26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 56

PWI Kabupaten Sukabumi Rayakan Iduladha dengan Silaturahmi & Makan Bersama, Usung Semangat MASAGI

0

Maju Sejahtera dan Bersinergi, Kunci Kekompakan Wartawan Sukabumi

Wartain.com – Semangat Iduladha 1447 H terasa hangat di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi. Pengurus dan anggota berkumpul dalam acara Silaturahmi Iduladha sekaligus makan bersama. Momen ini dipakai untuk menguatkan relasi dan menyatukan langkah ke depan.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi atau Bah Anom, menyebut kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Bagi beliau, ini napas organisasi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan organisasi,” kata Bah Anom, di sekretariat kantor PWI Kabupaten Sukabumi, Senin 01/06/2026.

MASAGI Jadi Kompas Langkah PWI Sukabumi

Di tengah suasana penuh keakraban, Bah Anom mengingatkan kembali tagline PWI Kabupaten Sukabumi: MASAGIMaju Sejahtera dan Bersinergi. Tiga kata itu, ujarnya, harus jadi panduan kerja setiap anggota.

“Maju artinya kita tidak boleh stagnan. Wartawan harus terus upgrade skill, adaptif dengan teknologi dan perubahan zaman. Sejahtera bukan hanya soal materi, tapi juga sejahtera secara profesi dan mental. Bersinergi artinya kita kuat karena saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” jelasnya.

Makan bersama dengan menu khas Iduladha jadi simbol sinergi itu. Duduk satu meja, pengurus dan anggota dari berbagai media berbagi cerita liputan, keluh kesah lapangan, hingga ide program kerja ke depan.

PWI Kabupaten Sukabumi Rayakan Iduladha dengan Silaturahmi & Makan Bersama, Usung Semangat MASAGI (Foto : Aab)

Iduladha, Momentum Koreksi & Pengabdian

Bah Anom juga mengaitkan makna kurban dengan profesi jurnalistik. Wartawan, katanya, harus punya jiwa kurban: mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi menyajikan fakta yang benar untuk publik.

“Kalau kita ikhlas seperti filosofi berkurban, maka tulisan kita akan punya manfaat. Publik sejahtera karena dapat informasi jujur, dan kita maju karena dipercaya,” tuturnya.

Soliditas Internal untuk Dampak Eksternal

Acara silaturahmi ini dihadiri jajaran pengurus harian, anggota PWI, dan mitra kerja. Kebersamaan yang terbangun di aula dinilai Bah Anom sebagai pondasi penting sebelum PWI terjun ke masyarakat.

“Rumah harus beres dulu baru bisa bantu orang. Kalau PWI Sukabumi solid, sinerginya nyambung ke pemerintah, ke UMKM, ke komunitas dan lainnya. Itu MASAGI yang sebenarnya,” pungkasnya.

Dengan semangat MASAGI, PWI Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya: terus bergerak maju, menjaga kesejahteraan insan pers, dan bersinergi membangun Sukabumi lewat karya jurnalistik yang berintegritas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Camat Margahayu Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional Ke 118 Tingkat Kabupaten Bandung

0
Oplus_131072

Wartain.com – Berdasarkan foto di atas, Camat Margahayu, Ibu Dr. Nur Hzanah, S.STP., M.Tr.IP., M.A.B., menghadiri kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026, di Lapangan Upakarti, Soreang.

Kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, serta perekat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Selain itu, peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dan kebangkitan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Selain menghadiri upacara secara langsung, Sekretaris Kecamatan Margahayu bersama jajaran pegawai Pemerintah Kecamatan Margahayu turut mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Margahayu.

Kehadiran dan partisipasi seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Margahayu menunjukkan komitmen dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Hari Lahir Pancasila 2026, DPRD Kabupaten Sukabumi Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian untuk Masyarakat

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman sekaligus memperkuat peran Pancasila sebagai pedoman dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan damai.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang telah menjadi perekat bagi seluruh rakyat Indonesia sejak kemerdekaan. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Pancasila telah menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global yang terus bergerak cepat, masyarakat perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tantangan kehidupan modern menuntut seluruh elemen bangsa untuk semakin memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari implementasi Pancasila yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu mencerminkan prinsip keadilan sosial serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, DPRD juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Semangat musyawarah dan kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai Pancasila diyakini mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Momentum Hari Lahir Pancasila ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen menjaga persatuan bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, diharapkan terwujud Kabupaten Sukabumi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DP3A Kabupaten Sukabumi Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

0

Wartain.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Agus Sanusi, S.KM., M.Si., menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, seperti persatuan, kemanusiaan, keadilan sosial, serta semangat gotong royong, harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pengamalan nilai Pancasila memiliki peran penting dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, keluarga yang berkualitas, serta masyarakat yang inklusif.

Dengan menjunjung tinggi keberagaman dan memperkuat solidaritas sosial, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan bangsa serta menghadirkan pelayanan yang berpihak kepada perempuan dan anak.

Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut mengingatkan pentingnya peran Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa Indonesia sekaligus inspirasi dalam menciptakan perdamaian dan keharmonisan di tingkat global.

Melalui momentum ini, DP3A Kabupaten Sukabumi berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berkarakter dapat tercapai. Sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat, DP3A Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan pantun Hari Lahir Pancasila:

Layar terkembang menuju Selat Sunda, Burung dara hinggap di pelataran. Nilai Pancasila terus kita jaga, Untuk Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, masyarakat diharapkan semakin memperkuat persatuan, menghormati keberagaman, dan bersama-sama membangun bangsa menuju masa depan yang lebih baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tasyakur Bini’mah, Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Resmi Berdiri Tepat di Hari Lahir Pancasila

0
Oplus_131072
1 Juni 2026 Jadi Titik Balik Pelayanan Umat & Penguatan Sukabumi Mubarakah (Foto RPK)

Wartain.com – Hari Lahir Pancasila tahun ini punya catatan khusus bagi umat Islam di Kabupaten Sukabumi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi resmi memiliki rumah baru. Gedung MUI diresmikan lewat Tasyakur Bini’mah di kawasan Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Senin 01/06/2026.

Peresmian ini bukan sekadar gunting pita. Ini ikhtiar kolektif mewujudkan visi Sukabumi Mubarakah, dan meneguhkan posisi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina umat serta membangun moral spiritual masyarakat.

Cita-cita Lama Ulama Akhirnya Terwujud

Bendahara MUI Kabupaten Sukabumi, Usep Setiawan, tak bisa menyembunyikan haru. Ia menyampaikan syukur dan terima kasih ke semua pihak yang terlibat, baik dukungan moril maupun materiil.

“Alhamdulillah, pembangunan gedung MUI yang selama ini menjadi harapan akhirnya dapat terwujud. Ini merupakan hasil dukungan banyak pihak dan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan MUI,” ujarnya setelah selesai acara.

Usep menyebut, gedung dan lahan yang dibiayai Pemkab Sukabumi itu adalah buah perjuangan panjang para tokoh dan ulama Sukabumi. Ke depan, ia berharap area sekitar gedung terus dikembangkan. Salah satu rencana: membangun lapangan manasik haji agar pelayanan ibadah makin lengkap.

Anugerah dari Allah & Buah Persatuan Ulama

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, KH Fatahillah Nadziri, menyebut gedung ini anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri. Ia mengingatkan, berdiri tegaknya gedung hari ini tak lepas dari pondasi pengabdian para ulama terdahulu, termasuk almarhum KH Oman yang pernah memimpin MUI.

“Ini adalah buah dari persatuan, kekompakan, dan doa para ulama serta masyarakat. Semoga gedung ini menjadi pusat pelayanan umat dan sarana meningkatkan pengabdian kepada Allah SWT,” ungkapnya.

KH Fatahillah juga menyoroti filosofi tanggal peresmian. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, ia menilai sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” jadi pijakan membangun kerukunan beragama yang harmonis. Ia mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin daerah agar diberi kekuatan mewujudkan Sukabumi Mubarakah.

Apresiasi MUI Jabar & Komitmen Pemkab

Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, KH Jamjam Erawan, mengapresiasi fasilitas baru ini. Menurutnya, tidak semua MUI kabupaten/kota punya gedung sendiri. Keberadaan gedung representatif dan strategis di Cikembar ini jadi modal penting bagi MUI sebagai _khadimul ummah_ atau pelayan umat.

“Kami berharap gedung ini menjadi pusat pergerakan dakwah, pembinaan umat, dan pelayanan keagamaan yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Sementara itu,  Bupati Sukabumi Asep Japar yang meresmikan langsung gedung, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan gedung ini akan jadi pusat syiar Islam, tempat lahirnya fatwa menyejukkan, sekaligus penguat persatuan dan kerukunan.

“Dengan fasilitas yang lebih representatif, kami berharap MUI semakin optimal dalam membangun moral, spiritual, dan akhlak masyarakat menuju Sukabumi Mubarakah,” ujar Bupati.

Asep juga berkomitmen Pemkab akan terus mendukung program MUI sebagai mitra pembangunan. Ia tak menampik sempat ada dinamika, termasuk insiden penyegelan saat pembangunan. Namun semua terselesaikan baik hingga gedung berdiri megah.

Doa untuk Penyelesaian Masjid Cisayar

Di akhir acara, Bupati menitipkan permohonan doa dan dukungan ke Dewan Pembina MUI, KH Abuya Annidzom, untuk menuntaskan pembangunan masjid di Kampung Cisayar, Kecamatan Nyalindung yang belum rampung.

Rangkaian ditutup tausiyah dan doa bersama oleh KH Abuya Annidzom. Suasana khidmat jadi penutup syukur atas hadirnya sarana dakwah baru yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Resmikan Gedung MUI, Bupati Asjap: Jadikan Pusat Syiar Islam dan Membangun Masyarakat Sukabumi 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Komplek Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Kecamatan Cikembar, Senin, 1 Juni 2026.

Peresmian gedung yang representatif tersebut, dihadiri pula berbagai unsur terkait. Termasuk Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, hingga forkopimda dan kepala perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, MUI berperan strategis sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas baru ini, dapat meningkatkan sinergitas ulama dan umaro. Terutama dalam membangun moral, mental, dan spiritual masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Keberadaan gedung baru ini, bukanlah sekadar simbol kemegahan fisik semata. Namun gedung ini, harus menjadi pusat syiar Islam. Termasuk merumuskan fatwa, serta wadah pemersatu umat di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kerja MUI. Terutama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga kerukunan umat, dan membimbing masyarakat menuju tatanan sosial yang agami, harmonis, dan sejahtera.

“Goal akhirnya ialah terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul berbudaya, dan berkah (Mubarakah),” ucapnya.

Di momen itu pula, bupati mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat gedung tersebut. Sehingga, keberadaannya bisa dirasakan umat dalam jangka waktu yang panjang.

“Mari jaga dan jadikan gedung ini sebagai pusat kajian Islam,” ajaknya

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. Fattahilah Nadziri mengatakan, peresmian gedung yang merupakan hasil perjuangan para guru ini memiliki makna mendalam. Apalagi peresmiannya bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila.

“Setelah perencanaan hingga bertahun-tahun, Alhamdulillah gedung ini hari ini diresmikan. Ada hikmah di dalam peresmian gedung ini yang bertepatan dengan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila,” ungkapnya.

Usai meresmikan, bupati beserta rombongan meninjau setiap ruangan yang ada di dalam Gedung MUI tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Sukabumi Ajak Kuatkan Kembali Komitmen Kebangsaan 

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memusatkan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Lapang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar. Dalam upacara tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bertugas sebagai Inspektur.

Wakil Bupati H. Andreas, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, hingga kepala perangkat daerah pun, turut hadir dalam upacara yang penuh khidmat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Apalagi,Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantong atau teks di buku sejarah,” ujarnya dalam amanatnya, Senin, 1 Juni 2026.

Selain itu, bupati pun mengajak semua insan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Hal itu dengan menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai -nilai kemanusiaannya.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun juga jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ucapnya.

Maka dari itu, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan. Selain itu, momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mengamalkan nilai -nilai luhur Pancasila dalam semua aspek kehidupan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tegasnya.

Usai kegiatan tersebut, Bupati beserta Forkopimda langsung mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Tingkat Pusat Secara Virtual dari Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hari Lahir Pancasila 2026, Ayep Zaki Tekankan Pentingnya Pancasila di Tengah Perkembangan Teknologi

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti Wakil Wali Kota Sukabumi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta peserta upacara dari berbagai unsur lainnya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Ayep Zaki menegaskan bahwa kemajuan pembangunan dan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan kebangsaan.

“Perkembangan teknologi dan pembangunan daerah harus tetap dilandasi nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila,” ujar Ayep dalam amanatnya.

Menurutnya, tantangan global dan derasnya arus informasi saat ini membuat masyarakat perlu semakin memperkuat pemahaman terhadap ideologi bangsa agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Ia menyebut, Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Pancasila harus menjadi pedoman hidup yang benar-benar diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, bukan hanya sekadar slogan,” katanya.

Ayep juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pada peringatan tahun ini, tema yang diangkat adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan peran Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat keberagaman bangsa Indonesia.

Selain itu, nilai-nilai Pancasila dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun kehidupan dunia yang damai, harmonis, dan saling menghargai antarbangsa.

Ayep Zaki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat komitmen kebangsaan demi mewujudkan Kota Sukabumi yang harmonis, maju, dan sejahtera berlandaskan nilai-nilai Pancasila.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hari Lahir Pancasila: Motivasi Anak Muda Generasi Penerus Bangsa

0
Oplus_0

Oleh: Jalil Abdillah – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi/Fraksi Partai Demokrat

Wartain.com – 1 Juni 2026 bukan sekadar tanggal merah. Ini Hari Lahir Pancasila. Bagi saya sebagai wakil rakyat di Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi, momentum ini harus jadi bahan bakar semangat anak muda. Karena masa depan Sukabumi, Jawa Barat, bahkan Indonesia ada di tangan kalian, generasi penerus bangsa.

Pancasila itu bukan hafalan untuk lomba cerdas cermat. Pancasila adalah kompas. Saat kalian bingung mau jadi apa, kompas itu bilang: jadilah manusia yang beriman, beradab, bersatu, demokratis, dan adil. Lima sila itu kalau dipakai, arah hidup anak muda tidak akan melenceng jauh.

Lihat Sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Anak muda kuat kalau punya pegangan spiritual. Jangan malu ibadah, jangan gengsi berdoa sebelum ujian atau wawancara kerja. Orang berkarakter selalu mulai dari Tuhan. Itu pondasi, bukan formalitas.

Sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” itu tantangan zaman media sosial. Gampang sekali menjatuhkan orang lewat komen, gampang sekali menyebar hoaks. Anak muda Pancasilais harus jadi penyejuk. Beda pendapat boleh, tapi adab tetap dijaga. Itu yang bikin kalian beda dari buzzer.

Sila ke-3 “Persatuan Indonesia” paling relevan untuk Sukabumi yang beragam. Utara pegunungan, selatan pesisir, bahasanya beda, budayanya beda. Tapi kita semua “urang Sukabumi”. Jangan mau dipecah belah konten provokatif. Yang menyatukan kita lebih banyak dari yang memisahkan.

Sila ke-4 “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan” itu ajakan berpikir kritis. Jangan telan mentah informasi. Musyawarah, diskusi, dengar semua pihak. Anak muda hari ini harus jadi generasi yang cerdas bertanya, bukan generasi yang paling keras berteriak. Itu DNA demokrasi Pancasila.

Terakhir Sila ke-5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Ini motivasi paling nyata. Keadilan sosial berarti kalian wajib peduli. Peduli teman yang putus sekolah karena biaya. Peduli UMKM ibu-ibu yang dagangannya sepi. Peduli lingkungan yang makin rusak. Bangsa maju lahir dari anak muda yang tidak cuek.

Pemerintahan Prabowo sekarang fokus keberpihakan pada rakyat. Tugas DPRD Komisi 1 mengawal agar kebijakan itu sampai ke anak muda: lapangan kerja, beasiswa, pelatihan vokasi, ruang kreatif. Tapi pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Butuh kalian yang mau turun, mau coba, mau gagal, lalu bangkit lagi.

Jangan tunggu “sudah mapan” baru berkontribusi. Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil. Ikut karang taruna, bikin komunitas literasi, bantu digitalisasi UMKM orang tua, atau sekadar jadi relawan bersih-bersih pantai Palabuhanratu. Setiap aksi kecil yang berjiwa Pancasila itu investasi untuk Indonesia 2045.

Penutup dari saya: Jadilah anak muda yang tidak hanya fasih scroll TikTok, tapi juga fasih mengamalkan Pancasila. Bangsa ini butuh kalian yang berani bermimpi besar, tapi kakinya tetap menginjak bumi Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila. Saatnya bergerak, bukan hanya merayakan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Lahir Pancasila pada Penyetaraan Gender

0
Oplus_131072

Oleh: Siti Ratna Maymunah – CEO Wartain.com dan Bendahara SMSI Sukabumi Raya

Wartain.com – Setiap 1 Juni kita merayakan Hari Lahir Pancasila. Tapi peringatan ini tidak akan bermakna jika nilai-nilainya hanya dibacakan di podium. Salah satu ujian paling nyata Pancasila hari ini adalah bagaimana kita memaknai sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dan sila ke-5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dalam konteks penyetaraan gender.

Pancasila tidak mengenal kata “laki-laki” atau “perempuan” saat bicara hak dan martabat. Pancasila hanya mengenal kata “manusia”. Maka, ketika masih ada anak perempuan putus sekolah karena dianggap “nanti juga nikah”, ketika upah perempuan lebih rendah untuk pekerjaan yang sama, ketika ruang publik belum aman untuk semua, berarti kita belum sepenuhnya hidup dalam Pancasila.

Penyetaraan gender bukan soal menjadikan perempuan “meniru laki-laki”. Penyetaraan gender adalah memastikan laki-laki dan perempuan punya akses, kesempatan, dan perlindungan yang setara untuk tumbuh. Itu yang dimaksud keadilan sosial. Tidak ada yang diistimewakan, tidak ada yang ditinggalkan.

Di dunia pers yang saya geluti di Wartain.com, kami melihat sendiri dampaknya. Redaksi yang memberi ruang sama untuk jurnalis perempuan dan laki-laki justru melahirkan liputan lebih lengkap dan berempati. Ketika ada bencana, suara ibu-ibu di pengungsian bisa terekam. Ketika ada kebijakan, dampaknya ke pekerja perempuan bisa diulas. Itu jurnalisme berjiwa Pancasila.

Pemerintahan Prabowo yang kini menekankan keberpihakan pada rakyat harus menjadikan penyetaraan gender sebagai indikator keberhasilan. Angka pertumbuhan ekonomi akan terasa hampa jika separuh tenaga kerja perempuan masih terjebak kerja informal tanpa jaminan. Keadilan sosial baru nyata ketika puskesmas punya layanan kesehatan reproduksi, sekolah aman dari perundungan, dan UU TPKS dijalankan konsisten.

Sila ke-3 “Persatuan Indonesia” juga bertumpu pada gender. Keluarga yang harmonis lahir dari relasi setara antara suami-istri. Desa yang maju lahir dari ibu-ibu PKK yang diberi pelatihan, bukan hanya diberi bantuan. Negara kuat lahir dari generasi muda yang sejak kecil diajarkan menghormati, bukan merendahkan, karena jenis kelamin.

Tantangannya besar. Budaya patriarki, stereotip, dan bias kebijakan masih mengakar. Tapi Pancasila mengajarkan kita gotong royong. Pemerintah, dunia usaha, ormas, kampus, media, dan keluarga harus jalan bersama. Laki-laki harus jadi sekutu, bukan saingan. Perempuan harus diberi ruang memimpin, bukan hanya “melengkapi”.

Untuk generasi muda Sukabumi dan Indonesia: Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 ini jadikan momentum introspeksi. Cek diri sendiri. Apakah kita sudah menghargai teman perempuan di kelas, kolega perempuan di kantor, ibu kita di rumah, sebagai manusia seutuhnya? Karena perubahan besar selalu mulai dari hal kecil.

Saya percaya, Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika semua sumber daya manusia, laki-laki dan perempuan, diberdayakan. Tidak ada bangsa maju yang membiarkan setengah potensinya terkunci di dapur atau dipinggirkan dari ruang keputusan. Pancasila menuntut kita berpikir dan bertindak demikian.

Menutup tulisan ini, saya ingin mengutip semangat Abah Anom Ketua PWI Sukabumi: jadikan 1 Juni titik balik untuk kerja lebih jujur dan lebih kompak. Mari kita tambah satu: lebih adil. Adil untuk semua manusia Indonesia. Karena hanya bangsa yang adil pada warganya, yang akan disegani dunia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Mari kita wujudkan, bukan hanya hafalkan.!(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)