26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 258

Pemuda Sukabumi Manfaatkan Botol Bekas, Fajar Kembangkan Selada Hidroponik Sejak Pandemi

0

Wartain.com || Seorang pemuda bernama Fajar (27), memanfaatkan botol plastik bekas untuk menanam selada dengan sistem hidroponik, di Kampung Cimenteng RT 40/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut telah ia tekuni sejak masa pandemi Covid-19 dan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Fajar yang juga bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik di Sukabumi itu merupakan lulusan sarjana (S1). Disela-sela kesibukannya bekerja, ia menyempatkan waktu untuk merawat tanaman sayuran yang ditanam di sekitar rumahnya.

“Saya mulai menanam sejak masa Covid-19. Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, tapi lama-lama jadi hobi,” ujar Fajar kepada wartain.com saat ditemui dilokasi, Rabu (25/2/2026).

Ia menuturkan, jenis sayuran yang pertama kali ditanam adalah kangkung, pakcoy, dan selada. Dari beberapa jenis tersebut, selada menjadi salah satu tanaman yang terus ia kembangkan hingga sekarang karena perawatannya relatif mudah dan masa panennya cukup cepat.

Fajar memanfaatkan botol-botol plastik bekas air mineral sebagai media tanam. Botol tersebut dipotong dan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai wadah sistem hidroponik sederhana. Cara ini dinilai lebih hemat biaya sekaligus membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan sekitar.

Menurutnya, sistem hidroponik dipilih karena tidak membutuhkan lahan yang luas dan lebih praktis dalam pengelolaan air serta nutrisi tanaman. “Meski sederhana, tanaman selada yang saya rawat ini tumbuh dengan baik berkat perawatan yang rutin dan telaten,” tuturnya.

Setiap kali memasuki masa panen, hasil selada tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Dalam beberapa kesempatan, ada pula warga sekitar yang membeli hasil panennya, meski jumlahnya tidak terlalu banyak.

Ia juga menegaskan, kegiatan bercocok tanam tersebut bukan semata-mata untuk mencari keuntungan ekonomi. “Saya menanam ini ingin punya sumber pangan sendiri minimal untuk kebutuhan keluarga juga belajar untuk ketahanan pangan mandiri intinya. Serta kepuasan pribadi dalam merawat tanaman hingga panen,” pungkasnya

Hingga kini, Fajar tetap konsisten menekuni budidaya selada hidroponik di tengah aktivitasnya sebagai karyawan pabrik. Ia berharap, kegiatan sederhana yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit dan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Puasa dan Politik Bersih: Melatih Diri untuk Melayani Rakyat

0
Oplus_131072

Oleh : Jaka Susila/Presidium.MD KAHMI Sukabumi/Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi

Wartain.com || Berpuasa adalah melatih untuk menahan diri dari segala sesuatu. Bukan hanya secara fisik saja, namun secara psikis menyentuh dimensi moral dan spiritual. Melatih diri secara individu, juga untuk berempati kepada orang lain. Dimensi moral puasa ditegaskan di dalam ayat Al-Qur’an: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berlebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Kaitannya dengan kehidupan berpolitik. Spirit anti-ekses ini mengandung pesan sosial-politik yang kuat.

Puasa mengajarkan tiga nilai yang penting bagi politik bersih. Pertama, pengendalian diri terhadap godaan materi.

Kedua, empati sosial terhadap penderitaan rakyat, karena rasa lapar membuka kesadaran tentang ketimpangan.

Ketiga, kesadaran akuntabilitas transenden—bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi moral yang melampaui pengawasan manusia.

Apabila nilai-nilai ini diinternalisasi oleh para pemegang kekuasaan, maka politik tidak lagi sekadar kompetisi kepentingan, tetapi menjadi ruang pelayanan publik.

Bahwasanya puasa mengingatkan tentang kekuasaan yang tidak dikendalikan oleh moral akan berubah menjadi alat penindasan. Sebaliknya, kekuasaan yang dijalankan dengan kesadaran spiritual dapat menjadi sarana keadilan.

Oleh karena itu, puasa harus dimaknai lebih luas sebagai gerakan pembersihan: membersihkan hati dari keserakahan, membersihkan politik dari korupsi, dan membersihkan negara dari dominasi kepentingan sempit.

Bahwa bangsa ini tidak kekurangan hukum, tetapi sering kekurangan pengendalian diri. Di tengah godaan kekuasaan dan kekayaan yang semakin besar, puasa menjadi pengingat paling mendasar: bahwa kekuatan terbesar manusia bukanlah kemampuan menguasai, melainkan kemampuan menahan diri.

Maka berpuasalah—bukan hanya dari makan dan minum, tetapi dari keserakahan, dari penyalahgunaan kewenangan, dan dari hasrat menguasai tanpa batas.

Berpuasa seperti itu, kita tidak hanya membersihkan diri, tetapi juga membersihkan politik, merawat demokrasi, dan menegakkan martabat bangsa serta negara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Muhibah Ramadan, Bupati Asjap Paparkan Capaian Tahun Pertama : Kami akan Terus Semangat Membangun 

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengunjungi Masjid Jami Al-Muhajirin di Kampung Ciburial RT. 01/01 Desa/Kecamatan Gunungguruh, Rabu, 25 Februari 2026. Kunjungan yang dikemas dalam Muhibah Ramadhan Tahun 2026 ini, dilaksanakan untuk bersilaturahmi dengan warga.

“Silaturahmi yang dikemas dalam bentuk muhibah ramadan ini, merupakan tradisi Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus kita jaga. Ini merupakan momentum untuk menebar kebaikan terhadap sesama. Hal ini pun selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi, yaitu terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah),” ujar Bupati Sukabumi, H. Asep Japar.

Selain itu, muhibah merupakan momentum untuk mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat juga menyampaikan berbagai capaian Pemerintah Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan H. Asep Japar- H. Andreas.

“Alhamdulillah satu tahun kepemimpinan kami, sejumlah keberhasilan sudah nampak terlihat. Salah satunya, jumlah penduduk miskin berhasil kami tekan menjadi 6,41 persen,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, bupati pun berhasil mendorong peningkatan Upah Minimum Kerja (UMK) di Kabupaten Sukabumi. Sehingga, UMK Kabupaten Sukabumi relatif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk peningkatan SDM, kami pun terus memberikan beasiswa bagi masyarakat supaya bisa berkuliah. Salah satunya di Universitas Nusa Putra dan UMMI,” ungkapnya.

Sementara dari sisi sosial, ratusan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah dilaksanakan. Tak hanya itu saja, Pemerintah Kabupaten berencana membangun hunian tetap (huntap). Hal itu sebagai upaya memberikan hunian yang layak bagi sejumlah penyintas bencana di Kabupaten Sukabumi.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan membangun ratusan huntap di Palabuhanratu dan Gegerbitung. Pembangunan huntap ini, melibatkan berbagai pihak,” bebernya

Tak hanya itu, kegiatan sosial rutin juga dilaksanakan seperti pembagian sembako, hingga hadiah umroh yang selama muhibah Ramadhan pun dilaksanakan.

“Tahun ini ada yang spesial. Kami membagikan hadiah umroh untuk warga yang beruntung,” terangnya

Dari berbagai keberhasilan yang telah dicapai, H. Asep Japar pun menyadari masih banyak agenda pembangunan lainnya yang harus dikerjakan.

“Apa yang kami kerjakan memang masih jauh dari harapan masyarakat. Tapi kami akan terus semangat membangun Kabupaten Sukabumi,” bebernya

Sementara itu, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi Boyke Martadinata mengatakan, Masjid Muhajirin di Kecamatan Gunungguruh menjadi lokasi kedua yang dikunjungi bupati beserta wakil bupati.

Kunjungan dalam rangka silaturahmi ini, akan terus dilaksanakan selama Ramadan dengan menghadirkan berbagai aksi bermanfaat bagi warga.

“Tadi pagi misalnya, kami telah mengadakan bazar sembako murah yang Alhamdulillah sangat diburu warga,”

Melalui kegiatan ini, dirinya berharap hubungan antara pemerintah dengan masyarakat dapat semakin erat.

“Semoga jalinan silaturahmi dengan warga semakin erat dengan adanya kegiatan ini,” harapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Rumah Warga di Lengkong Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp250 Juta

0

Wartain.com || Sebuah rumah milik warga di Kampung Cikupa RT 36/04, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan ludes terbakar pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Berdasarkan laporan P2BK Kecamatan Lengkong dari BPBD Kabupaten Sukabumi, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Api pertama kali muncul dari bagian atas plafon rumah, kemudian dengan cepat merembet ke salah satu kamar hingga akhirnya menghanguskan seluruh bangunan.

Pemilik rumah Elis, menuturkan bahwa api diketahui sudah membesar saat kejadian berlangsung. Rumah semi permanen tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan tujuh jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, seluruh penghuni rumah mengalami trauma akibat kejadian tersebut dan saat ini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah semi permanen habis terbakar. Berdasarkan pengakuan pemilik. “Total kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta, dengan rincian uang tunai sebesar Rp120 juta, paket sembako atau parsel senilai Rp30 juta, serta bangunan rumah yang diperkirakan senilai Rp100 juta,” ujar Elis.

Pasca kejadian, Pemerintah Desa Tegallega langsung berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam Kecamatan Lengkong, P2BK, Tagana, TKSK, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi kejadian.

Sejumlah unsur yang hadir di lokasi antara lain Forkopimcam Kecamatan Lengkong, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, TKSK, Tagana, dan perangkat desa setempat.

Saat ini material sisa kebakaran masih belum dievakuasi. Adapun kebutuhan mendesak bagi korban meliputi pakaian, selimut, alas tidur, sembako, serta perabotan rumah tangga.

Pihak terkait merekomendasikan pembuatan laporan resmi kejadian serta koordinasi lanjutan dengan pemerintah desa dan Forkopimcam Kecamatan Lengkong guna penanganan lebih lanjut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lebaran Mau Uang Baru? Segera Lakukan ini!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadan, pemerintah melalui Bank Indonesia telah membuka lokasi penukaran uang rupiah baru kas keliling termasuk di Sukabumi Jawa Barat.

Momentum penukaran uang rupiah baru ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan salah satunya untuk persiapan THR menjelang hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Bagi masyarakat Sukabumi yang berencana untuk menukar uang baru lebaran bisa untuk mengakses laman pintar.bi.go.id atau melalui aplikasi PINTAR yang resmi disediakan oleh Bank Indonesia.

Aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) dirancang untuk mempermudah masyarakat, dalam mengakses layanan kas Bank Indonesia menukarkan uang rupiah.

Lantas, dimana saja Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 di Sukabumi? Berikut daftarnya sebagaimana mengutip pintar.bi.go.id:

Lokasi Penukaran Uang Baru 2026 di Sukabumi

Masjid Agung Sukabumi: 3–4 Maret 2026: Jl. Alun-Alun Utara No.4B, Gunungparang, Kec. Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111
Link Google Mapsnya: https://maps.app.goo.gl/DBH6Pw1JgSt591o96

Lalu bagaimana langkah untuk penukarannya? Simak dibawah ini

Tata cara pemesanan penukaran uang Rupiah melalui kas keliling menggunakan aplikasi PINTAR

Pada halaman utama PINTAR, Sobat Rupiah dapat memilih menu kas keliling.
Sobat Rupiah selanjutnya memilih provinsi lokasi penukaran uang Rupiah melalui kas keliling yang diinginkan.

Aplikasi PINTAR selanjutnya menampilkan daftar lokasi dan tanggal kas keliling yang tersedia, yang dapat dipilih oleh Sobat Rupiah.

Sobat Rupiah wajib melakukan pengisian data pemesanan meliputi:
NIK-KTP
Nama
No telepon
Email (opsional)
Mengisi jumlah lembar/keping uang Rupiah yang akan ditukarkan melalui kas keliling sesuai dengan pengaturan jumlah dan jenis pecahan yang telah ditentukan Bank Indonesia.
Melakukan pemesanan untuk selanjutnya memperoleh bukti pemesanan layanan penukaran uang Rupiah melalui kas keliling.
Sobat Rupiah wajib menyimpan bukti pemesanan (download atau screenshot) untuk ditunjukan pada saat melakukan penukaran.

Uang Rupiah yang Dapat Ditukarkan

Pada saat melakukan pemesanan penukaran uang Rupiah melalui kas keliling, masyarakat dapat memilih jenis pecahan uang Rupiah sesuai ketersediaan di lokasi kas keliling yang dipilih.
Jumlah penukaran uang Rupiah kertas maupun uang Rupiah logam yang dapat dipesan masyarakat mengikuti pengaturan alokasi ketersediaan jenis pecahan dan jumlah uang di lokasi kas keliling yang dipilih.

Pengaturan jumlah penukaran uang Rupiah dipesan melalui kas keliling sebagai berikut:
Penukaran uang Rupiah logam dapat dilakukan dengan jumlah sebanyak 250 (dua ratus lima puluh) keping untuk setiap pecahan uang Rupiah logam.
Penukaran uang Rupiah kertas dilakukan dalam kelipatan setiap 100 (seratus) lembar untuk setiap pecahan uang Rupiah kertas dengan jumlah uang Rupiah kertas yang dapat dipesan mengikuti alokasi yang telah ditetapkan Bank Indonesia.
Bank Indonesia dapat memberikan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat menggunakan uang Rupiah dalam berbagai jenis tahun emisi yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Syarat Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling

Penukaran hanya dapat dilakukan pada tanggal, lokasi, dan waktu yang tertera pada bukti pemesanan.
Penukar wajib menunjukkan bukti pemesanan layanan penukaran kas keliling dalam bentuk digital/cetak.
Penukar yang akan melakukan penukaran uang Rupiah melalui kas keliling harus membawa uang Rupiah dalam jumlah nominal yang pas sesuai dengan yang tertera pada bukti pemesanan.

Uang Rupiah yang akan ditukarkan telah dipilah dan dikemas dengan ketentuan:
Uang Rupiah dipilah menurut jenis pecahan dan tahun emisi, disusun searah, dan dipisahkan antara uang Rupiah yang masih layak edar dengan uang Rupiah tidak layak edar.

Tidak menggunakan selotip, perekat, lakban, atau steples untuk mengelompokkan atau menggabungkan uang Rupiah.

Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang melakukan penukaran uang dengan nilai nominal sama dengan uang Rupiah yang ditukarkan. Penggantian dapat diberikan Bank Indonesia menggunakan uang Rupiah dalam pecahan dan tahun emisi yang sama atau berbeda.

Penggantian terhadap uang Rupiah diberikan sepanjang ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya.

Sebelum melakukan penukaran melalui kas keliling pada tanggal yang tertera pada bukti pemesanan, NIK-KTP tidak dapat digunakan untuk melakukan pemesanan baru layanan penukaran kas keliling. NIK-KTP dapat digunakan kembali untuk melakukan pemesanan penukaran melalui kas keliling setelah tanggal yang tertera pada bukti pemesanan terlewati.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Duka Mendalam, Komisi IV DPRD Sukabumi Desak Kasus Kematian NS Diusut Tuntas dengan Seadil-adilnya

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, angkat suara terkait kasus kematian bocah berinisial NS (12 tahun) di Kecamatan Jampangkulon yang kini tengah dalam proses penyidikan aparat penegak hukum. Ferry menyebut, sejak video dugaan kekerasan terhadap korban beredar di media sosial, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH).

“Iya betul dari awal muncul vidio tersebut di media kami langsung koordinasi dengan dinas terkait dan APH untuk ditindak lanjuti, dan sampai sekarang terus kami koordinasi untuk pengawalan penyelesaian kasus ini,” ujarnya kepada, Selasa (24/2/2026).

Atas nama pribadi, keluarga, dan lembaga Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pukulan bagi semua pihak.

“Pertama, atas nama pribadi, keluarga dan lembaga komisi IV DPRD kabupaten sukabumi sangat ikut berbela sungkawa dan ikut merasakan duka yg sangat mendalam atas kejadian ini yg menimpa anak 12 tahun (almarhum NS) dan kita doakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi allah subhanahu wa ta’ala, tuhan yang maha esa,” katanya.

Ia menilai, peristiwa ini menjadi ironi di tengah predikat Kabupaten Sukabumi sebagai Kabupaten Layak Anak. Ferry mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan akan segera memanggil dinas-dinas terkait untuk merumuskan langkah konkret ke depan.

“Berikutnya kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi disaat kabupaten sukabumi mendapat anugrah kabupaten ramah anak, kejadian ini menambah catatan kurang baik yg terjadi di kabupaten sukabumi, kami akan segera memanggil dinas terkait agar ke depan pemerintah punya strategi selangkah lebih kedepan selain hanya pendampingan pasca terjadi, dan harus mulai berfikir bagaimana cara pencegahan untuk kedepannya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan APH dari Polres Kabupaten Sukabumi. Terlebih, status perkara telah naik ke tahap penyidikan.

“Dan untuk selanjutnya kami terus koordinasi dengan APH dari polres sukabumi dimana per hari kemarin sudah naik statusnya jadi penyidikan, kami berharap APH bisa bekerja semaksimal mungkin dan segera mengumumkan siapa pelakunya, dan menghimbau bahwa kasus ini harus diusut sampai tuntas dan diadili dengan seadil-adilnya,” tegasnya.

“Dan kami pastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas dengan berkoordinasi dengan semua pihak,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Sidak Cicurug Waterland, Periksa Izin Air Tanah yang Sudah Habis

0
Oplus_131072

Wartain.com || Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan ke Cicurug Waterland, tepatnya di area Griya Benda Asri, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Selasa (24/2/2026) dalam rangka penertiban Izin Pemanfaatan Air Tanah (IPAT). Dalam kunjungan tersebut, dewan mendapati izin air tanah di lokasi itu belum diperpanjang

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, mengatakan penertiban dilakukan terhadap sejumlah perusahaan yang masa IPAT-nya telah habis.

“Kita hari ini di bulan Januari, Februari sedang melakukan penertiban izin pemanfaatan air tanah. Kita lihat ada sejumlah perusahaan yang IPAT-nya sudah habis. Kewajibannya adalah melakukan proses perpanjangan izin,” ujarnya.

Di Cicurug Waterland, terdapat satu sumur bor yang izinnya habis pada April 2025. Iwan menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan dalam rangka pembinaan.

“Kita ingin membina, melihat seperti apa kondisinya, kenapa belum mengurus perpanjangan, apa kendalanya, akan kita bantu. Jadi kita bantu prosesnya supaya mudah,” katanya.

Ia menegaskan DPRD mendukung kegiatan perusahaan agar berkembang karena berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pemasukan pajak daerah. Targetnya, pengelola segera mengurus perpanjangan IPAT.

Terkait kewajiban pajak, Iwan menjelaskan pajak muncul setelah izin terbit. Jika izin belum diurus, maka belum ada penagihan, meski penggunaan air masih berjalan.

Komisi I memberi waktu hingga Maret untuk menyelesaikan proses perpanjangan. Pengawasan ini juga dilakukan terhadap perusahaan lain yang mengalami kendala serupa. Dalam prosesnya, dinas teknis seperti DPMPTSP dan Dispenda turut dilibatkan untuk membantu penyelesaian administrasi dan kewajiban pajak.

Sementara itu, staf administrasi Cicurug Waterland, Metu, membenarkan adanya keterlambatan pengurusan IPAT. Ia mengatakan sumur bor yang dimiliki hanya satu dan izin tersebut terlambat diperpanjang karena kendala teknis dan pergantian staf.

Menurutnya, pengajuan perpanjangan sudah dimasukkan sejak September 2025 dan dinas telah melakukan pengecekan lapangan, termasuk papan sumur dan sumur imbuhan. Ia juga menyebut kewajiban penyaluran air kepada warga sudah direalisasikan.

Untuk penggunaan air, ia menyampaikan debit dari satu sumur bor menyesuaikan tingkat kunjungan. Saat ramai meningkat, saat sepi menurun. “Paling besar kami pakai kurang dari seratus kubik,” ujarnya.

Pertemuan lanjutan dengan pemilik perusahaan dijadwalkan setelah Lebaran guna memastikan proses perpanjangan izin selesai sesuai tenggat yang diberikan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disperkim Tertibkan Kawasan Alun-Alun Gadobangkong, Wujudkan Ruang Publik yang Nyaman dan Bersih

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) kembali melaksanakan penataan dan penertiban di kawasan Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, pada Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbuka publik.

Penertiban ini merupakan bagian dari program rutin “Senin Tertib” yang berlandaskan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 10 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, serta perubahan dalam Perda Nomor 8 Tahun 2018.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Afriadi, menegaskan bahwa alun-alun sebagai ruang publik memiliki fungsi sosial yang harus dijaga bersama.

“Alun-alun merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Karena itu, ketertiban dan kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan ini bertujuan memastikan kawasan tetap nyaman dan tertata,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penataan ulang sejumlah area, menertibkan lapak yang tidak sesuai ketentuan, serta memberikan edukasi langsung kepada pedagang dan pengunjung. Pendekatan yang dilakukan bersifat humanis dan persuasif, dengan mengedepankan komunikasi dan sosialisasi aturan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas umum sesuai dengan peruntukannya serta menjaga estetika lingkungan agar tidak mengganggu akses dan kenyamanan pengguna lainnya.

Melalui kegiatan rutin ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ruang publik semakin meningkat, sehingga Alun-Alun Gadobangkong dapat terus menjadi tempat yang tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Trump Pertimbangkan Opsi Militer di Tengah Kebuntuan Negosiasi Nuklir Iran

0

Wartain.com || Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kini berada di titik krusial dalam menentukan arah kebijakan luar negeri terhadap Iran. Di tengah berlangsungnya putaran negosiasi nuklir di Swiss pada Rabu (25/2/2026), Washington dilaporkan telah menyiapkan serangkaian skenario militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Laporan internal dari Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Trump saat ini sedang menunggu laporan akhir atau “aba-aba” dari dua utusan khusus AS yang sedang mengikuti jalannya negosiasi di Swiss. Instruksi untuk melakukan serangan besar dikabarkan tetap berada di atas meja kerja Presiden, menunggu kepastian apakah Teheran bersedia menyetujui persyaratan baru yang diajukan Washington.

Sejauh ini, jalannya perundingan pada Kamis ini dilaporkan masih diwarnai ketegangan. Kubu AS dan Iran disebut tetap pada posisi yang saling bertentangan, sehingga mempersempit ruang diskusi yang tengah berlangsung.

Menanggapi ketidakpastian tersebut, pihak Amerika Serikat telah memetakan tiga skenario utama guna menghadapi sikap keras Teheran:

1. Prioritas Diplomasi: Memberikan ruang negosiasi seluas mungkin agar Iran bersedia kembali ke kesepakatan nuklir yang lebih ketat.

2. Serangan Militer Terbatas: Jika Iran tetap bergeming, Trump mempertimbangkan pemboman terhadap target militer strategis tertentu di wilayah Iran. Tujuannya adalah menciptakan tekanan agar Iran terpaksa menyetujui poin-poin diskusi nuklir.

3. Operasi Penggulingan Rezim: Skenario paling ekstrem adalah peluncuran serangan skala besar yang ditujukan untuk membidik dan menggulingkan rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini akan diambil jika diplomasi dinyatakan gagal total.

Dalam konferensi pers singkat di Gedung Putih sebelum keberangkatan tim negosiasi ke Swiss, Presiden Donald Trump menegaskan sikapnya.

“Saya selalu menginginkan kesepakatan, tapi saya tidak akan membiarkan mereka terus mengulur waktu. Jika utusan saya melaporkan tidak ada kemajuan di Swiss, maka skenario yang lebih keras sudah siap. Kita akan bertindak sangat kuat, mereka tahu apa yang bisa kita lakukan.” Dilansir dari White House Press Briefing, Kata Trump, Gedung Putih, Juma’t (20/2/2026) Waktu setempat.

Penggunaan ancaman militer secara terbuka ini menunjukkan bahwa Trump sedang menerapkan strategi Diplomasi. Dengan menaruh opsi serangan besar di depan mata publik, Washington mencoba memaksa Iran untuk memilih antara kompromi nuklir atau risiko kehancuran domestik.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Iran di Swiss belum memberikan tanggapan resmi terkait bocornya skenario serangan tersebut. Sementara itu, kehadiran armada tempur Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan terus diperkuat guna mengantisipasi segala kemungkinan dalam 24 jam ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Makna Ramadan: Sebuah Perjalanan Spiritual dan Perubahan Diri

0
Oplus_131072

Oleh : Dadang Sahroni/Purek I IMN Sukabumi/Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com || Ramadan, bulan kesembilan dalam kalender Islam, adalah waktu yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan ini bukan hanya sekedar berpuasa, tetapi juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan iman, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, membaca Al-Quran, dan berdzikir. Bulan ini juga merupakan waktu untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, dan meningkatkan kebiasaan baik. Dengan demikian, Ramadan menjadi sebuah perjalanan spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam diri kita.

Tujuan utama Ramadan adalah untuk mencapai takwa, yaitu kesadaran dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, kita dapat meningkatkan kesadaran kita akan kehadiran Allah SWT dan meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya. Takwa adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Ramadan juga merupakan bulan Al-Quran, karena Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan. Dengan membaca dan mempelajari Al-Quran, kita dapat meningkatkan pemahaman kita akan agama Islam dan meningkatkan iman kita.

Dalam Ramadan, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik kepada orang lain. Bulan ini merupakan waktu untuk meningkatkan kepedulian kita akan kebutuhan orang lain dan membantu mereka yang membutuhkan.

Ramadan juga merupakan bulan ampunan, karena Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-Hamba-Nya yang bertaubat dan meminta ampun. Dengan berpuasa dan beribadah, kita dapat menghapus dosa-dosa kita dan meningkatkan kesempatan kita untuk masuk ke dalam surga.

Dalam Ramadan, kita harus memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya. Kita harus memperbanyak ibadah, membaca Al-Quran, dan berdzikir. Kita juga harus meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan kebiasaan baik.

Ramadan juga merupakan waktu untuk meningkatkan kesadaran kita akan kehadiran Allah SWT. Dengan berpuasa, kita dapat meningkatkan kesadaran kita akan kehadiran Allah SWT dan meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya.

Dalam Ramadan, kita harus selalu mengingat Allah SWT dan meminta pertolongan-Nya. Kita harus selalu berdoa dan meminta ampun atas dosa-dosa kita. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan iman kita dan mencapai takwa.

Ramadan adalah sebuah perjalanan spiritual yang dapat membawa perubahan positif dalam diri kita. Dengan berpuasa, beribadah, dan meningkatkan kesadaran kita akan kehadiran Allah SWT, kita dapat mencapai takwa dan meningkatkan iman kita.

Dalam Ramadan, kita harus selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Kita harus meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan kebiasaan baik. Kita harus memperbanyak ibadah, membaca Al-Quran, dan berdzikir. Dengan demikian, kita dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan rahmat. Dengan memanfaatkan waktu Ramadan dengan sebaik-baiknya, kita dapat meningkatkan iman kita, mencapai takwa, dan mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)