26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 304

Reses Masa Sidang I Tahun 2026, Junajah Jajah Nurdiansyah Serap Aspirasi Warga Cibodas

0

Wartain.com || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi resmi memulai kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Anggaran 2026.

Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 6 Februari 2026 ini, dilaksanakan secara serentak oleh seluruh anggota dewan di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

Junajah Jajah Nurdiansyah selaku Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDIP mengawali rangkaian resesnya di Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, pada Rabu (4/2/2026) bertempat di Yayasan Annur Cibodas.

Kegiatan reses tersebut, di hadiri oleh Kepala Desa Cibodas, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, pemuda, dan puluhan warga setempat yang ingin menyampaikan langsung aspirasinya.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa reses merupakan instrumen penting bagi wakil rakyat untuk turun langsung mendengarkan keluhan, harapan, dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Setiap sudut Kabupaten Sukabumi memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Melalui reses ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pembangunan yang diambil nantinya benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Junajah di hadapan konstituen.

Selain menampung aspirasi, reses ini juga menjadi ajang edukasi mengenai regulasi kewenangan pembangunan. Junajah menjelaskan bahwa tidak semua usulan warga dapat langsung dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi karena adanya pembagian kewenangan secara administratif.

Salah satu poin yang disoroti adalah pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling) yang kini statusnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Masyarakat perlu memahami bahwa ada beberapa sektor, seperti ruas jalan tertentu, yang kewenangannya berada di tingkat provinsi. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan komitmen kami. Aspirasi tersebut tetap kami catat untuk kemudian dikoordinasikan dan didorong melalui jalur delegasi ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Seluruh hasil serap aspirasi dari masa reses ini nantinya akan dihimpun dalam laporan resmi untuk disampaikan dalam Sidang Paripurna, sebagai bahan penyusunan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Sukabumi untuk tahun mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Fikri)

UPTD PPA Sukabumi Tangani 239 Kasus Kekerasan dan Perlindungan Khusus Sepanjang 2025

0

Wartain.com || UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 239 korban yang terdiri dari Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) serta perempuan korban kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan berbagai permasalahan lainnya sepanjang tahun 2025.

Jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi laporan yang ditangani oleh UPTD PPA Wilayah Sukabumi Utara dan Wilayah Palabuhanratu (Sukabumi Selatan), yang berasal dari pengaduan masyarakat maupun laporan langsung dari korban.

Kepala UPTD PPA Wilayah Sukabumi, Ricky Wahyudi, menjelaskan bahwa data tersebut mencerminkan kasus yang telah masuk dan ditangani secara resmi oleh lembaganya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.

“Kasus yang tercatat adalah yang dilaporkan dan ditangani. Masih ada kemungkinan sejumlah peristiwa belum terungkap. Namun, hal ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk melapor ketika terjadi pelanggaran terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya, Rabu (04/02/2026).

Dari sisi kelompok korban, anak perempuan menjadi kelompok paling rentan, dengan jumlah mencapai 136 orang atau sekitar 57 persen dari total kasus. Disusul perempuan dewasa sebanyak 71 orang atau 30 persen, serta anak laki-laki sebanyak 32 orang.

Sementara itu, berdasarkan jenis kasus, kekerasan seksual masih menjadi persoalan paling dominan, dengan total 137 korban. Mayoritas korban kekerasan seksual merupakan anak perempuan, disusul anak laki-laki dan perempuan dewasa.

Selain itu, tercatat 18 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 24 kasus tindak pidana perdagangan orang, serta 60 kasus lainnya.

Kategori kasus lainnya meliputi penelantaran, perundungan, kekerasan fisik dan psikis, perundungan siber, eksploitasi, pemerasan, sengketa hak asuh anak, hingga kondisi tertentu yang menyebabkan anak membutuhkan perlindungan khusus.

Ia juga menegaskan, UPTD PPA terus berkomitmen memperkuat layanan pendampingan bagi korban serta memperluas kerja sama lintas sektor.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar kasus-kasus serupa dapat dicegah dan ditangani secara maksimal,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Musyawarah Ranting II Himpaudi Kecamatan Cikembar Digelar, Pilih Ketua Ranting Masa Bakti 2026–2029

0

Wartain.com || Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Cikembar menggelar Musyawarah Ranting (Musran) II di Aula Sekolah SKB Cikembar, sebagai agenda penting organisasi dalam rangka pemilihan Ketua Ranting Himpaudi masa bakti 2026–2029, Rabu (04/02/2026).

Ketua PC Himpaudi Kecamatan Cikembar, Wawang Suangsih, menjelaskan bahwa Musyawarah Ranting merupakan forum tertinggi di tingkat ranting yang dilaksanakan secara demokratis, mirip dengan mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab), namun cakupannya berada di tingkat desa.

“Secara ideal Musran dilaksanakan di masing-masing desa. Namun karena keterbatasan anggaran, pelaksanaan Musyawarah Ranting II ini disatukan dalam satu lokasi, dan diikuti oleh seluruh perwakilan desa se-Kecamatan Cikembar,” jelasnya.

Musyawarah ini diikuti oleh seluruh ranting Himpaudi dari desa-desa yang ada di Kecamatan Cikembar. Selain pemilihan ketua ranting baru, forum ini juga menjadi sarana evaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, sekaligus menyampaikan masukan dan harapan untuk kepengurusan yang baru.

Ia juga menegaskan, kepengurusan baru diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik serta melakukan peningkatan kualitas organisasi dan kinerja ke depan.

“Yang baik-baiknya dari kepengurusan sebelumnya harus diteruskan. Harapannya, pengurus baru bisa bekerja lebih baik dan membawa peningkatan dibanding periode sebelumnya,” ujarnya.

Adapun program yang menjadi perhatian dalam kepengurusan ranting antara lain bidang organisasi dan keanggotaan, seperti pengelolaan KTA dan administrasi anggota, bidang kas dan usaha sekretariat terkait pengelolaan dana, serta bidang humas dan sosial, termasuk penggalangan donasi bagi anggota atau masyarakat yang tertimpa musibah dan bencana.

Untuk pelaporan organisasi, Wawang menyampaikan bahwa laporan kegiatan dan pertanggungjawaban disampaikan kepada Himpaudi Kabupaten, bukan langsung ke pihak kecamatan.

Ke depan, Himpaudi Kecamatan Cikembar juga merencanakan program pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru PAUD, sebagai upaya meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

“Pelatihan-pelatihan untuk guru PAUD menjadi rencana ke depan agar kualitas pendidik semakin meningkat,” pungkasnya.

Musyawarah Ranting II ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi Himpaudi di tingkat ranting serta mempererat sinergi antarpendidik PAUD se-Kecamatan Cikembar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Harlah Satu Abad NU, Bupati Sukabumi Ajak Jaga Persatuan dan Kolaborasi Ulama–Umara

0

Wartain.com || Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 atau satu abad Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Kabupaten Sukabumi, digelar di Alun-alun Masjid Agung Palabuhanratu, Rabu,4/2/2025. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi peran NU dalam menjaga persatuan umat dan membangun peradaban bangsa.

Acara Harlah satu abad NU dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI, Wakil Bupati Sukabumi, jajaran Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal, Direktur Rumah Sakit, Perumda, BUMN, para Camat se-Kabupaten Sukabumi, pimpinan organisasi keagamaan, Ketua APKASI, APDESI, Baladewa Nusantara, Forum BPD, alim ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran PCNU Kabupaten Sukabumi. Turut hadir pula sebagian pelajar tingkat SLTA di wilayah Palabuhanratu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Jafar, selaku pembina apel. Setelah apel, acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim, penampilan kreasi seni paduan suara serta tari Saman yang dibawakan oleh PPNU Darussyifa Alfitroh Sukabumi. Kegiatan kemudian diisi dengan orasi kemerdekaan dan ditutup dengan acara puncak berupa tablighul Islamiyah yang disampaikan oleh KH Rhoma Muda.

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi Asep Jafar menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Nahdlatul Ulama selama satu abad dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun karakter masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

“Selama 100 tahun, Nahdlatul Ulama telah berdiri kokoh, berjuang, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, termasuk dalam memperkokoh karakter spiritual dan mental masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep Jafar.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah dan mendorong pembangunan.

“Kolaborasi antara ulama dan pemerintah adalah kunci terwujudnya stabilitas daerah. Saya mengajak seluruh kader Nahdlatul Ulama untuk terus menjadi garda terdepan dalam mendukung program pembangunan demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah,” katanya.

Peringatan Harlah satu abad NU ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas wilayah, serta meneguhkan peran Nahdlatul Ulama sebagai pelindung umat dan pilar peradaban di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dari Pekarangan Rumah : Guru Honorer SMP di Sukabumi Bangun Kemandirian Pangan Lewat Beternak Ayam Kampung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kemandirian pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas atau modal besar. Dari sebuah pekarangan rumah sederhana di Kampung Cipeueteuy, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, seorang guru honorer membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa tumbuh dari ketekunan dan kemauan untuk mencoba.

Adalah Siti Nurafifah, guru honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang sejak tahun 2024 merintis usaha peternakan ayam kampung dengan nama Prtama Farm. Di sela-sela kesibukannya mengajar, ia memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk membangun usaha ternak berbasis kemandirian pangan keluarga.

Usaha ini berawal dari langkah sederhana. Siti Nurafifah hanya memelihara dua pasang ayam kampung, masing-masing dua ekor jantan dan dua ekor betina. Seiring waktu, melalui perawatan yang konsisten, jumlah ayam terus berkembang hingga berkali-kali lipat dan menjadi sumber pangan sekaligus tambahan penghasilan keluarga.

Namun, perjalanan membangun Prtama Farm tidak lepas dari tantangan. Ayam kampung dikenal rentan terhadap penyakit musiman. Pada akhir tahun 2025 lalu, sekitar 300 ekor ayam milik Siti mati akibat serangan penyakit tahunan.

“Peristiwa itu berat, tetapi saya jadikan pelajaran penting. Dari situ saya belajar tentang pencegahan penyakit dan manajemen ternak yang lebih baik,” ujar Siti Nurafifah, Rabu 04/02/2026.

Tantangan lainnya datang dari ketidakstabilan harga pakan. Dedak padi sebagai bahan utama pakan ternak kerap mengalami kenaikan harga. Untuk mengatasinya, Siti melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah sayuran dari pasar yang dicampur dengan dedak padi dan difermentasi sebelum diberikan kepada ayam.

Metode fermentasi tersebut tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Siti Nurafifah, beternak ayam kampung bukan sekadar usaha ekonomi. Lebih dari itu, Prtama Farm merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, sekaligus contoh bahwa keterbatasan waktu dan lahan bukan alasan untuk tidak produktif.

“Ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah, dari apa yang kita punya. Yang penting mau mencoba dan konsisten,” katanya.

Kisah Prtama Farm menjadi gambaran nyata bahwa kemandirian pangan dapat diwujudkan oleh siapa saja. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, inovasi pakan sederhana, dan ketekunan, masyarakat diharapkan terinspirasi untuk mulai membangun ketahanan pangan keluarga sebagai pondasi ketahanan pangan nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Laga Penentuan Menuju Final Futsal Asian Cup 2026, Timnas Indonesia Bersua Jepang di Semi Final

0

Wartain.com || Tim Nasional Futsal Indonesia akan menghadapi Jepang pada laga semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan waktu kick-off pukul 19.00 WIB.

Indonesia memastikan tiket ke babak empat besar setelah meraih kemenangan dramatis atas Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada pertandingan perempat final. Laga tersebut berjalan ketat hingga menit akhir sebelum Indonesia memastikan kemenangan dan melaju ke semifinal.

Sementara itu, Jepang melangkah ke semifinal dengan performa impresif usai mencukur Afghanistan dengan skor telak 6-0 di babak perempat final. Kemenangan meyakinkan tersebut menegaskan status Jepang sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia.

Pertemuan Indonesia dan Jepang di semifinal diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama menunjukkan performa solid sepanjang turnamen. Dukungan penuh publik tuan rumah di Indonesia Arena diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi skuad Merah Putih untuk meraih tiket ke partai final.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Disnakertrans Sukabumi Tekankan Pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap 2 Februari, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi turut mengambil bagian sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya keberadaan lahan basah bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2026 mengusung tema “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya”. Tema ini menegaskan bahwa lahan basah tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi ruang hidup yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi menyampaikan bahwa lahan basah memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta menopang berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Menurutnya, pelestarian lahan basah harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

“Lahan basah menyimpan nilai penting, baik dari sisi lingkungan maupun sosial budaya. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan pengelolaannya perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Suhendar, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahan Basah Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha, dalam menjaga keberlanjutan lahan basah.

“Sinergi yang kuat menjadi kunci agar pemanfaatan lahan basah dapat berjalan seimbang antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Melalui momentum peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 ini, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan lahan basah sebagai bagian dari warisan budaya dan sumber kehidupan, demi kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sukabumi Bersih, Sukabumi Maju: Menjawab Perintah Presiden Prabowo dengan Kolaborasi Total

0
Oplus_131072

Oleh: Aam Abdul Salam

Wartain.com || Kritik tajam Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi lingkungan di Bali yang kotor, yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah, bukan hanya teguran untuk satu wilayah. Ini adalah alarm keras bagi seluruh kepala daerah di Indonesia—termasuk Kabupaten Sukabumi—untuk segera “menyatakan perang terhadap sampah”. Arahan tegas Presiden untuk menggerakkan korve (kerja bakti) secara rutin di perkantoran, pantai, pasar, dan pemukiman, menuntut sinergi total dari tingkat Pemkab, legislatif, kalangan pengusaha, hingga masyarakat.

Kabupaten Sukabumi, dengan geografis yang luas, memiliki potensi pariwisata luar biasa, mulai dari pantai Geopark Ciletuh hingga kawasan pedesaan. Namun, keindahan ini tidak akan bertahan lama jika lingkungan kotor dan sampah menumpuk. Sebagai daerah dengan potensi wisata dan ekonomi, Kabupaten Sukabumi harus menjadi pelopor dalam gerakan “Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digaungkan Presiden.

Kolaborasi Sinergis, Bukan Sekadar Seremonial. Gerakan kebersihan ini tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional yang bersifat seremonial. Diperlukan kolaborasi total stakeholder:

Eksekutif dan Legislatif (Pemkab & DPRD):

Pemkab Sukabumi harus memimpin langsung, menerjunkan dinas terkait, dan memastikan anggaran pengelolaan sampah memadai. Legislatif harus mendukung melalui kebijakan yang pro-lingkungan dan regulasi pengolahan sampah yang ketat.

Kalangan Pengusaha (Swasta):

Para pengusaha, terutama di sektor pariwisata, perhotelan, dan pusat perdagangan, wajib bertanggung jawab atas sampah di lingkungan bisnis mereka. Ini sejalan dengan upaya Pemkab memperkuat komitmen sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.

Masyarakat dan Komunitas:

Budaya “korve” atau gotong royong harus dihidupkan kembali di tingkat desa dan RT/RW. Masyarakat adalah ujung tombak, mulai dari pemilahan sampah dari rumah.

Mewujudkan Sukabumi Bersih, Aman, dan Damai

Tujuan akhir dari perintah Presiden adalah menciptakan lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang bersih akan menurunkan tingkat kejahatan (aman) dan menciptakan ketenangan pikiran (damai) bagi warga dan wisatawan.

Gerakan ini harus menyasar seluruh titik vital:

Pantai dan Tempat Wisata:

Pantai-pantai di Sukabumi harus bebas dari sampah plastik agar tidak merusak ekosistem dan citra wisata.

Perkantoran dan Pusat Perdagangan:

Wajib bersih, minimal setengah jam sebelum bekerja, menteri—dan dalam konteks daerah, kepala dinas/camat—harus memimpin pembersihan.

Pasar dan Perkotaan/Pedesaan:

Sampah pasar harus dikelola secara profesional, bukan dibuang sembarangan.

Penutup

Menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo, sudah saatnya Kabupaten Sukabumi bergerak bersama. Tidak ada lagi waktu untuk saling melempar tanggung jawab. Sinergi antara eksekutif, legislatif, pengusaha, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci. Dengan semangat “Tandang Sukabumi, Keur Jabar Istimewa Nu Mubarokah”, kita wujudkan Kabupaten Sukabumi yang Bersih, Aman, dan Damai.

Penulis : Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan Serikat Media Siber Seluruh Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya/Presidium KAHMI Sukabumi/Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Indonesia Sapu Bersih Myanmar 5-0 di Laga Perdana Badminton Asia Team Championships 2026

0

Wartain.com || Tim bulu tangkis putra Indonesia mengawali langkah dengan gemilang pada ajang Badminton Asia Team Championships 2026 setelah menekuk Myanmar dengan skor telak 5-0, pada laga Grup D yang digelar di China, Selasa, 3/2/2026.

Kemenangan sempurna tersebut diraih Indonesia melalui tiga sektor tunggal putra dan dua ganda putra, tanpa kehilangan satu gim pun. Hasil ini memastikan Indonesia memimpin klasemen sementara Grup D.

Pada pertandingan pertama, Prahdiska Bagas Shujiwo membuka keunggulan Indonesia usai menundukkan Hein Htut dengan skor 21-14, 21-19. Keunggulan Indonesia berlanjut di partai kedua melalui Anthony Sinisuka Ginting yang tampil dominan saat mengalahkan Nyan Shaine Lin dengan skor 21-5, 21-11.
Di partai ketiga, Richie Duta Richardo memastikan poin ketiga Indonesia setelah menang meyakinkan atas Lal Zudika dengan skor telak 21-5, 21-2.

Memasuki sektor ganda putra, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat sukses mengamankan poin keempat usai mengalahkan duet Hein Htut/Phone Htet Zaw dengan skor 21-13, 21-12. Kemenangan Indonesia ditutup oleh pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang menundukkan Phyo Thurain Kyaw/Lal Zudika dengan skor 21-4, 21-17.

Hasil ini membuat Indonesia mengawali turnamen dengan hasil maksimal di Grup D, yang juga dihuni oleh Hong Kong China, Jepang, dan Malaysia. Kemenangan telak atas Myanmar menjadi modal penting bagi tim Merah Putih untuk menghadapi laga-laga berikutnya di fase grup.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 Usai Taklukkan Vietnam 3-2

0

Wartain.com || Timnas futsal Indonesia melenggang ke babak semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 setelah menaklukkan Vietnam dengan skor tipis 3-2 pada laga perempat final yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Selasa malam, 3 Februari 2026.

Kemenangan Indonesia ditentukan melalui gol-gol yang dicetak Brian Ick pada menit ke-4, Ardiansyah Nur menit ke-11, dan Reza Gunawan menit ke-26. Sementara dua gol balasan Vietnam disumbangkan oleh Nguyen Da Hai pada menit ke-25 dan 36.

Sejak awal pertandingan, skuad Garuda tampil agresif. Indonesia langsung membuka keunggulan pada menit ke-4 melalui Brian Ick yang memanfaatkan skema kerja sama tim, sebelum Ardiansyah Nur menggandakan keunggulan di menit ke-11 lewat skema bola mati. Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Vietnam berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui gol Nguyen Da Hai pada menit ke-25. Namun, Indonesia kembali menjauh lewat gol Reza Gunawan di menit ke-26. Vietnam sempat menambah satu gol lagi pada menit ke-36, tetapi Indonesia mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Hasil ini memastikan Indonesia melaju ke semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026, sekaligus menjaga asa tampil sebagai juara di hadapan publik sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)