26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 55

Polres Sukabumi Kota Siagakan 452 Personel Kawal Aksi Besar Forum RT/RW

0

Wartain.com – Polres Sukabumi Kota menyiapkan pengamanan ketat menghadapi aksi unjuk rasa besar yang akan digelar Forum RT-RW pada Selasa (2/6/2026). Aksi bertajuk Aksi 2.6.26 tersebut diperkirakan diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi.

Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sebanyak 452 personel gabungan diterjunkan di sejumlah titik pengamanan. Aparat yang dilibatkan tidak hanya berasal dari jajaran kepolisian, tetapi juga didukung Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, hingga unsur pemerintah daerah.

Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Deden Sulaeman mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi potensi gangguan selama aksi berlangsung.

“Seluruh personel sudah diplot sesuai tugas masing-masing. Kami juga menyiapkan sarana pendukung pengamanan agar penyampaian aspirasi berjalan tertib,” ujar Deden, Senin (1/6/2026).

Selain menyiagakan personel, polisi turut menurunkan sejumlah armada pengendalian massa, seperti mobil Armored Water Cannon (AWC), truk Dalmas, serta kendaraan pendukung lainnya. Tim medis lengkap dengan ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat di lapangan.

Aksi Forum RT-RW ini dipicu kekecewaan terhadap realisasi sejumlah janji politik Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satu tuntutan utama massa yakni terkait dana abadi yang hingga kini dinilai belum terealisasi.

Tak hanya itu, Forum RT-RW juga meminta adanya permohonan maaf secara terbuka dari pemerintah kota atas pernyataan yang dianggap meragukan legitimasi organisasi tersebut.

Perwakilan Forum RT-RW, Mauly Fahlevi Prawira atau Levi, mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk ikut hadir dalam aksi guna mengawal tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Percobaan Pencurian Vila di Sukabumi Digagalkan Warga, Pelaku Babak Belur Diamuk Massa

0

Wartain.com – Aksi percobaan pencurian terjadi di sebuah vila milik warga asal Tomang, Jakarta Barat, yang berada di Kampung Pangadegan RT 16 RW 07, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang pria yang diduga sebagai pelaku babak belur setelah diamuk massa karena kepergok saat hendak membobol bangunan tersebut.

Aksi pelaku gagal setelah warga lebih dulu mengetahui gerak-gerik mencurigakan di sekitar lokasi. Pelaku belum sempat membawa barang berharga karena keburu ditangkap saat merusak pintu dan teralis vila.

Penjaga vila, Hamdani (61), mengatakan warga awalnya menaruh curiga terhadap orang tak dikenal yang terlihat mondar-mandir di area vila. Saat didatangi warga, pria tersebut ternyata sedang membongkar pintu masuk vila.

“Warga tidak ada yang mengenal orang itu. Pas dicek ternyata lagi membongkar pintu, langsung ditangkap ramai-ramai,” ujar Hamdani, Senin (1/6/2026).

Menurut Hamdani, pelaku masuk ke area vila dengan cara melompati pagar dan merusak teralis pintu. Ia menduga pelaku tidak beraksi seorang diri dan sudah memiliki rencana untuk mengangkut barang hasil curian bersama rekannya.

“Belum ada barang yang hilang, baru membobol pintu saja. Kemungkinan ada temannya, satu orang kabur dan satu lagi tertangkap,” katanya.

Warga yang emosi sempat menghajar terduga pelaku hingga mengalami luka-luka. Beruntung, lokasi kejadian berada dekat pos polisi sehingga petugas segera datang mengamankan situasi.

Tiga anggota Satlantas Polres Sukabumi yang sedang bertugas di sekitar lokasi langsung mengevakuasi pelaku dari kepungan massa dan membawanya ke Mapolsek Parungkuda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, kasus dugaan percobaan pencurian tersebut masih ditangani Polsek Parungkuda. Polisi juga tengah memburu satu orang lain yang diduga terlibat dan berhasil melarikan diri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tutupan Hutan Jawa Barat tinggal 20 Persen, Stop Alih Fungsi Lahan serta Perbanyak Kawasan Konservasi

0

Wartain.com – Mantan anggota DPRD Jabar dari Partai Hanura Budi Hermansyah, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, bahwa kawasan tutupan hutan tinggal 20 persen dari luas provinsi yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan yang masif.

“Pemprov Jabar harus berani ambil langkah tegas dengan melarang alih fungsi lahan, apalagi untuk kegiatan komersial di kawasan hutan dan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memperbanyak lagi kawasan konservasi, terutama daerah cagar alam di samping hutan nasional yang sudah ada seperti di gunung Gede dan Pangrango”.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, “kegiatan alih fungsi lahan yang begitu masif di kawasan hutan, terutama buat kegiatan komersial wisata, telah berkontribusi banyak terjadinya deforestasi di Jawa Barat, kita bisa melihat kerusakan hutan tersebut terjadi di puncak Bogor, Cipanas Cianjur, dan daerah Lembang Bandung Utara, di mana yang tadinya kawasan hutan berubah menjadi kegiatan komersial wisata.”

“Sudah saatnya pemprov Jabar ambil tindakan tegas dengan menutup kawasan tersebut dari kegiatan komersial, agar kerusakan hutan tidak lebih parah lagi,” kata Budi, Senin 01/06/2026.

Selain itu, Jawa Barat yang memiliki daerah pegunungan, tapi sangat ironis, pemerintah pusat baru sedikit menetapkan kawasan hutan konservasi, baik Taman Nasional maupun Cagar Alam dan Tahura (taman hutan rakyat).

“Maka sudah selayaknya, pemprov Jabar ambil inisiatif, mengusulkan ke pusat agar kawasan konservasi di Jawa Barat ditambah, seperti di kawasan gunung Sangga Buana Karawang, Tampomas Sumedang, Cikurai Garut, Patuha Ciwidey, Kareumbi dan kawasan gunung lainnya, agar lebih bisa diproteksi dari kegiatan pengrusakan hutan, serta kegiatan tambang galian C.”

“Karena dengan ditetapkannya daerah daerah tersebut, ikhtiar kita untuk menyelamatkan sisa hutan tutupan dan ekosistem di dalamnya bisa tercapai, syukur syukur menambah luasannya, tidak hanya 20 persen,” menutup pernyataannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Eskalasi Pasca 2626: Demokrasi Menemukan Jalannya di Kota Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh: Fery Gustaman/Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com – Dalam sistem demokrasi yang sehat, demonstrasi merupakan instrumen konstitusional yang dijamin oleh undang-undang sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Aksi unjuk rasa bukanlah ancaman bagi demokrasi, melainkan salah satu indikator bahwa ruang partisipasi publik masih hidup dan masyarakat masih peduli terhadap arah kebijakan daerahnya.

Rencana aksi demonstrasi besar yang akan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Kota Sukabumi menarik perhatian banyak pihak. Salah satu hal yang patut dicermati adalah upaya penggalangan dana secara mandiri dari masyarakat. Langkah ini menunjukkan adanya semangat kolektif untuk menjaga independensi gerakan dari kepentingan kelompok tertentu yang selama ini kerap melekat dalam stigma berbagai aksi demonstrasi.

Tidak dapat dipungkiri, sebagian aksi protes sering diasosiasikan dengan kepentingan politik, ekonomi, atau persaingan kekuasaan. Namun melihat masifnya konsolidasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat menjelang aksi tersebut, muncul kesan bahwa gerakan ini lahir dari akumulasi kegelisahan publik terhadap sejumlah persoalan yang mereka nilai belum mendapatkan respons memadai dari pemerintah daerah.

Dalam konteks ini, pemerintah daerah perlu melihat demonstrasi sebagai bahan evaluasi, bukan semata-mata sebagai bentuk perlawanan politik. Kritik yang datang dari masyarakat merupakan bagian dari mekanisme kontrol sosial yang justru dibutuhkan dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Yang menjadi perhatian adalah munculnya persepsi di tengah masyarakat bahwa kepemimpinan saat ini cenderung kurang membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen warga. Terlepas benar atau tidaknya persepsi tersebut, pemerintah perlu menyadari bahwa dalam politik, persepsi publik sering kali memiliki dampak yang sama besarnya dengan realitas itu sendiri.

Sikap yang dianggap tertutup atau eksklusif berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Ketika ruang dialog menyempit, maka ruang demonstrasi akan semakin membesar. Sebaliknya, ketika komunikasi dibangun secara terbuka dan setara, banyak persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah tanpa harus menunggu eskalasi di jalanan.

Pemerintah Kota Sukabumi tidak cukup hanya menjawab kritik dengan narasi, konferensi pers, atau publikasi program di atas kertas. Masyarakat membutuhkan bukti nyata yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Perbaikan infrastruktur, kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga upaya konkret menurunkan angka kemiskinan harus menjadi prioritas utama yang dapat diukur hasilnya.

Momentum pasca aksi demonstrasi seharusnya tidak berakhir pada saling klaim dan saling menyalahkan. Justru inilah saat yang tepat bagi pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan mahasiswa, aktivis, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai kelompok warga lainnya. Aspirasi yang disampaikan dalam aksi perlu didengar, dipetakan, dan ditindaklanjuti secara proporsional sesuai kewenangan pemerintah.

Demokrasi yang matang tidak diukur dari seberapa sedikit demonstrasi yang terjadi, melainkan dari seberapa dewasa pemerintah dan masyarakat merespons perbedaan pandangan. Kritik tidak selalu berarti kebencian, sebagaimana dukungan tidak selalu berarti pembenaran.

Kota Sukabumi saat ini sedang menghadapi ujian penting dalam perjalanan demokrasinya. Pemerintah dituntut untuk lebih responsif dan inklusif, sementara masyarakat dituntut untuk tetap kritis namun bertanggung jawab. Di titik inilah demokrasi menemukan jalannya.

Pada akhirnya, harus disadari bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Pemerintah memperoleh mandat untuk melayani, bukan untuk menjaga jarak dengan mereka yang memberikan amanah. Karena itu, semakin kuat komunikasi antara pemerintah dan rakyat, semakin kecil potensi konflik yang berkembang menjadi krisis kepercayaan publik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

PWI Kabupaten Sukabumi Rayakan Iduladha dengan Silaturahmi & Makan Bersama, Usung Semangat MASAGI

0

Maju Sejahtera dan Bersinergi, Kunci Kekompakan Wartawan Sukabumi

Wartain.com – Semangat Iduladha 1447 H terasa hangat di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi. Pengurus dan anggota berkumpul dalam acara Silaturahmi Iduladha sekaligus makan bersama. Momen ini dipakai untuk menguatkan relasi dan menyatukan langkah ke depan.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi atau Bah Anom, menyebut kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Bagi beliau, ini napas organisasi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan organisasi,” kata Bah Anom, di sekretariat kantor PWI Kabupaten Sukabumi, Senin 01/06/2026.

MASAGI Jadi Kompas Langkah PWI Sukabumi

Di tengah suasana penuh keakraban, Bah Anom mengingatkan kembali tagline PWI Kabupaten Sukabumi: MASAGIMaju Sejahtera dan Bersinergi. Tiga kata itu, ujarnya, harus jadi panduan kerja setiap anggota.

“Maju artinya kita tidak boleh stagnan. Wartawan harus terus upgrade skill, adaptif dengan teknologi dan perubahan zaman. Sejahtera bukan hanya soal materi, tapi juga sejahtera secara profesi dan mental. Bersinergi artinya kita kuat karena saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” jelasnya.

Makan bersama dengan menu khas Iduladha jadi simbol sinergi itu. Duduk satu meja, pengurus dan anggota dari berbagai media berbagi cerita liputan, keluh kesah lapangan, hingga ide program kerja ke depan.

PWI Kabupaten Sukabumi Rayakan Iduladha dengan Silaturahmi & Makan Bersama, Usung Semangat MASAGI (Foto : Aab)

Iduladha, Momentum Koreksi & Pengabdian

Bah Anom juga mengaitkan makna kurban dengan profesi jurnalistik. Wartawan, katanya, harus punya jiwa kurban: mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi menyajikan fakta yang benar untuk publik.

“Kalau kita ikhlas seperti filosofi berkurban, maka tulisan kita akan punya manfaat. Publik sejahtera karena dapat informasi jujur, dan kita maju karena dipercaya,” tuturnya.

Soliditas Internal untuk Dampak Eksternal

Acara silaturahmi ini dihadiri jajaran pengurus harian, anggota PWI, dan mitra kerja. Kebersamaan yang terbangun di aula dinilai Bah Anom sebagai pondasi penting sebelum PWI terjun ke masyarakat.

“Rumah harus beres dulu baru bisa bantu orang. Kalau PWI Sukabumi solid, sinerginya nyambung ke pemerintah, ke UMKM, ke komunitas dan lainnya. Itu MASAGI yang sebenarnya,” pungkasnya.

Dengan semangat MASAGI, PWI Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya: terus bergerak maju, menjaga kesejahteraan insan pers, dan bersinergi membangun Sukabumi lewat karya jurnalistik yang berintegritas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Margahayu Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional Ke 118 Tingkat Kabupaten Bandung

0
Oplus_131072

Wartain.com – Berdasarkan foto di atas, Camat Margahayu, Ibu Dr. Nur Hzanah, S.STP., M.Tr.IP., M.A.B., menghadiri kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026, di Lapangan Upakarti, Soreang.

Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, serta perekat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Selain itu, peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dan kebangkitan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Selain menghadiri upacara secara langsung, Sekretaris Kecamatan Margahayu bersama jajaran pegawai Pemerintah Kecamatan Margahayu turut mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Margahayu.

Kehadiran dan partisipasi seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Margahayu menunjukkan komitmen dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Hari Lahir Pancasila 2026, DPRD Kabupaten Sukabumi Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian untuk Masyarakat

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman sekaligus memperkuat peran Pancasila sebagai pedoman dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang telah menjadi perekat bagi seluruh rakyat Indonesia sejak kemerdekaan. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Pancasila telah menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global yang terus bergerak cepat, masyarakat perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tantangan kehidupan modern menuntut seluruh elemen bangsa untuk semakin memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari implementasi Pancasila yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu mencerminkan prinsip keadilan sosial serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, DPRD juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Semangat musyawarah dan kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai Pancasila diyakini mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Momentum Hari Lahir Pancasila ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen menjaga persatuan bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, diharapkan terwujud Kabupaten Sukabumi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, S.KM., M.Si., menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti persatuan, kemanusiaan, keadilan sosial, serta semangat gotong royong, harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pengamalan nilai Pancasila memiliki peran penting dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, keluarga yang berkualitas, serta masyarakat yang inklusif.

Dengan menjunjung tinggi keberagaman dan memperkuat solidaritas sosial, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan bangsa serta menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada perempuan dan anak.

Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut mengingatkan pentingnya peran Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa Indonesia sekaligus inspirasi dalam menciptakan perdamaian dan keharmonisan di tingkat global.

Melalui momentum ini, DP3A Kabupaten Sukabumi berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berkarakter dapat tercapai. Sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat, DP3A Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan pantun Hari Lahir Pancasila:

Layar terkembang menuju Selat Sunda, Burung dara hinggap di pelataran. Nilai Pancasila terus kita jaga, Untuk Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, masyarakat diharapkan semakin memperkuat persatuan, menghormati keberagaman, dan bersama-sama membangun bangsa menuju masa depan yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tasyakur Bini’mah, Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Resmi Berdiri Tepat di Hari Lahir Pancasila

0
Oplus_131072
1 Juni 2026 Jadi Titik Balik Pelayanan Umat & Penguatan Sukabumi Mubarakah (Foto RPK)

Wartain.com – Hari Lahir Pancasila tahun ini punya catatan khusus bagi umat Islam di Kabupaten Sukabumi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi resmi memiliki rumah baru. Gedung MUI diresmikan lewat Tasyakur Bini’mah di kawasan Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Senin 01/06/2026.

Peresmian ini bukan sekadar gunting pita. Ini ikhtiar kolektif mewujudkan visi Sukabumi Mubarakah, dan meneguhkan posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina umat serta membangun moral spiritual masyarakat.

Cita-cita Lama Ulama Akhirnya Terwujud

Bendahara MUI Kabupaten Sukabumi, Usep Setiawan, tak bisa menyembunyikan haru. Ia menyampaikan syukur dan terima kasih ke semua pihak yang terlibat, baik dukungan moril maupun materiil.

“Alhamdulillah, pembangunan gedung MUI yang selama ini menjadi harapan akhirnya dapat terwujud. Ini merupakan hasil dukungan banyak pihak dan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan MUI,” ujarnya setelah selesai acara.

Usep menyebut, gedung dan lahan yang dibiayai Pemkab Sukabumi itu adalah buah perjuangan panjang para tokoh dan ulama Sukabumi. Ke depan, ia berharap area sekitar gedung terus dikembangkan. Salah satu rencana: membangun lapangan manasik haji agar pelayanan ibadah makin lengkap.

Anugerah dari Allah & Buah Persatuan Ulama

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Fatahillah Nadziri, menyebut gedung ini anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri. Ia mengingatkan, berdiri tegaknya gedung hari ini tak lepas dari pondasi pengabdian para ulama terdahulu, termasuk almarhum KH Oman yang pernah memimpin MUI.

“Ini adalah buah dari persatuan, kekompakan, dan doa para ulama serta masyarakat. Semoga gedung ini menjadi pusat pelayanan umat dan sarana meningkatkan pengabdian kepada Allah SWT,” ungkapnya.

KH Fatahillah juga menyoroti filosofi tanggal peresmian. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, ia menilai sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” jadi pijakan membangun kerukunan beragama yang harmonis. Ia mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin daerah agar diberi kekuatan mewujudkan Sukabumi Mubarakah.

Apresiasi MUI Jabar & Komitmen Pemkab

Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, KH Jamjam Erawan, mengapresiasi fasilitas baru ini. Menurutnya, tidak semua MUI kabupaten/kota punya gedung sendiri. Keberadaan gedung representatif dan strategis di Cikembar ini jadi modal penting bagi MUI sebagai _khadimul ummah_ atau pelayan umat.

“Kami berharap gedung ini menjadi pusat pergerakan dakwah, pembinaan umat, dan pelayanan keagamaan yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Sementara itu,  Bupati Sukabumi Asep Japar yang meresmikan langsung gedung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan gedung ini akan jadi pusat syiar Islam, tempat lahirnya fatwa menyejukkan, sekaligus penguat persatuan dan kerukunan.

“Dengan fasilitas yang lebih representatif, kami berharap MUI semakin optimal dalam membangun moral, spiritual, dan akhlak masyarakat menuju Sukabumi Mubarakah,” ujar Bupati.

Asep juga berkomitmen Pemkab akan terus mendukung program MUI sebagai mitra pembangunan. Ia tak menampik sempat ada dinamika, termasuk insiden penyegelan saat pembangunan. Namun semua terselesaikan baik hingga gedung berdiri megah.

Doa untuk Penyelesaian Masjid Cisayar

Di akhir acara, Bupati menitipkan permohonan doa dan dukungan ke Dewan Pembina MUI, KH Abuya Annidzom, untuk menuntaskan pembangunan masjid di Kampung Cisayar, Kecamatan Nyalindung yang belum rampung.

Rangkaian ditutup tausiyah dan doa bersama oleh KH Abuya Annidzom. Suasana khidmat jadi penutup syukur atas hadirnya sarana dakwah baru yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Resmikan Gedung MUI, Bupati Asjap: Jadikan Pusat Syiar Islam dan Membangun Masyarakat Sukabumi 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Komplek Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Kecamatan Cikembar, Senin, 1 Juni 2026.

Peresmian gedung yang representatif tersebut, dihadiri pula berbagai unsur terkait. Termasuk Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, hingga forkopimda dan kepala perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, MUI berperan strategis sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas baru ini, dapat meningkatkan sinergitas ulama dan umaro. Terutama dalam membangun moral, mental, dan spiritual masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Keberadaan gedung baru ini, bukanlah sekadar simbol kemegahan fisik semata. Namun gedung ini, harus menjadi pusat syiar Islam. Termasuk merumuskan fatwa, serta wadah pemersatu umat di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kerja MUI. Terutama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga kerukunan umat, dan membimbing masyarakat menuju tatanan sosial yang agami, harmonis, dan sejahtera.

“Goal akhirnya ialah terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan berkah (Mubarakah),” ucapnya.

Di momen itu pula, bupati mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat gedung tersebut. Sehingga, keberadaannya bisa dirasakan umat dalam jangka waktu yang panjang.

“Mari jaga dan jadikan gedung ini sebagai pusat kajian Islam,” ajaknya

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. Fattahilah Nadziri mengatakan, peresmian gedung yang merupakan hasil perjuangan para guru ini memiliki makna mendalam. Apalagi peresmiannya bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila.

“Setelah perencanaan hingga bertahun-tahun, Alhamdulillah gedung ini hari ini diresmikan. Ada hikmah di dalam peresmian gedung ini yang bertepatan dengan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila,” ungkapnya.

Usai meresmikan, bupati beserta rombongan meninjau setiap ruangan yang ada di dalam Gedung MUI tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)