26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 308

Iran Ancam AS, Donald Trump Harap ada Kesepakatan 

0
Oplus_0

Wartain.com || Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan setiap serangan AS terhadap republik Islam tersebut akan memicu perang regional. Merespons hal itu, Presiden AS Donald Trump berharap AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran.
“Tentu saja dia akan mengatakan itu,” kata Trump saat ditanya wartawan terkait peringatan pemimpin Iran tersebut, dilansir AFP, Senin (2/2/2026).

Trump menambahkan, ia berharap AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Semoga kita bisa mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak,” kata Trump.

Sebelumnya, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mewanti-wanti Amerika Serikat (AS) jika memulai serangan terhadap negaranya. Khamenei menyamakan protes yang terjadi baru-baru ini dengan “kudeta”, seraya memperingatkan potensi serangan AS akan memicu konflik yang luas.

“Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional,” kata Khamenei, seraya mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka “tidak perlu takut” dengan retorika Trump.

“Mereka (para perusuh) menyerang polisi, pusat pemerintahan, pusat IRGC, bank, dan masjid, dan membakar Al-Quran… Itu seperti kudeta,” kata Khamenei, menambahkan bahwa “kudeta itu telah ditumpas”.

Hal itu disampaikan Khamenei terhadap protes anti-pemerintah yang memuncak bulan lalu, Trump telah mengancam tindakan militer dan memerintahkan pengiriman kelompok kapal induk ke Timur Tengah.

Diketahui, demonstrasi besar-besaran di Iran dimulai sebagai ekspresi ketidakpuasan atas tingginya biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan anti-pemerintah massal yang oleh para pemimpin negara Iran digambarkan sebagai “kerusuhan” yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pejabat keamanan teratas Iran, Ali Larijani, sebelumnya menyebut negosiasi sedang berkembang. Diketahui, AS telah mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut, dan akhir pekan lalu Komando Pusat AS menyebut kapal itu beroperasi di Laut Arab.

“(Trump) sering mengatakan bahwa dia mengirim kapal… Bangsa Iran tidak akan takut dengan hal-hal ini,” tambah Khamenei.

Iran diperkirakan akan memulai latihan militer laut dengan tembakan langsung selama dua hari pada Minggu di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan rute kunci untuk pasokan energi. Namun, pada Minggu, dikutip dari Reuters seorang pejabat Iran yang mengatakan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak memiliki rencana untuk mengadakan latihan semacam itu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

IPAL Dapur SPPG Ciemas 02 Resmi Beroperasi, Pengelolaan Limbah Diklaim Aman dan Ramah Lingkungan

0

Wartain.com || Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur SPPG Ciemas 02, Kabupaten Sukabumi, kini telah rampung dan resmi beroperasi. IPAL tersebut bahkan telah digunakan secara aktif selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Rizal PIC Dapur SPPG Ciemas 02 menyampaikan bahwa proses pembangunan IPAL dilakukan dengan melibatkan tenaga profesional, termasuk konsultan dari dinas terkait yang berperan sebagai teknisi sekaligus desainer sistem IPAL.

“Alhamdulillah, IPAL di SPPG Ciemas sudah bisa digunakan dan sudah beroperasi sekitar dua minggu. Proses pengerjaannya melibatkan tenaga profesional, tidak hanya dari internal SPPG, tetapi juga konsultan dari dinas terkait,” ujarnya, Senin (02/02/2026).

Ia menjelaskan, secara teknis proses pengerjaan IPAL sebenarnya tidak memakan waktu lama. Namun, faktor cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi sempat menghambat proses pekerjaan sehingga penyelesaian mengalami sedikit keterlambatan.

“Waktu itu hujan cukup lama, sehingga pekerjaan sempat tertunda. Tapi sekarang semuanya sudah clear dan selesai,” jelasnya.

Pekerjaan IPAL tersebut meliputi pembuatan bak penampungan, pemasangan filter, hingga penyambungan seluruh aliran limbah air dari dapur agar tertampung dan mengalir melalui satu jalur pengolahan yang sama.

Terkait standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), pihak SPPG Ciemas berharap adanya pemahaman bahwa pembangunan IPAL bukanlah pekerjaan sederhana dan membutuhkan anggaran yang cukup besar, terutama untuk memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Pembuatan IPAL itu tidak mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan spesifikasi yang diharuskan oleh BGN. Tapi karena ini aturan yang ditegaskan kepada para mitra dan yayasan, kami berkomitmen untuk menyelesaikannya,” katanya.

Ia bersyukur SPPG Ciemas 02 telah berhasil menuntaskan kewajiban tersebut dan berharap dapur-dapur SPPG lainnya, khususnya di Kabupaten Sukabumi, dapat segera menyusul. Menurutnya, masih banyak SPPG yang baru memiliki IPAL sederhana dan belum dilengkapi sistem filtrasi seperti yang diterapkan di SPPG Ciemas.

Untuk hasil pengolahan limbah cair, pihaknya mengklaim kualitas air hasil filtrasi IPAL sangat memuaskan. IPAL juga dilengkapi dengan jadwal perawatan rutin setiap tiga bulan guna memastikan air buangan tetap aman bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Air hasil olahan IPAL sudah disaring dengan baik, tidak menimbulkan bau, serta tidak menjadi sumber penyakit. Tinggal kami rawat secara berkala,” tambahnya.

Selain limbah cair, pengelolaan limbah padat seperti sampah dan sisa makanan juga telah ditangani. Pihak SPPG telah menunjuk masyarakat sekitar yang bertanggung jawab dalam pengolahan limbah tersebut.

“Untuk limbah lainnya juga sudah ada penanggung jawabnya. Baik sampah maupun sisa makanan, semuanya sudah diatur dan dikelola bersama masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran, Damkarmat  Kabupaten Sukabumi Gelar Simulasi dan Latihan Personil

0

Wartain.com || Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran yang digelar di Lapangan Cangehgar Palabuhanratu, Senin (2/2/2026).

Pelatihan tersebut melibatkan 18 personel dari Grup A dan Grup B Posko Damkar Palabuhanratu. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan dasar hingga teknis dalam merespons laporan kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Bidang Pemadaman, DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk menilai sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan anggota saat menerima laporan kejadian kebakaran.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran. Kami ingin melihat sejauh mana respons anggota, terutama dari sisi kecepatan dan ketepatan dalam bertindak,” terangnya.

Dalam pelatihan tersebut, para personel dibekali berbagai materi dasar, mulai dari pembinaan fisik, mental, dan disiplin, hingga peningkatan keterampilan teknis. Materi yang diberikan meliputi respon time, teknik pemadaman, tata cara penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik gelar dan gulung selang, serta strategi penembakan pada titik api.

Erwin berharap, melalui pelatihan ini, kompetensi dasar personel pemadam kebakaran dapat semakin meningkat, khususnya dalam hal kecepatan merespons kejadian kebakaran yang kerap menjadi faktor krusial dalam upaya penyelamatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan, DPKP Kabupaten Sukabumi, Hendra Setiawan, menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya difokuskan pada aspek pemadaman api, tetapi juga pada upaya penyelamatan warga saat kebakaran terjadi.

“Selain kemampuan teknis pemadaman, kami juga melatih soft skill dan teknik penyelamatan korban agar petugas mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat,” jelasnya.

Ia berharap, pelatihan tersebut memberikan dampak berlapis atau multiplier effect, baik bagi keselamatan petugas maupun masyarakat.

“Target akhirnya adalah anggota selamat dan masyarakat juga selamat,” tandasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

UMKM “Assyifa Masyhur” Hadirkan Minuman Herbal Tradisional Khas Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami, UMKM Assyifa Masyhur hadir sebagai salah satu pelaku usaha kesehatan tradisional yang konsisten memproduksi minuman herbal berbahan alami.

UMKM ini didirikan oleh Ustad Dendi yang beralamat di Kp. Cibodas RT 01/01, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.

Assyifa Masyhur bergerak di bidang kesehatan tradisional, dengan mengolah rempah-rempah pilihan menjadi produk herbal yang mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Beberapa produk unggulannya antara lain Wedang Kunyit, Wedang Jahe Merah, dan Herbal Kejantanan Laki-laki.

Wedang Kunyit menjadi salah satu produk andalan Assyifa Masyhur. Minuman herbal ini diracik dari bahan-bahan alami pilihan dan memiliki rasa manis alami karena dicampur dengan gula aren. Wedang kunyit dipercaya masyarakat berkhasiat untuk membantu menjaga kesehatan lambung, liver, tekanan darah, limpa, serta membantu pemulihan ibu setelah melahirkan.

Selain itu, Assyifa Masyhur juga memproduksi Wedang Jahe Merah, minuman herbal berbahan dasar jahe merah yang dikenal luas di masyarakat sebagai minuman penghangat tubuh. Wedang jahe merah ini dikonsumsi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, meningkatkan stamina, serta membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan seperti flu, batuk, nyeri sendi, dan pegal-pegal.

Tidak hanya itu, Assyifa Masyhur turut menghadirkan produk Herbal Kejantanan Laki-laki, yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan vitalitas pria. Produk ini dikonsumsi dengan cara diseduh dan dapat dicampur madu, serta telur ayam kampung sesuai anjuran pemakaian.

Menurut Ustad Dendi, pendiri Assyifa Masyhur, usaha ini didirikan sebagai ikhtiar untuk melestarikan pengobatan tradisional sekaligus membantu masyarakat mendapatkan alternatif kesehatan berbahan alami.

“Kami berusaha menjaga kualitas bahan dan proses pembuatan agar produk yang dihasilkan tetap alami dan bermanfaat,” ujarnya saat dihubungi tim redaksi, Senin 02/02/2026.

Dengan mengangkat kearifan lokal dan kekayaan rempah Nusantara, UMKM Assyifa Masyhur diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk herbal kebanggaan Kabupaten Sukabumi.

“Kami berharap, kedepan produknya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga, produk herbal ini menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Ancaman Banjir dan Longsor Hantui Petani di Sagaranten

0

Wartain.com || Curah hujan tinggi, masih menjadi tantangan besar bagi para petani di Dusun Ciguyang, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Kekhawatiran ini di picu karna, pernah terjadi banjir besar, yang mengakibatkan berkurangnya hasil panen.

Di kalangan petani setempat. Mereka cemas dengan intensitas curah hujan yang tinggi dapat memicu gagal panen, bahkan bencana alam seperti banjir bandang.

Menurut penuturan beberapa petani, kondisi ini mengingatkan mereka pada pengalaman pahit di masa lalu ketika hujan lebat menyebabkan sawah terendam dan hasil panen rusak parah.

“Saya khawatir kalau datang hujan, seperti yang terjadi di beberapa tahun kebelakang. Terjadinya banjir besar, yang mengakibatkan sawah kami terendam dan hasil panen pun sangat berkurang”, ujar Amat, seorang petani padi yang telah puluhan tahun menggarap lahan di Ciguyang.

Selain ancaman banjir, lokasi Dusun Ciguyang yang berada di daerah perbukitan juga meningkatkan risiko tanah longsor. Beberapa titik di sekitar pemukiman dan lahan pertanian diketahui rawan pergerakan tanah saat curah hujan ekstrem.

“Selain banjir, kawasan kami juga sering terjadi longsor” tambah pak amat.

Dengan kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi, para petani, berharap ada solusi konkret dan cepat untuk melindungi mata pencarian mereka. Mereka hanya bisa berdoa sembari berharap hujan deras tidak membawa dampak yang lebih buruk.

“Kami cuma bisa berdoa dan berusaha semampu kami. Semoga tidak ada yang sampai gagal panen, karena ini satu-satunya harapan kami,” pungkas Amat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Pemberdayaan Petani Lokal: Kisah Sukses Kios Buah Nurbaing

0

Wartain.com || Di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, sebuah UMKM lokal di Kabupaten Sukabumi justru mampu bertahan dan berkembang hingga kini.

Adalah “Kios Buah Nurbaing“, yang berlokasi di Jalan Nasional Palabuhanratu–Cisolok, tepatnya di Kampung Bojonghaur RT 03 RW 08, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi salah satu contoh usaha mikro yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan petani lokal.

Kios Buah Nurbaing dirintis oleh Maspupah D. Fatimah (35) pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berawal dari usaha sederhana menjual kelapa muda dengan peralatan seadanya—bahkan hanya meletakkan buah di atas meja—usaha ini perlahan berkembang menjadi kios buah yang menyediakan berbagai hasil pertanian, seperti pisang, pepaya, sirsak, labu, durian, dan komoditas lainnya.

Berbeda dengan kios buah pada umumnya, Kios Buah Nurbaing mengusung konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di sekitar wilayah Cikakak. Maspupah secara aktif melakukan pembinaan terhadap petani binaannya, mulai dari pemberian modal usaha hingga berbagi pengetahuan terbaru di bidang pertanian.

“Pemberdayaan ekonomi bukan sekadar jual beli, tetapi bagaimana petani bisa mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing,” ujarnya, Senin 02/02/2026.

Sebagai bagian dari strategi penguatan usaha, Maspupah juga mengelola kebun milik pribadi yang terus dikembangkan. Kebun tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penyangga stok buah agar tetap stabil, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan untuk pengembangan pengetahuan dan praktik pertanian yang dapat diterapkan oleh para petani binaan.

Selain melayani penjualan langsung di kios, Kios Buah Nurbaing juga memasok buah-buahan ke luar daerah, seperti ke Kota Bogor. Bahkan, sejumlah tengkulak secara rutin mengambil hasil pertanian langsung dari kios. Namun demikian, sistem pembayaran yang belum sepenuhnya tunai masih menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha.

“Pembayaran masih sering menunggu pengambilan berikutnya. Harapannya ke depan bisa cash, supaya perputaran keuangan lebih stabil dan pemberdayaan petani bisa diperluas,” jelas Maspupah.

Tantangan lain yang dihadapi adalah ketidakstabilan harga hasil pertanian. Harga yang kerap anjlok berdampak langsung pada kemampuan kios dalam menyerap hasil panen petani, terutama di tengah keterbatasan modal usaha.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Kios Buah Nurbaing tetap berkomitmen menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadirannya bukan hanya sebagai tempat jual beli buah, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara UMKM dan petani untuk membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Brentford Tundukkan Aston Villa 0:1, di Villa Park

0

Wartain.com || Aston Villa harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri, setelah kalah tipis dari Brentford dalam lanjutan Liga Inggris, pada Minggu (1/1/2026).

Aston Villa Bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama, namun justru gagal memanfaatkannya dan membiarkan Brentford pulang dengan kemenangan berharga dari Villa Park.

Pertandingan berjalan cukup dramatis, ketika penyerang Brentford, Kevin Schade, diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran berbahaya terhadap Matty Cash.

Situasi tersebut semestinya menjadi momen bagi Aston Villa untuk mengontrol permainan dan menekan pertahanan lawan. Namun alih-alih tampil dominan secara efektif, Villa justru kebobolan tak lama setelah insiden kartu merah tersebut.

Dango Ouattara menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah setelah melepaskan tembakan keras yang mengarah ke sudut atas gawang.

Gol tersebut menunjukkan efektivitas Brentford dalam memanfaatkan peluang, sekaligus menjadi pembeda dalam laga ini.

Pada babak kedua, Aston Villa kian meningkatkan intensitas serangan. Tammy Abraham yang baru kembali memperkuat tim sempat mencetak gol penyeimbang kedudukan di awal paruh kedua.

Sayangnya, setelah tinjauan panjang VAR selama hampir empat menit, gol tersebut dianulir karena bola dinilai telah keluar lapangan sebelum proses serangan dimulai. Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari suporter dan official.

Aston Villa terus melancarkan tekanan bertubi-tubi, tapi berhasil diredam dengan blok-blok krusial dan penjagaan area yang solid dari Brentford.

Kekalahan ini menjadi catatan negatif bagi Aston Villa karena untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir mereka menelan kekalahan kandang secara beruntun di ajang liga. Hasil tersebut juga membuat jarak mereka dengan pemuncak klasemen Arsenal semakin melebar. Sekaligus memperkecil peluang Villa dalam perburuan gelar musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Polisi Amankan Aksi Buruh di PT Yongstar, 150 Personel Diterjunkan Jaga Kondusivitas

0

Wartain.com || Kepolisian melakukan pengamanan ketat terhadap aksi unjuk rasa yang digelar Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi di depan PT Yongstar, Senin (2/2/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polsek Sukabumi Utara dan Polres Sukabumi Kota. Sebanyak sekitar 150 personel dikerahkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

Perwira Pengendali Pengamanan, AKP Damar Gunawan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman, baik kepada peserta aksi, masyarakat sekitar, maupun pihak perusahaan.

“Kami dari kepolisian melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa ini agar berjalan tertib dan tidak terjadi tindakan anarkis. Tuntutan para buruh pada prinsipnya meminta adanya negosiasi terkait masa kontrak kerja yang akan berakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, terdapat sekitar 300 karyawan PT Yongstar yang masa kontraknya akan segera habis. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang aksi penyampaian aspirasi oleh serikat buruh.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama proses pengamanan, serta membuka ruang komunikasi dengan koordinator lapangan agar situasi tetap terkendali.

“Kami terus berkoordinasi dengan perwakilan buruh dan pihak terkait agar aksi dapat berlangsung damai dan tidak mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Hingga siang hari, aksi unjuk rasa terpantau berlangsung dengan aman dan tertib. Kepolisian juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pengamanan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sukabumi Jadi Penyangga Pangan Jabodetabek, Sekitar 200 Ton Hasil Pertanian Dikirim Setiap Hari

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa dengan luas wilayah mencapai sekitar 4.176 kilometer persegi. Wilayah ini juga memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer serta terdiri dari 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan, menjadikannya daerah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar.

Hal tersebut disampaikan H Andreas wakil bupati Sukabumi dalam mendampingi kegiatan kunjungan yang dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Desa (Kemendes), dan Kementerian Pertanian di Desa Pulau Sari, Kabupaten Sukabumi, Minggu (01/02/20206).

Selain luas wilayah, Kabupaten Sukabumi juga mencatatkan prestasi di sektor pangan. Daerah ini menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan dan menempati peringkat kedua di Provinsi Jawa Barat.

“Ini menunjukkan bahwa potensi Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa, khususnya di sektor pertanian,” ungkapnya.

Letak geografis Sukabumi yang berdekatan dengan Jakarta turut menjadi keunggulan strategis. Meskipun Ibu Kota Negara akan berpindah ke IKN, Jakarta tetap menjadi pusat perputaran ekonomi nasional yang berdampak besar bagi daerah penyangga, termasuk Sukabumi.

Hasil pertanian dari Kabupaten Sukabumi, khususnya dari Desa Pulau Sari, sebagian besar dipasok ke Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Sayur-mayur dan komoditas pertanian lainnya dikirim secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Diperkirakan, sekitar 200 ton hasil pertanian per hari dikirim dari Kabupaten Sukabumi ke pasar-pasar induk, termasuk Pasar Induk Kramat Jati. Angka tersebut menunjukkan peran penting masyarakat Sukabumi dalam menopang ketahanan pangan bagi masyarakat luas, terutama di kawasan Jabodetabek.

“Banyak masyarakat Sukabumi yang berjasa bagi kebutuhan pangan nasional,” tambah Andreas.

Diharapkan, kehadiran pemerintah pusat melalui KSP, Kemendes, dan Kementerian Pertanian dapat membawa dampak positif, meningkatkan perhatian, serta memperkuat dukungan bagi petani dan masyarakat Kabupaten Sukabumi agar potensi besar tersebut terus berkembang dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tedy Setiadi Hadiri HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul, Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Tedy Setiadi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul yang digelar di Kampung Jayabakti, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (1/2/2026). Kehadirannya ini menunjukkan komitmen DPRD dalam menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Tedy Setiadi menekankan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendorong agar budaya lokal tetap lestari dan relevan di tengah dinamika masyarakat modern.

“Budaya merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan, identitas, dan karakter masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Tedy Setiadi juga menambahkan bahwa peringatan HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan paguyuban dalam menjaga nilai persaudaraan, gotong royong, serta harmoni sosial. Kehadiran unsur legislatif dalam kegiatan tersebut dinilai memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi terhadap upaya pelestarian budaya yang tumbuh dari akar masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Lalana Banten Kidul, Ade, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh DPRD Kabupaten Sukabumi, khususnya melalui peran aktif Tedy Setiadi.

“Dukungan dari DPRD menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota paguyuban untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah,” katanya.

Kegiatan HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan gelar budaya, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh adat dan budaya, termasuk Abah Usep Cisungsang. Melalui momentum ini, DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah, sekaligus memperkuat solidaritas sosial demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang berbudaya, harmonis, dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)