26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 203

Jalan Arteri Parungkuda-Cibadak Macet, Wisatawan dan Pemudik Disarankan Gunakan Jalur Alternatif

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sehari setelah lebaran Idulfitri 1447 H, kendaraan yang melintas di jalur arteri Parungkuda-Cibadak, masih dipadati kendaraan pemudik, baik yang baru pulang maupun balik serta para wisatawan yang hendak berkunjung ke tempat wisata yang ada di Sukabumi, Minggu 22/03/2026.

Alhasil, antrian panjang kendaraan roda empat dan dua terlihat mengular hingga pintu keluar tol, bahkan sebagian kendaraan sempat terhenti cukup lama sebelum berhasil keluar menuju jalur arteri Parungkuda.

Seorang pengendara asal Serang Banten, Dede (22), mengaku perjalanan yang ditempuhnya terhambat akibat kepadatan tersebut. “Kendaraan berhenti lama di exit tol, antrean panjang sekali. Kondisinya cukup parah,” ujarnya singkat saat ditemui di lokasi.

Senada, keluhan juga disampaikan Bambang (48) wisatawan asal Pondok Gede. Ia mengungkapkan kepergiannya dengan tujuan wisata ke Palabuhanratu, terhambat perjalanannya dengan kemacetan sejak pintu tol Parungkuda.

“Sudah dua jam Kami disini. Kalau dari Jakarta cepat sekali, tapi dari pintu tol baru setengahnya nyampe ke simpang Cikidang. Ya, mau gimana lagi,” ungkapnya dengan nada kesal.

Kepadatan ini dipicu meningkatnya volume kendaraan dari arah Jabodetabek  menuju Sukabumi dan sekitarnya pada saat libur lebaran. Jalur keluar tol yang langsung terhubung dengan jalan arteri Parungkuda atau jalan Nasional III, ataupun jalur fungsional tol Bocimi seksi 3, keluar Karangengah, membuat arus lalu lintas semakin tersendat, terutama di titik pertemuan kendaraan lokal dan arus balik dari tol.

Petugas kepolisian bersama pengelola tol telah melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Rekayasa jalur dilakukan dengan membuka tutup arus di beberapa titik, serta mengarahkan sebagian kendaraan ke jalur alternatif. Meski begitu, antrean kendaraan masih terlihat semenjak Sabtu malam hingga Minggu siang.

Selain di Parungkuda, kepadatan juga dilaporkan terjadi di beberapa pintu keluar tol Bocimi lainnya, terutama yang terhubung langsung dengan jalur wisata dan permukiman. Kondisi ini menjadi perhatian karena arus balik diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Jalur Alternatif Pilihan

Bagi yang mau menuju Sukabumi dan sekitarnya dari arah Jabodetabek, sangat disarankan untuk melewati jalur alternatif berikut ini:

1. Exit tol Cigombong lewat Taman Angsa keluar Pondokkasolandeuh

2. Simpang Cidahu keluar Parungkuda

3. Simpang Ciambar Keluar Nagrak-Karangtengah

4. Simpang Parungkuda keluar Cikidang

5. Simpang Cikidang menuju Palabuhanratu dan sekitarnya

6. Simpang Nagrak keluar Karangtengah

7. Simpang Ratu menuju Cikembar-Palabuhabratu dan sekitarnya

8. Simpang Cireundeu keluar Caringin -Cibaraja

9. Simpang Cicantayan menuju Cikembar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Pertama Lebaran, Jalur Bogor-Sukabumi Macet Parah di Exit Tol Parungkuda

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hari pertama Idul Fitri, arus lalu lintas di ruas jalur arteri Bogor-Sukabumi, masih padat hingga Sabtu (21/3/2026) malam.

Kepadatan terjadi karena peningkatan kendaraan yang melintas mulai daei exit tol Parungkuda dan sejumlah persimpangan, salah satunya Simpang Cikidang dan Simpang Ratu Cibadak.

Nampak kepadatan terjadi di kedua arah, baim dari arah Bogor-Sukabumi maupun sebaliknya. Hal ini mengakibatkan laju kendaraan sempat tersendat daei sore hingga malam hari.

Petugas kepolisian daei Satlantas Polres Sukabumi dibantu dengan Dishub dan petugas lainnya, sibuk  melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah persimpangan untuk mengurai kemacetan.

Diketahui, kepadatan tersebut dipicu oleh warga yang hendak mudik di hari raya Idulfitri, silaturahmi keluarga maupun wisatawan yang hendak berlibur.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Arus Mudik Lewat, Kini Bersiap Hadapi Arus Balik Lebaran 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puncak arus mudik Lebaran telah terlewati, menandai berakhirnya lonjakan pergerakan masyarakat menuju kampung halaman di berbagai daerah. Setelah periode kepadatan tinggi di jalur darat, laut, dan udara, kondisi lalu lintas mulai berangsur normal meski masih terdapat pergerakan pemudik yang melakukan perjalanan susulan.

Kini, perhatian beralih pada arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mulai bersiap mengantisipasi lonjakan kendaraan dan penumpang, termasuk dengan pengaturan hingga rekayasa lalin.

270 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta Dalam Sehari

Pada arus mudik 18 Maret lalu, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada hari itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan puncak volume lalu lintas mudik yang dilayani oleh Jasa Marga mencapai 270.315 kendaraan, atau naik 98,3% terhadap normal dan naik 4,6% terhadap puncak mudik Lebaran 2025.

Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

“Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini, yang mencapai 175.754 kendaraan. Meningkat 6% dibandingkan dengan puncak mudik tahun lalu,” ujar Rivan di kantor Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Jumat (20/3).

Suasana kemacetan di gerbang tol Cikampek, Jawa Barat, pada 17 Maret 2026. Foto: Bay Ismoyo / AFP
Menurut Rivan, meski jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan tol Jasa Marga Group mencapai rekor tertinggi, kondisi lalu lintas dapat dikendalikan.

“Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya,” ujarnya.

Rivan juga menjelaskan, sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1×12 jam. Pada Kamis pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal.

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret

Operator jalan tol Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan balik Lebaran pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik dengan potensi kepadatan tinggi di sejumlah ruas jalan tol.

“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret. Untuk itu kepada masyarakat agar menghindari tanggal tersebut, baik dengan kembali lebih awal atau setelahnya,” ujar Rivan Achmad.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy untuk memantau kepadatan jalan.

Selain itu, pengguna jalan juga diimbau mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tetap nyaman selama arus balik.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa puncak arus balik pada 24 Maret akan direspons dengan penerapan sistem one way nasional secara bertahap.

“Diperkirakan tanggal 24 arus balik kita siapkan one way. Kemungkinan akan kita lakukan dari KM 414 hingga Pejagan, dan bisa diperpanjang jika arus masih tinggi,” ujarnya di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Jumat (20/3).

Ia menjelaskan, strategi tersebut disusun berdasarkan pengalaman pengaturan arus mudik yang sebelumnya berjalan cukup terkendali.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman agar memilih tanggal 25, 26, dan 27 Maret 2026 untuk perjalanan arus balik. Imbauan ini disampaikan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 serta 28-29 Maret.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan, skenario arus balik telah disiapkan bersama kepolisian dan jajaran terkait.

“Laporan dari seluruh Kapolda sudah menyiapkan ini dan arus balik, ya, arus balik Pak Korlantas juga sudah menyiapkan format-format atau eh skenario yang akan dilaksanakan,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (20/3).

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mendistribusikan pergerakan masyarakat.

“Puncak arus sesuai dengan prediksi arus balik ini pada tanggal 24 Maret 2026 dan 29 28 29 2026. Pemerintah sudah memberikan work from anywhere, WFA, ya, pada tanggal 25, 26, 27 sehingga untuk seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan balik diimbau untuk eh melaksanakan balik pada tanggal-tanggal tersebut sehingga tidak pada arus puncak, ya, pada tanggal 24, 28, dan 29. Ini semata-mata untuk mengurangi volume arus kendaraan yang ada di jalan,” kata Aan.

Selain itu, pembatasan angkutan barang juga masih diberlakukan selama periode arus balik.

“Kemudian, yang ketiga, untuk selama arus balik ini, pembatasan angkutan barang, ya, sumbu tiga ke atas, kereta tempelan, dan angkutan barang tambang masih dibatasi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PDM Muhammadiyah Sukabumi Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Ujaran Kebencian di Medsos

0

Wartain.com || Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh seorang pengguna media sosial ke pihak kepolisian. Laporan tersebut telah diterima dan teregistrasi dengan nomor STTLP/B/141/III/2026/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA pada 20 Maret 2026.

Laporan ini berkaitan dengan komentar di media sosial yang dinilai mengandung unsur SARA serta menyerang nama baik organisasi. Terlapor diketahui menggunakan akun Facebook atas nama Imron Rosyadi.

Dari bukti tangkapan layar yang diserahkan, akun tersebut diduga menyampaikan sejumlah pernyataan bernada provokatif, termasuk tuduhan yang dinilai tidak berdasar serta penggunaan kata-kata yang dianggap tidak pantas.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM Kota Sukabumi, Rozak Daud, mengatakan langkah hukum ini diambil untuk menjaga kondusivitas sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait batasan kebebasan berekspresi di ruang digital.

“Kami menilai konten tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan, sehingga perlu disikapi melalui jalur hukum agar ada kejelasan dan efek pembelajaran,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Ia menegaskan, Muhammadiyah tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, namun tidak membenarkan adanya ujaran yang mengarah pada kebencian atau merendahkan pihak tertentu, khususnya yang berkaitan dengan isu SARA.

Rozak berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Iu Rusliana, mengimbau seluruh kader untuk menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin.

Ia meminta agar tidak merespons secara berlebihan, serta mengedepankan sikap bijak dalam menghadapi dinamika di media sosial.

“Kita tetap harus menahan diri dan tidak terpancing. Jika memang ada itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tentu itu juga bisa menjadi jalan,” katanya.

Diketahui, polemik ini muncul di tengah perbincangan hangat di media sosial terkait kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi mengenai penggunaan Lapangan Merdeka untuk pelaksanaan Salat Idulfitri.

Saat ini, laporan tersebut tengah ditangani Satreskrim Polres Sukabumi Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Fokus Bergeser ke Jalur Wisata Termasuk Sukabumi, Polda Jabar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Usai Lebaran

0

Wartain.com || Kepolisian mulai mengalihkan fokus pengamanan arus lalu lintas dari jalur mudik ke jalur wisata menjelang libur pasca-Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini menyusul kondisi arus kendaraan yang masih terpantau landai di sejumlah ruas utama di Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, hasil pemantauan di jalur arteri Parungkuda hingga Cibadak, termasuk ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), menunjukkan belum adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Arus masih relatif terkendali, belum terjadi lonjakan yang berarti,” ujarnya saat melakukan peninjauan, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti kawasan Pasar Cibadak dan akses jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3.

Pengoperasian jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 dinilai mulai efektif membantu distribusi arus kendaraan. Hingga saat ini, lebih dari 7.000 kendaraan tercatat telah melintas di jalur tersebut dengan kondisi lalu lintas yang tetap terkendali.

Sejumlah rekayasa juga telah diterapkan, salah satunya di Simpang Karangtengah dengan pengaturan arus belok kiri guna menghindari konflik pergerakan kendaraan.

Memasuki masa libur Lebaran, perhatian kini diarahkan ke jalur wisata, khususnya menuju kawasan Palabuhanratu. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan, kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) secara bertahap.

“Kami akan terapkan one way sepenggal, terutama untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Simpang Ratu, sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Rudi menegaskan, penerapan sistem tersebut bersifat situasional dengan mempertimbangkan tingkat kepadatan kendaraan.

Secara umum, kondisi lalu lintas di sejumlah jalur utama di Jawa Barat, seperti Tol Jakarta-Cikampek, Cipali, Purbaleunyi, jalur Pantura, hingga jalur selatan, masih terpantau stabil. Jalur fungsional Japek II Selatan juga telah dioperasikan untuk membantu mengurai arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

309 Warga Binaan Lapas Sukabumi Terima Remisi Idulfitri 1447 H

0

Wartain.com || Sebanyak 309 warga binaan di Lapas Kelas IIB Sukabumi, Jawa Barat, menerima Remisi Khusus (RK) Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Pemberian remisi tersebut ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) di Lapangan Serbaguna lapas setempat.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, mengatakan remisi diberikan sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku selama menjalani masa pidana.

Dari total penerima, sebanyak 207 orang memperoleh pengurangan masa tahanan selama satu bulan, 68 orang mendapatkan remisi 15 hari, dan 34 orang menerima pengurangan masa pidana selama 1 bulan 15 hari.

Adapun berdasarkan jenis perkara, penerima remisi terdiri dari 180 warga binaan kasus narkotika, 127 kasus tindak pidana umum, serta 2 orang dari kasus tindak pidana korupsi.

Budi menegaskan, pemberian remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan.

“Remisi ini merupakan bentuk apresiasi bagi warga binaan yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para warga binaan memanfaatkan masa pembinaan sebagai proses untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Pada pemberian remisi Idulfitri tahun ini, tidak ada warga binaan yang langsung bebas atau menerima Remisi Khusus II (RK II). Meski demikian, pengurangan masa tahanan tersebut dinilai dapat menjadi dorongan semangat bagi warga binaan.

Pelaksanaan pemberian remisi berlangsung tertib dan diikuti oleh ratusan warga binaan dengan penuh khidmat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Idulfitri di Lapang Merdeka Sukabumi Tekankan Pentingnya Silaturahmi Nyata di Era Digital

0

Wartain.com || Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026) pagi. Selain menjadi momen ibadah, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya memperkuat silaturahmi dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Salat Idulfitri dipimpin oleh K.H. Ma’mun Abdurrahman sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. H. Aab Abdullah, Ketua Orda ICMI Kota Sukabumi. Dalam tausiyahnya, Aab Abdullah menyoroti tantangan interaksi sosial di era digital yang kian dominan.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengandalkan komunikasi melalui media sosial, tetapi juga membangun hubungan nyata di kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk kembali mempererat hubungan antarsesama secara langsung.

“Silaturahmi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya melalui pesan singkat atau media sosial,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diminta untuk melakukan tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan kabar.

“Pastikan setiap informasi yang diterima telah melalui proses check and recheck agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki yang hadir bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persatuan.

Ia menilai nilai-nilai Ramadhan seperti kepedulian dan kebersamaan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan masyarakat, menurutnya, menjadi kunci dalam mendorong pembangunan Kota Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera.

“Momentum ini harus menjadi titik awal untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan solidaritas sosial,” ungkapnya.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Kehadiran ribuan jamaah menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai silaturahmi dan persatuan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Ikuti Sholat Idulfitri Bersama, Jadikan Momentum Kebersamaan dan Pererat Silaturahmi

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menegaskan bahwa perayaan Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan Salat Idulfitri di halaman Masjid Agung Palabuhanratu, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadan, tetapi juga waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan membangun kembali semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Idulfitri menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat hubungan, baik antar sesama masyarakat maupun antara pemerintah dan warga. Kebersamaan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi yang terjalin dengan baik akan mendorong terciptanya berbagai program pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan saling mendukung.

Selain itu, Sekda juga berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan, seperti keikhlasan, kepedulian, dan kedisiplinan, dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung kemajuan Kabupaten Sukabumi.

“Semangat yang telah dibangun selama Ramadan hendaknya tidak berhenti sampai di sini. Mari kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud komitmen bersama membangun Sukabumi yang lebih baik,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Idul Fitri 1447 H: Menjemput Energi Ilahi, Memperkokoh Perisai Pertiwi Melindungi Presiden Prabowo

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi/SMSI Sukabumi, Presidium KAHMI Sukabumi, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi dan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98/PPJNA 98

Wartain.com || Gema takbir yang menggetarkan angkasa pada 1 Syawal 1447 H bukan sekadar penanda berakhirnya dahaga raga, melainkan sebuah simfoni eksistensial tentang kembalinya manusia ke titik nol (fitrah). Secara filosofis, Idul Fitri adalah momen re-birth, di mana jiwa membasuh debu egoisme untuk kembali pada kemurnian asal. Sebagaimana ungkapan Rumi, “Mari kita keluar dari lingkaran waktu dan masuk ke dalam lingkaran cinta,”_ Idul Fitri mengajak kita keluar dari sekat kepentingan pribadi menuju pengabdian yang lebih luas.

Kesucian yang kita raih hari ini adalah Energi Ilahi yang harus dikonversi menjadi kekuatan kolektif. Di tengah konflik global yang kian memanas, kesalehan spiritual harus mewujud dalam gotong royong nasional. Hal ini selaras dengan pesan langit dalam Surah Ali ‘Imran ayat 103:

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Di hari yang fitri ini, doa-doa 250 juta rakyat Indonesia membumbung, mengetuk pintu langit agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Kita memohonkan bagi beliau kekuatan fisik, kesehatan, dan ketajaman intuisi dalam memimpin bangsa. Sebagaimana filsuf Plato mendambakan pemimpin yang memiliki kebijakan dan keberanian, kita mendoakan agar kepemimpinan beliau menjadi kompas yang selamat di tengah badai geopolitik.

Namun, doa harus disertai ikhtiar. Mari seluruh lapisan masyarakat bersatu membangun Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Kedaulatan bukan hanya tugas militer, melainkan kesadaran semesta setiap warga negara. Kekuatan batin dari Idul Fitri inilah yang menjadi bahan bakar untuk menghadapi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mari jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai momentum persatuan nasional. Ketika batin suci dan barisan rapat, Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang tak tergoyahkan.

Selamat Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sholat Idul Fitri Berlangsung Khidmat, 936 Narapidana Lapas Warungkiara Mendapatkan Remisi Hari Raya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara melaksanakan kegiatan Shalat Idul Fitri 1447 H sekaligus penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 bagi narapidana, pada Sabtu (21/03) bertempat di Lapangan Lapas Kelas IIA Warungkiara.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara beserta jajaran pejabat struktural, pegawai, regu pengamanan, Ketua Pondok Pesantren Saadatuddaroin, serta 1.310 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pelaksanaan diawali dengan penyampaian hasil zakat fitrah oleh tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Himayah, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang diimami dan disampaikan khutbah oleh Ustadz Wisnu Wardana, LC dari Pondok Pesantren Modern Assalam Puteri.

Selanjutnya, Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara menyampaikan sambutan sekaligus dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri oleh Kasubsi Registrasi, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan remisi secara simbolis kepada perwakilan warga binaan.

Berdasarkan data per 10 Maret 2026, jumlah penghuni Lapas Warungkiara tercatat sebanyak 1.315 orang, terdiri dari 251 tahanan dan 1.064 narapidana. Dari jumlah narapidana tersebut, sebanyak 936 orang diusulkan dan telah mendapatkan Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2026. Sementara itu, 128 narapidana tidak diusulkan menerima remisi dengan berbagai alasan administratif dan substantif.

Dari total 936 narapidana yang menerima remisi:

– 139 orang memperoleh remisi 15 hari
– 573 orang memperoleh remisi 1 bulan
– 174 orang memperoleh remisi 1 bulan 15 hari
– 50 orang memperoleh remisi 2 bulan

Sebanyak 7 narapidana memperoleh Remisi Khusus II (RK II), di mana 4 orang langsung bebas dan 3 orang masih menjalani pidana pengganti denda/subsider

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan halal bihalal antara petugas dan warga binaan, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)