Wartain.com || Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh perang Iran versus Israel-Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu keuangan negara.
Ia menyebut, pemerintah memiliki keleluasaan anggaran jika harga minyak lebih tinggi dari 80 dolar AS per barrel.
“Kan channel-nya melalui ekspor ataupun harga minyak. Harga minyak sudah ke 80 (dolar AS per barrel), saya hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tidak masalah,” kata Purbaya, Jumat 27/03/2026.
Ia pun mengaku tidak khawatir akan potensi kenaikan harga minyak mentah itu.
Purbaya akan memaksimalkan pendapatan negara dengan mencegah kebocoran dalam pengumpulan pajak dan cukai, sehingga tekanan terhadap defisit akibat kenaikan harga minyak bisa diredam.
“Pengumpulan pajak kita dan cukai enggak ada yang bocor. Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” beber dia.
Dengan asumsi itu, ia yakin dapat mengendalikan defisit. Terlebih, jika permintaan domestik dapat dijaga, yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.
“Kita masih bisa atur enggak masalah. Kalaupun globalnya di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi kita juga masih bisa survive,” tandas Purbaya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
