26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 225

Bakesbangpol Jabar Sosialisasikan Literasi Digital dan Anti Hoaks di Cianjur

0

Wartain.com || Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi literasi digital dan anti hoaks bertajuk “Ngabedakeun Kaler Jeung Kidul” di Gedung PGRI Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tenaga pendidik, hingga unsur pemerintahan.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tom Maskun, mengapresiasi Kabupaten Cianjur yang menjadi lokasi sosialisasi. “Literasi digital penting agar masyarakat mampu menghadapi arus informasi di era global,” katanya.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi.

Perwakilan Badan Kewaspadaan Daerah, Khoirul Naim, menyebut literasi digital sebagai isu fundamental bagi ketahanan sosial masyarakat. “Jawa Barat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas informasi nasional,” ujarnya.

Kepala Kesbangpol Cianjur Ahmad Mutawali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, akademisi, media, dan masyarakat dalam menghadapi hoaks generatif di era kecerdasan buatan.

Pemateri lainnya, Joko Ardi, menjelaskan bahwa teknologi deepfake mampu meniru wajah dan suara seseorang secara realistis melalui kecerdasan buatan, sehingga dapat memicu penipuan dan disinformasi. “Lonjakan konten deepfake mencapai 968 persen dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Indah Pangestu Amaritasari mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan fakta, opini, dan hoaks di dunia digital. “Periksa sumber informasi, sadari bias, dan bandingkan informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat dari Sinergi Media Digital Indonesia Aam Abdul Salam mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi viral dan meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh manipulasi informasi di media sosial.

“Jangan langsung mempercayai informasi viral, tingkatkan literasi digital, agar tidak mudah terpengaruh disinformasi di medsos,” tegasnya singkat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Bupati Ciamis Tekankan Kesiapsiagaan Jelang Idul Fitri 2026, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Pengamanan Arus Mudik

0

Wartain.com || Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Ciamis terkait pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Serda Ciamis, Kamis (12/03/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda Ciamis, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, kapolsek, dan danramil. Sementara para kepala desa dan lurah mengikuti rapat secara virtual.

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis. Ia menyebut intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana di beberapa daerah.

“Kondisi cuaca saat ini perlu diantisipasi bersama. Masyarakat harus disosialisasikan agar selalu siap siaga menghadapi kemungkinan bencana,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang serta memastikan saluran air tidak tersumbat agar dapat meminimalisasi dampak banjir maupun longsor.

Selain itu, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa masa libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 cukup panjang. Oleh karena itu, setiap instansi diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta mengatur jadwal penjagaan kantor.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah juga memantau perkembangan harga bahan pokok. Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, namun masih berada dalam rentang normal dan relatif terkendali.

“Secara umum, ketersediaan bahan pokok penting di Kabupaten Ciamis masih dalam kondisi aman,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan pemantauan harga secara intensif di sejumlah pasar utama, seperti Pasar Ciamis, Pasar Kawali, Pasar Banjarsari, dan Pasar Sindangkasih. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan atau kelangkaan stok, pemerintah akan segera menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, operasi pengamanan Idul Fitri 1447 H/2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Dalam mendukung kelancaran pengamanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyiapkan berbagai langkah di sejumlah sektor. Di bidang perhubungan, akan dibentuk posko pemantauan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga menyiapkan personel medis serta sarana dan prasarana di rumah sakit dan puskesmas, termasuk penyediaan ambulans untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya yang disebabkan oleh aktivitas pasar tumpah. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Pasar Banjarsari, Pasar Imbanagara, Pasar Cikoneng, Pasar Sindangkasih, serta Pasar Cipaku/Buniseuri.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode Idul Fitri 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Ciamis)

Sekda Sukabumi Pimpin Rakor Evaluasi Program MBG, Tekankan Pengawasan dan Kesiapan Pangan Lokal

0

Bisnisnews.net || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis (12/03/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program strategis nasional di daerah sekaligus menampung berbagai masukan dari perangkat daerah terkait. Hal itu disampaikan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo.

Dalam laporannya, Puji Widodo menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi forum evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar program MBG dapat berjalan lebih optimal di Kabupaten Sukabumi.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi di antaranya pengelolaan limbah dari kegiatan dapur MBG, percepatan proses sertifikasi halal, serta kesiapan pasokan pangan lokal yang menjadi bahan baku program tersebut.

Sementara itu, Sekda Ade Suryaman menekankan pentingnya pengawasan secara intensif dari para camat dan dinas terkait guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, saat ini terdapat sekitar 339 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Sukabumi dan melayani hampir satu juta penerima manfaat.

“Saya minta camat bersama dinas terkait terus melakukan pemantauan secara rutin di lapangan. Pastikan seluruh proses berjalan baik, dan jika ada kendala administratif segera dibantu penyelesaiannya,” tegasnya.

Menurutnya, evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk menjaga standar operasional program, mulai dari kebersihan peralatan dapur, kualitas pengolahan makanan, hingga ketepatan distribusi kepada para penerima manfaat.

Ade Suryaman berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola SPPG dapat terus diperkuat sehingga pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sukabumi berjalan maksimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Kita harus bekerja bersama dan saling mendukung. Keberhasilan program ini merupakan keberhasilan kita semua dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketum PPJNA ’98 Dukung Ucapan Prabowo Subianto : Saya Larang Laporan ABS

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dukungan terhadap langkah tegas Presiden Prabowo Subianto yang melarang praktik laporan “Asal Bapak Senang” (ABS) terus mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari PPJNA 98.

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa praktik laporan yang hanya bertujuan menyenangkan pimpinan tanpa menggambarkan kondisi sebenarnya merupakan penyakit lama dalam birokrasi yang harus segera diakhiri.

Menurutnya, peringatan keras Presiden Prabowo terhadap budaya ABS merupakan langkah penting untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus memastikan kebijakan negara berjalan berdasarkan data dan fakta di lapangan.

“Laporan harus sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Dengan laporan yang jujur dan objektif, Presiden bisa melakukan evaluasi yang tepat untuk perbaikan bangsa,” kata Anto Kusumayuda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).

Anto menjelaskan, budaya ABS selama ini menjadi salah satu faktor yang membuat banyak program pemerintah tidak berjalan optimal. Laporan yang dimanipulasi atau dibungkus dengan narasi seolah-olah semua berjalan baik, justru menutupi berbagai persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Menurutnya, praktik seperti ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga berpotensi menghancurkan kepercayaan publik terhadap negara.

“Kalau laporan dibuat hanya untuk menyenangkan pimpinan, bukan untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya, maka itu sangat berbahaya. Presiden bisa mengambil keputusan yang tidak tepat karena informasi yang diterima tidak akurat,” ujarnya.

Anto menilai, dalam konteks pemerintahan modern yang menuntut transparansi dan akuntabilitas, budaya ABS seharusnya sudah tidak lagi mendapat tempat di birokrasi Indonesia.

PPJNA 98 memandang bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo membutuhkan dukungan sistem birokrasi yang profesional dan berintegritas. Tanpa laporan yang akurat, pemerintah akan kesulitan memetakan persoalan nasional secara tepat.

Karena itu, Anto menilai larangan keras terhadap praktik ABS merupakan sinyal penting bahwa pemerintah ingin membangun budaya kerja yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

“Presiden membutuhkan informasi yang jujur agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh persoalan rakyat. Jika laporan dimanipulasi, maka kebijakan bisa melenceng dari realitas,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa laporan ABS justru dapat merusak citra Presiden sendiri. Sebab ketika kebijakan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat, publik cenderung menyalahkan kepala negara, padahal akar masalahnya bisa berasal dari laporan yang tidak akurat dari bawah.

“Laporan ABS justru bisa menghancurkan Presiden Prabowo dan bangsa Indonesia. Karena itu harus dihentikan,” tegasnya.

Lebih jauh, PPJNA 98 menilai bahwa upaya memberantas budaya ABS tidak cukup hanya dengan peringatan, tetapi harus diikuti dengan reformasi mental dan sistem birokrasi secara menyeluruh.

Anto menilai perlu adanya mekanisme evaluasi yang transparan, pengawasan yang kuat, serta sistem pelaporan berbasis data yang dapat diverifikasi.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keberanian aparatur negara untuk menyampaikan kondisi sebenarnya, meskipun laporan tersebut mungkin tidak menyenangkan bagi pimpinan.

“Kejujuran dalam birokrasi adalah fondasi bagi pemerintahan yang sehat. Jika semua pihak berani menyampaikan fakta, maka perbaikan akan jauh lebih mudah dilakukan,” katanya.

PPJNA 98 berharap langkah Presiden Prabowo dalam melarang laporan ABS dapat menjadi momentum untuk membangun budaya kerja yang lebih profesional di lingkungan pemerintahan.

Menurut Anto, pemerintahan yang kuat tidak dibangun dari laporan yang indah di atas kertas, tetapi dari keberanian menghadapi realitas dan memperbaiki kekurangan.

“Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berani melihat kenyataan apa adanya. Dan itu hanya bisa terjadi jika para pejabat di bawahnya juga berani melaporkan kondisi sebenarnya,” pungkasnya.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, PPJNA 98 optimistis langkah Presiden Prabowo dalam menertibkan praktik laporan ABS dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat perbaikan di berbagai sektor pembangunan nasional.***

FKDT Cikembar Evaluasi Program Ramadan, Apresiasi Bantuan Insentif dari Bupati Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Cikembar terus melakukan berbagai kegiatan selama bulan Ramadan, termasuk evaluasi program serta penguatan kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah.

Ketua FKDT Kecamatan Cikembar, Ijam Jamaludin, mengatakan bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan yang cukup padat, termasuk persiapan penyaluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk para guru madrasah diniyah.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu kami mempersiapkan kegiatan untuk menerima bantuan dari Bapak Bupati Sukabumi. Bantuan tersebut berupa insentif bagi para guru madrasah diniyah dan semuanya telah berjalan dengan lancar,” ujarnya, Kamis (12/03/2026).

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas perhatian yang diberikan kepada para guru madrasah diniyah. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sukabumi yang telah memberikan bantuan dan berbagai insentif untuk para guru madrasah diniyah. Walaupun nilainya tidak terlalu besar, namun manfaatnya sangat dirasakan oleh para guru, terutama menjelang Idulfitri,” katanya.

Selain melakukan evaluasi program, FKDT Cikembar juga terus memantau berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh madrasah selama bulan Ramadan, seperti kegiatan pesantren kilat (sanlat) dan aktivitas pembinaan keagamaan bagi para santri.

Di sisi lain, pihaknya juga terus mendorong peningkatan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola melalui madrasah, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Insyaallah kami juga terus memantau perkembangan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah di madrasah-madrasah yang ada di Kecamatan Cikembar. Mudah-mudahan ke depan pengumpulannya bisa semakin meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menjelang masa libur panjang sekolah yang bertepatan dengan bulan Ramadan, Ijam juga mengingatkan para orang tua untuk tetap memperhatikan pendidikan dan aktivitas anak-anak di rumah.

Ia berharap para siswa tetap mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, terutama memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an.

“Kami titip kepada para orang tua agar selama libur nanti anak-anak tetap terjaga pendidikannya, memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan kegiatan positif sesuai dengan kemampuan mereka. Ini penting untuk membentuk karakter Islami di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap kebersamaan dan kekompakan para pengurus madrasah serta organisasi di Kecamatan Cikembar dapat terus terjaga.

“Kami berharap silaturahmi dan kebersamaan antar pengurus madrasah di Kecamatan Cikembar tetap terpelihara. Alhamdulillah selama ini FKDT Cikembar selalu solid dan saling mendukung untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pertamina, Kedaulatan Energi yang Tersandera Regulasi

0
Oplus_131072

Oleh: Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih dan Fungsionaris PB HMI Bidang ESDM

Wartain.com || Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia—khususnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat—harga minyak global kembali berada dalam tekanan. Setiap percikan konflik di Timur Tengah selalu berdampak langsung terhadap pasar energi dunia. Negara-negara yang bergantung pada impor minyak menjadi yang paling rentan terhadap gejolak tersebut.

Indonesia adalah salah satunya.

Ironisnya, kerentanan ini terjadi di negara yang sebenarnya memiliki cadangan energi melimpah. Indonesia dianugerahi sumber daya minyak dan gas bumi yang tersebar dari Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Papua. Namun alih-alih menjadi negara yang mandiri secara energi, Indonesia justru semakin tergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Paradoks ini tidak lahir secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari tata kelola migas yang selama puluhan tahun berjalan tanpa keberanian politik untuk menegakkan prinsip kedaulatan energi sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan tegas menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun dalam praktiknya, pengelolaan sektor minyak dan gas justru sering kali lebih menguntungkan mekanisme pasar daripada kepentingan strategis negara.

Di sinilah letak persoalan mendasar dalam pengelolaan energi nasional.

Pertamina yang Seharusnya Menjadi Garda Terdepan

Sebagai perusahaan energi milik negara, Pertamina seharusnya menjadi tulang punggung kedaulatan energi Indonesia. Di banyak negara produsen energi, perusahaan nasional memainkan peran dominan dalam mengelola sumber daya strategis.

Arab Saudi memiliki Saudi Aramco. Malaysia memiliki Petronas. Norwegia memiliki Equinor.

Perusahaan-perusahaan tersebut bukan sekadar entitas bisnis, tetapi instrumen negara untuk memastikan bahwa sumber daya energi tetap berada dalam kendali nasional.

Indonesia sebenarnya memiliki fondasi yang sama melalui Pertamina. Namun selama bertahun-tahun, peran strategis itu justru tidak sepenuhnya diperkuat oleh kebijakan negara. Dalam banyak kasus, Pertamina harus berhadapan dengan struktur industri migas yang terlalu liberal, kompetisi yang tidak seimbang, serta kebijakan impor yang terus meningkat.

Akibatnya, negara yang kaya sumber daya energi justru menjadi pasar besar bagi minyak dari luar negeri.

Ini bukan sekadar persoalan ekonomi. Ini adalah persoalan kedaulatan.

Putusan Mahkamah Konstitusi dan Krisis Regulasi Migas

Masalah tata kelola migas semakin kompleks setelah berbagai putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terhadap Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Sejumlah pasal dalam undang-undang tersebut dinilai bertentangan dengan konstitusi karena dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan penguasaan negara atas sumber daya alam.

Putusan tersebut sejatinya adalah peringatan keras bahwa desain kebijakan migas Indonesia perlu dibenahi secara mendasar.

Jika regulasi utama sektor migas mengandung banyak masalah konstitusional, maka yang terjadi adalah ketidakpastian hukum. Dalam kondisi seperti itu, negara menjadi lemah dalam mengendalikan sumber daya strategisnya sendiri.

Lebih berbahaya lagi, kekosongan regulasi dapat membuka ruang bagi praktik tata kelola yang tidak berpihak pada kepentingan nasional.

Mendesak Perpu Migas

Dalam situasi geopolitik global yang tidak menentu, Indonesia tidak bisa terus menunda reformasi sektor energi. Negara membutuhkan langkah cepat dan tegas.

Instrumen konstitusional untuk itu sebenarnya sudah tersedia, yaitu penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Migas oleh Presiden.

Perpu Migas bukan sekadar solusi administratif, tetapi langkah strategis untuk mengembalikan arah pengelolaan energi nasional ke jalur konstitusi. Melalui Perpu, negara dapat menegaskan kembali penguasaan atas sumber daya migas sekaligus memperkuat peran Pertamina sebagai operator utama dalam pengelolaan energi nasional.

Tanpa langkah ini, Indonesia akan terus terjebak dalam dilema: kaya sumber daya, tetapi miskin kedaulatan energi.

Alarm dari Timur Tengah

Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat harus dibaca sebagai alarm bagi Indonesia. Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut selalu berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia dan mendorong harga minyak melonjak.

Bagi negara yang masih bergantung pada impor, situasi ini akan berdampak langsung terhadap inflasi, subsidi energi, hingga stabilitas ekonomi nasional.

Indonesia tidak boleh terus berada dalam posisi rentan seperti ini.

Ketahanan energi tidak bisa hanya bergantung pada mekanisme pasar global. Ia harus dibangun melalui keberanian politik untuk mengelola sumber daya sendiri secara mandiri.

Saatnya Mengakhiri Paradoks Energi

Selama bertahun-tahun Indonesia hidup dalam paradoks: negeri kaya sumber daya energi, tetapi tetap bergantung pada impor minyak. Paradoks ini tidak akan pernah selesai jika negara terus ragu mengambil keputusan strategis.

Penguatan Pertamina, reformasi regulasi melalui Perpu Migas, serta keberanian menata ulang tata kelola sektor energi adalah langkah yang tidak bisa ditunda lagi.

Sejarah akan mencatat apakah bangsa ini berani mengambil jalan menuju kedaulatan energi, atau terus bertahan dalam ketergantungan yang sama.

Karena pada akhirnya, kemandirian energi bukan sekadar pilihan kebijakan.
Ia adalah soal masa depan kedaulatan bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Operasi Pasar Bersubsidi Digelar di Jampang Tengah, Warga Bisa Tebus Paket Sembako Rp40 Ribu

0

Wartain.com || Pemerintah Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, menerima program bantuan pangan bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), dilakukan di Kecamatan Jampang Tengah, Kamis (12/03/2026).

Program tersebut dilaksanakan dalam bentuk Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) yang digelar di Kantor Kecamatan Jampang Tengah.

Camat Jampang Tengah, Chaerul Ichwan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan.

“Alhamdulillah hari ini Kecamatan Jampang Tengah mendapatkan anugerah berupa dua program bantuan sembako. Yang pertama adalah program OPADI atau Operasi Pasar Bersubsidi yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Jampang Tengah,” ujar Chaerul.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Kecamatan Jampang Tengah menerima 4.244 paket kebutuhan pokok yang dapat ditebus oleh masyarakat dengan harga bersubsidi.

Setiap paket berisi beras premium 3 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, minyak goreng, dan gula pasir 1 kilogram. Jika dihitung dengan harga normal, satu paket sembako tersebut bernilai sekitar Rp90.000.

“Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp50.000 per paket, sehingga masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp40.000 saja,” jelasnya.

Untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi tersebut, masyarakat hanya perlu membawa fotokopi KTP sebagai syarat penebusan. Program ini diperuntukkan bagi warga Kecamatan Jampang Tengah, namun tidak menutup kemungkinan warga dari kecamatan lain juga dapat memperoleh paket tersebut apabila persediaan masih tersedia.

Selain OPADI, pada hari yang sama juga akan digelar beberapa kegiatan lain yang berkaitan dengan stabilisasi harga dan kegiatan keagamaan dalam rangka Ramadan.

“Siang nanti juga akan dilaksanakan kegiatan Muhibah Ramadan tingkat Kabupaten Sukabumi di Masjid Besar Al-Huriyah. Selain itu ada juga program ‘Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi’ yang dilaksanakan di halaman Kantor Desa Sindangresmi mulai pukul 13.00 WIB sampai komoditas habis,” ungkapnya.

Dalam kegiatan Sabilulungan tersebut, pemerintah menyediakan enam komoditas bahan pokok dengan harga subsidi guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Iapun berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya, karena pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya di bulan Ramadan.

“Hari ini masyarakat sedang sangat membutuhkan bahan-bahan pokok. Pemerintah hadir memberikan subsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Warga Cikembar Empat Hari Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan Karet Cikembar

0

Wartain.com || Pencarian terhadap Udin (57), warga Kampung Mandaling, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan hilang selama empat hari, akhirnya berakhir dengan kabar duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan karet pada Rabu (11/3) sekitar pukul 16.30 WIB.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang penyadap karet bernama Juanda (52) saat sedang bekerja membersihkan alur karet di lokasi perkebunan tersebut. Saat itu, ia merasa curiga karena melihat banyak lalat berkerumun di satu titik.

“Saya sedang marehan atau membersihkan alur karet. Tiba-tiba melihat banyak lalat, pas saya perhatikan ternyata ada mayat. Saya langsung kaget dan berlari melaporkan ke Pak RT dan warga,” ujarnya.

Juanda mengaku baru kembali bekerja pada hari itu setelah sekitar satu minggu tidak turun ke kebun. Ia tidak menyangka saat mulai bekerja kembali justru menemukan sesosok jasad.

“Awalnya saya hanya melihat bagian kaki, karena posisi mayat terlentang dan wajahnya tidak terlihat jelas. Saya sempat kaget juga, karena sebelumnya dengar ada warga yang hilang sudah beberapa hari,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak mengenal korban secara pribadi dan bukan rekan kerjanya di perkebunan tersebut.

Setelah menerima laporan dari warga, tim Pramuka Peduli, Basarnas datang ke lokasi yang kemudian para aparat kepolisian juga langsung ke lokasi. Proses evakuasi jasad korban dilakukan bersama tim Basarnas, Pramuka Peduli dan warga setempat dibantu dengan pihak kepolisian Cikembar.

Sekretaris Kecamatan Lenni Nurliah membenarkan hal tersebut. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.

“Iya betul korban yang dinyatakan hilang kini sudah ditemukan dan dibawa ke RS untuk diperiksa lebih lanjut, dan hari ini akan dimakamkan,” pungkasnya, Kamis (12/03/2026).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pahala yang Akan Diraih Bagi Orang yang Berpuasa di Hari ke-22

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puasa Ramadan adalah ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan pahala bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan. Setiap harinya, puasa di bulan suci ini membawa keberkahan tersendiri. Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, dijelaskan bahwa puasa pada hari ke-22 memiliki tiga pahala utama yang sangat istimewa.

1. Malaikat Maut Dikirim Seperti kepada Para Nabi

Pada hari ke-22 Ramadan, Allah SWT akan mengutus malaikat maut kepada orang yang berpuasa dengan cara yang sama seperti kepada para Nabi. Keutamaan ini menunjukkan bahwa Allah memberikan penghormatan khusus kepada hamba-Nya yang berpuasa, sehingga proses pencabutan nyawa mereka akan berlangsung dengan lembut dan penuh kemuliaan.

2. Diselamatkan dari Keganasan Malaikat Munkar dan Nakir

Selain itu, Allah akan menyelamatkan orang yang berpuasa pada hari ke-22 dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. Keutamaan ini menandakan bahwa Allah memberikan perlindungan khusus kepada hamba-Nya, sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan atau ketakutan saat menghadapi pertanyaan di alam kubur.

3. Terbebas dari Penderitaan Dunia dan Akhirat

Keutamaan lain yang disebutkan adalah bahwa Allah akan menghilangkan penderitaan dunia dan akhirat dari orang yang berpuasa pada hari ke-22. Ini menunjukkan bahwa mereka akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat, sebagai balasan atas ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah.

Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah menekankan betapa istimewanya puasa pada hari ke-22 Ramadhan. Tiga pahala utama yang dapat diraih adalah malaikat maut dikirim seperti kepada para Nabi, diselamatkan dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan terbebas dari penderitaan dunia dan akhirat. Dengan mengetahui keutamaan-keutamaan ini, semoga kita semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan, sehingga dapat meraih pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PSIM Yogyakarta Ditahan Imbang Persijap Jepara 2-2 di Mandala Krida

0

Wartain.com || PSIM Yogyakarta harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh tamunya, Persijap Jepara, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Pertandingan tersebut berlangsung sengit di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2026).

Laga baru berjalan dua menit, gawang Laskar Mataram langsung bobol melalui gol cepat pemain Persijap, Borja Martinez. Tersentak oleh gol tersebut, tuan rumah langsung meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Vidal berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-15, disusul gol pembalik keadaan dari Ze Valente di menit ke-36 yang membawa PSIM unggul 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persijap Jepara tampil lebih disiplin untuk mengejar ketertinggalan. Upaya Laskar Kalinyamat membuahkan hasil di menit ke-67 melalui gol yang dicetak oleh Guarrotxena. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tidak berubah.

Secara statistik, PSIM Yogyakarta sebenarnya mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 60% berbanding 40%. Tuan rumah juga mencatatkan akurasi operan yang lebih baik, yakni 83% (342 dari 416 operan sukses). Meskipun PSIM melepaskan 11 tembakan dengan 4 yang tepat sasaran, Persijap terbukti lebih efektif dengan menciptakan 7 peluang emas sepanjang pertandingan.

Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi di hadapan publik Yogyakarta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)