26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 558

100 Hari Pemerintahan Ayep–Bobby Disorot, GMNI Nilai Birokrasi Sukabumi dalam Kondisi Darurat

0

Wartain.com || Pemerintahan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana mendapat kritik tajam dari kalangan mahasiswa pada momentum 100 hari pertama masa jabatan mereka. Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Balai Kota Sukabumi, Rabu (4/6/2025), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya menyampaikan sejumlah evaluasi dan tudingan serius terhadap kinerja birokrasi Pemkot Sukabumi.

Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya menilai telah terjadi kemunduran dalam tata kelola pemerintahan, dengan munculnya praktik yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip reformasi birokrasi dan good governance.

“Banyak keputusan yang diambil tanpa landasan hukum yang kuat, tidak akuntabel, serta mengabaikan prinsip meritokrasi. Situasi ini kami nilai sebagai kondisi darurat tata kelola,” ujar Aris dalam orasinya.

Salah satu kebijakan yang disoroti GMNI adalah pembentukan Tim Komunikasi Percepatan Pembangunan berdasarkan SK Wali Kota Nomor 188.45/43-BAPPEDA/2025. Mereka menilai tim tersebut dibentuk secara terburu-buru tanpa dasar hukum yang memadai, serta diisi oleh tenaga non-ASN tanpa proses seleksi terbuka, yang berpotensi melanggar Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

Selain itu, GMNI juga menyoroti praktik rangkap jabatan yang dinilai tidak etis dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Penunjukan figur eks narapidana ke posisi strategis dan penempatan loyalis politik dalam jabatan struktural turut menjadi bahan kritik tajam.

“Ketika satu orang memegang tiga jabatan sekaligus — yakni sebagai Dewan Pengawas RSUD, Dewan Pengawas PDAM, dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan — maka wajar jika publik mempertanyakan integritas dan akuntabilitasnya,” tambah Aris.

GMNI juga menuntut pencopotan Direktur RSUD R. Syamsudin, SH, yang disebut-sebut juga menjabat sebagai Wakil Direktur Keuangan. Mereka menilai, rangkap jabatan di rumah sakit daerah tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga membuka celah potensi kerugian negara, yang mereka taksir bisa mencapai Rp9,1 miliar.

Tak hanya RSUD, BUMD di lingkungan Pemkot Sukabumi juga dinilai sarat konflik kepentingan dan belum menunjukkan pelayanan publik yang profesional.

Dalam pernyataan sikap resminya, GMNI menyampaikan delapan tuntutan utama, di antaranya: pencabutan SK Tim Percepatan Pembangunan, pencopotan pejabat dengan konflik kepentingan, transparansi penuh terhadap seluruh kebijakan publik, serta penghentian praktik penempatan loyalis dalam struktur birokrasi.

Mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap direksi BUMD, reformasi birokrasi sesuai Grand Design Nasional, penguatan prinsip meritokrasi dalam sistem ASN, dan pembukaan akses informasi publik secara luas.

Sebagai bentuk tekanan politik, GMNI memberikan ultimatum 1×24 jam kepada Wali Kota Ayep Zaki untuk menanggapi tuntutan tersebut. Jika tidak direspons, GMNI mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala massa yang lebih besar.

“Aksi ini bukan serangan terhadap pribadi pejabat, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa untuk menjaga arah pemerintahan agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan elite dan kroni,” pungkas Aris.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Negara Hadir di Tengah Keterbatasan: Sekolah Rakyat di Sentra Phala Marta Siap Ubah Arah Hidup Anak Kurang Mampu

0

Wartain.com || Negara kembali menunjukkan kehadirannya untuk rakyat kecil. Melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial dan didukung penuh oleh arahan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pemerintah tengah menyiapkan fasilitas pendidikan inklusif dan bermartabat di Sentra Phala Marta, Kabupaten Sukabumi.

Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, yang meninjau langsung fasilitas tersebut, menegaskan bahwa program ini menjadi simbol nyata transformasi sosial melalui pendidikan.

“Tempat ini bukan hanya sekolah, tapi ruang harapan baru. Anak-anak dari keluarga yang selama ini hidup dalam kekurangan akan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang layak, bersih, dan terawat,” ujar Qodari kepada Wartaincom, Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah bentuk kehadiran negara yang tidak hanya memfasilitasi pendidikan, tapi juga menjamin kesejahteraan dasar para siswa. Mulai dari asrama, ruang belajar, fasilitas ibadah, laboratorium, hingga seragam, laptop, dan konsumsi harian, semuanya ditanggung negara.

“Di sini, anak-anak tidak perlu lagi khawatir soal makan, pakaian, atau biaya sekolah. Mereka tinggal belajar, bersemangat, dan berdoa. Ini bukan sekadar bantuan, tapi perubahan nasib yang sangat nyata. Dari yang tak punya menjadi setara dengan mereka di puncak desil ekonomi,” ungkap Qodari.

Sekolah ini didesain untuk anak-anak dari desil 1 dan 2—kelompok masyarakat termiskin dalam klasifikasi sosial ekonomi nasional. Data penerima manfaat dipastikan akurat dengan menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Kepala Sekretariat Komisi Nasional Disabilitas (KND), Herman Koswara, menambahkan bahwa pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan memulai dengan empat rombongan belajar untuk tingkat SMP. Masing-masing rombel akan diisi oleh 25 siswa.

“Banyak anak dari desa tidak melanjutkan pendidikan karena SMP tidak ada di desa mereka. Program ini adalah solusi konkret yang menjembatani kesenjangan pendidikan,” jelas Herman.

Sekolah Rakyat di Sentra Phala Marta ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026, tepatnya pada 12 Juli 2025.

Dengan semangat pemerataan dan keadilan sosial, program ini diharapkan menjadi titik balik dalam mengangkat masa depan generasi muda yang selama ini hidup dalam bayang-bayang keterbatasan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Macan Tutul Jawa Ditemukan Mati dan Sudah Tidak Utuh

0

Wartain.com || Macan tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) ditemukan mati dengan kondisi tubuh tidak utuh di kawasan Gunung Lancang, tepatnya di lokasi Pangangonan tanah carik, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Rabu 04/06/2025.

Dari penemuan tersebut mengundang perhatian serius dari aparat dan instansi terkait, mengingat macan tutul jawa merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang.

Penemuan bangkai macan tutul ini pertama kali dilaporkan oleh warga setempat dan segera ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas Desa Cikondang, Aipda Erik Ade Putra, bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Garut dan Bandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tim BKSDA, macan tutul betina tersebut diperkirakan berumur sekitar dua tahun dengan tinggi 65 cm, panjang 1,20 meter, dan berat antara 40-50 kg, Dari kondisi yang ditemukan, diperkirakan satwa malang tersebut telah mati sejak 7 hingga 10 hari sebelumnya. Tubuhnya sudah membusuk, menyisakan tulang dan sebagian kulit.

Penyebab kematian diduga akibat terjerat kawat sling—bekas kawat kopling sepeda motor—yang dipasang secara ilegal oleh oknum tak bertanggung jawab. Jerat tersebut diketahui biasanya digunakan untuk menangkap hama babi hutan yang sering merusak kebun warga.

Kapolsek Cisompet, AKP H. Misno Winoto, dalam keterangannya mengimbau masyarakat agar tidak memasang jerat, terutama di kawasan yang dekat dengan habitat satwa liar.

“Kami mengingatkan warga untuk tidak memasang jebakan yang bisa membahayakan satwa langka. Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam keseimbangan ekosistem,” ucapnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tiupan Angin Kencang di Sukabumi, Satu Unit Rumah Ambruk

0

Wartain.com || Tiupan angin kencang terus menyambangi sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa 04/06/2025.

Seperti halnya yang terjadi di Kp. Kadudampit RT 10 RW 02, Desa/ Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Hembusan angin kencang tersebut, akibatkan satu unit rumah ambruk, sekira pukul 16.30 WIB.

Akibatnya, hampir sebagian rumah milik Diki Nuryadin, yang dihuni oleh 1 KK 5 jiwa  tersebut rusak diterjang angin kencang.

Mendapat laporan kejadian, petugas P2BK Kadudampit berkoordinasi dengan Pemdes Kadudampit, unsur Kecamatan, satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tagana dan unsur lainnya, untuk melakukan asesmen lapangan.

Selanjutnya tim langsung terjun ke lokasi bencana, dan melakukan evakuasi serta pembersihan material reruntuhan. Hal ini guna menetralisir bongkahan yang menimpa rumah korban.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian material dari pemilik rumah dan membutuhkan bantuan untuk perbaikan, serta perlindungan sementara untuk 5 jiwa.

Untuk penanganan korban, kebutuhan yang paling mendesak diperlukan, diantaranya;
1. kasur, selimut
2. logistik (makanan dan minuman)
3. peralatan mandi
4. kebutuhan pasca bencana (material untuk perbaikan rumah).

Sampai berita ini tayang, tim dibantu masyarakat setempat masih melakukan pembersihan reruntuhan, untuk mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan.***

Foto/sumber : P2BK dan Tagana Kadudampit

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ruang Kepala DLH Kabupaten Sukabumi di Geledah Tim Pidsus Kejari, Cari Dokumen Kasus Dugaan Korupsi 

0

Wartain.com || Tim Jaksa dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Kabupaten Sukabumi melakukan penggeladahan ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi di Jalan Jajaway, Kecamatan Palabuhanratu, pada Rabu (4/6/2025).

Sidak dilakukan menyusul peningkatan status penanganan kasus dugaan korupsi di DLH dari tahap penyelidikan ke penyidikan, yang diumumkan pada 14 Mei 2025. Kasus ini terkait dugaan penyimpangan anggaran senilai Rp1,5 miliar untuk program perawatan dan perbaikan kendaraan operasional pengangkut sampah (pick-up) tahun anggaran 2024.

Berdasarkan pantauan, sekitar 18 anggota tim Pidsus awalnya berniat menggeledah ruangan Kepala DLH. Namun, pejabat tersebut tidak berada di tempat dan pintu ruangannya dalam kondisi terkunci. Tim kemudian beralih ke ruangan Bidang Kebersihan guna melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan program tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, proses penggeledahan masih berlangsung di lokasi.

Sebelumnya, Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Romiyasi, mengonfirmasi atas peningkatan status kasus ini dilakukan setelah pemeriksaan terhadap hampir 60 orang saksi dari berbagai pihak, termasuk dari internal DLH.

“Penyelidikan sudah kita tingkatkan ke penyidikan, dan sekarang kami sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara,” ujar Romiyasi usai pemusnahan barang bukti di kantor Kejari Sukabumi, Jalan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Rabu (14/5/2025).

Romiyasi juga menegaskan, Kejaksaan telah memeriksa puluhan saksi dari berbagai latar belakang. Ia mengisyaratkan penetapan tersangka akan dilakukan setelah perhitungan kerugian negara selesai.

“Sudah hampir 60 saksi kami periksa. Intinya, kami tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara. Saat waktunya tiba, kami akan lakukan penangkapan terhadap tersangka,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Kecam Keras Pelecahan Seksual Libatkan Pelajar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ferry Supriyadi, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi,  mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh empat anak terhadap seorang siswi SMP di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

“Kami sangat mengecam tindakan biadab ini. Tidak ada toleransi untuk kekerasan (seksual) terhadap anak, terlebih yang dilakukan dengan cara keji dan disebarluaskan di ruang publik,” kata Ferry Supriyadi kepada wartawan, Selasa (3/6/2025).

Ferry menyatakan pihaknya akan mengawal penuh proses hukum agar para pelaku mendapat hukuman yang setimpal, serta memastikan korban memperoleh keadilan dan perlindungan yang layak.

“Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga menyangkut masa depan seorang anak yang telah menjadi korban kekejaman. Kami akan pastikan korban mendapatkan keadilan dan pendampingan yang layak,” ujarnya.

Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara cepat, profesional, dan mengedepankan prinsip keadilan dalam menangani kasus ini. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

Saat ini, perkaranya tengah ditangani Polres Sukabumi. Meski begitu, kami akan terus mengawal proses ini sampai tuntas dan memastikan korban mendapatkan keadilan,” tambahnya.

Ferry menegaskan, kasus ini mencerminkan pentingnya perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian seluruh pihak—mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lembaga pemerintahan.

“Kami dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi telah berkomitmen untuk mendukung proses hukum dan memastikan keadilan bagi korban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah remaja laki-laki berusia belasan tahun diduga melakukan pelecehan seksual terhadap teman perempuannya. Peristiwa yang baru terungkap ke publik ini terjadi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 24 Mei 2025.

Para terduga pelaku yang berjumlah empat orang dan korban adalah pelajar SMP di sekolah yang sama. Sebelum beraksi, keempat terduga pelaku sempat mencekoki korban dengan minuman keras atau miras dan melakuan penganiayaan.

Pihak keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi pada Rabu, 28 Mei 2025.

Menurut Kanit PPA Ipda Agus Murtado, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Karena baik korban maupun para pelaku tergolong anak di bawah umur, penanganannya dilakukan dengan pendekatan perlindungan anak.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DP3A Kabupaten Sukabumi Kawal Kasus Pelecehan Seksual Pelajar di Bawah Umur

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menanggapi serius kasus dugaan pelecehan seksual di Kecamatan Simpenan, yang melibatkan korban dan pelaku masih berstatus pelajar di bawah umur.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian itu. Menurutnya, insiden ini tidak hanya menyayat hati, tetapi juga menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan dan pembinaan yang lebih kuat terhadap anak-anak.

“Kemarin kami sudah mendapatkan laporan dari Pak Camat Simpenan. Kita terus terang sangat prihatin dan miris melihat kejadian tersebut, karena baik pelaku maupun korban merupakan sesama anak di bawah umur,” kata Eki kepada wartawan, Selasa (3/6/2025).

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, DP3A akan segera melakukan langkah nyata. “InsyaAllah besok akan mengirimkan tim bersama psikolog klinis, mengadakan pendampingan dan penjangkauan ke keluarga, baik keluarga korban maupun keluarga pelaku,” jelasnya.

Eki menegaskan penanganan terhadap kasus anak tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Menurutnya, perlindungan anak adalah tugas bersama. “Bukan hanya tugas DP3A, tapi semua pihak, terutama keluarga, sekolah, lingkungan, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Jangan sampai terulang kasus-kasus seperti ini. Pendidikan, terutama agama, tetap harus kita lakukan. Kemudian pengawasan dan pembinaan dari orang tua, baik korban maupun pelaku harus ikut menjaga,” tegas Eki.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah remaja laki-laki berusia belasan tahun diduga melakukan pelecehan seksual terhadap teman perempuannya. Peristiwa yang baru terungkap ke publik ini terjadi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 24 Mei 2025.

Para terduga pelaku yang berjumlah empat orang dan korban adalah pelajar SMP di sekolah yang sama. Sebelum beraksi, keempat terduga pelaku sempat mencekoki korban dengan minuman keras atau miras dan melakukan penganiayaan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wakil Bupati Andreas Menghadiri Acara Serah Terima Hasil Karya TMMD ke-124

0

Wartain.com || Dalam kegiatan serah terima TMMD ke-124 Andreas Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi mengatakan sangat terbantu untuk pembangunan daerah, Rabu 04/06/2025.

Diketahui sejumlah infrastruktur di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi terpantau bagus. Hal itu seperti Jalan di Kampung Ulu-Ulu yang sekarang berubah upati menjadi beton dari sebelumnya bebatuan.

Dalam informasi yang didapatkan perubahan infrastruktur tersebut berkat masuknya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 124 Tahun Anggaran 2025 di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Selain adanya betonisasi jalan, berbagai pembangunan pun dilaksanakan di desa tersebut seperti pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pipanisasi, sumur bor, ketahanan pangan, hingga penanaman pohon.

Tak hanya itu, dalam kegiatan yang berlangsung sejak 6 Mei 2025 itu, terdapat berbagai pembangunan non fisik pula seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, pertanian, hukum dan kamtibmas, bahaya narkoba, KB dan kesehatan, stunting, peternakan, hingga lingkungan hidup dan kehutanan.

Hasil karya TMMD tersebut diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui upacara penutupan digelar di Lapang PTPN VIII Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja pada Rabu 4 Juni 2025, Di mana, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas bersama sejumlah kepala perangkat daerah hadir di tempat tersebut.

H. Andreas dalam kesempatan tersebut mengaku terbantu dengan adanya TMMD ini. Terutama dalam hal pembangunan di wilayah.

“Alhamdulillah pelaksanaan TMMD sudah berjalan dan selesai 100 persen. Kami dari pemerintah merasa terbantu dengan adanya TMMD ini,” ujarnya.

TMMD pun menjadi bukti sinergitas luar biasa antara TNI dan pemerintah. Bahkan, H. Andreas berharap akan semakin banyak kegiatan TMMD di Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati Andreas Menghadiri Acara Serah Terima Hasil Karya TMMD ke-124 (foto : Istimewa)

“Pemerintah siap dan akan terus mendukung pelaksanaan TMMD,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi mengatakan, TNI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Termasuk mendukung percepatan pembangunan nasional.

“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, namun mendukung percepatan pembangunan nasional. Wujud nyatanya lewat TMMD yang sudah ada sejak ABRI,” ungkapnya.

Selain itu, TMMD ini menjadi bukti sinergitas luar biasa antara TNI, Polri, Pemerintah, dan masyarakat. Baik dalam pembangunan fisik maupun non fisik.

“TMMD ke 124 di Kabupaten Sukabumi misalnya, telah menghasilkan berbagai capaian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan wawasan kebangsaan,” bebernya.

Pencapaian yang sudah dilakukan tersebut, semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan nasional. Terutama di tingkat desa.

“Seluruh hal yang dilakukan ini, untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat,” terangnya.

Atas suksesnya pelaksanaan TMMD tersebut, dirinya berterima kasih kepada semua pihak. Dirinya pun berpesan agar semua yang telah dibangun dapat dipelihara sebaik mungkin.

“Jaga dan pelihara hasil TMMD ini. Termasuk hasil ini, jadikan sebagai motivasi untuk pembangunan lainnya secara mandiri dan berkesinambungan,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menteri P2MI Bersama Wagub Sumbar Lakukan Kunjungan ke Politeknik ATI Padang

0

Wartain.com || Menteri P2MI bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar kunjungan Politeknik ATI Padang bertempat di Jl. Simpang Tabing, Bungo Pasang, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin 02/06/2025.

Vasko Ruseimy Wagub Sumbar menyambut baik atas kunjungan menteri P2MI.

Dalam kesempatan tersebut Abdul Kadir Karding Menteri P2MI menyaksikan sendiri bagaimana balai vokasi itu beroperasi.

“Untuk melihat progres tenaga-tenaga kerja yang bekerja di sini, termasuk hasil-hasilnya, ada punya potensi nggak untuk kita salurkan ke luar negeri,” ucap Karding.

Iapun mengungkapkan bahwa peserta didik balai vokasi itu tertarik ketika ditanya apakah berminat bekerja di luar negeri.

Karding pun mendorong agar diadakan pelatihan bahasa asing bagi para peserta yang berminat bekerja di luar negeri.

“Oleh karena itu, nanti kita dorong kepada Pak Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (Kaban BPSDMI) untuk menyiapkan latihan bahasanya agar sistemnya vokasi terintegrasi,” tambahnya.

Tidak hanya itu permintaan pekerjaan di sektor industri di luar negeri melimpah. Dia menyebut, peluang tersebut terbuka luas di Malaysia, Jepang, Korea Selatan hingga Eropa.

“Kalau industri banyak, di Malaysia kemarin saya ke Sarawak juga ada industri, di Jepang juga industri, di Korea juga industri, di Eropa juga industri,”ujarnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lapas Kelas IIB Cianjur Melakukan Kunjungan Ke Istana Kepresidenan Cipanas

0

Wartain.com || Lapas Cianjur melakukan kunjungan ke Istana Kepresidenan guna meningkatkan pengetahuan umum petugas pemasyarakatan dan kolaborasi antar lembaga, Selasa 03/06/2025.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Istana Kepresidenan Cipanas, Darmastuti Nugroho.

Dalam kegiatan ini mereka melakukan diskusi dan bertukar informasi khususnya terkait sejarah serta tugas dan fungsi Istana Kepresidenan Cipanas, juga memperkenalkan sedikit tugas dan fungsi lapas Cianjur.

Eris Ramdani Kepala Lapas Cianjur memberikan cenderamata kepada Kepala Istana Kepresidenan Cipanas, berupa plakat kujang dan produk bandrek yang mana keduanya merupakan produk hasil pembinaan kemandirian WBP Lapas Cianjur.

“Momentum ini menjadi kesempatan lapas cianjur untuk memperkenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas terlebih istana kepresidenan cipanas merupakan salah satu wisata edukasi,” ujarnya.

Pada Akhir kunjungan Kepala Istana Kepresidenan Cipanas mengajak langsung Tim Lapas Cianjur untuk berkeliling istana seluas 26 Hektar diantaranya, Gedung Utama Istana, Museum Istana Kepresidenan, Gedung Bentol,  dan pemandian air panas.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)