26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 198

Tercekik Utang Rentenir: Buruh Sukalarang Minta Pemda Turun Tangan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kondisi memprihatinkan dialami buruh di Kawasan Industri Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang terjerat utang rentenir dengan bunga hingga 20-30% per bulan. Mereka terpaksa mencari pinjaman untuk kebutuhan mendesak, tapi akhirnya terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dibayar.

Sebut saja Rina (32), seorang buruh pabrik, awalnya pinjam Rp1 juta, tapi utangnya membengkak karena bunga tinggi. “Setiap bulan harus bayar, bunganya besar. Kalau telat, didatangi dan diancam,” katanya dengan nada cemas.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Banyak buruh lainnya juga mengalami hal serupa. Mereka berharap Pemda Sukabumi turun tangan, sediakan akses pinjaman berbunga rendah dan edukasi keuangan.

Seorang komunitas buruh setempat berinisial EA (40) menyebut praktik rentenir di kawasan industri sudah berlangsung lama dan semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak buruh yang akhirnya bekerja hanya untuk membayar utang. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Selain tekanan finansial, dampak psikologis juga dirasakan para korban. Rasa takut, stres, hingga konflik keluarga menjadi konsekuensi yang harus ditanggung. Bahkan, beberapa buruh mengaku mengalami intimidasi dari penagih utang.

Para buruh pun berharap Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Mereka meminta adanya solusi nyata seperti penyediaan akses pinjaman berbunga rendah, edukasi keuangan, serta penindakan terhadap praktik rentenir ilegal.

“Kalau tidak ada bantuan, kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” ujar seorang buruh lainnya.

Pemerintah daerah diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Intervensi yang cepat dan tepat dinilai penting untuk melindungi para buruh dari jeratan utang yang kian menyesakkan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan berkeadilan.Koperasi Koperasi ini dalam melancarkan operasi juga menggunakan backup dari Oknum Ormas dan oknum APH.

Kasus tersebut mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Paguyuban Maung Sagara Sambodo Ngesti Waspodo. Ia mengungkapkan, terkait maraknya rentenir berkedok koperasi tersebut jangan dibiarkan berlarut, harus ada keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini Disnakertras untuk mencarikan solusi terbaik

“Seharusnya Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, dapat mencari solusi terkait buruh yang terkena pinjaman rentenir tersebut,” ungkapnya.

“Selain itu pihak DKUKM  juga harus memonitor, apakah rentenir berkedok koperasi tersebut menjalankan usaha simpan pinjam, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh OJK dengan memakai bunga standart Bank? Apakah koperasi tersebut sehat dan  jelas ada anggotanya atau tidak? Apakah setiap tahun ada rapat anggota tahunan? Karena disinyalir  koperasi simpan pinjam tersebut diduga anggotanya adalah keluarganya hanya untuk melegalkan pendirian koperasi tersebut,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Polisi Ungkap Penyebab Kemacetan Horor di Jalur Cikidang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kemacetan panjang hingga belasan jam mewarnai jalur arteri Simpang Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kepolisian mengungkap, kondisi geografis jalan yang curam menjadi faktor dominan tersendatnya lalu lintas di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, menjelaskan bahwa kepadatan sempat terjadi cukup parah di jalur Cikidang. Meski demikian, petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan dan penguraian arus kendaraan hingga larut malam.

“Di Cikidang memang sempat terjadi kepadatan. Namun anggota kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan penguraian sampai dini hari. Saat ini arus sudah kembali lancar,” ujar Hidayat saat ditemui di Gerbang Tol Parungkuda, Tol Bocimi, Selasa (24/3/2026).

Ia menuturkan, karakteristik jalan yang menanjak tajam membuat sejumlah kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa berhenti di tengah tanjakan, sehingga memicu antrean panjang kendaraan di belakangnya.

“Medan jalur Cikidang cukup ekstrem, banyak kendaraan yang tidak kuat menanjak lalu berhenti. Kondisi ini berdampak pada penumpukan kendaraan hingga ke bawah,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi tersebut, arus lalu lintas di Simpang Ratu relatif lebih terkendali. Jalan yang lebih lebar dinilai mampu menampung volume kendaraan, sehingga pergerakan lalu lintas tetap berjalan meski padat.

“Kalau di Simpang Ratu, arusnya masih ramai lancar. Jalurnya lebih lebar dibandingkan Cikidang, jadi lebih mampu menampung kendaraan,” tambahnya.

Selain di Cikidang, kepadatan juga terpantau di kawasan Palabuhanratu. Tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama libur Lebaran disebut menjadi salah satu pemicu lonjakan volume kendaraan di wilayah tersebut.

“Memang terjadi peningkatan signifikan di Palabuhanratu. Tahun ini animo masyarakat untuk berlibur cukup tinggi, terlihat juga dari berbagai laporan di media sosial,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Supri, mengaku terjebak kemacetan selama sekitar 14 jam. Ia mulai tertahan sejak siang hari di wilayah Cibadak hingga akhirnya bisa bergerak kembali dini hari.

“Dari Cibadak sampai Cikidang itu sekitar 14 jam. Berangkat jam 12 siang, sampai di Cikidang jam 2 siang, tapi baru bisa jalan lagi sekitar jam 2 pagi,” ungkapnya.

Kemacetan ini terjadi akibat lonjakan kendaraan dari arah selatan menuju wilayah Bogor dan Jakarta pada puncak arus balik. Simpang Cikidang pun kembali menjadi salah satu titik krusial yang rawan kepadatan setiap musim mudik dan libur panjang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

10 Kali One Way Diterapkan di Sukabumi Selama Arus Mudik dan Balik

0

Wartain.com || Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) kembali diberlakukan di wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/3/2026) pada pukul 14.00 WIB. Skema ini diterapkan dari Simpang Ratu menuju Exit Tol Parungkuda sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik libur panjang.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan penerapan one way difokuskan untuk mempercepat pergerakan kendaraan yang didominasi wisatawan usai berlibur.

Ia menjelaskan, arus kendaraan yang melintas mayoritas berasal dari kawasan wisata, seperti Pelabuhan Ratu, Pantai Ujung Genteng, hingga sejumlah destinasi di Sukabumi Kota. Hal ini menandakan tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik.

“Mayoritas kendaraan berasal dari arah Pelabuhan Ratu dan kawasan wisata lainnya. Ini merupakan arus balik wisata,” ujarnya.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pihaknya telah menerapkan sistem one way sebanyak kurang lebih 10 kali. Kebijakan tersebut dinilai cukup efektif dalam mengurangi kepadatan serta mempercepat arus kendaraan menuju Gerbang Tol Parungkuda.

“Kami sudah sekitar 10 kali menerapkan one way selama operasi ini, dan alhamdulillah cukup membantu menarik arus kendaraan ke arah tol,” kata Abdurrohman.

Ia menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi hari ini, seiring akan kembali normalnya aktivitas perkantoran, ASN, dan sektor industri pada hari berikutnya. Selain itu, lonjakan kendaraan juga diprediksi masih akan terjadi pada 29 Maret mendatang.

Pihak kepolisian turut mengimbau para pengendara, khususnya dari arah Jakarta dan Bogor yang terdampak penghentian sementara akibat rekayasa lalu lintas, untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Kami harap para pengendara dapat memahami kondisi ini. Rekayasa one way dilakukan demi kelancaran bersama,” jelasnya.

Penerapan sistem one way sendiri bersifat situasional, dengan durasi antara 30 hingga 60 menit, tergantung kondisi kepadatan di lapangan.

Dengan langkah ini, diharapkan arus balik kendaraan dari wilayah Sukabumi menuju Jakarta dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemuda Penolong Ditemukan Tewas, Tiga Korban Tenggelam di Pantai Ujunggenteng

0

Wartain.com || Seorang pemuda bernama Ace (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 07.20 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat berupaya menyelamatkan dua korban yang terseret ombak di Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sejauh kurang lebih 150 meter dari bibir pantai.

“Korban Ace ditemukan dalam posisi telungkup, kemudian langsung dievakuasi ke Puskesmas Ujunggenteng untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2026).

Sebelumnya, Ace diketahui tengah memancing di sekitar lokasi kejadian. Ia kemudian berinisiatif menolong seorang pria, Ujang Abduloh (30), dan anaknya, Aden (8), yang terseret arus laut saat berwisata di Pantai Wisata Alor, Ujunggenteng, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun nahas, upaya penyelamatan tersebut berujung tragis. Ujang dan Aden terlebih dahulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara Ace yang ikut terseret arus sempat dinyatakan hilang.

Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban Ace akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tak bernyawa. Dengan demikian, seluruh korban dalam insiden tersebut berjumlah tiga orang dan dinyatakan meninggal dunia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pantai Cipunaga Jadi ‘Hidden Gem’ Pemudik Asal Bogor Sebelum Menuju Geopark Ciletuh

0

Wartain.com || Memasuki musim mudik dan libur panjang, Pantai Cipunaga mulai dilirik wisatawan sebagai destinasi alternatif yang menenangkan. Salah satunya adalah rombongan keluarga asal Parung, Bogor, yang memilih pantai ini sebagai tempat istirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Geopark Ciletuh, Selasa (24/03/2026).

Rombongan yang terdiri dari iring-iringan mobil dan sepeda motor ini berangkat dari Bogor sejak pukul 07.00 WIB. Perjalanan terpantau lancar hingga mereka tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Selain untuk berwisata, momentum ini juga dimanfaatkan untuk pulang kampung atau mudik ke arah Sukabumi Selatan.

Wili, salah satu wisatawan asal Parung, mengaku ini adalah kali pertama dirinya berkunjung ke Pantai Cipunaga. Ia mengetahui keberadaan pantai ini setelah melihat unggahan yang viral di media sosial.

“Kami sengaja mampir ke sini dulu buat istirahat. Nanti malam baru lanjut berangkat ke Geopark. Memilih Cipunaga karena kelihatannya tenang dan sepi, cocok buat kumpul keluarga sebelum lanjut jalan lagi,” ujar Wili saat ditemui di lokasi.

Pantai Cipunaga kini menjadi pilihan bagi pemudik yang ingin menghindari hiruk-pikuk keramaian namun tetap ingin menikmati suasana alam yang asri di sepanjang jalur perlintasan menuju destinasi utama di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Wisatawan Membeludak, Pedagang Kecil di Pantai Cipunaga Raup Berkah Lebaran

0

Wartain.com || Momen libur Idul Fitri 1447 H membawa angin segar bagi para pedagang kecil di kawasan pesisir Pantai Cipunaga, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan. Sejak hari pertama setelah Lebaran, kawasan ini dipadati wisatawan yang mencari alternatif tempat berlibur, Selasa (24/3/2026).

Salah satu pedagang yang merasakan manisnya berkah Lebaran adalah Bambang, warga Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Dengan lapak sederhana, Bambang menjajakan kebutuhan ringan mulai dari es seduh, kopi, hingga mi instan. Tidak sendirian, ia dibantu oleh putranya yang setia menemani sambil menjajakan sosis bakar kepada para pengunjung.

Menurut Bambang, lonjakan pengunjung di Pantai Cipunaga tahun ini tidak terlepas dari padatnya arus lalu lintas menuju objek wisata utama Pantai Palabuhanratu. Banyak wisatawan yang akhirnya memilih berbelok ke Pantai Cipunaga untuk menghindari kemacetan panjang.

“H+1 Lebaran kemarin sudah lumayan ada kenaikan. Tapi yang paling ramai itu pas H+2, benar-benar membeludak. Itu kiriman atau buangan dari wisatawan yang tadinya mau ke Palabuhanratu, tapi karena di sana macet total, mereka akhirnya ke sini (Cipunaga),” ujar Bambang saat ditemui di sela kesibukannya melayani pembeli.

Meski demikian, Bambang mencatat adanya sedikit penurunan volume pengunjung pada hari ini atau H+3 Lebaran. Hal ini diduga karena sebagian masyarakat sudah mulai kembali ke rutinitas pekerjaan.

“Hari ini agak sedikit menurun dibanding kemarin, karena sebagian orang mungkin sudah mulai masuk kerja lagi besok. Tapi alhamdulillah, tetap ada berkahnya untuk kami pedagang kecil di sini,” tambahnya.

Pantai Cipunaga kini menjadi salah satu titik favorit di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) karena aksesnya yang mudah dijangkau melalui jalur sabuk geopark, serta menawarkan pemandangan matahari terbenam yang memukau tanpa harus terjebak macet parah di pusat kota Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kebakaran Sekolah TK di Warungkiara Berhasil Dipadamkan, Damkar Sukabumi Gerak Cepat

0

Wartain.com || Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayahnya. Kali ini, kebakaran melanda bangunan sekolah TK Tunas Karya yang berlokasi di Kampung Cibungur, RT 02/13, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, pada Senin (23/3/2026).

Peristiwa tersebut langsung ditangani oleh petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi dari Pos Sektor Cibadak dan Pos Sektor Cikembar. Setibanya di lokasi, petugas dengan sigap melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke area sekitar.

Berkat kerja cepat dan koordinasi yang baik, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Tidak hanya fokus pada pemadaman, petugas juga memastikan situasi di lokasi aman dan tidak menimbulkan potensi kebakaran lanjutan.

Dinas Damkarmat Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui Pemenuhan Pelayanan Dasar (PPD) dalam operasi kebakaran. Semangat pengabdian tersebut tercermin dalam slogan “Damkar Melayani Sepenuh Hati”, yang menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Dengan dedikasi tinggi dan semangat “Yudha Brama Jaya”, Damkar Kabupaten Sukabumi kembali membuktikan kesiapsiagaannya dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Cerita Pemudik dan Wisatawan yang Terjebak Macet Berjam-jam di Arteri Parungkuda-Cibadak: Kami Tetap Enjoy 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Masuknya hari raya Idulfitri 1447 H, disambut antusias  warga karena bisa mudik bertemu keluarga dan melakukan perjalanan untuk sekedar liburan.

Diperkirakan ada jutaan masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran. Alhasil,
kemacetan arus mudik dan wisatawan tak terbendung.

Keinginan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu keluarga, juga untuk melakukan perjalanan wisata, menjadi fenomena tahunan yang tidak bisa dihindari. Faktanya, hampir setiap jalur lalin mengalami kepadatan, akibat meningkatnya volume kendaraan yang melintas.

Salahsatu jalur lalulintas yang mengalami kepadatan bahkan sampai macet total adalah jalur arteri Parungkuda-Cibadak. Mulai dari H-4 lebaran sampai H+ lebaran, arus lalin di jalur arteri tersebut mengalami peningkatan volume kendaraan.

Kemacetan pun tidak bisa dihindari. Petugas gabungan pengamanan dari Satlantas Polres Sukabumi, Dishub Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, Pramuka dan unsur lainnya, terus berupaya mengular kepadatan yang terjadi di setiap titik kemacetan.

Diketahui, untuk mengurai kemacetan, petugas melakukan banyak rekayasa arus lalin, diantaranya; membuka fungsional tol Bocimi Seksi 3 keluar Karangtengah, memberlakukan one way sepenggal di jam-jam tertentu, mengalihkan arus lalin ke jalan alternatif serta meliburkan angkutan kota dihari-hari tertentu.

Cerita Mereka yang Terjebak Macet 

Salah seorang pemudik yang bertujuan akan balik Serang Banten, Abdul Latif Mulyadi, mengatakan dirinya sudah terjebak macet selama 4 jam di jalur alternatif Nagrak menuju Cibadak.

“Kami bernagkat dari rumah sodara jam 08.00 WIB, sampai pukul 12.35 baru sampai jembatan Pamuruyan. Artinya sudah 4 jam dari jalur Nagrak sampai sini,” kata Latif.

“Tapi, kami maklum. Kan sekarang waktunya orang-orang berangkat dan pergi untuk menikmati suasana lebaran. Bagi kami, macet seperti ini sudah biasa di hari lebaran. Ya, kita enjoy saja, habis mau gimana lagi,” tambah Latif yang diamini keluarganya yang lain.

Sementara itu, wisatawan asal Depok, Burhan, mengeluhkan hal yang sama. Dirinya mengaku, keluar dari pintu Tol Parungkuda pukul 10.15 WIB, sampai menjelang dzuhur masih tertahan di sekitar simpang Cikidang.

“Tadi Kami keluar pintu tol Parungkuda jam sembilan nan. Dzuhur baru nyampe simpang Cikidang,” keluh Burhan, yang hendak berwisata ke kawasan Jembatan Gantung, Kadudampit ini.

Burhan berharap, pembangunan jalan tol Bocimi seksi 3 segera selesai dan bisa digunakan oleh pengendara yang akan menuju wilayah Kabupaten/Kita Sukabumi.

“Kami tuh sudah sering lewat sini. Jadi, gak aneh kalau macet. Jangankan lebaran seperti ini, hari-hari weekend saja macetnya minta ampun. Tapi gak masalah, karena memang sekarang waktunya orang pada pergi dan berangkat. Kami tetap menikmatinya. Semoga saja pembangun tolnya segera rampung, biar lebih cepet lagi nyampe Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Volume Kendaraan Terus Meningkat, Jalur Arteri Cibadak Padat Merayap

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus balik wisatawan serta pemudik dari Kabupaten/Kota Sukabumi dan sekitarnya, menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama di Simpang Ratu dan Pasar Cibadak hingga jalur arteri Parungkuda, Selasa 24/03/2026 siang.

Penumpukan kendaraan terpantau terjadi dari berbagai arah, baik dari Palabuhanratu, Kota Sukabumi, simpang Cikidang maupun jalur alternatif Nagrak yang mengarah ke Cibadak.

Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 3-4 kilometer, menuju Gerbang Tol Parungkuda.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way secara situasional untuk mengurai kepadatan arus balik wisata.

“Kita melihat situasi lapangan. Apabila padat, kita bisa lakukan berkali-kali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila tidak terjadi perubahan, nanti pada pukul 13.00 WIB petugas akan menerapkan one way sepenggal dari Simpang Tiga Cibadak menuju Gerbang Tol Bocimi hingga arteri Sukabumi–Bogor.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan kembali penerapan one way pada sore hari menyesuaikan peningkatan volume kendaraan.

“Sore nanti rencananya kita akan lakukan lagi,” tambahnya.

Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, seiring penerapan one way dari arah Palabuhanratu menuju Cibadak, atau dari berbagai simpang yang ada (simpang Cikidang dan Nagrak-red), guna memperlancar arus kendaraan di jalur utama Sukabumi–Bogor, terutama yang akan menuju GT Parungkuda.

Sebelumnya, diberitakan sebanyak 25.600 kendaraan tercatat masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (22/3/2026).

Lonjakan arus ini didominasi wisatawan yang menuju kawasan destinasi wisata yang ada di Kabupaten/Kota Sukabumi, khususnya yang menuju pantai selatan, Pelabuhanratu dan sekitarnya, juga destinasi wisata lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jalur Arung Jeram Citarik-Cikidang Lumpuh, Banyak Kendaraan Tidak Kuat Menanjak

0

Wartain.com || Kemacetan total terjadi di kawasan wisata arung jeram Citarik, tepatnya di Jalan Buniwangi, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/3/2026). Arus kendaraan dari kedua arah terpantau tidak bergerak, menyebabkan antrean panjang yang mengular di sepanjang ruas jalan tersebut.

Diketahui, kemacetan juga pada Senin malam (23/4/2026) menimpa jalur tersebut. Kemacetan ini terjadi di jalur yang dikenal memiliki medan cukup ekstrim, terutama di titik-titik tanjakan. Banyak kendaraan roda empat dilaporkan tidak kuat menanjak akibat padatnya arus lalu lintas, sehingga memperparah kondisi kemacetan di lokasi.

Terpantau, sejumlah warga setempat terlihat turun untuk membantu para pengendara yang kesulitan. Mereka bahu-membahu mendorong kendaraan yang tidak mampu melewati tanjakan, terutama di titik-titik rawan yang mengalami kepadatan paling parah.

Salah satu pengunjung asal Bogor, Epul (31), mengaku terjebak kemacetan saat hendak pulang setelah berlibur di kawasan Pantai Citepus, Palabuhanratu. “Saya dari Citepus mau pulang, tapi disini sudah macet total. Di tanjakan mobil juga banyak yang nggak kuat, jadi makin lama antreannya,” ujarnya.

Kepadatan lalu lintas diduga dipicu oleh tingginya volume kendaraan pada momen libur Lebaran. Mayoritas pengendara merupakan wisatawan yang hendak kembali ke daerah asal, serta sebagian lainnya masih menuju kawasan wisata Palabuhanratu.

Selain warga, petugas dari P2BK yang melintas di lokasi juga turut membantu mengurai kemacetan. Petugas tersebut awalnya hendak menuju pos di kawasan Leter S, namun memilih membantu pengendara yang mengalami kesulitan di tanjakan. “Ini saya tadinya mau ke pos Leter S, tapi disini tanjakan Arung Jeram macet dan banyak kendaraan yang tidak kuat nanjak, saya turut bantu mendorong agar lalu lintas bisa sedikit lancar,” ungkap salah satu petugas P2BK Cikidang.

Kemacetan dilaporkan terjadi cukup panjang, mulai dari pertigaan Buniwangi hingga kawasan Leter S Cikidang. Kondisi ini membuat waktu tempuh kendaraan menjadi jauh lebih lama dari biasanya.

Para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga kondisi kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)