26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 36

Hadapi Kemarau 2026, Dinas Pertanian Sukabumi Siapkan Strategi Pengairan Berlapis

0
Oplus_131072

Kepala Dinas Aep Najmudin: Prioritaskan irigasi teknis, pompa air, dan embung desa agar sawah tidak gagal panen

Wartain.com – Memasuki prediksi musim kemarau 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Berbagai strategi pengairan disiapkan agar produktivitas padi dan palawija tidak anjlok saat curah hujan turun drastis.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Najmudin menegaskan, antisipasi kekeringan harus dilakukan sejak dini. “Kunci menghadapi kemarau bukan saat sawah sudah retak, tapi saat air masih cukup. Persiapan sekarang menentukan hasil panen nanti,” ujarnya, Senin 08/06/2026.

Strategi pertama yang digulirkan adalah optimalisasi jaringan irigasi teknis. Saluran primer, sekunder, dan tersier di wilayah sentra padi seperti; Sukabumi Utara, Palabuhanratu, dan Surade akan dibersihkan total. Tujuannya memastikan debit air sampai ke petak sawah paling ujung.

Langkah kedua, Dinas Pertanian menyiapkan bantuan pompa air bagi kelompok tani di lahan tadah hujan dan lahan kering. Pompa air rakitan dan diesel akan didistribusikan ke titik rawan kekeringan agar petani bisa ambil air dari sungai atau sumur dangkal.

Ketiga, revitalisasi dan pembangunan embung desa dipercepat. Embung berfungsi menampung air hujan saat musim penghujan, lalu dipakai saat kemarau. Aep Najmudin menargetkan embung desa jadi “bank air” utama petani, terutama di wilayah perbukitan Sukabumi Utara.

Dinas juga mendorong pola tanam menyesuaikan iklim. Jika prediksi kemarau panjang, petani diarahkan beralih ke varietas padi genjah umur pendek atau komoditas palawija yang tahan kering seperti jagung dan sorgum. Ini untuk meminimalkan risiko gagal panen.

Koordinasi dengan BMKG dan BPBD diperkuat. Data prakiraan cuaca 10 harian jadi acuan jadwal tanam dan pembukaan pintu air. “Petani harus tahu kapan air dibuka, kapan ditutup. Efisiensi air jadi wajib, bukan pilihan,” tegas Aep.

Untuk sawah irigasi non-teknis, Dinas Pertanian mendorong sistem giliran air atau “giliran semu”. Petak sawah diatur bergiliran mendapat jatah air. Cara ini sudah terbukti efektif menjaga ketersediaan air saat debit sungai menyusut.

Pendampingan PPL ke kelompok tani juga ditingkatkan. Petugas Penyuluh Lapangan turun ke desa untuk edukasi hemat air: tanam benih langsung, sistem SRI, dan penggunaan mulsa. Teknologi sederhana ini bisa hemat air sampai 30%.

Aep Najmudin menekankan pentingnya kolaborasi. Pemkab, Dinas PU Pengairan, TNI, Polri, dan petani harus satu komando. Konflik air antar desa harus dicegah lewat musyawarah. “Air untuk semua, bukan untuk segelintir orang,” katanya.

Dinas Pertanian menargetkan luas sawah terdampak kekeringan ditekan seminimal mungkin. Dengan strategi berlapis: irigasi, pompa, embung, dan pola tanam, Sukabumi diharapkan tetap jadi lumbung pangan Jabar meski kemarau panjang.

Persiapan ini jadi pelajaran penting: krisis air tidak bisa dilawan saat terjadi. Mitigasi sejak awal adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani. Jika semua berjalan, kemarau 2026 bukan ancaman, tapi ujian yang bisa dilewati bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

UMKM Susu Jahe, Menghangatkan Malam Alun-alun Palabuhanratu dengan Racikan Jahe Tradisional

0

Wartain.com – Gemerlap lampu malam di Alun-alun Palabuhanratu tidak hanya menghadirkan suasana santai bagi warga dan wisatawan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di antara deretan jajanan yang berjejer, gerobak susu jahe milik Indra (36), yang akrab disapa Akew, menjadi salah satu pilihan minuman hangat yang banyak dicari pengunjung.

Berlokasi di pintu masuk menuju Masjid Agung Palabuhanratu atau tepat di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, gerobak sederhana milik Akew menawarkan minuman berbahan dasar jahe yang dikenal kaya manfaat bagi kesehatan. Kehangatan jahe yang berpadu dengan berbagai pilihan campuran menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan.

Setiap sore menjelang malam, suasana di sekitar gerobak mulai ramai. Pengunjung yang datang ke Alun-alun Palabuhanratu untuk bersantai, berkumpul bersama teman, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga kerap menyempatkan diri menikmati segelas minuman jahe hangat sambil menikmati suasana malam.

“Alhamdulillah, sampai sekarang masih banyak pelanggan yang suka minuman jahe. Selain menghangatkan badan, banyak juga yang percaya jahe baik untuk kesehatan. Saya berusaha menjaga rasa supaya pelanggan tetap nyaman dan kembali lagi,” ujar Akew kepada Wartain.com. pada, Senin (8/6/2026) di Alun-alun Palabuhanratu.

Susu jahe milik Akew buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp6.000 untuk minuman jahe tanpa tambahan susu. Sementara untuk varian susu jahe dibanderol mulai Rp8.000. Pelanggan juga dapat menambahkan madu maupun telur bebek dengan harga yang menyesuaikan pilihan campuran.

Meski minuman jahe sudah dikenal sejak lama, perkembangan zaman membuat minuman tradisional ini hadir dengan berbagai variasi yang lebih menarik. Beragam pilihan campuran dan penyajian yang sederhana namun nyaman membuat pelanggan betah berlama-lama. Akew bahkan menyediakan alas duduk bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman di tempat sambil merasakan suasana malam Alun-alun Palabuhanratu.

Salah seorang pelanggan, Robi, mengaku kerap mampir ke gerobak tersebut saat berkunjung ke Alun-alun Palabuhanratu.

“Rasanya enak memang dan pas di badan jadi hangat, apalagi kalau malam hari. Harganya juga terjangkau. Saya sering minum susu jahe di sini sambil nongkrong bersama teman-teman dan diskusi ringan,” tutur Robi.

Di balik kesederhanaan usahanya, Akew terus berupaya meningkatkan kualitas dan legalitas usahanya. Saat ini, produk susu jahe miliknya telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal.

“Saya bersyukur usaha saya ini sudah memiliki NIB dan sertifikat halal, biar pelanggan semakin percaya kan. Mudah-mudahan ke depan bisa semakin berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Akew.

Dari usaha yang dijalankan setiap malam tersebut, Akew mengaku mampu memperoleh omzet harian berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000. Nilai yang mungkin tidak terlalu besar, namun cukup menjadi bukti bahwa minuman tradisional berbahan jahe masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi pelaku UMKM lokal di Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Garuda Muda Tekuk Vietnam 2-1, Indonesia U-19 Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Indonesia U-19 memastikan tiket semifinal Piala AFF U-19 2026 usai mengalahkan Vietnam U-19 dengan skor 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu 7/6/2026. Kemenangan ini sekaligus mengunci status Garuda Muda sebagai juara Grup A.

Laga terakhir Grup A itu berlangsung hidup mati bagi Indonesia. Tim asuhan pelatih harus menang untuk lolos. Vietnam hanya butuh hasil imbang. Tekanan itu dijawab Garuda Muda dengan permainan agresif sejak menit awal.

Gol cepat tercipta menit 22 lewat aksi Reno Salampessy. Umpan matang dari lini tengah dituntaskan Reno dengan tembakan terukur. Stadion langsung bergemuruh. Indonesia unggul 1-0 dan sementara memimpin klasemen grup.

Vietnam tidak menyerah. Mereka terus menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan menit 73 lewat gol Nguyen Quoc Khanh. Skor 1-1 membuat situasi memanas karena posisi Indonesia di puncak grup mulai terancam.

Drama terjadi di injury time. Wasit menunjuk titik putih untuk Indonesia pada menit 90+1. Evandra Florasta yang maju sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangan penaltinya membawa Garuda Muda unggul 2-1 hingga laga usai.

Tambahan tiga poin mengantarkan Indonesia menyapu bersih Grup A dengan 9 poin dari 3 kemenangan. Hasil sempurna tanpa kekalahan. Garuda Muda tampil sebagai juara grup dan berhak melaju ke semifinal ASEAN Boys Championship U-19 2026.

Sementara Vietnam harus puas finis di peringkat kedua Grup A dengan 6 poin. Hasil dua kemenangan dan satu kekalahan membuat mereka menunggu hasil grup lain untuk lolos sebagai salah satu runner-up terbaik.

Kemenangan atas Vietnam punya arti lebih dari sekadar angka. Ini laga gengsi antar dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Garuda Muda membuktikan mental juara dan ketenangan di menit-menit kritis.

Peran Reno Salampessy dan Evandra Florasta jadi sorotan. Reno membuka jalan dengan gol cepat, Evandra menutupnya lewat penalti di detik terakhir. Keduanya menunjukkan karakter pemain besar di laga tekanan tinggi.

Lolos ke semifinal memberi napas baru untuk target juara. Garuda Muda kini punya modal kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan rival tradisional di laga penentuan. Konsistensi lini depan dan kedisiplinan bertahan jadi kunci.

Selanjutnya Indonesia tinggal menunggu lawan di babak 4 besar. Format Piala AFF U-19 2026 mempertemukan juara grup dan runner-up terbaik. Fokus tim kini beralih ke pemulihan fisik dan analisa calon lawan.

Kemenangan 2-1 atas Vietnam ini bukan hanya soal lolos semifinal. Ini bukti generasi muda Indonesia siap bersaing di level Asia Tenggara. Dukungan penuh publik diharapkan terus mengalir agar Garuda Muda bisa melangkah ke partai final.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi Senin 8 Juni 2026: Cerah Berawan, UV Sangat Tinggi Siang Hari

0
Oplus_131072

Suhu 19-28°C, peluang hujan kecil, kualitas udara tidak sehat untuk kelompok sensitif

Wartain.com – Cuaca Kabupaten Sukabumi Senin 8/6/2026 diprediksi lebih cerah dibanding hari sebelumnya. Langit Sukabumi didominasi kondisi cerah hingga berawan sebagian sepanjang hari, dengan peluang hujan yang sangat kecil.

Berdasarkan data prakiraan cuaca, suhu udara bergerak pada rentang 19°C sampai 28°C. Pagi hari suhu berada di 24-26°C, siang mencapai puncak 28°C, lalu turun kembali ke 21-23°C menjelang malam.

Peluang hujan hampir tidak ada. Sepanjang hari kemungkinan hujan hanya 1-5%. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang relatif aman, kecuali ada gangguan lokal berupa awan tebal sesaat.

Meski cerah, warga harus waspada terhadap sengatan ultraviolet. Indeks UV naik tajam mulai pukul 10.00 WIB ke level 8 “Sangat Tinggi”, dan mencapai level 10 “Sangat Tinggi” pada pukul 11.00-12.00 WIB.

Paparan UV level 10 berisiko tinggi menyebabkan kulit terbakar dalam waktu singkat. BMKG mengimbau masyarakat menghindari aktivitas langsung di bawah matahari antara pukul 10.00-13.00 WIB.

Setelah pukul 14.00 WIB, indeks UV turun ke level 6 “Tinggi”, lalu kembali ke level “Sedang” hingga “Rendah” menjelang sore. Matahari terbit pukul 05.59 WIB dan terbenam pukul 17.43 WIB.

Angin bertiup ringan dari arah selatan dengan kecepatan 4-11 km/jam. Kecepatan ini tidak berpotensi menimbulkan gangguan. Arah angin yang stabil dari selatan membuat udara terasa lebih sejuk dibanding hari sebelumnya.

Kelembapan udara berada di kisaran 64-69% pada siang hari. Menjelang malam kelembapan meningkat hingga 100%. Kondisi ini membuat udara terasa lembap dan pakaian lebih lama kering.

Catatan penting lain adalah kualitas udara. Indeks Kualitas Udara AQI tercatat 122, masuk kategori “Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif”. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma.

Kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama siang hari. Penggunaan masker saat beraktivitas di jalan raya menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.

Secara umum, Senin 8 Juni 2026 cocok untuk aktivitas luar ruang seperti menjemur pakaian, berolahraga ringan, atau kegiatan pertanian. Waktu terbaik adalah pagi sebelum pukul 09.00 WIB atau sore setelah pukul 15.00 WIB.

Masyarakat Sukabumi diimbau tetap memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Prakiraan dapat berubah cepat sesuai dinamika atmosfer. Persiapan sederhana seperti payung lipat dan sunscreen tetap diperlukan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hadiri Haul Akbar Mama KH. Marzuqi, Anggota DPRD Sukabumi Junanjah Jajah Tekankan Pentingnya Merawat Sanad dan Silaturahmi

0

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Junanjah Jajah Nurdiansyah, menghadiri acara Haul Akbar & Silaturahmi Keluarga Besar Mama KH. Marzuqi. Acara keagamaan tersebut digelar secara khidmat di Pondok Pesantren Al Marzuqiyyah, Kampung Cikurutug, Desa Cibodas, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Perjuangan Merawat Sanad Keilmuan, dan Mempererat Ukhuwah” ini dihadiri oleh para sesepuh, guru, alim ulama, serta ratusan jemaah. Kehadiran H. Junanjah Jajah Nurdiansyah di tengah-tengah jemaah bukan sekadar dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif, melainkan juga sebagai bagian dari garis keturunan atau anak cucu dari leluhur yang diperingati.

Dalam sambutannya, legislator yang kini duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut mengingatkan seluruh keluarga besar dan masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga komunikasi agar hubungan persaudaraan tidak merenggang. Ia menekankan bahwa momentum haul harus menjadi wadah pemersatu sekaligus sarana meneladani jalur keilmuan para tokoh agama terdahulu.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak akan banyak cerita, yang jelas silaturahmi ini dalam rangka kegiatan haul akbar Mama Haji, mudah-mudahan menjadi jalan (wasilah) bagi kita semua agar dipanjangkan keturunan kita, anak cucu kelak, jangan putus komunikasi, yang jelas kita harus banyak bersilaturahmi, amin,” ujar Junanjah di hadapan para jemaah.

Selain menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan penguatan ukhuwah, Junanjah juga memanfaatkan momentum tatap muka ini untuk menyerap aspirasi warga di bidang kemitraan Komisi III, seperti pertanian dan perikanan. Tidak hanya itu, ia juga memberikan jaminan kemudahan akses pelayanan administrasi sosial serta penanganan kesehatan darurat bagi warga setempat yang membutuhkan penanganan langsung di rumah sakit rujukan seperti RSUD Sekarwangi maupun RSUD Palabuhanratu.

“Bagi warga yang sakit mendadak, bawa saja langsung ke rumah sakit mau ke Sekarwangi atau ke Palabuhanratu saya yang bertanggung jawab. Sumpah, telepon saja saya! Kita semua anak saudara harus bersatu, jangan dibuat pusing. Masukkan saja informasinya ke grup, nanti ada yang mengurus sampai beres” tegasnya.

Acara haul akbar yang juga memuat pesan lokal “Urang silih anjangan, tong pegat duduluran” (Kita saling mengunjungi, jangan putus persaudaraan) ini ditutup dengan doa bersama untuk para leluhur serta keselamatan dan keberkahan bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

DKP Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Hentikan Pemborosan Pangan Demi Masa Depan Berkelanjutan

0

Wartain.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola konsumsi pangan secara bijak melalui kampanye “Stop Boros Pangan”.

Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya konsumsi yang lebih bertanggung jawab demi menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat diingatkan bahwa setiap makanan yang terbuang tidak hanya berarti pemborosan bahan pangan, tetapi juga pemborosan sumber daya seperti air, energi, dan biaya yang digunakan dalam proses produksi.

Selain itu, sampah makanan juga menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim.

DKP Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya membiasakan diri mengambil makanan secukupnya sesuai kebutuhan dan menghabiskan makanan yang telah diambil. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi jumlah sampah makanan sekaligus menumbuhkan sikap syukur atas rezeki yang diterima.

Dalam materi kampanye disebutkan bahwa sekitar satu dari tiga makanan yang diproduksi di dunia berakhir menjadi sampah. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Sebagai bentuk aksi nyata, masyarakat diajak menerapkan lima langkah sederhana, yakni mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah diambil, membawa bekal dari rumah untuk mengurangi pemborosan, memilah dan mengelola sampah makanan menjadi kompos, serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk ikut menerapkan pola konsumsi yang bijak.

DKP Kabupaten Sukabumi berharap gerakan ini dapat menjadi kebiasaan positif yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Dengan mengurangi pemborosan pangan, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

“Kecilkan porsi borosmu, besarkan manfaatnya. Makan secukupnya, hargai prosesnya, dan jaga masa depannya,” menjadi pesan utama yang terus digaungkan dalam kampanye tersebut sebagai pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di meja makan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Curanmor di Sukabumi Makin Nekat, Pelaku Diduga Hanya Butuh Belasan Detik Gasak Motor Korban

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Sukabumi ternyata berlangsung sangat cepat. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, pelaku diduga hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 detik untuk merusak kunci kontak dan membawa kabur sepeda motor yang menjadi targetnya.

Temuan tersebut terungkap dalam pengungkapan kasus curanmor yang dilakukan Satreskrim Polres Sukabumi Kota selama pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026. Dari tujuh kasus yang berhasil diungkap, polisi mengamankan enam orang terduga pelaku, termasuk satu pelaku yang masuk dalam daftar target operasi (TO).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, menjelaskan para pelaku diduga menggunakan kunci letter T yang telah dimodifikasi sehingga mampu membobol kunci kendaraan dalam waktu sangat singkat.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 detik untuk merusak kunci kontak kendaraan menggunakan kunci letter T yang telah dimodifikasi. Setelah kendaraan berhasil dinyalakan, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor yang menjadi sasaran,” kata Hartono, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, sasaran pelaku umumnya adalah sepeda motor yang diparkir di halaman rumah maupun garasi dengan sistem pengamanan yang minim. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menarik perhatian warga sekitar.

Tidak hanya beraksi di area terbuka, beberapa pelaku bahkan diduga nekat masuk ke lingkungan rumah korban. Modus yang digunakan beragam, mulai dari merusak ventilasi bangunan, membuka akses masuk ke rumah, hingga mencongkel pintu demi mendapatkan kendaraan atau barang berharga lainnya.

Hartono menyebut pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Sukabumi Kota yang intensif melakukan penyelidikan selama Operasi Jaran Lodaya 2026.

Operasi yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026 tersebut difokuskan pada pemberantasan kejahatan pencurian kendaraan bermotor yang belakangan meresahkan masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menambah sistem pengamanan kendaraan, seperti penggunaan kunci ganda serta memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman dan mudah terpantau guna meminimalisir risiko pencurian.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Inflasi Kota Sukabumi Lebih Rendah dari Jawa Barat dan Nasional, Pengendalian Harga Dinilai Efektif

0

Wartain.com – Kinerja pengendalian inflasi di Kota Sukabumi menunjukkan hasil positif. Pada Mei 2026, tingkat inflasi di Kota Sukabumi tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat maupun nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan atau month to month (mtm) Kota Sukabumi pada Mei 2026 berada di angka 0,14 persen. Sementara inflasi tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 2,88 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Barat yang mencapai 0,24 persen secara bulanan dan 3,07 persen secara tahunan. Adapun inflasi nasional tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan.

Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.

Meski demikian, tekanan inflasi pada Mei lalu tetap terjadi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai merah dan bawang merah. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut dipengaruhi faktor musiman menjelang dan saat peringatan Hari Raya Iduladha.

Selain itu, gejolak harga energi di tingkat global juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga barang dan jasa di daerah.

Di sisi lain, tren penurunan harga emas dunia dinilai turut membantu menahan laju inflasi sehingga tidak mengalami kenaikan yang lebih tinggi.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Berbagai program juga terus digulirkan, mulai dari gerakan pangan murah, pemantauan harga kebutuhan pokok secara berkala, hingga penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga ketersediaan pasokan.

Langkah-langkah tersebut dinilai berperan dalam menjaga inflasi Kota Sukabumi tetap terkendali di tengah berbagai tekanan ekonomi dan fluktuasi harga komoditas yang terjadi sepanjang Mei 2026.

Capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa stabilitas harga di Kota Sukabumi masih relatif terjaga, sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Indonesia Open 2026: Berjuang Tiga Gim, Kejutan Raymond/Nikolaus Kandas di Tangan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin

0

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus merelakan gelar juara turnamen bulu tangkis Polytron Indonesia Open 2026 setelah takluk dari wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada babak final. Pertandingan puncak kategori Men’s Doubles (MD) ini berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/6/2026) malam WIB.

Laga pamungkas turnamen berkategori HSBC BWF World Tour Super 1000 ini berjalan sangat sengit dalam drama rubber game. Raymond/Nikolaus yang tampil tanpa status unggulan harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia peringkat ke-7 turnamen tersebut dengan skor akhir 21-13, 18-21, dan 10-21.

Pertandingan diawali dengan performa gemilang dari Raymond/Nikolaus di gim pertama. Ganda putra Merah Putih ini tampil menekan sejak awal laga dan sukses mendikte permainan lawan. Dukungan penuh dari ribuan suporter di Istora membakar semangat mereka hingga berhasil mengamankan gim pertama dengan kemenangan meyakinkan 21-13.

Memasuki gim kedua, situasi berbalik setelah pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka dan memperkecil kesalahan sendiri. Meskipun Raymond/Nikolaus sempat memberikan perlawanan ketat untuk mengejar ketertinggalan, pasangan Malaysia berhasil merebut gim kedua dengan skor 18-21, sekaligus memaksa dimainkannya gim penentu.

Pada gim ketiga atau gim penentu, performa Raymond/Nikolaus justru mengalami penurunan akibat tekanan beruntun yang dilancarkan oleh Goh/Izzuddin. Stamina dan konsentrasi pasangan Indonesia tampaknya mulai terkuras, sehingga mereka tertinggal jauh dan harus merelakan gim terakhir ini dengan skor telak 10-21 untuk kemenangan Malaysia.

Dengan hasil ini, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin resmi keluar sebagai juara ganda putra Polytron Indonesia Open 2026, sedangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menempati posisi runner-up. Kendati gagal naik podium tertinggi, pencapaian menembus babak final turnamen level Super 1000 ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi pasangan muda Indonesia tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Beredar Viral Video Ryan Multama Asal Garut, Bersitegang pada RAPIM DPD KNPI Jabar

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pelaksanaan Rapat Pimpinan (RAPIM) DPD KNPI Jawa Barat menjadi ruang strategis bagi para pemuda untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya terhadap masa depan organisasi maupun pembangunan daerah. Di tengah jalannya forum, perhatian peserta tertuju kepada salah satu tokoh muda asal Garut, Ryan Multama, RP, SH, yang tampil vokal dan aktif menyampaikan berbagai pandangan terkait penguatan peran pemuda dalam pembangunan Jawa Barat.

Dalam sejumlah sesi diskusi, Ryan menegaskan pentingnya menjadikan KNPI sebagai wadah yang mampu melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, berkapasitas, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan harus hadir sebagai penggerak perubahan yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan daerah.

Ryan juga mendorong agar KNPI Jawa Barat semakin memperkuat kolaborasi dengan daerah-daerah, termasuk Kabupaten Garut, yang dinilainya memiliki banyak potensi kader muda berkualitas. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif pemuda daerah dalam forum-forum strategis tingkat provinsi merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang harus terus didorong.

“Tampilan dan keterlibatan aktif kader-kader muda Garut dalam RAPIM DPD KNPI Jawa Barat menjadi bukti bahwa bukan tidak mungkin pemuda Garut hari ini menjadi salah satu alternatif pemimpin Jawa Barat di masa depan. Kita memiliki banyak kader muda yang berintegritas, berkapasitas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk tampil, konsistensi dalam mengabdi, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegas Ryan Multama.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah peserta RAPIM yang menilai bahwa munculnya figur-figur muda dari daerah menjadi harapan baru bagi regenerasi kepemimpinan Jawa Barat. Kehadiran Ryan dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemuda Garut tidak hanya siap berkontribusi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan dan kepemudaan di tingkat provinsi.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan kontribusi yang terus digaungkan, kemunculan Ryan Multama dalam RAPIM DPD KNPI Jawa Barat menjadi salah satu gambaran bahwa Garut terus melahirkan generasi muda yang siap tampil, bersaing, dan menjadi bagian dari estafet kepemimpinan Jawa Barat di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)