26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 28

PPJNA 98 Dukung Pernyataan Dasco: Imbauan Lepas Dolar Jadi Sinyal Optimisme Rupiah Menguat

0
Oplus_131072

Wartain.com – Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, merespons positif imbauan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar investor dan masyarakat melepas simpanan dolar AS. Menurut Anto, pernyataan itu bukan sekadar komentar politik, melainkan sinyal optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi nasional dan stabilitas pasar keuangan Indonesia.

Anto menilai pernyataan Dasco punya bobot strategis. Di tengah ketidakpastian global, mulai dari tensi geopolitik, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga fluktuasi harga komoditas, pernyataan tokoh negara yang dekat dengan pusat keputusan bisa jadi faktor psikologis penenang pasar.

“Kami memandang pernyataan Bang Dasco sebagai bentuk optimisme yang terukur terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ini bukan sekadar imbauan melepas dolar, tetapi pesan bahwa pemerintah memiliki strategi memperkuat rupiah,” ujar Anto kepada wartawan, Jumat 12/6/2026.

Sebelumnya, Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis 11/6/2026, menyebut pemerintah tengah menyiapkan strategi khusus untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Ia bahkan mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar demi untung dari pelemahan rupiah untuk mempertimbangkan melepasnya sebelum rupiah menguat pekan depan.

Anto menegaskan, penguatan rupiah tidak hanya ditentukan faktor teknis seperti cadangan devisa atau intervensi Bank Indonesia. Faktor kepercayaan pasar atau trust terhadap pemerintah juga sangat menentukan. Dalam konteks itu, pernyataan Dasco dinilai memiliki efek strategis.

“Pasar keuangan sangat sensitif terhadap sentimen dan ekspektasi. Ketika ada keyakinan pemerintah solid dan punya arah kebijakan jelas, arus modal akan lebih percaya masuk ke Indonesia. Rupiah pun punya ruang menguat,” jelas Anto.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah dan otoritas ekonomi yang dinilai sigap menjaga stabilitas di tengah tekanan global. Menurutnya, kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan komunikasi publik yang kuat penting agar masyarakat tidak terjebak spekulasi berlebihan terhadap dolar AS.

Anto juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi fluktuasi nilai tukar. Fundamental ekonomi Indonesia dinilainya masih kuat dibanding banyak negara berkembang lain.

Beberapa indikator yang disebut Anto: pertumbuhan ekonomi nasional terjaga di kisaran 5 persen, inflasi masih terkendali, neraca perdagangan surplus beberapa periode terakhir, dan cadangan devisa berada pada level memadai untuk jaga stabilitas rupiah.

“Masyarakat tidak perlu ikut-ikutan panic buying dolar. Dalam ekonomi modern, stabilitas juga dibangun perilaku kolektif. Kalau semua berlomba beli dolar karena takut rupiah melemah, justru tekanan ke rupiah makin besar,” jelasnya.

Anto menambahkan, imbauan Dasco bisa dipahami sebagai ajakan tidak berspekulasi berlebihan pada mata uang asing dan lebih percaya pada prospek ekonomi nasional. Optimisme ini juga berdampak ke pasar saham. IHSG beberapa hari terakhir menunjukkan tren positif seiring membaiknya sentimen investor domestik.

PPJNA 98 menyatakan mendukung langkah pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Anto berharap pemerintah segera menjelaskan bertahap strategi penguatan rupiah agar pelaku pasar mendapat kepastian. “Dasco menyampaikan optimisme penting untuk membangun kepercayaan publik. PPJNA 98 mendukung setiap langkah yang memperkuat ekonomi nasional dan melindungi kepentingan rakyat,” tegasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Meriah! MDTA Al Huda Panggeleseran Gelar Pawai Karnaval Kenaikan Kelas dan Syukuran Perpisahan Kelas VI

0
Oplus_131072

Wartain.com – Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Huda, Panggeleseran, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar pawai karnaval, Jumat 12/6/2026. Kegiatan ini dalam rangka kenaikan kelas dan syukuran perpisahan siswa kelas VI tahun pelajaran 2025-2026.

Pawai tersebut diikuti seluruh siswa MDTA Al Huda. Tidak hanya anak-anak, orangtua siswa, pemuda setempat, hingga para alumni juga turun ke jalan. Suasana meriah mewarnai Desa Sirnaresmi sejak rombongan mulai bergerak.

Para peserta tampil dengan kostum dan atribut khas karnaval. Ada yang mengenakan busana muslim, atribut budaya Sunda, hingga yel-yel sholawat. Sepanjang rute, warga menyaksikan dengan antusias sambil mengabadikan momen lewat ponsel.

Bagi warga, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Pawai menjadi bentuk rasa syukur atas kelancaran pendidikan anak-anak selama satu tahun ajaran. Sekaligus jadi ajang silaturahmi antarwarga dan alumni.

Salah satu peserta pawai karnaval, Fatimah (52), mengungkapkan rasa bangganya. Anaknya yang belajar di MDTA Al Huda baru saja menyelesaikan pendidikan selama 6 tahun. “Ini bentuk rasa syukur anak saya sudah menyelesaikan belajar 6 tahun di MDTA Al Huda,” katanya saat ikut pawai.

Senada, Dewi (48), orangtua siswa lainnya, ikut turun langsung ke jalan. Menurutnya kehadiran orangtua di pawai adalah bentuk dukungan nyata untuk pendidikan keagamaan anak.

Meriah! MDTA Al Huda Panggeleseran Gelar Pawai Karnaval Kenaikan Kelas dan Syukuran Perpisahan Kelas VI (Foto: Aab)

“Saya beserta orangtua yang lain ikut pawai karnaval untuk mendukung pendidikan keagamaan anak kami,” ujar Dewi. Ia berharap anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia sesuai ajaran Islam.

Sementara itu, pengamanan pawai karnaval yang sekaligus sebagai Babinsa Desa Sirnaresmi, Peltu Erfan Rifai, turut hadir dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, karnaval seperti ini adalah budaya positif yang harus dijaga.

“Kegiatan karnaval seperti ini merupakan budaya yang sangat penting dilestarikan,” beber Peltu Erfan Rifai. Ia menyebut kegiatan ini mempererat kebersamaan warga dan menumbuhkan semangat gotong royong.

MDTA Al Huda memang rutin menggelar acara tahunan setiap kenaikan kelas. Tujuannya menumbuhkan rasa percaya diri siswa, memotivasi adik kelas, dan menguatkan hubungan madrasah dengan masyarakat.

Selain pawai, rangkaian syukuran perpisahan kelas VI juga diisi doa bersama dan pemberian penghargaan. Siswa kelas VI dilepas secara simbolis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik formal maupun nonformal.

Hingga acara selesai, suasana Desa Sirnaresmi tetap kondusif dan penuh suka cita. Karnaval MDTA Al Huda menjadi bukti nyata bahwa pendidikan madrasah diniyah bukan hanya soal mengaji, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi Utara dan Selatan 12 Juni 2026: Cerah Berawan, Waspada UV Tinggi Siang Hari

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi memprakirakan cuaca wilayah Sukabumi, Jumat 12 Juni 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Tidak ada potensi hujan lebat. Suhu berkisar 20-31°C tergantung lokasi. Warga utara dan selatan perlu menyesuaikan aktivitas karena perbedaan suhu dan kelembapan cukup signifikan.

Sukabumi Utara: Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cidahu dan sekitarnya

Wilayah utara yang berada di dataran lebih tinggi diprakirakan lebih sejuk. Pagi hari 06.00-09.00 WIB cerah berawan dengan suhu 24-25°C. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 4-6 km/jam. Kondisi nyaman untuk aktivitas luar ruangan.

Menjelang siang 12.00-15.00 WIB, suhu naik ke 28-29°C dengan kondisi berawan. Peluang hujan ringan sangat kecil, di bawah 5%. Kelembapan 62-68%. UV Index mencapai 10 atau sangat tinggi pada pukul 11.00-12.00 WIB. Warga disarankan pakai topi atau sunscreen jika beraktivitas di luar.

Malam hari 19.00-22.00 WIB, suhu turun ke 22-23°C dan langit berawan. Angin berputar ke arah timur laut dengan kecepatan 3-4 km/jam. Untuk daerah Cidahu dan Cidahu yang lebih tinggi, suhu bisa 2-3°C lebih dingin dibanding pusat kota Cibadak.

Sukabumi Selatan: Palabuhanratu, Simpenan, Cisolok, Surade dan sekitarnya

Wilayah pesisir selatan diprakirakan lebih hangat dan lembap. Pagi hari suhu sudah 26-27°C dengan langit cerah berawan. Kelembapan tinggi 85% membuat udara terasa gerah meski suhu belum puncak.

Puncak suhu terjadi siang hari 12.00-15.00 WIB, mencapai 30-31°C. Langit berawan dengan peluang hujan ringan 10-12%. Kelembapan 85-90% membuat rasa panas lebih menyengat. Angin timur laut bertiup 7-9 km/jam, cukup kencang di area pantai.

Sore hingga malam 16.00-21.00 WIB, suhu turun perlahan ke 26-28°C. Langit tetap berawan dan ada potensi gerimis tipis dari laut di Palabuhanratu. Gelombang laut 0,5-1,25 meter, masih tergolong aman untuk aktivitas nelayan skala kecil.

Data Umum Sukabumi 12 Juni 2026*
Secara umum, suhu tertinggi 29°C dan terendah 20°C. Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.43 WIB. Durasi siang 11 jam 43 menit. Sepanjang hari peluang hujan tidak melebihi 20% sehingga aktivitas outdoor relatif aman.

Kualitas udara perlu diwaspadai. Indeks kualitas udara pagi hari masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Anak-anak, lansia, dan penderita asma disarankan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama pagi hari saat polusi lebih pekat.

Angin di seluruh wilayah Sukabumi bertiup ringan hingga sedang 3-9 km/jam. Arah angin berubah dari timur pagi hari ke timur laut sore hari. Tidak ada potensi angin kencang atau puting beliung berdasarkan prakiraan saat ini.

Imbauan untuk Warga

Untuk Sukabumi Utara, bawa jaket tipis saat pagi dan malam karena suhu lebih sejuk. Untuk Sukabumi Selatan, siapkan topi, kacamata hitam, dan air putih cukup. Hindari aktivitas fisik berat pukul 11.00-14.00 WIB karena UV sangat tinggi dan risiko dehidrasi tinggi.

Pengendara di jalur Sukabumi-Bogor dan jalur pesisir Palabuhanratu diprakirakan aman dari hujan lebat. Namun tetap waspada jalan licin jika gerimis tipis muncul sore hari di wilayah selatan. Pantau update BMKG untuk perubahan cuaca mendadak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ongen: Mahasiswa Demo Kenaikan Harga Pertamax Pembela Orang Kaya

0
Foto : Aab

Wartain.com – Aktivis 98 dan pakar maritim, Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen, melontarkan kritik keras terhadap aksi mahasiswa yang memprotes kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax. Menurutnya, demonstrasi tersebut menunjukkan pergeseran orientasi gerakan mahasiswa dari membela rakyat kecil menjadi membela kepentingan kelompok yang secara ekonomi lebih mampu.

Ongen, yang dikenal sebagai salah satu aktivis yang pernah merasakan langsung dinamika perjuangan politik dan gerakan mahasiswa, menilai publik perlu melihat persoalan kenaikan harga BBM secara objektif. Ia menegaskan bahwa yang mengalami kenaikan adalah Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi, sementara BBM subsidi yang digunakan mayoritas masyarakat kecil, yakni Pertalite, tidak mengalami kenaikan harga.

Menurut Ongen, fakta tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum mahasiswa turun ke jalan. Ia mempertanyakan alasan mahasiswa memilih memperjuangkan penurunan harga Pertamax, sementara masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini menggunakan Pertalite tetap memperoleh perlindungan dari pemerintah.

“Yang naik itu Pertamax, BBM non-subsidi. Yang dipakai rakyat kecil, Pertalite, tidak naik. Kalau mahasiswa demo karena Pertamax naik, lalu yang sedang dibela sebenarnya siapa?” ujar Ongen dalam pernyataan kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Dalam pandangan Ongen, gerakan mahasiswa pada dekade 1990-an memiliki karakter yang berbeda dengan sebagian gerakan mahasiswa saat ini. Ia mengingatkan bahwa ketika gelombang reformasi bergulir, mahasiswa turun ke jalan karena persoalan yang langsung menekan kehidupan masyarakat luas, seperti krisis ekonomi, melonjaknya harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan ketidakadilan sosial.

Ongen yang kerap berbicara mengenai sejarah gerakan reformasi menilai perjuangan mahasiswa pada masa itu berorientasi pada kepentingan rakyat banyak, bukan kelompok tertentu. Bahkan sebelumnya ia juga mengingatkan bahwa Reformasi 1998 merupakan proses panjang yang lahir dari keresahan sosial yang luas di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mempertanyakan relevansi aksi demonstrasi yang berfokus pada kenaikan harga BBM non-subsidi.

“Dulu kami mahasiswa turun ke jalan membela rakyat. Sekarang kok ada mahasiswa yang ingin demo membela BBM yang mayoritas digunakan kalangan mampu? Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” katanya.

Pernyataan Ongen muncul di tengah polemik kenaikan harga Pertamax yang resmi mengalami penyesuaian harga menjadi Rp16.250 per liter. Pemerintah menegaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi sehingga penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar, termasuk pengaruh harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, pemerintah memastikan harga Pertalite, Biosolar, serta LPG subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan. Kebijakan tersebut disebut sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah di tengah gejolak harga energi global.

Menteri ESDM menyatakan bahwa kenaikan hanya berlaku pada BBM non-subsidi, sedangkan komoditas energi yang menjadi kebutuhan masyarakat luas tetap dipertahankan harganya.

Bagi Ongen, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang seharusnya berpihak pada kelompok masyarakat yang paling rentan. Karena itu, ia mengingatkan agar energi gerakan mahasiswa tidak terseret pada isu yang menurutnya lebih banyak berdampak kepada kelompok pengguna BBM non-subsidi.

Ia menilai masih banyak persoalan yang lebih mendesak untuk diperjuangkan, seperti pengangguran, akses pendidikan, kesejahteraan petani, nelayan, serta perlindungan masyarakat miskin di tengah tantangan ekonomi global.

Menurut Ongen, mahasiswa perlu memastikan bahwa setiap gerakan yang dilakukan benar-benar mewakili kepentingan rakyat banyak. Jika tidak, maka akan muncul persepsi bahwa demonstrasi hanya menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau yang diperjuangkan adalah rakyat kecil, tentu semua akan mendukung. Tapi kalau yang diperjuangkan adalah BBM non-subsidi yang pengguna utamanya kalangan menengah ke atas, publik berhak bertanya, mahasiswa sedang membela siapa?” tegasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Rem Truk Hino Diduga Gagal, Karangtengah-Cibadak Macet Total Akibat Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Jalan Sukabumi-Bogor di Karangtengah, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, lumpuh sesaat Kamis 11/6/2026 pukul 16.30 WIB. Lima kendaraan terlibat tabrakan beruntun tepat saat jam pulang pabrik. Arus lalu lintas padat merayap mendadak berhenti total.

Pemicunya diduga satu truk Hino tanpa muatan bernopol B 9279 TIT. Truk melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Tiba-tiba kendaraan besar itu oleng. Warga menyebut rem truk tidak berfungsi, sehingga sopir kehilangan kendali di jalur padat.

Tabrakan pertama menghantam Honda Beat bernopol F 6689 UAW yang berada paling depan. Motor berwarna pink itu ringsek. Pengendaranya, Asep Awaludin, (28), warga Wangun -Nagrak, langsung dievakuasi ke rumah sakit dengan luka memar di kaki.

Setelah menerjang motor, truk menghantam Toyota Avanza F 1583 TI di depannya. Benturan keras membuat arus kendaraan di belakang panik. Klakson bersahutan, tapi situasi sudah terlambat untuk dihindari.

Keanehan terjadi setelah itu. Truk bukannya berhenti, malah bergerak mundur. Dalam posisi mundur, bak truk menghantam Toyota Rush F 1466 VH yang masih cukup jauh di belakangnya. Sopir Rush, Dirman, 37, mengaku pintu mobilnya sampai macet tidak bisa dibuka.

“Saya lihat truk nabrak motor dulu. Mungkin sopir panik, lalu truk terus mundur. Padahal posisi mobil saya masih jauh. Tiba-tiba dihantam, terus dari belakang saya ditabrak lagi Calya,” cerita Dirman.

Petaka belum selesai. Dari arah belakang, Daihatsu Calya B 1473 CQP tidak sempat menghindar. Calya menabrak Rush yang sudah terdorong maju oleh truk. Total ada 4 mobil dan 1 motor yang terlibat.

Jali Pitung (45), sopir Calya, mengaku sudah membunyikan klakson berkali-kali. “Kami sudah klakson dari jauh. Sopir truk sempat bilang tidak sengaja. Tapi truk mundurnya terus. Dugaan saya remnya memang sudah tidak berfungsi,” ujarnya.

Anggota Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Bripka Yudha membenarkan dugaan awal. “Diduga truk Hino mengalami gagal fungsi pengereman. Kendaraan menabrak motor dan Avanza di depan, lalu mundur dan menabrak Rush serta Calya di belakang,” jelasnya di lokasi.

Syukurnya tidak ada korban jiwa. Hanya Asep pengendara Beat yang mengalami luka ringan. Seluruh kendaraan diamankan petugas untuk pendataan dan proses olah TKP. Bangkai kendaraan berjajar di badan jalan membuat antrean panjang kendaraan.

Warga sekitar, sebagai saksi mata Tri (30),  melihat kejadian itu dengan cemas. “Kejadiannya cepat banget. Motor Beat paling depan kena duluan, langsung dibawa ke rumah sakit. Truknya mundur-maju, bikin semua panik,” katanya.

Pihak kepolisian masih mendata kerugian materi. Para pengendara yang terlibat disebut akan menyelesaikan secara musyawarah. Satlantas mengimbau pengemudi truk untuk rutin cek rem, terutama di jalur turunan Cibadak yang rawan kecelakaan saat jam sibuk.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Sukabumi Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Predikat Kota Sehat

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memacu upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan publik melalui penguatan program Kota Sehat. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Kota Sehat yang digelar di Opproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026).

Forum tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para kepala perangkat daerah, jajaran Forum Kota Sehat (FKSS), serta sejumlah pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan program Kota Sehat.

Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki mengapresiasi capaian Kota Sukabumi pada penilaian Kota Sehat yang memperoleh nilai rata-rata di kisaran 72 hingga 73.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal penting untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi pada periode penilaian berikutnya.

“Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak yang terlibat. Kita menargetkan peningkatan nilai pada tahun mendatang hingga mencapai angka 80, bahkan mendekati angka ideal di kisaran 90,” ujar Ayep.

Ia menjelaskan, penilaian Kota Sehat tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan semata, tetapi juga mencakup berbagai indikator yang berkaitan dengan kualitas lingkungan, infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan publik yang mendukung kehidupan masyarakat.

Saat ini, kata Ayep, Kota Sukabumi telah berhasil memenuhi satu dari tiga kriteria utama dalam penilaian Kota Sehat. Untuk mencapai target yang lebih tinggi, dibutuhkan perencanaan yang matang dan keterlibatan aktif seluruh pihak terkait.

“Kolaborasi yang selama ini terbangun sudah berjalan dengan baik dan harus terus diperkuat agar seluruh indikator yang menjadi penilaian dapat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Menurut Ayep, keberhasilan program Kota Sehat tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja. Pelaksanaannya melibatkan banyak perangkat daerah yang memiliki peran strategis sesuai bidang masing-masing.

Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup yang menangani aspek kebersihan dan kualitas lingkungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang mendukung penyediaan infrastruktur, Dinas Kesehatan yang berfokus pada layanan kesehatan masyarakat, hingga Dinas Pendidikan yang berkontribusi dalam membangun perilaku hidup sehat sejak usia dini.

Dengan terpenuhinya 26 indikator yang menjadi instrumen penilaian, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat meningkatkan capaian Kota Sehat secara signifikan sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, Ayep mengajak seluruh perangkat daerah, Forum Kota Sehat, serta elemen masyarakat untuk terus mempererat sinergi dan menjaga komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kota Sehat bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi cerminan kualitas pembangunan yang mampu dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Ubah Paradigma Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menutup sejumlah titik pembuangan sampah liar di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari upaya penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar di kawasan BBAT serta eks TPS Pertigaan Jalan Kapten Asmud Lubis, Kecamatan Cikole, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Camat Cikole, Camat Sukabumi Kabupaten Sukabumi, para lurah se-Kecamatan Cikole, Tim Sapu Bersih, serta unsur TNI dan Polri.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan penutupan TPS liar merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperbaiki tata kelola persampahan di wilayah Kota Sukabumi.

Menurutnya, penanganan persoalan sampah di lokasi tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi karena titik pembuangan berada di kawasan perbatasan kedua daerah.

“Penanganan ini juga dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengingat lokasi TPS liar berada di wilayah perbatasan kedua daerah,” kata Bobby.

Ia menjelaskan, kebijakan penutupan TPS liar sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mengamanatkan penghentian praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping.

Menurut Bobby, pemerintah daerah harus mengambil langkah nyata untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Penutupan TPS liar ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga bagian dari kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemerintah daerah harus mengambil langkah konkret agar tidak terjadi dampak lingkungan yang lebih besar serta menghindari potensi sanksi yang dapat dikenakan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bobby menuturkan bahwa paradigma pengelolaan sampah saat ini harus berubah. Jika selama ini penanganan sampah hanya berfokus pada pola kumpul, angkut, dan buang, ke depan masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.

Sampah anorganik seperti plastik, kardus, kertas, dan kaleng dapat disalurkan melalui bank sampah atau pengepul sehingga memiliki nilai ekonomi. Sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos melalui berbagai metode pengolahan sederhana.

“Sampah non-organik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kaleng didorong untuk disalurkan melalui bank sampah maupun pengepul sehingga memiliki nilai ekonomi.
Sementara sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos melalui metode biopori maupun pengolahan sederhana di lingkungan rumah tangga,” jelasnya.

Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah melalui pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, penataan titik pembuangan sampah juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional pengelolaan persampahan, terutama dalam penggunaan armada dan konsumsi bahan bakar.

“Dengan berkurangnya titik pembuangan liar, biaya operasional dan penggunaan bahan bakar armada pengangkut sampah dapat ditekan secara lebih efektif,” ungkap Bobby.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sukabumi juga tengah menyiapkan berbagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain penguatan kapasitas TPS3R, penyediaan mesin pengolahan sampah, hingga penjajakan kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Salah satu teknologi yang sedang dikaji adalah pemanfaatan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif hasil olahan sampah yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri maupun pembangkit energi.

“Salah satu alternatif yang tengah dikaji adalah pemanfaatan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif hasil olahan sampah yang dapat digunakan sebagai pengganti batu bara untuk kebutuhan industri maupun pembangkit energi tertentu,” kata Bobby.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan akhir, melainkan mampu menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.

“Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan demi mendukung kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

KPH Sukabumi Laksanakan Monitoring Agroforestri

0

Wartain.com – Dalam upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar kawasan hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi melaksanakan monitoring kegiatan agroforestri terhadap para penggarap di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Takokak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cikawung, pada Kamis (11/06).

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Kepala Subseksi Agroforestri dan Wisata KPH Sukabumi, Helmy, didampingi petugas Kemitraan, Ade, serta petugas Hukum Kepatuhan, Chendra, bersama jajaran petugas lapangan. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan agroforestri berjalan sesuai ketentuan serta tetap memperhatikan aspek kelestarian kawasan hutan.

Di tempat terpisah, Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyatno, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepada para penggarap agar penerapan pola tanam di kawasan hutan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, pengelolaan agroforestri harus mampu menciptakan keseimbangan antara produktivitas lahan dan keberlanjutan fungsi hutan.

“Kami ingin memastikan praktik agroforestri yang dilaksanakan masyarakat tidak mengganggu maupun merusak tanaman pokok milik Perhutani. Dengan demikian, fungsi ekologis hutan tetap terjaga, sementara masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang penggarap yang mewakili kelompok tani setempat, Bu Yoyoh, menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan pembinaan yang diberikan oleh Perhutani kepada para petani penggarap.

Ia menilai kegiatan monitoring tidak hanya menjadi sarana pengawasan, tetapi juga memberikan pemahaman dan arahan agar kegiatan budidaya yang dilakukan dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Kami sangat senang mendapatkan informasi dan bimbingan langsung dari Perhutani. Dengan adanya pendampingan ini, kami dapat mengelola lahan dengan lebih baik serta menjalankan kerja sama sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Monitoring yang berlangsung di RPH Takokak tersebut berjalan dengan lancar dan diwarnai dialog konstruktif antara petugas Perhutani dengan para penggarap. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk pembinaan dan evaluasi untuk mendukung pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kolaborasi dan Tata Kelola Jadi Fokus Penguatan Program MBG di Kota Sukabumi

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembentukan struktur baru Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (Satgas PPPMBG). Langkah tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Penguatan Program Makan Bergizi Gratis Kota Sukabumi yang berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional Kota Sukabumi, para Koordinator Kecamatan (Korcam), seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Sukabumi yang hadir dari 56 SPPG, serta jajaran Satgas PPPMBG Kota Sukabumi.

Dalam laporannya, Korwil Badan Gizi Nasional Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, mengatakan forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi dan komitmen seluruh pihak dalam menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat.

“Melalui forum ini juga, semoga menjadi sarana untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Septo.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan program membutuhkan kerja sama yang solid dan tata kelola yang kuat. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi telah membentuk struktur baru Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam struktur tersebut, Wali Kota bertindak sebagai pembina dan Sekretaris Daerah sebagai pengarah, dengan dukungan lintas perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Menurut Ayep, tugas pemerintah daerah adalah memastikan seluruh kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.

“Percepatan program sebesar ini membutuhkan kerja tim yang solid, terstruktur, dan akuntabel. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar roda pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Ayep.

Dalam arahannya kepada seluruh jajaran Satgas dan Kepala SPPG, Ayep menekankan empat prinsip utama yang harus menjadi pedoman pelaksanaan program. Mulai dari penyajian menu terbaik, penggunaan bahan pangan berkualitas, pelayanan yang profesional, hingga penerapan standar keamanan pangan dan kehalalan.

Ia menegaskan bahwa kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus menjadi perhatian utama seluruh pelaksana program.

“Penerapan sertifikasi halal adalah aspek yang sangat prinsipil. Seluruh proses, bahan, dan fasilitas pengelolaan wajib menerapkan dan mengantongi sertifikasi halal untuk memberikan rasa aman, berkah, dan ketenteraman bagi masyarakat,” tegasnya.

Ayep juga mengungkapkan bahwa perhatian terhadap aspek kualitas dan kehalalan sudah dilakukan sejak awal program dijalankan. Bahkan, ia sempat melakukan peninjauan bersama Ketua BPJPH, Haikal Hasan, ke lokasi SPPG pertama di wilayah Sukabumi yang berada di Warungkiara.

“Pertama kali saat mulai ada program pembangunan SPPG, saya melakukan kunjungan bersama Ketua BPJPH, Babe Haikal Hasan, ke lokasi SPPG pertama di wilayah Sukabumi yang berada di Warungkiara,” tuturnya.

Menurut Ayep, hasil kunjungan tersebut semakin menguatkan pentingnya memastikan makanan yang disajikan memenuhi prinsip kehalalan dan dapat diterima masyarakat dengan rasa aman dan nyaman.

Melalui penguatan kelembagaan, koordinasi, dan pengawasan yang lebih terstruktur, Pemerintah Kota Sukabumi berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal serta berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas generasi muda, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dua Perempuan Tewas Tertabrak KA Pangrango di Perlintasan Sukabumi

0

Wartain.com – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu Kampung Benteng Brunay, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026) siang. Dua perempuan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak Kereta Api (KA) Pangrango yang melaju dari Sukabumi menuju Bogor.

Kedua korban diketahui bernama Suci Rahmawati (17), warga Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, dan Murni Anjani (26), warga Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana, mengatakan kecelakaan bermula saat kedua korban yang berboncengan sepeda motor hendak melintasi rel kereta api. Pada saat bersamaan, KA Pangrango melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.

“Pada saat kereta api melintas dari arah Kota Sukabumi menuju Bogor, pengendara sepeda motor hendak melintasi perlintasan rel. Pada saat bersamaan korban terserempet oleh kereta api,” ujar Indra.

Benturan keras menyebabkan kedua korban bersama sepeda motor yang dikendarai terpental sekitar 10 meter dari lokasi tabrakan. Akibatnya, keduanya mengalami luka berat yang cukup serius.

“Korban sempat terpental kurang lebih 10 meter dari titik awal kecelakaan dan mengalami luka berat,” jelasnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi. Namun, kondisi luka yang dialami korban sangat parah sehingga nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan.

Murni Anjani (26) dinyatakan meninggal dunia lebih dahulu pada pukul 12.42 WIB. Sementara Suci Rahmawati (17) sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia pada pukul 13.52 WIB.

Salah seorang warga sekitar, Hendra Khoirul, mengungkapkan bahwa sejumlah warga sebenarnya telah berupaya memperingatkan korban agar tidak melintasi rel karena kereta api akan segera melintas. Selain itu, masinis KA Pangrango juga disebut telah berulang kali membunyikan klakson sebagai tanda peringatan.

Hendra mengaku tidak melihat langsung detik-detik tabrakan. Namun, ia segera keluar rumah setelah mendengar teriakan dan kepanikan warga.

“Saya keluar setelah dengar orang-orang berteriak. Pas sampai lokasi, korban sudah tergeletak dengan luka parah, terutama di bagian kepala,” ungkapnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi jalur benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan sebidang kereta api.

Kecelakaan di perlintasan rel masih menjadi salah satu penyebab tingginya angka korban jiwa di jalur kereta api. Karena itu, kewaspadaan pengendara serta kepatuhan terhadap rambu-rambu keselamatan menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik