26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 226

PSIM Yogyakarta Ditahan Imbang Persijap Jepara 2-2 di Mandala Krida

0

Wartain.com || PSIM Yogyakarta harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 2-2 oleh tamunya, Persijap Jepara, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Pertandingan tersebut berlangsung sengit di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2026).

Laga baru berjalan dua menit, gawang Laskar Mataram langsung bobol melalui gol cepat pemain Persijap, Borja Martinez. Tersentak oleh gol tersebut, tuan rumah langsung meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Vidal berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-15, disusul gol pembalik keadaan dari Ze Valente di menit ke-36 yang membawa PSIM unggul 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persijap Jepara tampil lebih disiplin untuk mengejar ketertinggalan. Upaya Laskar Kalinyamat membuahkan hasil di menit ke-67 melalui gol yang dicetak oleh Guarrotxena. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tidak berubah.

Secara statistik, PSIM Yogyakarta sebenarnya mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 60% berbanding 40%. Tuan rumah juga mencatatkan akurasi operan yang lebih baik, yakni 83% (342 dari 416 operan sukses). Meskipun PSIM melepaskan 11 tembakan dengan 4 yang tepat sasaran, Persijap terbukti lebih efektif dengan menciptakan 7 peluang emas sepanjang pertandingan.

Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi di hadapan publik Yogyakarta.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Tragedi Sunyi Sebuah Bangsa: Ketika Negara Kehilangan Nurani

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Wartain.com || Ada tragedi yang tidak terdengar oleh dentuman meriam, tidak tampak oleh kobaran api perang, dan tidak tercatat oleh headline besar sejarah. Tragedi itu terjadi perlahan, sunyi, hampir tanpa suara. Ia merayap dalam kesadaran kolektif sebuah bangsa ketika negara perlahan kehilangan nuraninya.

Sebuah bangsa tidak selalu runtuh karena invasi musuh dari luar. Sering kali kehancuran itu justru datang dari dalam—ketika kekuasaan yang seharusnya menjadi amanah rakyat berubah menjadi alat segelintir elite untuk menguasai dan memonopoli sumber-sumber kehidupan bersama. Negara yang lahir dari cita-cita kemerdekaan perlahan menjauh dari ruh pendiriannya. Kata-kata luhur tentang keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan rakyat masih terus diucapkan, tetapi maknanya menguap dalam praktik kekuasaan yang semakin dingin dan jauh dari nurani.

Di titik inilah tragedi sunyi itu dimulai.
Negara, yang seharusnya menjadi penjaga kepentingan rakyat, perlahan berubah menjadi benteng kepentingan elite. Kebijakan yang lahir bukan lagi cerminan kebutuhan rakyat banyak, tetapi hasil perhitungan kekuasaan dan keuntungan segelintir orang. Bahasa politik tetap dipenuhi dengan istilah-istilah indah—demokrasi, pembangunan, stabilitas, kesejahteraan—namun di baliknya rakyat sering kali hanya menjadi penonton dari permainan besar yang menentukan nasib hidup mereka.

Lebih tragis lagi, manipulasi itu sering kali diselubungi dengan wajah moral dan agama. Simbol-simbol ketuhanan dan kemanusiaan dipakai sebagai legitimasi untuk mempertahankan kekuasaan. Kata-kata suci diangkat ke podium, tetapi nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan amanah justru semakin menjauh dari praktik kehidupan bernegara. Ketika agama dijadikan alat kekuasaan, dan kemanusiaan dijadikan slogan politik, maka yang hilang bukan hanya keadilan sosial, tetapi juga integritas moral bangsa.

Dalam keadaan seperti itu, bangsa sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang berbahaya: kehilangan arah moral.
Kehilangan nurani negara bukanlah peristiwa yang terjadi tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dibiarkan: korupsi yang dianggap wajar, ketidakadilan yang dianggap biasa, kebohongan publik yang dimaafkan, serta kesenjangan sosial yang diterima sebagai takdir. Sedikit demi sedikit standar moral publik menurun, hingga pada akhirnya masyarakat menjadi terbiasa hidup dalam ketidakadilan tanpa lagi merasakan kegelisahan moral.

Ketika sebuah bangsa sudah tidak lagi merasa gelisah melihat ketidakadilan, di situlah tanda paling jelas bahwa nurani kolektifnya sedang melemah.

Padahal dalam hakikatnya, negara bukanlah sekadar struktur kekuasaan. Negara adalah amanah sejarah yang lahir dari perjuangan panjang rakyatnya. Ia berdiri di atas pengorbanan para pejuang yang memimpikan kehidupan yang lebih adil, lebih bermartabat, dan lebih manusiawi bagi generasi yang akan datang. Jika negara kehilangan nurani, maka yang dikhianati bukan hanya rakyat yang hidup hari ini, tetapi juga cita-cita suci yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Namun tragedi sunyi ini tidak harus berakhir dengan kehancuran. Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa setiap krisis moral selalu membuka kemungkinan lahirnya kesadaran baru. Dalam banyak peradaban, perubahan besar justru dimulai ketika rakyat mulai menyadari bahwa mereka telah terlalu lama hidup dalam sistem yang tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Kesadaran itu sering lahir dari kegelisahan hati nurani: dari pertanyaan sederhana yang mulai muncul di benak rakyat—apakah negara masih benar-benar berpihak pada kami? Apakah kekuasaan masih dijalankan sebagai amanah, atau hanya sebagai alat untuk mempertahankan dominasi?

Ketika pertanyaan-pertanyaan itu mulai hidup dalam kesadaran publik, maka benih kebangkitan moral sebuah bangsa telah ditanam.

Kebangkitan itu tidak selalu harus diwujudkan melalui kemarahan atau kekacauan. Kebangkitan yang paling kuat justru lahir dari kesadaran kolektif untuk mengembalikan kehidupan berbangsa kepada nilai-nilai dasar yang pernah menjadi fondasinya: kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada rakyat yang lemah.

Pada akhirnya, masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memegang kekuasaan, tetapi oleh seberapa kuat kesadaran moral rakyatnya. Negara bisa kehilangan nurani ketika kekuasaan dibiarkan berjalan tanpa pengawasan dan tanpa pertanggungjawaban. Tetapi negara juga bisa menemukan kembali nuraninya ketika rakyatnya bangkit dengan kesadaran bahwa kedaulatan sejati berada di tangan mereka.

Tragedi sunyi sebuah bangsa hanya akan terus berlangsung jika rakyat memilih diam. Namun ketika kesadaran mulai bangkit—ketika nurani rakyat mulai berbicara kembali—maka tragedi itu bisa berubah menjadi awal dari kelahiran kembali sebuah bangsa.

Sebab pada akhirnya, negara yang besar bukanlah negara yang kuat dalam kekuasaan, tetapi negara yang hidup dalam nurani rakyatnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bupati Ciamis Hadiri Peresmian Sport Centre Tathya Dharaka Akpol 2005 di Polres Ciamis

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri kegiatan peresmian Sport Centre Tathya Dharaka Akpol 2005 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan personel di Mapolres Ciamis, Rabu sore (11/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Acara berlangsung penuh kebersamaan dalam suasana Ramadan yang khidmat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi peresmian fasilitas olahraga melalui pengguntingan pita oleh Kapolres Ciamis, yang menandai mulai digunakannya Sport Centre Tathya Dharaka Akpol 2005 sebagai sarana pembinaan fisik bagi anggota kepolisian.

Kapolres Ciamis H. Hidayatullah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian sport centre tersebut. Ia berharap fasilitas olahraga ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh personel untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani.

“Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran anggota sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Polres Ciamis, sehingga personel semakin siap menghadapi tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut, sehingga kini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan fisik sekaligus memperkuat soliditas internal.

Lebih dari sekadar peresmian fasilitas olahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat sinergitas antara Polres Ciamis, Pemerintah Daerah, serta unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Ciamis.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, tausiyah keagamaan, serta ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah yang diikuti oleh seluruh tamu undangan dan personel yang hadir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Cimais)

HUT ke-29 Kota Bekasi: KDM Tantang Wali Kota Tuntaskan Masalah Banjir dan Kemiskinan

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri Sidang Pleno Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi pada Selasa (10/3/2026). Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa KDM ini memberikan apresiasi sekaligus tantangan keras kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk menuntaskan masalah krusial, terutama penanganan banjir yang selama ini kerap terbentur alasan birokrasi.

KDM mengakui adanya perubahan positif di wajah Kota Bekasi, mulai dari lingkungan yang lebih bersih, berkurangnya bangunan ilegal, hingga peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pembangunan polder air juga dinilai efektif mulai mengendalikan titik-titik banjir. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini belum cukup.

“Target saya adalah Bekasi bebas banjir. Tidak ada lagi alasan bahwa ini tanggung jawab BBWS atau Pemerintah Pusat. Ini bukan lagi soal wewenang, mari kita selesaikan bersama Jawa Barat. Kita akan selaraskan anggarannya,” tegas Dedi dalam sambutannya.

Selain banjir, KDM menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Ia meminta Pemerintah Kota Bekasi lebih proaktif bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan wilayah perbatasan lainnya guna sinkronisasi program.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhiyanto Tjahyono menyambut baik dukungan anggaran dari provinsi. Namun, ia menitipkan pesan agar Gubernur membantu mempercepat proses pertukaran aset dengan Kabupaten Bekasi yang selama ini menjadi kendala teknis di lapangan.

“Rencana pembangunan elevasi terkadang terhambat batas wilayah. Kami berharap ada pelepasan aset agar pekerjaan mitigasi banjir bisa segera dimulai,” ujar Tri.

Terkait infrastruktur, Tri menjelaskan bahwa proyek flyover Bulak Kapal kini memasuki tahap pembebasan lahan dan pembangunan tahap pertama ditargetkan mulai tahun ini dengan dukungan dana dari Pemprov Jabar.

Di sektor pendidikan, Pemkot Bekasi melaporkan telah menyalurkan beasiswa kepada 21.536 siswa SD dan SMP. Sementara untuk jenjang perguruan tinggi, sebanyak 1.470 mahasiswa telah dibantu biaya kuliahnya, dengan target peningkatan menjadi 1.500 penerima pada tahun 2026 ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polres Sukabumi Kota

0

Wartain.com || Ratusan warga memadati halaman Gedung Juang ’45 Kota Sukabumi saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Sukabumi Kota, Rabu (11/3/2026). Sejak kegiatan dibuka sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat terutama para ibu rumah tangga tampak antusias berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.

Kegiatan tersebut turut dipantau langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Keduanya hadir didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi serta sejumlah pejabat utama Polres Sukabumi Kota.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai bahan pangan dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini membuat warga berbondong-bondong datang untuk membeli kebutuhan dapur, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, pihaknya menyediakan sedikitnya 14 jenis komoditas bahan pokok untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

“Dalam gerakan pangan murah ini kami menyediakan 14 jenis kebutuhan pokok dengan harga di bawah HET, di antaranya beras SPHP, beras lokal, minyak goreng kita, minyak goreng premium, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang putih, bawang merah, cabai rawit merah, cabai keriting merah, cabai merah besar, kentang hingga daging ayam,” ujar Sentot.

Untuk memastikan ketersediaan bahan pangan selama kegiatan berlangsung, pihaknya juga menyiapkan stok dalam jumlah cukup besar. Di antaranya sekitar lima ton beras serta lima ton minyak goreng.

“Stok beras yang kami siapkan sekitar lima ton, begitu juga minyak goreng sekitar lima ton. Kegiatan ini akan terus kami laksanakan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan melibatkan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memberikan apresiasi terhadap inisiatif Polres Sukabumi Kota yang turut berperan dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

“Saya mengapresiasi langkah Polres Sukabumi Kota yang telah menggelar gerakan pangan murah di Gedung Juang ini sejak siang tadi. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi selama Ramadan,” kata Ayep.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Polres Sukabumi Kota juga akan melakukan langkah lanjutan dengan memantau kondisi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

“Ke depan kami akan melakukan survei bersama ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali,” ujarnya.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Sukabumi menjelang perayaan Idul Fitri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Petugas Gagalkan Penyelundupan Sabu ke Lapas Sukabumi, Disembunyikan di Alat Kelamin

0

Wartain.com || Upaya penyelundupan narkotika kembali terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Kali ini, sabu seberat sekitar 59 gram bruto diduga diselundupkan oleh seorang pengunjung perempuan dengan cara disembunyikan di dalam tubuhnya saat membesuk warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 10.24 WIB. Saat itu seorang pengunjung perempuan berinisial AF (20), warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, datang untuk melakukan kunjungan kepada pacarnya yang merupakan warga binaan di lapas tersebut.

Sebelum memasuki area kunjungan, pengunjung terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Pemeriksaan meliputi penggeledahan badan serta penitipan barang bawaan seperti telepon genggam di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Pengunjung diperiksa sesuai SOP, termasuk penggeledahan oleh petugas perempuan. Saat pemeriksaan awal tidak ditemukan barang mencurigakan,” ujar Budi.

Karena tidak ditemukan kejanggalan, pengunjung tersebut kemudian diperbolehkan masuk ke ruang kunjungan untuk bertemu secara langsung dengan warga binaan yang dibesuk.

Meski demikian, aktivitas di ruang kunjungan tetap diawasi ketat oleh petugas melalui pengawasan langsung maupun pemantauan kamera pengawas (CCTV).

Saat pemantauan berlangsung, petugas melihat adanya gerak-gerik yang dianggap mencurigakan antara pengunjung dan warga binaan tersebut.

“Kami melihat ada gelagat yang kurang baik dari hasil pemantauan CCTV. Namun tetap kami pantau terlebih dahulu untuk memastikan,” jelasnya.

Kecurigaan petugas akhirnya terbukti setelah dilakukan pemeriksaan terhadap warga binaan usai kunjungan selesai. Dari hasil penggeledahan ditemukan dua bungkusan lakban hitam yang dibalut kondom di dalam saku pakaian warga binaan tersebut.

Setelah dibuka dan diperiksa, bungkusan tersebut berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 59 gram bruto.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa barang tersebut sebelumnya dibawa masuk oleh pengunjung perempuan dengan cara disembunyikan di dalam alat kelaminnya untuk mengelabui pemeriksaan petugas.

Barang tersebut kemudian diserahkan kepada warga binaan saat pertemuan di ruang kunjungan.

Pihak Lapas Sukabumi selanjutnya berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota untuk penanganan lebih lanjut. Pengunjung perempuan tersebut diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum.

Sementara itu, warga binaan yang terlibat langsung dikenakan sanksi disiplin dengan menjalani masa penahanan di sel pengasingan atau strapsel.

“Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan juga berpotensi kehilangan sejumlah haknya, seperti remisi maupun program integrasi,” kata Budi.

Ia menambahkan, warga binaan tersebut sebelumnya memang sedang menjalani hukuman dalam kasus narkotika dengan vonis delapan tahun penjara dan baru menjalani masa hukuman sekitar satu tahun.

Budi mengungkapkan, upaya penyelundupan narkoba dengan berbagai modus sebenarnya bukan pertama kali terjadi di Lapas Sukabumi. Selama dirinya menjabat, sudah tiga kali ditemukan modus serupa.

“Kalau di masa saya menjabat ini sudah yang ketiga. Modusnya berbeda-beda, ada yang lewat alat kelamin, ada juga yang pernah lewat tenggorokan,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak lapas terus meningkatkan pengawasan, terutama di area layanan kunjungan. Pemantauan dilakukan melalui jaringan CCTV yang terhubung dengan sejumlah ruangan pengawasan serta pengawasan langsung oleh petugas jaga.

Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, pihak Lapas Sukabumi berharap dapat meminimalisasi berbagai upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam lingkungan pemasyarakatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Video Pengakuan Mantan Akuntan Dugaan Korupsi Program MBG di Sukabumi Viral, Pihak Dapur Beri Klarifikasi

0

Wartain.com || Sebuah video yang berisi pengakuan mantan akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lembursitu, Kota Sukabumi, viral di media sosial setelah mengungkap dugaan praktik manipulasi dalam pengadaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Video tersebut diunggah melalui podcast akun Instagram @jaga_arah dan langsung memicu beragam tanggapan dari warganet.

Dalam rekaman itu, mantan akuntan dapur MBG menyebut pernah menemukan dugaan ketidaksesuaian antara jumlah barang yang dipesan dengan yang diterima.

Ia mencontohkan pada pengadaan beras, di mana jumlah dalam pemesanan berbeda dengan barang yang datang.

“Pernah kita PO, itu PO kaya 11 karung yang dateng cuma 9 karung, pernah itu ke koperasi yayasan. 11, dimark up tetap 11, ke BGN nya juga tetap 11,” ungkapnya dalam
video yang diunggah akun tersebut.

Dalam percakapan podcast itu, mantan akuntan tersebut juga mengaku bahwa dugaan praktik serupa sudah berlangsung cukup lama.

“Udah lama (praktik ini),” katanya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kasatgas MBG Kota Sukabumi mengatakan pihaknya masih perlu melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait di lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Sepertinya begitu (di Lembursitu), tapi harus dikonfirmasi Kasatpel SPPG dan Korwilnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, pihak dapur SPPG Lembursitu 2 yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II, Kampung Salakaso, Kelurahan Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, memberikan klarifikasi atas video yang beredar tersebut.

Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri Febriansyah, menyampaikan bahwa persoalan yang muncul sebenarnya dipicu oleh kesalahpahaman serta kurangnya komunikasi antara akuntan dengan tim dapur, termasuk dengan ahli gizi.

Menurut Fikri, pada hari yang dipersoalkan memang terjadi kekurangan beberapa bahan makanan, sehingga pihak dapur harus melakukan pembelian tambahan secara mendadak pada dini hari agar proses penyediaan makanan tetap berjalan.

“Awalnya ini kita miss komunikasi antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam dan buah. Jadi mau bagaimana lagi, kita kekurangan itu di dini hari, sehingga harus segera membeli langsung ke koperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pembelian tambahan dilakukan untuk menutupi kekurangan bahan yang dibutuhkan pada hari itu. Adapun jumlah tambahan bahan yang dibeli di antaranya beras sekitar tiga karung lebih atau sekitar 75 kilogram, serta ayam sekitar 40 kilogram.

Fikri juga menuturkan bahwa setiap bahan pangan yang datang ke dapur terlebih dahulu disortir untuk memastikan kualitasnya. Dalam beberapa kasus, ditemukan bahan yang tidak layak sehingga harus segera diganti.

“Kita diawali dari barang datang, lalu disortir dulu karena sesuai PO awal. Ternyata ketika disortir ada yang busuk, ada yang rusak berasnya, sehingga harus ada pengganti di dini hari. Jadi kita pesan lagi ke koperasi. Saat pemesanan itu akuntan sedang sakit dan tidak berada di dapur,” jelasnya.

Setelah video pengakuan mantan akuntan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, pihak SPPG Lembursitu 2 mengaku langsung melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan untuk membahas persoalan tersebut.

“Pertama saya menghubungi akuntan bersangkutan untuk mengadakan diskusi lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut, karena memang ada penambahan di hari tersebut juga,” kata Fikri.

Terkait isu yang beredar mengenai pemecatan, Fikri menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap yang bersangkutan. Menurutnya, yang terjadi adalah pengalihan tugas setelah dilakukan pembicaraan bersama pihak terkait.

“Sebetulnya itu bukan pemecatan, tapi dialihkan. Awalnya kami berdiskusi bersama mitra, lalu ada penawaran untuk dipindahkan tugasnya. Dari pihak akuntan juga sempat bertanya kenapa dipindahkan, lalu dijelaskan karena penelitian dan komunikasinya kurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan komunikasi lanjutan dengan mantan akuntan tersebut untuk memberikan klarifikasi terhadap persoalan yang berkembang di publik.

“Kita juga sudah ada komunikasi dengan akuntan itu dan dia juga sudah mengklarifikasi hal tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gilas Wakil Chinese Taipei, Anthony Ginting Melesat ke 16 Besar Swiss Open 2026

0

Wartain.com || Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 300 Swiss Open 2026. Kepastian ini didapat usai Ginting menumbangkan wakil Chinese Taipei, Wang Tzu Wei, pada babak 32 besar yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (11/3/2026) sore waktu setempat.

Ginting tampil dominan sepanjang laga dan menyudahi perlawanan Wang Tzu Wei lewat permainan straight game dengan skor meyakinkan 21-11 dan 21-17. Kemenangan ini sekaligus menegaskan posisi Ginting sebagai salah satu kandidat kuat juara di turnamen bergengsi tanah Eropa tersebut.

Memasuki gim pertama, Ginting langsung menunjukkan kelasnya dengan permainan net yang tipis dan smes menyilang yang sulit diantisipasi. Wang Tzu Wei tampak kesulitan keluar dari tekanan, sehingga Ginting mampu unggul jauh sejak interval pertama. Kecepatan gerak kaki (footwork) Ginting menjadi pembeda utama, memaksa tunggal putra Chinese Taipei tersebut melakukan banyak kesalahan sendiri hingga gim pertama ditutup dengan skor telak 21-11.

Pada gim kedua, pertarungan berjalan lebih sengit. Wang Tzu Wei mencoba mengubah pola permainan dengan reli-reli panjang untuk meredam agresivitas Ginting. Kejar-mengejar angka sempat terjadi hingga kedudukan imbang di angka 15-15. Namun, ketenangan Ginting di poin-poin kritis menjadi kunci. Pemain asal Cimahi tersebut berhasil merebut momentum kembali dan mengakhiri laga dengan skor 21-17 dalam durasi pertandingan yang cukup efisien.

Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Ginting ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi modal kepercayaan diri yang penting di ajang Super 300 ini. Sebagai salah satu tumpuan utama Indonesia di sektor tunggal putra, performa konsisten Ginting sangat diharapkan untuk membawa pulang gelar juara dari Basel, mengingat persaingan di bagan atas turnamen ini diprediksi akan semakin ketat di fase-fase selanjutnya.

Dengan hasil ini, Ginting menyusul langkah beberapa wakil Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu mengamankan tempat di babak kedua. Di babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Kamis (12/3/2026) besok, Ginting dipastikan akan menghadapi tantangan yang lebih berat. Tim pelatih diharapkan dapat menjaga kondisi fisik sang pemain agar tetap prima menghadapi jadwal padat di St. Jakobshalle guna menjaga asa juara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pemerintah Resmi Berlakukan PP Tunas, Perketat Pengawasan Anak di Ruang Digital untuk Hadapi Tantangan Baru

0

Wartain.com || Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan ini dijadwalkan efektif mulai 28 Maret 2026. Rabu (11/3/2026)

Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya preventif negara dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang masif, termasuk kecerdasan artifisial (AI).

Pemerintah menekankan bahwa PP Tunas menitikberatkan pada perlindungan anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini mewajibkan penyelenggara sistem elektronik untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang ketat dan mengendalikan akses anak terhadap konten berbahaya.

Adapun beberapa risiko utama yang dilarang dan dihindari melalui kebijakan ini antara lain:
1. Pornografi
2. Perundungan siber (cyberbullying)
3. Penipuan online
4. Adiksi digital

Selain risiko-risiko tersebut, PP Tunas juga didesain untuk menghadapi tantangan baru di era kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari Komdigi, salah satu fokus utama adalah melindungi anak dari risiko belum bisa membedakan berita benar dan berita bohong (hoax) yang kini semakin mudah diproduksi dengan teknologi AI. Pemerintah menilai AI memiliki potensi untuk memperkuat hoax dan disinformasi, sehingga anak-anak perlu memiliki literasi digital dan pengawasan yang memadai.

Untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, peraturan ini mengatur beberapa instrumen penting, di antaranya:

1. Persetujuan Orang Tua (Parental Consent): Platform digital wajib menyediakan fitur pengawasan orang tua dan meminta izin eksplisit sebelum anak mengakses layanan tertentu.
2. Perlindungan dari Konten Berbahaya: Kewajiban bagi platform untuk memblokir konten berbahaya yang tidak sesuai dengan kategori usia anak.
3. Sanksi Tegas: Platform yang gagal mematuhi standar perlindungan ini akan menghadapi sanksi administratif hingga pemutusan akses (blokir) di Indonesia.

Bukan Pelarangan, Melainkan Kesiapan Mental
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan melarang anak menggunakan teknologi. Sebaliknya, tujuan utamanya adalah memastikan anak memiliki kesiapan mental dan psikologis sebelum memasuki ruang media sosial yang kompleks.

“Usia yang dinilai paling tepat untuk mulai mengakses media sosial adalah sekitar 16 tahun. Ini bukan keputusan sepihak pemerintah, tetapi hasil diskusi panjang dengan para psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, serta berbagai penelitian mengenai dampak media sosial terhadap perkembangan anak,” ujar Meutya dalam kegiatan Kelas Digital Sahabat Tunas: Tunggu Anak Siap di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Senin (9/3/2026), dilansir dari Komdigi.

Melalui PP Tunas, pemerintah ingin memastikan bahwa ruang digital menjadi tempat yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, tanpa menutup akses ke manfaat teknologi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Tukang Parkir di Sukabumi Dibacok Gerombolan Bermotor, Lima Orang Terluka Diduga Dipicu Sengketa Lahan Parkir

0

Wartain.com || Peristiwa kekerasan terjadi di area parkir sebuah minimarket di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sejumlah tukang parkir menjadi korban serangan sekelompok orang bersenjata tajam pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Salah seorang keluarga korban yang juga bekerja sebagai juru parkir, FR (40), menuturkan bahwa saat kejadian dirinya sempat pulang sebentar untuk mengantarkan makanan kepada keluarganya. Namun tidak lama kemudian ia menerima kabar mengejutkan bahwa beberapa rekannya menjadi korban pembacokan.

Ketika kembali ke lokasi parkir, ia mendapati sejumlah rekannya yang sebelumnya sedang berjaga maupun sekadar berkumpul di sekitar lokasi sudah dalam kondisi terluka dan berlumuran darah.

“Saya sempat pulang dulu, tapi tiba-tiba dapat kabar anak-anak di sini pada terluka. Mereka lagi nongkrong dan markir, tiba-tiba diserang. Ada yang bawa celurit, ada juga yang bawa samurai. Anak-anak di sini tidak tahu masalahnya apa, tapi langsung dibacok sampai ada yang harus dijahit,” ujar FR saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (11/3/2026).

Menurut FR, jumlah pelaku diduga cukup banyak dan datang menggunakan sepeda motor. Para korban yang ketakutan tidak sempat memperhatikan secara jelas identitas para penyerang. Usai melakukan penyerangan, kelompok tersebut langsung meninggalkan lokasi.

Dalam insiden itu, lima orang mengalami luka-luka. Mereka masing-masing berinisial FF yang merupakan kakak kandung FR, HF yang juga adiknya, serta AH, OG, dan KK. Sebagian korban merupakan tukang parkir, sementara lainnya warga yang sedang berada di sekitar lokasi.

“Pelakunya banyak, anak-anak juga pada takut jadi tidak terlalu lihat jelas. Yang kelihatan ada yang bawa celurit dan samurai panjang. Setelah itu mereka langsung kabur naik motor,” ungkapnya.

Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Secapa untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani perawatan, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota.

Menurut FR, luka paling serius dialami oleh kakak dan adiknya yang mengalami luka di bagian kepala. Kakaknya harus menjalani penjahitan hingga 18 jahitan, sementara adiknya mengalami luka lebih parah sehingga hingga kini masih menjalani pemulihan di rumah.

“Yang paling parah kakak sama adik saya, lukanya di kepala. Kakak saya sampai 18 jahitan, kalau adik saya lebih parah dan sekarang masih di rumah, belum bisa beraktivitas,” katanya.

FR menduga insiden tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan lahan parkir yang sebelumnya sempat menimbulkan perselisihan. Meski menurutnya masalah tersebut sudah diselesaikan, ia menduga ada pihak lain yang memprovokasi sehingga memicu penyerangan.

“Sebenarnya soal parkiran sudah selesai. Tapi sepertinya ada pihak lain yang mengadu domba. Katanya anak-anak parkiran sini menyerang duluan sampai ada korban dua orang, padahal itu tidak benar,” jelasnya.

Salah satu orang yang diduga terlibat dalam penyerangan disebut berinisial IY dan diketahui oleh korban.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan RE Martadinata tersebut.

“Kami menerima laporan pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB terkait dugaan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata, Kota Sukabumi,” ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta melakukan upaya pengejaran terhadap para terduga pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan langkah-langkah untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik