26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 1716

Roasting Di Cikidang, Wabup Minta Kuatkan Sinergitas Untuk Mencegah Stunting

0

Foto by : gilangramdani499

Wartain.com, Sukabumi |` Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri Lakukan Kunjungan Lapangan Program Rabu Observasi dan Aksi Sinergi Penanganan Stunting (ROASTING), di Wilayah Kecamatan Cikidang. Bertempat di Aula Kantor Desa Cicareuh, Kec. Cikidang, Kamis, 20/07/2023.

Pemerintah Kecamatan Cikidang dan pemerintah Desa Cicareuh, telah melakukan langkah langkah dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, diantaranya melalui aksi Papanting (Penangkal dan Penanganan Anak Stunting), di Kecamatan Cikidang, serta Anting Emas (Aksi Nyata Tanggap Stunting Bersama Orang Tua Asuh).

Desa Cicareuh sendiri sampai saat ini menyisakan 14 kasus stunting, dari sebelumnya ada di angka 20 kasus, yang mana hal ini menjadikan Desa Cicareuh sebagai lokus pada roasting di wilayah Kecamatan Cikidang.

Wabup dalam arahannya menyampaikan, apresiasi atas capaian dan langkah langkah pemdes dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Terlebih dengan beberapa inovasinya.

Roasting Di Cikidang, Wabup Minta Kuatkan Sinergitas Untuk Mencegah Stunting

“Visit ini ingin melihat sejauh mana perkembangan dan sinergitas, dalam menurunkan stunting di Kecamatan Cikidang, Alhamdulillah Perkembangannya cukup pesat,
sisa 14 ini mudah mudahan bisa terus menurun,” ungkapnya.

Bahkan untuk menjaga kasus new stunting di Desa Cicareuh, Wabup meminta seluruh stakeholders untuk lebih mengintervensi hal yang sensitif.

“Hari ini spesifiknya sudah bagus, tinggal yang sensitif, kebersihan lingkungan hingga ekonominya harus diperbaiki,” tambahnya.

Wabub berharap, semua pihak untuk terus bersinergi melanjutkan program kemanusiaan ini, demi terciptanya generasi yang lebih baik lagi

“Kita tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah, harus menciptakan generasi yang kuat, Alhamdulillah di Cikidang stunting menurun” tutupnya.***

(Raka Azi/ RDN)

Pesan Bupati Sukabumi Di Hari Lansia Ke 27, Jadikan Momentum Tetap Produktif

0

Foto by : gilangramdani499

Wartain.com, Sukabumi || Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, bersama Lembaga Lansia Indoensia (LLI), dan masyarakat merayakan Hari Lanjut Usia (Lansia) ke-27 di Kawasan Hotel Salabintana, Kamis, 20/07/2023. Perayaan tingkat Kabupaten Sukabumi ini, ditandai dengan pemotongan kue.

Kegiatan yang mengambil tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat” ini, diawali dengan senam massal hingga pemeriksaan kesehatan. Termasuk di dalamnya terdapat bazar berbagai produk.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini sebagai wujud bakti kepada orangtua. Apalagi, para lansia ini sudah banyak mengabdi dan ikut serta membangun Kabupaten Sukabumi.

“Saya bersyukur bisa hadir dan bersama-sama memperingati hari lansia di tempat ini. Kegiatan ini sebagai momentum berbakti kepada orangtua dan silaturahmi,” ujarnya.

Namun bukan itu saja, H. Marwan pun mengajak para lansia untuk terus bergerak. Meskipun, usia sudah tak lagi muda. Sebab hidup paling bermanfaat, ialah yang berguna bagi orang lain.

“Di usia lansia ini, tidak ada cerita berhenti bergerak dan berbuat baik. Selama masih bisa beraktifitas, lakukanlah perbuatan baik terhadap seksama,” ucapnya.

Pesan Bupati Sukabumi Di Hari Lansia Ke 27, Jadikan Momentum Tetap Produktif (Foto by : gilangramdani499)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun, terus berupaya untuk meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan bagi masyarakat. Hal itu termasuk para lansia.

“Semangat terus dan manfaatkan sisa usia kita untuk berbuat baik. Yakin kita bisa berbuat baik,” ungkapnya.

Ketua LLI Kabupaten Sukabumi H. Jajang Abdurrahman mengatakan, peringatan hari lansia ini sebagai wujud eksistensi para lanjut usia. Terutama dalam pembangunan di daerah sesuai kemampuan dan keahlian.

“Hari ini sebagai penggugah semangat para lansia untuk tetap sehat dan eksis. Sehingga, kehadiran para lansia tidak menjadi beban lingkungan,” bebernya.

Berkaitan hari lansia ini pun, dirinya berterima kasih kepada bupati Sukabumi. Pasalnya, orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi sangat perhatian terhadap para lansia.

“Terima kasih atas perhatian pak Bupati terhadap kami lansia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut terdapat penyerahan berbagai bantuan. Hal itu seperti paket sembako dan nutrisi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Hal itu ditambah kursi roda, tongkat ketiak, tongkat kruk, tongkat walker, serta sembako, dan nutrisi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, LLI, dan Baznas.***

Editor: Raka Azi

(Aab/Godam)

Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Menggetarkan Kota Bogor

0

Wartain.com, Kota Bogor || Mengusung tema Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Petisi Batu Tulis II Kota Bogor Menuju Indonesia Emas 2045, gerakan ini mengajak para pihak  melaksanakan seluruh amanat Bung Karno dan melestarikan seluruh peninggalan Sang Proklamator yang menjadi simbol spirit perjuangan Bangsa Indonesia khususnya di Kota Bogor.

Pemilihan Kota Bogor menjadi lokasi diskusi bukan tanpa alasan, salah satu tokoh Aktivis 98 Mulyadi dan Vayije Sitohang mengatakan, Bung Karno menjadikan Bogor sebagai tempat merenung, memikirkan tentang arah perjalanan bangsa ini.

“Kalau kita menilik sejarahnya Bung Karno, beliau lahir di Surabaya, masa kecil nya di Blitar, masa remajanya kembali ke Surabaya, dan di Surabaya itu beliau memahami dan mempelajari soal nilai- nilai agama, kemudian ketika dia ke Bandung, dia mempelajari tentang jati diri dan identitas diri, pada Saat jadi presiden, beliau memilih Bogor sebagai tempat merenungkan dan merefleksikan konsepsi- konsepsi berbangsa dan bernegara”, ucap Mulyadi panggilan akrab Kimung.

“Makannya kalau di Bogor dia datang, saya kira ini ada kolerasinya dengan sejarah Bung Karno pernah merancang, menata, menggodok soal bangsa dan negara tepatnya di batu tulis”, sambung Pajire kepada awak media.

Peserta Diskusi Dari Berbagai Elemen Pergerakan Antusias Membahas Konsepsi Tri Sakti

Di waktu yang bersamaan, Ketua Badiklat PDI Perjuangan, Yono Sudono berharap, lewat diskusi yang berlangsung di Cafe and Resto The Teras Dara, Jl. Ahmad Yani No 52, Kota Bogor, Kamis, 20/07/2023,  kali ini rakyat Indonesia tidak meninggalkan sejarah.

“Selain tentang Trisakti dia juga berbicara tentang “Jas Merah”, kembali saya tekankan jas merah disini bukan melupakan, tapi meninggalkan sejarah”, tuturnya.

Yono menambahkan, Trisakti punya nilai sejarah, dan masyarakat Indonesia harus faham mengenai arti Trisakti di lihat dari sudut pandang sejarah.

“Berbicara tentang Trisakti, yang perlu kita fahami yaitu inti dari Trisakti itu sendiri, ini yang harus kita fahami karena bernilai sejarah,” pungkasnya

Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Berkumandang di Kota Bogor

Diskusi  yang diikuti oleh sejumlah tokoh gerakan aktivis  seperti Masyarakat Indonesia Peduli Trisakti,  Relawan Trisakti untuk Ganjar Pranowo Presiden 2024,  Barikade 98 Jabar, Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Zilennial Djoeang Jabar,  Jaringan Simpul Pergerakan Rakyat Jabar untuk Ganjar Presiden 2024, diantaranya DR.Virna Sulfitri MBA, Akil Ginanjar Alfiat, Aab Abdul Malik dan sejumlah gerakan lain,  bersepakat dengan sejumlah poin kesepakatan dalam bentuk Petisi Batu Tulis II yaitu:

1. Bumikan Nilai Nilai Trisakti merupakan Spritual Bangsa Pondasi Penting Menuju Indonesia Emas 2045
2. Selamatkan Universitas Trisakti yang merupakan Simbol Trisakti, aset negara menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTNBH), jangan dikuasai oleh agen Proxy yang akan menghancurkan NKRI dan Merah Putih
3.Pindahkan Makom Peristirahatan Presiden Soekarno dari Blitar ke Istana Batu Tulis sebagaimana pesan Bung Karno.
4. Bukukan, cetak secara khusus, serta masukan Pidato Bung Karno 1 Juni hati lahir Pancasila, pada kurikulum pendidikan nasional, untuk memperkuat kesadaran nilai nilai kebangsaan pada seluruh generasi muda bangsa.
5.Tuntaskan dengan cepat pemindahan Ibu Kota Nusantara  (IKN)
6. Hormati seluruh situs tempat peninggalan Bung Karno, dengan tata kelola yang baik, serta memberikan jaminan kehidupan yang baik, pada seluruh keluarga para pahlawan pendiri bangsa, yang berjuang bersama Presiden Soekarno dalam mendirikan negara Indonesia
7. Menyatukan tekad perjuangan dalam satu gerakan bersama bergotongroyong, persatuan nasional dan memenangkan Ganjar Pranowo Presiden 2024, untuk kesinambungan Pembangunan Nasional dengan mewujudkan Kabinet Trisakti.***

Editor : Raka Azi

(Tim)

“The Teras Dara” Restaurant and Lounge, Tongkrongan Kekinian Di Kota Bogor

0

Wartain.com, Kota Bogor || Jalan-jalan ke Kota Bogor, tidak lengkap kalau tidak mampir ke Cafe and Resto “The Teras Dara.” Berdiri sejak tahun 2017, Cafe dan Resto ini berlokasi di Jl. Ahmad Yani no 52, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Ditemui koresponden, owner “The Teras Dara,” Ashri Darani (29) tahun, ibu muda berdarah Sukabumi Lulusan Universitas Trisakti, Jurusan Interior Design ini, memulai dan merintis usaha pada tahun 2017, dengan modal pribadi ± 200 juta dan bangunan milik sendiri.

Beliau mengungkapkan, motivasinya untuk mendirikan “The Teras Dara,” karena ingin mengembangkan usaha kuliner di Kota Bogor, khususnya bagi kaula muda dan keluarga yang hobi nongkrong di tempat kuliner .

“Awal mula buka usaha ini, karena keinginan saya sendiri dengan hobi dan suka kuliner, jadi tertarik untuk membuka retaurant sendiri, kebetulan pada saat itu, jarang sekali cafe dan resto yang ada di daerah ini,” ungkap pengusaha muda beranak tiga ini.

The Teras Dara” Restaurant and Lounge, Tongkrongan Kekinian Di Kota Bogor (Foto by : Ruswandi)

The Teras Dara sendiri, buka setiap hari dari jam 10.00 WIB dan tutup jam 21.00 WIB. Dengan dibantu karyawan sebanyak 20 orang, Cafe dan Resto ini selalu menyajikan makanan dan minuman yang menarik dan inovatif.

Tak hanya dipakai untuk nongkrong dan bersantai, “The Teras Dara” ini bisa juga digunakan untuk event – event tertentu, seperti Wedding, Seminar, Workshop, party, ulang tahun dan event lainnya.

Dengan omzet perhari rata rata mencapa ± 3 juta, bahkan di weekend bisa mencapai 6 -7 juta. “The Teras Dara,” mempunyai khas menu makanan dan minuman andalan, salah satu nya adalah Iga garang asam dan Tropical bowl ( minuman yang di dalam nya adalah Smooties, potongan buah segar dengan toping potongan coklat ). Sehingga memikat dan jjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, dari berbagai kalangan, mulai anak SMA, Mahasiswa, dan lebih sering di kunjungi oleh keluarga.

Saat pandemi covid-19 melanda Indonesia, cafe dan resto ini sempat tutup selama 6 bulan, hal ini karena pengunjung yang hampir tidak ada. 3 (tiga) bulan covid pertama karena diberlakukan PSBB, dan 3 (tiga) bulan kedua akibat diberlakukan PPKM.

“Alhamdulillah, setelah pemerintah melonggarkan bahkan mencabut status pandemi covid-19, menjadi endemi, pelanggan saya kembali normal seperti biasa,” tambahnya.

Para Pengunjung Sedang Menikmati Kuliner The Teras Dara   ( Foto by : Ruswandi)

Ditanya kendala terkait usahanya, Ashri menuturkan, banyaknya cafe dan resto yang berdiri, sehingga menjadi pesaing utama usahanya. Belum lagi menu dan jenis kulinernya, yang harus kekinian.

“Karena seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kita harus selalu mengikuti trend kekinian dalam menu makanan maupun minuman. Solusinya adalah, menjaga cita rasa dan sesekali kita memberikan promo kepada costumer, baik dari sisi dekorasi untuk event – event tertentu, maupun harga paketan kegiatan,” tuturnya kepada koresponden wartain.com, Kamis, 20/07/2023.

Diakhir sesi wawancara, Ashri Darani menyampaikan harapannya, suatu hari nanti usahanya bisa berkembang dan lebih maju lagi, bahkan beliau bercita-cita untuk membuka cabang lainnya, baik di Kota Bogor, maupun di luar.

“Keinginan sih buka cabang di luar kota, untuk memperluas jaringan usaha, dan membuat “The Teras Dara” menjadi lebih terkenal,” pungkasnya.

Dia juga berharap, semoga “The Teras Dara,” menjadi inspirasi untuk orang banyak dan karyawan, bukan hanya cuma makanannya yang halal, tapi seluruhnya semoga menjadi halalan toyyiban dan berkah.***

Editor : Aab Abdul Malik

Koresponden : Ruswandi

Polres Sukabumi Kota Jalankan Program Kasogi Demi Terciptanya Polisi Yang Humanis

0

Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Kota Sukabumi || Dalam upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat, Polres Sukabumi Kota melakukan aksi humanis melalui program Kasogi (Kamis Sodaqoh, Jum’at Berbagi). Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata, bahwa Polisi tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga terlibat secara langsung dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sedekah rutin yang digelar oleh Polres Sukabumi Kota tersebut, dilakukan pada hari Kamis di setiap minggunya. Sejumlah anggota Polri dan ASN (Aparat Sipil Negara) yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi Kota pun, antusias menyisihkan sebagian hartanya dalam program tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas, Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, aksi sedekah rutin tersebut merupakan wujud kepedulian Polisi terhadap masyarakat.

Polres Sukabumi Kota Jalankan Program Kasogi Demi Terciptanya Polisi Yang Humanis (Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota)

“Kami ingin menunjukkan, bahwa Polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat. Dalam setiap kesempatan, kami berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

“Dari sedekah yang berhasil dikumpulkam ini, nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan sosial, dengan menyiapkan paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” sambungnya.

“Semoga program Kasogi ini, bisa bermanfaat untuk semua, mampu meningkatkan nilai religius pada setiap personel Polri maupun ASN, yang ada di lingkungan Polres Sukabumi Kota, dan tentunya bisa membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.” pungkasnya.***

Editor : Raka Azi

Terapkan Binrohtal, Upaya Jadikan Sosok Polri Yang Religius

0

Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, telah menerapkan program binrohtal (pembinaan rohani dan mental) yang rutin bagi anggotanya. Hal ini bertujuan untuk menjadikan sosok Polisi yang religius dan memiliki integritas yang kuat.

Program binrohtal, yang rutin diselenggarakan pada hari Kamis di setiap minggunya tersebut, diberikan kepada seluruh anggota Polres Sukabumi Kota. Kegiatan ini meliputi pembinaan agama, motivasi, serta psikologi. Dengan adanya program ini diharapkan anggota Polres Sukabumi Kota, dapat menjaga kesehatan mental mereka dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasi Humas, Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, tujuan dari program pembinaan ini adalah, untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian, dalam menjalankan tugas polisi yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh setiap anggota.

“Salah satu tujuan program binrohtal ini adalah, untuk meningkatkan keimanan para personel Polri dan ASN, sehingga dapat membantu pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat,” kata Astuti.

“Dengan adanya program binrohtal yang rutin ini, kami berharap dapat menjadikan sosok Polisi yang religius, berintegritas tinggi, dan mampu melayani masyarakat dengan penuh dedikasi dan profesional.” pungkasnya.***

Editor : Raka Azi

Peduli!!! Polres Sukabumi Kota Salurkan Bansos ke Warga Tertimpa Musibah Kebakaran

0

Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, menyalurkan bantuan sosial kepada 7 (tujuh) Kepala Keluarga, yang tertimpa musibah kebakaran di Kampung Tonjong RT. 002/022, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Rabu, 19/07/2023 sore.

Bantuan sosial berupa sembako tersebut diantarkan Kapolsek Citamiang, Iptu Iwan Hendi, dan sejumlah personel ke lokasi pengungsian korban tragedi kebakaran tersebut.

“Hari ini, kami dari Polsek Citamiang mengantarkan bantuan sembako, dari pak Kapolres kepada korban atau masyarakat yang mengalami musibah kebakaran rumah. Bantuannya alhamdulilah cukup banyak dan bervariasi, mulai dari minyak goreng, susu, teh, mie instan dan lain sebagainya,” ujar Kapolsek Citamiang, Iptu Iwan Hendi usai menyalurkan bantuan.

“Mudah-mudahan, bantuan dari pak Kapolres Sukabumi Kota ini, dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban dari korban kebakaran ini,” sambungnya.

Peduli!!? Polres Sukabumi Kota Salurkan Bansos ke Warga Tertimpa Musibah Kebakaran

Ia juga menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan kondisi rumah, mulai dari kelistrikan, kelayakan bangunan rumah dan lain sebagainya.

“Kami mengimbau kepada masyarkat untuk lebih berhati-hati, lebih memperhatikan kondisi rumahnya masing-masing, baik kelistrikannya, kelayakan bangunan maupun dari segi keamanan lingkungannya. Bila membutuhkan bantuan Kepolisian, bisa menghubungi kami di Lapor Pak Polisi-SIAP MAS di nomor 0811654110.” pungkasnya.

Sementara itu, Rina Nurhasanah (35 tahun), ibu rumah tangga yang tinggal di salah satu rumah tersebut, mengapresiasi upaya Polres Sukabumi Kota dalam membantu meringankan beban yang tengah dipikul keluarganya.

“Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada bapak Kapolres dan jajarannya, semoga ke depan semakin sukses. Rizki yang diberikan kepada kami ini, semoga bermanfaat dan ada gantinya dari Allah Swt, Amiin.” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, 7 (tujuh) rumah warga Kampung Tonjong, Kelurahan Gedonpanjang, Kecamatan  Citamiang, ludes dilalap api dan rata dengan tanah. Sejumlah barang berharga dan keperluan rumah tangga pun, habis terbakar pada peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu, 19/07/2023 pagi.***

Editor : Aab Abdul Malik

Ternyata!!! Gentengbaai Asal Usul Ujunggenteng

0

Wartain.com, Sukabumi || “Gentengbaai,” mungkin nama terdengar asing khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. Padahal, nama Gentengbaai adalah asal mula dari Ujunggenteng, sebuah kawasan wisata eksotik di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Dalam sebuah catatan sejarah, para penjelajah Eropa pada tahun 1708 atau di masa Abraham Van Riebeeck, memberi nama daerah itu dengan Gentengbaai. Penamaan itu berbarengan dengan nama Zandbaai (Ciletuh) dan Wijnkoopsbaai (Palabuhanratu).

Dikutip dari DetikJabar, Dahulu kala saat era kolonial, Ujunggenteng dikenal sebagai lokasi pertahanan perang yang paling strategis. “Kawasan ini dinilai memiliki posisi strategis, sebagai pelabuhan bongkar muat hasil perkebunan, diantaranya kopra dan karet,” ujar Dida Hudaya, Ketua Yayasan Jelajah Sejarah Soekaboemi, kepada detikJabar, belum lama ini.

Selain untuk hasil perkebunan, kawasan ini juga terbilang strategis sebagai benteng pertahanan. Tidak aneh ketika banyak ditemukan bekas-bekas bungker hingga bangunan yang berkaitan dengan pertahanan militer di era kolonial.

“Selain untuk hasil perkebunan, Ujunggenteng juga strategis untuk pertahanan, pos intai militer, terutama Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dengan kelebihan tanjung yang menjorok jauh ke tengah laut, sehingga dengan leluasa bisa mengintai ke semua arah,” kata Dida Hudaya.

Catatan Dida, dalam kajian geostrategi dan geopolitik soal kawasan ini, terbilang strategis sebagai benteng pertahanan disepakati oleh militer Belanda. Sekutu juga maupun Jepang memiliki penilaian yang sama.

“Hal ini terbukti, dengan di realisasikannya pembangunan Lanud militer, Pillbox (kubu penembak), jaringan parit penghubung Pillbox, menara pengawas, bahkan baterai radar,” jelas Dida.

Di kawasan Ujunggenteng, terdapat sebuah bangunan tembok yang menjorok ke laut. Menurut keterangan warga, bangunan itu dikenal dengan nama Bagal Batre. Dahulu kala tempat ini adalah dermaga peninggalan Belanda, tempatnya kapal perang bersandar.

“Dermaga Bagal Batre ini, dahulunya digunakan sebagai pelabuhan transit armada tentara Belanda yang melintas di perairan Selatan Jawa,” kata Usman Dablen, warga setempat.

Menurut Usman, sisa-sisa bangunan itu hingga kini masih terlihat dan menjadi spot favorit para pemancing. “Tempat mancing favorit, saat ini sebagian bangunan itu sudah menjadi puing karena dimakan zaman ada juga yang rusak karena (ombak) pasang,” imbuhnya menambahkan.***

Sumber : www.detik.com

Editor : Raka Azi

Masjid Rihlatul Jannah Kemenparekraf Resmi Dibuka

0

Foto by : detik.com/ weka kanaka

Wartain.com, Jakarta || Masjid Rihlatul Jannah di lingkungan Kemenparekraf, diresmikan dan terbuka untuk umum.Pembangunan masjid menelan biaya besar yang diklaim hasil swasembada.

Di kutip dari DetikTravel, Masjid ini dibangun guna mengakomodasi aktivitas ibadah, bagi para pekerja di Kemenparekra dan juga sekitarnya. Kendati ada di lingkungan kantor, Sandiaga menyebut masjid ini akan dibuka untuk umum.

“Masjid untuk umum, karena di depan (gerbang) akan dibuka,” ujar Sandiaga setelah peresmian Masjid Rihlatul Jannah di lingkungan Kemenparekraf, Senin, 17/07/2023.

Masjid yang dibangun selama delapan bulan ini, rencananya tak hanya menjadi pusat peribadatan, tapi juga akan menjadi pusat kegiatan muamalah, serta tempat memperkuat kerukunan umat beragama.

“Harus jadi pusat muamalah, ekonomi kreatif. Kita buat bazar-bazar ekonomi kreatif,” kata Sandi.

Sandi akan menginstruksikan agar masjid dapat terus diakses oleh umum pada setiap waktu sholat, baik pada hari biasa maupun saat hari libur.

Masjid Rihlatul Jannah memiliki arsitektur yang modern, didominasi warna putih juga abu-abu dan terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama adalah lahan parkir yang dapat menampung sekitar 33 lot mobil, lantai kedua adalah untuk jamaah pria, serta lantai ketiga untuk jamaah wanita.

Daya tampung bangunan sekitar 823 orang, yakni 603 orang untuk lantai dua dan 220 orang pada lantai tiga. Sedangkan pada momen tertentu, area parkir dan teras dapat juga digunakan untuk tempat sholat. Diperkirakan area parkir dapat menampung 500 orang, sedangkan area teras dapat menampung 200 orang.

Untuk luas bangunan masjid ini sebesar 1.010 meter persegi, sedangkan luas lahannya sebesar 851 meter persegi.

Dalam dokumen tertulis, disebutkan total biaya pembangunan masjid sebesar Rp 23,1 miliar. Sandi menyebut biaya pembangunan Masjid Rihlatul Jannah, bersumber dari partisipasi umat dan masyarakat tanpa menggunakan APBN, kecuali lahan masjid didirikan.

“Membangun tanpa dana APBN di sektor Kemenparekraf. Ternyata pak sekjen menemukan pola kolaborasi, semua pendanaan swasembada dari para donatur dan sebagainya,” ucap Sandi.

Dibangunnya Masjid Rihlatul Jannah ini menjadi opsi tempat beribadah atau beristirahat bagi traveler yang sedang berkunjung ke kawasan Monumen Nasional (Monas).

Sumber : detiktravel

Editor : Raka Azi

Gedung MUI Dan Lembaga Keagamaan Kecamatan Cidahu Diresmikan Wabup Sukabumi 

0

Foto by : Gilangramdani499

Wartain.com, Sukabumi || Wakil Bupati Sukabumi H.Iyos Somantri, menghadiri peringatan hari besar Islam Gebyar 1 Muharam 1445 Hijriah, sekaligus meresmikan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Lembaga Keagamaan Kecamatan Cidahu, dilaksanakan Di mesjid Robiatul Adawiyah, Rabu,19/07/2023.

Peresmian gedung ini, ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sukabumi.

Untuk diketahui, gedung yang memiliki 2  (dua) lantai ini, telah di bangun selama 6 (enam) bulan, yang bersumber dari hasil swadaya masyarakat, dan semua lembaga keagamaan Kecamatan Cidahu, yang bahu membahu membangun gedung tersebut.

Mengawali sambutannya, Wabup atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengucapkan Marhaban ya Muharram 1445 Hijriah.

Gedung MUI Dan Lembaga Keagamaan Kecamatan Cidahu Diresmikan Wabup Sukabumi  (Foto by : gilangramdani499)

“Mari kita jadikan tahun baru Islam ini, sebagai awal kehidupan yang lebih baik. Semoga setiap hari dipenuhi dengan berkah dan rahmat Allah Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Wabup apresiasi seluruh pihak-pihak yang terlibat, dalam menyukseskan pembangunan gedung MUI, terutama kepada jajaran panitia, karena telah menyelesaikan pembangunan sesuai dengan target capaiannya.

Wabup berharap, dengan adanya gedung MUI bersama ini, dapat meningkatkan perannya semakin efektif, terutama dalam menempatkan posisinya sebagai jembatan komunikasi, antara ulama dengan pemerintah, antara ulama dengan umaro, sehingga kontribusinya dalam mencerdaskan dan memberdayakan umat, sesuai dengan Visi Kabupaten Sukabumi.

“Mudah mudahan dengan diresmikannya gedung ini, pengurus Majelis Ulama Indonesia bersama pimpinan Lembaga keagamaan se-Kecamatan Cidahu, dapat menjadikannya sebagai sebuah momentum untuk semakin memacu kinerja pelayanan buat umat. Kemudian Khadimul Ummah tetap jadi merk yang melekat, sehingga menghasilkan kinerja terbaik dalam mengangkat derajat umat secara keseluruhan. Hal tersebut sesuai dengan Visi Kab. Sukabumi yang religius maju inovatif sejahtera lahir dan batin,”  harapnya.

(Aab/RDN)