26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 27, 2026
Beranda blog Halaman 37

Investor Asal Sukabumi Tagih Pengembalian Dana Rp218 Miliar dari BGN, Klaim Talangi Proyek Dapur MBG

0

Wartain.com – Pengusaha asal Sukabumi, H. Mujazin, menuntut pengembalian dana sebesar Rp218,25 miliar yang sebelumnya disetorkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dana tersebut diklaim sebagai talangan untuk menyelamatkan operasional puluhan Dapur Perintis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat itu terlilit persoalan pendanaan.

Tuntutan tersebut disampaikan Mujazin bersama tim kuasa hukumnya dalam konferensi pers yang digelar di Sukabumi, Minggu (7/6/2026).

Kuasa hukum Mujazin, Ahmad Yazdi, mengungkapkan bahwa dasar tuntutan kliennya merujuk pada Nota Kesepahaman (MoU) Nomor 02/MoU.02/IX/2025 tertanggal 2 September 2025. Dokumen tersebut ditandatangani antara Mujazin dan Lodewyk Pusung yang saat itu menjabat Wakil Kepala BGN.

Dalam perjanjian tersebut, Yayasan Kharisma Cendekia Indonesia (KCI) yang dipimpin Mujazin disebut akan mengambil alih pengelolaan 97 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri dengan syarat menyetorkan dana talangan kepada BGN.

“Total nilai yang tercantum dalam kontrak mencapai Rp218 miliar 250 juta. Tahap pertama dibayarkan sebesar Rp62 miliar 250 juta pada Agustus 2025,” kata Yazdi.

Menurutnya, sisa kewajiban pembayaran kemudian dipenuhi melalui dua lembar cek masing-masing senilai Rp99 miliar dan Rp66 miliar. Namun hingga kini, hak pengelolaan 97 dapur yang dijanjikan tak kunjung diberikan.

“Janji penyerahan pengelolaan dalam waktu dua minggu setelah pembayaran tidak pernah terealisasi. Faktanya, zonk,” ujar Yazdi.

Ia mengaku telah berupaya meminta kejelasan kepada sejumlah petinggi BGN saat itu. Namun, menurutnya, jawaban yang diterima justru saling bertolak belakang.

“Pak Dadan Hindayana bilang PKS-nya bodong. Pak Sony Sanjaya menyebut dokumen itu sah karena ditandatangani Wakil Kepala BGN. Sementara Ibu Nanik Deyang meminta melihat dokumennya terlebih dahulu. Akhirnya data kami digunakan untuk laporan ke Presiden, tetapi kami justru tidak mendapat kejelasan,” katanya.

Dalam konferensi pers tersebut, Yazdi juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi berupa foto-foto penyerahan uang tunai dan cek yang disebut dilakukan langsung di lingkungan kantor BGN.

“Semuanya terdokumentasi. Ada foto penyerahan uang tunai dalam jumlah besar maupun cek. Intinya transaksi itu berlangsung di BGN,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mendesak Kepala BGN yang saat ini menjabat untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami hanya meminta kepastian. Jika kerja sama dilanjutkan, silakan direalisasikan. Jika tidak, kembalikan hak klien kami. Kami menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan,” tegas Yazdi.

Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap lembaga tersebut apabila persoalan itu terus berlarut-larut tanpa penyelesaian.

Sementara itu, Mujazin mengaku keterlibatannya dalam proyek Dapur Perintis MBG bermula dari keprihatinannya terhadap puluhan vendor yang mengaku belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Menurutnya, dapur-dapur perintis yang berada di sejumlah lahan milik Kodim telah dibangun sejak 2024 oleh para relawan sebelum adanya regulasi yang jelas terkait program tersebut. Saat itu, koordinasi kegiatan disebut melibatkan sejumlah tokoh, termasuk Safri dan Lodewyk Pusung.

Mujazin mengaku memperoleh informasi dari Pusung bahwa dana awal operasional program senilai Rp112 miliar berasal dari Presiden. Namun dalam perjalanannya, berbagai kewajiban pembayaran kepada vendor mulai menumpuk.

“Dari sekitar 40 vendor yang terlibat saat itu, banyak yang tidak sanggup bertahan karena tagihannya tidak kunjung dibayarkan hingga lebih dari satu tahun,” ungkap Mujazin.

Nilai piutang para vendor, lanjut dia, bervariasi mulai dari Rp2 miliar hingga lebih dari Rp21 miliar.

“Semua datanya ada di BGN. Ada yang tagihannya Rp2 miliar, Rp4 miliar, Rp15 miliar, bahkan Rp21,8 miliar,” katanya.

Di tengah persoalan tersebut, Mujazin mengaku diminta membantu menalangi kewajiban pembayaran kepada para vendor. Dari situlah kemudian lahir kesepakatan kerja sama yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun alih-alih memperoleh hak pengelolaan dapur sebagaimana dijanjikan, Mujazin mengaku puluhan dapur yang pernah ditolongnya justru kini dikelola oleh pihak lain.

“Dapur-dapur itu sekarang dikelola yayasan lain yang kami tidak tahu siapa di belakangnya. Mereka tidak ikut berjuang sejak awal, tetapi justru menikmati hasilnya,” ujarnya.

Mujazin memperkirakan nilai perputaran dana yang terkait dengan persoalan tersebut bisa mencapai lebih dari Rp400 miliar. Ia pun meyakini aparat penegak hukum telah mengantongi berbagai dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Saya yakin seluruh berkas sudah berada di Kejaksaan Agung dan juga sudah sampai ke meja Presiden,” katanya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung menahan sejumlah mantan petinggi BGN, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya pada 3 Juni 2026 terkait dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tabung Gas Pengisian Balon Meledak di Sukabumi, Empat Rumah Rusak

0

Wartain.com – Warga Kampung Tegallaya, RT 01 RW 04, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, dikejutkan oleh suara ledakan keras yang terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 18.25 WIB. Ledakan tersebut berasal dari sebuah tabung gas yang digunakan untuk keperluan pengisian balon mainan dan mengakibatkan kerusakan pada empat rumah di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi saat warga baru saja menunaikan salat Magrib. Dentuman keras yang terdengar dari kawasan permukiman padat penduduk sempat menimbulkan kepanikan karena diduga berasal dari ledakan berdaya besar.

Kapolsek Lembursitu, Iptu Erik Sukandar, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika pemilik tabung selesai melakukan perawatan terhadap peralatan yang biasa digunakannya untuk memproduksi gas hidrogen sebagai bahan pengisian balon.

“Pada hari Sabtu tanggal 06 Juni 2026 sekira jam 18.25 WIB, telah terjadi peristiwa tabung gas untuk pengisian balon gas meledak. Kronologinya, pada saat korban selesai menguras tabung gas, kemudian mengisinya dengan aluminium foil dan soda api,” ujar Erik saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Setelah memasukkan campuran aluminium foil dan soda api ke dalam tabung, pemiliknya meletakkan tabung tersebut di depan rumah. Namun, hanya berselang sekitar tiga menit kemudian, tabung tersebut meledak hebat.

“Korban meninggalkan gas tersebut di depan rumah. Sekitar 3 menit kemudian, tabung gas tersebut meledak,” katanya.

Ledakan menyebabkan tabung besi terpental dan menghantam bangunan di sekitarnya. Akibatnya, sejumlah bagian rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada kaca jendela dan plafon.

“Ledakan menghantam pintu rumah korban dan rumah tetangga, yang mengakibatkan 4 rumah mengalami kerusakan pada bagian kaca jendela dan plafon rumah,” ungkap Erik.

Empat warga tercatat mengalami kerugian akibat kerusakan bangunan tersebut, yakni Oman Abdurochman (41), seorang buruh harian lepas asal Kecamatan Nyalindung, Ari Anggara (40), seorang tukang las, serta dua warga setempat bernama Ipah (80) dan Asep (65) yang bekerja sebagai mekanik.

Meski menimbulkan kerusakan cukup signifikan, peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka.

“Dalam kejadian tersebut, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” tegas Erik.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendataan kerusakan. Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian materiil akibat ledakan tersebut diperkirakan mencapai Rp12 juta.

“Kerugian materiil diperkirakan sebesar Rp12 juta,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gagal Bendung Kejutan Wakil Kanada, Jonatan Christie Harus Puas Jadi Runner-up Indonesia Open 2026

0

Wartain.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus mengubur impiannya untuk merengkuh gelar juara di rumah sendiri setelah dipaksa menyerah oleh wakil Kanada, Victor Lai, pada babak final turnamen Polytron Indonesia Open 2026. Dalam laga pemungkas turnamen berkategori BWF World Tour Super 1000 tersebut, unggulan kelima Indonesia itu takluk melalui permainan dua gim langsung dengan skor akhir 19-21 dan 8-21.

Pertandingan sengit yang mempertemukan kedua pemain top dunia ini berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu, 7 Juni 2026 sore WIB. Ribuan pendukung tuan rumah yang memadati arena legendaris tersebut bersorak memberikan dukungan penuh, berharap laga final perdana Jonatan di ajang Indonesia Open ini dapat berakhir dengan naik ke podium tertinggi.

Laga berjalan sangat ketat sejak awal gim pertama di mana Jonatan sempat mengambil kendali permainan dan memimpin perolehan angka. Namun, Victor Lai yang tampil tanpa beban secara perlahan mampu bangkit melalui rentetan tiga poin beruntun hingga membalikkan keadaan menjadi 8-7, sebelum akhirnya mengamankan interval pertama dengan keunggulan 11-8 atas wakil tuan rumah.

Selepas jeda, Jonatan sejatinya sempat menunjukkan daya juang yang tinggi dengan keluar dari tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 13-13. Kejar-mengejar angka terus terjadi secara dramatis menjelang poin-poin kritis, tetapi Victor Lai yang bermain lebih tenang sukses memanfaatkan kesalahan pengembalian bola Jonatan untuk menyegel kemenangan di gim pertama dengan skor tipis 21-19.

Memasuki gim kedua, performa Jonatan Christie justru mengalami penurunan dan ia kesulitan untuk keluar dari tekanan yang dilancarkan oleh sang lawan. Pebulu tangkis muda Kanada itu langsung tancap gas dengan unggul jauh 6-1 di awal gim, bahkan Jojo sempat diganjar kartu kuning oleh wasit karena dinilai mengulur waktu pada kedudukan 5-9 sebelum interval gim kedua ditutup dengan skor 11-5 untuk keunggulan Lai.

Laga akhirnya berakhir secara anti-klimaks setelah pengembalian bola dari Jonatan mendarat di luar garis lapangan saat momen championship point, yang memastikan kemenangan telak 21-8 bagi Victor Lai di gim kedua. Hasil ini membuat Victor Lai mencatatkan sejarah baru bagi bulu tangkis Kanada dengan meraih gelar Super 1000 pertamanya, sementara Jonatan harus puas menyandang predikat sebagai runner-up di hadapan publiknya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Sukabumi Berlanjut ke Proses Hukum

0

Wartain.com – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak perempuan berusia 11 tahun di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya sempat beredar kabar bahwa perkara tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan, pihak keluarga korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian.

Laporan resmi disampaikan oleh ibu korban pada Sabtu (6/6/2026). Keputusan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya mencari keadilan bagi korban sekaligus menghentikan berbagai tekanan yang dikabarkan sempat dialami keluarga selama proses berlangsung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku yang diketahui merupakan ayah kandung korban. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, melalui Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, membenarkan bahwa laporan dari pihak keluarga telah diterima dan proses hukum sedang berjalan.

“Ibu korban sudah melapor. Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan serta dimintai keterangan oleh penyidik,” ujar Iptu Ilham, Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proses pelaporan ke kepolisian mendapat pendampingan dari unsur pemerintahan setempat. Ibu korban bersama anaknya diantar langsung oleh Kepala Desa Sirnasari, Kepala Dusun, serta Ketua RT menuju kantor kepolisian.

Keterlibatan aparatur wilayah tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan kepada korban dan keluarganya agar memperoleh perlindungan serta pendampingan selama menjalani proses hukum.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap seluruh fakta yang ada. Sementara itu, berbagai pihak berharap penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional dengan mengutamakan perlindungan dan pemulihan hak-hak korban.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Bali, Beri Motivasi Anak-Anak Raih Masa Depan Gemilang

0

Wartain.com – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan di Tabanan, Minggu (7/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap upaya pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya mengalami kendala dalam melanjutkan sekolah. Dalam kunjungan tersebut, Presiden berinteraksi langsung dengan para siswa, tenaga pendidik, serta orang tua.

Suasana penuh kehangatan terlihat saat Kepala Negara menyapa para pelajar dan mendengarkan berbagai cerita serta cita-cita yang mereka miliki. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi anak-anak yang sempat putus sekolah maupun berasal dari keluarga kurang mampu.

Selain mendapatkan pendidikan formal, para siswa juga memperoleh fasilitas tempat tinggal dan dukungan pemenuhan gizi untuk menunjang proses belajar mereka. Di hadapan para siswa, Presiden memberikan motivasi agar mereka terus belajar dengan tekun, menjaga kedisiplinan, serta menghormati orang tua dan guru.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan selama memiliki semangat dan ketekunan. Presiden menekankan bahwa banyak tokoh sukses yang berasal dari latar belakang sederhana.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dan tetap optimistis dalam mengejar cita-cita. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah siswa juga menyampaikan impian mereka.

Ada yang bercita-cita menjadi guru seni tari untuk melestarikan budaya bangsa, hingga ingin menjadi Menteri Pendidikan guna berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terus mendorong pengembangan program Sekolah Rakyat.

Ke depan, pembangunan puluhan gedung permanen di berbagai daerah ditargetkan mampu menampung lebih banyak anak Indonesia yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas. Kunjungan Presiden ditutup dengan makan bersama para siswa dan orang tua.

Momen kebersamaan tersebut menjadi simbol komitmen negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan impiannya demi masa depan yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dzulhijjah Jadi Pilihan Favorit Pasangan untuk Menikah, Ini Alasannya

0

Wartain.com – Memasuki bulan Dzulhijjah, jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan cenderung meningkat di berbagai daerah.

Fenomena ini tidak terlepas dari pandangan masyarakat yang menganggap Dzulhijjah sebagai salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Dzulhijjah merupakan bulan yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.

Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, bulan ini juga identik dengan perayaan Hari Raya Iduladha yang dirayakan umat Muslim di seluruh dunia. Momentum tersebut kerap dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk menggelar acara pernikahan.

Sejumlah pasangan memilih melangsungkan akad maupun resepsi pada bulan Dzulhijjah dengan harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan rumah tangga yang akan dijalani. Tidak sedikit pula yang memandang momen ini sebagai waktu yang tepat untuk memulai lembaran baru bersama pasangan.

Selain faktor religius, meningkatnya pernikahan pada bulan Dzulhijjah juga dipengaruhi oleh pertimbangan praktis. Libur panjang yang biasanya bertepatan dengan perayaan Iduladha memudahkan keluarga besar untuk hadir dan berkumpul dalam acara pernikahan.

Pengamat sosial menilai bahwa tradisi menikah pada bulan-bulan tertentu telah berkembang di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun demikian, dalam ajaran Islam tidak terdapat ketentuan khusus yang mewajibkan atau mengutamakan pernikahan pada bulan tertentu.

Pada prinsipnya, setiap waktu merupakan kesempatan yang baik untuk melangsungkan pernikahan selama pasangan telah siap secara lahir dan batin serta memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Dzulhijjah tetap menjadi salah satu bulan yang paling diminati karena nilai spiritual dan suasana kebersamaan yang menyertainya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, tidak mengherankan jika bulan Dzulhijjah setiap tahunnya menjadi salah satu periode yang ramai dipilih masyarakat untuk melangsungkan pernikahan dan memulai perjalanan baru dalam kehidupan berkeluarga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Janice Tjen/Talia Juara Ganda Putri WTA 125 Birmingham Open 2026, Kalahkan Tuan Rumah 6-4, 6-3

0
Oplus_131072

Bangkit dari 0-3, Janice/Talia Gibson kunci gelar kedua Janice musim ini

Wartain.com – Petenis putri Indonesia Janice Tjen kembali menorehkan prestasi. Jumat 5/6/2026, Janice bersama pasangan Australia Talia Gibson menjuarai ganda putri WTA 125 Birmingham Open 2026 di Edgbaston Priory Club.

Di laga final, pasangan unggulan pertama Janice/Talia menaklukkan duet tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor straight set 6-4, 6-3. Kemenangan ini menegaskan konsistensi Janice di level WTA 125.

Final berlangsung ketat sejak bola pertama. Janice/Talia justru tertinggal 0-3 di tiga gim awal. Dart/Lumsden memanfaatkan dukungan penonton dan menekan dengan servis keras.

Titik balik terjadi di gim keempat. Janice/Talia mulai menemukan ritme. Komunikasi dan penempatan bola mereka membaik. Pelan-pelan pasangan Indonesia/Australia itu mengejar ketertinggalan.

Skor imbang 3-3 pada gim keenam menjadi momen psikologis. Kepercayaan diri Janice/Talia naik. Sebagai unggulan pertama, mereka mulai mengendalikan tempo dan memaksa lawan bertahan.

Pada gim kedelapan Janice/Talia berbalik unggul 5-3. Dart/Lumsden sempat memperkecil 4-5 di gim kesembilan, tapi Janice/Talia menutup set pertama 6-4 lewat pertarungan sengit di net.

Set kedua berjalan dengan pola mirip. Kedua pasangan saling kejar skor hingga 3-3. Dart/Lumsden sebagai unggulan kedua tidak menyerah dan terus memberi tekanan.

Setelah kedudukan 3-3, Janice/Talia mengambil alih permainan. Variasi bola dan koordinasi di lapangan membuat lawan kewalahan. Tiga gim terakhir disapu bersih 6-3 untuk menutup pertandingan.

Gelar Birmingham Open 2026 ini terasa spesial bagi Janice. Ini trofi WTA 125 keduanya musim ini setelah sebelumnya menjuarai Hobart International Januari lalu bersama Katarzyna Piter dari Polandia.

Bagi tenis putri Indonesia, gelar ini penting. Janice menunjukkan pemain Merah Putih mampu bersaing dan jadi unggulan di turnamen WTA level atas, bahkan saat menghadapi pasangan tuan rumah di kandangnya.

Kemenangan atas Dart/Lumsden juga membuktikan mental juara Janice. Mampu bangkit dari 0-3, lalu mengunci set pertama dan set kedua dengan pola permainan disiplin, adalah bukti kedewasaan bertanding.

Dengan dua gelar WTA 125 dalam enam bulan, Janice Tjen kini jadi salah satu ganda putri paling produktif dari Asia Tenggara. Birmingham Open 2026 jadi pijakan kuat untuk target Janice naik ke level WTA 250 dan 500 berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

“Thy Neighbor’s Wife” dan Krisis Spiritual Peradaban Modern: Dari Pembebasan Hasrat Menuju Pembebasan Ruh

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/ Catatan Tegas atas Kebebasan Tanpa Arah

Peradaban Barat memasuki penghujung abad ke-20 dengan narasi besar: pembebasan manusia. Tradisi dipersoalkan, otoritas agama dilemahkan, norma sosial direvisi. Kebebasan individu dijadikan berhala tertinggi. Di titik inilah Gay Talese menulis _Thy Neighbor’s Wife_, bukan sekadar laporan seks, tapi rekaman gelisah manusia modern.

Banyak pembaca berhenti di permukaan: seks, tubuh, moral yang berubah. Padahal Talese justru membongkar luka lebih dalam. Ia menunjukkan krisis spiritual peradaban modern. Ketika semua larangan dihancurkan, kebahagiaan yang dijanjikan tidak datang. Manusia bebas secara tubuh, tapi tetap terpenjara jiwanya.

Pertanyaannya keras dan universal: Mengapa manusia yang paling bebas justru paling gelisah? Mengapa kehancuran larangan tidak otomatis melahirkan kedamaian? Jawabannya bukan di ranjang, tapi di ruh yang tercerabut dari sumbernya.

Manusia tidak diciptakan kosong. Tradisi filsafat, agama, mistisisme sepakat: ada kerinduan bawaan terhadap kesempurnaan. Plotinus menyebutnya kerinduan jiwa kembali kepada Yang Esa. Kabbalah menyebut Adam Kadmon, kesatuan sebelum keterpisahan. Islam menegaskan melalui Al-Qur’an: _”Kemudian Aku tiupkan ke dalamnya ruh-Ku”_ QS. Al-Hijr: 29. Manusia membawa kapasitas spiritual untuk mengenal Tuhan.

Kerinduan itu nyata. Ia menyamar dalam bentuk kekuasaan, kekayaan, ilmu, seni, cinta, bahkan seks. Semua adalah upaya manusia mencari “sumber keberadaan”. Masalahnya, jika sasarannya keliru, pencarian itu hanya menambah haus, bukan memuaskan.

Revolusi seksual 1960-1970an adalah eksperimen besar. Masyarakat Amerika percaya: hancurkan larangan seksual, maka manusia akan merdeka total. Agama dianggap pengekang. Keluarga dianggap usang. Kebebasan seksual dijual sebagai tiket keselamatan.

Fakta membantah janji itu. Pembatasan runtuh, tapi kedamaian tidak muncul. Akses tubuh makin mudah, ikatan batin makin rapuh. Tubuh dieksplorasi habis-habisan, jiwa justru kehilangan kompas. Talese tanpa sadar mengulang pesan para nabi: penyakit utama manusia bukan kurang bebas, tapi keterasingan ruh dari Tuhannya.

Sejarah mencatat tiga jalan pembebasan yang dicoba manusia. Pertama, Pembebasan Material. Mengira penderitaan datang dari kemiskinan. Solusinya: ekonomi, kekuasaan, sumber daya. Modernitas menang di sini. Tapi kemakmuran tidak melahirkan kebahagiaan otomatis.

Kedua, Pembebasan Psikologis. Mengira penderitaan datang dari represi sosial. Solusinya: ekspresi diri, kebebasan individual. Revolusi seksual lahir dari sini. Namun ekspresi tanpa arah transenden hanya menukar satu kekosongan dengan kekosongan lain yang lebih bising.

Ketiga, Pembebasan Spiritual. Ini jalan para nabi. Al-Qur’an tidak memulai dari ekonomi atau seks. Wahyu pertama: _Iqra’_ – baca, kenali asal-usul, sadari pencipta. Islam tegas: akar krisis manusia adalah putusnya hubungan dengan Allah. Solusi fundamentalnya bukan ubah sistem, tapi ubah kesadaran.

Di sinilah Tauhid masuk sebagai paradigma, bukan slogan. Tauhid bukan sekadar “Tuhan itu satu”. Tauhid adalah kesadaran bahwa seluruh realitas berasal dari Allah, berada dalam kekuasaan-Nya, dan akan kembali kepada-Nya. Ketika tauhid hilang, hidup tercerai-berai: agama lepas dari politik, ilmu lepas dari moral, ekonomi lepas dari kemanusiaan, tubuh lepas dari ruh, dunia lepas dari akhirat.

Akibatnya manusia kehilangan pusat. Hidup tanpa poros. Bebas bergerak ke segala arah, tapi tidak tahu arah mana yang pulang. Itulah definisi keterasingan paling brutal di zaman modern.

Jika revolusi seksual menawarkan pembebasan tubuh, maka _ma’rifatullah_ menawarkan pembebasan eksistensial. Ma’rifatullah bukan hafalan nama Tuhan. Ia adalah kesadaran langsung akan kehadiran-Nya dalam setiap hela napas, keputusan, dan pilihan hidup.

Ketika seseorang mengenal Allah, ia menemukan makna dirinya. Ketika makna diri ditemukan, tujuan hidup menjadi jelas. Ketika tujuan jelas, tubuh, akal, harta, kekuasaan ditempatkan proporsional. Di titik inilah kebebasan mendapat definisi yang benar: bukan menuruti semua keinginan, tapi mengarahkan seluruh potensi menuju tujuan penciptaan.

Thy Neighbor’s Wife, adalah cermin. Ia memperlihatkan kegagalan proyek “pembebasan hasrat”. Ini menegaskan: krisis modern bukan krisis seksualitas, tapi krisis makna. Perjalanan manusia bukan dari larangan menuju kebebasan liar. Perjalanan sejati adalah dari keterasingan menuju pengenalan. Bukan menuju tubuh, tapi menuju ruh. Bukan menuju diri, tapi menuju Allah. Sebab dari-Nya kita berasal, dengan-Nya kita bermakna, dan kepada-Nya seluruh perjalanan ini akan kembali.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi Minggu 7 Juni 2026: Berawan Sepanjang Hari, UV Ekstrem Siang Hari

0
Oplus_131072

Suhu 19-29°C, kualitas udara tidak sehat, peluang hujan kecil menjelang malam

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca berawan sepanjang hari Minggu 7/6/2026. Berdasarkan data prakiraan cuaca, langit Sukabumi didominasi awan sebagian hingga berawan tebal dari pagi hingga malam hari.

Suhu udara diprediksi bergerak pada rentang 19°C sampai 29°C. Pagi hari suhu berada di 18-25°C, siang naik ke puncak 28-29°C, lalu turun kembali ke 21-23°C menjelang malam.

Peluang hujan tergolong kecil. Sepanjang hari kemungkinan hujan hanya 0-8%. Menjelang pukul 23.00 WIB peluang hujan naik tipis menjadi 15%, namun intensitasnya diperkirakan ringan.

Kondisi berawan tidak berarti aman dari sengatan matahari. Badan Meteorologi mencatat Indeks UV mencapai level 11 “Ekstrem” pada pukul 12.00 WIB. Level ini berisiko tinggi menyebabkan kulit terbakar jika terpapar langsung tanpa pelindung.

UV “Sangat Tinggi” juga terjadi pada pukul 10.00 WIB dengan level 8, dan pukul 13.00 WIB dengan level 9. Setelah pukul 15.00 WIB, indeks UV turun ke level “Sedang” hingga “Rendah”.

Angin bertiup ringan sepanjang hari dengan kecepatan 3-9 km/jam. Arah angin berubah-ubah dari selatan, barat laut, hingga utara. Kecepatan ini tidak berpotensi menimbulkan gangguan signifikan.

Kelembapan udara menjadi catatan penting. Siang hari kelembapan berada di kisaran 64-68%, lalu meningkat tajam hingga 99% pada malam hari. Kondisi ini membuat udara terasa lebih lembap dan gerah.

Sunrise terjadi pukul 05.59 WIB, sedangkan sunset pukul 17.43 WIB. Durasi penyinaran matahari cukup panjang, sehingga warga yang beraktivitas di luar ruangan harus memperhatikan perlindungan diri.

Kualitas udara di Sukabumi masuk kategori “Tidak Sehat” dengan AQI 156. Kondisi ini tidak baik untuk kelompok sensitif seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita asma atau penyakit pernapasan.

Kelompok sensitif disarankan mengurangi aktivitas luar ruang terlalu lama. Jika terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker dan menjaga hidrasi tubuh menjadi penting untuk meminimalkan dampak polusi udara.

Meski peluang hujan kecil, kelembapan tinggi membuat permukaan jalan berpotensi lembap. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di tikungan dan persimpangan rawan licin.

Secara umum, cuaca Sukabumi Minggu 7 Juni 2026 relatif aman untuk aktivitas, asal memperhatikan paparan UV siang hari dan kualitas udara. Warga diimbau tetap memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar tidak terkejut perubahan mendadak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sukses Rintis Aiko Snack, Hamidah Tembus Pasar Bogor dan Sukabumi

0

Wartain.com – Pelaku UMKM pada bidang industri rumahan camilan tradisional di Kabupaten Sukabumi kian menunjukkan taringnya. Salah satunya adalah Aiko Snack, usaha mikro kecil dan menengah milik Ibu Hamidah yang sukses memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar daerah. Berpusat di Kampung Pasir Bendera (sebelum Perum Pasir Bendera), Kecamatan Cikakak, bisnis ini konsisten memproduksi aneka jeputan camilan gurih, manis dan pedas yang digandrungi masyarakat. Minggu (7/6/2026).

Hamidah memulai usaha ini untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap jajanan khas Jawa Barat. Aiko Snack memproduksi berbagai varian camilan populer seperti basreng (bakso goreng), cimol kering, kuping gajah, mi lidi, hingga seblak cukur. Kualitas rasa yang konsisten dan harga yang terjangkau membuat produk rumahan ini mampu bersaing ketat dengan merek-merek pabrikan.

Sistem pemasaran yang agresif menjadi kunci utama keberhasilan Aiko Snack. Hamidah tidak hanya menunggu pembeli datang ke toko standarnya di Cikakak, melainkan aktif mendistribusikan produknya secara luas. Pasokan camilan ini rutin disalurkan langsung ke warung-warung klontong, pasar tradisional, hingga agen-agen grosir besar setiap minggunya.

Berkat strategi distribusi yang tepat, jangkauan konsumen Aiko Snack kini telah menembus wilayah Cibadak, Sukabumi Kota, bahkan hingga ke Kabupaten dan Kota Bogor. Permintaan dari luar daerah terus melonjak tajam seiring tingginya minat masyarakat terhadap camilan pedas dan renyah produksi Ibu Hamidah.

“Awalnya saya hanya mencoba memasarkan di sekitar Cikakak saja. Namun alhamdulillah, berkat konsistensi rasa dan kepercayaan dari para agen grosir, sekarang produk Aiko Snack setiap harinya bisa dikirim sampai ke Cibadak dan Bogor,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya, Hamidah kini terus menggenjot kapasitas produksi guna memastikan pasokan ke luar kota tetap aman dan tidak terlambat. Pengelolaan manajemen yang sederhana namun disiplin dalam menjaga cita rasa lokal menjadi resep utama bagaimana Aiko Snack mampu bertahan dan terus berkembang pesat hingga saat ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)