26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 259

SPPG Perbawati Luruskan Polemik Menu MBG, Tegaskan Komitmen Perbaikan dan Pelayanan Lebih Baik

0

Wartain.com || Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diperbincangkan di media sosial, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Perbawati, yang beralamat di Jl. Lemburpasir, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dibawah naungan Yayasan Rumah Resolusi Indonesia – Maju Ungu.

Kepala SPPG Perbawati, Muhammad Sona, angkat suara dan meluruskan sejumlah kesalahpahaman yang memicu kegaduhan di kalangan orang tua siswa. Muhammad Sona menjelaskan, menu yang disajikan pada hari tersebut sebenarnya terdiri dari singkong Thailand, kurma, dan telur rebus.

Ia menegaskan bahwa sajian yang sempat viral dan disebut-sebut sebagai bubur sumsum itu bukanlah bubur, melainkan fla yang menjadi pelengkap singkong Thailand.

“Untuk menu kemarin itu singkong Thailand, kurma, dan telur rebus. Singkongnya sudah memakai susu, dan yang ada di dalam klip itu adalah fla, bukan bubur sumsum,” Kata Sona kepada wartawan, Selasa (24/2).

Ia mengakui, terdapat dua hingga tiga kekeliruan teknis dalam penyajian. Pertama, terjadi miskomunikasi antara pihak dapur dan suplier telur, sehingga telur yang seharusnya dibagikan pada hari itu tidak terkirim tepat waktu.

Telur tersebut, lanjutnya, sudah dikirimkan keesokan harinya dan pihak sekolah telah diminta menyampaikan pengumuman kepada orang tua murid.

Kedua, tekstur fla yang seharusnya cair justru terlalu kental. Hal ini membuat tampilannya menyerupai bubur sumsum dan memicu kesalahpahaman.

“Karena terlalu kental, orang tua siswa mengira itu bubur sumsum. Padahal sebenarnya itu fla. Makanya kami masukkan ke plastik klip,” jelasnya.

Selain itu, persoalan porsi juga menjadi sorotan. Sejumlah orang tua menilai jumlahnya terlalu sedikit.

Namun, menurut Sona, takaran yang diberikan sebenarnya telah disesuaikan dengan standar kebutuhan gizi. Meski demikian, ia tetap menerima kritik tersebut sebagai bahan evaluasi.

“Pemorsian yang dinilai kurang itu menjadi evaluasi kami. Kami mohon maaf atas kesalahan dari dapur kami. Ke depan, kami akan melakukan perbaikan agar penyajian lebih baik lagi,” ujarnya.

Pasca kejadian tersebut, pihak SPPG Perbawati juga telah didatangi unsur Muspika, mulai dari kapolsek, puskesmas, camat, hingga dinas pendidikan.

Dari hasil koordinasi, dipastikan tidak ada menu yang bermasalah secara kandungan, melainkan murni pada teknis penyajian dan persepsi visual. Menurut Sona, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi tim dapur untuk lebih cermat dalam pengemasan dan penyajian.

Ia memastikan komitmen SPPG Perbawati untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi para penerima manfaat program MBG.

“Kami menjadikan ini sebagai evaluasi agar ke depan penyajian MBG bisa lebih baik, lebih jelas, dan tidak menimbulkan salah paham lagi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Asiknya Puasa Ramadan, Dapat Pahala Seribu Syahid di Hari ke-Tujuh

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bulan Ramadan selalu menghadirkan limpahan berkah, keutamaan, dan keistimewaan yang tidak dijumpai di bulan-bulan lainnya. Setiap hari di bulan suci ini menyimpan pahala dan hikmah tersendiri, termasuk ketika memasuki hari ke-7 Ramadan.

Setiap detik yang dijalani dengan niat tulus akan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Bahkan amalan sederhana pun dapat bernilai besar apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati.

Agar pelaksanaan ibadah puasa semakin maksimal, umat Muslim dianjurkan memahami keistimewaan yang terkandung pada setiap harinya. Lantas, apa keutamaan menjalankan puasa pada hari ke-7 Ramadan? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Keutamaan Puasa Hari ke-7 Ramadan

Mengutip laman Universitas Al Azhar Indonesia, penjelasan mengenai keutamaan puasa hari ke-7 Ramadan tercantum dalam sebuah kitab shahih yang telah melalui proses “Tahqiq”, yakni kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi. Dalam kitab itu diterangkan bahwa keutamaan puasa hari ke-7 bulan Ramadan adalah:

Allah SWT akan memberikan kalian pahala seperti pahala seribu syuhada’ dan empat puluh ribu orang yang benar di surga Na’im.”

Surga Na’im sendiri merupakan salah satu tingkatan surga yang penuh kenikmatan. Surga ini diciptakan dari perak putih dan berisi berbagai bentuk kebahagiaan yang tiada tara.

Dalam buku Megahnya Surga karya Abdullah Syafi’ie dijelaskan bahwa surga ini diperuntukkan bagi orang-orang beriman yang senantiasa mengerjakan amal saleh selama hidup di dunia. Surga Na’im juga disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Luqman ayat 8.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, baginya surga-surga yang penuh kenikmatan.

Doa Hari ke-7 Ramadan

Mengingat keutamaannya yang begitu besar dan penuh kemuliaan, hari ke-7 Ramadan menjadi kesempatan berharga yang tidak sepatutnya dilewatkan begitu saja. Umat Muslim dianjurkan untuk mengiringinya dengan doa khusus agar dijauhkan dari dosa dan kesalahan serta senantiasa dibimbing untuk istiqamah dalam berdzikir kepada Allah SWT.

Dikutip dari buku Step by Step Puasa Ramadan bagi Orang Sibuk susunan Gus Arifin, berikut bunyi doa hari ke-7 Ramadan yang dapat diamalkan:

اللهم صل على محمد وآل محمد اللَّهُمَّ أَعِنِّي فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَآثَامِهِ، وَارْزُقْنِي فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ، بِتَوْفِيقِكَ يَا هَادِيَ الْمَضِلَّيْنَ

Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi, wajadzdzibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmhi, warzuqnî fîhi dzikraka bidawâmihi, wa bitawfiqika yâ Hâdil mudhillîn.

Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk melaksanakan puasa dan shalat malam, jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir mengingat-MU secara berkesinambungan, dengan taufik-Mu, wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Muhibah Ramadan Perdana, Bupati Asjap Sampaikan Capaian Selama Satu Tahun Pemerintahan

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar membeberkan sejumlah capaian bersama Wakil Bupati H. Andreas dalam memimpin daerah terluas di Jawa Barat selama satu tahun ini antara lain angka kemiskinan yang berhasil ditekan menjadi 6,41 persen.

“Berdasarkan data BPS tahun 2025, persentase penduduk miskin berhasil kita tekan menjadi 6,41 persen,” ujarnya dalam kegiatan Muhibah Ramadan Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), Selasa, 24 Februari 2026.

Keberhasilan tersebut tak membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi berpuas diri. H. Asep berkomitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan.

“Kami akan berupaya untuk terus menurunkan angka kemiskinan melalui program pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial yang lebih responsif dan tepat sasaran,” ucapnya.

Salah satu bantuan sosial yang telah disalurkan ialah pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berhasil membangun ratusan Rutilahu selama 2025.

“Lebih dari 780 unit rutilahu telah dibangun selama 2025. Penanganan rutilahu ini merupakan Program Sakinah (rumah sehat, laik, nyaman, aman, dan berkah),” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan muhibah pun hadir dengan aksi nyata berupa aksi sosial seperti pembagian sembako, bazar murah, hingga hadiah umroh untuk warga.

“Alhamdulillah, tahun ini kami pun dapat memberikan hadiah umroh untuk warga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun terus menggulirkan program beasiswa sebagai upaya peningkatan SDM yang unggul dan berdayasaing.

“Kami terus menjalankan program beasiswa yang bekerjasama dengan Universitas Nusa Putra dan beberapa kampus lainnya. Semua ini untuk meningkatkan SDM masyarakat,” terangnya.

Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus berbenah membangun daerah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).

“Meski beberapa capaian telah diraih, kami menyadari masih banyak yang belum tercapai. Kami, saya dan Pak Andreas memohon doa dan dukungan semua pihak untuk terus membangun dan membawa Sukabumi lebih baik lagi. Mohon doakan kami agar perjalannya diberikan kelancaran dan kekuatan,” tambahnya

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi Boyke Martadinata mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan. Di mana, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan sinergi antara ulama, Umaro, dan umat. Hal itu termasuk menyerap aspirasi warga.

“Kegiatan muhibah pun bertujuan hadir langsung mendengar aspirasi masyarakat,” terangnya

Di tahun ini, muhibah akan dilaksanakan beberapa kecamatan. Di mana, Kadudampit menjadi yang pertama dikunjungi jajaran Pemkab Sukabumi.

“Dari 10 kecamatan yang rencananya akan dilaksanakan, Kadudampit menjadi yang pertama dikunjungi lewat muhibah ramadan kali ini,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan tausyiah oleh Pimpinan Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), KH. E.S Mubarok.

Hadir salam muhibah, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, forkopimda, hingga para kepala perangkat daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bhayangkara FC Bungkam Semen Padang 4-0 di Stadion Sumpah Pemuda

0

Wartain.com || Bhayangkara FC meraih kemenangan telak 4-0 atas Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Rabu malam (24/2/2026).

Kemenangan tuan rumah ditentukan melalui dua gol M. Sidibé pada menit ke-27 lewat titik penalti dan menit ke-53, satu gol Ryo Matsumura dari penalti pada menit ke-50, serta gol penutup dari Bernard Henry pada menit ke-74.

Bhayangkara FC tampil dominan sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik pertandingan, Bhayangkara FC menguasai bola hingga 54 persen berbanding 46 persen milik Semen Padang. Bhayangkara juga mencatatkan 11 tembakan dengan lima mengarah ke gawang, sedangkan Semen Padang hanya melepaskan lima tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.

Dominasi Bhayangkara terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan yakni empat peluang berbahaya berbanding dua milik tim tamu. Bhayangkara juga lebih agresif dengan 35 sentuhan di kotak penalti lawan, sementara Semen Padang hanya mencatatkan 15 sentuhan.

Pertandingan semakin berat bagi Semen Padang setelah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-35 menyusul kartu merah yang diterima Boubakary Diarra.

Kemenangan ini membuat Bhayangkara FC mengamankan tiga poin penting sekaligus memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara, sementara Semen Padang harus pulang tanpa poin setelah gagal memberikan perlawanan berarti sepanjang laga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kolaborasi Pemkot Sukabumi dan BUMN, 10 Warga Terima Santunan Lewat Program 12 PAS

0

Wartain.com || Komitmen memperkuat jaring pengaman sosial kembali ditegaskan Pemerintah Kota Sukabumi. Melalui Program 12 PAS Dinas Sosial (Dinsos), Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyerahkan santunan dan bantuan kepada 10 warga Pemerlu Atensi Sosial di Kelurahan Nanggeleng dan Gedong Panjang, Selasa (24/2/2026).

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako serta santunan uang tunai sebesar Rp1 juta untuk masing-masing penerima. Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah BUMN yang beroperasi di Kota Sukabumi.

“Mereka (Pemerlu Atensi Sosial) semua mendukung dan mengharapkan program ini terus berlanjut. Alhamdulillah kita juga didukung oleh BUMN, dari mulai BJB, BNI, Pegadaian, PNM, BSI, BRI, juga Baznas,” ujar Ayep Zaki.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, terutama dukungan dunia usaha. Menurutnya, Program 12 PAS bukan sekadar kegiatan bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk menghadirkan perhatian negara kepada warga yang membutuhkan.

Ayep juga menyampaikan ambisinya agar 12 PAS dapat menjadi model pemberdayaan sosial di tingkat nasional. “Kota Sukabumi mencanangkan program ini menjadi contoh atau model di seluruh wilayah Indonesia. Jadi slogan kami ‘Dari Sukabumi Untuk Indonesia’ benar adanya,” tandasnya.

Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Dinsos Kota Sukabumi Asep Suhendrawan, Sekretaris Dinsos dr. Lulis Delawati, serta Camat Citamiang Aries Ariandi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam memastikan warga rentan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Persija Catat Rekor Kemenangan Tandang Usai Taklukkan Malut United 3-2

0

Wartain.com || Persija Jakarta mencatatkan diri sebagai tim dengan kemenangan tandang terbanyak pada musim BRI Super League 2025/2026 setelah menaklukkan Malut United FC dengan skor 3-2 dalam laga yang digelar di Stadion Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026).

Kemenangan tersebut diraih setelah Persija tampil dominan sejak babak pertama. Tim tamu langsung membuka keunggulan pada menit ke-8 melalui pemain barunya, A. Ajaraie. Persija kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-29 lewat sundulan Jordi Amat yang memanfaatkan umpan sepak pojok. Skor 0-2 untuk Persija bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Malut United berusaha bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Ciro Henrique Alves Ferreira e Silva pada menit ke-77 sehingga skor berubah menjadi 1-2.

Namun Persija kembali menjauh setelah Pabio Calonego mencetak gol spektakuler lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-80 yang membuat skor menjadi 1-3.

Malut United tidak menyerah dan kembali mencetak gol balasan melalui David Aparecido da Silva pada menit ke-82 sehingga kedudukan menjadi 2-3 hingga akhir pertandingan.

Pada menit akhir laga, Persija harus bermain dengan 10 pemain setelah Aditya Warman menerima kartu merah pada menit ke-90.

Berdasarkan statistik pertandingan, Persija unggul dalam penguasaan bola dengan 60 persen berbanding 40 persen milik Malut United. Persija juga mencatatkan enam tembakan tepat sasaran, sementara Malut United menghasilkan lima tembakan tepat sasaran. Malut United unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan tujuh kali, sedangkan Persija memperoleh lima tendangan sudut.

Kemenangan ini membuat Persija semakin kokoh sebagai tim dengan catatan kemenangan tandang terbanyak musim ini sekaligus memperkuat posisi mereka dalam persaingan papan atas klasemen.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ramadan Jadi Momentum Penguatan Standar MBG, Pemkot Sukabumi Perketat Pengawasan di Sekolah

0

Wartain.com || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi memasuki fase pengawasan intensif selama bulan Ramadan. Sejak 23 Februari 2026, Satgas MBG Kota Sukabumi turun langsung ke sejumlah sekolah guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelayanan MBG pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah secara disiplin dan konsisten.

Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa pengawasan difokuskan pada kualitas pelaksanaan di lapangan, mulai dari ketepatan distribusi hingga kesesuaian menu dengan standar yang telah ditetapkan.

Hal itu ia sampaikan saat memantau penyaluran MBG di SMPN 6 Kota Sukabumi, Selasa (24/2/2026). Sehari sebelumnya, pemantauan dilakukan di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi.

Selain melihat proses pembagian makanan, tim juga melakukan pengecekan langsung terhadap menu yang akan diberikan kepada siswa. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan setiap porsi sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional.

“Kita tetap tidak ada perubahan, bahwa dari porsi per porsi itu sudah ada SOP dari BGN. Saya sering sampaikan kepada semua SPPG jangan bermain–main di menu,” tegas Andri.

Ia menambahkan, bulan Ramadan bukan menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Justru, menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan komitmen terhadap pemenuhan gizi siswa secara optimal.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Kota Sukabumi, Supriyadi, mengapresiasi kinerja SPPG yang dinilai telah bekerja maksimal dalam mendistribusikan MBG selama Ramadan. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki, khususnya terkait ketepatan waktu distribusi dan evaluasi menu.

“Proses yang sekarang dilaksanakan sudah bagus, tinggal diperbaiki saja beberapa hal mungkin dalam hal waktu. Kami juga punya catatan berkaitan dengan menu dan lainnya, dan dalam waktu yang relatif baik, kami juga sering berkomunikasi,” ujarnya.

Dengan pengawasan yang diperketat, Satgas berharap Program MBG tetap berjalan optimal dan memberi dampak positif bagi kesehatan serta konsentrasi belajar siswa, meskipun dalam suasana ibadah Ramadan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jelang HUT Kota Sukabumi, Bobby Maulana Soroti Peran Media Sosial dalam Gerakan Kelola Sampah

0

Wartain.com || Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi yang jatuh pada 1 April mendatang, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menekankan pentingnya membangun budaya sadar lingkungan melalui kekuatan media sosial.

Hal itu ia sampaikan saat meninjau pembuatan konten pengelolaan sampah di Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (24/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bobby tidak hanya melihat praktik pengelolaan sampah dari dekat, tetapi juga mengamati bagaimana kegiatan tersebut dikemas dan disebarluaskan melalui platform digital.

“Yang saya sampaikan tentu saja terima kasih kepada bapak camat. Beliau sangat aktif berkomunikasi. Terkait agenda menjelang peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi pada 1 April mendatang, di mana akan diumumkan tiga besar pemenang pengolahan sampah dalam karnaval di Balai Kota Sukabumi dan diberikan hadiah secara langsung,” ujarnya.

Menurut Bobby, penyebaran konten positif mengenai pengelolaan sampah menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan kesadaran bersama. Ia mengapresiasi camat, lurah, para ketua RW dan RT, kader Posyandu, hingga ibu-ibu yang aktif membagikan kegiatan pengelolaan sampah di media sosial.

Baginya, unggahan sederhana dapat menjadi inspirasi luas jika dilakukan secara konsisten. Bahkan, ia mengaku kerap merespons dan membagikan ulang konten-konten tersebut sebagai bentuk dukungan moral sekaligus motivasi.

Bobby juga mendorong warga untuk menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi publik. Konten pengelolaan sampah, kata dia, bukan sekadar dokumentasi kegiatan, melainkan bagian dari gerakan perubahan perilaku masyarakat.

Di Gunungpuyuh sendiri, konsep pengelolaan sampah yang dikembangkan menitikberatkan pada pendekatan dari hulu, yakni dimulai dari rumah tangga. Warga didorong melakukan pemilahan dan pengolahan awal sebelum sampah dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Pendekatan ini dinilai mampu menekan volume sampah sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak lingkup keluarga. Dengan kolaborasi antara pemerintah wilayah dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sufmi Dasco Ahmad dan PPJNA 98 Sepakat Tunda Impor Mobil Pikap

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dukungan terhadap langkah Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda rencana impor mobil pikap dari India terus menguat. Kali ini datang dari PPJNA 98, melalui Ketua Umumnya, Anto Kusumayuda.

Anto menegaskan, keputusan strategis terkait impor kendaraan dalam jumlah besar tidak bisa diambil secara tergesa-gesa, terlebih saat Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan luar negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut harus menunggu arahan langsung kepala negara.

“Ini menyangkut kepentingan industri nasional dan masa depan produksi dalam negeri. Tidak bisa diputuskan tanpa pembahasan menyeluruh bersama Presiden,” ujar Anto dalam keterangannya, Senin (24/2/2026).

Dasco sebelumnya meminta pemerintah menunda rencana impor mobil pikap dari India yang disebut-sebut akan digunakan untuk mendukung program koperasi desa. Ia menilai perlu ada kajian mendalam terkait dampak ekonomi, terutama terhadap industri otomotif nasional.

Bagi PPJNA 98, sikap Dasco mencerminkan kehati-hatian yang konstitusional. Anto menyebut, semangat reformasi 1998 adalah memastikan kebijakan negara berpihak pada kemandirian ekonomi dan tidak merugikan pelaku usaha dalam negeri.

PPJNA 98 juga mendorong agar pemerintah membuka ruang dialog dengan asosiasi industri dan pelaku usaha nasional sebelum mengambil keputusan final.

Kini perhatian tertuju pada Presiden Prabowo Subianto. Setelah kembali dari lawatan luar negeri, diharapkan akan ada pembahasan lintas kementerian dan koordinasi dengan DPR untuk menentukan arah kebijakan.

Bagi PPJNA 98, penundaan bukan bentuk penolakan mutlak, melainkan langkah bijak agar keputusan benar-benar matang.

“Negara harus hadir melindungi industri sendiri. Itu prinsip yang kami pegang,” tegas Anto.

PPJNA 98 berharap Presiden Prabowo Subianto nantinya mengambil keputusan yang mengutamakan kepentingan nasional, menjaga stabilitas industri dalam negeri, serta tetap memperhatikan kebutuhan program pemerintah.

“Yang terpenting adalah keputusan yang diambil berpihak pada rakyat dan industri nasional. Kita ingin kebijakan yang bijak dan berorientasi jangka panjang,” pungkas Anto.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Warga Sukabumi Gugat Walikota dan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa

0

Wartain.com || Sejumlah warga Kota Sukabumi mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Kota Sukabumi terhadap Walikota Sukabumi dan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa. Gugatan ini terkait perjanjian pengelolaan wakaf dana abadi Kota Sukabumi yang dianggap melanggar hukum.

Penggugat, yang diwakili oleh tim advokat Hijau Hitam Law Firm, Rozak Daud, SH, berpendapat bahwa perjanjian tersebut tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan melanggar hak-hak warga Sukabumi.

“Perjanjian ini dibuat tanpa persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dan tidak mendengarkan aspirasi warga Kota Sukabumi,” kata Rozak Daud, salah satu advokat penggugat.

Menurut Rozak, perjanjian tersebut juga melanggar Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Menteri Keuangan No. 231/PMK.07/2020 tentang pengelolaan keuangan daerah. “Perjanjian ini juga tidak transparan dan tidak akuntabel, sehingga kami meminta Pengadilan untuk menyatakan perjanjian tersebut batal dan tidak sah,” tambah Rozak.

Penggugat juga meminta Pengadilan untuk memerintahkan tergugat untuk tidak menjalankan kegiatan pengambilan uang wakaf dan mengembalikan uang yang telah diambil kepada warga Sukabumi. Mereka juga meminta ganti rugi materiil sebesar 2 milyar rupiah dan biaya perkara.

Kasus ini bermula ketika Walikota Sukabumi dan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa menandatangani perjanjian pengelolaan wakaf dana abadi kota Sukabumi pada tanggal 27 Maret 2025. Perjanjian ini dianggap melanggar hak-hak warga Kota Sukabumi dan tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Warga Kota Sukabumi telah lama memperjuangkan hak-hak mereka terkait pengelolaan wakaf dana abadi Kota Sukabumi. Mereka telah melakukan demonstrasi dan mengirimkan surat protes kepada Walikota Sukabumi, namun tidak ada tanggapan yang memuaskan.

“Perjanjian ini adalah contoh dari penyalahgunaan kekuasaan dan tidak transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkap Agus Subagja, salah satu penggugat.

“Kami berharap Pengadilan dapat memutuskan perkara ini dengan adil dan transparan,” lanjutnya.

Pengadilan Negeri Kota Sukabumi telah menerima gugatan tersebut dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini masih dalam proses dan belum ada keputusan yang dikeluarkan.

Diketahui, pada minggu yang lalu sudah dilakukan mediasi, namun pada pertemuan tersebut tidak menemui kesepakatan dan terjadi dead lock. Rencananya pada Kamis mendatang tanggal 26 Februari 2026, akan dilakukan agenda sidang memasuki pokok perkara.

Warga Kota Sukabumi berharap agar Pengadilan dapat memutuskan perkara ini dengan adil dan transparan, serta mengembalikan hak-hak mereka yang telah dilanggar. “Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami dan tidak akan menyerah sampai keadilan tercapai,” pungkas Rozak Daud.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Kota Sukabumi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya untuk mengelola keuangan daerah dengan transparan dan akuntabel.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)