26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 201

KPK Tegaskan Status Tahanan Rumah Yaqut Tak Ganggu Proses Hukum, Berkas Segera Dirampungkan

0

Wartain.com || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengalihan status penahanan terhadap Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah tidak menghambat jalannya proses penyidikan kasus dugaan kuota haji yang menjeratnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa tim penyidik tetap bekerja secara optimal untuk merampungkan berkas perkara. Ia menyebut, proses penyidikan kini tengah difokuskan pada pelengkapan dokumen agar dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

“Kami memastikan tidak ada hambatan dalam proses penyidikan. Saat ini penyidik sedang menyiapkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Budi juga membenarkan bahwa Yaqut tidak menjalani penahanan di rumah tahanan KPK saat momen Idulfitri 1447 Hijriah pada 21 Maret 2026. Hal tersebut dikarenakan status penahanannya telah dialihkan menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, pengalihan jenis penahanan tersebut dilakukan setelah KPK menerima permohonan dari pihak keluarga tersangka pada 17 Maret 2026. Permohonan itu kemudian dikaji dan disetujui dengan mengacu pada ketentuan dalam undang-undang yang berlaku.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang memperbolehkan perubahan jenis penahanan dengan pertimbangan tertentu, serta tetap berada dalam koridor hukum yang sah.

“Seluruh proses pengalihan penahanan ini telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

KPK menegaskan, meskipun status penahanan berubah, komitmen lembaga antirasuah itu untuk menuntaskan perkara tetap berjalan tanpa kendala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kapolda Jabar Apresiasi Pengungkapan Kasus Begal, Tekankan Pentingnya Pencegahan Kejahatan

0

Wartain.com || Kinerja cepat jajaran Polres Sukabumi bersama Polda Jawa Barat dalam mengungkap komplotan begal menuai apresiasi dari Rudi Setiawan. Dalam waktu singkat, aparat berhasil membongkar kasus pencurian dengan kekerasan yang sempat meresahkan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Irjen Pol Rudi Kapolda saat melakukan kunjungan ke kawasan wisata Pantai Karanghawu, Senin (23/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa bangga terhadap dedikasi dan kerja keras personel di lapangan yang mampu mengungkap kasus hanya dalam hitungan hari.

Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus bukanlah satu-satunya tolok ukur kinerja kepolisian. Menurutnya, upaya pencegahan justru memiliki peran yang jauh lebih penting dalam menekan angka kriminalitas.

Ia menekankan bahwa langkah antisipatif perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan. “Yang utama bukan hanya mengungkap, tetapi bagaimana kita mampu mencegah agar tindak kejahatan tidak terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai, sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk saling menjaga,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Aksi Begal Terhadap Pemudik di Parungkuda Berakhir, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

0

Wartain.com || Pelarian dua pelaku begal yang sempat meresahkan masyarakat di wilayah Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil dihentikan aparat kepolisian. Keduanya diringkus tim gabungan dari Unit Resmob Sat Reskrim Polres Sukabumi bersama Dit Reskrimum Polda Jawa Barat pada Minggu (22/3/2026) malam.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami pasangan suami istri, AK (26) dan SY (26), saat melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju wilayah Cikidang pada Rabu (18/3/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pasir Angin Palasari–Bojonggenteng, tepatnya di Kampung Palasarihilir, Desa Palasari, Kecamatan Parungkuda.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat tim di lapangan. Ia menyebut, para pelaku saat itu melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban.

Menurutnya, penyelidikan mulai menemukan titik terang setelah petugas menemukan barang bukti berupa sebilah celurit yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Senjata tersebut diduga terjatuh saat korban melakukan perlawanan dengan menabrakkan sepeda motornya.

“Dari barang bukti yang tertinggal, kami lakukan pengembangan hingga akhirnya mengarah pada identitas pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya juga memanfaatkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk memperkuat penyelidikan. Hasilnya, dua pelaku berhasil diidentifikasi, masing-masing berinisial AP (27) dan AS alias Marbun (35), yang berperan sebagai eksekutor.

Tim gabungan kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan keduanya di kediaman masing-masing di wilayah Bojonggenteng sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna kuning yang digunakan pelaku saat beraksi, dua unit telepon genggam, serta pakaian yang dikenakan saat kejadian. Sementara itu, sepeda motor milik korban diketahui telah dijual dan kini masih dalam proses pelacakan oleh pihak kepolisian.

Saat ini, kedua pelaku telah ditahan di Mapolsek Parungkuda untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang yang berlaku.

Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan jalanan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jalur Alternatif Ciambar-Nagrak Mulai Dipadati Pemudik dan Wisatawan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bagi pemudik lebaran 2026 dan wisatawan yang akan melintasi jalur arteri Parungkuda-Cibadak Kabupaten Sukabumi, kini bisa menggunakan jalan alternatif.

Banyak pilihan bagi para pengendara, untuk menghindari kemacetan di Jalan Nasional III arah Sukabumi. Diketahui, semenjak hari lebaran kemarin sampai saat ini, volume kendaraan yang akan menuju arah Sukabumi dan sekitarnya, mulai nampak mengalami peningkatan.

Alhasil, jalur dari kedua arah mengalami kemacetan, baik yang menuju ke Sukabumi maupun arah sebaliknya. Kendaraan yang melintas masih didominasi oleh pemudik yang hendak balik ke Jabodetabek, maupun yang hendak berlibur ke Sukabumi.

Untuk menghindari itu semua, pengguna jalan sangat disarankan untuk menggunakan jalan alternatif yang sesuai denga tujuan. Pilihan nya sangat banyak, salah satunya adalah jalan alternatif Ciambar-Nagrak keluar Karangtengah.

Walaupun jalannya sedikit ekstrim karena melewati area sawah warga hingga tembus ke kawasan permukiman, tapi alternatif ini bisa digunakan untuk menghindari penumpukan kendaraan terutama di pintu masuk dan keluar GT Parungkuda.

Digunakannya jalur alternatif baru tersebut juga bertujuan, untuk mendukung kelancaran dalam perjalanan dan mengurai kemacetan di arteri Parungkuda-Cibadak.

Salah seorang pengendara asal Bogor, Kurnia (38) mengungkapkan, dirinya beserta rombongan memilih jalur alternatif Ciambar-Nagrak tersebut, untuk menghindari kemacetan, terutama di exit tol Parungkuda.

“Sengaja memang saya melewati jalur alternatif ini untuk menghindari kemacetan di Parungkuda-Cibadak. Tadi saya lihat di CCTV Dishub Kabupaten Sukabumi, pada titik tersebut terjadi kemacetan. Saya keluar tol Benda, kemudian belok kesini,” ungkapnya.

“Kebetulan juga, tujuan saya memang mau liburan ke YSR Himalaya yang ada di Pawenang-Nagrak. Jadi, lewat sini langsung bisa tembus sampe tujuan,” tambahnya.

Ditanya terkait kondisi jalan alternatif Ciambar-Nagrak, Kurnia mengatakan, kondisinya cukup bagus, bisa dilewati kendaraan roda dua atau empat. Hanya saja, karena banyak kelokan dan curam, sangat disarankan menggunakan kendaraan yang sehat.

“Jalanya cukup bagus, walaupun ada beberapa titik yang rusak. Saya udah lebih dari empat kali lewat kesini, jadi sudah paham jalan. Bagi yang pertama kali lewat sini, di harapkan untuk hati-hati saja dengan kelokan, turunan serta tanjakan yang tajam,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Veda Ega Pratama Raih Podium 3, Begini Ungkapannya!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama buka suara untuk kali pertama setelah sukses mencetak sejarah baru dengan merebut podium ketiga di Moto3 Brasil 2026, Minggu (22/3).
Setelah balapan, Veda Ega menjawab pertanyaan media pemegang hak siar dengan terbata-bata lantaran pencapaian yang luar biasa.

“Ya, akhirnya saya bisa finis di tiga besar di grand prix kedua saya. Ini merupakan pencapaian terbesar buat saya saat ini,” kata Veda Ega.

Tentu saya ingin berterima kasih kepada semua warga Indonesia, para sponsor, serta keluarga yang menonton saya dari Indonesia. Terima kasih banyak. Luar biasa,” ujar Veda Ega menambahkan.

Finis di posisi ketiga memang pencapaian luar biasa bagi debutan Moto3 2026 asal Indonesia. Sempat tercecer di 10 besar, Veda Ega berhasil merebut podium ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna.

Hasil gemilang Veda Ega tak terlepas dari insiden yang terjadi di lap ke-13. David Almansa yang sempat memimpin balapan mengalami kecelakaan dan membuat red flag dikibarkan.

Situasi ini membuat persaingan kembali ketat. Maximo Quiles kukuh di posisi terdepan, namun posisi lima besar dengan cepat berganti di lap-lap terakhir.

Veda Ega berhasil melesat dan menyalip Alvaro Carpe di dua lap terakhir untuk mengamankan podium ketiga di belakang Quiles dan Marco Morelli.

Ini merupakan sejarah baru bagi dunia balap Indonesia. Belum ada satu pun pembalap Indonesia selain Veda Ega, yang pernah meraih podium di kelas grand prix Moto3.

Hasil positif di Brasil menjadi perjalan manis Veda Ega di Moto3 2026 setelah sebelumnya finis kelima di MotoGP Thailand.

Hasil Moto3 Brasil 2026
1. Maximo Quiles
2. Marco Morelli
3. Veda Ega Pratama
4. Alvaro Carpe
5. Guido Pini
6. Rico Salmela
7. Valentin Perrone
8. Adrian Fernandez
9. Casey O’Gorman
10. Hakim Danish.(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wisatawan Arah Palabuhanratu Mulai Padat, Pengendara Lewati Leter S Cikidang Harap Hati-hati 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tanjakan Leter S atau Jalan Raya Cikidang di Kabupaten Sukabumi terpantau cukup ramai oleh pengunjung pada pagi hari H+2 Lebaran. Arus kendaraan sendiri didominasi oleh wisatawan yang akan menuju kawasan objek wisata Palabuhanratu. Senin (23/3/2026).

Diketahui, kepadatan mulai terlihat sejak pagi hari dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran.

Begitu juga cuaca cerah turut mendukung aktivitas perjalanan para pengunjung. Udara pagi yang sejuk di kawasan tanjakan Leter S Cikidang memberikan kenyamanan untuk para pengguna jalan yang melintas.

Selain itu juga pemandangan alam yang masih dinilai asri juga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk sejenak menikmati suasana.

Salah seorang pengunjung asal Parungkuda, Sukabumi, Imam (22), mengatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya sengaja berangkat pagi untuk menghindari kemacetan. “Kami sengaja berangkat pagi biar tidak kena macet, juga sekalian ingin menikmati suasana di Leter S yang masih segar sambil mengabadikan momen,” ujarnya saat wawancarai di lokasi.

Ia juga mengatakan selalu memilih jalur Cikidang karena dinilai lebih cepat meskipun memiliki medan yang cukup menantang. “Memang jalurnya curam ya dan menanjak berkelok juga, tapi lebih cepat dibanding jalur lain, tapi kita juga berusaha selalu safety,” tambahnya.

Disisi lain, terlihat sejumlah pengunjung juga memanfaatkan area di sekitar tanjakan Leter S untuk beristirahat sejenak. Mereka tampak berhenti untuk menikmati kopi, sarapan ringan, hingga melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Palabuhanratu.

Aktivitas tersebut membuat beberapa titik di sepanjang jalur Leter S terlihat dipadati kendaraan yang parkir sementara di bahu jalan.

Kendati demikian, arus lalu lintas masih terpantau lancar dengan pengaturan yang cukup tertib dari para pengguna jalan.

Jalan Raya Cikidang sendiri dikenal sebagai jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Bogor, Jakarta, dan Sukabumi menuju Palabuhanratu.

Jalur ini kerap menjadi pilihan pengendara karena dinilai dapat memangkas waktu tempuh, meski kontur jalan yang berkelok dan menanjak.

Para pengunjung diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi tanjakan Leter S tersebut, terutama di titik-titik rawan seperti tanjakan dan tikungan tajam. Dan pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Pemprov Jabar Beri Kompensasi Sopir Angkot Sukabumi Selama Arus Mudik Lebaran 2026

0

Wartain.com|| Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan menggulirkan program kompensasi bagi sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Sukabumi selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama.

Pendataan sopir penerima kompensasi dilakukan di Terminal Cibadak pada Minggu (22/3/2026). Program ini menyasar sejumlah trayek, khususnya yang beroperasi di kawasan Cibadak.

Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Diding Abidin, menjelaskan bahwa terdapat enam trayek angkot yang diusulkan untuk menghentikan operasional sementara. Para sopir diminta tidak beroperasi selama tiga hari, yakni pada 23, 24, dan 29 Maret 2026.

Sebagai bentuk pengganti penghasilan, pemerintah memberikan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari kepada setiap sopir. Dengan demikian, dalam tiga hari, setiap sopir akan menerima total Rp600 ribu.

“Meski tidak beroperasi, para sopir tetap mendapatkan kompensasi. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah sekaligus untuk mendukung kelancaran arus mudik,” ujar Diding.

Ia menambahkan, langkah ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan, terutama di jalur nasional yang kerap dipadati saat musim Lebaran, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman.

Secara keseluruhan, jumlah angkot yang terdampak kebijakan ini mencapai sekitar 1.120 unit. Saat ini, proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Penyaluran dana dilakukan melalui transfer perbankan guna menjamin transparansi dan akuntabilitas. Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta organisasi angkutan darat untuk memastikan hanya sopir aktif yang menerima bantuan.

Di lapangan, kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para sopir. Mereka dinilai memahami tujuan program yang mengedepankan kepentingan bersama selama periode arus mudik dan balik.

Meski demikian, pihak Dinas Perhubungan tetap akan melakukan pengawasan. Sopir yang telah menerima kompensasi namun masih beroperasi akan diberikan imbauan secara persuasif agar mematuhi ketentuan.

Adapun terkait pembagian hasil antara sopir dan pemilik kendaraan, Diding menyebut hal tersebut tetap diserahkan pada kesepakatan masing-masing pihak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan, Warga Karangpapak Sempat Curiga Bau Menyengat

0

Wartain.com || Suasana Kampung Marinjung Hilir, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendadak dihebohkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya, Sabtu (21/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Yayan Suryana (70), yang selama ini tinggal seorang diri. Penemuan bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban sejak beberapa hari terakhir.

Kapolsek Cisolok AKP Bayu Saeful Bahari menjelaskan, laporan warga diterima pihak kepolisian sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelumnya, warga telah mencium aroma menyengat sejak Selasa (17/3/2026), namun tidak dapat memastikan sumbernya karena kondisi rumah terkunci.

“Atas izin pemilik kontrakan, warga kemudian berinisiatif membuka rumah tersebut,” ujar Bayu.

Kepastian pun didapat setelah salah seorang warga mencoba melihat ke dalam melalui ventilasi. Dari sana, korban terlihat dalam posisi terlentang dengan kondisi sudah membusuk. Penemuan tersebut langsung membuat warga sekitar terkejut.

Menurut AKP Bayu, korban dikenal sebagai sosok yang aktif beribadah dan rutin mengikuti salat berjamaah di masjid. Namun dalam beberapa hari terakhir, keberadaannya memang tidak terlihat, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga.

Berdasarkan keterangan saksi, korban memiliki riwayat penyakit komplikasi, seperti gangguan jantung, asma, lambung, kolesterol, serta sering mengalami nyeri sendi. Kondisi kesehatan tersebut diduga kuat menjadi penyebab meninggalnya korban.

Petugas dari Polsek Cisolok bersama tim Inafis Polres Sukabumi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Karangpapak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

FKDB Copot Anggota Terkait Konten Medsos, Muhammadiyah Soroti Dugaan Pelanggaran Hukum

0

Wartain.com || Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) mengambil langkah tegas dengan memberhentikan salah satu anggotanya setelah beredarnya unggahan di media sosial yang dinilai berpotensi memicu polemik antarorganisasi keagamaan.

Dalam siaran pers yang dirilis Jumat (20/3/2026), FKDB menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas konten yang dibuat oleh Imron Rosyadi Mas’ali. Organisasi tersebut menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili sikap resmi lembaga.

Ketua Umum FKDB, Cucup Ruhiyat, bersama Sekretaris Jenderal Hikmat Taufik, menyampaikan bahwa pihaknya menjunjung tinggi nilai persatuan, kerukunan, serta sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Pernyataan tersebut tidak sejalan bahkan bertentangan dengan prinsip organisasi FKDB yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” demikian pernyataan resmi FKDB.

Sebagai bentuk penegakan disiplin organisasi, FKDB yang didirikan oleh Ayep Zaki itu resmi memberhentikan Imron Rosyadi Mas’ali melalui Surat Keputusan Nomor: FKDB/INT/SK.MAJELIS-001/III/2026.

Langkah tersebut diambil guna menjaga kondusivitas di tengah masyarakat serta menegaskan komitmen organisasi dalam merawat hubungan harmonis antar elemen keagamaan.

FKDB juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Kerukunan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang damai dan berkemajuan,” tulis FKDB dalam pernyataannya.

Sementara itu, tanggapan disampaikan Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, Rozak Daud. Ia menilai klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan FKDB justru memperkuat dugaan adanya pelanggaran hukum.

“Adanya rilis pers berisi klarifikasi dan permohonan maaf memperkuat indikasi pelanggaran pidana yang kami laporkan ke Polres Sukabumi Kota. Seharusnya ini mempermudah polisi dalam memproses laporan kami,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota, setelah dilaporkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi pada Jumat (20/3/2026).***(RAF)

Editor : Aab Abd Malik

Mahasiswi Nusa Putra Menangkan Sayembara Logo HUT ke-112 Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Sayembara desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi resmi dimenangkan oleh Mayang Wijayanti. Mahasiswi Universitas Nusa Putra itu bersama timnya—Nazwa Yulistia, Putri Nuraini, dan Fariza Fauzia—berhasil unggul dari total 78 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam sesi presentasi pemenang yang digelar di Balai Kota Sukabumi pada 16 Maret 2026, Mayang memaparkan bahwa konsep logo yang mereka usung mengangkat nilai optimisme, keseimbangan, serta semangat kolaborasi masyarakat dalam membangun kota.

Ia menjelaskan, ide tersebut lahir dari proses riset dan pendalaman tema yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah visual yang sarat makna. Mulai dari filosofi, anatomi logo, hingga pemilihan warna dirancang untuk merepresentasikan semangat kebersamaan.

“Konsep ini berangkat dari tiga kata kunci, yaitu harmoni, kolaborasi, dan pembangunan kota. Dari situ kami lakukan brainstorming hingga menemukan filosofi yang kemudian dituangkan dalam desain,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa sayembara tersebut merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menentukan identitas visual peringatan hari jadi kota.

Menurutnya, pemerintah kota ingin membuka ruang partisipasi publik agar hasil yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi warga.

“Ini menjadi bukti bahwa kami mengakomodasi keinginan masyarakat. Logo yang terpilih merupakan representasi dari harapan dan partisipasi warga,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, berharap logo dengan tema “Harmoni Dalam Kolaborasi, Bersama Membangun Kota” dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi simbol semangat kebersamaan dalam pembangunan Kota Sukabumi ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik