26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 200

Tragedi di Pantai Ujunggenteng, Ayah dan Anak Tewas Tenggelam, Satu Korban Masih Dicari

0

Wartain.com || Liburan keluarga di kawasan Pantai Ujunggenteng berubah menjadi duka pada Senin (23/3/2026). Tiga orang dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di area Alur Cilangkob Tenda Biru, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Dari tiga korban, dua orang yang merupakan ayah dan anak telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, seorang pemancing yang sempat berusaha menolong, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula saat seorang anak kecil terseret arus laut yang cukup kuat.

“Awalnya anak kecil satu orang terseret, lalu bapaknya mencoba menolong. Namun keduanya malah ikut terseret arus,” ujar Asep, Senin (23/3/2026).

Situasi semakin memburuk ketika seorang warga yang tengah memancing di sekitar lokasi turut berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, ketiganya justru terseret arus secara bersamaan.

“Ada orang yang lagi mancing ikut menolong, tapi akhirnya terseret bertiga. Dua orang, yakni bapak dan anak, sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tinggal satu lagi yang masih dicari,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Kampung Cikiray, Desa Sukamana, Kecamatan Cimanggu, yang saat itu tengah menikmati waktu bersama dengan berenang di pesisir pantai.

Keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika sang anak, Aden (8), mulai terseret ombak. Ayahnya, Ujang Abduloh (30), spontan berusaha menyelamatkan, namun justru ikut terseret dan tenggelam.

Saat ini, proses pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel TNI AL, Satpolairud, serta unsur relawan lainnya. Penyisiran difokuskan di perairan selatan Sukabumi.

Petugas juga mengimbau para pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena kondisi gelombang laut di wilayah tersebut dapat berubah secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Angkot “Diliburkan”, Gubernur Jabar Siapkan Kompensasi Demi Urai Macet Arus Balik Sukabumi

0

Wartain.com || Penanganan kepadatan lalu lintas di jalur utara Kabupaten Sukabumi saat arus balik Lebaran 2026 menjadi fokus perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu langkah yang diambil terbilang tidak biasa, yakni menghentikan sementara operasional angkutan kota (angkot) di ruas jalan utama.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk angkot yang melayani trayek dari Gerbang Tol Parungkuda hingga wilayah Cibadak. Sebagai bentuk pengganti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan kompensasi bagi para sopir agar tetap memperoleh pemasukan meski tidak beroperasi.

“Bagi sopir angkutan umum di jalur Kabupaten Sukabumi, dari Gerbang Tol Parungkuda sampai Cibadak, akan diberikan kompensasi. Selama tiga hari, silakan beristirahat,” ujar Dedi, Minggu (22/3/2026).

Penghentian sementara ini diterapkan pada periode puncak arus balik, yakni 23 hingga 25 Maret 2026. Setiap sopir angkot dijanjikan menerima kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari.

Menurut Dedi, kebijakan ini bertujuan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut. Ia menilai, kelancaran arus lalu lintas juga berdampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar serta menekan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan berkepanjangan.

“Kalau arusnya lancar, bahan bakar tidak terbuang percuma karena macet. Kerugian akibat kemacetan bisa sangat besar, jadi lebih baik kita alokasikan dana untuk kompensasi. Sopir bisa beristirahat, masyarakat juga diuntungkan,” jelasnya.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latief, memastikan kesiapan jajarannya dalam pelaksanaan di lapangan. Ia mengakui bahwa aktivitas angkot, seperti berhenti menunggu penumpang atau berputar arah, kerap menjadi salah satu penyebab perlambatan arus di jalur Parungkuda–Cibadak.

“Atas arahan Pak Gubernur, kami melihat kondisi di lapangan memang membutuhkan langkah ini. Angkot akan dihentikan sementara, namun sopir tetap mendapatkan penghasilan,” ujar Mubtadi.

Saat ini, pihak Dinas Perhubungan tengah melakukan pendataan terhadap sopir yang terdampak agar penyaluran kompensasi berjalan tepat sasaran.

“Para sopir yang melintas di rute tersebut sedang kami data. Nantinya mereka akan menerima Rp200 ribu per hari selama tiga hari sebagai pengganti tidak beroperasi, demi mendukung kelancaran arus balik,” tambahnya.

Dengan penerapan kebijakan ini, sejumlah titik rawan kemacetan seperti Simpang Ratu Cibadak dan kawasan pasar diharapkan dapat dilalui kendaraan dengan lebih lancar selama masa puncak arus balik Lebaran tahun ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

DLH Sukabumi Tetap Siaga Saat Libur, Layanan Pengangkutan Sampah Berjalan 24 Jam

0

Wartain.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memastikan pelayanan kebersihan tetap optimal meskipun memasuki masa libur. Sejumlah armada truk pengangkut sampah bersama petugas lapangan tetap beroperasi guna mengantisipasi penumpukan sampah, khususnya di jalur protokol dan kawasan padat penduduk.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa pelayanan kebersihan merupakan hal yang tidak bisa dihentikan dalam kondisi apa pun, termasuk saat hari libur.

Menurutnya, sampah terus dihasilkan setiap hari sehingga penanganannya pun harus dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya telah mengatur sistem piket bagi petugas agar proses pengangkutan dan pembersihan dapat berlangsung selama 24 jam tanpa hambatan.

Nunung juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan yang tetap menjalankan tugas di tengah waktu libur. Ia menilai dedikasi tersebut sebagai bentuk pengabdian nyata dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan tetap disiplin dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Dukungan dari warga dinilai sangat penting agar upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan maksimal.

“Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, DLH optimistis kondisi kebersihan di wilayah Sukabumi akan tetap terjaga, sehingga menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan asri bagi seluruh warga,” ungkapnya, Senin (23/03/2026).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kapolda Jabar Perketat Pengawasan Wisata Pantai Sukabumi, Fokus Cegah Laka Laut

0

Wartain.com || Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan pantai selatan Sukabumi mendorong jajaran kepolisian meningkatkan pengawasan keselamatan. Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Rudi Setiawan, turun langsung meninjau situasi di Pantai Karanghawu dan Pantai Kebon Kalapa, Senin (23/3/2026).

Dalam kunjungannya, Kapolda menyoroti tingginya aktivitas wisatawan yang memadati kawasan pantai selama libur panjang. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah antisipasi ekstra, terutama untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.

“Saya melihat cukup tinggi antusias warga yang datang ke tempat ini untuk mengisi waktu liburannya. Ini menggembirakan, tapi juga menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan keselamatan mereka,” ujar Rudi.

Ia menegaskan telah menginstruksikan jajaran di wilayah, termasuk Polres Sukabumi, untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan. Fokus utama diarahkan pada upaya pencegahan insiden di laut, seperti penguatan sarana keselamatan dan penambahan rambu peringatan.

“Saya sudah arahkan Kapolres agar tidak ada lagi korban laka laut. Petugas harus siaga dengan perlengkapan seperti pelampung, dan rambu larangan di area berbahaya harus diperbanyak,” tegasnya.

Selain itu, patroli rutin oleh personel gabungan, termasuk dari unsur Polairud, juga diperkuat. Petugas diminta aktif memberikan imbauan langsung kepada wisatawan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat beraktivitas di pantai.

“Ini bagian dari operasi kemanusiaan. Kita ingin masyarakat bisa berlibur dengan aman tanpa ada kejadian yang merugikan,” tambahnya.

Di sela kunjungan, Kapolda juga memberikan bantuan sembako kepada petugas yang berjaga di lapangan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka dalam menjaga keamanan kawasan wisata.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, memastikan bahwa arahan tersebut telah ditindaklanjuti dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, khususnya di area yang berpotensi rawan kecelakaan.

“Kami sudah siagakan anggota lengkap dengan perlengkapan keselamatan. Patroli dan imbauan juga terus dilakukan agar pengunjung tetap waspada,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengingatkan wisatawan untuk mematuhi rambu keselamatan serta mengikuti arahan petugas, termasuk tidak berenang di zona berbahaya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus memastikan wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman di kawasan pesisir Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PHRI Kabupaten Sukabumi Keluhkan Ketidakstabilan Kunjungan Wisatawan Pasca Lebaran 1447 H

0

Wartain.com |` Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Sukabumi mencatat adanya tren ketidakstabilan kunjungan wisatawan pada momen libur Lebaran tahun ini. Meskipun arus kendaraan menuju objek wisata terpantau padat, hal tersebut ternyata tidak berdampak signifikan pada tingkat okupansi hotel dan kunjungan restoran di wilayah tersebut. Senin 23 Maret 2026.

Sekretaris 2 BPC PHRI Kabupaten Sukabumi, Muhammad Husni Thamrin, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi keresahan kolektif para pelaku usaha wisata. Menurutnya, ketidakpastian kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah, diduga kuat memicu masyarakat untuk lebih memilih menahan pengeluaran (saving money) daripada menghabiskan anggaran untuk berlibur di penginapan atau restoran.

“Rekan-rekan pengusaha memiliki pandangan yang sama terkait terjadinya ketidakstabilan pengunjung. Mungkin karena faktor ekonomi global atau masyarakat yang sedang lebih berhati-hati dalam berbelanja,” ujar Husni Thamrin saat memberikan keterangan.

Husni menambahkan, terdapat anomali antara data lapangan dengan kepadatan lalu lintas. Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan, volume wisatawan yang masuk ke kawasan Palabuhanratu memang sangat tinggi, namun didominasi oleh pengendara roda dua yang hanya berkunjung ke area pantai tanpa menginap. Kondisi ini menyebabkan keramaian hanya terjadi di ruang publik, sementara sektor akomodasi tetap lesu.

Meski menghadapi tantangan daya beli, PHRI berharap momentum liburan ini tetap bisa memberikan kontribusi positif bagi daerah. Husni berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada agar dampak liburan kali ini tetap mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak hotel dan restoran secara khusus.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Arus Kendaraan Membludak di Tol Bocimi dan Jalur Arteri, 25.600 Kendaraan Melintas

0

Wartain.com || Lonjakan volume kendaraan terjadi di ruas Tol Bocimi Seksi 2 hingga jalur arteri Jalan Raya Sukabumi–Bogor pada H+2 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (23/3/2026). Arus kendaraan yang didominasi wisatawan membuat sejumlah titik mengalami kepadatan sejak pagi hari.

Data dari Satlantas Polres Sukabumi mencatat, sekitar 25.600 kendaraan telah memasuki wilayah Sukabumi hingga hari kedua pascalebaran. Ribuan kendaraan tersebut masuk melalui beberapa akses, yakni Gerbang Tol Parungkuda (Seksi 2), jalur fungsional Seksi 3, serta Gerbang Tol Cigombong (Seksi 1).

Kasat Lantas Polres Sukabumi, Abdurrohman Hidayat, menjelaskan bahwa volume kendaraan terbesar tercatat di Gate Tol Parungkuda.

“Untuk kendaraan masuk, dari tadi malam di Gate Tol Parungkuda sekitar 16.000 kendaraan, ditambah dari jalur fungsional 3.800 kendaraan, serta dari Gerbang Tol Cigombong sebanyak 5.800 kendaraan,” ujarnya.

Menurutnya, mayoritas kendaraan yang datang merupakan wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan selatan Sukabumi, seperti Pantai Citepus dan Pantai Ujunggenteng. Selain itu, terdapat pula pemudik yang mulai kembali ke daerah tujuan.

Meski arus lalu lintas di Exit Tol Parungkuda terpantau ramai namun tetap bergerak, kepadatan justru terjadi di kawasan destinasi wisata, khususnya di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

Sejumlah titik rawan macet teridentifikasi di antaranya Exit Tol Parungkuda, Simpang Cikidang, serta Simpang Ratu. Kepadatan mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB, dipicu oleh pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

“Di Simpang Cikidang terjadi pertemuan arus kendaraan yang menuju Cikidang dan Cibadak, sementara di Exit Tol Parungkuda terjadi bottleneck,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan lebar jalan di jalur arteri Sukabumi–Bogor. Penyempitan lajur, seperti di kawasan Jembatan Serong, menyebabkan arus kendaraan dari tiga lajur harus menyatu menjadi satu, sehingga memicu perlambatan.

“Dengan adanya penyempitan dari tiga lajur menjadi satu, tentu sangat menghambat laju kendaraan. Kapasitas jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Untuk mengurai kepadatan, polisi sempat memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dari Cibadak menuju Gerbang Tol Parungkuda pada pukul 13.00 hingga 13.45 WIB.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, M. Yanuar Fajar, mengatakan kebijakan tersebut cukup efektif dalam mengurangi kepadatan arus balik.

“Pelaksanaan one way tadi berhasil mengurai kepadatan. Kendaraan yang melintas didominasi wisatawan dari arah Palabuhanratu dan Kota Sukabumi yang hendak kembali ke Jabodetabek melalui Tol Bocimi,” ungkapnya.

Usai rekayasa tersebut, arus lalu lintas kembali dinormalkan. Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa sistem one way akan kembali diberlakukan secara situasional, terutama pada sore hingga malam hari seiring pergerakan wisatawan yang kembali dari kawasan pantai.

“Kami mohon pengertian pengguna jalan. Jika diperlukan, one way akan kembali diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Mau Tahu Kondisi Arus Lalin di Wilayah Kabupaten Sukabumi? Pantau CCTV yang Dipasang Dishub di Sejumlah Titik 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi memasang beberapa CCTV di titik-titik strategis untuk memantau arus lalu lintas, terutama arus mudik-balik dan mobilitas wisatawan selama libur lebaran Idulfitri 2026.

Beberapa lokasi yang dipantau antara lain:

Exit Tol Parungkuda
– Tenjoayu
– Bundaran Sukaraja
– Cikembang
– Pasar Cibadak
– TPI Palabuhanratu
– Parungkuda
– Batu Sapi
– Karanghawu
– Kebon Pedes
– Sukalarang
– Cisaat
– Masjid Cibadak

Masyarakat bisa akses live streaming CCTV Dishub Kabupaten Sukabumi lewat kanal YouTube resmi mereka. Selain itu, Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Sukabumi juga menyediakan layanan CCTV di beberapa titik, seperti Jalan Benda Cicurug arah Bogor dan Jalan Parungkuda arah Cibadak.

Pemasangan CCTV ini bertujuan memudahkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas secara real-time, sehingga perjalanan bisa direncanakan lebih aman dan nyaman. Kamu bisa cek kondisi lalu lintas terkini sebelum melakukan perjalanan.

Masyarakat bisa pantau arus lalu lintas di Kabupaten Sukabumi lewat CCTV Dishub Kabupaten Sukabumi. Mereka punya beberapa titik pantauan strategis, kayak di Exit Tol Parungkuda, Tenjoayu, dan Ciawi. Kamu bisa akses live streamingnya di kanal YouTube resmi Dishub Kabupaten Sukabumi atau lewat aplikasi berikut ini.

https://cctv-dishub.sukabumikab.go.id/?fbclid=IwdGRjcAQsn5BjbGNrBCyfZmV4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHvKzLxZl48L_HNpG2I6Asj4oBCCa-OgISonfLULCNlalgjs60cmFQTSyOF2P_aem_xYd4SbcjpkS03T4QMvQKxQ

Selain itu, kamu juga bisa cek kondisi lalu lintas di Sukabumi lewat aplikasi CCTV ATCS Indonesia Live di Google Play Store. Aplikasi ini menyediakan pemantauan lalu lintas real-time di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Volume Kendaraan Meningkat, Satlantas Polres Sukabumi Berlakukan One Way di GT Parungkuda

0
Oplus_131072

Wartain.com || Arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Sukabumi pada H+2 Lebaran, Senin (23/03/2026) malam, terpantau meningkat seiring dimulainya aktivitas wisata masyarakat dan arus balike wilayah Jabodetabek.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengatakan secara umum kondisi lalu lintas masih aman dan terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan.

“Situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi aman terkendali, tetap bergerak walaupun tersendat. Hal ini disebabkan karena intensitas kendaraan yang meningkat cukup drastis, bahkan melebihi puncak arus mudik,” ujarnya saat diwawancara di Exit Tol Parungkuda.

Ia menjelaskan, jumlah kendaraan yang masuk melalui tol fungsional hingga penutupan pukul 17.30 WIB mencapai 3.871 unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui Gate Tol Parungkuda hingga pukul 15.00 WIB tercatat sekitar 7.300 unit, dan diperkirakan totalnya bisa mencapai 15.000 kendaraan hingga akhir hari.

Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena masyarakat mulai memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata, terutama ke kawasan pantai di Sukabumi, serta arus balik bagi sebagian masyarakat menuju Jabodetabek.

Kepadatan lalu lintas terpantau mulai dari Exit Tol Parungkuda, jalur tol fungsional, hingga jalur menuju Palabuhanratu, seperti pasar Cibadak, Warungkiara dan Cikidang.

Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan sistem satu arah (one way) secara situasional.

“Kami lakukan one way sepenggal saat terjadi kepadatan, baik dari arah Cisaat maupun dari tol, untuk mengurai kemacetan. Selain itu, kami juga memitigasi hambatan-hambatan di jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” katanya.

Ia menuturkan, keberadaan Tol fungsional Bocimi Seksi 3 cukup membantu mengurangi beban kendaraan di jalur arteri, termasuk mengurangi kepadatan di Exit Tol Parungkuda hingga sekitar 30 persen.

Namun, karena operasional tol fungsional masih terbatas hingga pukul 17.30 WIB, beban kendaraan kembali meningkat di Exit Tol Parungkuda setelah penutupan.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya penyempitan jalur di Jembatan Pamuruyan yang masih dalam proses pembangunan, sehingga terjadi peralihan dari tiga lajur menjadi satu lajur.

“Di titik itu terjadi bottleneck, sehingga menimbulkan kepadatan karena kapasitas jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan,” jelasnya.

Meski demikian, rekayasa lalu lintas yang dilakukan dinilai mampu mengurangi kepadatan agar kendaraan tetap bergerak.

“Setidaknya tidak sampai terjadi kemacetan total, kendaraan masih bisa berjalan,” tambahnya.

Untuk pengamanan, personel kepolisian disiagakan di berbagai titik, termasuk persimpangan dan kawasan objek wisata. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati, terutama di kawasan pantai yang saat ini mengalami gelombang tinggi hingga mencapai sekitar 3 meter.

“Ini baru hari kedua setelah Lebaran, diperkirakan puncak musim liburan akan terjadi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu,” pungkas Kapolres.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Berlakukan Buka-Tutup di Pertigaan Bagbagan

0

Wartain.com || Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas di titik krusial Pertigaan Bagbagan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (23/3/2026). Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan kendaraan wisatawan yang mulai memadati jalur menuju kawasan pesisir Palabuhanratu.

Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pagi hingga siang hari, arus kendaraan yang datang dari arah Sukabumi Kota maupun Bogor menuju Palabuhanratu terpantau ramai merayap. Sebaliknya, arus lalu lintas dari arah Palabuhanratu menuju Sukabumi cenderung lebih lancar dan tidak mengalami kendala berarti.

“Sistem buka-tutup kami terapkan secara situasional untuk memprioritaskan kendaraan yang masuk ke area wisata agar tidak terjadi penguncian di pertigaan,” ujar salah seorang anggota Satlantas yang bertugas di lokasi namun enggan disebutkan namanya.

Pihak kepolisian juga memberikan saran bagi para pelancong yang ingin menghindari kepadatan di pusat Palabuhanratu. Masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan destinasi alternatif yang saat ini aksesnya masih sangat terkendali.

“Bagi wisatawan yang tidak ingin terjebak antrean, kami sarankan untuk mengalihkan tujuan liburan ke arah Geopark Ciletuh. Jalur menuju ke sana saat ini terbilang lancar dan bisa menjadi opsi tepat untuk menghindari kemacetan di Bagbagan,” tambah petugas tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih bersiaga di titik-titik rawan macet untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa libur ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

KPK Tegaskan Status Tahanan Rumah Yaqut Tak Ganggu Proses Hukum, Berkas Segera Dirampungkan

0

Wartain.com || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengalihan status penahanan terhadap Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah tidak menghambat jalannya proses penyidikan kasus dugaan kuota haji yang menjeratnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa tim penyidik tetap bekerja secara optimal untuk merampungkan berkas perkara. Ia menyebut, proses penyidikan kini tengah difokuskan pada pelengkapan dokumen agar dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

“Kami memastikan tidak ada hambatan dalam proses penyidikan. Saat ini penyidik sedang menyiapkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Budi juga membenarkan bahwa Yaqut tidak menjalani penahanan di rumah tahanan KPK saat momen Idulfitri 1447 Hijriah pada 21 Maret 2026. Hal tersebut dikarenakan status penahanannya telah dialihkan menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, pengalihan jenis penahanan tersebut dilakukan setelah KPK menerima permohonan dari pihak keluarga tersangka pada 17 Maret 2026. Permohonan itu kemudian dikaji dan disetujui dengan mengacu pada ketentuan dalam undang-undang yang berlaku.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang memperbolehkan perubahan jenis penahanan dengan pertimbangan tertentu, serta tetap berada dalam koridor hukum yang sah.

“Seluruh proses pengalihan penahanan ini telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

KPK menegaskan, meskipun status penahanan berubah, komitmen lembaga antirasuah itu untuk menuntaskan perkara tetap berjalan tanpa kendala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)