26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 560

Kapolres Garut Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2025, Kepolisian Resor (Polres) Garut menggelar upacara bendera di halaman Mapolres Garut, Sabtu pagi.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang dan diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel Polres Garut, serta ASN Polres Garut. Senin (02/06/2025).

Dalam amanatnya, Kapolres Garut menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Hari Lahir Pancasila bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan kembali semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. Mari kita rawat persatuan, perkuat toleransi, dan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema ini menjadi pengingat pentingnya Pancasila sebagai pemersatu dalam keberagaman dan sebagai fondasi menuju kemajuan bangsa di masa depan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMAN 1 Cikembar Gelar Sosialisasi SPMB 2025 Kepada Stakeholder Pendidikan 

0

Wartain.com || Skolah Menengah Atas Negeri  (SMANSA) 1 Cikembar mengadakan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025, bertempat di aula Smansa Cikembar, Selasa 03/06/2025.

Acara ini dihadiri Forkopimcam, Kades se-Kecamatan Cikembar, para Kepala Desa se-Kecamatan Cikembar, Kepala Sekolah, Operator SMP dan MTs, PGRI serta unsur lainnya.

Drs. Erwanda, M.Pd Kepala Sekolah Smansa Cikembar menyebutkan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan materi terkait SPMB sesuai dengan Permendikbud yang diturunkan melalui Keputusan Gubernur, dan Disdik Jabar.

“Alhamdulillah kami buatkan dalam satu Standar Operasional Prosedur SPMB 2025 SMA Negeri Swasta Cikembar. Itu yang kami jelaskan kepada mereka, dari mulai jalur sampai pada pembahasan masalah-masalah yang muncul tahun kemarin,” ucapnya.

Lebih lanjut Erwanda menyebutkan bahwa ia pun  mengundang operator Dinas Kependudukan untuk menyelesaikan permasalahan tahun lalu.

“Jadi masalah-masalah tahun kemarin terkait  KK yang merah, apapun, itu barusan ada penjelasan dari operator Kecamatan Cikembar. Kemudian PGRI terkait dengan anak guru. Kemudian tahun ini ada jalur pramuka, makanya kami undang Kwarran. Jadi ada diskusi dengan para Kepala Desa, karena hari ini pun kami menyampaikan membangun pemahaman program Panca Waluya dari Pak Gubernur dengan para kades,” tuturnya.

SMAN 1 Cikembar Gelar Sosialisasi SPMB 2025 Kepada Stakeholder Pendidikan  (foto : Intan)

Tahun ini Erwanda menyebutkan, ada perubahan formulasi prosentase penerimaan.  Misalnya tahun lalu 50% untuk jalur afirmasi sekarang hanya 35%, dan yang lainnya otomatis berubah.

“Jadi kami akan atur katakanlah maksimal 5%, itu yang akan kami jadikan acuan, untuk SMA Cikembar sebagai sekolah penyangga, kami menerima 5% dari luar sistem SPMB Itu diseleksi oleh sistem kami tinggal menerima. Kemudian SMAN 1 Cikembar juga mendapat tugas/amanat titipan program kementerian, calon siswa ekspatriat  dari Malaysia dimana orang Indonesia yang kerja di Malaysia, punya anak, dan anaknya tidak bisa sekolah di Malaysia jadi kementerian hadir, mereka punya kewajiban, akhirnya memfasilitasi mereka harus sekolah Di Kabupaten Sukabumi yang ditunjuk adalah SMA Cikembar,” tambahnya.

Erwanda berharap segera lengkapi administrasi, terutama orang tua yang memang administrasinya belum lengkap jangan sampai nantinya ada penolakan.

“Sementara waktu daftar kan tahap satu hanya 6 hari di mohon dipersiapkan lebih awal untuk menghindari masalah-masalah nanti yang bisa muncul,” kata Erwanda.

Diakhir Erwanda mengatakan bahwa tahun ini jalur prestasi ada test secara online tidak hanya dari nilai raport dan lainnya “Berarti walaupun prestasi, tetap ada tes hasilnya nanti disandingkan. Jadi sekarang tidak ada jaminan yang katakanlah hasil lombanya bagus, tapi kalau tes tertulisnya jelek, itu belum dijamin lulus,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Sekda Bersama Yayasan Suku Raga Bahas Penguatan Literasi dan Pendidikan Karakter 

0

Wartain.com || Sekda Ade Suryaman menerima pengurus Yayasan Suku Raga terkait Program Literasi, Selasa, 3 Juni 2025 di Pendopo Sukabumi.

Ketua Yayasan Suku Raga, Efendi, menyampaikan bahwa pihaknya bertujuan membuat karya tulis yang berhubungan dengan pengembangan Pendidikan Karakter, melalui karya karya tersebut tentunya Yayasan Suku Raga ingin berkolaborasi dengan Stakeholder terkait untuk memupuk Pendidikan Karakter di Sukabumi.

Merespon hal tersebut, Sekda menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Suku Raga yang ingin berkonstribusi dalam membangun Pendidikan Karakter di Sukabumi.

“Kami sambut baik ,melalui Media Wayang Suku Raga yang bisa diterima di masyarakat tentunya ini semua bisa berkolaborasi dengan stakeholder terkait seperti Dinas Pendidikan, Parawisata, Budpora serta Diarpus,” ungkapnya.

Menurutnya, Melalui media wayang Suku Raga bisa mewarnai bidang Pendidikan, Pariwisata juga Perpustakaan yang mempresentasikan penguatan literasi bagi generasi muda.

“Harapannya dengan pertemuan ini kedepan upaya upaya untuk mendorong penguatan literasi bagi generasi muda berhasil dan didukung semua pihak,” tegasnya.

Sekda menegaskan upaya penguatan literasi adalah faktor penting bagi Pendidikan Karakter serta akan tertanam dalam Jiwa para generasi Muda Kabupaten Sukabumi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pengumuman Khusus untuk Jurnalis Perempuan! 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepada rekan-rekan jurnalis perempuan yang pernah atau sedang mengalami ketidakadilan, intimidasi, atau kekerasan maupun bentuk kezaliman lainnya saat melakukan peliputan kasus-kasus sensitif ataupun mengalami ketidak-setaraan gender di kantor maupun lingkungan kerja.

Pahami bahwa anda tidak sendirian!!!

Kami membuka ruang aman bagi rekan-rekan yang ingin berbagi pengalaman, cerita, atau memberikan masukan ataupun ide, demi mewujudkan perlindungan yang lebih baik bagi jurnalis perempuan khususnya di wilayah Asia Pasifik.

Mari kita bangkit bersama. Silakan untuk menghubungi saya : Dewi Suspa, di nomor 0811 1030 371.

Kerahasiaan terjamin, dan akan dibantu sesuai permasalahan yang dialami.

Masukan rekan-rekan sekalian akan sangat berarti untuk penyusunan kurikulum pelatihan, workshop dan buku putih sebagai pedoman komunitas UN Journalist dalam menangani kasus dan memberikan perlindungan bagi jurnalis perempuan.

Terima kasih atas keberanian dan solidaritas anda.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Wakili Kabupaten Sukabumi, Muhammad Aditya Prayoga Raih Juara Pertama Atribut Best Advokasi Tingkat Jabar

0

Wartain.com || Duta Putera Bahari Kabupaten Sukabumi Muhammad Aditya Prayoga berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi jawa barat sebagai atribut Best Advokasi di ajang grand final putra putri bahari tingkat jawa barat. Event yang diinisiasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, telah berlangsung pada Minggu 25 Mei 2025 di gedung D’Majestic Bandung .

Ujang Hendi sebagai Pembimbing Putra Bahari Kabupaten Sukabumi dikonfirmasi awak media atas tanggapan, Harapan dan Evaluasi, mengatakan setelah melalui seleksi sampai mendapatkan gelar juara, tentu melalui proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak mulai dari Pemda, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, dan kelompok nelayan menjadi sebuah spirit bersama dalam rangka mengangkat potensi wisata bahari di Sukabumi.

“Kita berharap pemerintah tetap mendukung , dan kita juga bisa terus berkontribusi dalam mempromosikan setiap potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi. Ke depannya PR kita masih banyak apalagi berhadapan dengan kompetisi yang lebih besar yaitu tingkat nasional,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler.

Putra putri bahari merupakan sebuah ajang yang di selenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, dalam proses kegiatannya meliputi beberapa rangkaian mulai dari seleksi yang diikuti oleh peserta yang mewakili Kabupaten/ Kota di Jawa Barat.

Dimana, proses seleksinya berlangsung pada bulan April 2025. Dari puluhan peserta disaring menjadi 20 besar terdiri dari 10 peserta putra dan 10 peserta putri untuk lanjut ke tahap karantina.

“Finalis Kabupaten Sukabumi lolos tahap seleksi atas nama Muhammad Aditya Prayoga yang berasal dari Karangtengah Cibadak, dan merupakan mahasiswa semester IV jurusan perhotelan Akademi Pariwisata Citra Buana Indonesia,” bebernya pada Selasa (3/6/2025).

Ia menceritakan, selanjutnya dalam proses karantina, setiap peserta diwajibkan membawa advokasi dan produk UMKM kelautan, Aditya membawa advokasi tentang pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kerakyatan berbasis kelautan, dengan mengambil lokasi advokasi di kampung nelayan Cisolok.

“Sedangkan produk UMKM yang diangkat yaitu kerupuk layur yang berasal dari Citarik Palabuhanratu,” imbuhnya.

Selain itu, Ujang menambahkan, proses karantina sendiri berlangsung selama 3 hari bertempat di Hotel Serela Waringin, Kota Bandung, yaitu dari tanggal 23 s/d 25 Mei 2025.

Sebelum karantina l, Aditya sempat beraudiensi dengan Bupati Sukabumi dan beliau berpesan untuk mengangkat potensi wisata bahari di Kabupaten Sukabumi ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, hingga pada grand final putra putri bahari tingkat Jawa Barat berlangsung pada tanggal 25 Mei 2025 di gedung D’Majestic Bandung dan berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Jawa Barat, selain itu juga berhasil merebut atribut Best Advokasi, ” jelas Ujang Hendi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Terpilih Secara Aklamasi, Budi Azhar Nakhodai IPSI Kabupaten Sukabumi Periode 2025-2029

0

Wartain.com || Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Cabang ke-VI, sebagai amanat organisasi IPSI yang termaktub dalam AD dan ART IPSI untuk menentukan kepengurusan Pengcab IPSI Kabupaten Sukabumi periode 2025-2029, pada Senin (2/6/2025) di Aula Armed 13 , Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Dalam Muscab bertajuk “Pencak Silat Memperkuat Martabat Bangsa” tersebut, dihadiri Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Se-Kabupaten Sukabumi, Ketua IPSI Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi dan Ketua KORWIL IPSI se-kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan hasil Muscab, secara aklamasi terpilih Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Sukabumi, periode 2025-2029 adalah Budi Azhar Mutawali yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi.

Dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler, Ketua terpilih, Budi Azhar mengatakan, dirinya melihat ini sebagai sebuah amanah yang diberikan oleh para insan pencak silat di Kabupaten Sukabumi.

Terpilih Secara Aklamasi, Budi Azhar Nakhodai IPSI Kabupaten Sukabumi Periode 2025-2029 (foto : Istimewa)

“Baik dari IPSI Kecamatan maupun para perguruan silat yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Di satu sisi, saya merasa bangga dan gembira, namun di sisi lain ini adalah sebuah beban tanggung jawab yang harus saya emban ke depan: bagaimana agar IPSI Kabupaten Sukabumi bisa lebih solid dan benar mampu mengembangkan kiprah pencak silat di daerah ataupun Nasional. Itulah tanggung jawab yang saya pikul ke depan, saya kira itu,” ungkapnya pada Senin (2/6)

Disinggung soal dualisme, Ia menegaskan, “Ya, dalam musyawarah tentu selalu ada dinamika. Saya sendiri hadir sebagai salah satu calon yang didukung oleh sejumlah perwakilan kecamatan, yang tentunya sudah melalui proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Soal kewenangan sepenuhnya saya serahkan kepada panitia pelaksana yang memiliki otoritas untuk menilai dan memutuskan,” ucapnya.

“Namun dalam dinamika musyawarah, pro dan kontra itu adalah hal yang lumrah. Tugas saya ke depan adalah bagaimana menyatukan kembali semuanya agar IPSI Kabupaten Sukabumi baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten bisa lebih solid. Dan itu yang harus kita upayakan bersama,” tegasnya.

Budi mengajak kepada semua insan pencak silat, untuk bersinergi membangun dan membesarkan IPSI Kabupaten Sukabumi, agar semakin maju lagi.

“Kepada seluruh pecinta pencak Kabupaten Sukabumi, mari kita berkolaborasi, bersinergi, membangun IPSI agar semakin maju, semakin solid, dan mampu mencetak prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pesan Gubernur Jawa Barat : Sekolah Adalah Produk Peradaban 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sekolah adalah produk peradaban. Itulah pesan tegas Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi pada Serah Terima Jabatan Lingkup Operasi Perangkat Daerah Jabar di Keresidenan Cirebon, Kota Cirebon, Senin (2/6/2025).

“Sekolah adalah produk peradaban, jadi toilet yang paling bersih itu harus di sekolah, tempat paling tertib itu di sekolah, masuk sekolah paling tertib itu anak sekolah. Saya enggak mau ada sekolah roboh, tinggi rumput-rumputnya, toiletnya kotor, saya tidak mau sekolah jadi produk ketidakberadaban,” tegasnya.

Sehingga, lanjutnya, penyeragaman jam masuk sekolah di Jabar adalah upaya perubahan pola pikir untuk lebih baik. Ia pun mendorong seluruh jenjang satuan pendidikan di Jabar dapat terintegrasi dengan baik.

Tujuan tersebut, tambah Gubernur, harus segera dibuat dengan rencana aksi yang memadai. “Efisiensikan seluruh anggaran belanja kita. Kita ingin sampai target. Selama saya jadi pimpinan di Jabar, (saya) ingin ada perubahan, pegawainya kerja, tidak leha-leha, turun ke jalan, ke lapangan. Boleh selfie, buat Youtube, Instagram, tapi semua tentang pekerjaan, tidak boleh yang bukan pekerjaan,” jelasnya.

Sertijab tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto serta seluruh jajaran pimpinan di lingkungan Disdik Jabar.

Kegiatan dilanjutkan dengan rapat pimpinan di lingkungan Pemdaprov Jabar. Kemudian, seluruh pimpinan Disdik Jabar mengadakan rapat pimpinan di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Umat Islam Wajib Tahu, Makna Dibalik Penyembelihan Hewan Kurban

0

Wartain.com || Setiap tahun, umat muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha pada 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Iduladha merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang menandai berakhirnya ibadah haji di Makkah. Selain itu, umat Islam yang mampu juga disunahkan untuk menyembelih hewan kurban, seperti kambing, sapi, atau unta.

Praktik kurban ini merujuk pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah Swt. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai bentuk kasih sayang dan ujian keimanan. Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an surah Ash-Shaffat ayat 102–107.

Bagaimana Hukumnya Mampu tetapi Tidak Berkurban? Simak Penjelasannya!

Meskipun terlihat sebagai ibadah yang bersifat fisik, yaitu penyembelihan hewan, sebenarnya kurban memiliki makna spiritual, sosial, dan moral yang mendalam. Kurban bukan sekadar menyembelih, melainkan bentuk ketulusan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus sarana berbagi rezeki kepada sesama manusia, khususnya mereka yang membutuhkan.

Makna dalam Penyembelihan Hewan Kurban

Makna utama dari penyembelihan hewan kurban adalah bentuk ketaatan dan keikhlasan seorang hamba terhadap perintah Allah. Allah tidak membutuhkan daging atau darah hewan kurban, sebagaimana disebut dalam QS Al-Hajj ayat 37.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Demikianlah Dia telah menundukkannya untuk kamu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah Dia berikan kepadamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Ayat ini menegaskan inti dari persembahan bukan terletak pada fisiknya, seperti daging atau darah, melainkan pada rasa kesungguhan yang mendasari tindakan tersebut. Hal ini adalah esensi makna spiritual dari penyembelihan hewan untuk kurban.

Makna Sosial dalam Penyembelihan Hewan Kurban

Pembagian daging kurban kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat juga menggambarkan nilai solidaritas sosial dan kepedulian antarsesama. Dalam satu hari, masyarakat bisa merasakan kebersamaan dan kebahagiaan, terutama mereka yang jarang bisa mengonsumsi daging. Kurban mengingatkan umat muslim aset yang dimiliki tidak hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan terdapat hak orang lain di dalamnya.

Penyembelihan hewan juga menjadi simbol dari penyembelihan hawa nafsu dalam diri manusia. Kurban mengajarkan manusia untuk mengendalikan sifat-sifat egois, tamak, dan keterikatan pada hal-hal duniawi. Sebagaimana hewan ditundukkan untuk disembelih, demikian pula seorang muslim diajak untuk menundukkan egonya demi nilai-nilai kebaikan dan keadilan.

Kurban tidak hanya menjadi amalan tahunan saat Iduladha. Lebih dari itu, kurban adalah wujud keimanan, ketulusan, dan rasa peduli kita terhadap sesama. Di tengah zaman yang semakin sibuk dan cenderung mementingkan diri sendiri, kurban mengingatkan untuk terus berbagi, mengikuti perintah Allah, dan menjadikan pengorbanan sebagai jalan untuk meraih keberkahan hidup.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemerintah Sampaikan Alasan Kenaikan BSU, Pekerja Formal Dapat Subsidi 300 Ribu/Bulan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang akan diberikan sebagai salah satu kebijakan insentif ekonomi Juni-Juli 2025 naik jumlahnya menjadi Rp 300.000 per bulan selama dua bulan. Mulanya, BSU hanya akan diberikan sebesar Rp 150.000 per bulan selama dua bulan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan BSU akan diberikan kepada 17,3 juta pekerja bergaji di bawah Rp 3,5 juta per bulan, dengan nominal Rp 300.000 selama dua bulan, jadi totalnya yang akan diterima Rp 600.000 selama dua bulan.

Selain kepada pekerja, subsidi upah juga diberikan kepada 565 ribu guru honorer baik yang ada di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

“Selain pekerja di bawah gaji 3,5 juta, akan diberikan bantuan subsidi ke 565 ribu guru honorer baik itu 288 ribu di lingkungan Kemendikdasmen dan sisanya guru di Kemenag. Guru honorer akan dapatkan Rp 300.000 per bulan untuk dua bulan, yaitu Rp 600.000,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).

Dikonfirmasi lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan BSU dinaikkan nominalnya sebagai kompensasi batalnya rencana pemberian diskon tarif listrik 50% selama Juni dan Juli 2025. Kenaikan BSU diyakini dapat membuat daya ungkit ekonomi yang sama baiknya daripada diskon tarif listrik yang batal dilakukan.

“Kita ingin dampak pengungkit lebih baik dan kuat, dan tentu tadi karena untuk diskon listrik tidak jadi dilakukan maka kita bikin daya ungkit yang sama kuat dan lebih baik lagi maka dinaikkan,” ungkap Sri Mulyani.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Petugas Parkir Sukabumi Indah Plaza Dikeroyok Sekelompok OTK

0

Wartain.com || Sebuah video yang beredar luas melalui aplikasi perpesanan WhatsApp memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang petugas parkir di area Sukabumi Indah Plaza. Insiden tersebut terjadi pada Jumat malam (30/5/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, diduga dipicu oleh perselisihan terkait pembayaran tarif parkir.

Korban, AY (44), yang bertugas sebagai kasir loket parkir, menceritakan bahwa kejadian bermula saat sekelompok orang yang baru keluar dari tempat karaoke hendak membayar parkir. Rombongan yang terdiri dari sekitar 10 hingga 11 orang dengan tujuh kendaraan bermotor tersebut diketahui berasal dari salah satu room karaoke Inul Vizta yang berada di area tersebut.

“Salah satu dari mereka awalnya hendak membayar parkir seluruh rombongan, tapi tiba-tiba ada yang memprovokasi dari belakang dan menyuruh agar tidak usah membayar,” ujar AY saat dikonfirmasi, Senin (2/6/2025).

Menurut keterangan korban, tarif parkir yang seharusnya dibayarkan adalah sebesar Rp49.000. Namun, mereka hanya memberikan Rp12.000. Saat korban menegur dan menjelaskan bahwa jumlah tersebut tidak sesuai, situasi mulai memanas dan adu mulut tak terhindarkan.

“Saya coba cari solusi dengan menawarkan sistem manual agar mereka bisa keluar, tapi saat saya keluar dari pos, malah langsung didorong dan dipukul,” ungkapnya.

Kericuhan berlanjut hingga portal parkir mengalami kerusakan akibat ditendang dan dipukul oleh pelaku. AY kemudian menjadi sasaran pengeroyokan secara fisik oleh beberapa orang dalam rombongan tersebut.

“Saya sempat menghindar, tapi kemudian ada yang menyerang dari samping dan mulai memukul. Akhirnya saya dikeroyok. Saya alami luka di bibir dan benjol di kepala,” tambah AY.

Setelah kejadian, korban langsung menjalani visum dan pihak manajemen Sukabumi Indah Plaza telah melaporkan insiden tersebut ke pihak Kepolisian. Laporan mencakup dua dugaan tindak pidana, yakni pengeroyokan dan perusakan fasilitas umum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik