26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 194

FIFA Series 2026: Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Tanding Malam Ini

0
Oplus_131072

Wartain.com || Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts dan Nevis. Laga ini akan berlangsung hari ini Jumat, 27 Maret 2026 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Sebagai informasi FIFA Series merupakan ajang dua tahunan yang menghadirkan pertandingan persahabatan internasional antarnegara dari berbagai konfederasi. Ajang FIFA Series pertama kali digelar pada tahun 2024.

Turnamen ini menggunakan format sistem gugur. Selain Indonesia dan St. Kitts and Nevis, peserta lainnya adalah Bulgaria serta Kepulauan Solomon.
Daftar Skuad Timnas Indonesia
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman telah memanggil komposisi pemain terbaik. Berikut daftar 23 pemain skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026:

Kiper:
Cahya Supriadi
Nadeo Argawinata
Maarten Paes
Emil Audero

Bek:
Dony Tri Pamungkas
Elkan Baggott
Jay Idzes
Justin Hubner
Kevin Diks
Nathan Tjoe-A-On
Rizky Ridho
Sandy Walsh

Gelandang:
Calvin Verdonk
Eliano Reijnders
Ivar Jenner
Joey Pelupessy
Jordi Amat

Penyerang:
Beckham Putra
Mauro Zijlstra
Ole Romeny
Ragnar Oratmangoen
Ramadhan Sananta
Yakob Sayuri

Dean James yang sempat masuk dalam daftar resmi dicoret dari skuad timnas Indonesia untuk menjalani pertandingan FIFA Series. Konfirmasi pencoretan James disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, pada Rabu.

“Jadi ini semua malam ini (para pemain timnas) datang. Kalau Dean James memang ini, kita batalkan, karena kan memang hanya 23 pemain yang bisa didaftarkan,” kata Sumardji dikutip dari Antara Kamis, 26 Maret 2026.

“Jadi karena itu yang kita panggil 24. Nah karena hanya 23 itu yang bisa didaftarkan, maka satu (pemain) kita coret,” katanya melanjutkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

AK Exhaust Performance: Spesialis Knalpot Mobil Standar hingga Racing

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bengkel knalpot AK Exhaust yang berlokasi di jalur utama Jl. Raya Soreang-Ciwidey No.179b, Karamatmulya, Kec. Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40914.

Semakin dikenal sebagai spesialis pengerjaan knalpot mobil. Fokus pada kendaraan roda empat, bengkel ini menawarkan layanan profesional mulai dari knalpot standar hingga sistem knalpot racing.

Pemilik AK Exhaust Performance, Bapak Arman, menegaskan bahwa bengkelnya berkomitmen memberikan hasil terbaik untuk setiap pelanggan, khususnya pengguna mobil yang menginginkan performa dan tampilan knalpot yang optimal.

“Kami fokus di knalpot mobil, baik standar maupun racing. Mulai dari perbaikan, penggantian, hingga custom sesuai permintaan pelanggan, semua kami kerjakan dengan teliti,” ujar Arman.

AK Exhaust Performance melayani berbagai kebutuhan seperti perbaikan knalpot bocor, peningkatan performa mesin melalui sistem exhaust yang tepat, hingga modifikasi suara agar lebih sporty namun tetap nyaman digunakan harian.

Keunggulan bengkel ini terletak pada kualitas pengerjaan yang rapi, penggunaan material yang kuat dan tahan lama, serta harga yang bersaing. Selain itu, pelanggan juga dapat berkonsultasi langsung untuk menentukan jenis knalpot yang sesuai dengan karakter mobil dan kebutuhan penggunaan.

Dengan meningkatnya tren modifikasi mobil, AK Exhaust Performance hadir sebagai solusi terpercaya bagi masyarakat di kawasan Soreang–Ciwidey dan sekitarnya.

“Kami ingin memberikan layanan terbaik dan menjadi bengkel knalpot mobil yang bisa diandalkan oleh semua kalangan,” tambah Arman.

Bagi pengguna mobil yang melintas di jalur Soreang–Ciwidey, AK Exhaust Performance menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan layanan knalpot berkualitas, baik untuk kebutuhan standar maupun racing.

Contact Person And Reservasi AK Exhaust Performance : +62 895-2111-0666.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Pohon Tumbang di Tanjakan Habibi Lumpuhkan Akses Wisata Sawarna, Listrik Padam hingga Cilograng

0

Wartain.com || Suasana dini hari yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam setelah sebuah pohon besar tumbang di kawasan Tanjakan Habibi, Kampung Talaga, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pohon dengan tinggi sekitar 15 meter dan diameter kurang lebih 20 sentimeter itu roboh dan menimpa jaringan listrik milik PLN. Akibatnya, tiang listrik mengalami kerusakan hingga patah, memicu pemadaman listrik yang meluas di sejumlah wilayah.

Seorang warga setempat, Supriadi, menuturkan bahwa kejadian berlangsung saat mayoritas warga masih tertidur lelap. Ia menyebut tumbangnya pohon tersebut menyebabkan aliran listrik terputus dari wilayah Cisolok hingga Cilograng.

“Sekitar pukul tiga dini hari pohon tumbang dan menimpa kabel listrik hingga tiangnya patah. Setelah itu listrik langsung padam dari Cisolok sampai Cilograng,” ungkapnya.

Tak hanya berdampak pada pasokan listrik, peristiwa ini juga mengganggu arus lalu lintas. Jalur utama menuju destinasi wisata Sawarna sempat tidak dapat dilalui dari kedua arah. Sejumlah kendaraan, termasuk wisatawan, terpaksa berhenti dan menunggu, bahkan ada yang memilih untuk kembali.

“Jalan menuju Sawarna sempat tertutup total, kendaraan tidak bisa lewat dari dua arah. Banyak wisatawan tertahan,” tambah Supriadi.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas dari P2BK Kecamatan Cisolok bersama aparat Polsek Cisolok, pemerintah kecamatan, dan tim dari PLN segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi pohon dan perbaikan jaringan listrik dilakukan dalam kondisi minim penerangan.

Upaya penanganan berlangsung hingga menjelang pagi. Sekitar pukul 05.06 WIB, pohon yang menghalangi jalan berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kembali normal. Namun demikian, aliran listrik di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya pulih.

Antrean kendaraan sempat terlihat mengular di sekitar lokasi sebelum akses jalan kembali dibuka. Hingga pagi hari, petugas PLN masih terus melakukan perbaikan untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah terdampak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Jumat Hari Istimewa, Momentum Menebar Kebaikan

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menyampaikan bahwa hari Jumat memiliki makna istimewa bagi umat Muslim. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan hari tersebut sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan serta mempererat kebersamaan.

Dalam pernyataannya, Budi Azhar berharap hari Jumat dapat membawa berkah bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukabumi. “Semoga hari ini membawa berkah, keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan dalam hidup kita,” ujarnya, Jumat (27/03/2026).

Menurutnya, Jumat bukan sekadar hari biasa, tetapi juga waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial. Ia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini dengan kegiatan positif, seperti beribadah, berbagi kepada sesama, dan menjaga silaturahmi.

Budi Azhar juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan demi menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera. Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di hari Jumat dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pesan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalani hari dengan penuh rasa syukur serta terus menebar manfaat bagi sesama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mengawal Asa di Meja Makan: Menakar Kesuksesan MBG di Sukabumi

0

Oleh : Yudi Suryadikrama SH. MH, Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar urusan bagi-bagi piring makanan. Di Kabupaten dan Kota Sukabumi, program ini adalah “investasi besar” untuk memutus rantai stunting dan mencetak generasi emas yang cerdas. Namun, visi mulia ini hanya akan menjadi nyata jika dibarengi dengan optimasi lapangan dan pengawasan yang tanpa celah.

Gizi Berkualitas, Ekonomi Bernapas

Tujuan utama MBG sangat jelas: memastikan anak-anak Sukabumi mendapatkan asupan gizi berkualitas agar tumbuh kembang mereka optimal. Namun, efek domino program ini jauh lebih luas. Dengan kehadiran Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di tiap wilayah, ekonomi lokal harus ikut bergerak. Pelaku UKM dan petani lokal di Sukabumi wajib menjadi rantai pasok utama bahan dapur. Jangan sampai perputaran uang yang masif ini justru lari ke luar daerah; ia harus menetap dan menghidupkan dapur-dapur warga di sekitar lokasi SPPG.

Pengawasan adalah Kunci

Potensi anggaran yang besar selalu beriringan dengan risiko penyimpangan. Di sinilah integritas Pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi diuji. Bupati dan Walikota tidak boleh hanya duduk di balik meja. Satgas MBG harus digerakkan secara masif hingga ke level desa dan kelurahan untuk memastikan setiap rupiah berubah menjadi protein di piring anak sekolah, bukan menguap karena praktik penyelewengan.

Pengawasan tidak boleh bersifat tunggal. Masyarakat sipil harus berani menjadi “mata dan telinga” di lapangan. Transparansi pengelolaan distribusi dan kualitas bahan pangan menjadi harga mati agar tidak ada ruang bagi oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan anak-anak kurang gizi.

Sinergi dan Narasi Positif

Kesuksesan MBG membutuhkan dukungan kolektif. Peran pers sangat krusial dalam memberikan edukasi dan narasi positif mengenai pentingnya gizi bagi masa depan bangsa. Dukungan masyarakat dari semua lapisan akan menjadi bahan bakar utama bagi kelancaran program ini.

Kita semua memikul tanggung jawab moral untuk mengawal program ini. Jika MBG di Sukabumi berhasil, kita tidak hanya menyelamatkan anak-anak dari stunting, tapi kita sedang membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh. Mari pastikan niat mulia Presiden Prabowo ini sampai ke meja makan anak-anak kita tanpa kurang satu apa pun.***

Editor : SRM

Perisai Sajadah di Sepertiga Malam: Menjaga Negeri dari Prahara Global

0

Oleh : Yudi Suryadikrama, Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Wartain.com || Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Di atas papan catur geopolitik, ketegangan antara poros AS-Israel melawan Iran telah melampaui batas retorika. Kita sedang berdiri di tepi jurang krisis pangan dan energi yang mencekam, bahkan bayang-bayang Perang Dunia III mulai nampak di cakrawala. Di tengah kepungan ketidakpastian ini, muncul sebuah seruan yang melampaui logika militer dan politik: Istighosah Nasional di atas Sajadah Sepertiga Malam.

Filsafat Spiritual: Kepasrahan yang Melawan

Secara filosofis, istighosah bukanlah sikap pasif atau menyerah pada nasib. Ia adalah bentuk “protes spiritual” terhadap kesombongan kekuasaan manusia yang destruktif. Ketika para pemimpin dunia mengandalkan hulu ledak nuklir, kita mengandalkan kekuatan Lā hawla walā quwwata illā billāh (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).

Sajadah di masjid, pesantren, hingga tajug-tajug terpencil di pelosok negeri menjadi titik temu antara mikro-kosmos (jiwa manusia) dengan makro-kosmos (Tuhan Pemilik Semesta). Dalam filosofi Islam, doa adalah senjata (ad-du’au silahul mu’min). Menggelar sajadah di sepertiga malam adalah cara kita mengetuk pintu Arsy agar pemilik alam semesta mengintervensi sejarah, memadamkan api peperangan, dan menurunkan rahmat-Nya bagi bumi Indonesia.

Sebagaimana firman Allah SWT:

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?” (QS. An-Naml: 62).

Nasionalisme Berketuhanan

Seruan doa ini adalah wujud nyata dari Nasionalisme Spiritual. Kita mencintai Indonesia bukan hanya karena tanahnya yang subur, tapi karena ia adalah amanah Tuhan yang harus dijaga. Nasionalisme kita tidak buta; ia berpijak pada Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Mendoakan keselamatan bangsa dari ancaman krisis pangan dan energi adalah kewajiban setiap warga negara yang beriman. Hal ini selaras dengan sunnah Rasulullah SAW yang sangat mencintai tanah airnya. Sebuah hadis mengingatkan kita akan pentingnya keamanan dan kecukupan pangan:

“Barangsiapa di antara kalian yang memasuki pagi hari dalam keadaan aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah dianugerahkan kepadanya.” (HR. Tirmidzi).

Mengetuk Pintu Langit demi Kedaulatan

Saat krisis energi dan pangan mengancam akibat konflik luar negeri, kemandirian batin harus diperkuat. Istighosah di majelis taklim dan mushola-mushola adalah gerakan akar rumput untuk memohon agar Indonesia dijauhkan dari kelaparan dan kekacauan.

Kita memohon kepada Allah, Al-Malik (Sang Penguasa), agar para pemimpin bangsa diberi hikmah untuk menjaga kedaulatan di tengah gencatan senjata dunia. Kita memohon agar rakyat kecil tidak menjadi korban dari kerakusan kekuasaan global.

Kesimpulan

Mari jadikan setiap sepertiga malam sebagai benteng pertahanan gaib bagi Indonesia. Di atas sajadah, kita satukan frekuensi spiritual: memohon perlindungan dari kehancuran Perang Dunia III dan meminta keberkahan pangan serta energi bagi setiap piring nasi dan lampu di rumah-rumah rakyat. Karena ketika jalur diplomasi manusia menemui jalan buntu, jalur doa adalah jalan keluar yang tak terbatas.

Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. ***

Editor : AS

Kesaksian Lukman, Sopir Truk LPG yang Terbakar di Citarik: Dikejar Pemotor yang Beri Tahu Ada Api

0

Wartain.com || Insiden kebakaran hebat menghanguskan satu unit truk Colt Diesel bermuatan ratusan tabung gas LPG 3 kg di kawasan Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (26/3/2026) pukul 17.00 WIB. Truk bernomor polisi F 8597 QL tersebut ludes dilalap si jago merah saat sedang menempuh perjalanan menuju pangkalan di Cidadap, Simpenan.

Peristiwa bermula saat truk milik SPBE KOSAN – PT. Energi Berkat Cemerlangyang dikemudikan oleh Lukman (warga Cibadak) bersama kernetnya, Ujang (warga Cipetir, Cikidang), berangkat dari Kebun Rabu, Cibadak, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat melintasi jalur Cibarengkok sekitar pukul 17.00 WIB, seorang pengendara sepeda motor tiba-tiba mengejar truk dan memberitahu adanya kobaran api di bagian muatan.

“Saya lagi jalan, tiba-tiba dikejar motor yang ngasih tahu ada api. Saya langsung berhenti spontan untuk cek,” ujar Lukman saat memberikan keterangan.

Sopir mengaku sempat berusaha memadamkan api dengan mengambil air seadanya. Meski kendaraan telah dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Lukman menyebut kondisi api yang sudah terlanjur besar dan rasa panik membuatnya tidak sempat menggunakan alat tersebut.

“APAR ada di mobil, tapi karena api sudah besar tidak keburu. Saya panik, jadi langsung coba cari air untuk nyiram. Kemungkinan besar kebakaran ada gas yang bocor,” tambahnya.

Melihat kobaran api yang kian mengganas dan membahayakan, sopir kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Api baru berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Mengingat muatan yang sangat mudah terbakar, petugas juga memanfaatkan air dari kolam ikan milik warga sekitar yang disedot menggunakan mesin genset untuk mempercepat proses pendinginan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat hangusnya kendaraan beserta seluruh muatan tabung gas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dari Geng Motor ke Prestasi, Remaja Sukabumi Temukan Jalan Baru di Momen Idulfitri

0

Wartain.com || Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah menjadi titik balik bagi sejumlah remaja di Kota Sukabumi untuk memperbaiki diri. Mereka yang sebelumnya terlibat dalam pergaulan negatif, seperti geng motor, kini mulai menata masa depan dengan kegiatan yang lebih positif, bahkan berhasil menorehkan prestasi.

Kisah perubahan itu mengemuka dalam kegiatan halalbihalal yang dihadiri Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, di Sekretariat Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP), Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Rabu (25/3/2026).

Dalam sambutannya, Kapolres mengajak para remaja memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai awal untuk meninggalkan perilaku menyimpang dan beralih ke aktivitas yang lebih bermanfaat.

“Idulfitri harus menjadi momen untuk berubah menjadi lebih baik. Kami mengimbau para remaja agar tidak lagi terlibat geng motor maupun kegiatan yang melanggar hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian tetap akan bersikap tegas terhadap tindak kriminalitas jalanan. Namun demikian, pendekatan pembinaan dan pendampingan juga terus didorong sebagai solusi jangka panjang dalam membina generasi muda.

“Selain penindakan, kami juga mendukung upaya pembinaan seperti yang dilakukan oleh RIAP. Ini penting untuk mengarahkan anak-anak muda agar tidak terjerumus ke hal negatif,” katanya.

Di sisi lain, Founder RIAP, Dadang Kuswandi, menjelaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya aktif merangkul remaja dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang pernah terlibat geng motor maupun penyalahgunaan narkoba.

Melalui pendekatan yang humanis serta pengembangan minat dan bakat, para remaja tersebut perlahan mampu mengubah arah hidupnya.

“Banyak yang dulu terlibat geng motor, sekarang sudah berubah. Bahkan ada yang jadi atlet dan berprestasi. Mereka sebenarnya punya potensi, hanya perlu dibimbing,” ungkap Dadang.

Perubahan ini menjadi gambaran bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkembang secara positif.

Kegiatan halalbihalal tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama antara kepolisian, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuhnya generasi muda yang lebih baik di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Arus Balik Mulai Landai, Satlantas Sukabumi Kota Fokus Amankan Jalur Wisata

0

Wartain.com || Memasuki hari ketiga pascalibur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah, tren mobilitas masyarakat di wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya mulai menunjukkan penurunan pada Kamis (26/03/2026)

Kendati demikian, aparat kepolisian tetap menjaga kesiapsiagaan penuh, khususnya di sejumlah destinasi wisata yang masih berpotensi dipadati pengunjung.

Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota kini mengalihkan prioritas pengamanan ke jalur-jalur wisata unggulan, seperti kawasan Selabintana di Kecamatan Sukabumi, Goalpara di Kecamatan Sukaraja, serta Situ Gunung di Kecamatan Kadudampit. Ketiga lokasi tersebut diprediksi masih menjadi magnet bagi wisatawan di sisa masa libur.

Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Harefa, mengungkapkan bahwa berkurangnya volume kendaraan mengindikasikan sebagian besar pemudik telah kembali ke daerah asalnya. Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kunjungan wisata, terutama menjelang akhir pekan.

“Pengamanan tetap kami optimalkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), dengan intensitas yang hampir setara Operasi Ketupat, sesuai arahan Kapolda Jawa Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haga menjelaskan bahwa tantangan di jalur wisata saat ini lebih dipengaruhi oleh keterbatasan lebar jalan serta ketidaktertiban pengunjung dalam memarkir kendaraan. Untuk mengatasi potensi kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus di kawasan Cibolang menuju Jalur Lingkar Selatan sebelum kembali ke Jalan Raya Sukabumi.

Selain itu, pemantauan arus kendaraan terus dilakukan secara berkala guna merespons cepat apabila terjadi peningkatan volume lalu lintas secara tiba-tiba. Meskipun jumlah wisatawan mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, langkah antisipatif tetap disiapkan.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang masih menikmati libur maupun yang sedang dalam perjalanan kembali dapat merasakan keamanan dan kelancaran selama di jalan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Keutamaan Puasa Syawal, Menyempurnakan Ibadah Ramadan dengan Pahala Setahun

0

Wartain.com || Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah ini dikenal sebagai puasa Syawal dan memiliki keutamaan yang besar dalam ajaran Islam.

Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal, setelah Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaannya tidak harus dilakukan secara berturut-turut, melainkan dapat dikerjakan secara terpisah selama masih berada di bulan Syawal.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini menjadikan puasa Syawal sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Selain itu, puasa Syawal juga dipandang sebagai bentuk penyempurnaan ibadah Ramadan. Ibadah sunnah ini menjadi salah satu cara untuk menjaga konsistensi dalam beribadah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Di tengah suasana pasca-Lebaran, puasa Syawal juga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk kembali menata pola hidup yang lebih sehat dan disiplin, setelah sebelumnya menikmati berbagai hidangan khas Idul Fitri.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan bulan Syawal dengan memperbanyak amalan, termasuk menjalankan puasa sunnah enam hari sebagai bentuk peningkatan kualitas ibadah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)