26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 305

Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 Usai Taklukkan Vietnam 3-2

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia melenggang ke babak semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 setelah menaklukkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada laga perempat final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa malam, 3 Februari 2026.

Kemenangan Indonesia ditentukan melalui gol-gol yang dicetak Brian Ick pada menit ke-4, Ardiansyah Nur menit ke-11, dan Reza Gunawan menit ke-26. Sementara dua gol balasan Vietnam disumbangkan oleh Nguyen Da Hai pada menit ke-25 dan 36.

Sejak awal pertandingan, skuad Garuda tampil agresif. Indonesia langsung membuka keunggulan pada menit ke-4 melalui Brian Ick yang memanfaatkan skema kerja sama tim, sebelum Ardiansyah Nur menggandakan keunggulan di menit ke-11 lewat skema bola mati. Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Vietnam berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui gol Nguyen Da Hai pada menit ke-25. Namun, Indonesia kembali menjauh lewat gol Reza Gunawan di menit ke-26. Vietnam sempat menambah satu gol lagi pada menit ke-36, tetapi Indonesia mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Hasil ini memastikan Indonesia melaju ke semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026, sekaligus menjaga asa tampil sebagai juara di hadapan publik sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pemkot Sukabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Puskesmas Hadapi Potensi Virus Nipah

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan layanan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya virus Nipah. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah Kota Sukabumi, penguatan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan dinilai penting untuk mendeteksi dini berbagai penyakit menular.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan bahwa seluruh Puskesmas diminta untuk tetap siaga dan aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, termasuk virus Nipah dan jenis flu lainnya.

“Walaupun belum ada kasus, kesiapsiagaan harus tetap dijaga. Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pemantauan dan edukasi kesehatan di masyarakat,” ujar Ida Halimah, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, selain penguatan pemantauan, Dinkes juga menekankan pentingnya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan paling mendasar. Menurutnya, kebiasaan hidup sehat mampu menekan risiko penularan berbagai penyakit.

Dalam upaya tersebut, petugas kesehatan juga diminta mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebugaran tubuh agar daya tahan tetap optimal.

Ida Halimah turut mengingatkan risiko penularan virus Nipah yang dapat terjadi melalui makanan, khususnya buah-buahan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, kebiasaan mencuci tangan, membersihkan buah sebelum dikonsumsi, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi perhatian utama.

Sebagai penyakit zoonosis, virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia dan dalam kondisi tertentu juga dapat menyebar antarmanusia. Gejalanya bervariasi, mulai dari ringan hingga gangguan pernapasan akut dan peradangan otak.

Melalui langkah antisipatif ini, Dinkes Kota Sukabumi berharap masyarakat tetap waspada tanpa rasa panik, sekaligus mempercayakan pemantauan kesehatan kepada fasilitas layanan kesehatan yang terus disiagakan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Disnakertrans Sukabumi Dorong Dialog Damai Terkait Mogok Kerja Karyawan PT YHS

0

Wartain.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT Younghyun Star Indonesia di Kecamatan Cibadak.

Pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga stabilitas hubungan industrial serta mengedepankan komunikasi terbuka sebagai jalan keluar dari persoalan ketenagakerjaan yang terjadi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap polemik antara pekerja dan manajemen perusahaan dapat diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap iklim ketenagakerjaan.

Menurutnya, situasi semacam ini membutuhkan sikap saling menahan diri dari kedua belah pihak agar suasana tetap kondusif dan solusi dapat ditemukan melalui mekanisme yang tepat.

“Kami berharap persoalan ini bisa dibicarakan dengan baik oleh perusahaan dan pekerja. Jaga suasana tetap kondusif, bangun kebersamaan, dan sampaikan aspirasi melalui serikat pekerja maupun forum internal perusahaan,” ujar Sigit, Selasa (3/2/2026).

Sigit menjelaskan, peran Disnakertrans lebih difokuskan pada fungsi pembinaan dan fasilitasi hubungan industrial. Pemerintah daerah tidak berada pada posisi untuk mencampuri kebijakan internal perusahaan, namun tetap memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk menjaga keharmonisan antara pekerja dan pemberi kerja.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terhadap kebijakan perusahaan. Tugas kami adalah melakukan pembinaan agar hubungan antara pekerja dan perusahaan tetap berjalan baik,” jelasnya.

Disnakertrans juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka, proporsional, dan berkelanjutan, sehingga masing-masing pihak dapat memahami kondisi serta kepentingan satu sama lain.

Dengan pendekatan tersebut, solusi yang dihasilkan diharapkan mampu melindungi hak pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

“Kami berharap ada titik temu yang menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi mogok kerja tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi pekerja menyusul adanya rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan.

Hingga kini, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengimbau seluruh pihak untuk tetap mengedepankan dialog serta menjaga ketertiban di lingkungan kerja.***(RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

MoU Pemkot Sukabumi–UI–BP2MI Dibidik Buka Akses Kerja dan Tingkatkan Daya Saing Warga

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah strategis untuk memperluas akses kerja dan meningkatkan daya saing masyarakat melalui kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Balairung Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Senin (2/2/2026) siang.

Penandatanganan MoU yang bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Universitas Indonesia ke-76 itu dihadiri oleh Bobby Maulana yang mewakili Wali Kota Sukabumi. Kerja sama ini diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi warga Sukabumi untuk memperoleh peningkatan keterampilan, peluang kerja yang lebih luas, hingga layanan publik yang berbasis riset dan inovasi.

Menurut Bobby Maulana, kemitraan dengan UI dan BP2MI dirancang sebagai jawaban atas tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Kota Sukabumi, terutama tingginya jumlah pencari kerja yang mencapai sekitar 15.400 orang.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Tujuannya jelas, membuka peluang kerja, meningkatkan kompetensi warga, serta memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi dan pelatihan yang relevan, termasuk kesempatan bekerja ke luar negeri secara aman dan terukur,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan BP2MI, Pemerintah Kota Sukabumi akan mendorong program pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, sekaligus memberikan pendampingan dan informasi terkait penempatan pekerja migran yang legal dan terlindungi.

Tak hanya sektor ketenagakerjaan, kerja sama ini juga menyasar peningkatan kualitas layanan kesehatan. RSUD Syamsudin, S.H. (RS Bunut) akan menjalin kolaborasi dengan Universitas Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia tenaga medis, peningkatan mutu pelayanan, serta pelaksanaan riset bersama di bidang kesehatan.

Di sisi lain, kolaborasi dengan UI juga diperluas ke bidang pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan. Fokusnya mencakup riset daerah, seminar, kajian kebijakan publik, serta program pendidikan yang mendukung peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat.

Bobby Maulana menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan solusi yang berdampak langsung bagi warga.

“Pendidikan, pelatihan kerja, layanan kesehatan, hingga riset kebijakan kami dorong agar semuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi,” katanya.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu membangun ekosistem pembangunan berbasis data dan riset, sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat Sukabumi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga kolaborasi ini membawa manfaat nyata dan menjadi langkah penting menuju Kota Sukabumi yang semakin maju dan bercahaya,” pungkasnya.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

Dadan Hindayana Sebut, Program MBG Indonesia Sedang Dipantau AS

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipantau organisasi nirlaba asal Amerika Serikat (AS), Rockefeller Foundation. Hal itu dikarenakan dampaknya yang tidak hanya ke ekonomi, melainkan juga masalah perbaikan gizi masyarakat.

“Yang jelas memang kita sekarang dipantau. Terutama dengan program ini kan terlihat ya, bahwa selain kita melakukan intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga ekonomi di masyarakat bergerak kencang karena uang yang kita turunkan langsung ke bawah,” kata Dadan usai Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat & Daerah di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dadan menyebut Rockefeller Foundation pernah datang ke Indonesia dan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo Subianto bersama dirinya. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti program MBG di Indonesia yang melibatkan banyak mitra.

“Memang mereka menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia termasuk dengan metode yang baru pertama kali dilakukan di dunia, di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat. Saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka,” tutur Dadan.

Dadan menilai pergerakan roda ekonomi sangat cepat dengan adanya program MBG. Di Januari 2026 saja pihaknya mengaku sudah mengeluarkan Rp 19,5 triliun untuk program tersebut.

“Sampai saat ini Badan Gizi Nasional sudah mengeluarkan Rp 19,5 triliun untuk Januari dan itu menggerakkan roda ekonomi tidak hanya kebutuhan bahan baku meningkat, tetapi juga faktor ikutannya,” imbuhnya.

Dadan mengklaim banyak wirausaha baru yang muncul di Indonesia berkat program MBG. Salah satunya yaitu bergerak di bidang produksi sabun cuci.

“Karena kebutuhan SPPG banyak. Satu SPPG, satu hari itu membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun. Jadi banyak sekali para usahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun sekarang diuntungkan dengan program ini,” ucapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

R.M Sunda Nikmat Saung Baskom, Cita Rasa Khas Sunda yang Bikin Ketagihan

0

Wartain.com || R.M Saung Baskom Sunda Nikmat menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib disinggahi saat berkunjung ke kawasan Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Rumah makan bernuansa khas Sunda ini menawarkan suasana santai, sehingga pengunjung dapat menikmati hidangan tradisional sambil merasakan udara segar yang dekat pesisir pantai.

Tidak jauh dari kawasan pantai dan jalur wisata, termasuk Pantai Karanghawu, Saung Baskom kerap dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara. Letaknya yang strategis membuat rumah makan ini mudah dijangkau oleh para pelancong yang ingin beristirahat sejenak sambil mencicipi kuliner khas Sunda.

Adapun, menu yang ditawarkan pun sangat beragam dan menggugah selera. Beberapa hidangan andalan di antaranya nasi liwet, ikan bakar, ikan goreng, serta karedok. Untuk minuman sendiri, tersedia berbagai pilihan seperti matcha, kopi, dan aneka minuman lainnya yang cocok dinikmati kapan saja.

Cita rasa masakan yang enak dan lezat menjadi daya tarik utama R.M Saung Baskom Sunda Nikmat. Bumbu khas Sunda yang meresap sempurna membuat setiap hidangan terasa autentik dan memanjakan lidah para pengunjung dari berbagai kalangan.

Diketahui, soal harga, Saung Baskom terbilang ramah di kantong. Menu makanan dibanderol mulai dari Rp25.000 hingga Rp55.000, sementara itu paket nasi liwet lengkap bisa dinikmati dengan harga Rp150.000, bisa untuk 5 sampai 7 orang. Harga tersebut dinilai sebanding dengan porsi dan kualitas rasa yang disajikan.

Selain itu, Saung Baskom juga menerima pesanan catering untuk berbagai acara. Pelayanan sangat ramah dan merakyat mengedepankan emosional yang tinggi.

Selain para wisatawan, Influencer dan artis-artis ternama tanah air pernah singgah dan mencicipi kuliner seperti Saeful Jamil, Maxime, Arbani. Lebih dari itu, pernah diliput dalam acara tv nasional.

Target pasar rumah makan ini memang menyasar wisatawan, termasuk turis asing atau bule yang banyak berkunjung ke kawasan Karangpapak dan sekitarnya. Hal ini tak lepas dari letaknya yang dekat dengan objek wisata pantai serta spot surfing yang terkenal di kalangan mancanegara.

Pengelola R.M Saung Baskom Sunda Nikmat, Esda, mengungkapkan bahwa usaha ini terus mengalami peningkatan pengunjung, terutama saat akhir pekan. “Alhamdulillah, di hari biasa omset bisa mencapai sekitar Rp1.500.000 per hari. Kalau weekend bisa naik sampai Rp5.000.000, bahkan pernah tembus Rp7.000.000,” ujar Esda.

Ia menambahkan, kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama dalam mengelola rumah makan ini. “Kami selalu menjaga kualitas rasa dan pelayanan, supaya pelanggan merasa nyaman dan ingin kembali lagi. Banyak wisatawan yang sudah jadi langganan karena suka dengan masakan khas Sunda di sini,” kata Esda.

Selain melayani makan di tempat, R.M Saung Baskom Sunda Nikmat juga sudah terdaftar di layanan GrabFood untuk memudahkan pelanggan memesan dari mana saja. Dengan konsep tradisional, rasa autentik, serta lokasi strategis di kawasan wisata, Saung Baskom terus menjadi pilihan favorit bagi pencinta kuliner khas Sunda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Hari Lahan Basah Sedunia 2026, DKUKM Sukabumi Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal dan Keberlanjutan

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang jatuh setiap 2 Februari, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026 mengangkat tema “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya”. Tema ini menjadi pengingat pentingnya peran kearifan lokal dan pengetahuan tradisional dalam menjaga ekosistem lahan basah sekaligus menopang keberlanjutan usaha masyarakat.

Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyampaikan bahwa lahan basah tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Berbagai produk lokal seperti hasil olahan alam, pangan tradisional, hingga kerajinan berbasis budaya dapat dikembangkan oleh koperasi dan UMKM secara berkelanjutan.

“Jika dikelola dengan bijak dan bertanggung jawab, lahan basah mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa DKUKM Kabupaten Sukabumi secara konsisten mendorong pelaku koperasi dan UMKM untuk tumbuh mandiri, berdaya saing, dan adaptif terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam harus selaras dengan upaya perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya lokal.

Melalui momentum Hari Lahan Basah Sedunia 2026 ini, DKUKM Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh pemangku kepentingan, pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga keberadaan lahan basah.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta berpijak pada potensi dan kearifan lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Diamankan, Polisi Bongkar Peredaran Sabu dan Ganja di Sukabumi

0

Wartain.com || Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika. Pada Senin (2/2/2026), polisi berhasil membongkar dua kasus narkotika berbeda yang melibatkan sabu dan ganja, dengan total empat orang terduga pelaku berhasil diamankan.

Pengungkapan pertama dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah yang berlokasi di Kampung Gunungguruh, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku berinisial A (23), warga Kecamatan Warudoyong, AH (36), warga Kecamatan Gunungguruh, serta MDS (41), warga Warudoyong, Kota Sukabumi.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari terduga pelaku A, berupa satu paket sabu seberat 0,36 gram, empat pot gelas plastik berisi masing-masing satu tanaman ganja, serta satu unit telepon genggam.

Sementara itu, dari tangan AH, petugas menyita satu unit handphone dan satu timbangan digital. Adapun dari MDS, polisi mengamankan satu unit handphone.
Dalam pemeriksaan awal, A mengaku memperoleh tanaman ganja tersebut dari MDS dengan tujuan untuk diedarkan kembali.

Tak berselang lama, sekitar pukul 16.00 WIB di hari yang sama, Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota kembali mengungkap kasus peredaran sabu di wilayah Kecamatan Cisaat. Seorang terduga pelaku berinisial RGG (31), warga Kecamatan Cisaat, diamankan di kediamannya di Jalan Babakan Damai, Desa Babakan.

Dari penggeledahan di lokasi tersebut, petugas menemukan delapan paket sabu dengan total berat 2,76 gram, satu unit timbangan digital, serta satu unit handphone. Kepada polisi, RGG mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial K yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Kami berkomitmen penuh untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba. Kasus ini akan terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ujar Tenda, Selasa (3/2/2026).

Saat ini, seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Para tersangka dalam kasus pertama dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 111 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2026, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, DP3A Sukabumi Tekankan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak

0

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi turut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari.

Peringatan ini dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lahan basah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, khususnya bagi perempuan dan anak.

Pada tahun 2026, Hari Lahan Basah Sedunia mengangkat tema “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya”. Tema ini menegaskan bahwa pelestarian lahan basah tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun dan terbukti mampu menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, S.K.M., M.Si, menyampaikan bahwa lingkungan yang sehat memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak. Lahan basah yang terjaga, menurutnya, berkontribusi besar terhadap ketersediaan air bersih, pengendalian bencana, serta terciptanya ruang hidup yang aman dan layak.

“Pelestarian lahan basah bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup perempuan dan anak. Lingkungan yang sehat akan berdampak langsung pada kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan mereka,” ujar Agus Sanusi.

Ia menambahkan, DP3A Kabupaten Sukabumi terus mendorong pengarusutamaan gender dan perlindungan anak dalam setiap aspek pembangunan, termasuk dalam kebijakan dan program yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan yang dijalankan bersifat inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Melalui peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026, DP3A Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lahan basah.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang perempuan dan anak secara optimal, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Komitmen Disnakertrans Wujudkan Iklim Investasi yang Sehat

0

Wartain.com || Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan maupun para buruh, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah.

Sigit menyampaikan bahwa investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar.

“Harapannya, iklim investasi di Sukabumi bisa terus terjaga dengan baik. Mari kita saling menjaga kondusifitas, baik dari pihak perusahaan maupun para buruh,” ujar Sigit, Selasa 3 Januari 2026

Menurutnya, keberadaan investasi bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan efek berantai berupa peningkatan lapangan pekerjaan dan pergerakan sektor usaha lainnya di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah hubungan industrial secara dialogis. Setiap permasalahan yang muncul, kata Sigit, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah agar menghasilkan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.

“Ketika ada permasalahan, mari kita cari solusi terbaik atau win-win solution. Dengan begitu, iklim usaha tetap kondusif dan hubungan industrial tetap harmonis,” jelasnya.

Sigit berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pekerja dapat terus diperkuat demi menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang ramah investasi.

“Mari kita jadikan Kabupaten Sukabumi lebih baik lagi, dengan peningkatan ekonomi dan investasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)