26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 35

Jumlah Pasien Naik Hampir Tiga Kali Lipat, Pemkot Sukabumi Dorong Klinik Waluya Sejati Abadi Layani Peserta BPJS

0

Wartain.com – Klinik Waluya Sejati Abadi yang berada di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, mencatat lonjakan jumlah pasien yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Dari sebelumnya sekitar 500 pasien per bulan pada Januari, kini jumlah kunjungan meningkat menjadi sekitar 1.400 pasien setiap bulan.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, saat melakukan kunjungan kerja ke Klinik Waluya Sejati Abadi pada Senin (8/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ayep didampingi Ribka Tjiptaning bersama jajaran pengelola klinik dan perangkat daerah terkait.

Menurut Ayep, peningkatan jumlah pasien menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan klinik tersebut. Karena itu, ia menilai kualitas pelayanan harus terus dijaga dan ditingkatkan.

“Komitmen dan konsistensi dalam memberikan pelayanan kesehatan menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Ayep.

Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Kota Sukabumi, peningkatan kunjungan pasien terjadi pada berbagai jenis layanan, mulai dari rawat jalan, rawat inap, persalinan hingga pelayanan di Ruang Gawat Darurat (RGD).

Ayep menilai capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan fasilitas kesehatan di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi. Letak klinik yang strategis membuat masyarakat dari kedua wilayah sama-sama memanfaatkan layanan yang tersedia.

“Lokasi klinik yang strategis menjadikan jumlah pasien dari wilayah kota dan kabupaten relatif seimbang,” katanya.

Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan siap memberikan dukungan terhadap pengembangan Klinik Waluya Sejati Abadi. Salah satu upaya yang didorong adalah memperluas akses layanan kesehatan melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Ayep berharap proses pengurusan kerja sama tersebut dapat segera terealisasi sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Ribka Tjiptaning dalam menghidupkan kembali Klinik Waluya Sejati Abadi hingga mampu berkembang menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang cukup penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Lembursitu.

Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi berharap peningkatan kapasitas dan mutu pelayanan terus dilakukan agar klinik tersebut dapat berperan lebih besar dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah.***(RAF)

Mentan Amran Laporkan 300 Perusahaan Sawit ke Polisi, Harga TBS Wajib Naik Ikuti CPO Dunia

0
Oplus_131072

Satgas Pangan Polri Duga Ada Kartel, KPPU Turun Tangan Selidiki Persekongkolan Harga

Wartain.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan sekitar 270 sampai 300 perusahaan kelapa sawit ke aparat penegak hukum. Perusahaan itu dinilai belum mengembalikan harga tandan buah segar ke level semula usai sempat turun beberapa pekan terakhir.

Langkah tegas itu diambil untuk melindungi sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia. Petani terdampak penurunan harga TBS di tengah harga minyak sawit mentah dunia yang justru naik dan pelemahan rupiah ke kisaran Rp18.000 per dolar AS.

“Dari total 1.900 perusahaan sawit, masih ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga. Kami kirim langsung ke Polda, tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan Dirkrimsus untuk ditindaklanjuti,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin 08/06/2026.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan petani. Menurutnya, harga TBS seharusnya tidak turun karena kondisi pasar global justru mendukung kenaikan harga.

Berdasarkan laporan yang diterima Mentan, sekitar 70 persen harga TBS di tingkat petani sudah mulai pulih dan berangsur normal. Namun ia menargetkan pemulihan 100 persen mulai hari ini.

“Alhamdulillah tadi laporan sudah 70 persen berangsur-angsur pulih. Mulai hari ini harus kembali 100 persen,” ujarnya.

Amran menyebut harga TBS yang sebelumnya di kisaran Rp3.200 sampai Rp3.600 per kilogram harus kembali mengikuti harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah melalui peraturan gubernur masing-masing.

Ia menilai anjloknya harga TBS beberapa waktu lalu merupakan kondisi tidak wajar. Sebab, harga CPO global sedang naik, sementara rupiah melemah ke Rp18.000 per dolar AS. Kondisi itu seharusnya memberi keuntungan tambahan bagi komoditas ekspor seperti sawit.

“Anomali. Harusnya tidak terjadi. Kenapa? Harusnya harga naik 10 persen, justru turun,” ujarnya. Amran bahkan menyebut harga TBS saat ini semestinya bisa lebih tinggi dari level sebelumnya.

“Bahkan harusnya naik 10 persen daripada harga sebelumnya. Karena ada selisih nilai dolar sekarang Rp18.000. Ini harusnya momentum dan kesempatan sektor pertanian kita gunakan dengan baik,” kata Amran.

Dalam kesempatan sama, Kepala Satgas Pangan Polri Ade Safri Simanjuntak mengungkap indikasi awal adanya praktik kartel atau persekongkolan dalam penetapan harga TBS. Penurunan harga TBS tidak sejalan dengan tren harga CPO global yang meningkat.

“Kami menduga adanya indikasi kartel atau persekongkolan jahat, persekongkolan diam-diam untuk menyepakati harga TBS turun di saat harga CPO dunia tidak turun. Kami akan gandeng KPPU pusat dan daerah untuk menyelidiki. Kami tidak segan-segan menindak tegas sesuai hukum,” ujar Ade.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bau Menyengat Ungkap Penemuan Jasad Pria di Kontrakan Cisaat Sukabumi

0

Wartain.com – Warga Kampung Nagrak RT 10 RW 07, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah kamar kontrakan pada Senin (8/6/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Wili (45), seorang pedagang asal Padang yang selama ini menempati kontrakan tersebut. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membusuk dan tergeletak di atas tempat tidur dalam kamar yang terkunci dari dalam.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, menjelaskan bahwa penemuan mayat bermula ketika penjaga kontrakan mencium aroma menyengat yang diduga berasal dari bangkai.

“Awalnya saksi yang merupakan penjaga kontrakan mencium bau bangkai dan melihat banyak lalat di sekitar area kontrakan. Setelah ditelusuri, bau menyengat tersebut berasal dari kamar korban sehingga menimbulkan kecurigaan,” ujar Ade Ruli, Senin (8/6/2026).

Merasa ada kejanggalan, penjaga kontrakan kemudian berkoordinasi dengan Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk memeriksa kamar yang ditempati korban. Saat didatangi, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam dan tidak ada jawaban ketika dipanggil.

“Saksi bersama Ketua RT dan Ketua RW mencoba memanggil korban, tetapi tidak ada respons dari dalam kamar. Karena curiga, mereka kemudian membuka paksa pintu kamar kontrakan tersebut,” ungkapnya.

Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi terlentang di atas tempat tidur. Di sekitar tubuh korban ditemukan sejumlah barang, di antaranya balsem dan bawang putih.

Dari informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat sekitar tiga hingga empat hari sebelum jasadnya ditemukan. Keluarga juga menyebut korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.

“Korban terakhir diketahui masih hidup sekitar tiga sampai empat hari sebelum ditemukan. Dari keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya pernah mengeluhkan sakit,” kata Ade.

Mendapatkan laporan tersebut, jajaran Polsek Cisaat bersama Unit Inafis Polres Sukabumi Kota segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi terhadap korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelum ditemukan.

“Hasil pemeriksaan awal di TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan,” jelasnya.

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sembari menunggu kedatangan pihak keluarga.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Resmi! Persija Jakarta Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru untuk Musim 2026/2027

0

Wartain.com – Persija Jakarta resmi mengumumkan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), sebagai pelatih kepala baru mereka untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Pengenalan juru taktik asal Korea Selatan tersebut dilakukan dalam sesi konferensi pers yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Senin (8/6/2026) siang WIB.

Presiden Klub Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyatakan bahwa penunjukan STY merupakan hasil evaluasi mendalam manajemen untuk mendongkrak prestasi tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Shin Tae-yong diikat kontrak untuk menakhodai Persija sekaligus menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Mauricio Souza.

“Pemilihan pelatih baru ini bukan hal yang kami pilih dalam waktu singkat. Kami membutuhkan figur dengan pengalaman level tertinggi, kepemimpinan kuat, dan mampu membangun budaya kompetitif. Semoga ini menjadi titik balik masa depan Persija,” ujar Prapanca di hadapan media.

Langkah strategis ini diambil manajemen setelah Persija finis di peringkat ketiga pada musim lalu. Manajemen Macan Kemayoran berharap rekam jejak impresif STY saat membangun fondasi sepak bola modern di Timnas Indonesia selama periode 2020–2025 dapat ditularkan ke level klub, termasuk dalam mengembangkan talenta muda di akademi Persija.

Sementara itu, Shin Tae-yong yang hadir didampingi penerjemahnya, Jeong Seok-seo, mengaku antusias dengan tantangan baru ini. Proses pendekatan sendiri diakui manajemen sudah mulai dijajaki secara intensif sejak kompetisi menyisakan 10 pekan terakhir di musim lalu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

UMKM Dapur Ma’is, Mengangkat Cita Rasa Hasil Laut Sukabumi dengan Olahan Tradisional

0

Wartain.com – Di tengah geliat perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi, Dapur Ma’is hadir sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten mengolah hasil kelautan dan pertanian menjadi aneka makanan bercita rasa khas. Berbekal rempah-rempah tradisional dan ketekunan dalam berusaha, produk-produk Dapur Ma’is kini telah dikenal hingga berbagai daerah di luar Sukabumi.

UMKM yang beralamat di Kampung Cikadu, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu ini memproduksi beragam olahan makanan, mulai dari kerupuk ikan layur, rengginang dengan berbagai varian rasa, abon ikan, hingga produk lainnya yang memanfaatkan kekayaan sumber daya lokal. Keunikan rasa dan kualitas produk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Pemilik Dapur Ma’is, Iis (45), mengaku usaha yang dirintisnya sejak tahun 2022 tersebut lahir dari keinginan untuk memberikan nilai tambah pada hasil perikanan dan pertanian daerah.

“Saya ingin hasil laut dan hasil pertanian di daerah kita ini bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Iis pada, Senin (8/6/2026).

Iis juga menambahkan, “Alhamdulillah, sampai sekarang Dapur Ma’is terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” tambahnya.

Perjalanan usaha yang dijalani Iis tidak selalu mudah. Namun berkat kegigihan dan konsistensi, Dapur Ma’is perlahan mampu menembus pasar yang lebih luas. Saat ini, produk-produknya tidak hanya dipasarkan di Sukabumi, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah seperti Cianjur, Bandung, Subang, Purwakarta hingga Kalimantan.

Kepercayaan konsumen terhadap produk Dapur Ma’is juga terus meningkat. Kualitas bahan baku yang digunakan serta proses pengolahan yang menjaga cita rasa tradisional membuat berbagai produknya diminati pasar. Salah satu produk unggulan yang banyak mendapat apresiasi adalah abon ikan yang dikenal memiliki rasa gurih dan khas.

UMKM Dapur Ma’is, Mengangkat Cita Rasa Hasil Laut Sukabumi dengan Olahan Tradisional (Foto : Ujeng)

Dalam memasarkan produknya, Dapur Ma’is memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram dan Facebook.

Selain itu, produk-produknya juga dititipkan di Gedung Promosi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta telah masuk ke jaringan ritel Yogya, sehingga semakin memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk tersebut.

“Sekarang pemasaran tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Media sosial betul-betul membantu memperkenalkan produk kami ke lebih banyak orang. Saya bersyukur banget karena banyak pihak yang mendukung sehingga produk Dapur Ma’is bisa dikenal sampai luar daerah,” tutur Iis.

Sebagai UMKM binaan Satuan Kerja Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Dapur Ma’is juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran dan event promosi.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus mendorong promosi produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Tak hanya fokus pada kualitas produk, Dapur Ma’is juga telah melengkapi berbagai aspek legalitas usaha. Saat ini usaha tersebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dengan omzet harian yang dapat mencapai Rp100.000 hingga Rp150.000, Dapur Ma’is menjadi contoh bagaimana ketekunan, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat eksistensi UMKM Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Toyota Rush Hilang Kendali di Exit Tol Parungkuda, Tabrak 2 Mobil dan Pedagang Tahu Luka Berat

0
Foto : Ist

Wartain.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di persimpangan Gerbang Exit Tol Parungkuda, Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin 08/06/2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden melibatkan satu unit Toyota Rush dan menelan satu korban luka berat.

Kendaraan Toyota Rush bernomor polisi F 1292 VC melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Diduga pengemudi hilang kendali, lalu menabrak sejumlah kendaraan dan seorang pedagang tahu keliling yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi mata Ari Ramasakti, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak Suzuki Carry pengangkut ayam bernomor polisi F 8166 HS, Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1870 QH, serta pedagang tahu asongan.

“Kejadiannya begitu cepat. Mobil itu mungkin oleng atau pengemudinya ngantuk, saya kurang tahu pasti. Yang jelas melaju cukup kencang, lalu menabrak mobil pengangkut ayam, mobil Xenia, dan seorang tukang tahu. Tukang tahu itu terseret dari trotoar,” ujar Ari di lokasi kejadian.

Ari menambahkan, setelah menabrak sejumlah objek, Toyota Rush akhirnya menghantam tiang Penerangan Jalan Umum hingga berhenti. Benturan keras membuat arus lalu lintas di exit tol sempat tersendat.

Keterangan serupa disampaikan Anton, 26 tahun, sopir Suzuki Carry pengangkut ayam yang juga menjadi korban. Saat itu ia sedang berhenti di lampu merah ketika Rush melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Jakarta.

Toyota Rush Hilang Kendali di Exit Tol Parungkuda, Tabrak 2 Mobil dan Pedagang Tahu Luka Berat (Foto : Kang Aciw)

“Saya tidak tahu pasti pengemudinya ngantuk atau bagaimana, tapi mobil itu melaju sangat kencang. Awalnya menabrak tukang tahu sampai terseret. Posisi korban sempat berada di bawah mobil. Setelah itu kendaraan terus melaju dan menyerempet mobil saya. Bagian kanan kendaraan saya rusak akibat benturan,” papar Anton.

Akibat kecelakaan, seorang pedagang tahu mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis. Kondisi korban saat ini masih dalam perawatan intensif.

Sementara beberapa kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan dan samping kendaraan ringsek akibat hantaman keras dari Toyota Rush yang hilang kendali.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan petugas Satlantas Polres Sukabumi. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengemudi atau hilangnya konsentrasi saat berkendara akibat mengantuk.

Exit Tol Parungkuda memang dikenal rawan. Tikungan tajam setelah gerbang ditambah turunan membuat pengemudi harus menurunkan kecepatan. Apalagi pada jam rawan seperti siang hari, risiko ngantuk saat berkendara meningkat.

Kasus kecelakaan ini kini ditangani jajaran Polres Sukabumi untuk pendalaman lebih lanjut. Polisi akan memastikan jumlah korban, kerugian materiil, serta menelusuri kondisi pengemudi Toyota Rush saat kejadian.***

Catatan redaksi: Yang lewat exit Parungkuda, harap turunkan kecepatan dan waspada di lampu merah. Ngantuk, istirahat dulu!

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

PLN UP3 Sukabumi Bersama YBM PLN Tebar Daging Qurban, Wujud Kepedulian dan Berbagi Kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha

0

Wartain.com  – Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1447 H, PLN UP3 Sukabumi bersama YBM PLN Sukabumi melaksanakan kegiatan Tebar Daging Qurban kepada masyarakat di Desa Damarreja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta komitmen PLN untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan kelistrikan tetapi juga melalui aksi sosial yang nyata.

Melalui program Tebar Daging Qurban, daging hasil qurban disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat, termasuk warga kurang mampu, kaum dhuafa, dan masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN UP3 Sukabumi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa kegiatan Tebar Daging Qurban merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian insan PLN kepada masyarakat.

“Momentum Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan Tebar Daging Qurban ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dengan masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antara PLN dan warga di sekitar wilayah kerja kami,” ujar Eka Rahma Daniati, Senin 08/06/2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari budaya perusahaan yang selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi kolaborasi antara PLN dan YBM PLN dalam menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Melalui program Tebar Daging Qurban ini, kami berharap semangat berbagi dan kepedulian dapat terus tumbuh sehingga keberadaan PLN semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Sugeng Widodo.

PLN UP3 Sukabumi bersama YBM PLN berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui semangat Idul Adha, PLN berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dapat terus terjaga dan menjadi energi kebaikan bagi sesama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

3 Tahun Tekun, Es Kelapa Rasyid Tembus Omzet Jutaan di Depan Pasar Panggeleseran

0
Oplus_131072

Rasyid Sidik tekun 3 tahun kelola UMKM es kelapa, ingin naik kelas jadi pengusaha sukses (Foto : Aab)

Wartain.com – Usaha kecil bisa tumbuh besar kalau tekun dan paham pasar. Itu yang dibuktikan Rasyid Sidik (30) tahun, pemilik UMKM Es Kelapa Mandili Wangi di depan Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi. Berangkat dari modal 500 ribu, kini omzet hariannya tembus 700-800 ribu, bahkan 1-1,2 juta saat musim panas.

Rasyid memulai usaha ini sejak tahun 2023. Sebelumnya ia berdagang buah-buahan di pasar Panggeleseran. Pengalaman jualan buah jadi bekal penting. Ia paham karakter pembeli, tahu kapan musim ramai, dan belajar memilih bahan baku yang segar. Modal nekat 500 ribu itu diputar untuk beli gerobak, kelapa muda, es batu, gula, dan peralatan sederhana.

Lokasi jadi kunci. Berjualan tepat di depan Pasar Panggeleseran bikin lapaknya mudah dijangkau. Pedagang pasar, pembeli, sopir angkot, sampai warga yang lewat jadi pelanggan tetap. Ditambah cuaca Sukabumi yang panas, es kelapa muda jadi pilihan pelepas dahaga paling dicari.

Sistem supply juga rapi. Pemasok kelapa mengantar barang dua hari sekali. Jadi stok selalu fresh, tidak ada kelapa yang menginap terlalu lama. Rutinnya pasokan bikin rasa minuman konsisten dan pelanggan tidak kecewa. Itu modal kepercayaan.

Omzet 700-800 ribu per hari sudah jadi angka normal. Tapi saat hari pasar, akhir pekan, atau musim kemarau panjang, angka itu bisa melonjak ke 1-1,2 juta. Margin tipis tapi volume besar. Rasyid tahu rumusnya: jaga kualitas, jaga senyum, jaga harga tetap bersahabat.

Selama 3 tahun, Rasyid jalan sendiri tanpa karyawan. Semua dikerjakan: kupas kelapa, racik, layani pembeli, sampai beres-beres. Capek pasti, tapi ia lihat itu sebagai investasi. “Awalnya dagang buah, sekarang es kelapa. Yang penting jalan terus,” katanya saat ditemui dilokasi, Senin 08/06/2026.

3 Tahun Tekun, Es Kelapa Rasyid Tembus Omzet Jutaan di Depan Pasar Panggeleseran (Foto : Aab)

Cita-citanya jelas: ingin maju dan jadi pengusaha sukses. “Mandili Wangi” bukan sekadar nama. Ia ingin usahanya terus berkembang dan maju secara finansial dan wangi namanya di masyarakat. Target ke depan: buka cabang, punya karyawan, dan kemasan yang lebih modern.

Tantangan UMKM kuliner memang banyak. Harga kelapa fluktuatif, listrik naik, saingan bermunculan. Tapi Rasyid punya strategi: jaga rasa tetap sama, ramah ke pembeli, dan tidak menaikkan harga berlebihan saat bahan baku naik. Kepercayaan pelanggan nomor satu.

Lokasi di depan Pasar Panggeleseran memberinya keunggulan. Traffic orang ramai tiap pagi sampai sore. Pasar tradisional masih jadi pusat ekonomi rakyat. Rasyid memanfaatkannya maksimal tanpa perlu sewa ruko mahal. Gerobak sederhana tapi posisi strategis.

Kisah Rasyid relevan dengan program pemerintah soal pemberdayaan UMKM. Modal kecil, kerja keras, paham lokasi, dan konsistensi bisa menghidupi keluarga sekaligus membuka lapangan kerja ke depan. Dari 500 ribu jadi omzet jutaan, itu bukti nyata.

Ke depan Rasyid berencana upgrade. Mungkin tambah varian: es kelapa kopyor, es kelapa nata de coco, atau kemasan botol untuk dibawa pulang. “Digitalisasi juga masuk rencana: terima QRIS dan jualan lewat aplikasi pesan antar biar jangkauan lebih luas,” pungkasnya.

UMKM seperti Es Kelapa Mandiri Wangi adalah denyut ekonomi Sukabumi. Tidak butuh modal miliaran, cukup tekad dan kerja nyata. Alamatnya gampang dicari: depan Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi. Lewat jam panas, mampirlah. Segar di badan, berkah di usaha.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DPMD Kabupaten Sukabumi Dorong Percepatan Musdes LKPJ BUM Desa Melalui Evaluasi dan Pendampingan Intensif

0

Wartain.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi terus mendorong percepatan pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tahun Anggaran 2025.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan evaluasi yang digelar secara daring bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris DPMD Kabupaten Sukabumi, Andryana Subandi, mengatakan bahwa kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh desa memperoleh informasi yang jelas terkait pelaksanaan Musdes LKPJ BUM Desa, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses penyelenggaraannya.

Menurutnya, hasil evaluasi menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan persoalan yang muncul di lapangan sepanjang tahun 2025. Dengan demikian, langkah-langkah perbaikan dan percepatan dapat segera dilakukan agar seluruh tahapan pertanggungjawaban BUM Desa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh informasi yang lengkap dari kegiatan ini, sehingga berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Musdes LKPJ BUM Desa Tahun Anggaran 2025 dapat segera diatasi,” ujar Andryana.

Ia menjelaskan, beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain terkait administrasi pelaporan, koordinasi antar unsur pengelola BUM Desa, serta kelengkapan dokumen pertanggungjawaban yang menjadi syarat pelaksanaan Musdes.

Melalui evaluasi tersebut, DPMD juga mendorong pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengawas, dan pelaksana operasional BUM Desa untuk memperkuat sinergi dalam menyelesaikan seluruh tahapan pelaporan. Langkah ini dinilai penting agar proses pertanggungjawaban pengelolaan usaha desa dapat berjalan transparan, akuntabel, dan tepat waktu.

Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendampingan dan konsultasi bagi desa-desa yang masih menghadapi hambatan dalam pelaksanaan Musdes LKPJ.

DPMD berharap percepatan penyelesaian Musdes dapat segera terwujud sehingga hasilnya dapat menjadi dasar perencanaan dan pengembangan BUM Desa pada tahun berikutnya.

Dengan adanya koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah desa, pelaksanaan Musdes LKPJ BUM Desa Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat terselesaikan secara optimal serta memberikan manfaat bagi peningkatan tata kelola dan kinerja BUM Desa di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi Tanggapi Serius Soal PT Aneka Tusma Warung Kiara

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi memberikan tanggapan resmi terkait pemberitaan PT Aneka Tusma di Desa Sukaharja, Kecamatan Warung Kiara. Ia memastikan Disnakertrans sudah bergerak sejak awal informasi diterima.

“Begitu ada laporan masuk, kami tidak menunggu. Tim kami langsung berkoordinasi dengan Satpol PP, DPMPTSP, DPTR, dan pihak kecamatan. Ini kerja kolektif, tidak bisa ditangani satu instansi saja,” kata Sigit, Senin 08/06/2026.

Sigit menjelaskan langkah konkret yang ditempuh. Petugas sudah menjadwalkan pemanggilan manajemen PT Aneka Tusma dan melakukan sidak ke lokasi. Fokus pemeriksaan: status izin OSS, jumlah pekerja, sistem penggajian, jam kerja, dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Soal upah Rp45.000 per hari yang viral, Sigit bersikap tegas. “Itu jauh di bawah UMK Sukabumi. Kalau benar terjadi, maka sesuai tupoksi kami akan melakukan pembinaan agar perusahaan mematuhi ketentuan tentang upah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disnakertrans tidak akan menoleransi perusahaan yang bermain-main dengan hak normatif pekerja. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran upah, sanksi administratif akan dijatuhkan. Mulai dari teguran tertulis sampai rekomendasi penghentian sementara kegiatan.

Untuk aspek perizinan, Sigit menyerahkan ke kewenangan DPMPTSP dan Satpol PP. “Tugas kami memastikan pekerja dilindungi. Tapi kalau usahanya tidak berizin, ya harus ditindak. Kami satu meja dengan DPMPTSP dan Satpol PP untuk memastikan tidak ada celah,” tegasnya.

Sigit juga mengingatkan pelaku usaha lain di Sukabumi. Patuh aturan adalah harga mati. “Sukabumi terbuka untuk investasi, tapi investasi yang sehat. Jangan cari untung dengan menekan upah pekerja. Itu tidak dibenarkan dan pasti kami tindak,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)