26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 202

Mahasiswi Nusa Putra Menangkan Sayembara Logo HUT ke-112 Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Sayembara desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi resmi dimenangkan oleh Mayang Wijayanti. Mahasiswi Universitas Nusa Putra itu bersama timnya—Nazwa Yulistia, Putri Nuraini, dan Fariza Fauzia—berhasil unggul dari total 78 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam sesi presentasi pemenang yang digelar di Balai Kota Sukabumi pada 16 Maret 2026, Mayang memaparkan bahwa konsep logo yang mereka usung mengangkat nilai optimisme, keseimbangan, serta semangat kolaborasi masyarakat dalam membangun kota.

Ia menjelaskan, ide tersebut lahir dari proses riset dan pendalaman tema yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah visual yang sarat makna. Mulai dari filosofi, anatomi logo, hingga pemilihan warna dirancang untuk merepresentasikan semangat kebersamaan.

“Konsep ini berangkat dari tiga kata kunci, yaitu harmoni, kolaborasi, dan pembangunan kota. Dari situ kami lakukan brainstorming hingga menemukan filosofi yang kemudian dituangkan dalam desain,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa sayembara tersebut merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menentukan identitas visual peringatan hari jadi kota.

Menurutnya, pemerintah kota ingin membuka ruang partisipasi publik agar hasil yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi warga.

“Ini menjadi bukti bahwa kami mengakomodasi keinginan masyarakat. Logo yang terpilih merupakan representasi dari harapan dan partisipasi warga,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, berharap logo dengan tema “Harmoni Dalam Kolaborasi, Bersama Membangun Kota” dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi simbol semangat kebersamaan dalam pembangunan Kota Sukabumi ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Harga Emas Antam Pasca Lebaran, Bertahan di Rp2,893 Juta per Gram

0

Wartain.com || Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) terpantau masih stabil pada perdagangan pasca hati raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).

Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam di Butik Emas Logam Mulia tetap berada di level Rp2,893 juta per gram. Angka tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali. Hari ini, Antam masih mematok harga buyback di level Rp2,610 juta per gram, yang berarti tidak ada pergerakan dari posisi sebelumnya.

Dalam setiap transaksi, terdapat ketentuan perpajakan yang mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak resmi.

Adapun rincian harga emas batangan Antam hari ini untuk berbagai pecahan adalah sebagai berikut:
0,5 gram: Rp1,496,5 juta
1 gram: Rp2,893 juta
2 gram: Rp5,726 juta
3 gram: Rp8,564 juta
5 gram: Rp14,240 juta
10 gram: Rp28,425 juta
25 gram: Rp70,937 juta
50 gram: Rp141,795 juta
100 gram: Rp283,512 juta
250 gram: Rp708,515 juta
500 gram: Rp1,416 miliar
1.000 gram: Rp2,833 miliar

Stabilnya harga emas ini menunjukkan belum adanya sentimen signifikan yang memengaruhi pergerakan logam mulia dalam perdagangan domestik hari ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Remaja Terseret Arus di Pantai Karangnaya Sukabumi, Satu Selamat Satu Meninggal Dunia

0

Wartain.com || Insiden kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu sore (22/3/2026).

Dua remaja dilaporkan terseret arus saat berenang di pesisir pantai. Satu korban atas nama R (15), berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai. Sementara satu korban lainnya, SH (14), sempat dinyatakan hilang setelah terbawa arus ke tengah laut.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan kejadian langsung melakukan upaya pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran darat sejauh dua kilometer ke arah timur dan dua kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto menjelaskan, tim akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari titik awal korban terseret.

“Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB di dekat pecahan ombak, dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi kejadian. Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke RSUD Palabuhan Ratu,” ujarnya.

Usai ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Palabuhan Ratu untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Sukabumi, Polres Sukabumi, Polairud Sukabumi, Balawista, komunitas Sehati Gerak Bersama, serta keluarga korban.

Pihak SAR mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama terhadap potensi arus laut yang dapat membahayakan keselamatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Silaturahmi

0

Wartain.com || Segenap Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Momentum hari kemenangan ini diharapkan menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam pernyataannya, DPRD Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah puasa kita semua,” demikian disampaikan dalam ucapan resmi tersebut.

Selain itu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” lanjutnya.

Melalui momen Idul Fitri ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan saling memaafkan dapat terus terjaga, sehingga mampu menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menjemput Berkah Idul Fitri 1447 H dalam Harmoni Gurilaps Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam

Wartain.com || Gema takbir mulai membubung, menandai hadirnya Idul Fitri 1447 H. Bagi Kabupaten Sukabumi, momen kemenangan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah simfoni budaya dan spiritualitas yang menyatu dengan kemegahan alam. Lebaran tahun 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagaimana “Gurilaps” (Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai) bukan lagi sekadar akronim, melainkan identitas wisata kelas dunia yang siap memanjakan mata dan jiwa.

Secara spiritual, Idul Fitri adalah momen kembali ke fitrah. Di Sukabumi, perjalanan spiritual tersebut terasa lengkap saat kita menatap hamparan pantai selatan yang luas, menghirup udara segar hutan yang asri, atau mendengar gemericik sungai yang jernih. Alam Sukabumi adalah pengingat akan kebesaran Sang Pencipta, menjadikannya destinasi sempurna bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melepas penat sekaligus bersyukur.

Keindahan ini tentu tak dibiarkan tanpa penjagaan. Kenyamanan para pemudik dan pelancong merupakan buah dari kepemimpinan visioner Bupati H.Asep Japar dan H.Andreas Wakil Bupati Sukabumi. Melalui koordinasi taktis bersama jajaran dinas dan lembaga Pemkab, persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Kita melihat sinergi luar biasa di lapangan: aparat keamanan lintas sektor berjaga dengan sigap di setiap titik rawan, memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan damai bagi setiap tamu yang menginjakkan kaki di Bumi Karamat.

Lonjakan kunjungan wisatawan pada musim Lebaran 2026 ini juga tidak terjadi secara instan. Ini adalah hasil dari mesin promosi yang bergerak serentak. Dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, terutama peran strategis PWI Kabupaten Sukabumi dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, berperanserta dalam membangun narasi positif yang memikat publik. Kolaborasi media dan pemerintah inilah yang membuat potensi wisata kita terdengar hingga ke pelosok negeri.

Idul Fitri 1447 H di Sukabumi adalah perayaan harmoni. Antara pelayanan publik yang prima, kesigapan pengamanan, dan kearifan budaya masyarakatnya dalam menjaga alam. Mari kita rayakan kemenangan ini dengan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, sembari menikmati berkah tuhan di tanah Sukabumi yang mempesona.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Penulis : Penasehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi Raya dan juga sebagai Presidium KAHMI Sukabumi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Budi Azhar: Dulag Bupati Cup 2026 Jadi Wadah Lestarikan Budaya Sunda Bernilai Keagamaan

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan Dulag Bupati Cup 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ajang Dulag Bupati Cup 2026 yang digelar di wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat.

“Dulag bukan hanya seni tradisional, tetapi juga mengandung nilai religius yang kuat. Ini menjadi identitas budaya masyarakat Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar, Minggu (22/03/2026).

Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti Dulag Bupati Cup, masyarakat—khususnya generasi muda—dapat lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Budi Azhar juga mengapresiasi peran pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap event ini dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang mampu menarik partisipasi masyarakat secara luas.

“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya Dulag Bupati Cup 2026, diharapkan nilai-nilai budaya Sunda yang dipadukan dengan nuansa keagamaan dapat terus hidup dan berkembang, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Halal Bihalal, Bupati Asjap: Energi Kebersamaan Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar halal bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Bale Budaya Pudak Arum, Pendopo Sukabumi, Minggu,22 Maret 2026. Kegiatan halal bihalal tersebut dihadiri berbagai unsur yang ada di Kabupaten Sukabumi. Baik dari pemerintah, swasta, organisasi, partai politik, hingga yang lainnya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari segala khilaf, serta mempererat tali persaudaraan. Bahkan, semangat fitrah ini menjadi energi baru untuk memperkokoh kebersamaan, meningkatkan etos kerja, integritas, serta profesionalisme dalam melayani masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Dalam kesempatan ini, saya mengajak semuanya untuk menyatukan visi dan misi. Mari kita solidkan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ajaknya.

H. Asep Japar meyakini, semangat kebersamaan akan berdampak besar dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Terutama dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul,berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Dengan semangat kebersamaan, kami yakin visi Mubarakah dapat terwujud. Meskipun di tengah tantangan zaman yang luar biasa,” ucapnya.

Di momen tersebut, H. Asep Japar pun meminta maaf kepada masyarakat atas kinerjanya selama setahun yang belum maksimal. Namun masih terdapat empat tahun ke depan yang akan dimaksimalkan untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“Satu tahun kerja bersama Pak wakil bupati,masih banyak hal yang belum maksimal. Masih ada waktu empat tahun ke depan yang akan kami maksimalkan,” ungkapnya.

Namun sejumlah prestasi pun diraih di satu tahun kepemimpinan. Salah satunya ialah penurunan angka kemiskinan, swasembada pangan, hingga peningkatakan SDM.

“Sejak 2025 ratusan beasiswa telah kami berikan untuk putra/putri terbaik di Kabupaten Sukabumi. Beasiswa ini terus bergulir di 2026 ini. Semua ini dilaksanakan untuk meningkatkan SDM Kabupaten Sukabumi,” bebernya

Di momen yang fitrah ini, Bupati pun memohon doa untuk Kabupaten Sukabumi. Terutama berkaitan kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“Kami mohon doanya akan Sukabumi semakin maju. Semoga pula Sukabumi dapat terbebas dari bencana,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Usai Idul Fitri 1447, Jalur Nasional Cikembar–Bagbagan Dipadati Kendaraan Wisatawan

0

Wartain.com || Arus kendaraan wisatawan memadati Jalan Nasional III Cikembar–Bagbagan, Kabupaten Sukabumi, Kepadatan didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Palabuhanratu dan Pajampangan usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Minggu 22 Maret 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu terlihat mengular sejak pagi hari. Para wisatawan memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata populer seperti Alun-alun Gadobangkong, Pantai Citepus, Pantai Cimaja, Karang Hawu, hingga kawasan wisata air panas Geyser Cipanas.

Selain itu, arus kendaraan juga terlihat menuju wilayah Pajampangan yang dikenal memiliki beragam destinasi alam. Sejumlah wisatawan memilih melanjutkan perjalanan ke Pantai Minajaya serta beberapa objek wisata air terjun seperti Curug Larangan, Curug Cikaso, Curug Cimarinjung, dan Curug Cikanteh yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Solihin, warga Ciawun, Palabuhanratu, mengatakan peningkatan arus kendaraan menuju kawasan wisata tersebut sudah menjadi agenda tahunan setiap libur Lebaran. Menurutnya, masyarakat biasanya memanfaatkan momen berkumpul bersama keluarga untuk berwisata.

“Setiap habis Lebaran jalur ke Palabuhanratu memang selalu ramai. Banyak warga dari luar daerah maupun lokal yang sengaja datang untuk berlibur ke pantai atau air terjun di Sukabumi selatan,” ujar Solihin.

Ia menambahkan, meski terjadi kepadatan kendaraan di beberapa titik, masyarakat tetap antusias mengunjungi berbagai destinasi wisata yang menjadi daya tarik utama di kawasan Palabuhanratu dan Pajampangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Gadobangkong Meningkat

0

Wartain.com || Pantai Gadobangkong di Palabuhanratu mulai dipadati wisatawan yang memanfaatkan momen libur Idul Fitri untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat. Arus kedatangan pengunjung terus meningkat didominasi oleh wisatawan dari luar daerah.

Para wisatawan tampak menikmati keindahan Pantai Gadobangkong yang dikenal dengan panorama lautnya yang memukau. Selain bersantai, pengunjung juga terlihat bermain pasir dan mandi di tepi pantai, menciptakan suasana liburan yang meriah.

Meskipun cuaca cukup terik pada siang hari, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme pengunjung. Mereka tetap memadati kawasan pantai untuk menikmati suasana liburan pasca Ramadhan dengan penuh keceriaan.

Salah satu wisatawan asal Depok, Ari (44), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati liburan di Pantai Gadobangkong. “Kami datang dari Depok untuk liburan Idul Fitri. Pantainya bagus, enak, dan anak-anak juga senang bisa main pasir dan mandi di laut,” ujarnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Gadobangkong diketahui berasal dari berbagai kota, seperti Depok, Bogor, hingga Jakarta. Mereka memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata ke kawasan pesisir selatan Sukabumi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Disisi lain, petugas dari tim SAR turut bersiaga di lokasi untuk memastikan keselamatan para pengunjung. Salah satu anggota tim SAR, Yanto (30), memantau wisatawan agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di laut. “Kami terus melakukan pemantauan di sepanjang pantai dan mengingatkan pengunjung agar tidak berenang terlalu ke tengah demi keselamatan,” katanya.

Ramainya kunjungan wisatawan juga berdampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar pantai. Dandi (19), pemilik warung kopi setempat, mengaku mengalami peningkatan penjualan selama libur Lebaran. “Alhamdulillah sejak Lebaran pengunjung ramai, dagangan kopi dan makanan ringan jadi lebih laku dari biasanya,” ungkapnya.

Untuk tarif parkir di kawasan Pantai Gadobangkong terbilang terjangkau, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Kondisi ini turut mendukung kenyamanan wisatawan dalam menikmati liburan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pahala Orang yang Berpuasa Enam Hari pada Bulan Syawal

0
Oplus_131072

Wartain.com || Setelah menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan amalan dengan puasa pada bulan Syawal. Puasa sunah ini dikenal memiliki keutamaan besar dan menjadi salah satu bentuk konsistensi dalam beribadah setelah bulan suci berakhir.

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal, dimulai setelah perayaan Idulfitri. Ibadah ini menjadi simbol keteguhan seorang Muslim dalam menjaga kualitas ibadah.

Beberapa Keutamaan Berpuasa pada Bulan Syawal

Mengutip informasi dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terdapat sejumlah keutamaan yang bisa didapatkan oleh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa sunah ini, di antaranya:

1. Pahala setara dengan berpuasa setahun

Salah satu keutamaan utama puasa Syawal adalah ganjaran pahala yang sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun penuh.”

2. Penyempurnaan Ibadah Ramadan

Puasa Syawal juga memiliki fungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Melalui puasa sunah ini, diharapkan kekurangan dalam ibadah wajib dapat tertutupi.

3. Bentuk Rasa Syukur

Melaksanakan puasa Syawal juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menjalankan ibadah pada bulan Ramadan.

Berbagai amalan seperti puasa, salat malam, dan zakat yang telah dilakukan pada bulan suci menjadi anugerah yang patut disyukuri dengan tetap menjaga ibadah pada bulan berikutnya.

4. Tanda Diterimanya Amal

Keinginan untuk melanjutkan ibadah setelah Ramadan juga menjadi salah satu tanda bahwa amal yang telah dilakukan diterima. Puasa Syawal mencerminkan sikap umat Muslim yang konsisten dalam ibadah.

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Dilansir dari laman Baznas, puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Umat Muslim tidak diperbolehkan berpuasa pada 1 Syawal karena hari itu merupakan hari raya Idulfitri.

Pelaksanaan puasa ini bersifat fleksibel, dapat dilakukan secara berturut-turut maupun selang-seling, selama masih dalam bulan Syawal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)