26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 27

Panen Jagung di Desa Baros Perkuat Ketahanan Pangan dan Sinergi TNI-Polri Bersama Petani

0

Wartain .com  – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa. Salah satunya terlihat dalam kegiatan panen jagung yang dilaksanakan di Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat (12/6/2026), sebagai hasil sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Kegiatan panen jagung tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Baros Aipda Tejar bersama seluruh Bhabinkamtibmas wilayah Kecamatan Arjasari, Babinsa, Kelompok Tani (Poktan), serta warga masyarakat. Panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan melalui pemanfaatan lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian dan mendukung upaya swasembada pangan nasional.

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, hasil panen jagung juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa tidak hanya hadir saat panen, tetapi turut melakukan pendampingan kepada para petani sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen. Pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kapolsek Pameungpeuk, KOMPOL Asep Dedi, S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program ketahanan pangan merupakan implementasi Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Program ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas serta sinergitas TNI, Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani, kami berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Polri akan terus hadir mendampingi dan memberikan motivasi kepada masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Kompol Asep Dedi.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari terbangunnya semangat gotong royong dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam mengelola potensi pertanian yang ada di wilayah masing-masing.

Kegiatan panen jagung di Desa Baros sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dan pendampingan yang konsisten, diharapkan sektor pertanian mampu menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi lahan pertanian produktif dan peningkatan kapasitas petani, sehingga mampu menghasilkan produksi pangan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, aman, dan mandiri pangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Milad ke-23 UMMI, Menteri Desa Tantang Mahasiswa: “Tinggal di Desa, Penghasilan Setara Kota”

0

Wartain.com – Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi UMMI berlangsung khidmat, Jumat 12/6/2026. Acara itu menjadi puncak peringatan Milad ke-23 UMMI dengan tema “Akselerasi Transformasi UMMI: Menguatkan Reputasi, Mewujudkan Kampus Unggulan dan Berdampak”. Hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal PDT RI Yandri Susanto, civitas akademika UMMI, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta Forkopimda Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Desa Yandri Susanto mengapresiasi peran Muhammadiyah dan UMMI selama 23 tahun. Menurutnya, kontribusi UMMI di bidang pendidikan dan kesehatan sangat membantu negara meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Yandri menilai UMMI tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi akademik. Kampus itu juga mampu melahirkan generasi berjiwa kewirausahaan yang siap memberi dampak nyata di masyarakat.

“Kampus memiliki peran strategis membangun kualitas SDM bangsa. Pengabdian UMMI ke depan tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga melahirkan entrepreneur yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Yandri di UMMI, kata dia, bagian dari membangun kolaborasi super team. Kolaborasi itu untuk menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui pendekatan Octahelix.

Menteri Desa menegaskan posisi desa sangat penting dalam pembangunan Indonesia. Karena itu, program Kementerian Desa seperti gerakan “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia” bisa disinergikan dengan perguruan tinggi untuk memperkuat SDM desa.

“Banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan kampus. Kami ingin meningkatkan kesadaran dan kapasitas SDM desa melalui kolaborasi lebih kuat,” katanya.

Yandri menantang mahasiswa UMMI untuk berani berkarya di desa. Tantangan itu disampaikan langsung agar semangat pengabdian tidak berhenti di ruang kelas.

“Saya tantang mahasiswa, boleh tinggal di desa tetapi memiliki penghasilan yang sama dengan di kota,” tegasnya disambut tepuk tangan civitas akademika.

Rektor UMMI Reny Sukmawani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Desa. Menurutnya, kehadiran pejabat negara jadi kehormatan sekaligus motivasi memperluas kolaborasi, khususnya pengembangan desa.

Reny menjelaskan Milad ke-23 jadi momentum refleksi. Saat ini UMMI berada di fase penguatan reputasi nasional menuju reputasi internasional dan visi 2042 sebagai Center of Excellence in Education and Religion. Ia optimistis dengan semangat kolaborasi, transformasi, dan inovasi, visi itu tercapai.

“Seluruh capaian adalah hasil kerja keras, kerja sama, dan kerja ikhlas keluarga besar UMMI. Terima kasih kepada BPH, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, persyarikatan Muhammadiyah, hingga mitra yang mendukung perjalanan UMMI,” pungkas Reny.

Milad ke-23 menandai langkah UMMI memperkuat jembatan kampus-desa. Jika tantangan Menteri Desa dijawab mahasiswa, desa Sukabumi bisa jadi laboratorium lahirnya entrepreneur muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kartu BPJS PBI Anak Mati, Guru PPPK Paruh Waktu Sukabumi Ditinggal Jaminan Kesehatan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Iwan (42), Kepala Keluarga asal Kabupaten Sukabumi, bingung dan kecewa. Kartu BPJS Kesehatan PBI milik sekeluarga tiba-tiba nonaktif Mei 2026. Masalah muncul setelah sang istri diangkat jadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu di salah satu SD. Status baru itu langsung memutus akses layanan kesehatan gratis mereka.

Iwan baru sadar kartunya mati saat membawa anak ketiga berobat jalan ke RS Hermina Sukaraja. Di loket pendaftaran, petugas menyebut kepesertaan PBI sekeluarga sudah tidak aktif. Ia diminta mengurus ulang ke dinas atau instansi berwenang untuk penjelasan lebih lanjut.

Sistem otomatisasi BPJS Kesehatan langsung menonaktifkan peserta PBI begitu terdeteksi ada anggota keluarga yang masuk kategori ASN, TNI, atau Polri. Status istri Iwan sebagai PPPK Paruh Waktu masuk kategori itu. Sayangnya, penonaktifan berjalan tanpa jaminan pengganti pembiayaan kesehatan yang jelas.

“Pihak RS Hermina menyarankan saya segera mengurus kembali status kepesertaannya ke dinas terkait atau instansi berwenang,” ungkap Iwan saat ditemui.

Kepala Seksi Tata Kelola Kelembagaan dan Ketenagaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Indah Fajarwati, membenarkan kondisi itu. Menurutnya, jaminan kesehatan untuk guru PPPK Paruh Waktu belum bisa ditanggung pemerintah daerah karena keterbatasan anggaran.

“Realisasi jaminan kesehatan saat ini belum bisa berjalan maksimal karena kendala keterbatasan anggaran daerah,” jelas Indah, Kamis 11/6/2026.

Indah menyebut, untuk sementara guru PPPK Paruh Waktu hanya mendapat BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya didukung pemda. Berbeda dengan PPPK Penuh Waktu, yang iuran BPJS Kesehatannya sudah dipotong otomatis dari gaji sebagai Pekerja Penerima Upah PPU.

Skema gaji guru paruh waktu jadi kendala utama. Penghasilan mereka bertumpu pada insentif bupati yang nilainya fluktuatif, tergantung masa kerja dan kemampuan keuangan daerah. Jika dipotong otomatis untuk BPJS Kesehatan, dikhawatirkan sisa gaji tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Dengan kondisi pengupahan belum merata, Indah menyarankan guru yang dalam kondisi mendesak agar mengaktifkan BPJS Kesehatan mandiri terlebih dahulu. Langkah itu ditempuh agar akses berobat tetap berjalan sambil menunggu kepastian kebijakan.

Ironisnya, niat pemerintah menaikkan status guru honorer jadi ASN justru berimbas pada hilangnya jaring pengaman kesehatan keluarga. Alih-alih mendapat jaminan lebih baik, keluarga Iwan justru kehilangan perlindungan yang selama ini menopang biaya berobat anak.

Indah menambahkan, pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan regulasi baru. Regulasi itu mengatur pengalihan status guru PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu. Jika terealisasi, hak kesejahteraan dan jaminan kesehatan guru diharapkan bisa dipenuhi maksimal oleh negara.

“Kami berharap kebijakan itu segera terealisasi. Dengan begitu, segala hak tenaga pendidik, baik peningkatan gaji maupun jaminan kesehatan, dapat diberikan secara maksimal,” tandas Indah.

Kejadian yang dialami Iwan jadi cermin: transisi status ASN tanpa jaring pengaman kesehatan bisa membuat keluarga guru justru terpinggirkan dari layanan dasar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekda Apresiasi Dedikasi UMMI dalam Meningkatkan SDM di Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengapresiasi dedikasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) atas dukungannya dalam membantu meningkatkan SDM di Kabupaten Sukabumi. Baik dari sisi pendidikan maupun program yang dijalankan UMMI di Kabupaten Sukabumi.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah, berterima kasih atas dukungan UMMI dalam pembangunan SDM di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam rangka Milad Ke-23 UMMI, Jumat, 12 Juni 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun, mencanangkan program satu desa satu sarjana. Program tersebut pun bekerjasama dengan UMMI dan kampus di Korea Selatan.

“Dengan beasiswa yang digelontorkan, kami punya harapan penerima beasiswa ini dapat kembali ke desa dan membangun desa. Dengan begitu, Insya Allah Kabupaten Sukabumi akan maju,” ucapnya.

Harapan memajukan Kabupaten Sukabumi dari desa ini bukanlah sebuah angan-angan. Apalagi dengan adanya program nasional yang menyentuh desa. Hal itu pun didukung SDM cetakan kampus terbaik seperti UMMI.

“Ada KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) dan ditambah MBG meningkatkan peluang masyarakat desa untuk semakin maju. Sebab produk desa bisa ikut terserap,” ungkapnya.

Peluang yang besar ditambah potensi sumber daya alam luar biasa, bisa semakin maksimal. Apalagi dengan dibantu inovasi mahasiswa.

“Kolaborasi semua pihak dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Termasuk memaksimalkan SDA yang melimpah di Kabupaten Sukabumi,” bebernya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Drama Hari Pembuka Piala Dunia 2026: Meksiko Menang Telak, Korea Selatan Comeback Sensasional

0
Oplus_131072

Wartain.com – Piala Dunia 2026 resmi dibuka dengan rangkaian pertandingan penuh tensi dan drama. Tuan rumah Meksiko mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan. Sementara Korea Selatan mencuri perhatian lewat aksi comeback impresif 2-1 atas Ceko. Hari pertama langsung menunjukkan persaingan turnamen ini bakal sangat ketat.

Laga pembuka mempertemukan Meksiko kontra Afrika Selatan di hadapan puluhan ribu suporter. El Tri tampil percaya diri sejak menit awal. Dukungan publik di stadion jadi energi tambahan bagi pasukan tuan rumah untuk menekan sejak kick-off.

Julian Quinones jadi pembuka pesta gol Meksiko setelah mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang veteran Raul Jimenez kemudian menambah gol kedua yang memastikan tiga poin pertama untuk El Tri. Kemenangan ini jadi modal penting dalam upaya melangkah jauh di grup.

Namun pertandingan tidak berjalan mulus. Wasit harus bekerja ekstra karena laga berlangsung keras dan penuh pelanggaran. Total tiga kartu merah keluar sepanjang 90 menit. Cesar Montes dari Meksiko diusir, sementara Afrika Selatan kehilangan Yaya Sithole dan Themba Zwane.

Bermain dengan 10 pemain membuat Meksiko harus lebih disiplin di sisa laga. Meski begitu, keunggulan jumlah pemain Afrika Selatan yang berkurang jadi dua orang membuat El Tri tetap menguasai jalannya pertandingan hingga peluit panjang.

Hasil 2-0 menempatkan Meksiko di posisi bagus pada klasemen sementara grup. Kemenangan perdana di hadapan publik sendiri memberi kepercayaan diri besar. Tuan rumah kini punya momentum untuk laga-laga berikutnya di fase grup.

Drama lain tersaji dari wakil Asia, Korea Selatan. Taeguk Warriors sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ladislav Krejci di babak pertama. Ceko terlihat nyaman dan berpotensi mengamankan tiga poin penuh.

Setelah jeda, Korea Selatan mengubah ritme permainan. Mereka tampil lebih agresif dan menaikkan intensitas serangan. Hasilnya terlihat ketika Hwang In-beom sukses menyamakan kedudukan di babak kedua.

Momentum sepenuhnya berpindah ke Korea Selatan. Tak lama berselang, Oh Hyeon-gyu mencetak gol kedua yang membalikkan keadaan menjadi 2-1. Skor itu bertahan sampai laga usai dan mengantarkan Negeri Ginseng meraih poin penuh.

Comeback dari posisi tertinggal jadi bukti mentalitas Korea Selatan belum luntur. Tim asuhan pelatihnya itu kembali menegaskan diri sebagai kekuatan Asia yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Hari pertama Piala Dunia 2026 memberi sinyal jelas: tidak ada laga yang mudah. Kemenangan meyakinkan Meksiko dan kebangkitan Korea Selatan menunjukkan setiap tim datang dengan ambisi besar dan siap memberi kejutan.

Turnamen berlanjut Jumat 13/6/2026. Grup B akan dibuka Kanada vs Bosnia-Herzegovina pukul 02.00 WIB, lalu Grup D mempertemukan Amerika Serikat vs Paraguay pukul 08.00 WIB. Publik sepak bola dunia menunggu drama dan kejutan baru setelah pembukaan yang panas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gagal ke Final, Nova Arianto Bidik Kemenangan Lawan Kamboja di Perebutan Juara 3 Piala AFF U-19 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Indonesia U-19 akan menutup kiprah di Piala AFF U-19 2026 dengan laga perebutan peringkat ketiga melawan Kamboja. Duel digelar di Stadion Utama Sumut, Sabtu 13/6/2026 pukul 16.00 WIB. Pelatih Nova Arianto sudah menyiapkan strategi khusus untuk laga terakhir Garuda Muda.

Usai kalah 0-1 dari Australia di semifinal, Kamis 11/6/2026 malam, Nova memilih melihat sisi positif. Ia ingin memanfaatkan laga lawan Kamboja untuk melihat kedalaman skuad. Semua pemain berpeluang tampil agar evaluasi tim makin lengkap.

“Di pertandingan merebut juara 3 dan 4 ini, kita akan coba pemain yang tidak tampil hari ini,” ucap Nova Arianto usai laga melawan Australia di Stadion Utama Sumut.

Nova memperkirakan akan menurunkan tim lapis kedua. Rotasi pemain jadi fokus utama agar seluruh skuad Garuda Muda mendapat menit bermain di turnamen ini. Langkah itu penting untuk proyeksi jangka panjang.

“Karena situasi turnamen ini, saya ingin melihat semua pemain. Kita akan melakukan rotasi pemain. Yang tidak tampil hari ini, saya mau lihat mereka di pertandingan selanjutnya,” jelasnya.

Sebelumnya, langkah Indonesia ke final harus terhenti setelah gol tunggal Edward Neil di menit 90+2 membuat Australia menang 1-0. Gol telat itu memaksa Garuda Muda puas berjuang di perebutan posisi ketiga.

Sementara Australia melaju ke final untuk menantang Thailand. Bagi Nova, kekalahan tipis dari juara bertahan jadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menurunkan semangat tim di laga terakhir.

Melawan Kamboja, Indonesia dituntut bangkit. Selain menjaga gengsi, kemenangan akan menutup turnamen dengan hasil manis. Apalagi laga digelar di kandang sendiri, Stadion Utama Sumut, yang mendapat dukungan penuh suporter.

Rotasi pemain juga jadi ajang pembuktian bagi pemain pelapis. Nova ingin melihat siapa yang siap naik level dan bersaing di skuad utama. Kompetisi internal seperti ini penting untuk membentuk mental juara.

Kamboja sendiri bukan lawan mudah. Mereka punya kecepatan dan transisi cepat yang merepotkan. Karena itu, meski melakukan rotasi, Nova tetap menargetkan kemenangan untuk mengakhiri Piala AFF U-19 2026 di posisi ketiga.

Bagi publik Medan dan Sumatera Utara, laga ini jadi penutup yang ditunggu. Stadion Utama Sumut dipastikan kembali penuh. Suporter diharapkan tetap memberi dukungan agar pemain lapis kedua tampil percaya diri.

“Kami ingin menutup turnamen dengan kemenangan. Anak-anak sudah berjuang maksimal. Laga lawan Kamboja adalah kesempatan membuktikan Garuda Muda punya kedalaman skuad yang kuat,” tutup Nova Arianto.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkab Sukabumi Matangkan Peringatan Tahun Baru Islam, ini Kegiatan yang Diagendakan 

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai matangkan persiapan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Palabuhanratu, Kamis (11/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Kabupaten Sukabumi, H Andi Rahman.

Dalam rapat itu, dibahas agenda kegiatan yang akan memeriahkan peringatan 1 Muharram. Menurut Andi Rahman, peringatan hari besar Islam tersebut merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan di kawasan Palabuhanratu dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Pelaksanaan peringatan 1 Muharram sudah menjadi kegiatan tahunan. Untuk wilayah I kegiatan akan dipusatkan di Palabuhanratu melalui defile pawai, sementara kecamatan lainnya juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Selain pawai, peringatan Tahun Baru Islam juga akan diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan, mulai dari Khotmil Qur’an, istigasah, hingga defile yang melibatkan peserta dari berbagai kecamatan di wilayah I Kabupaten Sukabumi.

H Andi menjelaskan, peserta Khotmil Qur’an akan berasal dari berbagai unsur, di antaranya perangkat daerah, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Tak hanya itu, Pemekab. Sukabumi juga berencana menggelar lomba pawai 1 Muharram dengan menghadirkan penilaian terhadap kreativitas, kerapihan, keindahan, serta kesesuaian tema dan pesan yang ditampilkan oleh setiap peserta.

Untuk memastikan proses penilaian berjalan baik, panitia menyiapkan tiga titik penjurian yang tersebar di sepanjang rute pawai, yakni di lokasi pemberangkatan, kawasan Polsek Palabuhanratu, dan Jembatan Dua Pangsor.

“Masing-masing pos akan ditempatkan seorang juri yang bertugas menilai penampilan peserta secara langsung,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Lalulintas 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi menyerahkan santunan kepada para ahli waris korban kecelakaan lalulintas, Kamis, 11 Juni 2026. Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan di Pendopo Sukabumi.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tujuh ahli waris yang mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja tersebut. Korban kecelakaan lalulintas ini merupakan warga Kabupaten Sukabumi.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi Priotmojo mengatakan, para ahli waris yang hadir di Pendopo Sukabumi ini, merupakan korban kecelakaan lalulintas. Baik di wilayah hukum Polres Sukabumi dan Sukabumi Kota ataupun luar daerah.

“Kami hadirkan para ahli waris di sini untuk menerima santunan,” ujarnya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar turut menyampaikan dukacita dan berbelasungkawa atas kecelakaan yang menimpa sejumlah korban kecelakaan.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah turut berbelasungkawa kepada keluarga korban,” ucapnya.

Sekadar diketahui, dana santunan yang disalurkan berasal dari himpunan sumbangan wajib dan kecelakaan lalulintas jalan (SWDKLLJ) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dibayarkan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

“Impian Terputus di Tengah Ujian: DPRD Sukabumi Soroti Kegagalan OSN Siswi SDN Gandasoli Akibat Listrik Padam”

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kisah Nadya Putri Pramita, siswi kelas V SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, menyayat hati publik. Usaha kerasnya selama setengah tahun untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) harus berhenti di tengah jalan. Penyebabnya sepele tapi fatal: listrik padam tepat saat sesi ujian IPS dimulai, Kamis 11/6/2026 pukul 13.00-14.00 WIB.

Video Nadya menangis histeris karena tidak bisa menyelesaikan soal viral di media sosial. Ia sudah berjuang, berlatih, dan berharap bisa mengangkat nama sekolah serta Kabupaten Sukabumi di ajang nasional. Namun gangguan listrik memutus semua itu dalam hitungan detik.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriadi angkat suara. Ia menyatakan prihatin mendalam atas kejadian yang menimpa Nadya. Bagi Ferry, ini bukan sekadar soal ujian yang gagal, tapi soal mimpi anak bangsa yang harusnya dijaga.

“Secara pribadi dan sebagai lembaga, kami sangat prihatin. Anak yang punya semangat, punya cita-cita besar untuk dirinya, keluarganya, dan daerahnya, tiba-tiba harus berhenti karena listrik mati,” kata Ferry lewat sambungan telepon.

Komisi IV akan menelusuri akar masalah. Ferry meminta kepastian dari PLN: apa penyebab pemadaman, apakah ada pemberitahuan sebelumnya, dan masuk kategori gangguan terjadwal atau tidak. Klarifikasi itu penting agar tidak ada lagi siswa lain yang jadi korban.

Ia juga menyoroti ketimpangan tanggung jawab. Pelanggan yang telat bayar langsung diputus dan didenda. Tapi ketika giliran PLN yang gagal memberi layanan, masyarakat yang dirugikan belum tentu mendapat kompensasi yang adil.

“Jangan sampai masyarakat yang telat bayar kena sanksi, tapi saat pelayanan PLN bermasalah dan merugikan warga, tidak ada bentuk pertanggungjawaban. Ini harus seimbang,” tegas politisi Gerindra itu.

Ferry mengajak semua pihak menempatkan diri sebagai orang tua Nadya. Bagaimana rasanya melihat anak menangis karena mimpinya pupus bukan karena kurang belajar, tapi karena faktor eksternal yang bisa dicegah.

“Coba bayangkan kalau itu anak kita, anak pimpinan PLN. Pasti rasanya sakit. Padahal nama baik Kabupaten Sukabumi bisa terangkat lewat prestasi Ananda Nadya,” ujarnya.

Ke depan, Ferry berharap PLN berbenah meningkatkan mutu layanan listrik di Sukabumi. Kejadian ini harus jadi pelajaran agar infrastruktur dasar tidak lagi menghambat potensi anak daerah.

Komisi IV DPRD berencana memanggil pihak PLN untuk rapat dengar pendapat. Tujuannya mencari solusi, termasuk kemungkinan pemberian kesempatan ujian ulang bagi Nadya atau bentuk kompensasi lain yang manusiawi.

“Kami berharap PLN segera berbenah. Jangan ada lagi anak-anak berprestasi yang mimpinya kandas karena listrik padam. Pelayanan harus meningkat, bukan malah jadi penghalang,” pungkas Ferry.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Rupiandi Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta ke Ahli Waris Petani Cianjur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Rupiandi, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris peserta Bukan Penerima Upah (BPU), Jumat 2/05/2026. Penyerahan dilakukan di Kampung Angkola, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Santunan diberikan kepada keluarga almarhum Dayat Sudrajat. Almarhum bekerja sebagai petani dan telah terdaftar sebagai peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan selama 2 tahun. Ia beralamat di Kampung Angkola, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur.

Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Camat Cibinong. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan menunjukkan dukungan penuh terhadap program perlindungan pekerja nonformal. Momen itu sekaligus mengingatkan pentingnya jaminan sosial bagi seluruh lapisan pekerja.

Rupiandi merupakan agen Perisai dari Nafiz Group Indonesia. Ia sudah lama berkiprah sebagai Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia Perisai. Kini Rupiandi membina lebih dari 4 ribu peserta BPU di wilayah Cianjur dan sekitarnya.

Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Rupiandi Serahkan Santunan JKM Rp42 Juta ke Ahli Waris Petani Cianjur (Foto : RP)

Bersama rekan agen lainnya seperti Sanusi yang berada di bawah naungan kantor yang sama, Rupiandi aktif mengajak warga pekerja nonformal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU. Sasarannya pedagang, petani, nelayan, ojek, hingga pelaku UMKM.

“Ini bukti BPJS Ketenagakerjaan memberi perlindungan kerja bagi siapa pun yang punya pekerjaan, baik formal maupun nonformal. Sesuai tagline-nya: Kerja Keras Bebas Cemas,” kata Rupiandi saat d komfirmasi, Jumat 12/06/2026.

Bagi keluarga almarhum Dayat, santunan JKM sangat membantu meringankan beban. Pekerja informal seperti petani rawan risiko, tetapi sering luput dari jaminan sosial. Melalui program BPU, ahli waris tetap mendapat hak meski iuran relatif terjangkau.

Camat Cibinong mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan dan para agen Perisai. Menurutnya, kesadaran pekerja nonformal untuk ikut BPJS TK masih perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Camat Cibinong bersama agen perisai dari Nafiz Group Indonesia (Foto : RP)

Rupiandi menegaskan, risiko kerja bisa menimpa siapa saja tanpa memandang jenis pekerjaan. Kecelakaan, sakit, hingga meninggal dunia bisa terjadi kapan saja. Dengan menjadi peserta BPU, pekerja dan keluarga mendapat kepastian perlindungan.

Program BPU BPJS Ketenagakerjaan dirancang khusus untuk pekerja nonpenerima upah. Iuran mulai Rp16.800 per bulan untuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Peserta juga bisa menambah manfaat jaminan hari tua sesuai kemampuan.

“Saya mengajak semua lapisan masyarakat yang bekerja untuk ikut kepesertaan BPJS TK. Saya yakin tidak ada ruginya. Insya Allah bisa membantu ahli waris ketika terjadi risiko kerja. Intinya dengan masuk jadi peserta BPU kita akan terlindungi,” tutup Rupiandi.

Hingga kini BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan cakupan peserta BPU. Melalui agen Perisai seperti Rupiandi, edukasi dan pendaftaran langsung ke masyarakat dilakukan. Tujuannya agar slogan “Kerja Keras Bebas Cemas” benar-benar dirasakan pekerja informal di Sukabumi, Cianjur, dan seluruh Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)