26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 197

Harga Minyak Dunia Kembali Melambung ke Level USD 104

0

Wartain.com || Harga minyak mentah dunia kembali menguat tajam pada perdagangan Rabu (25/3/2026), memulihkan sebagian besar kerugian dari sesi sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh keraguan para pelaku pasar energi terhadap klaim Presiden AS Donald Trump mengenai kemajuan perdamaian dengan Iran, menyusul bantahan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Teheran.

Berdasarkan data ekonomi terbaru dari CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei melonjak lebih dari 4% hingga menyentuh level USD 104,49 per barel. Sejalan dengan itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman yang sama juga ditutup menguat di level USD 92,35 per barel.

Pemulihan harga ini merupakan respons balik atas volatilitas ekstrem yang terjadi sejak awal pekan. Sebelumnya, harga Brent sempat merosot tajam hingga 11% ke level USD 99 per barel akibat sentimen optimisme dari Gedung Putih.
Gejolak pasar bermula dari unggahan Presiden Donald Trump di platform Truth Social pada Senin lalu. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim adanya terobosan diplomatik besar.

“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, selama dua hari terakhir, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian penuh dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah.”

Trump juga menambahkan bahwa dirinya telah memberikan instruksi militer khusus.

“Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.”

Namun, optimisme pasar saham yang sempat melonjak segera meredup setelah pihak Iran membantah adanya negosiasi apa pun dengan Washington. Ekonom Senior Interactive Brokers, José Torres, menilai pasar kini lebih bersikap realistis terhadap risiko perang yang berkepanjangan.

“Terlepas dari euforia di Wall Street, hadirin sekalian, harga minyak jauh di atas titik terendahnya setelah Teheran membantah melakukan negosiasi apa pun dengan Washington pada akhir pekan,” ujar Torres.

Ketegangan di wilayah Timur Tengah tetap menjadi faktor dominan yang membayangi stabilitas pasokan energi dunia. Perhatian utama tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang melayani sekitar 20% pasokan minyak global melalui laut.

Torres memperingatkan bahwa serangan berulang pada infrastruktur energi penting di kawasan tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan kapasitas produksi yang permanen.

Meski media pemerintah Iran menyebutkan akan mengizinkan transit aman bagi kapal tertentu, para analis memprediksi biaya energi akan tetap bertahan di level tinggi, melampaui angka awal tahun, selama belum ada kesepakatan diplomatik yang konkret dan diakui oleh kedua belah pihak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Penyapu Koin di Jembatan Sewo Jadi Korban Tabrakan, Imbauan Gubernur Tak Digubris

0

Wartain.com || Tradisi menyapu koin di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu–Subang, kembali memicu insiden kecelakaan di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026. Seorang pria yang tengah mengais koin di jalur tersebut mengalami luka-luka setelah tertabrak kendaraan yang kehilangan kendali.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB di Jalur Pantura, Desa Sukra. Sebuah mobil Isuzu bernomor polisi B 7764 BDA yang dikemudikan Kusnaedi (32), warga Kabupaten Bogor, awalnya melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Namun di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tersenggol mobil lain dari sisi kiri hingga oleng ke arah kanan.

Dalam kondisi tak terkendali, mobil kemudian menabrak Said (42), seorang penyapu koin yang saat itu berada di atas trotoar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian pelipis dan kaki, lalu segera dilarikan ke RS Mitra Plumbon Patrol untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan penyapu koin musiman asal Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu, yang memanfaatkan momentum arus mudik untuk mencari penghasilan dari koin yang dilempar pengendara.

“Iya benar, penyapu koin tertabrak kendaraan yang alami kecelakaan,” ujar Andi, Rabu (25/3/2026).

Sentara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah dan telah diamankan di Mapolsek Sukra sebagai barang bukti. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kendaraan lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Meski sebelumnya telah ada imbauan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar aktivitas menyapu koin dihentikan karena berbahaya dan mengganggu lalu lintas, praktik tersebut masih terus berlangsung. Petugas kepolisian pun mengaku rutin melakukan penertiban, namun para pelaku kerap kembali beraktivitas saat situasi lengang.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan bahwa aktivitas menyapu koin di jalur padat kendaraan sangat berisiko tinggi, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Halal Bihalal, Bupati Asjap: Perkuat Komitmen Pelayanan dan Orientasi Kerja untuk  Masyarakat

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sukabumi untuk kembali memperkuat komitmen pelayanan publik dan menjaga profesionalisme dalam bekerja. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi dan Halal Bihalal 1447 H/2026 M lingkup ASN Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Halaman Parkir Setda, Rabu (25/3/2026).

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya orientasi kerja yang berpihak pada masyarakat, sekaligus mengingatkan agar ASN tidak terlibat dalam persoalan yang tidak relevan dengan tugas pokok.

“Kita bekerja sesuai tugas kita. Sebagai ASN, kita harus menjalankan fungsi birokrasi dengan baik. Fokus pada pelayanan masyarakat, hindari hal-hal yang tidak perlu terkait hubungan dengan atasan,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat tata kelola melalui seleksi pejabat yang objektif dan berkelanjutan.

“Tahun ke tahun kami melakukan seleksi pejabat. Kami mencari orang-orang yang punya komitmen kuat untuk mendukung Sukabumi Mubarakah. Setiap bulan bahkan setiap tahun kami evaluasi siapa yang layak menduduki jabatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan motivasi kepada pejabat eselon 3 dan 4 agar siap meningkatkan kapasitas diri serta berkompetisi secara sehat ketika ada peluang jabatan.

“Ketika ada peluang, silakan bersaing secara profesional. Tunjukkan jati diri sebagai ASN yang berintegritas,” kata Bupati.

Ia turut menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh ASN yang telah bekerja bersama selama setahun terakhir.

“Saya bersama Wakil Bupati tidak dapat berjalan sendiri. Terima kasih atas kerja keras semuanya. Mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan,” ungkapnya.

Di hadapan ASN, Bupati juga mengumumkan agenda penting dalam waktu dekat, yakni pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di wilayah Kecamatan Palabuhanratu.

“Kita akan melaksanakan peletakan batu pertama di Kampung Gempol. Sekitar 100 rumah akan dibangun di Kecamatan Palabuhanratu. Mudah-mudahan diberi kelancaran agar penyintas bencana segera merasakan tempat yang aman,” jelasnya.

Bupati menyebut rencana pembangunan Kampung bencana yang dinamai kampung Mubarakah tersebut sebagai upaya menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak dan terpadu bagi warga.

“Mudah mudahan semua diberi kelancaran, agar saudara penyintas bencana dapat segera merasakan tempat yang aman,” tandasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

H+4 Lebaran 1447 H, Sejumlah Titik Jalan Arteri Parungkuda-Cibadak Terpantau Lenggang 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kondisi pemudik dan wisatawan yang sudah banyak yang kembali ke wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, mengakibatkan sejumlah ruas dan titik sepanjang jalan arteri Parungkuda-Cibadak di Jalan Nasional III sudah kelihatan lenggang, pada Rabu pagi hingga siang 25/032/2026.

Hal ini menyebabkan kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Nasional III tersebut terpantau ramai lancar,  utamanya mulai dari exit tol Parungkuda, Simpang Cikidang, Simpang Nagrak, Pasar Cibadak dan Simpang Ratu, lebih kondusif dari hiruk pikuk kemacetan dibandingkan 2-3 hari sebelumnya, yang terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Berdasarkan pantauan CCTV Dishub Kabupaten Sukabumi di Pasar Cibadak hingga Simpang Ratu pada Pukul 11.00 WIB, lalu lintas dari kedua arah terpantau ramai lancar tanpa adanya kepadatan yang terjadi.

Walaupun, banyak angkutan umum yang sempat berhenti operasi pada tanggal 23-24 Maret 2026, kini sudah mulai melakukan aktifitas seperti biasanya untuk semua jalur trayek yang ada di wilayah Cibadak.

Selanjutnya, berdasarkan pantauan CCTV yang berada di kawasan exit Tol Parungkuda  Slipi, arus lalu lintas baim yang keluar maupun masuk gerbang tol terpantau lancar tanpa adanya kepadatan. Sama halnya dengan arah lalu lintas dari Parungkuda lewat jalur arteri terlihat lancar dilalui oleh beberapa kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Bagi pemudik ataupun wisatawan yang akan melakukan perjalanan balik ke daerah Jabodetabek, disarankan pada jam seperti ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan akses web resmi Dishub Kabupaten Sukabumi berikut ini.

https://cctv-dishub.sukabumikab.go.id/?fbclid=IwdGRjcAQsn5BjbGNrBCyfZmV4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHvKzLxZl48L_HNpG2I6Asj4oBCCa-OgISonfLULCNlalgjs60cmFQTSyOF2P_aem_xYd4SbcjpkS03T4QMvQKxQ.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cekcok Saat Beli Miras Berujung Tragis, Korban Penusukan di Sukabumi Meninggal Dunia

0

Wartain.com || Kasus penusukan yang dipicu perselisihan saat transaksi minuman keras di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, berakhir tragis. Korban yang sebelumnya dalam kondisi kritis akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Humas RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha, menjelaskan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Minggu malam (23/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi sangat memprihatinkan.

“Datang sekitar pukul 23.00 WIB kemarin malam tanggal 23 Maret 2026. Kondisi saat datang sudah tampak sakit berat, sudah mengalami penurunan kesadaran, dan tampak tanda-tanda syok,” kata dr. Irfan, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, saat pertama kali ditangani, korban sudah mengalami penurunan kesadaran dan menunjukkan gejala syok akibat luka serius yang diderita.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami sejumlah luka parah di beberapa bagian tubuh. Luka paling fatal berada di bagian perut hingga menyebabkan organ usus keluar, sementara luka lainnya ditemukan di bagian dada kiri serta pelipis.

Tim medis, lanjut dr. Irfan, langsung melakukan penanganan cepat setibanya korban di IGD. Berbagai tindakan darurat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa korban, mulai dari pemasangan infus, pemberian oksigen, hingga upaya stabilisasi menggunakan ventilator.

Meski sempat direncanakan untuk menjalani operasi oleh dokter spesialis bedah, kondisi korban terus memburuk dan akhirnya tidak tertolong sebelum tindakan lanjutan dapat dilakukan.

Pihak rumah sakit menyebut belum dapat memastikan sejauh mana kerusakan organ dalam yang dialami korban, mengingat operasi belum sempat dilaksanakan.

Sebelumnya, insiden berdarah tersebut terjadi setelah korban terlibat cekcok dengan pelaku saat membeli minuman keras di lokasi kejadian. Peristiwa ini sempat menghebohkan warga di sekitar Jalan Lingkar Selatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sekda Sukabumi Ikuti Rakor Nasional Jelang Idul Fitri 1447 H, Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal

0

Wartain.com ||™Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mewakili Bupati Sukabumi menghadiri rapat koordinasi nasional melalui Zoom Meeting dalam rangka monitoring dan evaluasi situasi keamanan serta pelayanan masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan digelar di kawasan Goalpara Tea Park, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/3/2026).

Rapat ini bertujuan untuk memastikan kondisi keamanan dan pelayanan publik tetap terjaga selama momentum Lebaran. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda melakukan koordinasi guna mengantisipasi berbagai potensi yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Ade Suryaman menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat memantau secara langsung perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengevaluasi kesiapan layanan publik di berbagai sektor.

Menurutnya, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya kesiapan arus mudik dan arus balik, ketersediaan bahan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta kesiapan posko pengamanan di sejumlah titik.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi, baik dari unsur TNI, Polri, maupun perangkat daerah, agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor demi memastikan pelayanan kepada masyarakat selama Lebaran berjalan secara maksimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Sukabumi AKBP Sentot Kunto Wibowo, perwakilan Dinas Perhubungan, Kesbangpol, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Pemerintah daerah berharap hasil koordinasi ini mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Puncak Arus Balik Lebaran, 40 Ribu Lebih Kendaraan Keluar-Masuk Sukabumi

0

Wartain.com || Pergerakan kendaraan pada arus balik Lebaran 2026 di wilayah Sukabumi tercatat mencapai lebih dari 40 ribu unit. Data menunjukkan jumlah kendaraan yang keluar dan masuk masih relatif seimbang, meski volume lalu lintas terus meningkat.

Berdasarkan laporan dari PT Jasa Marga, pada Senin (23/3/2026), sebanyak 21.830 kendaraan tercatat keluar melalui Gerbang Tol Caringin Utama menuju Sukabumi. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke wilayah tersebut mencapai 21.324 unit.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan tingginya mobilitas ini menjadi indikator mulai meningkatnya arus balik, terutama menjelang aktifnya kembali kegiatan perkantoran dan dunia usaha.

“Dari data yang kami terima, jumlah kendaraan yang keluar dan masuk masih relatif seimbang. Namun secara volume memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan kendaraan sudah mulai terpantau sejak pagi hari, khususnya dari arah kawasan wisata seperti Palabuhanratu dan Sukabumi kota. Kondisi ini menunjukkan masyarakat mulai kembali ke daerah asal lebih awal.

Guna mengantisipasi kepadatan, pihak kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sebanyak tiga kali dalam sehari.

“Sejak pagi arus sudah cukup deras. Kami melakukan rekayasa lalu lintas one way untuk menjaga kelancaran,” jelasnya.

Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas di jalur utama Sukabumi masih terpantau ramai lancar tanpa hambatan berarti.

“Kondisi lalu lintas masih terkendali. Roda kendaraan tetap bergerak, tidak ada kemacetan yang signifikan,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga memprediksi arus balik akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi saat aktivitas perkantoran mulai berjalan, sedangkan gelombang kedua diperkirakan muncul saat masa libur sekolah berakhir pada akhir Maret.

Dengan tingginya angka kendaraan yang melintas, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan arus balik.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Senggolan di Tengah Macet Arus Balik, Dua Pengemudi Terlibat Keributan di Cibadak

0

Wartain.com || Kemacetan arus balik Lebaran di Jalan Raya Cibadak, Kabupaten Sukabumi, memicu insiden keributan antar pengemudi pada Selasa (24/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Sekarwangi saat lalu lintas dari arah Sukabumi menuju Bogor dalam kondisi padat merayap.

Insiden bermula ketika sebuah mobil Colt Mini jurusan Sukabumi–Bogor bernomor polisi F 7636 SD yang dikemudikan Ebi mengambil jalur kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil Mercedes-Benz V220d bernopol B 1598 VKS menuju Kota Sukabumi. Kedua kendaraan itu pun bersenggolan saat berpapasan.

Senggolan tersebut memicu adu mulut antara kedua pengemudi. Situasi yang semula hanya kesalahpahaman di jalan kemudian memanas hingga berujung dugaan aksi pemukulan.

Ebi mengungkapkan, dirinya tidak berniat melarikan diri usai kejadian. Ia mengaku hendak menepi untuk menyelesaikan persoalan, namun justru mendapat perlakuan kasar.

“Saya mau minggir, bukan kabur. Tapi tiba-tiba langsung dipukul,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, Ebi mengalami luka sobek di bagian bibir. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara baik tanpa kekerasan.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Wandi Aditya, menyebut senggolan yang terjadi hanya menyebabkan kerusakan ringan. Menurutnya, sopir Colt Mini telah menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.

“Kerusakannya tidak parah, hanya spion pecah dan bemper. Sopir juga sudah berhenti, tapi dari pihak mobil satunya emosi duluan,” katanya.

Warga sekitar dan pengguna jalan sempat berupaya melerai pertikaian yang terjadi di luar kendaraan. Namun, situasi sempat memanas hingga korban terlihat mengalami luka.

Peristiwa di sekitar Simpang Tiga Cibadak itu sempat menarik perhatian pengguna jalan lain di tengah padatnya arus balik. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat guna proses penyelidikan lebih lanjut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ujian Perdana Pelatih Timnas John Herdman,  Jalani FIFA Series Bulan ini

0
Oplus_131072

Wartain.com || Timnas Indonesia akan segera menghadapi tantangan baru dalam ajang FIFA Series 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ajang ini menjadi kesempatan penting bagi skuad Garuda untuk mengukur kekuatan sekaligus memperbaiki peringkat FIFA. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, turnamen ini juga diikuti oleh Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.

Format yang digunakan cukup sederhana namun kompetitif, yakni sistem semifinal yang dilanjutkan dengan final atau perebutan tempat ketiga. Setiap tim hanya akan memainkan dua pertandingan dalam turnamen ini.

Bagi Timnas Indonesia, FIFA Series 2026 juga menjadi momentum strategis untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri, sekaligus membuka era baru bersama pelatih anyar.

Pada pertandingan pertama, Indonesia akan langsung menghadapi Saint Kitts and Nevis di babak semifinal.

Berikut jadwal lengkapnya:

27 Maret 2026: pukul 20.00 WIB – Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Jika berhasil meraih kemenangan, Indonesia akan melaju ke partai final. Namun jika kalah, mereka akan bermain di perebutan tempat ketiga.

30 Maret 2026 : pukul 15.30 WIB – Perebutan tempat ketiga
20.00 WIB – Final

Sementara itu, pada semifinal lainnya akan mempertemukan Bulgaria melawan Kepulauan Solomon pada hari yang sama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tercekik Utang Rentenir: Buruh Sukalarang Minta Pemda Turun Tangan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kondisi memprihatinkan dialami buruh di Kawasan Industri Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang terjerat utang rentenir dengan bunga hingga 20-30% per bulan. Mereka terpaksa mencari pinjaman untuk kebutuhan mendesak, tapi akhirnya terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dibayar.

Sebut saja Rina (32), seorang buruh pabrik, awalnya pinjam Rp1 juta, tapi utangnya membengkak karena bunga tinggi. “Setiap bulan harus bayar, bunganya besar. Kalau telat, didatangi dan diancam,” katanya dengan nada cemas.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Banyak buruh lainnya juga mengalami hal serupa. Mereka berharap Pemda Sukabumi turun tangan, sediakan akses pinjaman berbunga rendah dan edukasi keuangan.

Seorang komunitas buruh setempat berinisial EA (40) menyebut praktik rentenir di kawasan industri sudah berlangsung lama dan semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak buruh yang akhirnya bekerja hanya untuk membayar utang. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Selain tekanan finansial, dampak psikologis juga dirasakan para korban. Rasa takut, stres, hingga konflik keluarga menjadi konsekuensi yang harus ditanggung. Bahkan, beberapa buruh mengaku mengalami intimidasi dari penagih utang.

Para buruh pun berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Mereka meminta adanya solusi nyata seperti penyediaan akses pinjaman berbunga rendah, edukasi keuangan, serta penindakan terhadap praktik rentenir ilegal.

“Kalau tidak ada bantuan, kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” ujar seorang buruh lainnya.

Pemerintah daerah diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Intervensi yang cepat dan tepat dinilai penting untuk melindungi para buruh dari jeratan utang yang kian menyesakkan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan berkeadilan.Koperasi Koperasi ini dalam melancarkan operasi juga menggunakan backup dari Oknum Ormas dan oknum APH.

Kasus tersebut mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Paguyuban Maung Sagara Sambodo Ngesti Waspodo. Ia mengungkapkan, terkait maraknya rentenir berkedok koperasi tersebut jangan dibiarkan berlarut, harus ada keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini Disnakertras untuk mencarikan solusi terbaik

“Seharusnya Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, dapat mencari solusi terkait buruh yang terkena pinjaman rentenir tersebut,” ungkapnya.

“Selain itu pihak DKUKM  juga harus memonitor, apakah rentenir berkedok koperasi tersebut menjalankan usaha simpan pinjam, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh OJK dengan memakai bunga standart Bank? Apakah koperasi tersebut sehat dan  jelas ada anggotanya atau tidak? Apakah setiap tahun ada rapat anggota tahunan? Karena disinyalir  koperasi simpan pinjam tersebut diduga anggotanya adalah keluarganya hanya untuk melegalkan pendirian koperasi tersebut,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)