26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 559

BGN Kebut Pembangunan Dapur MBG, 1.524 Target Selesai Agustus 2025

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) akan membangun 1.542 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di banyak daerah. Untuk menyukseskan pembangunannya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan kepala daerah untuk menyiapkan lahan untuk dapur MBG.

“Khususnya Kementerian Dalam Negeri itu memang sangat diperlukan penyediaan lahan untuk yang bangun yang tadi, yang 1.542 bangunan (dapur) BGN,” ujar Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan saat ditemui di kawasan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).

Ia mengatakan, lahan yang akan menjadi lokasi dapur MBG haruslah tidak berdekatan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mandiri milik masyarakat.

“Misalnya gini, ada satu tempat misalnya daerah agak pegunungan di situ ada 500 siswa. Terus tidak ada dari mitra mandiri yang mau bangun. Nah BGN akan meminta ke Pemda atau desa apakah ada lahan dekat situ. Nanti kalau ada, dipinjam pakaikan ke BGN, kemudian BGN membangun di situ,” ujar Tigor.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia untuk mempercepat penyediaan lahan untuk pelaksanaan program MBG.

Instruksi ini menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Kepala BGN Dadan Hindayana yang meminta pemerintah daerah mengajukan maksimal 10 opsi lokasi lahan yang akan digunakan sebagai SPPG atau dapur umum MBG.

“Data tersebut sangat diperlukan bagi BGN, karena dari data-data itu kan harus dicek lagi. Harus dicek lagi mana yang layak dan mana yang tidak layak,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/5/2025).

Pemerintah akan mencarikan lahan yang paling strategis dan menargetkan 1.542 dapur sudah bisa dibentuk pada Agustus mendatang.

“Dicarikan titik yang paling strategis, yang paling strategis sekali lagi,” ujar Tomsi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Piala Presiden Tahun 2025 Segera Digelar, Stadion Si Jalak Harupat jadi Venue Pertandingan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Waktu penyerahan trofi dan medali juara Liga 1 musim 2024/25, Erick Thohir menyampaikan bahwa nantinya ada pergelaran Piala Presiden 2025. Kala itu, Ketua Umum PSSI itu menyebut ada 1 tim masing-masing dari Thailand dan Inggris yang berpartisipasi. Persib Bandung juga ambil bagian di Piala Presiden 2025.

Kini, Piala Presiden 2025 dipastikan akan diikuti oleh 4 tim. Ajang tersebut akan digelar pada 6-12 Juli 2025 mendatang.

Kala artikel ini dibuat, PSSI telah ajukan permohonan izin untuk menggunakan Stadion Si Jalak Harupat kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung.

Jika disetujui, Piala Presiden 2025 akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Stadion Si Jalak Harupat dipilih untuk menggantikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api tidak jadi menjadi venue Piala Presiden 2025 karena dirusak oleh okum fans Persib Bandung. Perusakan tersebut terjadi saat perayaan juara Liga 1 musim 2024/25.

Sejumlah oknum fans Persib Bandung menggunting jala gawang dan mengambil sebagian rumput lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kejadian itu membuat kerusakan di sejumlah bagian lapangan.

Piala Presiden tahun 2025 sendiri, akan diikuti oleh Port FC, Oxford United, Persib Bandung, dan Liga Indonesia All-Star.

Nantinya Piala Presiden 2025 akan menentukan juaranya dengan sistem grup. Hingga artikel ini dibuat, belum ada kabar mengenai pemain dan pelatih untuk skusd Liga Indonesia All-Star. Patut dinantikan siapa saja pemain yang perkuat Liga Indonesia All-Star.

Dengan begitu, nantinya ada Asnawi Mangkualam, Ole Romeny, dan Marselino Ferdinan yang akan bermain di Piala Presiden 2025. Ketiganya akan bertanding melawan Persib Bandung.

Untuk hak siar, belum ada informasi siaran pertandingan Piala Presiden 2025. Patut ditunggu stasiun TV mana yang akan siarkan Piala Presiden 2025 mendatang.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tuhan Tak Pernah Tampak, Namun Selalu Nyata

0
Oplus_131072

Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Di antara gemuruh semesta dan kesunyian hati, seorang manusia berdiri. Ia merasa Tuhan begitu jauh—di sana, entah di mana. Sedang ia di sini, terpaku dalam kefanaan yang bernama dunia.

Di tiap malamnya ia bertanya, “Jika Tuhan ada, mengapa tak tampak? Jika Dia dekat, mengapa tak kuasa kudekap?” Dan dari kegelisahan itulah lahir satu percikan cahaya: bahwa tak semua yang tak tampak itu tiada. Sebab yang paling nyata sering kali tak membutuhkan rupa.

Dalam tradisi para pencari Tuhan, dikenal satu maqam agung: ma’rifatullah, yaitu mengenal Tuhan bukan dengan pancaindra, melainkan dengan hati yang dibersihkan dari kabut ego. Di maqam ini, yang tak tampak justru menjadi yang paling hadir. Sebab, kehadiran-Nya bukan terikat ruang dan waktu. Ia menyelimuti segalanya, bahkan sebelum segala ada.

Seorang sufi berkata, “Aku mencari Tuhan di rumah ibadah, di kitab-kitab, di suara para ulama. Tapi tak kutemukan Dia di sana. Aku menemukannya dalam ketiadaanku sendiri.” Inilah paradoks agung: Tuhan tidak bisa dikenal dengan cara yang biasa. Dia bukan objek yang bisa dijangkau logika, bukan figur yang bisa digambar, bukan nama yang selesai dalam huruf-huruf. Dia adalah sumber segala makna, lautan tak bernama tempat segala nama bermula.

Ketika manusia berkata, “Aku di sini, Tuhan di sana,” sejatinya ia belum mengenal jarak batin. Sebab dalam wilayah ruhani, “sana” dan “sini” adalah ilusi ruang yang dicipta oleh pikiran yang belum bening. Tuhan tidak jauh. Bahkan Dia lebih dekat dari urat leher. Tapi keterikatan pada jasad dan dunia membuat mata hati menjadi buta.

Maka dari itu, tak perlu menunggu Tuhan datang sebagai rupa. Ia sudah lebih dulu hadir sebagai rasa, getar, nur, dan kesadaran terdalam. Ia hadir saat seorang ibu menangis dalam doa. Ia hadir dalam diam seorang hamba yang pasrah. Ia hadir dalam cinta, dalam pengampunan, dalam tangis yang tak bersuara.

Dan tentang “diri” yang berdiri berhadapan dengan Tuhan, itu pun perlu dicermati. Sebab siapa yang bisa berdiri di hadapan Yang Maha? Diri kita ini pun sejatinya bukan diri sejati, melainkan bayang-bayang. Yang sungguh berdiri adalah Dia dalam kita. Seperti kata Ibnu ‘Arabi: “Tiada yang wujud selain Dia. Maka jika engkau mengenal dirimu, engkau akan mengenal Tuhanmu.”

Namun jangan pula tersesat dalam penyatuan yang palsu. Ini bukan tentang meniadakan syariat atau menghapus perbedaan hamba dan Tuhan. Ini adalah tentang kedalaman makrifat, di mana seorang hamba tetap rendah di hadapan Tuhan, tapi hatinya menyatu dalam rida dan cinta yang tulus.

Maka di titik ini, pertanyaan “Mengapa Tuhan tak tampak?” berubah menjadi kesaksian: “Tuhan terlalu agung untuk ditampakkan, namun terlalu dekat untuk dilupakan.”

Biarlah cinta kita kepada-Nya tetap membara, meski tanpa rupa. Biarlah rindu ini terus memanggil, meski tak berbalas kata. Sebab yang mencintai sungguh tak butuh alasan atau bukti. Ia hanya butuh hadir, dalam sujud, dalam diam, dalam kesadaran bahwa Tuhan selalu nyata—meski tak pernah tampak.

Tuhan di sana? Tidak.
Tuhan di sini? Belum tentu.
Tapi Tuhan di dalam segala yang bersujud dan merindukan-Nya—itulah yang paling pasti.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Inilah 7 Keutamaan Majlis Dzikir yang Akan Mengubah Hidup Anda

0

Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar

Wartain.com || Majlis dzikir adalah pertemuan atau perkumpulan orang-orang yang berdzikir kepada Allah SWT, baik dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, atau melakukan amalan-amalan lainnya yang dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan kepada Allah SWT.

Majlis dzikir merupakan majlis yang dipenuhi dengan dzikrullah, mengingat Allah SWT, sesuai dengan tata cara yang diajarkan Rasululullah SAW. Termasuk di dalamnya majlis ta’lim untuk mengkaji agama Allah.

“Para ulama salaf sangat bersemangat untuk menghadiri majlis-majlis seperti ini dan memotivasi orang lain untuk menghadirinya,”

Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat Nabi SAW, seringkali mengajak teman-temannya, “Ayo kita memperbaharui keimanan kita dengan berdzikir Semoga keimanan kita bertambah karena ketaatan tersebut dan Allah SWT berkenan untuk mengampuni kita”.

Majlis ilmu, lingkaran dzikir, dan pengajian Al-Qur’an adalah majelis-majelis yang di dalamnya hati-hati diisi dengan iman, dada-dada dibuka dengan dzikir kepada Allah Yang Maha Pengasih, dan seorang mukmin mempelajari syariat dan hukum-hukum di dalamnya.

Tidak heran jika banyak teks-teks nash yang menjelaskan tentang keutamaan majelis ilmu, dzikir, dan pengajian Al-Qur’an. Diantara keutamaan majelis dzikir adalah:

1. Menghadiri majlis dzikir Mendapatkan ampunan dan surga, serta selamat dari neraka. Malaikat hadir di dalamnya, dan mereka hadir atas perintah Allah Ta’ala.

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menghadiri majelis dzikir memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkeliaran, mencari majelis-majelis dzikir. Jika mereka menemukan majelis dzikir, mereka akan duduk bersama mereka, dan mereka akan mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka, hingga mereka memenuhi ruang antara mereka dan langit dunia.

Jika mereka berpisah, mereka akan naik ke langit. Allah Azza wa Jalla akan bertanya kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui tentang mereka: ‘Dari mana kamu datang?’

Mereka akan menjawab: ‘Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang bertasbih, bertakbir, bertahlil, dan bertahmid kepada-Mu, serta meminta kepada-Mu.’

Allah akan bertanya: ‘Apa yang mereka minta kepada-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka meminta surga-Mu.’
Allah akan bertanya: ‘Apakah mereka telah melihat surga-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Tidak, wahai Tuhan kami.’
Allah akan bertanya: ‘Bagaimana jika mereka telah melihat surga-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka juga meminta perlindungan kepada-Mu.’
Allah akan bertanya: ‘Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami.’
Allah akan bertanya: ‘Apakah mereka telah melihat neraka-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Tidak.’
Allah akan bertanya: ‘Bagaimana jika mereka telah melihat neraka-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka juga meminta ampunan kepada-Mu.’
Allah akan bersabda: ‘Aku telah mengampuni mereka, dan Aku telah memberikan apa yang mereka minta, serta Aku telah melindungi mereka dari apa yang mereka minta perlindungan.’

Mereka akan berkata: ‘Wahai Tuhan kami, di antara mereka ada seorang hamba yang banyak melakukan kesalahan, namun dia hanya lewat dan duduk bersama mereka.’
Allah akan bersabda: ‘Aku juga telah mengampuni dia. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan sengsara karena kehadiran mereka.'” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Allah Ta’ala membanggakan orang-orang yang hadir di majlis dzikir kepada malaikat-Nya.

Sebagaimana dalam hadits Abu Sa’id dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan melihat sekelompok sahabatnya yang sedang duduk, lalu beliau bertanya: ‘Apa yang membuat kalian duduk di sini?’
Mereka menjawab: ‘Kami duduk di sini untuk berdzikir kepada Allah dan memuji-Nya karena telah memberi kami petunjuk kepada Islam dan menganugerahkan nikmat kepada kami.’
Beliau bertanya: ‘Demi Allah, apakah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk itu?’
Mereka menjawab: ‘Demi Allah, kami tidak duduk di sini kecuali untuk itu.’
Beliau bersabda: ‘Aku tidak meminta kalian bersumpah karena curiga kepada kalian, tetapi Jibril datang kepada-ku dan memberitahu-ku bahwa Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian kepada malaikat-Nya.'” (HR Muslim)

3. Allah Ta’ala melindungi orang-orang yang hadir di dalamnya, menerima mereka, dan mendekatkan mereka kepada-Nya.

Sebagaimana dalam hadits Abu Waqid Al-Laitsi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di masjid, datanglah tiga orang. Dua orang dari mereka mendekati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan yang satu pergi.
Salah satu dari mereka melihat celah di dalam lingkaran, lalu ia duduk di sana. Yang lain duduk di belakang mereka.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai, beliau bersabda: ‘Maukah aku beritahu kalian tentang tiga orang itu?’
Salah satu dari mereka mencari perlindungan kepada Allah, maka Allah melindunginya.

Yang lain merasa malu, maka Allah juga merasa malu terhadapnya.
Yang lain berpaling, maka Allah juga berpaling darinya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Dosa-dosa orang-orang yang hadir di majlis dzikir digantikan dengan kebaikan.

Sebagaimana dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada sekelompok orang yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah, tidak ada tujuan lain kecuali untuk mencari wajah-Nya, kecuali akan ada seorang penyeru dari langit yang menyeru mereka: ‘Berdirilah, kalian telah diampuni, dosa-dosa kalian telah digantikan dengan kebaikan.” (HR Ahmad)

5. Ghanimah (harta rampasan) dari majelis dzikir adalah Surga.

Sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
“Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apa ghanimah dari majelis dzikir?”
Beliau menjawab: “Ghanimah dari majelis dzikir adalah surga, surga.” (HR Ahmad)

6. Majlis dzikir adalah taman-taman surga yang ada di dunia.

Dan diriwayatkan juga dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka makanlah dari sana.”
Para sahabat bertanya: “Apa taman-taman surga itu?”
Beliau menjawab: “Lingkaran-lingkaran dzikir.”
(HR Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan gharib)

7. Orang yang berkumpul untuk berdzikir akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya.

Disebutkan di dalam hadits Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah akan membangkitkan pada hari kiamat suatu kaum yang wajah-wajah mereka bercahaya, di atas mimbar-mimbar mutiara, yang membuat orang-orang iri dengki, padahal mereka bukanlah nabi-nabi dan tidak pula syuhada.’
Maka seorang Arab Badui berlutut dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami tentang mereka agar kami dapat mengenal mereka.’
Beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dari berbagai suku dan negeri yang berbeda, yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah dan mengingat-Nya.'” (HR Thabrani, dan dinilai hasan oleh Mundziri dan Haisami).***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Terhambat Administrasi, Siswa SMK di Sukabumi Terancam Gagal Terima Ijazah

0

Wartain.com ||  Masa depan pendidikan Mohamad Agung Ariyanto Arafat (20), seorang siswa SMK asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di ujung tanduk. Meski telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran selama tiga tahun dan menuntaskan ujian akhir di SMK Mihadunal Ula, Kecamatan Kebonpedes, Agung terancam tidak bisa lulus secara administratif akibat masalah data kependudukan yang belum valid.

Permasalahan bermula dari ketidaksesuaian data antara dokumen identitas Agung—seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan data di sistem kependudukan nasional—yang menyebabkan namanya tidak terdaftar secara resmi di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Akibatnya, statusnya masih tercatat sebagai “residu”, sehingga pengajuan e-ijazah tidak bisa dilakukan.

Agung, yang kini berdomisili di Jalan Pedongkelan, RT 14 RW 13, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, sudah enam tahun tinggal dan mengenyam pendidikan di wilayah Sukabumi bersama adiknya, Yulianti. Namun, perbedaan domisili antara tempat tinggal dan sekolah menjadi salah satu hambatan dalam proses validasi data pendidikan.

Kepala SMK Mihadunal Ula, Rahmat Arif Munawir Sani, mengaku pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk membantu Agung, termasuk menjalin komunikasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V dan mendorong koordinasi dengan Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Provinsi Jawa Barat.

“Masalahnya ada pada konektivitas data kependudukan yang belum sinkron secara nasional. Meskipun orang tua Agung mengaku telah memperbaiki data di Dukcapil Jakarta, namun pembaruan tersebut belum terbaca dalam sistem Dapodik pusat,” ungkap Rahmat pada Selasa (3/6/2025).

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah sudah menyarankan agar keluarga Agung segera berkoordinasi kembali dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta. Harapannya, pembaruan data bisa segera dilakukan agar status Agung dalam sistem pendidikan menjadi valid dan ia bisa menerima haknya sebagai lulusan resmi.

“Kami memahami keterbatasan kami sebagai sekolah yang berada di wilayah berbeda dengan domisili kependudukan siswa. Karena itu, kami sangat berharap adanya dukungan dan koordinasi lebih intensif dari pihak provinsi, khususnya Disdik Jawa Barat dan Kemendikbud, untuk mempercepat penyelesaian masalah ini,” imbuh Rahmat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lestarikan Budaya Tutur, Lomba Bertutur di Sukabumi Dorong Penguatan Karakter Siswa di Era Digital

0

Wartain.com || Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Sukabumi Tahun 2025 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi keterampilan bercerita, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal dan pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan era digital. Kegiatan ini mencapai puncaknya dalam babak final yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Sukabumi, Rabu (3/6/2025).

Kegiatan yang diinisiasi Dispusip Kota Sukabumi ini merupakan hasil seleksi dari 64 peserta yang berasal dari tujuh kecamatan. Setelah melalui tahap penyisihan, sebanyak 21 peserta terbaik—tiga dari tiap kecamatan—berhasil lolos ke babak final.

Dalam pembukaan final lomba, Bunda Literasi Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menekankan bahwa tradisi bertutur bukan hanya tradisi masa lalu, melainkan warisan budaya yang relevan untuk memperkuat identitas anak bangsa di masa kini. “Lewat lomba ini, anak-anak tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, sejarah, dan kepahlawanan yang terkandung dalam cerita-cerita rakyat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan bertutur sebagai bagian dari literasi yang lebih luas—yakni literasi budaya, emosional, dan komunikasi. “Di tengah derasnya arus informasi digital, anak-anak perlu diberi ruang untuk mengekspresikan diri secara positif, kreatif, dan membumi. Bertutur adalah salah satunya,” tambah Ranty.

Acara final ini turut dihadiri oleh Kepala Dispusip Kota Sukabumi, Plt. Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), camat se-Kota Sukabumi, serta para juri, guru pendamping, relawan perpustakaan, dan seluruh peserta.

Menurut panitia, pemenang utama lomba ini akan dikirim mewakili Kota Sukabumi pada ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat. Selain menjadi ajang pencarian bakat, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama antarinstansi dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan pelajar.

Ranty juga mendorong para guru dan pendidik untuk menjadikan aktivitas bertutur sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan di sekolah. “Anak-anak harus terbiasa mendengar dan menyampaikan kisah yang penuh nilai moral dan budaya. Ini bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

Melalui lomba bertutur, Dispusip Kota Sukabumi berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya, rasa percaya diri yang tinggi, serta keberanian untuk menyampaikan ide-ide mereka secara positif.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jelang Iduladha, MUI Kabupaten Sukabumi Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal 

0

Wartain.com || Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, puluhan peserta mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi. Kegiatan mendapat apresiasi pimpinan MUI, KH. Fatahilah Nadiri.pada Senin (2/6/2025) di Gedung Islamic Center, Komplek Alun-alun Cisaat.

Diwakili Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun dikonfirmasi MediaAksara menjelaskan, pelatihan Juleha merupakan langkah nyata dan strategis dalam upaya menjaga kehalalan proses penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam.

“Kami sangat mengapresiasi pelatihan Juleha. Ini bentuk upaya mempersiapkan umat menyambut Idul Adha dengan tanggung jawab, tidak hanya soal ibadah kurban, tetapi juga menjaga nilai-nilai syar’i dalam praktiknya,” ujar KH. Ujang melalui seluler pada Selasa (3/6/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pengetahuan teknis dan spiritual dalam menyembelih hewan kurban. Menurutnya, seorang juru sembelih halal tidak hanya dituntut terampil secara teknis, namun juga harus memahami hikmah penyembelihan didasari niat ibadah Lillahita’ala

“Penyembelihan bukan hanya urusan teknis, tetapi ibadah. Maka yang menyembelih pun harus memahami syarat dan rukunnya. Tidak asal potong,” tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi , Asep Kurnadi dikonfirmasi awak media, Ia jelaskan Sehubungan menjelang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1446 H serta adanya potensi meningkatnya kejadian penyakit hewan menular strategis dan/atau zoonosis seperti Anthrak, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD) maka diperlukan langkah upaya antisipasi dan mitigasi risiko secara dini terhadap penyebaran penyakit guna meminimalisir kerugian ekonomi peternak dan ancaman risiko zoonosis bagi kesehatan masyarakat.

“Maksud tujuan kegiatan untuk mensosialisasikan cara penyembelihan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam dan kesejahteraan hewan. Dan dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, dan sebagai upaya pengamanan Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025, maka Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk melalulintaskan TERNAK SEHAT sesuai dengan Permentan Nomor: 17/2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu lintas Hewan, ” ungkapnya melalui seluler, Selasa (7/6).***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Polres Garut

0

Wartain.com || Kamis 22 Mei lalu, Unit IV PPA Sat Reskrim Polres Garut mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Cikajang.

Joko Prihatin Kasat Reskrim menyebutkan pelaku berinisial IY (53) diketahui merupakan warga asal kecamatan Cikajang.

Ia berhasil diamankan oleh unit IV PPA Sat Reskrim Polres Garut dirumahnya, kasus ini terbongkar ketika salah satu keluarga korban melapor kepada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, 10 korban anak lelaki yang menjadi saksi bejadnya dan dilakukan di tempat tinggal pelaku.

“Saat ini pelaku sudah kami tahan dan Pelaku ini sudah melakukan aksi bejadnya sejak tahun 2023 dengan modus kepada korban di iming-iming akan diberi sejumlah uang tunai.” kata Kasat Reskrim kepada awak media, Selasa (03/06/2025).

IY mengaku seluruh korban merupakan anak dibawah umur dengan rata-rata berumur 10 hingga 15 tahun.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 dan 4, UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kami saat ini tengah mengembangkan kasusnya, guna menelusuri jumlah pasti dalam aksi bejat yang dilakukan pelaku dan juga ada beberapa korban dilakukan tindakan pencabulan berulang kali sejak tahun lalu,” pungkas Kasat Reskrim.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lagi! Jemaah Haji Asal Kabupaten Sukabumi Meninggal Dunia di Tanah Suci

0

Wartain.com || Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kampung Caringin Irigasi, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan wafat saat menunaikan ibadah haji.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan, membenarkan bahwa jemaah tersebut adalah Ibu Rohmat binti Hakim, anggota kloter JKS 06 yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Amin.

“Ibu Rohmat berpulang pada usia 56 tahun 10 bulan, Senin, 2 Juni 2025 pukul 04.15 waktu Arab Saudi. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di RS Saudi National Hospital, Mekah,” ujar Abdul Manan saat dikonfirmasi pada Selasa (3/6/2025).

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. InsyaAllah almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah, penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Aamiin.”

Berdasarkan laporan dari Ketua Kloter JKS 06, almarhumah diketahui memiliki status risiko tinggi (risti berat) dan mulai menjalani perawatan medis sejak 24 Mei 2025. Ia sempat mengeluhkan nyeri, mual, muntah, dan kondisi tubuh yang melemah. Setelah sempat menunjukkan perbaikan, kondisinya kembali memburuk pada 30 Mei.

Melihat perkembangan tersebut, pada 31 Mei almarhumah mendapat penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam dan segera dirujuk ke RS Saudi National Hospital Mekah untuk menjalani perawatan intensif. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan beliau dinyatakan meninggal dunia pada dini hari 2 Juni.

Jenazah Ibu Rohmat telah dimandikan dan dikafani di rumah sakit sesuai syariat Islam. Salat jenazah dilaksanakan di Masjidil Haram seusai salat Zuhur berjamaah. Selanjutnya, beliau dimakamkan di kompleks pemakaman Sharoya, Mekah, Arab Saudi.

“Atas nama PPIHD Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhumah dan menempatkannya di surga-Nya,” tutup Abdul Manan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dekranasda Kota Sukabumi Mantapkan Langkah Strategis untuk Revitalisasi Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal

0

Wartain.com || Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Sukabumi resmi mengawali babak baru dalam peranannya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda konsolidasi dan audiensi seluruh jajaran pengurus di Ruang Oproom Setda Kota Sukabumi pada Senin (2/6/2025), yang menjadi momentum awal kebangkitan lembaga setelah periode kevakuman yang cukup panjang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Dekranasda, Ranty Rachmatillah, didampingi Wakil Ketua Kia Florita. Hadir pula Ketua Harian, Sekretaris, para kepala bidang, serta jajaran pengurus lainnya yang menunjukkan semangat baru dalam menyusun langkah strategis ke depan.

Wakil Ketua Kia Florita dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat posisi Dekranasda sebagai agen penguatan city branding melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Ia memperkenalkan konsep naratif “Citra, Cita, dan Cerita” sebagai kerangka city branding yang dapat dikembangkan dari produk-produk kriya unggulan dan UMKM Sukabumi.

“City branding bukan hanya soal logo atau slogan, tapi menyangkut strategi besar dalam membangun citra kota yang khas. Produk lokal harus mampu bercerita tentang budaya, inovasi, dan jati diri Sukabumi,” ujar Kia.

Ia juga mengajak pengurus untuk mengedepankan strategi kreatif dengan anggaran efisien, seperti optimalisasi media sosial, promosi digital, serta penguatan komunitas kreatif sebagai ujung tombak ekonomi berbasis budaya. Kia menyoroti bahwa sektor ekonomi kreatif secara nasional telah menyumbang lebih dari Rp1.300 triliun terhadap PDB Indonesia, menandakan besarnya potensi yang bisa digarap jika dikelola dengan tepat.

Dalam konteks ini, kurasi produk unggulan seperti batik, kaligrafi, dan kuliner khas Sukabumi dinilai penting untuk ditata secara profesional agar mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan investor.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Ranty Rachmatillah menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan tonggak awal kebangkitan. Ia menegaskan bahwa Dekranasda bukan lembaga komersial, melainkan wadah pembinaan dan pelestarian warisan budaya melalui penguatan sektor kerajinan lokal.

“Fokus utama kami adalah membina UMKM kriya agar mampu berkembang secara berkelanjutan, bukan hanya dari sisi produksi tetapi juga dari kualitas dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk,” ujar Ranty.

Ke depan, Dekranasda akan membangun sistem kerja yang lebih sistematis, dimulai dari identifikasi potensi, kurasi produk, program pelatihan, hingga pemasaran dan evaluasi dampak. Semua langkah ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berdaya saing.

Baik Ranty maupun Kia sepakat bahwa dalam lima tahun ke depan, Dekranasda Kota Sukabumi harus mampu menghadirkan produk-produk unggulan yang merepresentasikan identitas kota, serta membangun sistem pembinaan yang profesional dan akuntabel.

Sebagai penutup, Ranty menyampaikan harapan agar Dekranasda dapat menjadi rumah besar bagi kreativitas warga Sukabumi, tempat tumbuhnya pelaku usaha kreatif yang tidak hanya mampu bersaing secara nasional, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai budaya lokal yang luhur dan membanggakan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik