26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 195

Keutamaan Puasa Syawal, Menyempurnakan Ibadah Ramadan dengan Pahala Setahun

0

Wartain.com || Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan yang besar dalam ajaran Islam.

Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal, setelah Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaannya tidak harus dilakukan secara berturut-turut, melainkan dapat dikerjakan secara terpisah selama masih berada di bulan Syawal.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini menjadikan puasa Syawal sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Selain itu, puasa Syawal juga dipandang sebagai bentuk penyempurnaan ibadah Ramadan. Ibadah sunnah ini menjadi salah satu cara untuk menjaga konsistensi dalam beribadah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Di tengah suasana pasca-Lebaran, puasa Syawal juga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk kembali menata pola hidup yang lebih sehat dan disiplin, setelah sebelumnya menikmati berbagai hidangan khas Idul Fitri.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan bulan Syawal dengan memperbanyak amalan, termasuk menjalankan puasa sunnah enam hari sebagai bentuk peningkatan kualitas ibadah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dua SPPG di Sukabumi Disetop Sementara, Pelanggaran Standar MBG Jadi Sorotan

0

Wartain.com || Kontroversi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi kian mengemuka. Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Cikole Cisarua 2 dan SPPG Citamiang Citamiang, setelah ditemukan sejumlah pelanggaran dalam penyajian makanan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam dua surat resmi BGN, masing-masing bernomor 915/D.TWS/03/2026 tertanggal 13 Maret 2026 untuk SPPG Cikole Cisarua 2, serta 1025/D.TWS/03/2026 tertanggal 19 Maret 2026 untuk SPPG Citamiang Citamiang.

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa kedua SPPG belum memenuhi standar tata kelola program MBG sesuai ketentuan yang berlaku.

Permasalahan di SPPG Cikole Cisarua 2 mencuat setelah ditemukannya menu ikan nila yang diduga belum matang sempurna dan berbau saat dibagikan kepada siswa.

Sementara itu, di SPPG Citamiang Citamiang, kualitas makanan juga menjadi sorotan karena ditemukan buah yang sudah tidak layak konsumsi hingga adanya bangkai hewan dalam paket makanan.

Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa langkah penghentian operasional ini diambil untuk menjaga kualitas gizi sekaligus menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“Penghentian ini merupakan langkah tegas untuk memastikan standar mutu tetap terjaga. Keputusan diambil berdasarkan laporan serta hasil evaluasi internal,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, penghentian berlaku sejak tanggal surat diterbitkan dan baru dapat dicabut apabila pihak SPPG melakukan pembenahan serta melengkapi bukti perbaikan yang akan diverifikasi oleh BGN.

Menurut Andri, kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh penyelenggara program MBG, termasuk mitra dan yayasan, agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan amanah.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan tidak terulang kembali,” katanya.

Pihaknya juga memastikan pengawasan terhadap program MBG akan diperketat. Langkah ini dilakukan agar kualitas makanan yang disalurkan kepada pelajar tetap sesuai standar gizi dan aman untuk dikonsumsi.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan. Program ini penting untuk mendukung terciptanya generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wisata Oasis Sukabumi Berikan Diskon 20 Persen Bagi Anak yang Miliki KIA

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kabar menarik bagi warga Kota Sukabumi, khususnya yang memiliki anak. Pengunjung yang menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA) kini bisa menikmati potongan harga tiket masuk sebesar 20 persen di Wisata Alam Oasis Sukabumi.

Program ini menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan identitas kependudukan sejak dini, sekaligus memberikan nilai tambah bagi keluarga yang telah mengurus KIA untuk anak-anaknya.

Informasi yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Sabtu (21/03/2026), menyebutkan potongan harga diberikan dengan syarat sederhana. Pengunjung cukup menunjukkan KIA saat melakukan pembelian tiket masuk di lokasi.

Kebijakan ini pun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan anak, sekaligus mendukung sektor pariwisata lokal.

Di sisi lain, Disdukcapil Kota Sukabumi terus mempermudah proses pembuatan KIA. Layanan ini dapat diakses secara online maupun offline, tanpa dipungut biaya.

Untuk pengajuan secara daring, masyarakat dapat mengakses aplikasi Moci Legit melalui situs resmi pemerintah. Pemohon cukup mengunggah dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Selain itu, layanan juga tersedia secara langsung di Kantor Disdukcapil Kota Sukabumi maupun di Mall Pelayanan Publik (MPP).

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain mengisi formulir F-1.02, melampirkan fotokopi akta kelahiran, membawa Kartu Keluarga asli, serta KTP elektronik kedua orang tua. Khusus anak usia 5 hingga 17 tahun kurang satu hari, wajib melampirkan pas foto berwarna.

Untuk anak di bawah usia lima tahun, tidak diperlukan foto dalam pembuatan KIA. Sementara jika kartu hilang, pengurusan ulang dapat dilakukan dengan melampirkan surat kehilangan dari kepolisian.

Disdukcapil juga menghadirkan inovasi layanan jemput bola ke sekolah-sekolah guna memperluas jangkauan perekaman dan pembuatan KIA.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mobil Terbalik di Exit Tol Parungkuda, Lalu Lintas Sempat Tersendat

0

Wartain.com || Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan pintu keluar Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (kemarin) 25/03/2026. Sebuah kendaraan roda empat dilaporkan terbalik setelah diduga kehilangan kendali saat hendak keluar dari ruas tol.

Peristiwa tersebut melibatkan mobil yakni Toyota Calya bernomor polisi D 1137 AMF, Honda HR-V B 1062 ZZP, dan Daihatsu Sigra F 1436 VP.

Informasi sementara menyebutkan, kendaraan mengalami oleng ketika melintasi jalur keluar yang memiliki tikungan, hingga akhirnya terguling. Faktor kondisi jalan di area exit tol yang cukup rawan juga diduga turut memengaruhi kejadian tersebut.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi pengemudi dan penumpang dari dalam kendaraan. Beruntung, seluruh korban berhasil dikeluarkan tanpa laporan korban jiwa.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan, termasuk mengatur arus lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan guna menghindari kemacetan lebih parah. Sempat terjadi perlambatan arus kendaraan di sekitar lokasi, namun situasi kembali normal setelah proses evakuasi selesai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian materi yang cukup signifikan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi jalur keluar tol yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polisi Joget di Tengah One Way Parungkuda, Hibur Pengendara yang Terjebak Antrean

0

Wartain.com || Suasana tak biasa mewarnai penerapan rekayasa lalu lintas sistem one way di Gerbang Tol (GT) Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu dini hari (25/3/2026). Di tengah padatnya arus kendaraan wisata menuju Palabuhanratu, seorang anggota polisi lalu lintas justru menghibur para pengendara dengan bernyanyi dan berjoget bersama pengamen jalanan.

Aksi tersebut dilakukan Aiptu Didik, personel Satlantas Polres Sukabumi. Di sela tugasnya mengatur lalu lintas, ia berinisiatif mencairkan suasana yang mulai jenuh akibat antrean panjang kendaraan yang menunggu giliran melintas.

Menurut Didik, saat itu arus wisata menuju Palabuhanratu sedang mencapai puncaknya. Banyak pengendara terlihat lelah dan bosan, sehingga ia memanfaatkan kehadiran pengamen untuk menghadirkan hiburan sederhana.

“Lagi ramai arus wisata ke Palabuhanratu, pengendara mungkin sudah jenuh karena menunggu. Kebetulan ada pengamen, jadi kita ajak supaya suasana lebih segar,” ujarnya di lokasi.

Inisiatif spontan tersebut langsung mengubah suasana menjadi lebih santai. Didik mengaku ikut menikmati momen itu meski telah bertugas sejak pagi hingga dini hari.

“Tadi nyanyi tiga lagu. Ya dinikmati saja, biar tetap semangat walaupun sudah dari pagi bertugas,” katanya.

Ia menegaskan, aksi tersebut terjadi tanpa perencanaan. Kehadiran dua pengamen di lokasi langsung dimanfaatkan untuk menciptakan interaksi yang menghibur.
“Spontan saja, mereka datang, kita langsung nyanyi bareng,” ucapnya.

Tingkah unik sang polisi pun mendapat respons positif dari para pengendara. Sejumlah pengguna jalan tampak memberikan isyarat jempol hingga simbol hati sebagai bentuk apresiasi.

“Mereka banyak yang kasih tanda suka, mungkin terhibur juga,” tutur Didik.

Meski sempat menghadirkan hiburan, Didik tetap mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan, khususnya bagi wisatawan yang menuju kawasan Palabuhanratu. Ia mengimbau pengendara agar tetap waspada dan tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

“Kami tetap ingatkan agar masyarakat berhati-hati selama perjalanan. Kendaraan bak terbuka tidak diperuntukkan mengangkut orang,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hindari Macet Lebaran, Pemudik Beralih ke Kereta Api, Okupansi KA Pangrango Tembus 89 Persen

0

Wartain.com || Kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur menuju Sukabumi selama libur Lebaran Idulfitri kembali menjadi perhatian para pemudik. Kepadatan kendaraan tidak hanya terjadi di ruas jalan arteri, tetapi juga merambat hingga Tol Bocimi, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang hendak bepergian.

Kondisi tersebut mendorong sebagian pemudik untuk mencari alternatif transportasi yang lebih efisien. Kereta api pun menjadi pilihan karena dinilai mampu menghindarkan penumpang dari kemacetan panjang di jalan raya.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Sukabumi pada Kamis (26/3/2026), aktivitas penumpang terlihat ramai, baik yang datang maupun berangkat. Salah seorang pemudik asal Cikarang, Feni (46), mengaku sengaja memilih kereta api demi kenyamanan perjalanan menuju kampung halamannya di Kota Sukabumi.

“Kalau naik kereta kan sudah pasti tidak kena macet. Apalagi sekarang kondisi jalan lagi padat-padatnya,” ujarnya.

Feni menuturkan, dirinya telah melakukan perjalanan mudik sejak H-2 Lebaran menggunakan KA Lokal Pangrango. Pada H+4, ia kembali memanfaatkan moda transportasi yang sama untuk mengunjungi kampung halaman suaminya di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, sebelum kembali lagi ke Kota Sukabumi.

“Saya mudik dari H-2, sekarang lagi ke kampung suami di Cicurug. Nanti balik lagi ke Sukabumi juga pakai kereta,” katanya.

Ia mengaku biasanya menggunakan kendaraan pribadi saat mudik. Namun, tahun ini ia memilih beralih ke kereta api karena ingin menghindari kemacetan. Selain itu, fasilitas yang tersedia dinilai cukup nyaman, bahkan untuk kelas ekonomi.

“Fasilitasnya sudah bagus, AC-nya juga stabil. Jadi walaupun ekonomi, tetap nyaman. Pelayanannya juga baik,” tambahnya.

Selama libur Lebaran, Feni berencana menghabiskan waktu di Sukabumi hingga akhir pekan, Minggu (29/3/2026), dengan agenda bersilaturahmi sekaligus berwisata bersama keluarga. Ia juga telah memesan tiket kereta untuk perjalanan pulang dari Sukabumi menuju Bogor jauh-jauh hari.

Hal serupa disampaikan Aji (30), warga Depok, yang juga mengandalkan KA Pangrango untuk mobilitasnya. Ia menggunakan kereta api untuk kembali ke Sukabumi setelah sebelumnya mudik ke Jakarta.

“Saya mudik ke Jakarta tanggal 17 Maret pakai kereta. Sekarang balik lagi ke Sukabumi juga naik kereta karena besok sudah mulai kerja,” ujarnya.

Menurut Aji, kereta api masih menjadi pilihan utama karena dinilai praktis, aman, dan terbebas dari kemacetan yang kerap terjadi saat arus mudik maupun balik.

“Yang penting bisa menghindari macet. Kereta jadi pilihan paling nyaman sejauh ini,” ucapnya.

Sementara itu, PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat adanya peningkatan signifikan pada okupansi KA Pangrango selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Tingkat keterisian mencapai 89 persen dalam rentang waktu 11 Maret hingga 1 April 2026.

Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode tersebut mencapai 80.960 kursi, dengan kapasitas harian sekitar 3.680 kursi.

“Jumlah tiket yang terjual mencapai 72.277 atau sekitar 89 persen dari total kapasitas. Data ini masih bersifat dinamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 25 Maret 2026 saja, jumlah penumpang tercatat sebanyak 4.182 orang. Sementara total kumulatif penumpang sejak 11 hingga 25 Maret mencapai 55.141 orang.

Peningkatan jumlah penumpang ini juga didorong oleh kebijakan diskon tarif sebesar 30 persen untuk kereta kelas ekonomi komersial yang diberlakukan secara nasional pada 14–29 Maret 2026.

“Program diskon ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah. Secara nasional disiapkan sekitar 1,2 juta kursi untuk kelas ekonomi komersial,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Sukabumi Pimpin Validasi Laporan PSN, Tekankan Akurasi Data dan Percepatan Pembangunan

0

Wartaon.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memimpin rapat validasi sekaligus proses pengunggahan Laporan Program Strategis Nasional (PSN) dari akun Sekda ke akun Bupati. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Sukabumi pada Kamis (26/3/2026).

Rapat ini bertujuan memastikan seluruh capaian pembangunan daerah selaras dengan target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Dalam arahannya, Ade Suryaman menekankan pentingnya keakuratan data sebagai dasar utama dalam penyusunan laporan.

“Validasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas laporan, sehingga apa yang kita sampaikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses validasi tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga menjadi upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Program Strategis Nasional (PSN) sendiri dinilai sebagai indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional.

Dalam rapat tersebut, berbagai hal turut dibahas, mulai dari progres capaian program, kendala yang dihadapi di lapangan, hingga strategi percepatan pelaksanaan ke depan. Ade juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor.

Rapat ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, serta perwakilan perangkat daerah terkait. Melalui validasi ini, diharapkan laporan yang dihasilkan menjadi lebih akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mobil Pengangkut LPG Terbakar di Jalur Nasional Cikembar–Bagbagan, Lalu Lintas Lumpuh

0

Wartain.com || Sebuah mobil pengangkut gas LPG terbakar di Jalan Nasional III Cikembar–Bagbagan, tepatnya di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Denden, warga setempat, awalnya mobil tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap dari bagian kendaraan saat melintas di jalan tersebut. Melihat kondisi itu, ia langsung memperingatkan sopir agar segera turun dari kendaraan.

“Awalnya terlihat asap keluar dari mobil, saya langsung menyuruh sopir untuk turun. Tidak lama kemudian api langsung membesar,” ujar Denden saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan guna mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Nasional III Cikembar–Bagbagan untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan. Selain itu, aliran listrik di sekitar lokasi kejadian juga sempat dipadamkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, api masih belum berhasil dipadamkan dan petugas masih berupaya melakukan pemadaman. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran mobil pengangkut LPG tersebut masih dalam penyelidikan pihak terkait.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

H+5 Lebaran 1447 H,  Arus Balik di Jalan Arteri Cibadak-Parungkuda Padat Merayap

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Sukabumi-Bogor, khususnya di kawasan Cibadak, Parungkuda, dan sekitarnya pada beberapa hari kebelakang, kini mulai mengular, Kamis 26/03/2026.

Pantauan di lapangan, kemacetan yang terjadi pada H+1-H+3 lebaran pada jalur Su­kabumi menuju Bogor, Jakarta, dan sekitarnya, tidak terlihat lagi penumpukan kendaraan di titik-titik rawan kemacetan. Arus lalin dari pagi menjelang sore terpantau padat merayap.

Menurut salah seorang pengendara asal Bekasi, Budiman (44) mengatakan, situasi arus lalu lintas di Jalan arteri Parungkuda hingga Cibadak terbilang ramai lancar. Menurut dia, kepadatan hanya terjadi di simpang Cikidang dan pasar Cibadak saja.

“Alhamdulillah segini mah lancar ya, tidak terlalu tersendat. Walaupun ada beberapa titik yang macet, tapi kendaraan tetap melaju,” ungkap warga Jati Waringin, Bekasi, yang hendak berwisata ke Palabuhanratu ini.

Budiman menyebutkan, si­tuasi lalu lintas dari exit Tol Parungkuda hingga Simpang Ratu,  terpantau cukup ramai lancar, tidak ada penumpukan kendaraan yang berarti dari kedua arah.

”Saya sebagai pengendara yang sering bolak balik ke Sukabumi sudah tidak asing lagi dengan keramaian kendaraan, terutama pada waktu libur seperti ini. Jadi, ya dinikmatin saja,” tambahnya.

Senada diungkapkan Herman (50) pengendara asal Ciputat, Jakarta Selatan, arus lalu lintas sepanjang arteri Cibadak -Parungkuda tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti semenjak keluar dari Simpang Ratu.

“Aman, lancar-lancar saja. Ada sedikit-sedikit tersendat, tapi tidak signifikan. Kendaraan tetap melaju walaupun hanya 10 KM per jam,” ungkap Herman, yang baru pulang dari Geopark Ciletuh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Belum Ada Surat Tertulis, Pemkab Sukabumi Tunggu Instruksi Resmi WFH ASN

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan tanggapan atas rencana pemerintah pusat yang akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca-libur Lebaran.

Skema kerja jarak jauh yang direncanakan berlangsung satu hari dalam sepekan ini disebut-sebut sebagai upaya untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah dinamika global.

Meski demikian, hingga saat ini Pemkab Sukabumi belum dapat mengambil langkah konkret. Hal itu lantaran belum adanya petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan kebijakan tersebut di daerah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi, Ir. Teja Sumirat, MM, menegaskan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari kementerian terkait.

“Belum ada surat tertulis dari Menteri PANRB khusus mengenai hemat BBM. Pemkab Sukabumi masih menunggu,” ujar Teja, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, penerapan kebijakan WFH tidak bisa dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. Terlebih, kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan sistem absensi, pengawasan kinerja, hingga kualitas pelayanan publik.

Meski begitu, Pemkab Sukabumi menyatakan kesiapan untuk mengikuti kebijakan pusat apabila sudah ditetapkan secara resmi. Teja memastikan, apapun kebijakan yang nantinya diberlakukan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terganggu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)