26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 54

DP3A Sukabumi Lewat Program “Cager” Ajak Warga Copot Stigma Gender: Laki-laki Boleh Nangis, Perempuan Boleh Bicara

0
Oplus_131072

Soroti Kebebasan Berekspresi, Agus Sanusi: Kesetaraan Dimulai dari Rumah & Sekolah

Wartain.com – Nggak ada lagi “laki-laki harus kuat, perempuan harus diam”. Itu pesan utama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi lewat program Cerita Tentang Gender atau “Cager” episode kedua.

Setelah episode pertama, Cager kembali hadir dengan fokus isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebebasan berekspresi dan menghapus stigma berbasis gender.

Luruskan Pola Pikir yang Membatasi

DP3A ingin masyarakat paham satu hal sederhana: laki-laki dan perempuan punya hak sama. Sama-sama berhak kembangkan potensi, sampaikan pendapat, dan mengekspresikan perasaan tanpa label “maskulin” atau “feminim”.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyoroti masih banyak pandangan keliru yang mengekang anak sejak kecil. Contoh paling umum: anggapan anak laki-laki nggak boleh nangis atau nunjukin lemah.

“Anak-anak perlu diajarkan sejak dini bahwa mereka bebas mengekspresikan diri tanpa dibatasi oleh jenis kelamin. Lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman tersebut,” ujar Agus, Selasa (2/6/2026).

Kesetaraan = Kesempatan yang Sama

Bagi Agus, kesetaraan gender bukan cuma soal “bagi-bagi tugas” antara ayah dan ibu. Intinya lebih luas: tiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, harus dapat ruang yang sama untuk tumbuh, berpartisipasi, dan dihargai.

Karena itu ia menekankan pendidikan dan pola asuh jadi kunci. Nilai kesetaraan harus ditanam sejak usia dini biar anak tumbuh jadi pribadi yang menghargai perbedaan dan menghormati hak orang lain.

“Terciptanya lingkungan yang bebas dari diskriminasi harus dimulai dari pendidikan dan pola asuh yang menanamkan nilai-nilai kesetaraan sejak usia dini,” tegasnya.

Cager, Langkah Kecil Menuju Sukabumi yang Inklusif

Lewat Cager, DP3A Kabupaten Sukabumi berharap melahirkan generasi baru yang lebih terbuka dan inklusif. Generasi yang nggak lagi menilai orang dari “seharusnya laki-laki” atau “seharusnya perempuan”, tapi dari “ini hak setiap manusia”.

Program edukatif ini jadi salah satu upaya konkret DP3A mewujudkan Sukabumi yang lebih adil, setara, dan ramah untuk semua lapisan masyarakat.***

Peluang Kerja Global Terbuka Lebar, Lulusan SMK Didorong Siap Bersaing di Kancah Internasional

0

Wartain.com – Meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, hingga kawasan Timur Tengah menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja global terus berkembang secara dinamis dan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa prospek karier lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini tidak lagi terbatas pada kebutuhan industri dalam negeri, tetapi telah menjangkau pasar kerja internasional.

Menurutnya, banyak negara maju saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif sehingga membuka peluang besar bagi tenaga kerja muda dari Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri global.

“Indonesia sedang menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar. Tantangannya adalah memastikan kompetensi mereka mampu bersaing di tingkat dunia. Di sinilah pendidikan vokasi memiliki peran strategis,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Kemendikdasmen, Selasa (2/6/2026).

Tatang juga mengingatkan para siswa SMK agar tidak merasa rendah diri. Menurutnya, dunia kerja modern tidak hanya membutuhkan individu yang unggul secara akademis, tetapi juga tenaga kerja yang terampil, disiplin, dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

Ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci utama menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.

Sebagai bukti nyata kepercayaan dunia internasional terhadap lulusan vokasi Indonesia, Kemendikdasmen pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini telah memberangkatkan lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di berbagai negara.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan vokasi Indonesia semakin diakui dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional.

Tatang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendukung yang kuat, mulai dari penyediaan informasi peluang kerja, peningkatan kompetensi, hingga penguatan mental para lulusan SMK agar siap menghadapi tantangan global.

“SMK mendunia bukan sekadar slogan. Kuasai teknologi, tingkatkan kemampuan bahasa asing, jaga integritas, dan perkuat karakter. Dunia internasional sedang menunggu kontribusi terbaik generasi muda Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur SMK Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan bahwa Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 yang diatur melalui Keputusan Mendikdasmen Nomor 64 Tahun 2024 dirancang untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja di luar negeri.

Program tersebut memberikan fleksibilitas kurikulum dengan fokus pembelajaran kompetensi inti selama tiga tahun pertama, kemudian dilanjutkan satu tahun tambahan untuk penguatan bahasa asing, peningkatan kompetensi sesuai standar negara tujuan, pembinaan fisik dan mental, serta literasi hukum dan keuangan.

Melalui program tersebut, lulusan SMK diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang untuk memasuki pasar kerja global dan menjadi bagian dari tenaga kerja profesional Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Damkar Kabupaten Sukabumi Berhasil Tangani Kebakaran Gedung SDN Cipriangan di Sukalarang

0

Wartain.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan respons cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Pemenuhan Pelayanan Dasar (PPD) bidang operasi kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Melalui personel Posko Sukaraja, Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil melakukan penanganan kebakaran yang melanda gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cipriangan yang berlokasi di Kampung Cipriangan RT 01/03, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, pada Senin (1/6/2026).

Setelah menerima laporan kejadian, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak merembet ke bangunan maupun area di sekitar lokasi kejadian. Berkat kesigapan dan koordinasi yang baik, proses penanganan kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan.

“Damkar melayani sepenuh hati. Kami akan terus menjaga dedikasi dan semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan demi keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan semangat “Yudha Brama Jaya”, Damkar Kabupaten Sukabumi senantiasa siap siaga menghadapi berbagai situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

BGN Usulkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi

0

Wartain.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membuka peluang penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi. Usulan tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah awal menghadirkan program MBG bagi anak-anak warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Dadan mengatakan, Sekolah Indonesia Jeddah berpotensi menjadi proyek percontohan pertama pelaksanaan program MBG di luar negeri apabila mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikannya setelah melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.

Menurut Dadan, gagasan penerapan MBG di Arab Saudi muncul setelah para siswa di Sekolah Indonesia Jeddah menyampaikan harapan untuk dapat merasakan manfaat program yang saat ini telah berjalan di Indonesia. Anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Jeddah disebut mengikuti perkembangan program tersebut dan berharap memperoleh kesempatan yang sama.

“Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia,” ujar Dadan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dadan juga meninjau langsung Sekolah Indonesia Jeddah yang saat ini mendidik sekitar 1.080 anak pekerja migran Indonesia. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia di Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.

“Meski tadi libur, mereka antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya,” imbuhnya.

Dadan menjelaskan, hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Apabila mendapat persetujuan, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang melaksanakan program MBG.

“Kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah Indonesia Jeddah,” katanya.

Ia menambahkan, mekanisme pelaksanaan MBG di luar negeri pada dasarnya tidak berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Namun, pelaksanaannya memerlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG,” ujarnya.

Jika program tersebut terealisasi, menu makanan yang disajikan akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan setempat. Menu MBG nantinya dapat memadukan hidangan khas Arab Saudi dengan masakan Indonesia agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan selera para siswa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Setelah Terima Surat Lulus, Orang Tua & Siswa SMPN 2 Nagrak Botram Bareng

0
Oplus_131072

Tanpa Panggung Gebyar, Kebersamaan Jadi Pengganti Pesta Kelulusan

Wartain.com – Kelulusan tahun ini memang tanpa panggung megah. Tapi kebersamaan nggak bisa dilarang edaran. Usai menerima surat kelulusan, orang tua dan 237 siswa kelas IX SMPN 2 Nagrak memilih merayakan kelulusan dengan cara paling hangat: botram bareng di lingkungan sekolah.

Botram, tradisi Sunda makan bersama di atas daun pisang atau tikar, jadi pengganti pesta kelulusan yang dilarang Gubernur Jabar dan Disdik Kabupaten Sukabumi.

Kesederhanaan yang Penuh Makna

Sebelumnya, SMPN 2 Nagrak hanya membagikan surat kelulusan saja sesuai aturan. Kepala Sekolah Yana Rudiana, S.Pd, M.MPd, menegaskan pihaknya taat edaran yang melarang hura-hura.

“Kita menggelar kelulusan dengan sederhana, hanya membagikan surat kelulusan saja, karena harus melaksanakan edaran gubernur,” ujarnya, Selasa 02/06/2026.

Tapi setelah prosesi resmi selesai, orang tua dan siswa berinisiatif sendiri. Masing-masing bawa nasi, lauk, sambal, sampai buah dari rumah. Lalu digelar bareng di halaman sekolah. Nggak ada sekat antara guru, murid, dan wali murid. Semua duduk lesehan, makan dari wadah yang sama.

Ganti Panggung dengan Obrolan & Tawa

Inisiatif botram ini jadi jawaban atas rasa “kurang” yang sempat dirasakan sebagian orang tua dan siswa.

Tanpa Panggung Gebyar, Kebersamaan Jadi Pengganti Pesta Kelulusan di SMPN 2 Nagrak (Foto : Aab)

Ibu Fiska, orang tua  dari Syamikh Faizul hidayat, siswa kelas IX-F, mengaku awalnya kecewa: “Jujur awalnya kami sekeluarga kecewa karena nggak ada pentas perpisahan. Anak saya juga sedih, katanya mau nampilin tarian Sunda terakhir kali di sekolah. Tapi pas diajak botram bareng gini, rasa kecewanya hilang. Justru lebih hangat. Duduk lesehan, makan bareng guru dan teman-temannya. Ini kenangan yang lebih membekas daripada panggung megah.”

Senada, Ibu Linda, orang tua dari Muhammad Khalil Gibran, siswa kelas IX-D, sama merasa kecewa tapi tetap mendukung cara sederhana ini: “Saya ngerti dan dukung aturan dari Pak Gubernur sama Disdik. Nggak usah hura-hura, yang penting anak lulus dengan selamat. Botram begini malah bagus, gotong royong, nggak memberatkan. Saya bawa ayam goreng, ada yang bawa sambal, ada yang bawa lalapan. Anak-anak jadi belajar arti kebersamaan. Lulusnya berkah, acaranya juga berkah.”

Taat Aturan, Tapi Tetap Rayakan

Cara ini dinilai aman dan sesuai spirit edaran Gubernur Jabar: nggak ada konvoi, nggak ada pungli, nggak bikin macet jalan. Cukup kumpul, makan bareng, doa bersama.

Yana Rudiana berharap meski sederhana, esensi kelulusan tetap sampai ke anak-anak.

“Walaupun sederhana, tapi tidak mengurangi khidmat dan esensi dari makna kelulusan ini,” harapnya.

237 siswa SMPN 2 Nagrak akhirnya lulus dengan cara yang paling Sunda: guyub, rukun, dan saling berbagi. Surat kelulusan di tangan kanan, sepiring nasi botram di tangan kiri. Kenangan yang nggak akan mereka lupa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SMPN 2 Nagrak Lepas 237 Siswa dengan Kesederhanaan, Taati Edaran Gubernur Jabar

0
Oplus_131072

Kepala Sekolah: Khidmatnya Kelulusan Nggak Tergantung Gebyar

Wartain.com – Suasana haru tapi sederhana mewarnai pelepasan siswa kelas IX SMPN 2 Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 237 siswa dari 6 rombongan belajar resmi menerima surat kelulusan setelah 3 tahun menimba ilmu di sekolah, tahun pelajaran 2025-2026.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini SMPN 2 Nagrak memilih menggelar kelulusan tanpa acara meriah. Keputusan itu diambil untuk mematuhi edaran Gubernur Jawa Barat dan edaran Disdik Kabupaten Sukabumi, tentang pelaksanaan kelulusan di satuan pendidikan yang melarang pesta hura-hura.

Hanya Bagi Surat Kelulusan, Tapi Tetap Khidmat

Kepala SMPN 2 Nagrak, Yana Rudiana, S.Pd, M.MPd, menjelaskan pihaknya sengaja menyederhanakan prosesi kelulusan, karena mentaati aturan.

“Kita menggelar kelulusan dengan sederhana, hanya membagikan surat kelulusan saja, karena harus melaksanakan edaran gubernur,” ujar Yana, Selasa 02/06/2026.

Meski tanpa panggung megah, Yana berharap makna kelulusan tetap sampai ke siswa. Baginya, esensi kelulusan bukan di gebyarnya acara.

“Walaupun sederhana, tapi tidak mengurangi khidmat dan esensi dari makna kelulusan ini,” harapnya.

Sebenarnya pihak sekolah punya keinginan lain. Yana mengaku, Orangtua, Siswa dan  tim guru ingin menampilkan kreasi seni siswa sebagai kenangan perpisahan.

SMPN 2 Nagrak Lepas 237 Siswa dengan Kesederhanaan, Taati Edaran Gubernur Jabar (Foto : Aab)

“Kita maunya gebyar, menampilkan beberapa kreasi siswa, tapi kan ada edaran gubernur serta ada edaran juga dari Disdik Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Orang Tua & Siswa Kecewa, Tapi Patuh Aturan

Keputusan sederhana ini rupanya meninggalkan rasa kecewa di sebagian orang tua dan siswa. Salah satu wali murid kelas IX mengungkapkan perasaannya.

“Sebenarnya ada rasa kecewa dari dirinya serta anaknya yang lulus. Karena maunya ada kegiatan yang memperlihatkan atau menampilkan kreatifitas siswa. Jadi setelah lulus dari sini ada kesan yang membekas,” ungkap salah seorang orangtua siswa yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun sebagai warga yang taat aturan, orang tua itu tetap menerima kebijakan sekolah.

“Tapi walaupun kecewa, sebagai orang tua tetap harus mengikuti aturan yang sudah dibuat,” pungkasnya.

Edaran Gubernur Jabar dan Disdik Sukabumi memang menegaskan larangan kegiatan kelulusan yang berlebihan, konvoi, dan pungutan liar. Tujuannya menjaga ketertiban serta meringankan beban orang tua.

Dengan 237 lulusannya tahun ini, SMPN 2 Nagrak membuktikan kelulusan tetap bisa bermakna meski digelar sederhana. Tinggal kenangan 3 tahun belajar di Nagrak yang akan terus diingat para alumni.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Waspada Pungli Rekrutmen! Disnakertrans Sukabumi: Kerja Resmi Nggak Pungut Biaya

0
Oplus_131072

Lulusan SMA/SMK Jadi Target, Laporkan ke APH Jika Temukan Modus Penipuan

Wartain.com – Musim kelulusan SMA/SMK tiba, giliran para pencari kerja yang jadi incaran. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja kembali marak di Kabupaten Sukabumi. Melihat itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) angkat suara dan imbau masyarakat lebih waspada.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menegaskan satu hal penting: rekrutmen resmi tidak pernah minta uang.

“Masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh janji bisa langsung diterima bekerja. Pastikan seluruh proses pencarian kerja dilakukan melalui jalur resmi, salah satunya melalui layanan dan informasi yang disediakan Disnaker,” ujar Sigit, Selasa 02/06/2026.

Modus Lama, Korban Baru

Menurut Sigit, para pelaku biasanya memanfaatkan kondisi masyarakat yang buru-buru ingin kerja. Iming-imingnya klasik: proses cepat, gaji tinggi, pasti diterima. Syaratnya satu, transfer uang “administrasi”, “pelatihan”, atau “jaminan lolos”.

“Jika menemukan praktik seperti itu, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya via sambungan seluler.

5 Ciri Lowongan Kerja Palsu Versi Disnakertrans

Biar nggak ketipu, Disnakertrans membagikan ciri lowongan abal-abal yang harus diwaspadai:
1. Minta bayar di awal dengan alasan administrasi, pelatihan, atau jaminan diterima kerja
2. Gaji fantastis tapi syarat dan pengalaman kerja nggak jelas
3. Email/domain nggak resmi. Contoh: pakai @gmail.com, @yahoo.com untuk rekrutmen perusahaan besar
4. Nggak ada seleksi/wawancara. Langsung “diterima” setelah transfer
5. Uang “akan dikembalikan” setelah diterima kerja. Ini modus paling sering

Lindungi Data Pribadi & Cek ke Sumber Resmi

Selain ciri di atas, Sigit mengimbau pelamar jangan sembarangan kasih data pribadi sensitif seperti KTP, KK, atau rekening bank di tahap awal. Pastikan undangan interview datang dari kontak resmi perusahaan.

Hindari lowongan yang cuma viral di grup WA/FB tanpa verifikasi. Kalau ragu, langsung cek ke website resmi perusahaan atau hubungi bagian HRD-nya.

Pakai Jalur Resmi “Siap Kerja”

Disnakertrans dorong masyarakat pakai platform resmi pemerintah. Salah satunya aplikasi “Siap Kerja” dan media sosial resmi Disnakertrans Kabupaten Sukabumi. Di sana semua info lowongan sudah terverifikasi dan 100% gratis.

Butuh cek kebenaran info loker? Datang langsung ke Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi atau hubungi petugasnya. Sosialisasi juga gencar dilakukan ke orang tua siswa lulusan SMA/SMK biar nggak ada anaknya yang jadi korban.

“Kami berharap masyarakat saling berbagi informasi dan meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak ada lagi korban penipuan maupun pungutan liar yang mengatasnamakan proses penerimaan tenaga kerja,” pungkas Sigit.

Ingat: Kerja itu dapat gaji, bukan bayar dulu. Kalau ada yang minta uang, 99% itu penipuan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Sukabumi Selasa 2 Juni 2026: Siang Cerah, Sore Hujan Mengguyur

0
Oplus_131072

Siapkan Payung, Hujan Potensi Lebat Jam 15:00-17:00

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi yang punya agenda luar ruangan besok, Selasa 2 Juni 2026, siap-siap bawa payung. Badan Meteorologi memprakirakan cuaca Sukabumi akan cerah berawan di pagi-siang hari, lalu berubah hujan pada sore hingga malam hari.

Suhu Sejuk 20°C – 28°C

Cuaca Sukabumi besok tetap sejuk seperti biasanya. Suhu terendah diprakirakan 20°C di pagi/ dini hari, sementara suhu tertinggi 28°C menjelang siang. Matahari terbit pukul 05:57 WIB dan terbenam 17:42 WIB.

Detail Cuaca Per Jam

Pagi 07:00-11:00: Langit berawan hingga berawan sebagian. Suhu naik perlahan dari 22°C ke 27°C. Peluang hujan masih kecil, 11-15%. Tapi hati-hati, UV Index masuk kategori “Sangat Tinggi” jam 11:00. Buat yang beraktivitas di luar, sunscreen dan topi wajib.

Siang 12:00-14:00: Kondisi berawan-mendung mendominasi. Suhu 27-28°C dengan kelembapan 71-74%. Peluang hujan mulai naik ke 18-24%. Ini tanda awan hujan mulai berkumpul.

Sore 15:00-18:00*l: Waktunya hujan. BMKG/Weather Channel memprakirakan hujan mengguyur Sukabumi mulai jam 15:00 dengan peluang 36%. Puncaknya jam 16:00, peluang hujan 68% dan suhu turun ke 25°C. Hujan diprakirakan berlanjut sampai jam 18:00 dengan peluang 51%. Angin bertiup dari selatan-barat daya 7-9 km/jam, sepoi-sepoi tapi cukup bikin udara dingin.

Malam 19:00-23:00: Hujan masih turun walau intensitasnya melandai. Suhu 22-23°C, kelembapan naik sampai 95-100%. Langit tertutup awan mendung.

Sumber lain: Prakiraan Sinoptik juga menyebut Selasa 2 Juni suhu min 21°C, max 27°C dengan peluang hujan naik signifikan siang-sore. http://Cuacalab.id mencatat siang 13:00 suhu 28°C berawan, malam 03:00 hujan.

Tips Buat Warga Sukabumi

1. Bawa payung/jas hujan kalau keluar rumah setelah jam 14:00. Daerah Cikembar, Cisaat, dan Palabuhanratu rawan diguyur lebih dulu.
2. Waspada jalan licin*l di jalur pegunungan seperti Cikidang, Kadudampit, dan jalur ke Geopark Ciletuh.
3. Pakai pelindung UV jam 10:00-13:00. Matahari Sukabumi siang bolong tetap terik meski langit berawan.
4. Pengendara motor: Kurangi kecepatan saat hujan sore. Visibilitas turun dan jalan licin.

Secara keseluruhan, 2 Juni 2026 jadi hari yang cocok buat kerja indoor atau rebahan sore sambil dengar rintik hujan Sukabumi. Tapi kalau harus keluar, siapkan persiapan biar nggak kehujanan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Antisipasi Aksi 2.6.26, Sejumlah Sekolah di Pusat Kota Sukabumi Diliburkan

0

Wartain.com – Disdikbud Kota Sukabumi menerapkan langkah antisipatif menjelang aksi unjuk rasa 2.6.26 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan pusat pemerintahan Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026). Kebijakan pembelajaran dari rumah diberlakukan bagi sejumlah sekolah yang berada di sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD guna menghindari potensi gangguan selama aksi berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi mengatakan, kebijakan tersebut hanya diterapkan untuk sekolah yang berada dekat dengan titik konsentrasi massa aksi. Ia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah lain tetap berjalan normal.

“Tidak semua sekolah diliburkan atau belajar dari rumah. Hanya sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi demo saja,” kata Novian, Senin (1/6/2026).

Sekolah yang terdampak kebijakan tersebut di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 9, SMP Mardi Waluya, SMP Muhammadiyah, serta SMP Taman Siswa.

Menurut Novian, keputusan itu diambil sebagai langkah pencegahan agar proses belajar siswa tidak terganggu situasi di lapangan. Pasalnya, aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada pagi hari bertepatan dengan jam masuk sekolah.

“Karena agenda aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berdekatan dengan aktivitas belajar di sekolah, maka kami mengambil langkah antisipasi demi keamanan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.

Selain itu, Disdikbud juga melakukan penyesuaian terhadap jadwal Sumatif Akhir Tahun (SAT) di sekolah-sekolah terdampak. Pelaksanaan ujian yang sedianya berlangsung besok diputuskan untuk ditunda dan akan dijadwalkan ulang.

Ia menambahkan, koordinasi dilakukan secara cepat melalui komunikasi langsung dengan para kepala sekolah tanpa menerbitkan surat edaran resmi.

“Informasi disampaikan langsung melalui WhatsApp karena sifatnya cepat dan situasional. Para kepala sekolah juga sebelumnya sudah berkoordinasi terkait kondisi ini,” jelasnya.

Sementara itu, sekolah yang berada di luar area pusat aksi tetap menjalankan kegiatan belajar seperti biasa. Disdikbud mengimbau masyarakat dan orang tua siswa untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah terkait perkembangan situasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gilas Myanmar 3-0, Timnas U-19 Indonesia Buka Piala AFF dengan Kemenangan Manis

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tim Nasional U-19 Indonesia sukses memetik kemenangan meyakinkan dengan skor telak 3-0 saat bersua Myanmar pada laga perdana Grup A turnamen ASEAN U-19 Boys Championship 2026. Pertandingan pembuka yang sarat gengsi ini digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, pada Senin (1/6/2026) malam pukul 20.00 WIB. Tiga gol kemenangan skuad Garuda Muda masing-masing dicetak oleh penyerang andalan Arkhan Kaka serta sepasang gol dari Dimas Wicaksono.

Kemenangan ini menjadi modal yang sangat penting bagi anak-asuh Nova Arianto dalam misi mereka mempertahankan gelar juara sub-konfederasi ASEAN di hadapan publik sendiri. Tambahan tiga poin penuh ini membuat Indonesia bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A. Indonesia menempel ketat Vietnam yang berada di posisi puncak dengan koleksi poin dan selisih gol yang identik, setelah sebelumnya Vietnam juga mengandaskan perlawanan Timor Leste dengan skor 3-0.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung ditunjukkan oleh kedua tim. Myanmar sempat memberikan perlawanan sengit di lini tengah dan solidnya pertahanan mereka membuat skuad Garuda Muda kesulitan mencetak skor di awal laga. Indonesia sejatinya sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-34 lewat skema serangan balik cepat saat sundulan Arkhan Kaka memanfaatkan umpan lambung Reno Salampessy masih membentur tiang gawang Myanmar.

Kebuntuan lini depan Indonesia akhirnya pecah pada menit ke-38. Memanfaatkan operan matang di dalam kotak penalti, Arkhan Kaka yang mendapatkan pengawalan ketat dari bek lawan berhasil menyontek bola masuk ke sudut gawang tanpa mampu dihalau kiper Myanmar, Sai Khant Min Nyo. Selebrasi bentuk cinta ke arah tribun penonton langsung diperagakan oleh Kaka, yang sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Indonesia.

Memasuki babak kedua, Myanmar mencoba tampil lebih agresif guna mengejar ketertinggalan, namun tangguhnya kiper Dafa Al-Gasemi berhasil mementahkan peluang tim tamu. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Myanmar justru kembali bobol pada menit ke-79. Berawal dari pressing ketat yang dilakukan Dimas Wicaksono, sapuan bola dari penjaga gawang Myanmar membentur badan Dimas dan berbalik arah masuk ke dalam gawang yang sudah kosong, mengubah skor menjadi 2-0.

Jelang akhir pertandingan tepatnya pada menit ke-87, Dimas Wicaksono sukses mengunci kemenangan mutlak bagi Merah Putih lewat gol keduanya. Setelah menerima umpan di dalam kotak penalti secara bebas, ia dengan tenang mengarahkan tendangan menyusur tanah ke tiang jauh sebelah kiri gawang Myanmar. Skor 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, menandai start sempurna timnas Indonesia di ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)