arahan pimpinan daerah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sukabumi semakin efektif, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh dokumen penting yang menjadi hak mereka.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

MTA, Sekda Ade Suryaman: Salah Satu Kunci Meningkatkan Etos Kerja dan Kualitas Layanan Publik 

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman mengikuti pengajian Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) yang digelar di Aula Sekretariat Daerah, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, Supriatna Mubarok, sebagai pemberi tausyiah.

H Ade Suryaman mengatakan, pengajian ini merupakan agenda perdana MTA di lingkup Setda yang dinilai penting dalam membangun fondasi spiritual ASN.

Menurutnya, penguatan nilai keagamaan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan etos kerja dan kualitas pelayanan publik.

“Ini pengajian pertama MTA dan sangat penting bagi aparatur, terutama dalam meningkatkan akhlak. Upaya ini juga bagian dari mendukung visi Bupati dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah,” kata Sekda.

Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti MTA diharapkan tidak berhenti di tingkat Setda, melainkan dapat diterapkan secara luas di seluruh perangkat daerah.

Sekda pun mendorong para kepala perangkat daerah hingga camat untuk menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkelanjutan, agar nilai-nilai yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah, termasuk camat, dapat melaksanakan MTA ini dengan baik,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Rutin Laksanakan Apel Pagi, Puskesmas Jampang Tengah Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Prima bagi Masyarakat

0

Wartain.com || Kepala Puskesmas Jampang Tengah, Sofyan Efendi, menegaskan pentingnya pelaksanaan apel pagi sebagai upaya meningkatkan kinerja dan kedisiplinan pegawai di lingkungan Puskesmas.

Apel pagi rutin dilaksanakan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, sebagai bagian dari agenda pembinaan Aparatur Puskesmas (APH).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana absensi dan kedisiplinan, tetapi juga wadah untuk menyampaikan berbagai informasi penting kepada seluruh tenaga kesehatan, mulai dari bidan, dokter, hingga perawat.

“Apel pagi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai, termasuk kedisiplinan agar seluruh pegawai hadir tepat waktu dan dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya, Senin (13/04/2026).

Dalam apel tersebut, Sofyan juga menyampaikan arahan terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, sekaligus memberikan informasi penting yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Selain itu, kegiatan apel juga ditutup dengan doa bersama agar seluruh aktivitas pelayanan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Jampang Tengah.

Ia juga memberikan imbauan kepada seluruh sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik di dalam gedung maupun di luar gedung.

Ia menekankan pentingnya sikap ramah tamah, sopan santun, serta budaya 3S (senyum, salam, sapa) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan yang baik harus dimulai dari proses pendaftaran hingga tindakan perawatan, termasuk pelayanan di ruang perawatan dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar).

“Pelayanan harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Kita harus memberikan pelayanan terbaik dengan penuh keramahan dan tanggung jawab,” tambahnya.

Dengan komitmen tersebut, diharapkan seluruh jajaran Puskesmas Jampang Tengah dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)