26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 554

Negara dalam Padang Qurban : Jalan Sunyi Prabowo Menuju Kepemimpinan yang Menyelamatkan

0

Oleh : Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan

Pengantar

Wartain.com || Hari-hari menuju Iduladha 2025 membawa kita tidak hanya pada tafakur keagamaan, tetapi juga pada sebuah refleksi kenegaraan yang mendalam. Republik Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Di tengah perayaan keimanan dan kurban, langit politik Indonesia tengah berarak mendung. Presiden terpilih Prabowo Subianto menghadapi simpul-simpul krisis yang tidak bisa dihindari: isu reshuffle kabinet, tarik-ulur posisi Kapolri, dan yang paling mengguncang: surat para purnawirawan yang menyerukan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka ke DPR.

Namun, sebagaimana Ibrahim diuji untuk mengorbankan yang paling dicintai, maka pemimpin negeri ini pun kini diuji: apakah berani berkorban demi kemaslahatan, demi tegaknya keadilan, dan demi memulihkan ruh Pancasila yang telah lama tereduksi menjadi alat politik. Iduladha menjadi momentum bukan hanya bagi rakyat untuk menyembelih hewan, tetapi bagi pemimpin untuk menyembelih ego dan loyalitas yang keliru—dan dari situ, lahir kepemimpinan yang disucikan oleh niat yang murni.

Negara dalam Padang Qurban: Tafsir Krisis sebagai Ladang Kematangan

Kepemimpinan

Situasi mutakhir yang melilit pemerintah Prabowo-Gibran tidak bisa dibaca sebagai dinamika biasa. Ini adalah isyarat langit yang memanggil seorang pemimpin untuk naik kelas menjadi negarawan. Ketegangan elite sudah bukan lagi sekadar politik kekuasaan, tetapi tanda dislokasi nilai. Politik kehilangan arah, hukum kehilangan taji, dan rakyat kehilangan harapan. Bangsa ini memerlukan laku kurban, bukan lagi retorika.

Isu Reshuffle Kabinet: Indikator bahwa loyalitas kabinet bukan pada cita konstitusi, tetapi pada arus kekuasaan. Presiden diuji apakah ia berani memilih sahabat-sahabat baru—bukan yang setia pada kursi, tapi setia pada cita-cita luhur bangsa.

Kontestasi di Tubuh Aparat: Rencana pergantian Kapolri dan potensi politisasi institusi penegak hukum adalah pertarungan senyap antara loyalitas kepada negara atau kepada kekuasaan pribadi. Prabowo diuji: akankah ia memilih profesionalitas spiritual atau kelanjutan dominasi?

Surat Purnawirawan untuk Pemakzulan Gibran: Ini bukan sekadar perlawanan terhadap Gibran sebagai individu, tapi simbol keresahan terhadap politik dinasti dan praktik-praktik yang mencederai rasa keadilan. Bila ini diabaikan, luka bangsa bisa berubah menjadi abses yang membusuk.

Momentum Iduladha: Dalam suasana suci ini, rakyat melihat: apakah pemimpinnya bersedia meneladani Ibrahim—yang berani mengurbankan bukan musuh, tapi bagian dari dirinya sendiri, demi perintah yang lebih tinggi dari semua: keadilan dan ketauhidan.

Prabowo dan Jalan Sunyi Qurban : Membentuk Lingkaran Suci Kepemimpinan

Dalam krisis ini, Prabowo bisa memilih untuk bertahan dengan lingkar kekuasaan lama, atau membuka babak baru: memanggil para sahabat yang loyal kepada Tuhan, kepada nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, dan kepada Indonesia sebagai amanah sejarah.

Inilah saatnya beliau membentuk lingkaran suci kepemimpinan—yang terdiri dari para patriot sejati dari TNI, Polri, BIN, BAIS, dan sipil yang tidak hanya kompeten, tapi jernih hatinya. Para ahli dan negarawan yang tak tergoda jabatan, tapi ditawan oleh cinta kepada republik dan Tuhannya.

Ini adalah panggilan untuk memilih bukan orang dekat, tapi orang yang tegak berdiri karena takut pada langit. Bukan yang mencari untung, tapi yang berani rugi demi masa depan generasi mendatang.

Kepemimpinan yang Mengorbankan untuk Menyelamatkan

Iduladha ini dapat menjadi sejarah baru bila Prabowo memutuskan:

Melepaskan Gibran Secara Konstitusional dan Terhormat, sebagai simbol qurban politik demi menyelamatkan legitimasi pemerintahan. Ini bukan kalah, tapi berani kalah demi menang yang lebih besar: keutuhan bangsa.

Memilih Panglima Baru Kapolri dan Panglima TNI Berdasarkan Integritas Ruhani, bukan loyalitas politik. Karena yang kita butuhkan adalah penegak keadilan, bukan pemburu kuasa.

Menata Ulang Kabinet dengan Jiwa Ibrahim, yakni berani melepaskan yang disayang jika itu merintangi jalan kebaikan. Para menteri bukan simbol kekuasaan, tapi alat pengabdian.

Menjadi Presiden untuk Semua Golongan, termasuk oposisi yang konstruktif dan masyarakat sipil yang kritis. Karena ruh Pancasila adalah kebersamaan, bukan kepatuhan tunggal.

Penutup

Bila Prabowo sungguh hendak dikenang sebagai pemimpin agung, bukan hanya penguasa, maka inilah saatnya: Iduladha menjadi momentum qurban politik tertinggi. Seorang Ibrahim tidak dinilai dari banyaknya pengikut, tapi dari kesanggupannya mempersembahkan yang paling dicintainya di altar ketaatan. Bila Prabowo mampu menempuh jalan sunyi ini, maka sejarah akan mengabadikannya sebagai pemimpin yang bertakwa dalam arti sebenar-benarnya: berani mengorbankan demi Allah dan umat manusia.

Dan dari padang qurban ini, bangsa Indonesia bisa bangkit kembali—disatukan bukan oleh kekuasaan, tetapi oleh cinta, keadilan, dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Rayakan Iduladha 1446 H, Heri Gunawan Salurkan Hewan Kurban sebagai Wujud Kepedulian Sosial

0

Wartain.com || Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, kembali mengadakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun) yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Sabtu (7/6/2025).

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi sarana bagi Heri Gunawan dan keluarganya untuk berbagi dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Pada tahun ini, total 10 ekor sapi dan 6 ekor kambing disiapkan untuk dikurbankan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali bisa berbagi. Sebanyak empat ekor sapi dipotong di Rumah Aspirasi, sementara sisanya kami distribusikan ke sejumlah titik di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi,” ungkap Heri Gunawan, yang akrab disapa Hergun.

Ia menekankan bahwa kegiatan kurban ini bukan semata-mata sebuah seremoni, melainkan bagian dari upaya meneladani spirit pengorbanan Nabi Ibrahim AS, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Kurban bukan tentang kemewahan, tetapi tentang makna. Ini adalah rutinitas tahunan kami sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” lanjutnya.

Distribusi daging kurban dilakukan secara selektif, dengan memprioritaskan warga sekitar Rumah Aspirasi serta masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan. Baik warga dari Kota maupun Kabupaten Sukabumi turut merasakan manfaat dari kegiatan ini.

Hergun berharap lebih banyak pihak yang tergerak untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban, terutama mereka yang memiliki kelapangan rezeki.

“Semoga semangat berbagi ini bisa terus tumbuh. Mari kita bangun solidaritas dan kebersamaan dalam masyarakat melalui aksi nyata seperti kurban,” pungkasnya.***(RAF).

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Perkuat Pengamanan di Hari Raya Iduladha dan Libur Panjang

0

Wartain.com || Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Iduladha 1446 Hijriah serta mengantisipasi potensi gangguan saat libur panjang, Polres Sukabumi Kota menurunkan sejumlah personel di titik-titik strategis. Langkah pengamanan ini mulai diberlakukan sejak Jumat, 6 Juni 2025.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, melalui Kasi Humas AKP Astuti Setyaningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan perayaan hari besar umat Islam dan aktivitas masyarakat selama liburan berlangsung aman dan kondusif.

“Selain melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan salat Iduladha, kami juga menempatkan personel di sejumlah destinasi wisata, seperti kawasan wisata alam Situgunung, pemandian air panas Cikundul, serta tempat-tempat rekreasi lainnya,” ujar AKP Astuti, Sabtu (7/5/2025).

Tak hanya di area wisata, pengamanan juga difokuskan pada obyek vital, termasuk stasiun kereta api, gedung perkantoran, dan area perbankan. Menurut Astuti, hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mencegah terjadinya tindak kriminal selama masa libur panjang.

“Pengamanan ini menjadi langkah antisipatif kami dalam menjaga stabilitas kamtibmas agar warga dapat merayakan Iduladha dengan tenang,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pelayanan publik, Polres Sukabumi Kota juga mengaktifkan sistem respons cepat melalui layanan Call Center 110 serta aplikasi pelaporan SIAP MANGGA. Dengan sistem ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau pengaduan terkait potensi gangguan kamtibmas secara langsung dan akan ditindaklanjuti oleh petugas yang bertugas.

“Layanan pelaporan tetap kami siagakan. Bila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melapor, kami pastikan respon cepat diberikan demi menjaga ketertiban di tengah masyarakat,” pungkas AKP Astuti.

Dengan strategi pengamanan terpadu ini, Polres Sukabumi Kota berharap momen Iduladha 1446 H dapat berlangsung dalam suasana yang damai, tertib, dan penuh kebersamaan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Laksanakan Kurban 21 Ekor Sapi di RPH untuk Iduladha 1446 H

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi melaksanakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah pada Sabtu (7/5/2025). Sebanyak 21 ekor sapi disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Sukabumi sebagai bagian dari kegiatan tahunan tersebut. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, turut hadir secara langsung dan mengikuti prosesi penyembelihan.

Dalam keterangannya, Wali Kota menyampaikan bahwa pemilihan RPH sebagai lokasi pelaksanaan kurban didasarkan pada kelengkapan fasilitas dan kesiapan teknis yang mendukung pelaksanaan kurban secara tertib, higienis, dan sesuai dengan syariat Islam.

“Penyembelihan dilakukan di RPH agar prosesnya berjalan lebih baik dan memperhatikan kesejahteraan hewan. Di sini tersedia alat-alat yang memadai sehingga hewan tidak mengalami stres berlebihan, tidak seperti jika dilakukan di lapangan terbuka,” ujar H. Ayep Zaki.

Sapi pertama yang disembelih dalam kegiatan tersebut merupakan hewan kurban milik Wali Kota sendiri. Ia menekankan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus wujud kepedulian terhadap pelaksanaan ibadah kurban oleh pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Ayep Zaki menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di RPH juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ibadah kurban secara berkelanjutan, baik dari sisi teknis maupun nilai-nilai keagamaannya.

Distribusi daging kurban dilakukan melalui sistem kupon, yang tahun ini disebar sebanyak 5.000 lembar ke berbagai wilayah di Kota Sukabumi. Mekanisme ini diterapkan agar penyaluran daging kurban tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.

“Sebanyak 5.000 kepala keluarga menerima daging kurban tahun ini. Kami berharap distribusi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, pelaksanaan kurban akan terus kita tingkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Kegiatan kurban ini menjadi agenda rutin tahunan Pemkot Sukabumi yang sarat dengan nilai spiritual dan sosial. Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan semangat Iduladha, Pemkot Sukabumi berharap dapat membangun masyarakat yang lebih peduli, harmonis, serta menjunjung tinggi semangat berbagi, sejalan dengan visi kota BERCAHAYA: Bersih, Cerdas, Harmonis, Agamis, dan Berdaya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Rumah Panggung Hangus Dilahap Sijago Merah di Cidatar Garut

0

Wartain.com || Rumah panggung milik warga hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Kampung Cidatar RT 01 RW 07, Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Jumat (6/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Rumah seluas 200 meter persegi yang ditempati oleh seorang lansia bernama Okom (70) itu dilaporkan terbakar hebat, terutama di bagian lantai atas yang merupakan area kamar tidur.

Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Sdr. Diki (31), yang melihat asap keluar dari atap rumah. Dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik yang kemudian menjalar dengan cepat ke seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan kayu.

Warga sekitar segera berupaya memadamkan api bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran, Personel dari Polsek Cisurupan yang tiba di lokasi turut membantu proses evakuasi dan pemadaman, bersama aparat Koramil dan masyarakat setempat.

Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian.

“Kami telah melakukan cek TKP, meminta keterangan saksi, serta mengamankan lokasi guna penyelidikan lebih lanjut. Kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir secara pasti, alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada kejadian ini” ujar Kapolsek.

Meski demikian, perhatian dan respon cepat dari aparat kepolisian mendapat apresiasi dari warga yang turut membantu proses penanganan di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah hal serupa terjadi di kemudian hari.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Manifesto Politik Gerakan Mahasiswa, ”Serangkain kesejahtraan yang harus Dibersamai Perjuangan di Kabupaten Garut”

0

Oleh : Dani Wijaya Kusuma/ Ketua Senat Mahasiswa STHG

Wartain.com || Cari dan berdialetikalah dengan orang- orang yang resah maka kita akan bertemu.

Beberapa waktu terakhir, keadilan tampak menjauh dari denyut nadi rakyat. Sayap- sayap kemakmuran tercabik oleh regulasi yang melukai perut, pikiran, dan hati setiap insan. Rangkaian perjuangan, baik di skala nasional maupun daerah, kian dianggap angin lalu. Ironisnya, keresahan itu justru dinikmati oleh mereka yang menanggung beban paling berat: rakyat sendiri.

Dalam ikhtiar menegakkan martabat demokrasi, harapan besar diletakkan pada partai politik agar menjadi penyambung lidah rakyat—bukan alat kekuasaan yang tunduk pada ambisi harta dan jabatan. Begitu pula mahasiswa, sebagai middle class intelektual, perlahan kehilangan identitasnya. Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya nilai pengabdian, tereduksi menjadi alat tunduk pada nilai-nilai materialistik dan pragmatisme.

“Para penguasa ibarat hewan yang bersantap rakus, membungkam suara burung yang menjeritkan kesengsaraan.”

Kini, kebebasan berpendapat kehilangan marwah. Dicap sebagai pemberontakan, suara rakyat dikerdilkan. Namun, bila keadilan dan kesejahteraan tak lagi terasa, maka perlawanan adalah jalan Tuhan.

Ruang-ruang demokrasi yang dulu menjadi arena perdebatan konstruktif kini berubah menjadi panggung sandiwara politik yang penuh kepalsuan. Kritik yang membangun akan dipandang sebagai makar, sementara pujian kosong dipandang sebagai loyalitas tertinggi. Diamnya kaum intelektual sama halnya dengan pengkhianatan terhadap amanah kemanusiaan.

Ketika budaya malu tergantikan oleh budaya asing yang tercerabut dari akar moral, maka perpecahan bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan. Malu jika berbuat zalim. Malu jika menyakiti sesama. Malu jika mengkhianati cita-cita gotong royong yang menjadi fondasi bangsa.

Dalam keheningan malam, kita saksikan bagaimana mimpi-mimpi rakyat layu sebelum sempat mekar. Setiap fajar yang terbit membawa kabar duka: petani kehilangan lahan karena eksploitasi korporasi, buruh yang diperas keringatnya tanpa mendapat upah yang layak. Inilah realitas pahit yang mengalir dalam bangsa.

Ketimpangan ekonomi yang semakin menganga bukan hanya soal angka statistik. Ia adalah cermin dari sistem yang gagal mendistribusikan kemakmuran secara adil. Sementara segelintir orang menikmati kemewahan yang berlebihan, jutaan rakyat berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Maka dari itu, marilah kita bangkit dari kelengahan dan ketidakpedulian. Marilah kita bergandengan tangan melawan tirani kemunafikan dan kebohongan sistemik yang telah terlalu lama mencengkeram leher bangsa ini. Revolusi mental yang sebenarnya dimulai dari kesadaran bahwa perubahan sejati hanya akan terwujud jika setiap individu berani mengambil sikap dan bertindak sesuai dengan hati nurani.

Kita adalah manusia jujur yang berusaha menjaga kemewahan idealisme dari kemunafikan dan arus kepentingan busuk yang mencemari ruh kesejahteraan bersama. Karena itu, kampus—sebagai benteng intelektual—harus tetap menjadi ruang netral dan independen, bebas dari intervensi politik kotor yang berupaya melemahkan daya kritis generasi penerus.

Idealisme bukanlah kemewahan yang sia- sia, melainkan kekuatan yang mampu mengubah bangsa ini menuju masa depan yang lebih adil dan bermartabat.

“Ketika kebenaran menjadi barang yang langka, maka kebohongan pun dianggap emas.” (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Salman/Biro Garut)

Calon PMI Ilegal Jadi Admin Judol di Kamboja, Berhasil Digagalkan

0

Wartain.com || Pertama kali dari suara di ujung telepon satu korban masuk perangkap, mimpinya begitu tiba di Kamboja, tinggal cek rekening, honor dari jual tenaga kerja ilegal sudah terparkir aman.

MZ calon PMI yang ingin menjadi admin Judol kini sudah tidak bisa dilanjutkan lagi mimpinya.

BP3MI Kepulauan Riau yang dipimpin Kombes Imam Riyadi sudah mencium modus lawas ini. Rute keberangkatannya di Pelabuhan Tanjungpinang diawasi ketat, Sabtu 07/06/2025.

Langkah MZ, si korban yang hendak berangkat ke Kamboja karena bujuk gaji Rp10 juta jadi admin judol berhasil dihentikan. “Kami tak mau ada lagi PMI jadi korban,” tegas Imam.

MZ mengaku ditelepon R, si calo untuk jadi admin judol. Rencana penentuan rutenya, terbang dari Medan, tiba di Batam, meluncur ke Tanjungpinang, pergi ke Malaysia lalu Kamboja.

Inilah realita pahit di balik janji manis si calo ada ancaman kerja paksa dan perdagangan manusia kepada korban.

“Ingat pesan dari Pak Menteri untuk tolak mentah-mentah tawaran jadi admin judol! Ini bukan kerja, tapi perangkap. Selalu gunakan jalur resmi, ” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menteri P2MI Serahkan Hewan Kurban dari Presiden ke Pemkot Palu

0

Wartain.com || Menteri P2MI/Kepala BP2MI, Abdul Kadir Karding menyampaikan pesan kebersamaan dan kepedulian usai menyerahkan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Kota Palu, di Hunian Tetap (Hutap) Petobo, Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (6/6/2025).

Ditemani Wali Kota Palu Hadianto Rasyid usai Salat Idul Adha, Menteri Karding menyampaikan bahwa hewan kurban tersebut adalah bentuk perhatian langsung Presiden Prabowo untuk warga Palu.

Lebih lanjut, Menteri Karding menegaskan bahwa kurban yang disalurkan kepada warga Huntap Petobo merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana gempa bumi dan tsunami beberapa tahun lalu.

Dalam nuansa Hari Raya Idul Adha, Menteri Karding juga mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan dan kepemimpinan dari Nabi Ibrahim AS.

“Harapan saya agar semangat Nabi Ibrahim AS menjadi landasan kebersamaan dan solidaritas antarmasyarakat serta antar pemerintah dan warga di kota Palu,” tegasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di Ponpes Al Mahfudziyyah Sukabumi

0

Wartain.com || Satu ekor sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto disembelih di Pondok Pesantren Al Mahfudziyyah, Gang Ampera, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada hari kedua perayaan Iduladha 1446 Hijriah, Sabtu (7/6/2025).

Sapi berjenis limosin dengan bobot sekitar 1,2 ton ini menarik perhatian warga setempat karena ukurannya yang luar biasa besar. Proses penyembelihannya berlangsung menegangkan, mengingat tenaga ekstra yang dibutuhkan untuk merobohkan hewan tersebut. Demi keamanan, warga diminta menjaga jarak selama prosesi berlangsung.

Petugas kurban harus bekerja keras untuk menjatuhkan sapi tersebut sebelum akhirnya sang jagal menyembelihnya dengan pisau yang telah dipastikan ketajamannya. Meski cukup menantang, penyembelihan berjalan lancar dan aman.

Ketua panitia penyembelihan, Gundar Qolyubi, menjelaskan bahwa sapi milik Presiden Prabowo merupakan hewan kurban paling besar yang pernah mereka tangani. Berbeda dengan sapi kurban biasa, proses perobohannya memerlukan usaha lebih karena keterbatasan peralatan dan pengalaman panitia yang mayoritas berasal dari kalangan masyarakat setempat.

“Memang cukup berat saat merobohkannya karena ukurannya jauh lebih besar. Panitia juga bekerja secara swadaya, tidak seperti di Rumah Potong Hewan (RPH) yang memiliki perlengkapan dan prosedur lengkap. Tapi Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” kata Gundar.

Total hewan kurban yang disembelih di Ponpes Al Mahfudziyyah tahun ini terdiri dari 10 ekor sapi dan 3 ekor domba. Dengan adanya tambahan dari Presiden Prabowo, jumlah paket daging yang dibagikan ke masyarakat meningkat menjadi 2.500 kantong, naik dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 2.000 kupon.

“Kami distribusikan kepada warga, jamaah pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. Karena ada tambahan sapi dari Pak Presiden, maka jumlah kupon kami tambahkan menjadi 2.500,” jelasnya.

Gundar juga mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi penyembelihan sapi kurban Presiden dilakukan atas penunjukan resmi dari Pemerintah Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah kami mendapat kepercayaan dari Pemda untuk menjadi tempat penyembelihan. Proses penunjukannya merupakan kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa dipilihnya Ponpes Al Mahfudziyyah bukan tanpa alasan. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu yang tertua di Kota Sukabumi, dengan tradisi panjang dalam pelaksanaan kurban.

“Sudah sejak 1972 pesantren ini rutin menjadi panitia kurban, dan memiliki peternakan sendiri. Di sini juga banyak alim ulama yang lahir dari pesantren ini. Jadi wajar jika kami pilih tempat ini,” kata Ayep.

Sapi limosin milik Presiden Prabowo tersebut diketahui berasal dari peternakan di Kampung Curuggelar Tespong, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Hewan itu dibeli dengan harga Rp110 juta, memiliki tinggi sekitar 1,6 meter, panjang 3 meter, dan berusia 4 tahun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Masyarakat Desa Pawenang – Nagrak, Terima Daging Kurban dari Keluarga Besar  Aa Hilman

0

Wartain.com || Pada momen Iduladha 1446 H, keluarga besar  Aa Hilman Nulhakim melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih satu ekor sapi, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT limpahkan, bertempat di rumah kediaman, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat 06/06/2025.

Kurban tersebut merupakan inisiatif pribadi keluarga, yang tahun ini secara khusus ingin berbagi lebih luas kepada keluarga, handai taulan serta masyarakat sekitar.

Diketahui, kurang lebih ada 300-an  kupon dibagikan kepada warga yang membutuhkan, sebagai sarana untuk menyalurkan daging kurban secara tertib dan merata.

Berdasarkan pantauan wartain.com, proses distribusi daging kurban tersebut, dilakukan secara langsung oleh istri beliau, Ibu Zhohara Ismaya Subur Nulhakim, atau yang akrab disapa Zismaya, yang turut memastikan bahwa kurban ini benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerima.

“Melalui kurban ini, kami ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat berbagi yang diajarkan dalam  Islam, terutama pada momen Iduladha,” ujar Zismaya saat proses penyaluran berlangsung, dikediamannya, Jumat 06/06/2025.

Ratusan Masyarakat Desa Pawenang – Nagrak, Terima Daging Kurban dari Keluarga Besar  Aa Hilman (foto : Aab)

Dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna, keluarga besar Aa Hilman berharap bahwa kurban ini bukan hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga jembatan silaturahmi dan kepedulian sosial yang terus hidup dari tahun ke tahun.

“Kegiatan kurban ini merupakan bagian dari peran aktif keluarga besar kami dalam memperkuat hubungan dengan memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Melalui distribusi yang merata dan terukur, kami ingin memastikan bahwa manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tegas Zismaya.

Keluarganya, mendistribusikan daging kurban dalam bentuk daging segar yang sudah dikemas oleh panitia dengan kemasan yang aman untuk penyimpanan daging, serta langsung di awasi oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

“Melalui program ini, kami memperkuat sinergi dengan dinas terkait, memperluas dampak sosial, dan terus mengakselerasi kontribusi keluarga besar kami kepada masyarakat Desa Pawenang,” pungkas Zismaya.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Dul