26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 186

Penguatan Struktur Birokrasi, Bupati Asjap Minta ASN Jadi Pelayan yang Baik dan Berintegritas 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali melakukan penguatan struktur birokrasi melalui pelantikan puluhan pegawai negeri sipil (PNS). Bupati Sukabumi, H Asep Japar, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut di Aula Sekretariat Daerah, Rabu (1/4/2026).

Pelantikan berlangsung khidmat dan diikuti 93 ASN yang terdiri dari tiga pejabat tinggi pratama serta 90 pegawai yang resmi diangkat sebagai PNS penuh. Adapun tiga pejabat tinggi pratama itu akan menempati jabatan strategis yang selama ini kosong, yakni pada Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Momentum ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati Sukabumi H Andreas, Sekretaris Daerah, H Ade Suryaman, Inspektur Kabupaten Sukabumi, Komarudin, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Bupati H Asep Japar menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses administrasi, tetapi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan para ASN bukan formalitas, melainkan komitmen moral untuk bekerja jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Bupati menekankan bahwa ASN merupakan unsur utama dalam memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Karena itu, setiap ASN harus mampu memberikan pelayanan cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil.

“ASN harus melayani masyarakat, bukan hanya bekerja secara administratif. Masyarakat menuntut pelayanan yang lebih cepat dan jelas,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh ASN aktif menjelaskan berbagai persoalan publik, termasuk yang berkembang di media sosial. Menurutnya, ketidakpuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah harus dijawab dengan penjelasan yang baik, bukan diabaikan apalagi dibalas dengan emosi.

“Jika ada kritik masyarakat di media sosial terkait pendidikan, kesehatan, infrastruktur atau pelayanan lainnya, ASN wajib hadir memberi penjelasan sesuai kapasitas dan tupoksi. Jawab dengan santun, terukur, dan informatif,” ujarnya.

H Asep Japar menambahkan bahwa menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Sukabumi adalah tugas semua ASN. Karena itu, ia berpesan agar seluruh pegawai menjadi role model, menjaga integritas, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.

Berikut tiga pejabat setingkat eselon II B yang resmi dilantik untuk mengisi posisi strategis:
Deni Yudono, S.KM., M.M.KP sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
Ganjar Anugrah, S.IP., M.Si sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
Dadang Rustandi, SH, ST, MA sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sukabumi Paparkan Fokus Pembangunan

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Bale Pangripta, Bapperida Kabupaten Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Forum strategis ini diikuti sekitar 400 peserta dari unsur perangkat daerah, para camat, DPRD, instansi vertikal, tokoh masyarakat hingga TP PKK.

Tema RKPD 2027 ditetapkan sebagai “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”.

Bupati Sukabumi H Asep Japar dalam sambutannya menegaskan bahwa visi pembangunan daerah berorientasi pada Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya dan berkah). Menurutnya, Penguatan agroindustri dan sektor pariwisata menjadi pilar utama pendorong ekonomi Kabupaten Sukabumi.

“Keduanya sektor strategis ini memberikan multiplier effect pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati menekankan sejumlah fokus pembangunan, mulai dari evaluasi kinerja tahun sebelumnya, sinergi dengan prioritas nasional, hingga percepatan penanganan pascabencana di wilayah yang belum terintervensi.

lebih lanjut beliau meminta seluruh perangkat daerah memastikan keselarasan pembangunan daerah dengan program strategis pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat.

Beberapa agenda nasional yang menjadi fokus dukungan antara lain, Penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, Pembangunan Sekolah Rakyat, Pembangunan 3 juta rumah, Ketahanan pangan, Program kesehatan universal melalui JKN dan Makan Bergizi Gratis (MBG), Perluasan akses pendidikan dasar dan menengah, Pengendalian inflasi dan penguatan koperasi desa, serta Kemudahan perizinan usaha.

Belanja wajib juga ditekankan, termasuk 40% untuk infrastruktur layanan publik, seperti program Tumaninah (pembangunan jalan kabupaten dan irigasi) serta program Sakinah (rumah layak huni). Selain itu, sektor pendidikan dialokasikan minimal 20%, disusul kesehatan dan sektor pelayanan publik lainnya.

Bupati berharap forum Musrenbang mampu menciptakan perencanaan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Usulan desa dan kecamatan harus selaras dengan prioritas daerah agar pembangunan berjalan efektif dan berkesinambungan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab. Sukabumi turut memberikan penghargaan kepada 17 perusahaan yang dinilai taat terhadap ketentuan daerah. Beberapa perusahaan yang menerima penghargaan simbolis antara lain Akur Pratama, Semen Jawa, Mercy Farma, dan GSI.

Kegiatan dilanjutkan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD 2027.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DPRD Sukabumi Tekankan Pentingnya Perencanaan dalam Musrenbang RKPD 2027

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang berlangsung di Bale Pangripta Bapperida, Selasa (31/3/2026).

Musrenbang tersebut menjadi wadah strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan.

Seluruh usulan yang dihimpun dari masyarakat kemudian dipadukan dengan prioritas pembangunan daerah agar lebih terarah dan tepat sasaran. Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD menegaskan bahwa kualitas perencanaan memiliki peran krusial dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Ia menyampaikan bahwa perencanaan yang baik akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Sukabumi.

RKPD Tahun 2027 sendiri merupakan bagian dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Sukabumi 2025–2029, dengan mengusung tema “Penyiapan Ekosistem dan Regulasi Pendukung untuk Penguatan Sektor Unggulan.” DPRD, lanjutnya, turut berkontribusi melalui berbagai fungsi, seperti menyerap aspirasi masyarakat lewat kegiatan reses, melakukan pengawasan, serta memberikan masukan dari masing-masing fraksi.

Pokok-pokok pikiran DPRD Tahun 2026 yang telah ditetapkan melalui Keputusan Pimpinan DPRD Nomor 2 Tahun 2026 mencakup sebanyak 2.238 usulan kegiatan dari masyarakat.

Usulan-usulan tersebut kemudian diselaraskan dengan isu strategis dalam RPJMD serta tema pembangunan tahun 2027, guna memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan dapat tercapai kesepakatan bersama terkait skala prioritas pembangunan tahun 2027. DPRD pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Kabupaten Sukabumi menjadi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah, dengan fokus pada pengembangan agroindustri berkelanjutan serta sektor pariwisata unggulan.

Di akhir kegiatan, Ketua DPRD juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, perangkat daerah, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DJBC: Penjaga Kedaulatan Ekonomi di Tengah Arus Global

0
Oplus_131072

Wartain.com || Eksistensi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini berada pada titik krusial dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa di tengah arus perdagangan global yang kian dinamis.

Tugas Bea Cukai, tak sekedar menjaga lalulintas barang masuk dan keluar dari pabean. Tetapi menjaga kedaualatan negara Indonesia agar selamat dari “keambrukan ekonomi“.

Buku terbaru karya Soeharjo yang berudul “Quo Vadis Bea Cukai Indonesia: Menegakkan Kedaulatan Bea Cukai Indonesia” mengupas tuntas perjalanan panjang institusi ini, mulai dari akar sejarah, fase transisi pahit di era Orde Baru, hingga visi masa depan yang bertumpu pada modernisasi layanan, sangat perlu di baca.

Secara historis, istilah “bea” atau beya yang digunakan saat ini sejatinya merupakan serapan dari bahasa Sansekerta, yakni vyaya yang berarti ongkos, yang kemudian ditabalkan pada tempat pembayaran untuk membawa barang keluar-masuk wilayah pabean.

Sementara, istilah “cukai” berasal dari bahasa Jawa Kuno yang merujuk pada aktivitas pemungutan negara untuk mengendalikan konsumsi barang tertentu.

Seiring perkembangan zaman, kedua istilah ini menjadi lebih distingtif; bea merujuk pada ongkos lintas batas negara, sedangkan cukai lebih spesifik pada pungutan barang yang dibatasi penggunaannya seperti rokok dan alkohol.

Lahirnya institusi ini secara formal di masa kemerdekaan tidak lepas dari peran sentral Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara yang menunjuk Raden Abdoelrachim sebagai Kepala Pejabatan Bea dan Cukai pada 4 Januari 1946.

Kala itu, operasional administrasi dilakukan di tengah situasi darurat perang, di mana kantor pajak sempat ditempatkan di Prembun, Kebumen, sebelum akhirnya berkembang mengikuti dinamika pemerintahan Republik Indonesia.

Salah satu fase paling fenomenal yang dicatat dalam narasi buku tersebut, adalah kebijakan Inpres No. 4 Tahun 1985 di era Orde Baru.

Kala itu kontrol masuk dan keluar barang dari pabean di wilayah Indonesia, sulit untuk dikontrol.

Presiden Soeharto saat itu sudah berkali-kali mengingatkan agar peran Bea Cukai dapat melindungi produk nasional dari serbuan produk asing yang masuk secara elegal.

Itulah akhirnya, Presiden Soeharto mengambil langkah drastis dengan mengalihkan pemeriksaan barang impor ke perusahaan surveyor asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

Langkah itu diambil Presiden karena kinerja birokrasi utamanya di lingkungan BC lambat dan praktik pungutan liar relatif marak.

Kebijakan ini menjadi obat. baratnya negara harus minum pil pahit, yang memberikan efisiensi logistik instan melalui mekanisme Pre-Shipment Inspection (PSI) dan meningkatkan akurasi penerimaan negara yang mana penerimaan negara saat itu ada lonjakan.

Namun di sisi lain, langkah tersebut memicu pelemahan kedaulatan karena ketergantungan pada pihak asing serta menyebabkan demoralisasi besar bagi personel Bea Cukai selama bertahun-tahun.

Warga Bea Cukai merasa tidak berada dirumah sendiri. Rumah BC diisi oleh orang-orang asing qq SGS.

Pemulihan kedaulatan pabean Indonesia baru menemukan momentumnya kembali melalui lahirnya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, atas prakrasa Soehadjo Subardi melalui banyak konsultan ekonomi antara lain Dr. Rizal Ramli.

Melalui regulasi ini, fungsi pemeriksaan secara bertahap dikembalikan ke tangan putra-putri bangsa dengan dukungan sistem modern seperti Electronic Data Interchange (EDI).

Sejak saat itu, martabat institusi mulai dibangun kembali dengan standar profesionalisme yang lebih tinggi.

Suhardjo dan kawan-kawan menyakini BC akan kembali di dalam pangkuannya, jika kepercayaan kepada lembaga itu terus meningkat.

Oleh karannya, perpaduan antara teknologi tinggi, profesionalisme dan integritas, terus ditanamkan oleh Dirjen BC yang saat itu diawaki oleh Suhardjo dan di bantu dnegan tim yang solid.

Buku itu lebih dari 500 halaman, diterbitkan oleh Paramedia Komunikatama, Anggota IKAPI Jawa Barat.

Dan sebagai editor adalah Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU., CMA., MSS., Guru Besar Universitas Pancasila, menekankan bahwa integritas dan kualitas layanan adalah kunci utama yang harus berlandaskan pada empat fungsi strategis, yakni RCTI.

Revenue Collector untuk efektivitas penerimaan negara, Community Protector untuk perlindungan masyarakat dari barang berbahaya, Trade Facilitator guna kelancaran perdagangan, dan Industrial Assistance untuk mendukung daya saing industri nasional.

Integrasi keempat fungsi ini menuntut transformasi yang transparan dan responsif guna memastikan Bea Cukai tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan kemajuan ekonomi nasional.

Kebaruan dari buku tersebut adalah mewacanakan visi BC kedepan untuk tetap sebagai garda di depan, menjaga kedauatan ekonomi dengan visi 2 c plus satu T yakni, Collector revenue, Community protector dan Trade fasilitator.

Itulah sebabnya, buku ini layak untuk dibaca oleh semua kalangan, praktisi, pengamat dan generasi peminat kepabeanan, utamanya semua pegawai BC agaknya wajib membaca buku ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Italia Gagal ke Piala Dunia Tiga Kali Beruntun Usai Disingkirkan Bosnia

0

Wartain.com || Mimpi buruk Gli Azzurri berlanjut. Stadion Bilino Polje menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi Timnas Italia untuk kembali ke panggung dunia. Lewat drama adu penalti yang menyesakkan pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Bosnia & Herzegovina resmi menyingkirkan Italia dalam perebutan tiket krusial menuju Piala Dunia, sekaligus memaksa juara dunia empat kali itu absen untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Italia sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Gennaro Gattuso ini langsung menekan sejak menit awal demi mengakhiri kutukan absen di turnamen akbar. Hasilnya terlihat di menit ke-20, saat Moise Kean berhasil memanfaatkan blunder fatal kiper Bosnia untuk mengubah papan skor menjadi 1-0.

Namun, momentum Italia hancur di penghujung babak pertama. Pada menit ke-42, sebuah kesalahan koordinasi dimulai dari tendangan jauh Gianluigi Donnarumma yang berhasil dipotong pemain lawan. Dalam upaya menghentikan solo run pemain Bosnia, Alessandro Bastoni melakukan tekel keras yang berujung kartu merah langsung. Bermain dengan 10 orang menjadi awal petaka bagi tim tamu.

Unggul jumlah pemain, Bosnia tampil agresif di babak kedua. Pertahanan rapat Italia akhirnya jebol pada menit ke-79 lewat aksi Haris Tabakovic yang memaksimalkan umpan matang dari sang veteran, Edin Dzeko. Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan melewati masa extra time tanpa gol tambahan.

Dalam babak adu penalti, mentalitas baja ditunjukkan oleh para eksekutor Bosnia. Keempat penendang tuan rumah sukses menaklukkan Donnarumma. Sebaliknya, tekanan berat gagal diatasi oleh dua algojo Italia, Pio Esposito dan Bryan Cristante. Bosnia menang dengan skor 4-1 di babak tos-tosan, memastikan diri terbang ke Piala Dunia sementara Italia kembali harus menjadi penonton.

Kegagalan ini menambah catatan kelam bagi sejarah sepak bola Italia. Bagi Bosnia & Herzegovina, kemenangan ini merupakan prestasi bersejarah, membuktikan bahwa kolektivitas tim di bawah kepemimpinan Edin Dzeko mampu menumbangkan raksasa Eropa yang tengah terluka.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Perbaikan Jalan Ahmad Yani Palabuhanratu Masih Berlangsung, Pengecoran Terus Dikebut

0

Wartain.com || Proyek peningkatan infrastruktur di Ruas Jalan Ahmad Yani, Palabuhanratu, terpantau masih terus berjalan hingga Selasa (1/4/2026). Pengerjaan yang menggunakan metode pengecoran beton ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan protokol yang sebelumnya dikeluhkan warga karena kondisinya yang hancur dan memicu polusi debu.

Hingga hari ini, sejumlah alat berat masih bersiaga di lokasi dan sebagian lajur jalan ditutup sementara untuk proses pengeringan beton. Meski pengerjaan belum rampung sepenuhnya, progres fisik di lapangan menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang dipenuhi lubang dalam dan kerikil tajam yang membahayakan pengendara.

Kondisi jalan ini sebelumnya memang menjadi sorotan tajam masyarakat Palabuhanratu. Selain menghambat arus lalu lintas menuju pusat kota, debu tebal yang dihasilkan dari aspal yang mengelupas kerap masuk ke area pertokoan dan mengganggu kesehatan pernapasan warga sekitar serta para pedagang yang mencari nafkah di sepanjang jalan tersebut.

Salah seorang warga, Rian (38), menyatakan dukungannya terhadap perbaikan ini meski ia harus bersabar dengan kemacetan yang timbul selama proses konstruksi. “Memang belum beres total, tapi setidaknya sudah mulai dicor daripada kemarin-kemarin yang berdebu parah kalau panas. Kami harap pengerjaannya cepat selesai dan kualitas betonnya bagus supaya tidak cepat rusak lagi,” ungkapnya.

Pihak pelaksana proyek pun mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di area pengecoran. Targetnya, jika cuaca mendukung, pengerjaan Jalan Ahmad Yani ini akan segera diselesaikan dalam waktu dekat agar aktivitas ekonomi di jantung kota Palabuhanratu kembali normal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Luncurkan Logo HUT ke-112, Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Kolaborasi

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini, menurutnya, harus dimaknai sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan kota.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran logo Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi yang digelar di Balai Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Dalam kesempatan itu, Ayep menekankan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah.

“Logo ini menjadi simbol semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai sangat penting.

Peluncuran logo yang ditandai dengan prosesi pembukaan tirai tersebut sekaligus menjadi awal dari rangkaian peringatan hari jadi yang jatuh pada 1 April 2026.

Adapun tema yang diusung pada HUT ke-112 kali ini adalah “Harmonisasi dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota”.
Tema tersebut mencerminkan pentingnya keselarasan langkah antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memajukan Kota Sukabumi.

Pada momen tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi juga memberikan penghargaan kepada pemenang sayembara desain logo, yakni Mayang bersama timnya. Karya yang terpilih dinilai mampu menggambarkan semangat kota sekaligus visi pembangunan yang ingin dicapai.

Kehadiran para pemenang menjadi bukti bahwa kontribusi generasi muda, termasuk melalui karya kreatif, memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Melalui peluncuran ini, logo HUT ke-112 diharapkan menjadi identitas visual yang memperkuat semarak peringatan hari jadi. Selain itu, momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam mendorong kemajuan Kota Sukabumi.

Ayep Zaki pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan, sekaligus menjadikan peringatan ini sebagai ajang refleksi bersama.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-112 yang dimulai 1 April 2026,” pungkasnya.

Acara peluncuran ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, serta masyarakat yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

MUI Sukabumi Soroti Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Cicantayan, Desak Pengawasan Diperketat

0

Wartain.com || Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan menuai kecaman dari berbagai pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang dinilai mencederai dunia pendidikan Islam.

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, menyampaikan rasa empati kepada para korban yang seharusnya mendapatkan rasa aman saat menuntut ilmu di lingkungan pesantren.

Ia menegaskan pentingnya sistem koordinasi yang solid di internal MUI untuk merespons kejadian serupa agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami berharap seluruh jajaran MUI, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, dapat saling berkoordinasi secara terstruktur. Informasi harus tersampaikan dengan baik agar langkah pencegahan bisa segera dilakukan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

MUI juga memberikan apresiasi terhadap kinerja aparat kepolisian yang dinilai sigap dalam menangani perkara tersebut. Meski demikian, Hamdun menyoroti peran Kementerian Agama (Kemenag) agar tidak hanya berhenti pada aspek perizinan pesantren.

Menurutnya, diperlukan pengawasan yang lebih komprehensif, termasuk pembinaan berkelanjutan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren, khususnya para tenaga pengajar.

“Pengawasan tidak cukup hanya pada izin operasional. Perlu ada evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan rutin dan peningkatan kapasitas bagi para ustaz. Tantangan moral tidak hanya dihadapi santri, tapi juga para pengajar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kasus ini menjadi peringatan serius bagi Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal dengan julukan “Kabupaten Santri” dan “Kabupaten Ulama”.

Hamdun menegaskan bahwa tindakan kekerasan seksual, terlebih terhadap anak di bawah umur, merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun.

“Jangan sampai citra Kabupaten Santri rusak akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan duka mendalam sekaligus komitmen MUI untuk mendukung proses hukum yang tengah berjalan.

“Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi. Kami siap kooperatif dengan semua pihak demi terciptanya keadilan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

HUT ke-112 Kota Sukabumi, KORMI Gelar Lari 112 Kilometer dari Pelabuhan Ratu ke Lapang Merdeka

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Sukabumi menggelar aksi lari jarak jauh sejauh 112 kilometer. Kegiatan ini dimulai dari kawasan Pelabuhan Ratu dan akan berakhir di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi.

Ketua KORMI Kota Sukabumi, Indra Wiguna, menyampaikan bahwa para pelari dilepas langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dari Balai Kota pada Selasa (31/3/2026). Ia menjelaskan, perjalanan tersebut dijadwalkan rampung pada 5 April 2026.

Tak hanya berlari, para peserta juga membawa misi lingkungan dengan melakukan penanaman bibit pohon di tujuh kecamatan yang dilalui selama perjalanan.

“Sepanjang rute, kami juga akan menanam pohon di tujuh kecamatan. Kemudian pada puncak acara nanti akan digelar pertunjukan dari KORMI,” ujar Indra.

Pertunjukan yang disiapkan akan mengangkat tema perjalanan KORMI sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran. Kegiatan ini turut melibatkan Dewan Pembina KORMI, KH Fajar Laksana, bersama para pegiat olahraga lainnya.

Indra menambahkan, rangkaian kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur dan kebahagiaan atas bertambahnya usia Kota Sukabumi. Ia berharap momentum ini dapat mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan aktif.

“Semoga masyarakat Kota Sukabumi semakin sehat, bugar, dan bahagia,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lansia Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Warga Sudajaya Sukabumi Sempat Dengar Teriakan Takbir

0

Wartain.com || Penemuan jasad kembali menghebohkan warga Kota Sukabumi. Kali ini, seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Kampung Sudajaya RT 05/RW 03, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa ini pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan takbir dari dalam kontrakan. Ketua RW 03, Yusuf Sopian, mengatakan warga yang curiga kemudian mendekat dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak telungkup.

Korban diketahui bernama Rully P. Ahmadsyah (67), warga asal Jakarta. Menurut Yusuf, selama tinggal di lingkungan tersebut, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“Warga dengar ada teriakan Allahu Akbar, pas dicek ternyata sudah terjatuh dalam posisi telungkup,” ujar Yusuf di lokasi kejadian.

Warga yang menemukan kejadian tersebut tidak berani mengevakuasi korban dan langsung melapor kepada ketua RT serta pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas datang ke lokasi dan memastikan korban telah meninggal dunia.

Dari keterangan warga, korban diperkirakan baru saja meninggal dunia. Hal ini diperkuat dengan adanya suara teriakan yang masih terdengar sekitar pukul 12.00 WIB.

“Diperkirakan baru meninggal, karena sebelumnya masih sempat terdengar suaranya,” tambahnya.

Informasi lain menyebutkan, pada malam sebelum kejadian, korban sempat meminta bantuan tetangganya untuk membelikan obat karena sedang sakit dan tidak mampu keluar rumah. Korban diketahui tinggal seorang diri tanpa keluarga.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban ditemukan dalam posisi telungkup di teras dalam kamar. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan luka. Diduga korban meninggal akibat sakit, karena di lokasi juga ditemukan sejumlah obat-obatan,” jelasnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik