Wartain.com || Aparat Kepolisian Sektor Cibadak berhasil mengamankan empat remaja yang terlibat dalam aksi kekerasan menggunakan senjata tajam di wilayah perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Insiden tersebut diketahui bukan kejadian spontan, melainkan tawuran yang telah dirancang sebelumnya melalui media sosial.
Kapolsek Cibadak, AKP I Djubaedi, mengungkapkan bahwa para pelaku rata-rata berusia 18 tahun. Mereka masing-masing berinisial Al, ZD, RH, dan Rl.
“Peristiwa terjadi pada dini hari, berawal Sabtu malam dan masuk Minggu. Lokasinya di Jalan Nasional, Desa Pamuruyan, tepat di perbatasan Parungkuda dan Cibadak,” ujar Djubaedi kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Menurut hasil penyelidikan, keributan bermula dari ajakan seorang remaja berinisial A melalui grup media sosial. Ajakan tersebut ditujukan kepada rekan-rekannya di wilayah Cibadak untuk berkumpul, dengan jumlah sekitar 13 hingga 15 orang.
“Awalnya mereka diminta bantuan dengan dalih hendak mengambil sepeda motor jenis Aerox. Dari situ terungkap adanya konflik dengan kelompok lain dari wilayah Parungkuda,” jelasnya.
Sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan tersebut bergerak menuju Parungkuda. Namun saat tiba di kawasan Madu Odeng, situasi masih kondusif dan tidak terjadi bentrokan. Warga yang curiga melihat kerumunan remaja tersebut kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Anggota Polsek bersama warga membubarkan kelompok itu. Sebagian kembali ke Cibadak, namun ada juga yang terpisah dari rombongan,” kata Djubaedi.
Ketegangan justru terjadi saat mereka berada di kawasan perbatasan Parungkuda dan Cibadak. Di lokasi tersebut, kelompok ini bertemu dengan komunitas lain. Dari hasil pendalaman, pertemuan itu sudah disepakati sebelumnya.
“Mereka sudah saling janjian melalui Instagram. Jadi ini jelas tawuran yang direncanakan,” tegasnya.
Akibat bentrokan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Empat korban berinisial AS alias Alvin, B, MIF, dan MD harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi. Sementara satu korban lainnya hanya menjalani perawatan jalan dan telah dipulangkan.
Laporan kejadian diterima polisi pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB. Petugas langsung melakukan pengecekan korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Hingga Minggu malam atau Senin dini hari, empat orang berhasil kami amankan. Saat ini masih kami dalami peran masing-masing,” ungkap Djubaedi.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita barang bukti berupa satu bilah samurai, dua celurit, dan satu senjata tajam jenis corbek yang diduga digunakan saat tawuran. Senjata tersebut berasal dari dua kelompok yang terlibat.
“Kami mengimbau pihak lain yang masih terlibat agar segera menyerahkan diri. Identitas mereka sudah kami kantongi dan proses penyelidikan terus berlanjut,” pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan empat remaja dilarikan ke IGD RSUD Sekarwangi dalam kondisi bersimbah darah. Mereka mengaku menjadi korban serangan senjata tajam oleh kelompok bermotor pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik