26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 306

Kalahkan Petenis Nomor Satu Australia, Janice Tjen Melaju ke Babak Dua Abu Dhabi Open 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bintang tenis Indonesia Janice Tjen membuat kejutan usai mengalahkan petenis nomor satu Australia Maya Joint pada babak pertama Abu Dhabi Open 2026 dengan Senin (2/2).
Bertanding di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Janice Tjen berhasil mengalahkan Maya Joint dengan skor 7-6 (8-6), 3-6, 6-3.

Usai pertandingan, Janice Tjen mengakui laga tidak berjalan mudah. Menurutnya kunci dari kemenangan ini adalah soal eksekusi.

“Saya jelas merasa sangat senang karena ini bukan pertandingan yang mudah… Ini soal eksekusi. Saya senang semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Saya sangat senang dengan penampilan saya hari ini,” kata Janice dikutip dari Antara.

Joint merupakan petenis tunggal putri nomor satu Australia yang saat ini menempati peringkat 31 dunia dalam daftar Asosiasi Tenis Dunia (WTA). Sementara Janice berada di ranking 47 dunia.

Meski berbeda peringkat WTA, Janice mampu menaklukkan Joint dalam duel sengit yang berlangsung selama 2 jam 15 menit.

Setelah memenangi set pertama dengan skor ketat 7-6, Janice sempat kalah 3-6 lantaran lebih banyak melakukan kesalahan servis.

Pada set ketiga, petenis tunggal putri Indonesia itu mampu memenangi set ketiga dengan skor 3-6 ditutup dengan kesalahan Joint dalam mengembalikan servis.

Kemenangan ini mengantar Janice lolos ke babak kedua Abu Dhabi Open 2026. Selanjutnya Janice akan menghadapi petenis ranking 12 dunia asal Rusia, Luidmila Samsonova.

Selain turun di sektor tunggal putri, Janice juga bakal berlaga di sektor ganda. Kali ini Janice akan bertandem dengan rekan sesama petenis Asia Tenggara, Alexandra Eala asal Filipina.

Janice Tjen berharap para pendukungnya bisa terus berdatangan ke arena pertandingan.

“Sangat berarti bagi saya jika orang-orang datang dan mendukung saya. Semoga di pertandingan selanjutnya akan ada lebih banyak orang yang datang untuk mendukung saya,” ujar Janice.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Merawat Mutu Pendidikan dari Ruang Kelas: Disdik Sukabumi Perkuat Kompetensi Guru Lewat Beragam Skema

0

Wartain.com || Di balik proses belajar-mengajar di ruang kelas, ada upaya panjang yang terus dijalankan untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.

Di Kabupaten Sukabumi, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu perhatian utama Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai fondasi membangun pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Tak bertumpu pada satu sumber pembiayaan, Disdik Kabupaten Sukabumi mengoptimalkan berbagai skema anggaran demi mendukung pengembangan profesional guru.

Mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program pelatihan dari pemerintah pusat, hingga pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), semuanya diarahkan untuk satu tujuan: meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menuturkan bahwa peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkesinambungan dan fleksibel mengikuti kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah membuka berbagai jalur pendanaan agar proses peningkatan kualitas tenaga pendidik tidak terhambat.

“Peningkatan kompetensi guru tidak hanya bergantung pada satu sumber anggaran. Ada APBD melalui kegiatan pemerintah daerah, ada juga pelatihan yang difasilitasi pemerintah pusat,” ungkapnya, Selasa (3/2/2026).

Di tingkat sekolah, Dana BOS juga menjadi instrumen penting. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan, workshop, serta berbagai kegiatan pengembangan profesional guru sesuai kebutuhan satuan pendidikan masing-masing. Dengan cara ini, sekolah memiliki ruang untuk berinovasi dan mengembangkan kapasitas pendidiknya secara mandiri.

Lebih jauh, Ia mengingatkan bahwa guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) juga memegang peran strategis dalam peningkatan kualitas diri. Tunjangan tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk kesejahteraan, tetapi juga mengandung amanah untuk pengembangan kompetensi profesional.

“TPG itu bukan hanya soal kesejahteraan. Di dalamnya ada tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru,” tegasnya.

Beragam program pengembangan pun terus digulirkan, mulai dari pendidikan dan pelatihan (diklat), workshop, hingga program peningkatan kapasitas lainnya. Semua dirancang untuk memperkuat kemampuan pedagogik, profesional, dan karakter guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Bagi Disdik Kabupaten Sukabumi, peningkatan kompetensi guru bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Guru yang terus belajar diyakini akan melahirkan peserta didik yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Yang paling utama tentu peningkatan kualitas pendidikan. Ini bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Deden.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Rakornas Pusat–Daerah, Tegaskan Komitmen Dukung Kebijakan Nasional

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).

Rakornas yang mengusung tema “Pusat Memandu, Daerah Melaju, Indonesia Berdikari” ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyelarasan kebijakan serta pelaksanaan program prioritas nasional.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dan mandiri.

“Kita sudah bisa mengatakan bahwa Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri. Apapun perbedaan kita—suku, ras, agama, maupun pandangan politik—kita tetap satu keluarga besar Indonesia. Saya dipilih untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa kehadiran DPRD dalam Rakornas ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kebijakan nasional agar dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Rakornas ini, DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan kesiapan untuk bersinergi dan mendukung kebijakan nasional agar pelaksanaannya di daerah dapat berjalan searah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan visi pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaulat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Karim Benzema Resmi Gabung Al Hilal, Siap Panaskan Derby Riyadh Kontra Al Nassr

0

Wartain.com || Mantan penyerang Real Madrid, Karim Benzema, resmi meneken kontrak dengan klub top Arab Saudi, Al Hilal, hingga Juni 2027.

Kedatangan bomber asal Prancis ini diharapkan tidak hanya memperkuat lini serang Al Hilal, tetapi juga menambah sengitnya persaingan di Liga Pro Saudi.

Perpindahan ini secara otomatis akan mempertemukannya dengan rival-rival tangguh di liga, termasuk Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo, menjadikan Derby Riyadh yang semakin panas dan dinanti.

Al Hilal mengumumkan secara resmi kedatangan peraih Ballon d’Or ini di hari terakhir bursa transfer, awal Februari 2026. Sebelum berlabuh ke Al Hilal, Benzema menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh untuk Al Ittihad.

“Al Ittihad, babak ini berakhir, tapi rasa hormat dan terima kasih akan selalu ada. Terima kasih kepada klub, staf, rekan setim, dan terutama para penggemar atas sambutan, cinta, dan energi yang kalian berikan setiap hari,” ujarnya

Benzema menambahkan, “Perjalanan ini memberi saya banyak hal, baik secara pribadi maupun profesional. Saya pergi dengan kepala tegak, bangga telah mengenakan seragam ini dan atas semua yang kita bagi bersama. Saya berharap yang terbaik untuk selanjutnya,” hormat. Benzema.

Keputusannya untuk tidak memperpanjang kontrak di Al Ittihad disinyalir karena ketidakcocokan mengenai tawaran perpanjangan kontrak yang dianggap “tidak menghormati” oleh sang pemain.

Prestasi Benzema di Al Ittihad juga cukup impresif, dengan membukukan 54 gol dari 83 penampilan, serta 17 assist. Di musim lalu juga, iya mampu menghantarkan Al Ittihad juara liga Aran sekaligus piala raja.

Dengan deretan bintang internasional yang kini menghiasi klub-klub top Arab Saudi, kedatangan Benzema di Al Hilal semakin menegaskan ambisi liga tersebut untuk menjadi salah satu kekuatan sepak bola utama di dunia. Penggemar sepak bola kini menantikan aksi-aksi memukau Benzema, terutama dalam pertandingan-pertandingan krusial.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Musran II HIMPAUDI Desa Bojong Jengkol Fokus Pilih Ketua Ranting dan Susun Program Kerja

0

Wartain.com || Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Jampang Tengah menggelar Musyawarah Ranting (Musran) II yang dipusatkan di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Selasa (03/02/2026).

Kegiatan Musran II ini diikuti yakni Desa Nangerang, Desa Bojong Jengkol, dan Desa Bantar Panjang. Musyawarah tersebut menjadi forum penting dalam rangka konsolidasi organisasi di tingkat desa sekaligus pemilihan ketua ranting.

Sekretaris PC HIMPAUDI Kecamatan Jampang Tengah periode 2023–2027, Rani Nurhalimah, menjelaskan bahwa Musran II kali ini difokuskan pada pemilihan ketua ranting serta penyusunan rencana program kegiatan ke depan.

“Agenda utama hari ini adalah pemilihan ketua ranting di tingkat desa, sekaligus perencanaan program kegiatan HIMPAUDI di masing-masing ranting,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Jampang Tengah terdapat sembilan ranting HIMPAUDI, yang tersebar di Desa Jampang Tengah, Desa Nangerang, Desa Bojong Jengkol, Desa Sindangsresmi, Desa Padabeunghar, Desa Bojongtipar, Desa Cijulang, Desa Bantar Agung, dan Desa Tanjungsari.

Menurutnya, seluruh kegiatan di tingkat ranting berada di bawah koordinasi PC HIMPAUDI, sehingga setiap keputusan dan program terlebih dahulu dimusyawarahkan di tingkat ranting sebelum dibahas di tingkat kecamatan dan jenjang organisasi selanjutnya.

“Semua aspirasi dan rencana kegiatan kita bahas dulu di ranting. Setelah itu baru disampaikan ke tingkat kecamatan hingga ke tingkat berikutnya,” jelasnya.

Selain pemilihan ketua, kegiatan ranting ke depan juga akan difokuskan pada penguatan program peningkatan kompetensi pendidik PAUD, seperti kegiatan gugus dan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Iapun berharap, melalui Musran II ini, pengurus ranting yang terpilih dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Harapan kami, pengurus yang terpilih hari ini dapat lebih amanah, bertanggung jawab, dan mampu membawa HIMPAUDI ke arah yang lebih baik serta berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Investasi Obligasi sebagai Stabilitas Finansial

0

Wartain.com || Investasi obligasi terus menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam mengelola keuangan, terutama bagi investor yang mengutamakan stabilitas.

Meski dikenal relatif aman, instrumen investasi ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.

Salah satu kelebihan utama obligasi adalah pendapatan tetap berupa kupon yang dibayarkan secara berkala.

Hal ini memberikan kepastian arus kas bagi investor, berbeda dengan saham yang imbal hasilnya bergantung pada kinerja perusahaan.

Dari sisi kestabilan, harga obligasi cenderung lebih tidak fluktuatif dibandingkan saham, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat.

Obligasi juga berperan penting dalam diversifikasi portofolio untuk menyeimbangkan risiko investasi.

Tetapi investasi obligasi juga memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah risiko suku bunga, di mana kenaikan suku bunga dapat menyebabkan harga obligasi turun di pasar sekunder.

Selain itu, obligasi korporasi memiliki risiko kredit, yakni potensi gagal bayar jika kondisi keuangan penerbit memburuk.

Kekurangan lainnya adalah imbal hasil yang relatif lebih rendah dibandingkan saham dalam jangka panjang.

Sehingga investor perlu memperhatikan faktor likuiditas, karena tidak semua obligasi mudah diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.

Pengamat keuangan menekankan pentingnya memahami karakteristik obligasi secara menyeluruh sebelum berinvestasi.

Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan instrumen yang tepat, obligasi tetap dapat menjadi pilihan investasi yang menarik dan aman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Asep)

Desa Cikakak Sukabumi Miliki Potensi Besar di Sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Wisata Alam

0
Oplus_131072

Wartain.com || Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memiliki kekayaan potensi alam yang cukup lengkap dengan karakteristik geografis yang unik. Wilayah desa ini didominasi oleh dataran rendah di kawasan pesisir hingga perbukitan dan lereng bukit di bagian daratan yang lebih tinggi, menjadikannya memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pariwisata berbasis alam.

Secara topografi, wilayah Desa Cikakak merupakan perpaduan antara dataran rendah pesisir dan lereng atau punggung bukit. Ketinggian wilayahnya tergolong rendah, dengan beberapa titik berada di kisaran 39 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tanah di wilayah ini umumnya berupa tanah mineral, dengan karakter berbatu di beberapa area perbukitan. Meski demikian, wilayah perbukitan di Sukabumi Selatan, termasuk Cikakak, memiliki kerentanan terhadap pergerakan tanah sehingga pengelolaan dan konservasi lahan menjadi hal penting dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Cikakak, Dede Mulyadi, mengatakan bahwa kondisi geografis tersebut justru menjadi kekuatan utama desa jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan.

“Desa Cikakak memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir hingga perbukitan. Ini merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan secara terpadu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Dede dalam keterangannya, Selasa 03/02/2026.

Di sektor pertanian, Desa Cikakak dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi agro-wisata yang menjanjikan, terutama di bidang perkebunan durian. Kontur perbukitan yang dimiliki sangat cocok untuk pengembangan durian unggulan, seperti Durian Montong, Musang King, Matahari, dan Duri Hitam. Komoditas ini berpotensi menjadi ikon pertanian sekaligus daya tarik wisata berbasis perkebunan.

Selain durian, berbagai tanaman hortikultura juga cocok dikembangkan di Desa Cikakak, seperti kelapa kopyor, manggis dan pepaya yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman buah lainnya seperti alpukat, petai, nangka, dan sawo juga sesuai dengan kondisi tanah dan iklim tropis basah di wilayah tersebut.

Untuk tanaman pangan dan palawija, jagung menjadi salah satu komoditas yang berkembang pesat dan bahkan telah diarahkan sebagai bagian dari konsep agro-wisata. Selain itu, kacang tanah serta ubi kayu dan ubi jalar juga cocok dibudidayakan pada lahan tegalan atau daratan kering. Sementara itu, sektor persawahan masih cukup luas, dengan luasan area sawah di Kecamatan Cikakak mencapai kurang lebih 2.966 hektare.

“Pengelolaan lahan di wilayah lereng harus dilakukan dengan memperhatikan aspek konservasi, seperti penerapan terasering dan sistem drainase yang baik, agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan risiko longsor dapat diminimalkan,” tambah Dede.

Sebagai upaya menjaga kestabilan lahan di wilayah perbukitan, tanaman industri dan kehutanan seperti bambu dan mahoni memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain bernilai ekonomi, tanaman tersebut juga berfungsi sebagai penguat lereng dan pencegah erosi.

Di sektor perikanan, Desa Cikakak memiliki potensi pengembangan perikanan ikan air tawar, seperti melalui kolam budidaya milik warga dan pemanfaatan sumber air yang tersedia. Menurut Dede, perikanan air tawar berpeluang menjadi salah satu sektor pendukung ketahanan pangan desa sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Sementara itu, sektor pariwisata menjadi potensi unggulan lainnya. Desa Cikakak memiliki sejumlah destinasi wisata alam pesisir dan air terjun (curug) yang masih alami, di antaranya Pantai Cempaka Ratu, Pantai Kamboja, Pantai Kumala, Pantai Kadaka, Pantai Batu Karut, Curug Indra, dan Curug Kembar. Keindahan alam yang ditawarkan menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, wisata petualangan, hingga wisata healing.

Pantai Cempaka Ratu menjadi potensi wisata baru yang dinilai sangat menjanjikan. Pantai ini menyuguhkan panorama laut yang indah, hamparan pasir yang menawan, serta suasana alam yang masih terjaga. Dengan pengelolaan yang tepat, Pantai Cempaka Ratu berpeluang menjadi ikon wisata desa sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat, seperti usaha kuliner berbasis hasil laut, homestay, dan jasa wisata.

Dede Mulyadi menegaskan bahwa pengembangan seluruh potensi Desa Cikakak memerlukan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait. Melalui perencanaan yang matang dan pengelolaan berbasis keberlanjutan, potensi yang dimiliki diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami butuh sinergi dan kolaborasi antarintansi untuk mengembangkan dan memajukan semua potensi yang ada. Kedepan mudah-mudahan Desa Cikakak bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Elit Intelektual atau Penonton Kekuasaan? Refleksi Kritis atas Taklimat Presiden Kepada Perguruan Tinggi

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Negara, 15 Januari 2026, bukanlah sekadar agenda kenegaraan yang bersifat seremonial. Ia adalah teguran terbuka—bahkan bisa dibaca sebagai gugatan moral—kepada elit intelektual Indonesia yang selama ini nyaman berada di pinggir gelanggang sejarah.

Di hadapan para profesor yang kerap disebut sebagai the brains of the country, Presiden tidak sedang memuja kecerdasan akademik. Justru sebaliknya, ia mempertanyakan relevansi, keberanian, dan keberpihakan kaum terpelajar dalam menjawab krisis kebangsaan yang nyata: korupsi struktural, kebocoran kekayaan negara, lemahnya kedaulatan ekonomi, dan rapuhnya etika publik.

Pertanyaan mendasarnya sederhana namun menusuk: untuk siapa ilmu dikembangkan, dan untuk apa kecerdasan dipelihara?

Kepandaian Tanpa Keberpihakan

Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Gelar akademik berlimpah, publikasi ilmiah meningkat, kampus tumbuh megah. Namun ironi besar justru terletak di sini: kemajuan akademik tidak otomatis berbanding lurus dengan kemajuan moral dan keadilan sosial.

Presiden secara implisit mengkritik fenomena yang dalam filsafat ilmu disebut epistemic arrogance—ketika pengetahuan tercerabut dari nurani. Ilmu lalu berhenti menjadi alat pencerahan, dan berubah menjadi aksesoris kekuasaan, pembenaran teknokratis, bahkan pelumas bagi sistem yang timpang.

Di titik ini, perguruan tinggi patut bertanya dengan jujur: apakah kampus masih menjadi ruang pembentukan kesadaran kritis, atau telah berubah menjadi pabrik legitimasi bagi status quo?

Elit Intelektual vs Elit Moral

Presiden menegaskan bahwa nasib bangsa ditentukan oleh elitnya. Pernyataan ini sejalan dengan teori klasik tentang peran elit dalam sejarah. Namun yang digarisbawahi Presiden bukan sekadar keberadaan elit, melainkan kualitas moral elit itu sendiri.

Sejarah bangsa-bangsa menunjukkan bahwa kehancuran tidak selalu diawali oleh kebodohan, melainkan oleh kecerdasan yang kehilangan etika. Negara runtuh bukan karena kekurangan teori, tetapi karena surplus pembenaran.

Perguruan tinggi, sebagai ruang reproduksi elit, tak cukup mencetak smart people. Bangsa ini membutuhkan wise people—intelektual yang berani mengatakan tidak pada ketidakadilan, meski harus berhadapan dengan risiko sosial dan politik.

Kedaulatan Berpikir dan Kritik atas Barat
Ketika Presiden membedah statecraft dan mengkritik hegemoni teori Barat—demokrasi, HAM, neoliberalisme—ia sedang mengajak akademisi keluar dari posisi sebagai konsumen pasif pengetahuan global.

Pengakuan jujurnya tentang keterpesonaan masa lalu pada neoliberalisme adalah refleksi epistemologis yang langka di panggung kekuasaan. Barat mengajarkan nilai universal, tetapi kerap mengingkarinya ketika bertabrakan dengan kepentingan nasional mereka sendiri. Di sinilah ironi globalisasi pengetahuan terbuka.

Pesan Presiden jelas: Indonesia tidak boleh menjadi koloni teori. Kampus harus berani melahirkan pemikiran kontekstual, berakar pada realitas sosial bangsa, bukan sekadar mengulang silabus global yang ahistoris dan steril dari penderitaan rakyat.
Modal Sosial yang Terancam Hilang
Dua kisah personal yang disampaikan Presiden—pengalaman individualisme di Amerika dan keramahan rakyat kecil Indonesia—bukan nostalgia emosional. Itu adalah pengingat keras bahwa kekuatan Indonesia sejatinya terletak pada modal sosial: solidaritas, empati, dan kemanusiaan.

Masalahnya, nilai-nilai ini justru paling cepat hilang di kalangan elit terdidik yang hidup jauh dari denyut rakyat. Kampus yang terlalu steril dari realitas sosial cenderung melahirkan kebijakan dingin, teknokratis, dan tidak manusiawi.
Di sinilah pentingnya engaged scholarship: ilmu yang tidak hanya berbicara tentang masyarakat, tetapi hidup dan berpihak bersama masyarakat.

Korupsi dan Keheningan Akademik

Paparan Presiden tentang underinvoicing, capital outflow, dan birokrasi yang kebal akuntabilitas adalah diagnosis telanjang atas korupsi struktural. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah keheningan akademik terhadap patologi ini.
Ketika data disembunyikan dan sistem dirancang untuk gelap, diamnya kaum intelektual bukanlah netralitas—melainkan kompromi moral.

Pernyataan Presiden bahwa pejabat dan jenderal korup adalah kriminal adalah garis etika yang tegas. Dunia akademik semestinya berdiri di garis yang sama: menjadi penjaga akal sehat publik, bukan penonton yang nyaman.

Dari Menara Gading ke Tanggung Jawab Sejarah

Taklimat Presiden sejatinya adalah seruan untuk mengakhiri ilusi menara gading. Bangsa ini tidak kekurangan kecerdasan, tetapi kekurangan keberanian moral dan komitmen kebangsaan.

Elit intelektual dituntut kembali pada hakikat ilmunya: sebagai jalan pengabdian. Karena ilmu yang tidak membela kehidupan hanyalah kecerdasan yang hampa, dan akademisi yang takut pada kebenaran sesungguhnya telah mengkhianati mandat sejarahnya.

Indonesia tidak membutuhkan profesor yang sekadar pandai berbicara. Indonesia membutuhkan intelektual yang berani berpihak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pohon Mahoni Tumbang Tutupi Jalan Nasional Cikembang–Bagbagan, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

0

Wartain.com || Sebuah pohon mahoni tumbang dan menutupi badan Jalan Nasional Cikembang–Bagbagan, tepatnya di Kampung Cibogo, Desa Bojong Galing, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Senin, 2/2/2026 malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WIB dan menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat.

Pohon berukuran besar itu roboh melintang di jalan hingga menimpa salah satu rumah warga di sekitar lokasi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Akses jalan sempat tertutup total, terutama bagi kendaraan roda empat.

Sebelum petugas datang, masyarakat sekitar secara swadaya membantu para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, untuk melintasi lokasi dengan cara menggotong dan menggeser batang pohon yang tumbang agar dapat dilewati.

Tak berselang lama, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi Pos 1 Palabuhanratu tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemotongan pohon guna membuka kembali akses jalan nasional tersebut.

Salah seorang pengendara roda empat, Nasir, mengaku harus tertahan cukup lama akibat kejadian itu.

“Saya sedang dalam perjalanan menuju arah Sukabumi untuk berbelanja kebutuhan warung, tapi tertahan hampir satu jam karena jalan tertutup pohon tumbang,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan Nasional Cikembang–Bagbagan kembali normal dan dapat dilalui oleh seluruh jenis kendaraan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pers Sehat, Investasi Kuat: Menjaga Nadi Ekonomi Kabupaten Sukabumi di HPN 2026

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan Penasehat SMSI Sukabumi Raya

Wartain.com || Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang mengangkat tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” membawa pesan reflektif bagi seluruh insan pers di Tanah Air, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Di tengah target daerah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, pers bukan lagi sekadar penyampai berita, melainkan instrumen vital dalam menjaga stabilitas dan daya tarik investasi ke Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah terluas kedua di Jawa dan Madura ini.

Pers sebagai “Etalase” Potensi Daerah

Kabupaten Sukabumi memiliki modal besar, mulai dari sektor pariwisata hingga industri manufaktur. Namun, potensi tersebut membutuhkan narasi yang positif dan kredibel agar sampai ke telinga investor global maupun nasional. Melalui pemberitaan yang objektif mengenai kemajuan infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Bocimi, pers membantu membangun kepercayaan bahwa konektivitas wilayah semakin membaik. Informasi yang akurat mengenai kemudahan perizinan dan ketersediaan lahan menjadi pemantik minat bagi para pemilik modal.

Menjaga Kondusivitas melalui Jurnalisme Bertanggung Jawab

Kondusivitas adalah kunci utama investasi. Investor sangat sensitif terhadap isu sosial dan ketidakpastian hukum. Di sinilah peran krusial pers sebagai filter informasi. Dengan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik, pers di Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu meredam provokasi dan menangkal hoaks yang berpotensi memicu kegaduhan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan media massa dalam mengomunikasikan kebijakan secara jernih akan menciptakan iklim usaha kondusif yang aman.

Kontrol Sosial yang Membangun

Mendukung investasi tidak berarti pers kehilangan taji kritisnya. Justru melalui fungsi kontrol sosial, pers memastikan bahwa setiap proyek investasi berjalan sesuai regulasi dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat lokal. Kritik yang konstruktif terhadap hambatan birokrasi atau isu lingkungan akan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efisien—sebuah nilai tambah yang sangat dicari oleh investor serius.

Harapan di HPN 2026

Memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi global semakin kompleks. Kabupaten Sukabumi harus mampu bersaing dengan daerah lain dalam memperebutkan kue investasi. Momentum perayaan HPN 2026 yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten ini harus menjadi pengingat bagi insan pers di Sukabumi untuk terus bertransformasi menjadi mitra strategis pembangunan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dengan menghadirkan informasi yang edukatif, proporsional, dan bertanggung jawab, pers akan menjadi pilar utama yang memastikan roda ekonomi Kabupaten Sukabumi berputar semakin kencang, menggerakkan perekonomian masyarakat akan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)