26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 307

Bek Muda Persib Kakang Rudianto Resmi Menikah di Hari Ulang Tahunnya

0

Wartain.com || Punggawa Persib Bandung, Kakang Rudianto, resmi melepas masa lajangnya. Bek muda Maung Bandung itu menikah dengan sang pujaan hati, Wulan Permata Sari, dalam sebuah prosesi pernikahan yang digelar di Bogor, Senin 2/2/2026.

Kakang Rudianto menikah di usia 23 tahun. Momen pernikahan tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Pemain kelahiran Cianjur, 2 Februari 2003 itu menjadikan tanggal pernikahan sebagai kado spesial bagi dirinya sendiri.

Keputusan menikah di tengah padatnya jadwal kompetisi bersama Persib Bandung bukan tanpa perencanaan. Kakang menyebut seluruh rangkaian pernikahan telah dipersiapkan secara matang agar tidak mengganggu kewajibannya sebagai pesepak bola profesional.

Kakang juga mengungkapkan perasaannya saat melangkah ke jenjang pernikahan. Menurutnya, ketegangan yang dirasakan berbeda dibandingkan saat bertanding di lapangan hijau.

“Perasaannya campur aduk. Deg-degan, grogi, tapi pastinya bahagia. Rasanya berbeda dengan saat mau bertanding,” tutur bek Persib tersebut.

Pernikahan ini menjadi babak baru dalam kehidupan pribadi Kakang Rudianto, yang tetap berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi Persib Bandung di kompetisi musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Jelang Lonjakan Mobilitas, Polres Sukabumi Kota Fokus Tekan Kecelakaan Lewat Operasi Keselamatan Lodaya 2026

0

Wartain.com || Mengantisipasi meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat, Polres Sukabumi Kota menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang akan berlangsung selama dua pekan, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Pelaksanaan operasi ini diawali dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin (2/2/2026). Apel dipimpin Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Fajri Anbiya dan melibatkan personel lintas instansi, mulai dari jajaran Polres Sukabumi Kota, Subdenpom Sukabumi, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP Kota Sukabumi.

Operasi Keselamatan Lodaya 2026 menjadi bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), khususnya di sektor lalu lintas. Fokus utama operasi ini adalah pencegahan kecelakaan melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, operasi lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum berbasis elektronik melalui sistem ETLE statis dan mobile. Selain itu, petugas juga akan mengedepankan teguran simpatik dengan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.

Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Fajri Anbiya, menegaskan bahwa operasi ini disusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025 serta analisa dinamika lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Tujuan utama operasi ini adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Pendekatan yang kami lakukan tidak semata-mata penindakan, tetapi juga pencegahan dan edukasi yang berorientasi pada keselamatan,” ujar Kompol Fajri saat menyampaikan amanat Kapolda Jawa Barat.

Ia menjelaskan, sasaran operasi mencakup berbagai potensi gangguan lalu lintas, mulai dari pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kemacetan hingga faktor-faktor yang dapat memicu kecelakaan, baik sebelum maupun selama masa operasi berlangsung.

Perhatian khusus diberikan kepada sektor angkutan umum, terutama bus pariwisata dan kendaraan travel. Selain pengemudi, perusahaan otobus dan badan usaha angkutan juga menjadi sasaran pengawasan. Kegiatan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check akan digelar di titik-titik strategis dengan tingkat mobilitas tinggi dan kawasan rawan kecelakaan.

Kompol Fajri juga mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan sikap profesional dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kesan arogan di lapangan.

“Kami ingin kehadiran petugas di jalan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sebaliknya. Edukasi tertib berlalu lintas harus dikedepankan,” katanya.

Di akhir amanat, ia mengajak seluruh pengguna jalan untuk berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi aturan serta melengkapi surat-surat kendaraan.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepatuhan dan kesadaran, kita bisa mewujudkan lalu lintas di Sukabumi yang aman dan tertib,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PSM Makassar Perpanjang Puasa Kemenangan, Ditahan Imbang Semen Padang 0-0

0

Wartain.com || PSM Makassar kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang tanpa gol kontra Semen Padang pada lanjutan BRI Super League. Laga yang digelar di Stadion BJ Habibie, Ternate, pada Senin,2/2/2026. Laga tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Hasil ini membuat PSM Makassar memperpanjang catatan buruk mereka menjadi tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan, setelah sebelumnya sudah enam laga gagal meraih tiga poin. Semen Padang meski berstatus sebagai tim tamu, justru tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.

Berdasarkan statistik pertandingan, Semen Padang unggul dalam penguasaan bola dengan 58 persen, serta mencatatkan lebih banyak serangan berbahaya dibandingkan PSM Makassar. Tim Kerbau Sirah juga lebih aktif menekan dengan jumlah serangan yang hampir seimbang, namun ketatnya pertahanan kedua tim membuat tidak ada gol yang tercipta hingga peluit akhir dibunyikan.

Sementara itu, tim Semen Padang yang bermain lebih banyak banyak menyerang tidak ada satupun gol yang bersarang ke gawang PSM Makassar. Tambahan satu angka ini dinilai sangat krusial bagi tim Kabau Sirah dalam upaya keluar dari zona merah klasemen sementara BRI Super League.

Hingga pertandingan usai, kedua tim sama-sama kesulitan memaksimalkan peluang, meskipun beberapa kali menciptakan situasi berbahaya melalui bola mati dan serangan terbuka. Hasil imbang ini membuat PSM masih harus bekerja keras untuk kembali ke jalur kemenangan, sementara Semen Padang menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Elang Jawa Luka Usai Tabrak Kaca Rumah Warga di Sukabumi, Ditangani BKSDA Jabar

0

Wartain.com || Seekor Elang Jawa yang mengalami cedera setelah menabrak kaca rumah warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, kini berada dalam penanganan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Satwa dilindungi tersebut dievakuasi petugas BKSDA Jabar pada Senin (2/2/2026) pagi dari rumah seorang relawan yang sebelumnya mengamankan Elang Jawa itu. Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima pihak BKSDA sehari sebelumnya, yakni pada Minggu (1/2/2026).

Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Jawa Barat Resort Sukabumi, Hendi Apriadi, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penanganan awal bersama sejumlah unsur terkait.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kejadian berlangsung pada Minggu, 1 Februari, di wilayah Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak. Tim segera bergerak bersama P2BK kecamatan, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, serta jajaran KSDA untuk melakukan penanganan awal di lokasi,” ujar Hendi, Senin (2/2/2026).

Saat ditemukan, Elang Jawa dengan nama latin Nisaetus bartelsi tersebut berada dalam kondisi lemah. Secara kasat mata tidak ditemukan luka luar yang signifikan, namun petugas menduga burung pemangsa itu mengalami cedera internal akibat benturan keras.

“Kondisi fisiknya memang tidak menunjukkan luka terbuka yang berat, namun satwa tampak lemas sehingga kami menduga ada luka di bagian dalam,” jelasnya.

Hendi menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin Elang Jawa tersebut. Hal itu disebabkan proses identifikasi kelamin pada satwa ini tergolong sulit dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari ukuran tubuhnya, Elang Jawa tersebut diperkirakan sudah berusia dewasa.

Berdasarkan analisis sementara, Elang Jawa itu diduga berasal dari kawasan hutan di sekitar permukiman warga, yakni kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Peristiwa tabrakan dengan rumah warga kemungkinan terjadi saat satwa tersebut sedang berburu.

“Elang Jawa memiliki wilayah jelajah yang cukup luas. Kemungkinan besar berasal dari kawasan hutan sekitar. Saat mengejar mangsa, satwa ini diduga tidak menyadari adanya kaca rumah yang transparan sehingga menabraknya,” ungkap Hendi.

Saat ini, Elang Jawa tersebut tengah menjalani perawatan dan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Tahapan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi kesehatannya sebelum kembali ke alam liar.

“Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan kesehatan, satwa akan menjalani rehabilitasi. Jika kondisinya sudah stabil, kami akan melakukan penilaian lanjutan, habituasi, dan menentukan lokasi yang tepat untuk pelepasliaran,” tutup Hendi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tawuran Terencana via Media Sosial, Empat Remaja Sukabumi Diamankan Polisi

0

Wartain.com || Aparat Kepolisian Sektor Cibadak berhasil mengamankan empat remaja yang terlibat dalam aksi kekerasan menggunakan senjata tajam di wilayah perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Insiden tersebut diketahui bukan kejadian spontan, melainkan tawuran yang telah dirancang sebelumnya melalui media sosial.

Kapolsek Cibadak, AKP I Djubaedi, mengungkapkan bahwa para pelaku rata-rata berusia 18 tahun. Mereka masing-masing berinisial Al, ZD, RH, dan Rl.

“Peristiwa terjadi pada dini hari, berawal Sabtu malam dan masuk Minggu. Lokasinya di Jalan Nasional, Desa Pamuruyan, tepat di perbatasan Parungkuda dan Cibadak,” ujar Djubaedi kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Menurut hasil penyelidikan, keributan bermula dari ajakan seorang remaja berinisial A melalui grup media sosial. Ajakan tersebut ditujukan kepada rekan-rekannya di wilayah Cibadak untuk berkumpul, dengan jumlah sekitar 13 hingga 15 orang.

“Awalnya mereka diminta bantuan dengan dalih hendak mengambil sepeda motor jenis Aerox. Dari situ terungkap adanya konflik dengan kelompok lain dari wilayah Parungkuda,” jelasnya.

Sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan tersebut bergerak menuju Parungkuda. Namun saat tiba di kawasan Madu Odeng, situasi masih kondusif dan tidak terjadi bentrokan. Warga yang curiga melihat kerumunan remaja tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Anggota Polsek bersama warga membubarkan kelompok itu. Sebagian kembali ke Cibadak, namun ada juga yang terpisah dari rombongan,” kata Djubaedi.

Ketegangan justru terjadi saat mereka berada di kawasan perbatasan Parungkuda dan Cibadak. Di lokasi tersebut, kelompok ini bertemu dengan komunitas lain. Dari hasil pendalaman, pertemuan itu sudah disepakati sebelumnya.

“Mereka sudah saling janjian melalui Instagram. Jadi ini jelas tawuran yang direncanakan,” tegasnya.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Empat korban berinisial AS alias Alvin, B, MIF, dan MD harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi. Sementara satu korban lainnya hanya menjalani perawatan jalan dan telah dipulangkan.

Laporan kejadian diterima polisi pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. Petugas langsung melakukan pengecekan korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Hingga Minggu malam atau Senin dini hari, empat orang berhasil kami amankan. Saat ini masih kami dalami peran masing-masing,” ungkap Djubaedi.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu bilah samurai, dua celurit, dan satu senjata tajam jenis corbek yang diduga digunakan saat tawuran. Senjata tersebut berasal dari dua kelompok yang terlibat.

“Kami mengimbau pihak lain yang masih terlibat agar segera menyerahkan diri. Identitas mereka sudah kami kantongi dan proses penyelidikan terus berlanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan empat remaja dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi dalam kondisi bersimbah darah. Mereka mengaku menjadi korban serangan senjata tajam oleh kelompok bermotor pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Inovasi Pangan: Asin Rebon Kini Bisa Diolah Menjadi Abon, Solusi Lauk Praktis Kaya Protein

0
Oplus_131072

Wartain.com || Udang rebon, yang selama ini sering diolah menjadi terasi atau sekadar digoreng, kini mulai dilirik sebagai bahan baku utama pembuatan abon. Inovasi ini hadir sebagai alternatif lauk pauk yang tidak hanya gurih dan tahan lama, tetapi juga memiliki kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan tubuh.

Kandungan Gizi Melimpah dalam Ukuran Mungil

Meskipun ukurannya kecil, udang rebon kering menyimpan potensi nutrisi yang luar biasa. Berdasarkan data kesehatan, setiap 100 gram udang rebon kering mengandung sekitar 59,4 gram protein. Selain protein, rebon juga kaya akan kalsium (mencapai 760-2306 mg per 100 gram tergantung jenis olahannya) serta fosfor dan zat besi yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan pencegahan anemia.

Keunggulan Abon Rebon Sebagai Alternatif Lauk

Pengolahan rebon menjadi abon memberikan beberapa keuntungan bagi masyarakat:

Masa Simpan Lebih Lama:

Melalui proses pengeringan dan penyaringan dengan bumbu, abon rebon dapat bertahan lama tanpa pengawet jika disimpan dalam wadah kedap udara.

Nilai Ekonomis:

Udang rebon umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan daging sapi atau ikan besar, sehingga abon ini menjadi pilihan protein berkualitas dengan biaya lebih hemat.

Varian Rasa yang Menggoda:

Abon rebon dapat dikreasikan dengan rasa manis, pedas, hingga dicampur dengan kelapa parut (serundeng) untuk menambah cita rasa.

Tips Pengolahan di Rumah

Bagi masyarakat yang ingin mencoba membuatnya sendiri, langkah penting dalam pengolahan adalah mencuci bersih rebon untuk mengurangi kadar garam yang berlebih, kemudian menyangrai atau menggorengnya bersama bumbu halus (bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan sedikit gula) hingga benar-benar kering.

Inovasi ini diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi keluarga melalui pangan lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di wilayah pesisir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Sukabumi Diguncang Gempa Ringan, Masyarakat Diminta Tetap Waspada 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Gempa hari ini Magnitudo 3,3, mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), Senin (2/2/2026) pukul 15:17 WIB. Pusat gempa dangkal ini berada pada kedalaman 22 kilometer.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, episenter gempa bumi berlokasi pada titik koordinat 7.94 Lintang Selatan (LS) dan 106.62 Bujur Timur (BT) atau 106 km Tenggara Sukabumi.

“Gempa Mag:3.3, 02-Feb-2026 15:17:44WIB, Lok:7.94LS, 106.62BT (106 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn:22 Km,” tulis BMKG dalam keterangannya dikutip Senin (2/2/2026).

Hingga kini, BMKG menyebut belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat guncangan gempa tersebut. Meskipun begitu, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban 1447 H, Menurut Tradisi Umat Islam Indonesia

0

Wartain.com || Umat Islam telah memasuki bulan Sya’ban 1447 Hijriah sejak 20 Januari 2025 lalu, sebagaimana diumumkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Dengan perhitungan tersebut, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin malam, 3 Februari 2026.

Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang populer dibaca pada malam Nisfu Sya’ban berasal dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Doa ini diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan tercantum dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin.

Doa tersebut berisi permohonan ampun, perlindungan dari keburukan, serta harapan agar diberikan kesehatan, keselamatan, ketakwaan, dan kemudahan hidup. Inti dari doa ini adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Makna utama dari doa ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk yang penuh kekurangan dan membutuhkan rahmat Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Selain doa dari Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, terdapat pula doa Nisfu Sya’ban yang banyak dibaca secara berjamaah di berbagai daerah, khususnya yang bersumber dari Kitab Perukunan Melayu.

Doa ini memuat permohonan agar Allah menghapus catatan buruk dalam Lauh Mahfuzh dan menggantinya dengan catatan kebaikan, kelapangan rezeki, serta keberkahan hidup.

Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, doa ini biasanya dibaca setelah salat Maghrib, disertai dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali.

Membaca Surat Yasin tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban menjadi amalan yang cukup populer. Setiap bacaan Yasin biasanya disertai niat berbeda, yaitu:

Memohon panjang umur dalam ketaatan.
Memohon rezeki yang halal dan berkah.
Memohon keteguhan iman hingga akhir hayat.

Setelah itu, jamaah bersama-sama memanjatkan doa Nisfu Sya’ban dengan penuh kekhusyukan.

Lebih dari sekadar ritual, malam Nisfu Sya’ban menjadi momentum spiritual untuk melakukan introspeksi diri. Umat Islam diajak mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.

Dengan memperbanyak doa, dzikir, serta amal kebaikan, malam Nisfu Sya’ban diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus menata kembali niat hidup ke arah yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Arema FC Raih Poin Sempurna di Kandang, Tekuk Persijap 1-0

0

Wartain.com || Arema FC atau Singo Edan meraih poin sempurna saat menjamu Persijap Jepara pada lanjutan kompetisi liga di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin, 2/2/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Arema menang tipis dengan skor 1-0.

Gol semata wayang Arema tercipta pada babak pertama, tepatnya menit ke-36. Bek Arema, Hansamu Yama, sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah menyontek bola hasil tendangan keras Rio Fahmi yang sempat berubah arah dan mengecoh penjaga gawang Persijap.

Meski kalah, Persijap Jepara sejatinya tampil tidak buruk dan bahkan mampu menguasai jalannya pertandingan. Tim tamu sempat dua kali membobol gawang Arema, masing-masing di babak pertama dan babak kedua. Namun, kedua gol tersebut harus dianulir wasit karena pemain Persijap lebih dulu berada dalam posisi offside.

Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Arema FC untuk terus merangkak naik dan menjaga asa menembus papan tengah klasemen. Sementara itu, kekalahan membuat Persijap Jepara masih tertahan di zona degradasi dan dituntut segera berbenah agar mampu keluar dari situasi sulit.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ratusan Buruh PT Younghyun Star Sukabumi Mogok Kerja, Tolak PHK 250 Karyawan Jelang Ramadan

0

Wartain.com || Suasana di sekitar pintu masuk PT Younghyun Star (YHS) yang berlokasi di Kampung Kebonrandu, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tampak memanas pada Senin pagi (2/2/2026). Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil Sepatu – Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBGTS–GSBI) Sukabumi menggelar aksi mogok kerja total.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana perusahaan yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 250 karyawan, tepat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Serikat buruh menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal. Pasalnya, kondisi produksi di pabrik garmen itu disebut tengah berada pada kondisi optimal. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, para pekerja disebut harus menjalani jam kerja lembur hampir setiap hari.

Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir buruh dipaksa bekerja lembur hingga malam hari, yakni sampai pukul 20.30 WIB.

“Produksi sedang tinggi, pekerjaan masih banyak, order juga terus masuk. Tapi di saat yang sama muncul rencana PHK massal. Ini jelas tidak rasional dan mencederai rasa keadilan, apalagi menjelang Ramadan,” ujar Dadeng.

Tak hanya menyoal PHK, aksi mogok kerja ini juga menyoroti dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di PT YHS. Perusahaan yang telah beroperasi selama dua dekade itu disebut tidak memiliki pekerja dengan status karyawan tetap atau PKWTT.

Dari sekitar 1.300 tenaga kerja, mayoritas masih berstatus kontrak, bahkan bagi pekerja yang telah mengabdi lebih dari satu dekade. Serikat buruh menuntut perusahaan agar mematuhi aturan perundang-undangan dengan mengangkat pekerja yang telah bekerja lebih dari tiga tahun menjadi karyawan tetap.

“Ada buruh yang sudah 19 tahun bekerja, tapi statusnya masih kontrak. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami menuntut hak normatif dijalankan,” tegas Dadeng.

Hingga berita ini disusun, manajemen PT Younghyun Star disebut belum menunjukkan itikad untuk menunda rencana pengurangan tenaga kerja. Permintaan serikat buruh agar PHK ditangguhkan hingga setelah Lebaran demi menjaga ketenangan buruh dalam menjalankan ibadah pun belum mendapatkan respons positif.

GSBI menegaskan aksi mogok kerja akan terus berlanjut sampai tuntutan mereka dipenuhi. “Kami mogok bukan karena malas bekerja, justru karena ingin tetap bekerja. Jangan korbankan buruh di saat kebutuhan hidup menjelang Lebaran semakin tinggi,” tutup Dadeng.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik