26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 193

Puasa Syawal Dimulai 22 Maret 2026, Kapan Berakhirnya

0

Wartain.com || Umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Syawal dapat mulai menjalankannya pada Minggu, 22 Maret 2026, apabila Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan selama enam hari setelah Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan pada tanggal 1 Syawal karena bertepatan dengan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.

Dengan demikian, hari pertama puasa Syawal dimulai pada 2 Syawal atau sehari setelah Idul Fitri. Dalam perhitungan kalender Masehi, periode puasa Syawal tahun ini berlangsung mulai 22 Maret hingga sekitar 20 April 2026, menyesuaikan panjang bulan Syawal.

Dalam praktiknya, umat Islam diberikan kelonggaran dalam menjalankan puasa ini. Enam hari puasa dapat dilakukan secara berturut-turut, misalnya mulai 22 hingga 27 Maret 2026. Selain itu, puasa juga bisa dilaksanakan secara terpisah selama masih berada dalam rentang bulan Syawal.

Mengacu pada pandangan Nahdlatul Ulama (NU), penentuan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal, didasarkan pada metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan. Oleh karena itu, tanggal pelaksanaan dapat menyesuaikan hasil rukyat yang dilakukan oleh otoritas terkait.

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang besar. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama setahun penuh.

Dengan datangnya bulan Syawal, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah serta menjaga konsistensi amal setelah Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dua Wajah Ketuhanan dalam Diri Insan Kamil: Sintesis Jalaliyah dan Jamaliyah dalam Tauhid Ma’rifatullah

0
Oplus_0

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Dalam perjalanan Ma’rifatullah, seorang salik tidak hanya mengenal Allah sebagai konsep ketuhanan yang jauh dan abstrak, melainkan sebagai Realitas Hidup yang menampakkan diri-Nya dalam dua wajah agung: Jalaliyah (Keagungan) dan Jamaliyah (Keindahan). Kedua sifat ini bukanlah dualitas yang terpisah, melainkan kesatuan yang saling melengkapi dalam tajalli Ilahi.

Jalaliyah adalah manifestasi keperkasaan, ketegasan, keadilan, dan kekuatan Allah. Ia mengguncang hati, menundukkan ego, dan menghancurkan kesombongan manusia. Sementara Jamaliyah adalah pancaran kasih sayang, kelembutan, cinta, dan keindahan yang menenangkan jiwa serta menarik hati menuju kedekatan Ilahi. Dalam Ma’rifatullah, seorang hamba tidak boleh berhenti pada salah satu sisi saja, sebab kehilangan salah satunya berarti kehilangan keseimbangan dalam mengenal Allah.

Insan Kamil adalah cermin sempurna dari kedua sifat ini. Ia tegas namun penuh kasih, kuat namun lembut, adil namun penuh ampunan. Dalam tradisi irfan, baik dalam khazanah Sunni maupun Syiah, para pewaris cahaya kenabian menampakkan keseimbangan ini dalam kehidupan mereka.

Dalam lintasan Ahlul Bait, kita melihat pola tajalli tersebut sebagai pendidikan ruhani bagi umat. Sayyidah Fatimah Az-Zahra memancarkan Jamaliyah—kesucian, kasih, dan kelembutan ruhani yang menjadi rahim spiritual bagi umat. Sementara Imam Ali bin Abi Thalib menampakkan Jalaliyah—ketegasan dalam kebenaran, keberanian dalam keadilan, dan kekuatan dalam menghadapi kebatilan.

Pola ini terus berlanjut sebagai dialektika Ilahi yang hidup: Imam Hasan sebagai wajah Jamaliyah dengan jalan damai dan rekonsiliasi, dan Imam Husain sebagai Jalaliyah dengan pengorbanan agung di Karbala yang mengguncang sejarah.

Begitu pula para imam berikutnya yang menampilkan keseimbangan antara kelembutan hikmah dan ketegasan prinsip dalam berbagai situasi zaman.

Namun hakikat terdalam dari semua ini bukan sekadar sejarah atau identitas mazhab, melainkan petunjuk jalan bagi manusia untuk menemukan dirinya. Setiap manusia sejatinya dipanggil untuk menjadi cermin dua sifat ini dalam dirinya. Ketika seseorang hanya mengedepankan Jalaliyah tanpa Jamaliyah, ia menjadi keras dan jauh dari rahmat. Sebaliknya, jika hanya Jamaliyah tanpa Jalaliyah, ia menjadi lemah dan kehilangan ketegasan dalam kebenaran.

Ma’rifatullah mengajarkan keseimbangan: mengenal Allah dalam keagungan-Nya hingga tunduk, dan dalam keindahan-Nya hingga cinta. Dari sinilah lahir tauhid yang hidup—bukan sekadar ucapan, tetapi realitas yang menjelma dalam akhlak dan tindakan.

Maka sangat merugi manusia yang tidak mampu melihat kedua wajah ini dalam hidupnya. Sebab mengenal Allah tanpa mengikuti tajalli-Nya dalam diri adalah kehilangan inti dari perjalanan itu sendiri.
Wallahu a’lam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Debut Manis John Herdman, Brace Beckham Putra Bawa Indonesia Melaju ke Final FIFA Series

0

Wartain.com || Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil memetik kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam laga semifinal FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Jumat (27/3/2026) malam. Kemenangan meyakinkan ini sekaligus menjadi debut manis bagi pelatih anyar Skuad Garuda, John Herdman, di hadapan puluhan ribu suporter fanatik tanah air.

Dominasi Indonesia sudah terlihat sejak peluit pertama dibunyikan. Beckham Putra Nugraha menjadi bintang lapangan pada babak pertama dengan memborong dua gol. Gol pembuka tercipta pada menit ke-15 setelah Beckham berhasil mengecoh barisan pertahanan lawan, disusul gol kedua pada menit ke-25 yang memanfaatkan umpan matang dari Ole Romeny. Keunggulan 2-0 ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Indonesia tidak menurun meski pelatih melakukan sejumlah rotasi pemain. Pada menit ke-53, giliran Ole ter Haar Romeny yang mencatatkan namanya di papan skor melalui skema sepak pojok yang memanfaatkan kemelut di kotak pinalti, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Efektivitas serangan Indonesia terlihat jelas dari statistik.
pertandingan yang mencatatkan 10 tembakan tepat sasaran berbanding nol milik tim tamu.

Pesta gol Indonesia ditutup oleh pemain pengganti, Mauro Zijlstra. Baru masuk menggantikan Ramadhan Sananta di menit ke-72, Zijlstra hanya butuh tiga menit untuk menggetarkan jala gawang lawan pada menit ke-75. Gol tersebut mengunci kemenangan Skuad Garuda menjadi 4-0 dan memastikan dominasi total Indonesia atas tim peringkat 154 FIFA tersebut.

Secara teknis, Indonesia unggul segalanya dengan penguasaan bola mencapai 61%. Lini pertahanan yang dikawal Jay Idzes dan Jordi Amat (sebelum diganti) tampil sangat solid, membuat Saint Kitts and Nevis kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu melepaskan satu tembakan melenceng sepanjang laga. Koordinasi antar lini yang diperagakan punggawa Garuda menunjukkan progres positif di bawah kepemimpinan staf pelatih baru.

Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan melangkah ke babak final FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada Senin (30/3/2026) mendatang di lokasi yang sama. Skuad Garuda dijadwalkan akan menantang Bulgaria yang sebelumnya menang besar atas Kepulauan Solomon, guna memperebutkan gelar juara dalam turnamen persahabatan internasional ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Perbaikan Jalan di Kota Sukabumi Masih Bertahap, DPUTR Fokus Tambal Sulam

0

Wartain.com || Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi mulai melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan rusak, di antaranya Jalan Cipelang Leutik dan Jalan Nangela. Perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Sukabumi, Barlian Hadi, menjelaskan bahwa saat ini penanganan masih bersifat sementara dengan metode patching atau penambalan pada titik-titik kerusakan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran di awal tahun menjadi salah satu alasan belum maksimalnya perbaikan jalan yang dilakukan.

“Karena masih awal tahun, anggaran belum sepenuhnya tersedia. Nanti setelah anggaran turun, perbaikan jalan lainnya akan kita lanjutkan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Selain faktor anggaran, kondisi cuaca juga turut menjadi kendala dalam proses perbaikan di lapangan. Curah hujan yang cukup tinggi membuat pekerjaan tidak bisa dilakukan secara optimal.

Barlian menambahkan, pihaknya juga telah melakukan perbaikan ringan di beberapa titik Jalan Merbabu. Namun, untuk penanganan secara menyeluruh, DPUTR tengah berupaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dapat memperoleh dukungan anggaran melalui bantuan keuangan.

“Kami berharap penanganan Jalan Merbabu bisa dibantu oleh provinsi, karena membutuhkan anggaran besar agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.

Selain itu, DPUTR juga berupaya mencari alternatif pembiayaan melalui pergeseran anggaran agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

Ke depan, perbaikan juga direncanakan akan menyasar Jalan Ciaul Pasir, khususnya di titik-titik rawan kerusakan seperti di sekitar sekolah dasar hingga area tikungan menuju Dinas Tenaga Kerja.

Meski beberapa titik sudah dilakukan penambalan, kerusakan kerap kembali muncul akibat tingginya curah hujan serta kondisi drainase yang tersumbat, sehingga air melimpas ke badan jalan.

Untuk itu, DPUTR mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saluran air dapat berfungsi dengan baik dan tidak memperparah kerusakan jalan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Libur Lebaran 1447 H, Kunjungan Wisata di Kota Sukabumi Meningkat Tajam

0

Wartain.com || Lonjakan signifikan terjadi pada jumlah wisatawan yang mengunjungi sejumlah destinasi di Kota Sukabumi selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang pulang kampung saat libur lebaran.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menyebut fenomena mudik menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kunjungan wisata.

“Momentum lebaran membuat banyak warga yang biasanya tinggal di luar kota kembali ke Sukabumi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah pengunjung di berbagai objek wisata,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurut Rahmat, peningkatan kunjungan tersebut turut memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi di daerah. Aktivitas wisata yang dilakukan pengunjung, mulai dari berbelanja hingga menginap, ikut mendorong sektor usaha lokal.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah berperan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama periode libur lebaran, sehingga Kota Sukabumi tetap kondusif bagi wisatawan.

“Situasi yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor penting yang membuat wisatawan betah berkunjung,” katanya.

Meski demikian, Disporapar masih menunggu rekapitulasi data resmi dari para pengelola destinasi wisata. Namun, berdasarkan laporan sementara, sejumlah objek wisata mengalami lonjakan pengunjung yang cukup drastis, bahkan mencapai hingga sepuluh kali lipat dibanding hari biasa.

Rahmat menilai, tren ini menunjukkan bahwa momen lebaran memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PAD Pariwisata Sukabumi Tembus Rp128 Juta Saat Libur Lebaran, Sistem Kawasan Jadi Sorotan

0

Wartain.com || Momentum libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Selama periode 18 hingga 27 Maret 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari enam destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah tercatat mencapai Rp128 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa pendapatan tersebut berasal dari sejumlah objek wisata unggulan, yakni Geyser Cipanas Cisolok, Pantai Minajaya, Curug Sodong, Curug Cikaso, Pondok Halimun, dan Curug Cinumpang.

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam pengelolaan destinasi wisata di Sukabumi adalah belum diterapkannya sistem pengelolaan berbasis kawasan. Hal ini berdampak pada belum optimalnya pendataan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Ia mencontohkan daerah lain seperti Pangandaran yang telah menerapkan sistem satu pintu masuk (toll gate) untuk beberapa destinasi sekaligus. Dengan sistem tersebut, pengunjung cukup membayar satu kali tiket untuk mengakses beberapa lokasi wisata, sehingga data kunjungan dapat tercatat secara real-time dan lebih akurat.

“Satu toll gate bisa menghubungkan beberapa pantai sekaligus seperti Pantai Hiu dan Pantai Pangandaran dengan satu tarif, misalnya Rp20.000. Sistem ini membuat pendataan jumlah wisatawan menjadi real-time dan akurat,” ujarnya, Jumat (27/03/2026).

Dalam upaya meningkatkan minat kunjungan, Dinas Pariwisata juga memberlakukan potongan harga tiket masuk hingga 50 persen selama periode libur, dengan tarif menjadi Rp6.000 per orang. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati Sukabumi Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas, serta sebagai langkah awal penerapan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Namun demikian, di lapangan masih ditemukan transaksi tunai akibat kendala teknis, seperti jaringan yang belum stabil. Selain itu, lonjakan pengunjung juga sempat memicu antrean panjang di sejumlah titik masuk wisata.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, puncak kunjungan terjadi pada 23 hingga 26 Maret 2026 dengan total 25.664 wisatawan. Dari jumlah tersebut, pendapatan kotor mencapai Rp153,9 juta, dengan rincian Rp128 juta masuk ke kas daerah dan Rp25,6 juta dialokasikan untuk asuransi pengunjung.

Dari sisi jumlah pengunjung, Geyser Cipanas Cisolok menjadi destinasi terfavorit dengan 8.130 wisatawan dan kontribusi pendapatan sekitar Rp48,7 juta. Diikuti Pantai Minajaya dengan 5.902 pengunjung, serta Curug Cikaso sebanyak 4.119 wisatawan. Sementara itu, Pondok Halimun, Curug Sodong, dan Curug Cinumpang mencatat jumlah kunjungan yang relatif stabil sepanjang periode libur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lima Rumah Terbakar di Warnasari Sukabumi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

0

Wartain.com || Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Selaawi RT 17 RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (27/3/2026) siang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.55 WIB saat cuaca dalam kondisi cerah.

Api pertama kali diketahui muncul dari lantai atas rumah milik Uu Nurhayati. Saat kejadian, seluruh penghuni rumah tengah berada di lantai bawah. Kepanikan terjadi ketika percikan api tiba-tiba terlihat dan dengan cepat membesar.

Kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta model rumah panggung membuat api dengan mudah menjalar ke seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, kobaran api semakin membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya yang berdempetan.

Wakil Komandan Posko VI Damkar Cisaat, Dudi Darmawidi, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di bagian atas rumah.

“Awalnya dari korsleting listrik di atas, muncul percikan api, lalu merembet dengan cepat. Kondisi bangunan yang sudah tua dan berbahan kayu juga mempercepat penyebaran api,” ujarnya.

Untuk memadamkan api, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua unit dari Sektor VI Cisaat, satu unit dari Sektor Sukaraja, serta dua unit dari Damkar Kota Sukabumi.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi berada di gang sempit dan kawasan padat penduduk. Petugas terpaksa melakukan penyemprotan dari beberapa titik untuk mengendalikan api.

“Penanganan cukup sulit karena akses jalan sempit. Kami membagi tim untuk memadamkan dari beberapa arah agar api tidak terus meluas,” jelas Dudi.

Akibat kejadian tersebut, empat unit rumah dilaporkan hangus terbakar hingga 100 persen, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 20 persen.

Meski kerugian materi cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sebanyak 18 jiwa dari 7 kepala keluarga terdampak dan kini mengungsi ke rumah kerabat.

Petugas mencatat luas area terdampak kebakaran mencapai sekitar 180 meter persegi, dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp300 juta.

Setelah upaya pemadaman yang berlangsung selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.00 WIB berkat kerja sama petugas dan warga setempat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kapolres Sukabumi Kota Salurkan Bantuan, Pastikan Penanganan Pascakebakaran Berjalan

0

Wartain.com || Pasca kebakaran yang melanda permukiman warga di Kampung Selaawi RT 17/04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, jajaran kepolisian bergerak cepat memberikan bantuan kepada para korban, Jumat (27/3/2026) sore.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, turun langsung menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak sekitar pukul 17.00 WIB. Bantuan tersebut diberikan kepada empat kepala keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran hebat pada siang harinya.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres juga memastikan penanganan pascakebakaran terus dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, guna membantu pemulihan kondisi warga.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak,” ujar Sentot.

Ia menegaskan, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi warga yang tengah mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik di rumah.

“Kami mengimbau agar masyarakat rutin memeriksa kondisi jaringan listrik guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Wawan Kurniawan (48), mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh jajaran kepolisian.

“Terima kasih kepada bapak Kapolres dan jajarannya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang mengalami musibah,” ucapnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Jumat siang tersebut menghanguskan empat unit rumah warga dan berdampak pada sejumlah keluarga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Sukabumi: MTA Jadi Motor Penggerak Peningkatan Kinerja dan Akhlak ASN

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa Majlis Ta’lim Aparatur (MTA) memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kinerja serta pembinaan akhlak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat menghadiri kegiatan Pembekalan Pemateri MTA Kabupaten Sukabumi Periode 2025–2030 yang digelar di Pendopo Sukabumi, Jumat (27/03).

Dalam sambutannya, Sekda memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan MTA yang turut melibatkan peran aktif para ustaz dan ustazah dari berbagai perangkat daerah. Menurutnya, kehadiran MTA bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin, melainkan menjadi wadah pembinaan karakter ASN secara menyeluruh.

“MTA ini harus menjadi motor penggerak dalam membentuk ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Para pemateri diharapkan mampu menjadi teladan, bukan hanya menyampaikan materi,” tegasnya.

Sekda menyebutkan, dengan jumlah ASN yang mencapai lebih dari 20 ribu orang, diperlukan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan dalam pembinaan mental dan spiritual aparatur. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat implementasi program MTA melalui sistem monitoring dan evaluasi yang mulai diterapkan pada April mendatang.

“Kami akan memastikan setiap perangkat daerah aktif menyelenggarakan MTA. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap kegiatan pembekalan ini mampu menyamakan visi seluruh pemateri sehingga dapat menjalankan tugasnya secara optimal di masing-masing instansi.

“Melalui pembekalan ini, kami ingin seluruh pemateri memiliki arah yang sama dalam membina ASN, sehingga mampu meningkatkan kedisiplinan, etos kerja, dan integritas aparatur di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Dengan penguatan peran MTA, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis dapat mewujudkan aparatur yang berkarakter, profesional, serta mendukung terwujudnya visi daerah yang religius dan berkinerja tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Konflik Timur Tengah Terus Berlangsung, Menkeu Purbaya: Tak Ganggu APBN

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh perang Iran versus Israel-Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu keuangan negara.

Ia menyebut, pemerintah memiliki keleluasaan anggaran jika harga minyak lebih tinggi dari 80 dolar AS per barrel.

“Kan channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah ke 80 (dolar AS per barrel), saya hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tidak masalah,” kata Purbaya, Jumat 27/03/2026.

Ia pun mengaku tidak khawatir akan potensi kenaikan harga minyak mentah itu.

Purbaya akan memaksimalkan pendapatan negara dengan mencegah kebocoran dalam pengumpulan pajak dan cukai, sehingga tekanan terhadap defisit akibat kenaikan harga minyak bisa diredam.

“Pengumpulan pajak kita dan cukai enggak ada yang bocor. Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” beber dia.

Dengan asumsi itu, ia yakin dapat mengendalikan defisit. Terlebih, jika permintaan domestik dapat dijaga, yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.

“Kita masih bisa atur enggak masalah. Kalaupun globalnya di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi kita juga masih bisa survive,” tandas Purbaya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)