26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 14, 2026
Beranda blog Halaman 311

Sukabumi Jadi Penyangga Pangan Jabodetabek, Sekitar 200 Ton Hasil Pertanian Dikirim Setiap Hari

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa dengan luas wilayah mencapai sekitar 4.176 kilometer persegi. Wilayah ini juga memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer serta terdiri dari 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan, menjadikannya daerah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar.

Hal tersebut disampaikan H Andreas wakil bupati Sukabumi dalam mendampingi kegiatan kunjungan yang dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Desa (Kemendes), dan Kementerian Pertanian di Desa Pulau Sari, Kabupaten Sukabumi, Minggu (01/02/20206).

Selain luas wilayah, Kabupaten Sukabumi juga mencatatkan prestasi di sektor pangan. Daerah ini menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan dan menempati peringkat kedua di Provinsi Jawa Barat.

“Ini menunjukkan bahwa potensi Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa, khususnya di sektor pertanian,” ungkapnya.

Letak geografis Sukabumi yang berdekatan dengan Jakarta turut menjadi keunggulan strategis. Meskipun Ibu Kota Negara akan berpindah ke IKN, Jakarta tetap menjadi pusat perputaran ekonomi nasional yang berdampak besar bagi daerah penyangga, termasuk Sukabumi.

Hasil pertanian dari Kabupaten Sukabumi, khususnya dari Desa Pulau Sari, sebagian besar dipasok ke Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Sayur-mayur dan komoditas pertanian lainnya dikirim secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Diperkirakan, sekitar 200 ton hasil pertanian per hari dikirim dari Kabupaten Sukabumi ke pasar-pasar induk, termasuk Pasar Induk Kramat Jati. Angka tersebut menunjukkan peran penting masyarakat Sukabumi dalam menopang ketahanan pangan bagi masyarakat luas, terutama di kawasan Jabodetabek.

“Banyak masyarakat Sukabumi yang berjasa bagi kebutuhan pangan nasional,” tambah Andreas.

Diharapkan, kehadiran pemerintah pusat melalui KSP, Kemendes, dan Kementerian Pertanian dapat membawa dampak positif, meningkatkan perhatian, serta memperkuat dukungan bagi petani dan masyarakat Kabupaten Sukabumi agar potensi besar tersebut terus berkembang dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tedy Setiadi Hadiri HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul, Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Tedy Setiadi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul yang digelar di Kampung Jayabakti, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (1/2/2026). Kehadirannya ini menunjukkan komitmen DPRD dalam menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Tedy Setiadi menekankan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendorong agar budaya lokal tetap lestari dan relevan di tengah dinamika masyarakat modern.

“Budaya merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan, identitas, dan karakter masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Tedy Setiadi juga menambahkan bahwa peringatan HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan paguyuban dalam menjaga nilai persaudaraan, gotong royong, serta harmoni sosial. Kehadiran unsur legislatif dalam kegiatan tersebut dinilai memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi terhadap upaya pelestarian budaya yang tumbuh dari akar masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Lalana Banten Kidul, Ade, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh DPRD Kabupaten Sukabumi, khususnya melalui peran aktif Tedy Setiadi.

“Dukungan dari DPRD menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota paguyuban untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah,” katanya.

Kegiatan HUT ke-5 Paguyuban Lalana Banten Kidul juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan gelar budaya, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh adat dan budaya, termasuk Abah Usep Cisungsang. Melalui momentum ini, DPRD Kabupaten Sukabumi kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah, sekaligus memperkuat solidaritas sosial demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang berbudaya, harmonis, dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Luar biasa! Indonesia Keluar Sebagai Juara Umum Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026 BWF Super 300

0

Wartain.com || Indonesia mencatatkan prestasi luar biasa dengan keluar sebagai juara umum Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026 BWF Super 300 yang berlangsung di Thailand pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026.

Keberhasilan tersebut diraih setelah tim bulu tangkis Indonesia mengoleksi empat gelar juara dan dua runner-up, hasil dari dominasi wakil Merah Putih di partai puncak sejumlah sektor pada laga final yang digelar Minggu, 1/2/2026.

Empat gelar juara Indonesia masing-masing diraih oleh:

1. Amallia C. Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dari sektor ganda putri.
2. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dari sektor ganda putra.
3. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dari sektor ganda campuran.
4. Moh. Zaki Ubaidillah dari sektor tunggal putra.

Selain itu, Indonesia juga menempatkan dua wakilnya sebagai runner-up, yakni:

1. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari sektor ganda putra.
2. Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti dari sektor ganda campuran.

Dominasi Indonesia sepanjang turnamen level BWF Super 300 ini menjadi bukti kekuatan dan kedalaman skuad nasional, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia di ajang Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Indonesia Amankan Gelar Tunggal Putra Thailand Masters 2026

0

Wartain.com || Indonesia kembali memastikan gelar juara di sektor tunggal putra pada ajang Princess Sirivannavari Thailand Masters 2026. Kepastian itu diraih setelah wakil Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah keluar sebagai pemenang pada partai final yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, Minggu,1/2/2026.

Pada laga puncak, Mohammad Zaki Ubaidillah menghadapi tunggal putra tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul. Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama hingga penentuan. Zaki mampu membuka keunggulan setelah merebut gim pertama dengan skor 21-19.

Memasuki gim kedua, Panitchaphon bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Wakil Thailand itu berhasil memaksakan rubber game usai memenangkan gim kedua dengan skor 22-20. Pada gim ketiga, Zaki tampil lebih tenang dan konsisten hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19.

Hasil tersebut memastikan Indonesia kembali mendominasi partai final Thailand Masters 2026, khususnya di sektor tunggal putra, sekaligus mengukuhkan Mohammad Zaki Ubaidillah sebagai juara usai pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Sejumlah Wilayah Kabupaten Sukabumi, Puluhan Rumah Terdampak

0

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali memicu terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah. Longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem dilaporkan terjadi secara beruntun akibat tingginya intensitas curah hujan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, sedikitnya tiga kejadian bencana tercatat pada Sabtu, 31 Januari 2026. Peristiwa tersebut tersebar di Kecamatan Gegerbitung, Cidahu, dan Cikidang.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hujan lebat yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama pemicu bencana di beberapa titik tersebut.

“Dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi. Dampaknya terjadi longsor dan banjir di Gegerbitung, cuaca ekstrem di Cidahu, serta banjir yang merendam puluhan rumah di Kecamatan Cikidang,” ujar Daeng, Minggu (1/2/2026).

Di Kecamatan Gegerbitung, bencana terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di Kampung Lembur Sawah, RT 017/RW 05, Desa Cijurey. Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan Bendungan Leuwi Benda tergerus derasnya aliran air hingga akhirnya jebol.

“Akibatnya bendungan mengalami kerusakan parah dan dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian, terutama ancaman gagal panen bagi warga setempat,” jelasnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Cidahu pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Babakan Jampang, RT 003/RW 009, Desa Jayabakti. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan sempat menutup akses jalan warga.

“Pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi sehingga aktivitas warga kembali normal,” kata Daeng.

Banjir dengan dampak paling besar terjadi di Kecamatan Cikidang pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Hujan lebat yang disertai kiriman air dari wilayah hulu sungai mengakibatkan luapan air yang merendam permukiman warga di Kampung Cikidang Hilir, RW 002 dan RW 003, Desa Cikidang.

“Sebanyak 21 rumah terdampak banjir. Saat ini petugas masih melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan di lokasi kejadian,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan informasi BMKG, wilayah Kabupaten Sukabumi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Pada Sabtu malam, suhu udara tercatat sekitar 23 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen, arah angin barat laut, dan kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi wilayah rawan bencana melalui petugas P2BK, radio komunikasi, media sosial, serta aplikasi kebencanaan seperti InaRisk dan InaSafe.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat, guna mencegah dampak yang lebih luas,” tutup Daeng.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Harlah 1 Abad NU di Kota Sukabumi Jadi Momentum Refleksi Peradaban dan Penguatan Peran Umat

0

Wartain.com || Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Gedung Dakwah PCNU Kota Sukabumi, Sabtu malam (31/1/2026), menjadi ruang refleksi atas peran panjang NU dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan di Indonesia. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus NU, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai satu abad perjalanan NU merupakan bukti konsistensi organisasi keagamaan dalam merawat persatuan bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai keumatan.

Menurutnya, NU telah menjadi penyangga utama Islam moderat yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kelembagaan NU di Kota Sukabumi, termasuk pengembangan fasilitas Gedung Dakwah PCNU agar dapat lebih optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Tema Harlah ke-100 NU, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ayep Zaki menyebut, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya soal kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga soal kualitas peradaban, moral, dan karakter masyarakat.

“NU selama ini telah memberi kontribusi besar dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan. Ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Sukabumi, K.H. Anas Syakirullah, menyampaikan bahwa NU akan terus mengambil peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai rahmatan lil alamin di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“NU akan tetap hadir sebagai penjaga persatuan, sekaligus mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang damai dan bermartabat,” kata K.H. Anas.

Peringatan satu abad NU di Kota Sukabumi ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat. Diharapkan, semangat Harlah ke-100 NU mampu menjadi energi bersama dalam membangun Kota Sukabumi yang religius, harmonis, dan berkeadaban.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Elang Jawa Tabrak Jendela Rumah Warga di Nagrak Sukabumi, Diduga Turun dari Kawasan TNGGP

0

Wartain.com || Peristiwa masuknya satwa liar ke lingkungan permukiman kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, seekor Elang Jawa dilaporkan menabrak jendela rumah warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, hingga menyebabkan kaca pecah.

Kejadian tersebut dibenarkan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat setempat. Insiden itu diketahui terjadi pada Minggu (1/2/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Winda, pemilik rumah tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Kejadian baru diketahui setelah warga sekitar mendengar suara benturan keras dari salah satu rumah milik warga bernama Deri.

“Pemilik rumah tidak melihat langsung. Awalnya ada tetangga yang berteriak karena mendengar suara keras. Setelah dicek, kaca jendela rumah sudah pecah dan ditemukan seekor burung,” ujar Winda.

Burung tersebut diketahui merupakan Elang Jawa dengan nama latin Nisaetus bartelsi, yang termasuk satwa dilindungi. Hingga saat ini, kondisi elang tersebut belum diperiksa secara menyeluruh. Namun, diduga burung mengalami luka akibat terbang rendah sebelum akhirnya menabrak jendela rumah warga.

“Belum kami cek secara detail. Kemungkinan ada luka karena terbangnya cukup rendah, tapi penyebab pastinya belum diketahui,” ungkapnya.

Winda menambahkan, kuat dugaan Elang Jawa tersebut berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang jaraknya sekitar 5 hingga 6 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kalau dilihat dari jaraknya, kemungkinan turun dari kawasan TNGGP. Radiusnya sekitar lima sampai enam kilometer,” katanya.

Saat ini, Elang Jawa tersebut masih berada di rumah warga untuk sementara waktu dan dijaga agar tidak mengalami gangguan. Pihak P2BK Nagrak telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat guna penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan BKSDA dan diminta untuk menunggu. Sementara ini burung dijaga dulu karena statusnya satwa dilindungi. Kami juga khawatir warga disalahpahami seolah memelihara, padahal ini murni kejadian insiden. Kami menunggu penanganan dari dinas terkait,” pungkas Winda.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pedagang Balon Ditemukan Tewas di GOR Merdeka Sukabumi

0

Wartain.com || Warga di sekitar Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat seorang pedagang balon di area GOR Merdeka. Identitas korban hingga kini belum diketahui.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, di dalam GOR Merdeka tengah berlangsung kegiatan pelantikan pengurus Organda Kota Sukabumi.

Penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh Kasatgas Organda Kota Sukabumi, Yadi Kusmayadi (66). Kejadian bermula ketika Yadi diminta oleh pengelola GOR untuk mematikan lampu dan mengunci gedung karena kegiatan telah selesai.

Saat hendak membangunkan seorang pedagang balon paruh baya yang terlihat tertidur di atas matras, Yadi mendapati pria tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Tadi pengelola minta tolong ke saya buat bangunin yang tidur karena mau tutup. Pas saya bangunin, badannya sudah dingin. Saya pegang, ternyata sudah tidak ada,” ujar Yadi.

Yadi mengungkapkan, korban sebelumnya sempat datang ke GOR sekitar pukul 11.00 WIB dan meminta izin untuk beristirahat. Saat itu, korban mengaku sedang sakit dan merasa sangat mengantuk, lalu tertidur hingga malam hari.

“Tadi siang ada tukang balon masuk, dia bilang lagi sakit dan ngantuk, minta izin buat istirahat,” tuturnya.

Setelah memastikan kondisi korban, Yadi segera menghubungi pihak kepolisian. Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama tim dari rumah sakit datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Saya langsung lapor polisi, dan dari RSUD juga datang buat evakuasi,” katanya.
Berdasarkan kondisi tubuh korban yang sudah kaku, Yadi menduga pedagang balon tersebut telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.

“Kalau lihat kondisinya, sudah kaku. Kayaknya sudah lebih dari tiga jam,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola GOR Merdeka, Abdullah (50), membenarkan bahwa dirinya meminta Yadi untuk memastikan kondisi gedung sebelum ditutup.

“Tadi mau matiin lampu, terus kelihatan ada orang. Saya minta Pak Yadi buat bangunin karena mau ditutup. Tidak lama kemudian beliau bilang orang itu sudah meninggal. Katanya masuk sekitar jam 11 siang, ditemukannya jam setengah sembilan malam,” jelas Abdullah.

Abdullah menambahkan, pedagang balon tersebut kerap terlihat berjualan di kawasan pusat kota, khususnya di sekitar Lapang Merdeka dan Alun-alun Kota Sukabumi.

“Sering lihat beliau jualan di Alun-alun, Lapang Merdeka, sampai ke sini,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Heboh! Warga Ubrug Temukan Seorang Pria Tergantung di Sekitar Sekolah Dasar

0
Oplus_131072

Disclaimer! Konten berita ini sifatnya informatif, tidak untuk ditiru. Bagi pembaca yang berusia di bawah 18 tahun, perlu pendampingan orangtua.

Wartain.com || Masyarakat Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di lingkungan SDN 1 Sentral, Minggu (1/2/2026).

Korban diketahui bernama Dirman (48), warga Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Identitas pria tersebut terungkap setelah aparat melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terungkap bermula dari informasi seorang pengendara motor yang memberi tahu warga. Laporan tersebut kemudian diterima saksi bernama Luki yang langsung bergegas menuju lokasi.

Kapolsek Warungkiara AKP H. Retno Panji Setiaji membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menegaskan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat.

“Begitu mendapat informasi dari warga, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area,” ujar Retno.

Menurutnya, jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Warungkiara untuk pemeriksaan medis, sementara tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman di lapangan untuk memastikan penyebab kematian korban,” katanya.

Lebih lanjut, Retno memastikan kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Sukabumi guna proses penyelidikan lanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ular Sanca Batik Raksasa Muncul Saat Pembukaan Lahan Alun-alun Sagaranten

0

Wartain.com || Aktivitas pembukaan lahan untuk pembangunan Alun-alun Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwarnai dengan kemunculan seekor ular berukuran besar. Ular jenis sanca batik dengan panjang lebih dari tiga meter ditemukan pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Ular tersebut muncul dari area rumpun bambu bitung yang berada di Kampung Cigadog RT 25/06, Desa Sagaranten. Lokasinya tepat di belakang Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Sagaranten dan Kantor Desa Sagaranten, yang saat ini sedang dilakukan pembersihan lahan sebagai bagian dari rencana pembangunan alun-alun.

Komandan Regu Damkar Sagaranten, Iswandi Farid Ma’ruf, menjelaskan bahwa kemunculan ular diduga kuat dipicu oleh aktivitas penebangan pohon dan pembersihan vegetasi di kawasan tersebut.

“Karena area ini sedang dibuka untuk pembangunan alun-alun, banyak pepohonan ditebang. Ular itu ditemukan bersembunyi di rumpun bambu bitung,” ungkap Iswandi.

Petugas Damkar segera melakukan evakuasi menggunakan alat khusus berupa grab stick. Ular sanca batik dengan bobot sekitar 20 kilogram tersebut berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

“Panjangnya lebih dari tiga meter, beratnya kurang lebih 20 kilogram. Proses evakuasi berjalan lancar dan aman,” tambahnya.

Saat ini, ular sanca batik tersebut masih diamankan di Kantor Damkar Sagaranten untuk penanganan lebih lanjut. Iswandi memastikan tidak ada korban luka, baik dari petugas maupun warga, dalam peristiwa tersebut.

Evakuasi tersebut dibantu ketua DPRD, BPBD, Koramil, kecamatan serta masyarakat lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)