Oleh: Jalil Abdillah – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi/Fraksi Partai Demokrat
Wartain.com – 1 Juni 2026 bukan sekadar tanggal merah. Ini Hari Lahir Pancasila. Bagi saya sebagai wakil rakyat di Komisi 1 DPRD Kabupaten Sukabumi, momentum ini harus jadi bahan bakar semangat anak muda. Karena masa depan Sukabumi, Jawa Barat, bahkan Indonesia ada di tangan kalian, generasi penerus bangsa.
Pancasila itu bukan hafalan untuk lomba cerdas cermat. Pancasila adalah kompas. Saat kalian bingung mau jadi apa, kompas itu bilang: jadilah manusia yang beriman, beradab, bersatu, demokratis, dan adil. Lima sila itu kalau dipakai, arah hidup anak muda tidak akan melenceng jauh.
Lihat Sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Anak muda kuat kalau punya pegangan spiritual. Jangan malu ibadah, jangan gengsi berdoa sebelum ujian atau wawancara kerja. Orang berkarakter selalu mulai dari Tuhan. Itu pondasi, bukan formalitas.
Sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” itu tantangan zaman media sosial. Gampang sekali menjatuhkan orang lewat komen, gampang sekali menyebar hoaks. Anak muda Pancasilais harus jadi penyejuk. Beda pendapat boleh, tapi adab tetap dijaga. Itu yang bikin kalian beda dari buzzer.
Sila ke-3 “Persatuan Indonesia” paling relevan untuk Sukabumi yang beragam. Utara pegunungan, selatan pesisir, bahasanya beda, budayanya beda. Tapi kita semua “urang Sukabumi”. Jangan mau dipecah belah konten provokatif. Yang menyatukan kita lebih banyak dari yang memisahkan.
Sila ke-4 “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan” itu ajakan berpikir kritis. Jangan telan mentah informasi. Musyawarah, diskusi, dengar semua pihak. Anak muda hari ini harus jadi generasi yang cerdas bertanya, bukan generasi yang paling keras berteriak. Itu DNA demokrasi Pancasila.
Terakhir Sila ke-5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Ini motivasi paling nyata. Keadilan sosial berarti kalian wajib peduli. Peduli teman yang putus sekolah karena biaya. Peduli UMKM ibu-ibu yang dagangannya sepi. Peduli lingkungan yang makin rusak. Bangsa maju lahir dari anak muda yang tidak cuek.
Pemerintahan Prabowo sekarang fokus keberpihakan pada rakyat. Tugas DPRD Komisi 1 mengawal agar kebijakan itu sampai ke anak muda: lapangan kerja, beasiswa, pelatihan vokasi, ruang kreatif. Tapi pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Butuh kalian yang mau turun, mau coba, mau gagal, lalu bangkit lagi.
Jangan tunggu “sudah mapan” baru berkontribusi. Mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil. Ikut karang taruna, bikin komunitas literasi, bantu digitalisasi UMKM orang tua, atau sekadar jadi relawan bersih-bersih pantai Palabuhanratu. Setiap aksi kecil yang berjiwa Pancasila itu investasi untuk Indonesia 2045.
Penutup dari saya: Jadilah anak muda yang tidak hanya fasih scroll TikTok, tapi juga fasih mengamalkan Pancasila. Bangsa ini butuh kalian yang berani bermimpi besar, tapi kakinya tetap menginjak bumi Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila. Saatnya bergerak, bukan hanya merayakan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
