26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 205

Gagal ke Semifinal, Raymond/Nikolaus Ditumbangkan Duo Kjær di Perancis

0

Wartain.com || Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus mengubur impian mereka untuk melangkah lebih jauh di ajang Orléans Masters Badminton 2026. Dalam laga babak perempat final (QF) yang berlangsung di Prancis pada Jumat (20/3/2026), unggulan kedua asal Indonesia ini dipaksa menyerah oleh pasangan Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær, melalui pertarungan sengit tiga gim.

Pertandingan yang berjalan dengan intensitas tinggi tersebut berakhir dengan skor 18-21, 21-12, dan 14-21 untuk kemenangan duet Denmark. Kekalahan ini menjadi hasil yang cukup mengecewakan bagi tim Merah Putih, mengingat Raymond/Nikolaus merupakan salah satu tumpuan harapan di sektor ganda putra (MD) pada turnamen BWF World Tour Super 300 ini.

Sejak gim pertama dimulai, kedua pasangan saling kejar-mengejar angka dengan tempo permainan yang cepat. Meskipun Raymond/Nikolaus sempat memberikan perlawanan ketat, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjær berhasil mengamankan poin-poin kritis di akhir gim pertama dengan skor 21-18. Tekanan dari pasangan Denmark terlihat cukup menyulitkan pertahanan wakil Indonesia di awal laga.

Memasuki gim kedua, Raymond/Nikolaus mencoba mengubah pola permainan dan tampil lebih dominan. Strategi ini terbukti efektif setelah mereka berhasil unggul jauh dan merebut gim kedua dengan skor telak 21-12, memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan. Momentum kemenangan di gim kedua sempat memberikan harapan besar bagi pendukung bulu tangkis Indonesia yang hadir di arena maupun melalui layar kaca.

Sayangnya, pada gim penentu, performa pasangan Denmark kembali memuncak sementara Raymond/Nikolaus justru sering melakukan kesalahan sendiri. Christian dan Rasmus Kjær sukses menutup gim ketiga dengan skor 21-14, sekaligus memastikan tiket ke babak semifinal. Dengan hasil ini, perjalanan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Orléans Masters 2026 resmi terhenti di babak delapan besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ganda Putri Indonesia Rachel/Febi Melaju Mulus ke Babak 4 Besar Orléans Masters

0

Wartain.com || Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, sukses mengamankan tiket ke babak semifinal turnamen Orléans Masters Badminton 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil menumbangkan wakil unggulan ketiga asal Chinese Taipei, Hsu Ya Ching dan Sung Yu-Hsuan, pada babak perempat final (QF) yang berlangsung di Prancis, Jumat (20/3/2026).

Rachel dan Febi, yang datang sebagai unggulan kedelapan dalam turnamen kategori BWF World Tour Super 300 ini, tampil sangat solid sejak awal laga. Menghadapi lawan yang secara peringkat lebih diunggulkan tidak menyurutkan mental bertanding pasangan Merah Putih tersebut di hadapan publik Orléans.

Hasil akhir menunjukkan dominasi total pasangan Indonesia yang menyudahi perlawanan dalam dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-15. Kemenangan ini tergolong impresif mengingat efektivitas serangan dan pertahanan yang rapat diperagakan oleh Rachel/Febi sepanjang pertandingan, sehingga lawan sulit untuk mengembangkan pola permainan mereka.

Pertandingan yang digelar dalam rangkaian turnamen yang berlangsung pada 17-22 Maret 2026 ini menjadi bukti progres positif ganda putri pelapis Indonesia di kancah internasional. Kemenangan atas unggulan ketiga tentu menjadi modal kepercayaan diri yang besar bagi Rachel/Febi untuk menatap babak selanjutnya demi memperebutkan gelar juara.

Dengan hasil ini, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum berhak melaju ke babak semifinal yang akan digelar esok hari. Mereka menjadi salah satu harapan besar Indonesia untuk membawa pulang trofi dari ajang yang disponsori oleh Victor dan didukung oleh PBSI ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Menang Straight Game, Leo/Bagas Tak Terbendung di Perempat Final Orleans Masters

0

Wartain.com || Ganda putra unggulan ketiga asal Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, berhasil memastikan diri melaju ke babak semifinal turnamen Orleans Masters Badminton 2026. Kepastian ini didapat setelah mereka menumbangkan perlawanan sengit wakil India, Hariharan Amsakarunan/M.R. Arjun, dalam pertandingan babak perempat final (QF) yang berlangsung di Prancis pada Jumat (20/3/2026).

Kemenangan ini diraih Leo/Bagas melalui permainan dua gim langsung atau straight game dengan skor akhir 21-12 dan 22-20. Sejak gim pertama dimulai, pasangan Indonesia ini langsung memegang kendali permainan dengan serangan-serangan tajam yang sulit diantisipasi oleh lawan, sehingga mampu menutup interval dengan keunggulan yang cukup jauh.

Memasuki gim kedua, situasi menjadi lebih menantang bagi Leo/Bagas karena Hariharan/Arjun mulai memberikan perlawanan yang lebih agresif. Kejar-mengejar poin terjadi sangat ketat hingga memaksa terjadinya deuce. Namun, berkat ketenangan dan koordinasi yang solid di poin-poin kritis, Leo/Bagas akhirnya mampu menyudahi perlawanan wakil India tersebut dengan skor tipis 22-20.

Turnamen BWF World Tour Super 300 yang diselenggarakan pada 17-22 Maret 2026 ini menjadi ajang krusial bagi Leo/Bagas untuk menambah poin ranking dunia. Penampilan konsisten yang mereka tunjukkan di babak perempat final ini membuktikan bahwa adaptasi keduanya sebagai pasangan semakin matang di kancah internasional.

Dengan hasil positif ini, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi salah satu tumpuan harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar juara dari tanah Prancis. Di babak semifinal nanti, mereka akan menghadapi pemenang dari laga lainnya guna memperebutkan satu tiket di partai puncak Orleans Masters 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Protes Warnai Salat Id di UMMI, Pemkot Sukabumi Tegaskan Ikuti Ketentuan Pusat

0

Wartain.com || Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (20/3/2026), sempat diwarnai sorakan jemaah. Aksi tersebut muncul saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersiap memberikan sambutan di hadapan ribuan warga Muhammadiyah.

Reaksi spontan jemaah dipicu oleh kekecewaan atas keputusan Pemerintah Kota Sukabumi yang tidak mengizinkan penggunaan Lapangan Merdeka sebagai lokasi pelaksanaan salat Id. Kebijakan tersebut menuai sorotan karena dianggap tidak mengakomodasi perbedaan penetapan hari raya.

Menanggapi hal itu, Ayep Zaki menegaskan bahwa posisinya sebagai kepala daerah mengharuskan dirinya tunduk pada ketentuan yang berlaku, termasuk keputusan pemerintah pusat.

“Waktu saya kampanye, saya kan berjanji. Itu secara pribadi, karena pada waktu itu saya belum melekat sebagai kepala daerah.

Begitu saya dilantik, saya melekat dengan tugas yang diatur oleh perundang-undangan dan ketentuan, sehingga keputusan pribadi tidak bisa masuk menjadi keputusan konstitusional,” ujar Ayep.

Ia menjelaskan, keputusan tidak memberikan izin penggunaan Lapangan Merdeka didasarkan pada Keputusan Menteri Agama yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

“Secara pribadi tidak mengurangi rasa toleransi saya. Saya datang ke sini (Universitas Muhammadiyah Sukabumi), mengucapkan selamat, dan ikut memberikan sambutan singkat. Tidak ada sedikit pun niatan untuk intoleran, saya justru menjunjung toleransi,” lanjutnya.

Untuk mencegah polemik serupa, Ayep menyatakan akan menginisiasi pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menambahkan bahwa Lapangan Merdeka merupakan aset negara yang penggunaannya harus mengikuti arahan pemerintah pusat.

“Lapang Merdeka memang fasilitas publik, tapi itu adalah aset negara. Ketika dilaksanakan acara sakral yang menunggu kabar dari Kementerian Agama sebagai pemerintah pusat, maka Pemkot mengambil keputusan mengikuti arahan hasil sidang isbat,” jelas Bobby.

Ia juga mengakui adanya kekurangan dalam hal antisipasi, mengingat pada tahun sebelumnya pelaksanaan Idulfitri berlangsung serentak.

“Tahun 2025 kan berbarengan, jadi mungkin ini juga yang menjadikan kami di tahun 2026 ini tidak mengantisipasi itu. Ini menjadi pengingat untuk kami, dan ke depannya insyaallah kita akan bermusyawarah untuk mencapai kemufakatan agar lebih baik lagi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Semarak Dentuman Karbit di Ciranji: Tradisi Pemuda Mekarsari Sambut Hari Kemenangan

0

Wartain.com || Suara dentuman meriam karbit bersahut-sahutan memecah kesunyian malam di Kampung Ciranji, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, pada Jumat (20/3/2026). Tradisi tahunan ini kembali digelar oleh para pemuda setempat sebagai bentuk sukacita menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Sejak selepas waktu Isya, puluhan pemuda Kampung Ciranji tampak kompak mempersiapkan peralatan meriam karbit di area terbuka. Dengan penuh semangat, mereka bekerja sama mengatur pengisian karbit hingga memicu ledakan yang menjadi ciri khas perayaan malam takbiran di wilayah tersebut. Tradisi ini dinilai bukan sekadar hiburan, melainkan simbol perekat persaudaraan antarwarga.

Sandi Wenas, selaku pemuda Kampung Ciranji, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni dari para pemuda untuk menjaga warisan budaya lokal yang sudah ada sejak lama. Menurutnya, persiapan telah dilakukan secara gotong royong sejak beberapa hari sebelum lebaran.

“Kegiatan ini bukan sekadar menyalakan petasan karbit, tapi simbol kekompakan pemuda Kampung Ciranji dalam menjaga tradisi turun-temurun. Malam ini adalah puncak kegembiraan kami setelah sebulan penuh berpuasa. Suara dentuman ini merupakan cara kami menyambut hari kemenangan Idul Fitri dengan semangat kebersamaan yang tak pernah luntur,” ujar Sandi Wenas saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (20/3/2026).

Meskipun dentuman suara yang dihasilkan cukup keras, para pemuda tetap memperhatikan faktor keamanan agar tidak mengganggu ketertiban umum secara berlebihan. Lokasi penyulutan pun dipilih jauh dari pemukiman padat penduduk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemeriahan di Desa Mekarsari ini pun menarik perhatian warga dari kampung tetangga yang datang untuk menyaksikan langsung atraksi meriam karbit tersebut. Diharapkan, kekompakan pemuda Ciranji ini dapat terus terjaga tidak hanya pada momentum lebaran, tetapi juga dalam kegiatan sosial lainnya di Kecamatan Sagaranten.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Tol Bocimi Seksi 3 Karangtengah Ramai di H-2, Lengang di H-1

0
Oplus_131072

Wartain.com  ||  Arus mudik dari arah Jabodetabek tujuan Sukabumi dan sekitarnya, yang melewati tol Bocimi seksi 3 secara fungsional, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi dengan mobil kecil terpantau mulai lengang memasuki sehari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau H-1 Lebaran, Jumat 20/03/2026.

Berbeda dengan sehari sebelumnya, kendaraan yang keluar dari pintu tol sementara Karangtengah, dikabarkan padat merayap, dengan volume kendaraan 5-6 mobil per menit.

Kepada wartain.com, seorang pengendara asal Tangerang Selatan Ahmad Badrudin, di pintu keluar tol Karangtengah, menyampaikan mudik mendekati hari raya sengaja dipilih untuk menghindari kepadatan kendaraan di jalan tol Bocimi yang terkenal sangat macet, setelah keluar pintu tol Parungkuda sampai melewati pasar Cibadak.

“Lihat berita macet panjang kemarin di daerah Parungkuda sampai Cibadak, kami putuskan mundur, kami mulai perjalanan pada hari ini berangkat siang. Sekarang sudah masuk pintu tol Karangtengah menjelang sore,  termasuk cepat karena jalan lancar, tidak terlalu macet,” kata Badrudin.

Ia menilai dibukanya secara fungsional tol Bocimi seksi 3 keluar Karangtengah, dianggap cukup membantu bagi kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mempersingkat waktu perjalanan.

“Alhamdulillah, walaupun hanya beberapa kilometer dari Parungkuda, tapi cukup membantu kelancaran bagi pemudik, jadi Kami tidak lagi kena macet di Parungkuda dan Cibadak,”  tambah warga Cireunghas, Kabupaten Sukabumi ini.

Sebelum ada tol Bocimi seksi 3, sebut Badrudin, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dari Parungkuda melewati Pasar Cibadak melalui jalan Nasional III. Saat ini dengan hadirnya layanan tol fungsional Bocimi seksi 3, pemudik hanya butuh waktu 10 menit saja dari Parungkuda sampai Karangtengah.

Senada, Herman pemudik asal Kota Bekasi mengungkapkan, keberadaan tol fungsional Bocimi seksi 3 dari Parungkuda  ke arah Sukabumi lewat Karangtengah turut menghemat waktu dan jarak tempuh.

“Biasanya mau masuk dan keluar Parungkuda sampai pasar Cibadak selalu padat, sekarang pemudik yang melakukan perjalanan siang hari tidak perlu keluar pintu tol Parungkuda untuk menghindari kemacetan di area Pasar Cibadak, langsung saja keluar Karangtengah,” ungkap Herman.

Herman berharap pemerintah mempercepat konektivitas jalan tol dari Parungkuda ke Kota Sukabumi dan sekitarnya. Mengingat, jalan Nasional III Parungkuda melewati pasar Cibadak,  di wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan karena kepadatan kendaraan yang melalui jalan utama itu.

“Saya berharap, jalan tol Bocimi seksi 3 ini segera selesai, dan bisa dilewati oleh seluruh kendaraan yang menuju Sukabumi dan sekitarnya,” pungkas Herman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Terakhir Puasa, Alun-alun Gadobangkong Dipadati Pengunjung Bukber dan Berburu Takjil

0

Wartain.com || Alun-alun Gadobangkong dipadati pengunjung pada hari terakhir bulan puasa. Warga dari berbagai wilayah di Palabuhanratu dan sekitarnya memanfaatkan momen tersebut untuk berburu takjil sekaligus melaksanakan buka puasa bersama (bukber) bersama keluarga, kerabat, teman, hingga pasangan. Jum’at (20/3/2026).

Sejak sore hari, usai hujan yang sempat mengguyur kawasan tersebut reda, masyarakat mulai berdatangan secara bertahap. Pengunjung terlihat semakin meningkat menjelang waktu berbuka puasa, sehingga suasana alun-alun menjadi ramai dan penuh aktivitas.

Selain menjadi pusat keramaian, Alun-alun Gadobangkong juga menawarkan pemandangan alam yang memikat. Hamparan laut yang luas serta momen matahari terbenam atau sunset menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang tidak hanya untuk berburu takjil, tetapi juga menikmati suasana sore.

Kondisi ini berbeda dari biasanya, di mana warga Palabuhanratu lebih sering berburu takjil dan menggelar bukber di Alun-alun utama Palabuhanratu. Namun, pada hari terakhir puasa kali ini, kawasan tersebut disterilkan guna persiapan pelaksanaan Sholat Idul Fitri keesokan harinya.

Salah satu pengunjung, Rega (25), mengaku sengaja datang ke Alun-alun Gadobangkong untuk mencari suasana berbeda. “Saya sama teman-teman sengaja ke sini karena alun-alun utama ditutup untuk persiapan besok (Sholat Ied). Ternyata suasananya juga seru, banyak pilihan takjil dan pemandangannya bagus,” ujarnya.

Ramainya pengunjung membawa dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi. Berbagai jenis makanan dan minuman takjil dijajakan, mulai dari gorengan, kolak, hingga aneka minuman segar.

Salah satu pelaku UMKM, Dimas (23), penjual jus buah, mengaku mengalami peningkatan penjualan dibanding hari biasa. “Alhamdulillah hari ini ramai sekali, jualan jus buah saya cepat habis. Banyak pengunjung yang beli untuk buka puasa,” katanya.

Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di Alun-alun Gadobangkong pada hari terakhir puasa ini, kawasan tersebut menjadi alternatif favorit warga untuk berburu takjil dan bukber. Suasana ramai dan pemandangan indah menambah kesan tersendiri bagi pengunjung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Jemaah Soraki Wali Kota Saat Salat Id di UMMI, Polemik Izin Lapang Merdeka Jadi Sorotan

0

Wartain.com || Ribuan jemaah memadati halaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) saat pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Suasana yang semula khidmat mendadak berubah riuh ketika Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, hendak menyampaikan sambutan di hadapan jemaah.

Sorakan tersebut merupakan bentuk protes atas kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang menolak izin penggunaan Lapangan Merdeka sebagai lokasi pelaksanaan salat Id bagi warga Muhammadiyah. Akibatnya, jemaah membludak hingga ke Jalan R. Syamsudin SH karena keterbatasan area kampus.

Sejumlah jemaah menilai keputusan tersebut mencerminkan kurangnya konsistensi pemerintah dalam menjunjung toleransi, khususnya di internal umat Muslim. Rozak Daud, jemaah asal Kecamatan Cikole, menilai penolakan fasilitas publik itu sebagai gambaran minimnya dukungan terhadap perbedaan.

“Secara prosedural sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Walaupun pemerintah punya hak menolak, ini gambaran bahwa pemerintah tidak toleran di internal umat Muslim sendiri,” kata Rozak.

Kekecewaan jemaah juga dipicu oleh janji politik saat Pilkada lalu yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi saat ini.

“Janji seorang calon pemimpin saat itu ternyata jauh dengan praktiknya hari ini. Kami menganggap pemerintah tidak adil. Apa yang diucapkan dalam pidato tadi tidak sejalan dengan praktik kekuasaannya,” tambahnya.

Meski mendapat sorakan dari jemaah, Ayep Zaki tetap naik ke mimbar dan menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026) mengikuti ketetapan pemerintah pusat, namun tetap merangkul warga yang telah merayakan lebih awal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang dinilai kurang berkenan.

“Kami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan. Kedepannya, kami akan senantiasa merangkul seluruh warga dan berdialog untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Ayep Zaki.

Hingga rangkaian ibadah selesai, situasi tetap kondusif meski arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat membludaknya jemaah.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, mengajak warga Muhammadiyah untuk menyikapi polemik tersebut dengan lapang dada dan tetap menjaga kondusivitas.

“Kalau ada miskomunikasi, kita harus memaafkan dan menahan emosi. Itu bagian dari bukti keberhasilan ibadah Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang membuka ruang dialog dengan organisasi keagamaan.

“Tadi Pak Wali Kota juga hadir dan menyampaikan permohonan maaf. Ini bukan soal siapa memaafkan siapa, tetapi bagaimana kita membangun sikap yang proporsional dan saling memahami,” katanya.

Menurutnya, mekanisme pengajuan penggunaan Lapangan Merdeka sebenarnya telah ditempuh oleh pihak Muhammadiyah. Namun ia menegaskan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik.

“Kita jaga kondusivitas. Muhammadiyah tidak ingin ada benturan. Kalau ada hal yang belum sesuai, mari kita bicarakan dengan baik,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Menyambut Idul Fitri dengan Penuh Makna: Momentum Kembali Suci dan Mempererat Silaturahmi

0

Wartain.com || Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai titik kembali kepada kesucian diri, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama.

Sejak malam 1 Syawal, gema takbir mulai berkumandang di masjid-masjid dan rumah-rumah warga. Lantunan takbir tersebut menjadi simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus penanda berakhirnya bulan Ramadhan.

Selain itu, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Zakat ini memiliki makna penting, yakni sebagai penyucian diri bagi yang berpuasa serta bentuk kepedulian sosial agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Pada pagi hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk mandi, mengenakan pakaian terbaik, serta menggunakan wewangian sebelum melaksanakan Shalat Id berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Tradisi makan sebelum berangkat shalat, seperti mengonsumsi kurma, juga menjadi bagian dari sunnah yang dianjurkan.

Momentum Idul Fitri juga identik dengan kegiatan saling memaafkan. Tradisi silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga menjadi sarana untuk memperbaiki hubungan serta menghapus kesalahan di masa lalu. Ucapan “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin” menjadi ungkapan yang kerap disampaikan dalam suasana penuh kehangatan tersebut.

Lebih dari sekadar perayaan, Idul Fitri menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadhan. Kesederhanaan, keikhlasan, serta konsistensi dalam beribadah diharapkan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Idul Fitri bukan hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memperkuat kebersamaan, dan menebar keberkahan bagi sesama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wartain.com Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Kembali ke Fitrah dan Perkuat Kebersamaan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, manajemen Wartain.com turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim yang merayakan. Momentum hari kemenangan ini diharapkan menjadi ajang untuk kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih serta mempererat tali silaturahmi.

Ucapan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia Siti Ratna Maymunah, S.Pd, bersama Pemimpin Redaksi Waftain.com Raka Azi Firmansyah, S.Sos. Keduanya mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momen refleksi diri setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

“Ketika takbir berkumandang, saatnya kita kembali pada fitrah dengan hati yang bersih,” ucap singkat Siti Ratna Maymunah,S.Pd, Jumat (20/03/2026).

Lebih lanjut, manajemen Wartain.com menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta memperkuat hubungan antar sesama. Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, melainkan juga momentum spiritual untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, semangat berbagi dan kepedulian sosial juga diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan selama bulan suci Ramadhan.

Dengan semangat Idul Fitri 1447 H, Wartain.com berharap seluruh masyarakat dapat merayakan hari kemenangan ini dengan penuh kebahagiaan, kedamaian, serta keberkahan.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” menjadi penutup ucapan yang sarat makna, sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)