26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 196

Mobil Pengangkut LPG Terbakar di Jalur Nasional Cikembar–Bagbagan, Lalu Lintas Lumpuh

0

Wartain.com || Sebuah mobil pengangkut gas LPG terbakar di Jalan Nasional III Cikembar–Bagbagan, tepatnya di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Denden, warga setempat, awalnya mobil tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap dari bagian kendaraan saat melintas di jalan tersebut. Melihat kondisi itu, ia langsung memperingatkan sopir agar segera turun dari kendaraan.

“Awalnya terlihat asap keluar dari mobil, saya langsung menyuruh sopir untuk turun. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar Denden saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan guna mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Nasional III Cikembar–Bagbagan untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan. Selain itu, aliran listrik di sekitar lokasi kejadian juga sempat dipadamkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, api masih belum berhasil dipadamkan dan petugas masih berupaya melakukan pemadaman. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran mobil pengangkut LPG tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

H+5 Lebaran 1447 H,  Arus Balik di Jalan Arteri Cibadak-Parungkuda Padat Merayap

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Sukabumi-Bogor, khususnya di kawasan Cibadak, Parungkuda, dan sekitarnya pada beberapa hari kebelakang, kini mulai mengular, Kamis 26/03/2026.

Pantauan di lapangan, kemacetan yang terjadi pada H+1-H+3 lebaran pada jalur Su­kabumi menuju Bogor, Jakarta, dan sekitarnya, tidak terlihat lagi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan. Arus lalin dari pagi menjelang sore terpantau padat merayap.

Menurut salah seorang pengendara asal Bekasi, Budiman (44) mengatakan, situasi arus lalu lintas di Jalan arteri Parungkuda hingga Cibadak terbilang ramai lancar. Menurut dia, kepadatan hanya terjadi di simpang Cikidang dan pasar Cibadak saja.

“Alhamdulillah segini mah lancar ya, tidak terlalu tersendat. Walaupun ada beberapa titik yang macet, tapi kendaraan tetap melaju,” ungkap warga Jati Waringin, Bekasi, yang hendak berwisata ke Palabuhanratu ini.

Budiman menyebutkan, si­tuasi lalu lintas dari exit Tol Parungkuda hingga Simpang Ratu,  terpantau cukup ramai lancar, tidak ada penumpukan kendaraan yang berarti dari kedua arah.

”Saya sebagai pengendara yang sering bolak balik ke Sukabumi sudah tidak asing lagi dengan keramaian kendaraan, terutama pada waktu libur seperti ini. Jadi, ya dinikmatin saja,” tambahnya.

Senada diungkapkan Herman (50) pengendara asal Ciputat, Jakarta Selatan, arus lalu lintas sepanjang arteri Cibadak -Parungkuda tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti semenjak keluar dari Simpang Ratu.

“Aman, lancar-lancar saja. Ada sedikit-sedikit tersendat, tapi tidak signifikan. Kendaraan tetap melaju walaupun hanya 10 KM per jam,” ungkap Herman, yang baru pulang dari Geopark Ciletuh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Belum Ada Surat Tertulis, Pemkab Sukabumi Tunggu Instruksi Resmi WFH ASN

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan tanggapan atas rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca-libur Lebaran.

Skema kerja jarak jauh yang direncanakan berlangsung satu hari dalam sepekan ini disebut-sebut sebagai upaya untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika global.

Meski demikian, hingga saat ini Pemkab Sukabumi belum dapat mengambil langkah konkret. Hal itu lantaran belum adanya petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan kebijakan tersebut di daerah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi, Ir. Teja Sumirat, MM, menegaskan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari kementerian terkait.

“Belum ada surat tertulis dari Menteri PANRB khusus mengenai hemat BBM. Pemkab Sukabumi masih menunggu,” ujar Teja, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, penerapan kebijakan WFH tidak bisa dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. Terlebih, kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan sistem absensi, pengawasan kinerja, hingga kualitas pelayanan publik.

Meski begitu, Pemkab Sukabumi menyatakan kesiapan untuk mengikuti kebijakan pusat apabila sudah ditetapkan secara resmi. Teja memastikan, apapun kebijakan yang nantinya diberlakukan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terganggu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wisata Situ Gunung Tetap Ramai saat Lebaran, Meski Kunjungan Turun Hingga 50 Persen

0

Wartain.com || Libur Lebaran menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Kawasan wisata alam Situ Gunung, Sukabumi, masih menjadi salah satu destinasi favorit, meski jumlah kunjungan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah seorang wisatawan asal Tanjung Priok mengaku menikmati liburannya di kawasan tersebut bersama keluarga. Ia menyebut kunjungan kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya sempat datang namun belum mencoba seluruh wahana yang tersedia.

“Momen liburan di sini menyenangkan ya. Sebelumnya pernah ke sini memang, cuma untuk wisata yang lainnya itu belum jadi. Nah, setelah jadi ini, ini sudah berarti kedua kalinya,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia juga mengaku puas dengan pengalaman yang didapat selama berada di Situ Gunung, mulai dari suasana alam hingga aspek keamanan.

“Enak banget, seru, terus apa safety-nya juga aman, adem juga cuacanya adem banget, cukup menantang,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar lima jam dari rumahnya. Kunjungan tersebut dilakukan sekaligus dalam rangka mudik dan berwisata, karena tertarik kembali dengan suasana alam yang ditawarkan.

Salah satu daya tarik utama di kawasan ini adalah Suspension Bridge, jembatan gantung yang menjadi ikon wisata di Sukabumi. Namun, pada libur Lebaran tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke area tersebut justru mengalami penurunan.

Kepala Seksi PTN Wilayah IV Situ Gunung, Amru Ikhwansyah, menjelaskan bahwa mayoritas pengunjung berasal dari Sukabumi, Bogor, dan Jakarta, serta sebagian dari luar Pulau Jawa. Wisatawan mancanegara juga tercatat datang meski jumlahnya tidak signifikan.

Ia menyebut, tren kunjungan selama Lebaran 2026 mengalami penurunan yang cukup terasa.

“Kalau jumlah angka mungkin tidak tepat, ya, tapi diperkirakan sampai 30 sampai 50 persen untuk penurunan. Lalu penurunan ini kemungkinan disebabkan karena sebagian masyarakat sudah pernah berkunjung sebelumnya sehingga mencari alternatif destinasi lain. Selain itu, faktor cuaca ekstrem seperti hujan dan potensi longsor pada sebelumnya juga memengaruhi,” ujarnya.

Amru menambahkan, kawasan wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, termasuk Suspension Bridge, sempat ditutup sementara pada 20 Maret 2026 bertepatan dengan pelaksanaan salat Idulfitri.

Berdasarkan data sementara, hingga Selasa (24/3/2026) pukul 11.15 WIB, jumlah pengunjung mencapai sekitar 500 orang. Secara kumulatif sejak hari pertama Lebaran pada 21 Maret, total kunjungan berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang. Pada hari Senin tercatat sekitar 1.800 pengunjung, sementara hari sebelumnya sekitar 1.000 orang.

Amru menyebut puncak kunjungan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. Setelah itu, jumlah wisatawan diperkirakan menurun seiring dimulainya arus balik dan aktivitas kerja, sebelum kembali meningkat saat akhir pekan.

“Biasanya, pada hari kerja jumlah pengunjung berkisar 200 hingga 300 orang. Saat akhir pekan bisa mencapai 500 orang, dan pada momen libur besar seperti Lebaran bisa menyentuh 1.000 orang,” jelasnya.

Selain Suspension Bridge, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga memiliki daya tarik lain seperti jalur pendakian, meski saat ini masih ditutup. Sementara itu, objek wisata Curug Cibeureum di kawasan Cibodas juga menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung.

“Tapi untuk sementara ini yang paling banyak pengunjung di sini, di Suspension Bridge ini. Seperti itu. Sama yang ada di Cibereum, ya. Yang ada Curug Cibereum yang di Cibodas. Itu ada kan Curug Cibeureum di sana,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

KA Siliwangi Jadi Andalan Lebaran, Okupansi Tembus 201 Persen

0

Wartain.com || Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tingkat keterisian penumpang bahkan sempat menembus angka 201 persen, menjadikannya sebagai okupansi tertinggi selama periode tersebut.

PT KAI Daop 2 Bandung mencatat, selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 hingga 24 Maret 2026, rata-rata okupansi KA Siliwangi mencapai 93 persen. Lonjakan signifikan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 2.563 orang dari Stasiun Cianjur dan 1.949 penumpang dari Stasiun Cipatat.

Dalam operasionalnya, KA Siliwangi melayani hingga enam perjalanan pulang pergi setiap hari. Frekuensi ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, baik untuk keperluan mudik, arus balik, maupun aktivitas lainnya.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan peran penting kereta api lokal sebagai moda transportasi alternatif.

“KA Siliwangi hadir sebagai alternatif transportasi yang ekonomis dan efisien. Dengan tarif yang sangat terjangkau, masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet, dan tepat waktu,” ujarnya.

Dengan harga tiket hanya Rp5.000 untuk sekali perjalanan, KA Siliwangi menjadi pilihan favorit berbagai kalangan. Tarif murah tersebut dinilai mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya pada momentum Lebaran.

Selain untuk kebutuhan mudik dan balik, kereta ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk wisata dan silaturahmi. Jalur Cipatat–Sukabumi yang dilalui KA Siliwangi menawarkan panorama alam serta akses ke berbagai destinasi wisata di Jawa Barat.

Kuswardojo menambahkan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, baik untuk kereta api jarak jauh maupun lokal, terutama di tengah tingginya mobilitas selama periode Lebaran.

“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi,” katanya.

PT KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan layanan kereta api lokal sebagai alternatif transportasi yang efisien dan terjangkau.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kecelakaan di Parungkuda Terekam CCTV, Mobil Hilang Kendali Usai Keluar Tol

0

Wartain.com || Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur arteri Sukabumi–Bogor, tepatnya di Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Rabu (25/3/2026) pagi. Insiden ini melibatkan satu kendaraan yang kemudian menabrak kendaraan lain, dan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dalam rekaman tersebut, sebuah mobil Toyota Calya bernomor polisi D 1137 AMF terlihat melaju dari arah Exit Tol Parungkuda menuju jalan arteri. Saat memasuki tikungan, kendaraan tampak tidak stabil hingga akhirnya oleng, menabrak pembatas jalan, lalu terguling. Kejadian itu bahkan nyaris mengenai seorang pedagang yang berada di tepi jalan.

“Mobil itu dari arah Tol. Pas di tikungan keluar menuju jalan arteri, tiba-tiba oleng dan langsung menabrak pembatas jalan dengan keras,” ujar Sutardi, saksi mata di lokasi.

Benturan dengan pembatas jalan membuat kendaraan terpental dan menghantam mobil lain, Honda HR-V bernomor polisi B 1062 ZZP. Akibat tabrakan tersebut, Toyota Calya terdorong hingga terbalik dengan posisi roda kiri berada di atas.

Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan kering dengan cuaca cerah, serta arus lalu lintas relatif lancar. Namun, laju kendaraan yang diduga cukup tinggi saat keluar dari tol disebut menjadi faktor penyebab pengemudi kehilangan kendali.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, lima orang mengalami luka ringan. Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang dari mobil Toyota Calya, yang kemudian langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Arus Balik Meningkat, Polisi Optimalkan Tol Bocimi Seksi 3 untuk Urai Kepadatan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus balik Lebaran di wilayah Sukabumi mulai mengalami peningkatan signifikan. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 hingga Karangtengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalur tol fungsional tersebut akan dioperasikan dalam dua sesi pada Rabu (25/3/2026). Pada pagi hari, akses dibuka pukul 07.00–11.00 WIB untuk kendaraan dari arah Bogor menuju Karangtengah. Sementara pada siang hingga sore hari, pukul 13.00–17.00 WIB, jalur difungsikan untuk arus sebaliknya dari Karangtengah menuju Bogor.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola jalan tol.

“Betul, untuk Seksi 3 jalur fungsional sudah ada pembicaraan dari Sat Lantas Polres Sukabumi bersama induk CBR Bocimi serta pengelola jalan tol. Kami akan menggunakan fungsional tersebut untuk arus balik, namun tetap memperhatikan arus yang masuk dan keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jalur tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan arus balik, tetapi juga tetap mengakomodasi kendaraan yang menuju Sukabumi, baik wisatawan maupun pemudik.

Di lapangan, petugas telah menyiapkan rambu-rambu serta skema pengalihan arus. Kendaraan dari arah Simpang Ratu yang hendak kembali ke Jakarta akan diarahkan masuk ke jalur tol melalui Karangtengah.

“Nanti dari Simpang Ratu kami arahkan ke kanan, keluar ke Karangtengah. Kendaraan yang mau ke Jakarta direkomendasikan lewat sana,” katanya.

Selain itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Polisi juga menyiapkan opsi pemberlakuan sistem satu arah atau one way yang dapat diperpanjang mengikuti panjang antrean kendaraan.

“One way sampai Karangtengah, bahkan sampai ke PT Cosmo. Di manapun ekor kepadatan, kami tarik. Kita jemput bola lalu dialirkan ke Exit Tol Parungkuda,” tutur Hidayat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

H+4 Lebaran, Simpang Bagbagan Terpantau Ramai Lancar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus balik wisata Lebaran di jalur selatan Kabupaten Sukabumi mulai terlihat pada Rabu (25/3/2026). Sejumlah kendaraan dari arah Palabuhanratu dan Ujung Genteng terpantau melintasi Simpang Tiga Bagbagan dengan kondisi lalu lintas yang relatif lancar.Kabar Kabupaten Sukabumi

Meski volume kendaraan meningkat, tidak terlihat kepadatan signifikan ataupun antrean panjang di titik tersebut. Arus kendaraan masih dapat mengalir dengan baik, menandakan situasi lalu lintas cukup terkendali.

Pantauan di lapangan menunjukkan, mayoritas kendaraan merupakan wisatawan yang mulai kembali ke daerah asal setelah menghabiskan waktu libur Lebaran di kawasan pantai selatan Sukabumi.

Salah seorang pengendara asal Cianjur mengaku perjalanan yang ia tempuh berjalan tanpa kendala berarti. Ia baru saja berlibur di Pantai Karanghawu bersama rekannya.

“Alhamdulillah lancar, hari ini saya pulang setelah liburan di Pantai Karanghawu bersama teman,” ujarnya.Animasi Ramadan

Ia juga menyebut perjalanan saat berangkat menuju lokasi wisata sebelumnya berjalan cukup mulus.

“Kemarin berangkat jam 9, sampai sekitar jam 12, Alhamdulillah tidak ada hambatan,” katanya.

Kondisi ini menjadi indikasi bahwa arus balik di jalur wisata selatan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, pengendara tetap diingatkan untuk menjaga kewaspadaan selama perjalanan, mengingat volume kendaraan masih cukup tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tatap GP Amerika, Veda Ega Pratama Optimis Kembali ke Barisan Depan   

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menjelang seri ketiga Moto3 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Veda Ega Pratama melayangkan target bernada optimistis.
Circuit of the Americas (COTA) akan menjadi tuan rumah Moto3 Amerika 2026. Lintasan ini baru bagi Veda, sama seperti Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Gioania yang menjadi loka balap Moto3 Brasil akhir pekan lalu.

Veda membuktikan lintasan baru bukan penghalang untuk meraih prestasi. Pembalap 17 tahun itu juga mengusung semangat yang sama dalam balapan di Negeri Paman Sam pada akhir pekan mendatang.

“Sirkuit itu [COTA] baru bagi saya. Namun, saya akan terus belajar dan melakukan yang terbaik,” ujar Veda, dikutip dari Antara.

Hal lain yang membuat Veda melangkah dengan percaya diri ke Amerika Serikat adalah hasil bagus pada dua seri pembuka.

“Kini saya tahu bahwa saya mampu bertarung di baris depan. Jadi, saya mau lebih,” ucap andalan Honda Team Asia tersebut.

Pada balapan seri pembuka di Thailand, Veda menempati peringkat kelima. Sedangkan pada akhir pekan lalu di Brasil, Veda finis ketiga dan menjadi pembalap pertama dari Indonesia yang bisa naik podium dalam ajang Grand Prix balap motor.

Veda menyebut, meski berstatus debutan atau rookie, dirinya sudah semakin beradaptasi dengan situasi dan tekanan di Moto3.

Selanjutnya Moto3 Amerika akan menjadi tantangan bagi Veda dalam menjalani karier dan bersaing dengan rival-rival asal Eropa, Amerika, dan Asia.

“Tim melakukan pekerjaan yang sangat baik sehingga semuanya berjalan lancar. Saya sangat bangga dengan hasil di Brasil, pencapaian terbesar saya sejauh ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia untuk semua dukungannya,” kata Veda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Harga Minyak Dunia Kembali Melambung ke Level USD 104

0

Wartain.com || Harga minyak mentah dunia kembali menguat tajam pada perdagangan Rabu (25/3/2026), memulihkan sebagian besar kerugian dari sesi sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh keraguan para pelaku pasar energi terhadap klaim Presiden AS Donald Trump mengenai kemajuan perdamaian dengan Iran, menyusul bantahan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Teheran.

Berdasarkan data ekonomi terbaru dari CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei melonjak lebih dari 4% hingga menyentuh level USD 104,49 per barel. Sejalan dengan itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman yang sama juga ditutup menguat di level USD 92,35 per barel.

Pemulihan harga ini merupakan respons balik atas volatilitas ekstrem yang terjadi sejak awal pekan. Sebelumnya, harga Brent sempat merosot tajam hingga 11% ke level USD 99 per barel akibat sentimen optimisme dari Gedung Putih.
Gejolak pasar bermula dari unggahan Presiden Donald Trump di platform Truth Social pada Senin lalu. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim adanya terobosan diplomatik besar.

“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, selama dua hari terakhir, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian penuh dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah.”

Trump juga menambahkan bahwa dirinya telah memberikan instruksi militer khusus.

“Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.”

Namun, optimisme pasar saham yang sempat melonjak segera meredup setelah pihak Iran membantah adanya negosiasi apa pun dengan Washington. Ekonom Senior Interactive Brokers, José Torres, menilai pasar kini lebih bersikap realistis terhadap risiko perang yang berkepanjangan.

“Terlepas dari euforia di Wall Street, hadirin sekalian, harga minyak jauh di atas titik terendahnya setelah Teheran membantah melakukan negosiasi apa pun dengan Washington pada akhir pekan,” ujar Torres.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah tetap menjadi faktor dominan yang membayangi stabilitas pasokan energi dunia. Perhatian utama tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang melayani sekitar 20% pasokan minyak global melalui laut.

Torres memperingatkan bahwa serangan berulang pada infrastruktur energi penting di kawasan tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan kapasitas produksi yang permanen.

Meski media pemerintah Iran menyebutkan akan mengizinkan transit aman bagi kapal tertentu, para analis memprediksi biaya energi akan tetap bertahan di level tinggi, melampaui angka awal tahun, selama belum ada kesepakatan diplomatik yang konkret dan diakui oleh kedua belah pihak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)